SITE STATUS
Jumlah Member :
508.374 member
user online :
964 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Blog -- Perubahan yang Tidak Banyak Disadari oleh Para Ibu Pasca Kelahiran



Blog posted by

Perubahan yang Tidak Banyak Disadari oleh Para Ibu Pasca Kelahiran


Blog posted on 25-08-2016

Lebih gemuk dengan warna kulit yang menghitam. Mungkin itu yang ibu lihat pasca kelahiran.



Akan tetapi, bukan perubahan itu yang seharusnya ibu khawatirkan. Jika hanya berhubungan dengan fisik seperti berat badan naik dan wajah kurang menarik karena terlihat lebih hitam dari biasanya, hal tersebut bisa berubah secara alami.



Yang tidak banyak ibu sadar paska kelahiran adalah perubahan emosional. Berikut ini beberapa perubahan emosional yang dialami oleh ibu setelah melahirkan.



Suka Murung



Mungkin ibu akan tersenyum lebar saat saudara atau teman datang untuk menjenguk sang buah hati. Akan tetapi, apakah senyum itu benar-benar tulus?



Awalnya mungkin tulus. Namun, lambat laun ketika ibu merasa sangat letih karena harus merawat si kecil sembari menyiapkan beberapa hal untuk menjamu tamu yang datang. Suami ibu mungkin tahu ibu suka murung di kamar ketika sudah tidak ada tamu di rumah.



Apakah hal tersebut wajar? Sangat wajar sekali. Itulah mengapa orang Jawa khususnya akan menunggu dan membantu anak perempuannya dalam merawat bayi. Jadi, orang tua ibu ikut serta dalam merawat sang buah hati.



Selain karena ibu mungkin belum memiliki pengalaman dalam merawat bayi, ibu juga akan kuwalahan jika harus mengurus bayi sendirian tanpa bantuan orang tua ibu.



Sering Merasa Khawatir



Salah satu alasan kenapa pemerintah melarang remaja yang belum benar-benar dewasa menikah adalah untuk menghindar hal ini. Terkadang seseorang yang belum matang secara psikologi untuk menjalani pernikahan akan mengalami kekhawatiran yang berlebihan.



Hal ini terjadi khususnya ketika ia sudah memiliki momongan. Paska melahirkan, ia akan mulai mengkhawatirkan bagaimana ia bisa menjaga dan membesarkan anaknya tersebut.



Lebih diperburuk lagi jika belum matang dalam hal finansial. Tentu keadaan seperti ini akan memperburuk keadaan.



Perubahan emosi yang awalnya merupakan orang yang ceria sekarang menjadi pendiam karena menyimpan rasa khawatir tersebutlah yang sering muncul.



Dua hal tersebut sering disebut dengan baby blues. Ini semacam sindrom yang dialami oleh seorang ibu pasca melahirkan.



Wajar tapi bisa berbahaya jika didiamkan. Ibu akan cenderung menjadi orang yang pendiam, tidak ceria, dan hal ini akan berimbas buruk bagi kesehatan ibu.



Lebih parah lagi jika hal ini menjadikan ibu merasa tidak sayang dengan sang buah hati. Bukannya senang tapi ibu menganggap memiliki bayi semakin menambah beban hidup.



Pernah mendengar ada seorang ibu yang menganiaya bayinya sendiri? Itu juga disebut dengan baby syndrome. Karena faktor psikologi yang belum siap dan ditambah lagi masalah finansial yang kurang mapan, banyak ibu yang mengalami sindrom ini setelah kelahiran anaknya.



Bagaimana cara mengatasi perubahan emosional ini? Bersikap tenang dan selalu berpikir positif kunci utamanya.



Setiap orang, entah yang sudah mapan finansialnya atau belum pasti memiliki kekhawatiran tentang bagaimana tumbuh kembang anak. Mereka selalu ragu apakah mereka bisa menjamin si keci tumbuh dengan baik atau tidak.



Oleh sebab itu, yang paling dibutuhkan hanya bagaimana seorang ibu bisa selalu memiliki positive thinking. Dengan demikian, setidaknya ibu bisa tenang dalam merawat bayi. Ia tidak lagi terlalu stress dan capai ketika harus mengurus sang buah hati.



Menjalani kehidupan sebagai orang tua memang tidak mudah. Apalagi jika kondisi yang semakin sulit seperti saat ini. Maka yang diperlukan hanya ketenangan diri dan selalu berpikir positif. Sehingga ibu bisa terhindar dari perubahan emosional yang merugikan seperti yang dijelaskan di atas.



SUMBER





Ditampilkan sebanyak : 341

Tolong beritahu kami apa pendapat Anda tentang blog ini


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman