SITE STATUS
Jumlah Member :
481.963 member
user online :
2135 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Bila Bunda Harus Bekerja Lembur

   

Bila Bunda Harus Bekerja Lembur



Yang lebih parah bila lembur harus dilakukan berhari-hari. Terutama jika di kantor sedang ada restrukturisasi atau reorganisasi, maupun proyek baru yang sedang dikerjakan. Boleh jadi, janji-janji manis terhadap si kecil tak jua dapat diwujudkan. Alhasil, buah hati yang sudah mengerti mungkin akan ngambek, suami juga cemberut, dan Anda pun menyelesaikan tugas lembur dengan berat hati dan sulit konsentrasi. Kalau sudah begini, bagaimana solusinya? Layakkah meminta keluarga bersabar dan memohon pengertian mereka? Si kecil yang masih batita mungkin tidak akan banyak menolak, namun bunda sendiri yang merasa sedih ketika di pagi hari ia tidak mau lepas dari dekapan baby sitter-nya. Seolah-olah, ia lebih memilih orang lain yang setia menemaninya ketimbang ibu yang jarang berada di rumah. Bila ini yang terjadi, tampaknya Anda memang harus menata dan meninjau kembali prioritas hidup Anda.
Apakah pengelolaan waktu sudah efisien?
Pertanyaan penting pertama adalah bertanya pada diri sendiri tentang manajemen waktu, baik di kantor maupun di rumah. Apakah Anda sudah melaksanakan tugas dengan baik namun ternyata lembur tak dapat dihindari, atau Anda abai dalam hal mengelola waktu? Misalnya begini, Anda bertugas menghubungi seorang klien yang memang sulit dicari. Namun, Anda terus menghubunginya di waktu-waktu yang biasa, seperti halnya jam kantor. Selama Anda tidak dapat melakukan kontak dengannya, selama itu pula pekerjaan tertangguhkan dan Anda harus mengerjakan tugas lain yang proritasnya tidak sepenting yang pertama. Akibatnya, ketika akhirnya si klien berhasil dihubungi, waktu sudah semakin mepet, sehingga Anda harus bekerja lembur. Contoh lain adalah sikap menanti tugas. Andaikan Anda adalah seorang karyawati yang lebih suka menunggu bos memberi tugas, boleh jadi Anda akan dirugikan oleh waktu yang sempit. Sebaliknya, kalau Anda bersikap asertif, menanyakan apa tugas berikutnya ketika sebuah tugas sedang dijalankan, maka pengelolaan waktu akan semakin efisien. Kedua contoh di atas sepertinya tidak menunjukkan kesalahan yang besar, namun dapat memicu terjadinya waktu lembur. Padahal, ketika Anda memiliki tujuan untuk menghindari lembur, maka sebaiknya Anda berpikir lebih kreatif, dalam arti mencoba untuk mengelola sejumlah tugas yang manageable. Artinya, 3-4 tugas sudah dirancang untuk diselesaikan dalam satu periode waktu misalnya, di mana penyelesaiannya dapat dibuat sedemikian rupa supaya tidak melebihi tenggat waktu.
Memang perlu lembur
Tentu saja, ada kalanya perencanaan Anda tak dapat berjalan mulus. Biarpun sudah dikelola dengan baik, hal-hal di luar dugaan dapat terjadi. Deal baru, klien baru, permintaan baru, dan sebagainya, bisa membuat lembur tak terelakkan. Saat inilah Anda harus bisa memilah, yang mana yang menjadi prioritas hidup Anda. Kalau Anda masih bisa bernegosiasi dengan atasan, persoalannya mungkin cukup terbantu, biarpun hal ini mungkin akan membuat mitra kerja Anda iri atau sebal. Apalagi, bila ternyata atasan sudah tidak dapat memberi toleransi. At the end of the day, akhirnya Anda tetap harus lembur juga. Karena itu, cobalah selidiki kembali prioritas hidup Anda. Bersikaplah jujur terhadap diri sendiri, sembari menghitung semua konsekuensi dan risiko yang diambil apabila Anda mengambil sebuah pilihan. Karier adalah anugerah, demikian pula halnya dengan anak. Namun anak tidak dapat lagi kembali menjadi si kecil bila usianya telah bertambah, sementara karier masih dapat dirintis � biarpun mungkin harus dengan susah payah dan banyak kendala. Jadi, soal lembur atau tidak, kembalikan lagi pada prioritas hidup yang ingin Anda jalankan. (Hannie Kusuma)
Tolong beritahu kami apa pendapat Anda tentang artikel ini


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman