SITE STATUS
Jumlah Member :
508.300 member
user online :
463 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi
Pusat informasi - minggu 6 / 7


minggu 6 / 7
dok saya mau tanya apa boleh dengan usia kandungan saya di minggu ke 6 / 7 boleh brpergian ke luar kota walaupun saya tidak mengalami mual atau muntah yg brlebihan
15 Dec 2017, 18:34
Dari : Ya Utie

Jawaban
Hi Bunda,
Kami, dari Tim Helpdesk akan mencoba membantu menjawab pertanyaan Bunda dengan memberikan link kasus maupun artikel yang serupa dengan keluhan Bunda. Untuk kasus-kasus yang berhubungan dengan kegawatdaruratan (Emergensi) ataupun menyangkut keluhan fisik lain yang harus segera diobati, kami menyarankan untuk segera menghubungi dokter Anda.


Kutipan dari artikel yang berjudul " Perjalanan Jauh dan Ibu Hamil " :Lebaran baru saja usai dan kini warga mulai berbondong-bondong kembali ke ibu kota. Bagaimana dengan Bunda dan keluarga, sudah siap untuk kembali atau masih mau menikmati waktu liburan di kampung halaman?

Untuk Bunda yang kini tengah hamil, Bunda perlu memperhatikan beberapa hal penting seperti yang dijelaskan dr. Martina Claudia, SpOG dari Siloam Hospital dan Eka Hospital, seperti :

Usia Kehamilan
Trimester pertama (0-16 minggu)
ini termasuk usia rawan untuk berpergian jauh karena kandungan masih rentan dan plasenta belum terbentuk sempurna sehingga dikuatirkan Bunda mengalami keguguran.
Trimester kedua (16-28 minggu)
Inilah usia kehamilan yang paling aman untuk berpergian jauh karena pada usia ini plasenta sudah terbentuk dan rahim sudah cukup kuat terhadap goncangan.
Trimester ketiga (28-36 minggu)
Pada trimester ketiga otot rahim sudah mulai meregang dan sangat sensitif terhadap goncangan. Goncangan yang cukup kuat dan sering bisa mengakibatkan kontraksi dan berujung pada lahirnya bayi prematur.
Konsultasi Dokter
sebelum melakukan perjalanan jauh Bunda wajib berkonsultasi dengan dokter. Tanyakan apakah Bunda boleh melakukan perjalanan jauh. Ikuti saran dokter meski pun ternyata dokter tidak mengijinkan.

Lama Perjalanan & Jenis Kendaraan
sebaiknya Bunda tidak menempuh perjalanan lebih dari 6 jam dan pilih kendaraan yang minim goncangan, misalnya pesawat terbang. Kalau pun harus memakai mobil jangan lupa gunakan sabuk pengaman dan mintalah suami mengemudikan secara perlahan terutama jika kondisi jalan tidak mulus.

Tips :
Pinggirkan kendaraan sementara jika Bunda mulai merasa kram dan lakukan relaksasi sebentar supaya darah kembali lancar
Cari tahu medik terdekat di area yang akan dilewati
Tidak melakukan perjalanan sendiri
Hindari high heels dan gunakan pakaian menyerap keringat
Jangan lupa membawa makanan kecil


Kutipan dari berita yang berjudul " Mudik Aman Bagi Wanita Hamil " :
Lebaran hampir tiba, sebagian masyarakat sudah ada yang memilih untuk mudik, dan masih ada juga yang bersiap-siap untuk melakukan perjalanan jauh. Keinginan kuat untuk menemui sanak saudara di kampung halaman sangat di idam-idamkan oleh semua masyarakat.

Mudik saat lebaran merupakan tradisi yang sangat kuat dan tidak ada habisnya. Mulai dari anak-anak, orang dewasa, orang tua, bahkan wanita hamil pun sangat antusias untuk mudik ke masing-masing daerah. Bagi wanita hamil, melakukan mudik perjalanan jauh harus diperhatikan kesehatannya, karena akan berpengaruh pada kehamilan. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh wanita hamil saat mudik, berikut penjelasannya.

1. Perhatikan kendaraan yang digunakan untuk perjalanan mudik, wanita hamil dapat melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat, mobil pribadi, bus, ataupun motor. Namun pilihlah kendaraan yang sebaiknya bisa memberikan kenyamanan dan keamanan bagi wanita hamil.

2. Usia kehamilan yang aman untuk mudik adalah 14-28 minggu atau trisemester kedua. Namun bagi wanita hamil yang ingin menggunakan pesawat disarankan untuk usia kehamilan 37 minggu ke bawah, karena biasanya pihak maskapai tidak mengijinkan wanita hamil dengan usia kehamilan diatas 36 minggu. Pada kehamilan kembar tidak disarankan naik pesawat sejak usia kehamilan 32 minggu, karena resiko untuk melahirkan lebih cepat sangat besar.

3. Pilih waktu perjalanan mudik lebih awal untuk menghindari desak-desakan naik bus atau kereta, antrian panjang saat check-in tiket pesawat, atau terjebak kemacetan jika naik mobil pribadi.

4. Lakukan pemeriksaan kehamilan sebelum melakukan perjalanan mudik, terutama bagi Bunda yang memiliki riwayat keguguran, konsultasikan dengan dokter kandungan Bunda dan pastikan kehamilan Bunda tidak ada masalah untuk melakukan perjalanan.

5. Siapkan bekal makanan dan minuman yang cukup perbanyak makanan yang mengandung asam folat seperti buah-buahan, kacang-kacangan, sereal dan minumlah vitamin atau suplemen kehamilan yang diberikan oleh dokter untuk menguatkan kondisi fisik dan janin. Perbanyak minum air putih.

6. Gunakan pakaian yang dapat menyerap keringat dan nyaman saat dipakai, pakai alas kaki yang nyaman dipakai.

7. Apabila naik kendaraan pribadi hindari jalanan rusak karena berpotensi keguguran khususnya bagi usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau 5 bulan. Bagi pengendara yang membawa wanita hamil, hindari mengerem mendadak.

Buatlah perjalanan Bunda senyaman mungkin, apabila mengalami keluhan pada kehamilan segera bawa ke rumah sakit terdekat. Selama perjalanan menggunakan mobil berhentilah setiap 2 jam sekali untuk merilekskan tubuh. Selamat Mudik....!!


Berikut ini jawaban Dokter pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda " DyanaHart " dengan judul pertanyaan " Hamil pergi keluar kota " pada Tanya Dokter:Selamat siang dok, mau nanya dok, saya kan sedang hamil 2w, dan rencana akan pergi keluar kota kurang lebih 10 jam dengan menggunakan mobil pribadi, apakah aman untuk kehamilan saya?, karena kata orang2 usia kehamilan 2 week masih rawan keguguran, apakah benar? terimakasih dokter Tanti atas jawabannya.

dr. Tanti menjawab
Dear Bunda,
Untuk bepergian ke luar kota dapat Bunda lakukan, namun perlu diingat bahwa duduk dalam waktu yang lama di dalam mobil dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan penumpukan cairan terutama pada bagian kaki. Lakukanlah istirahat dan peregangan dengan berjalan kaki setiap beberapa jam untuk melancarkan kembali peredaran darah.

Link yang disarankan :
Jenis : Artikel
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Berita
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Artikel
Jenis : Artikel
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Berita
Jenis : Berita
Jenis :
Jenis :