SITE STATUS
Jumlah Member :
506.329 member
user online :
329 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Blog -- Susu Pertumbuhan Anak Bisa Mengatasi Diabetes Lho



Blog posted by

Susu Pertumbuhan Anak Bisa Mengatasi Diabetes Lho


Blog posted on 23-05-2016

Susu pertumbuhan anak tidak hanya memastikan perkembangan sang buah hati berjalan normal. Selain itu, susu akan menghindarkan si kecil dari berbagai penyakit juga lho. Salah satunya adalah penyakit diabetes.



Mungkin tidak percaya jika anak kecil juga bisa terkena diabetes. Penyakit yang satu ini memang sering diasosiasikan sebagai penyakit yang dialami oleh orang-orang dewasa. Bahkan, orang yang sudah tua lebih sering didapati mengalami penyakit diabetes. Padahal, penyakit ini tidak memandang usia. Ini yang harus ibu jadikan catatan.



Namun, ibu tidak perlu was-was dan khawatir. Dengan memberikan susu pertumbuhan anak, ibu akan memastikan si kecil tidak akan mengalami masalah diabetes.



Bagaimana Susu Bisa Menghindarkan Si Kecil dari Diabetes?



Para ahli medis pasti langsung bisa memahami bawasannya diabetes juga bisa dialami oleh balita. Bahkan, bayi yang baru lahir saja bisa terkena diabetes jika saat mengandung ibu mengalami masalah dengan diabetes. Oleh sebab itu, masuk akal jika balita pun bisa terkena diabetes.



Agar ibu bisa memahamil bagaimana susu pertumbuhan anak bisa mengatasi atau menghindarkan si kecil terkena diabetes, ibu perlu tahu dulu apa sih yang menjadi penyebab diabetes.



Penyakit yang satu ini dikarekakan kadar gula yang tinggi. Kadar gula ini bisa didapatkan dari makanan atau minuman. Selain itu, kadar gula yang meningkat tinggi ini juga bisa disebabkan karena organ tubuh tertentu yang tidak bekerja maksimal.



Kadar gula yang meningkat ini bisa menyebabkan diabetes. Awalnya, penderita biasanya memiliki masalah dengan berat badan di atas normal. Pada saat itulah, resiko terkena diabetes tinggi.



Itulah mengapa saat balita memiliki tubuh yang gemuk dan ternyata berat badan di atas normal, maka orang tua balita tersebut harus waspada. Jangan-jangan si kecil bisa beresiko terkena diabetes.



Meskipun demikian, ibu tidak boleh membuat kesimpulan bawasannya balita yang gemuk lah yang beresiko terkena diabetes. Kesimpulan tersebut kurang tepat. Diabetes juga bisa dialami oleh balita dengan berat badan ideal dan di bawah normal. Hanya saja, resiko terkena diabetes paling tinggi memang terjadi pada balita dengan berat badan di atas normal.



Pada kondisi inilah balita tersebut membutuhkan asupan nustrisi di dalam susu pertumbuhan anak. Pasalnya, nutrisi di dalam susu tersebut seimbang sesuai dengan yang dianjurkan oleh para ahli gizi balita. Dengan mengkonsumsi susu balita sesuai dengan aturan, maka diabetes akan teratasi.



Untuk menghindari diabetes pada anak, sangat wajah hukumnya seorang balita rutin minum susu formula. Dengan demikian, kadar nutrisi di dalam tubuh seimbang sehingga penyakit bisa dihindari terutama penyakit diabetes.



Yang Disayangkan dari Orang Tua



Salah satu susu pertumbuhan anak yang paling direkomendasikan untuk menghidarkan si kecil dari diabetes adalah susu dengan kandungan gula yang rendah. Susu terbaik pasti mengandung gula dengan kadar yang rendah.



Sayangnya, walaupun kadar gula di dalam susu pertumbuhan anak sudah rendah, ada kesalahan sangat fatal yang dilakukan oleh orang tua. Karena mereka ingin balita mereka sehat, maka mereka memberikan susu anak lebih banyak setiap hari. Padahal, sudah ada aturan penggunaan serta berapa kali susu sebaiknya diberikan untuk si kecil.



Walaupun kadar gulanya rendah, memberikan susu anak melebihi yang disarankan agar berakibat buruk terhadap kesehatan anak. Tidak jarang balita yang mengalami obesitas dan juga diabetes karena kesalahan orang tua ini.



Untuk memastikan si kecil mendapatkan manfaat dari susu, maka ibu harus baca aturan tentang cara menyajikan susu pertumbuhan anak.





Ditampilkan sebanyak : 551

Tolong beritahu kami apa pendapat Anda tentang blog ini


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman