SITE STATUS
Jumlah Member :
484.246 member
user online :
1398 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Bayi

Makanan dan Susu Formula Bayi yang beredar di Indonesia Terkontaminasi Enterobacter sakaza

New Topic :  
03-03-2008 07:19:53 ke: 1
Jumlah Posts : 45
Jumlah di-Like : belum ada like
Bakteri? jangan takut. bakteri ada di mana...di tubuh saya juga ada...ditubuh anda juga ada. Risau karena Sakazaki?

Semua bakteri akan mati pada suhu 70*C. jadi kalau mau bikin sufor pake air panas yang suhunya 70 tadi. kebersihan juga penting. Botol setelah dan sebelum dipake diseduh pake air mendidih.

Semua kembai ke kita...pola hidup bersih lebih menjamin. walaupun susu tak berbakteri, tapi jika kita ceroboh...susu juga nggak bisa disalahkan.

Bakteri sakazaki ini akan menyebabkan diare
   
03-03-2008 09:23:06 ke: 2
Jumlah Posts : 1000
Jumlah di-Like : 11
yup soal bakteri, memang betul yg bunda wiwi sampaikan bahwa bakteri di tubuh manusia juga ada. ada bakteri yg menguntungkan dan ada bakteri jahat.

nah infonya lagi: saya ntn di TV, klo sufornya diseduh dgn air 70 derajat C nutrisi2 yg terkandung didalamnya akan berkurang sehingga nutrisi yg dibutuhkan oleh bayi berkurang.

gmn menurut anda bunda wiwi?



salam,

bunda Zahwa
   
03-03-2008 21:14:40 ke: 3
Jumlah Posts : 34
Jumlah di-Like : 2
Ummm, moms...

msalahnya Fachri dah 21 bulan, walopun masih ASI masih mengalir lancar, khan tidak mencukupi asupannya. tetep aja harus minum sufor...

Array
   
04-03-2008 09:07:56 ke: 4
Jumlah Posts : 45
Jumlah di-Like : belum ada like
memang air panas akan mengurangi kadar protein yang terkandung dalam sufor. Sebenarnya susu bubuk itu sendiri tidak serecomendasi susu cair...pasti karena proses pengolahan dari cair ke bubuk jlimet banget ya..plus pengawet pengawetny. Kalo saya si lebih suka kasih My daughter susu cair. apalagi yang segar.



Buat Bunda Fahri....nggak yakin ma asupan buat si kecil? Kalo saya PD aja si kecil tetep ASI 2th plus sayur sayur n ikan n makanan lain. Jangan pernah khawatir si kecil kekurangan kalsium atau kekurangan asupan gizi gara gara nggak minum susu. Makanan yang seimbang lebih meyakinkan. Kadang memang Ibu ibu akan khawatir jika si kecil nggak mau susu. Saya si nggak masalah...ada kok penggantinya. Sinar matahari pagi juga mbantu kok. Gratis lagi. Lagipula Indonesia kaya...tempe, tahu, ikan, bayam, kangkung, apel, jeruk...! Hidup Indonesia... Susu formula terganti kan deh
   
06-03-2008 09:45:28 ke: 5
Jumlah Posts : 45
Jumlah di-Like : belum ada like
info terbaru tentang Sakazaki buka di www.sithahokibanget.multiply.com/journal/item/116/hasil_penelitian_univ_ttg_sakazaki_dan_susu_formula_bayi
   
10-03-2008 14:54:23 ke: 6
Jumlah Posts : 1000
Jumlah di-Like : 11
hehe mba ambar/wiwiedhozaimi (ex my teacher)...

seneng deh bisa bergabung di IB yaa,bunda2 yg tinggal di Bontang banyak yg pro aktif juga yaa bergabung di IB...



hidup IB...



oya, setuju deh sama mba ambar...semua punya pilihan masing2 yaa..hihihi....

gmn nich kandungannya?? sehat2 aja kan??udah USG belum?

   
10-03-2008 16:18:27 ke: 7
Jumlah Posts : 19
Jumlah di-Like : belum ada like
wach akhirnya dapat juga info ttg sufor..jadi tenang hati ini..tuk bunda andra tengkyu ya... Array
   
11-03-2008 08:33:19 ke: 8
Jumlah Posts : 175
Jumlah di-Like : 3
Dr. Sri Estuningsih peneliti penemu bakteri Enterobacter sakazakii akhirnya buka mulut & mengatakan susu yg terkontaminasi adalah Bebelac, Dancow, Bendera, S26 dan SGM 2. Untuk bubur, Dr Sri hanya berujar product Sun.
   
11-03-2008 09:17:32 ke: 9
Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
Yulyanti quote :

Dr. Sri Estuningsih peneliti penemu bakteri Enterobacter sakazakii akhirnya buka mulut & mengatakan susu yg terkontaminasi adalah Bebelac, Dancow, Bendera, S26 dan SGM 2. Untuk bubur, Dr Sri hanya berujar product Sun.



Yul.... dapet infonya dari mana niy?? Bisa kasi tau sumber aslinya?? Thks before.
   
11-03-2008 09:36:02 ke: 10
Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
Sorry Yul, aku sampe browse sana-sini, tapi hasil pengumuman merk sufor dari Tim IPB gak ada tuh... Malah ini ada pernyataan resmi dari Departemen Kesehatan RI & BPOM Indonesia:



Susu Formula Bayi Yang Beredar Saat Ini Aman Dikonsumsi

04 Mar 2008

Susu bayi (formula) dan makanan bayi yang beredar saat ini aman dikonsumsi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak pernah mengeluarkan daftar susu yang aman dan berbahaya sebagaimana isu yang beredar di dalam mailing list. Kepala BPOM dr. Husniah Thamrin Akib mengatakan hal ini dalam acara jumpa pers di kantor Departemen Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Jum’at 29 Februari 2008. Acara ini juga dihadiri Kepala Pusat Komunikasi Publik Depkes dr. Lily S. Sulistyowati, MM, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Sukman Tulus Putra, Bagian Mikro Biologi FMIPA IPB dr. Sri Budiarti.

Menurut Kepala BPOM, semua produk pangan yang beredar di masyarakat telah menjalani pemeriksaan BPOM. Dengan demikian bila ada produk yang tidak memenuhi syarat uji mutu pangan dan gizi, maka otomatis tidak akan mendapat ijin edar. Selain itu, pengawasan produk pangan terhadap berbagai macam cemaran dilaksanakan secara rutin. “Susu formula dan makanan bayi termasuk prioritas untuk dilakukan pengujian,” tegas dr. Husniah.

Lebih lanjut ditegaskan, selama ini hasil pengujian BPOM terhadap susu formula menunjukkan produk susu formula di Indonesia memenuhi syarat untuk diedarkan. “Dalam 42 tahun sejak 1961 – 2003 penelitian di luar negeri, ditemukan 48 bayi yang terinfeksi Enterobacter Sakazaki (ES). Kasus ini terjadi khususnya pada bayi umur di bawah 1 bulan dengan sistem kekebalan tubuh rendah, berat lahir rendah (BBLR), bayi prematur, dan bayi pengidap AIDS,” jelas Husniah.

Husniah menyatakan, minimal ada tiga kemungkinan seorang bayi tercemar susu formula yakni karena bahan baku yang tercemar, kontaminasi saat pasteurisasi dan kontaminasi saat penyiapan susu formula bagi bayi. Oleh karena itu ia menganjurkan pentingnya memberikan ASI Eksklusif (hanya air susu ibu saja) pada bayi umur 0 – 6 bulan sebagai pemberi kekebalan tubuh terbaik bagi bayi. Dengan demikian dapat mencegah cemaran mikroba ES. Namun bila ASI tidak dapat diberikan secara maksimal, penyiapan susu formula harus dilakukan secara higienis, mulai penyiapan dot, menyeduhnya, hingga menyajikannya.

Ketua Umum IDAI dr. Sukman T. Putra, Sp.A mencontohkan cara mengurangi risiko terinfeksi bakteri ES yaitu dengan membuat susu sekali diminum habis untuk menghindari susu berada di suhu ruang terlalu lama. Rebus air minum pembuat susu sampai mendidih dalam ketel/panci tertutup. Setelah mendidih, biarkan air tersebut dalam panci tertutup agar suhunya turun menjadi 700C. Tuangkan air sesuai dengan ukuran ke dalam botol susu yang telah disterilkan. Tambahkan susu bubuk sesuai takaran dan kebutuhan. Tutup kembali botol susu dan kocok sampai susu larut dengan baik. Dinginkan dengan merendam bagian bawah botol susu dengan air bersih dingin. Sisa susu yang telah dilarutkan dibuang setelah 2 jam.

Dr. Sukman T. Putra menyatakan bahwa sampai saat ini di Indonesia tidak didapatkan laporan pada kasus bayi dan anak yang diduga disebabkan oleh kuman yang berasal dari kontaminasi susu formula.

Mengenai penelitian tentang keberadaan bakteri ES dr. Sri Budiasih dari IPB menyatakan bahwa penelitian tersebut dilakukan tahun 2003 dengan sampling susu yang beredar pada masa itu. Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari metoda yang lebih murah dalam menemukan bakteri ES dalam susu formula. Penelitian ini baru dipublikasikan tahun 2006. “Jadi saat ini produk yang digunakan saat pengujian itu tidak beredar lagi di masyarakat. Teruskan saja minum susu formula, sejauh tidak ada keluhan khusus pada bayi,” tegasnya.

Penelitian yang sempat meresahkan masyarakat khususnya para ibu yang memberikan susu formula pada bayinya, dilakukan peneliti dari IPB Dr. Sri Estuningsih dkk pada bayi tikus (mencit) sebagai binatang coba karena tidak mungkin dicobakan pada manusia. Sampel yang ditelitipun hanya sedikit yakni 5 sampel susu formula dan 6 sampel makanan bayi atau 22.73% dari 22 sample susu bayi dan 40% dari 15 sampel makanan bayi. Penelitiannya pun dilakukan pada tahun 2003 dan baru dipublikasikan tahun 2006 dalam situs IPB.

ASI Ekslusif merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 450/MENKES/SK/IV/2004 yang ditetapkan tanggal 7 April 2004. Menkes menetapkan, pemberian ASI sejak umur 0 – 6 bulan dan dianjurkan dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun dengan pemberian makanan tambahan yang sesuai.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-5223002 dan 52960661, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id.



SUMBER : http://www.depkes.go.id/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=3006
   
Previouspage 1 2  3  4 5 Next
atau login dengan Facebook Anda