SITE STATUS
Jumlah Member :
506.956 member
user online :
366 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Blog -- Alasan Mengapa Sebaiknya Ibu Sering Membacakan Dongeng Saat Si Kecil Mulai Belajar Bicara



Blog posted by

Alasan Mengapa Sebaiknya Ibu Sering Membacakan Dongeng Saat Si Kecil Mulai Belajar Bicara


Blog posted on 15-02-2016

Belajar bicara bisa distimulasi dengan berbagai cara. Ada orang tua yang ketika balita mereka mulai belajar berbicara, mereka membelikan mainan yang mengeluarkan suara. Ada juga orang tua yang sering mengajak berkomunikasi. Bagaimana dengan ibu? Apakah ibu memiliki cara yang berbeda yang sudah ibu terapkan selama ini ketika si kecil belajar bicara?





Tentu saja semua cara itu baik. Namun, apakah ibu pernah membacakan dongeng? Ternyata cara ini sangat direkomendasikan untuk dicoba ketika balita mulai memasuki tahap anak belajar bicara. Jadi, membacakan cerita dongeng tidak hanya ketika balita ibu sudah mulai bicara lancar atau bahkan sudah bisa membaca. Mulailah membacakan dongeng ketika si kecil baru terlihat mulai belajar bicara.



Setidaknya ada 3 manfaat kenapa ibu sebaiknya memilih membacakan dongeng.




  1. Lebih Menarik



Pasti sering sekali si kecil diajak untuk berkomunikasi namun justru ia sibuk berjalan-jalan. Padahal, segala usaha ibu lakukan agar si kecil duduk bermain sambil belajar bicara.



Kendala tersebut tidak akan terjadi jika ibu membukakan buku dongeng. Biasanya, buku dongeng itu berwarna-warni sehingga si kecil akan tertarik. Ia akan langsung duduk dan memperhatikan buku dongeng yang ibu pilihkan.



Selanjutnya, ibu mulai menceritakan dongeng yang ada di dalam buku tersebut. Tidak masalah jika si kecil tidak begitu memperhatikan apa yang ibu dongengkan. Yang penting, si kecil banyak mendengarkan kata-kata yang ibu ucapkan kerena secara tidak sadar otak si kecil menyimpan kata-kata tersebut. Semakin sering si kecil mendengar kata-kata yang ibu ucapkan, maka semakin cepat ia akan mengingat dan mencoba untuk mengatakan.



Untuk itu, penting sekai ketika ibu membacakan dongeng, ibu mengulang-ulang beberapa kata-kata sederhana. Ajaklah si kecil mengucapkan kata-kata itu lagi. Ini cara yang tepat agar proses belajar bicara si kecil lebih efektif.




  1. Mendapatkan Ide



Terkadang, sulit sekali untuk mendapatkan ide untuk diucapkan atau diceritakan kepada si kecil. Ibu tidak akan lagi merasakan hal tersebut jika ibu membacakan buku dongeng. Ada banyak sekali buku dongeng yang dijual dengan cerita yang berbeda-beda.




  1. Mengajarkan Nilai yang Baik Kepada Si Kecil



Membacakan dongeng tidak hanya mengajarkan cara belajar bicara kepada anak, tapi juga mengajarkan akhlak yang baik. Kebanyakan dongeng anak-anak itu mengajarkan hal-hal yang baik yang sebaiknya diteladani oleh anak. Itulah mengapa penting sekali ibu sering membacakan dongeng anak-anak.



Apakah si kecil tahu? Mungkin saja tidak tahu karena tidak mengerti maksud dari apa yang ibu ceritakan. Akan tetapi, para ahli psikologi anak mengatakan bahwa sebenarnya anak kecil itu menyerap apa yang ia lihat dan apa yang ia dengar. Ia akan membuat memori tersebut ketika sudah dewasa. Itulah mengapa penting sekali agar balita tidak mendengarkan hal-hal yang buruk karena bisa saja mempengaruhi karakter nanti ketika dewasa.



Dari penjelasan tersebut di atas, jelas sekali bahwa membacakan dongeng itu sangat baik sekali ketika si kecil sudah masuk tahap belajar bicara. Namun, nutrisi juga berpengaruh. Jika nutrisi tidak tercukupi, maka ada perkembangan yang terganggu seperti perkembangan saraf sehingga ia akan kesulitan berbicara.



Itulah mengapa sewaktu masih di dalam kandungan, ibu juga harus memperhatikan gizi ibu. Ketahui semua info ibu hamil agar kecerdasan si kecil sudah mulai diasah mulai ketika masih di dalam rahimi. Jadi, ketika bayi lahir, ia tidak akan mengalami masalah terhadap perkembannya, terutama saat ia sudah menginjak balita ketika mulai belajar bicara.





Ditampilkan sebanyak : 512

Tolong beritahu kami apa pendapat Anda tentang blog ini


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman