SITE STATUS
Jumlah Member :
458.300 member
user online :
2137 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Bayi Kuning dan Penanganannya

   

Bayi Kuning dan Penanganannya

Posted:2016-12-28 14:09:05


Banyak ditemui bayi yang baru lahir mengalami kondisi tubuh berwarna kuning. Penyakit kuning pada bayi merupakan salah satu penyakit yang menyerang hati,dalam istilah bahasa Inggris penyakit ini sering disebut dengan Jaundice. Jika bayi Bunda berwarna kuning sejak lahir? Tak perlu panik dulu, Bun.

Kebanyakan penyakit kuning disebabkan oleh pigmen bayi bernama bilirubin. Memang setiap orang di dalam sel darah merahnya memiliki bilirubin. Dalam jangka waktu tertentu sel-sel darah merah tersebut bisa  mati dan menguraikan selnya, salah satu penguraian selnya tersebut bisa menjadi sebuah bilirubin. Organ yang berfungsi untuk menguraikan bilirubin itu adalah hati, setelah itu penguraiannya akan dibuang melalui BAB.

Jenis Kondisi Bayi Kuning

Bayi Kuning Fisiologis (Normal)
Bayi yang mengalami penyakit kuning dan dikatakan normal apabila kadar bilirubin di dalam tubuhnya bisa menurun dengan sendirinya. Menurunnya kadar bilirubin tersebut diiringi dengan semakin sempurnanya perkembangan janin pada organ hati dalam menguraikan kadar bilirubin di dalam tubuh bayi.

Biasanya bilirubin akan hilang  setelah dua atau tiga minggu. Kuning seperti ini termasuk kuning fisiologis yakni kuning yang tidak berbahaya. Biasanya dokter hanya menyarankan supaya Bunda memberikan ASI dan menjemurnya di bawah sinar matahari pagi. 

Bayi Kuning Patologis (Tidak Normal)
Beda halnya dengan kuning yang berbahaya, penanganannya tentu tidak semudah kuning fisiologis. Berikut ini adalah ciri-ciri penyakit kuning patologis yang harus diketahui :
1- Penyakit kuning patologis akan lebih cepat muncul dibandingkan dengan penyakit kuning yang fisiologis. Penyakit kuning akan muncul sehari atau 24 jam setelah bayi dilahirkan.
2- Meningkatnya kadar bilirubin lebih cepat di dalam tubuh bayi. Kadar normal adalah 2 mg/dl, bayi yang memiliki penyakit kuning patologis akan mulai terlihat kuning kulitnya ketika kadar bilirubin di dalam tubuhnya mencapai 6 sampai dengan 7 mg/dl.
3- Kadar bilirubin yang sudah mencapai 12 mg/dl, bayi tersebut perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit agar kadar bilirubin tidak meningkat lagi. Perawatan itu bisa menggunakan penyinaran atau fototherapi, caranya adalah meletakkan bayi ke dalam box kemudian dilakukan terapi sinar tersebut. Tujuan terapi tersebut adalah mengubah kadar bilirubin agar bisa dilarutkan dalam air sehingga bisa terbuang saat bayi berkemih.
4- Ketika kadar bilurubin mencapai 20 mg/dl, dokter akan memikirkan dilakukannya transfusi darah. Hal itu dikarenakan kadar bilirubin mencapai 20 mg/dl termasuk kadar bilirubin yang tinggi. Jika angkanya terus meningkat bisa menembus otak dan bisa menimbulkan kerusakan pada sel-sel otak bayi. Jika sel-sel otak bayi dirusak, bayi akan mengalami steps atau kejang.

Jika tidak dilakukan penanganan dengan segera, bayi akan mengalami gangguan kesehatan yang lebih serius. Oleh sebab itulah meski wajar, penyakit kuning terutama penyakit kuning yang patologis tidak boleh diremehkan.

Berikut ini cara mengatasi penyakit kuning yang ada pada bayi :
1. ASI Lebih Sering
Untuk mengatasi penyakit kuning terutama penyakit kuning yang sifatnya patologis ibu bisa menyusui bayi lebih sering. Hal itu dikarenakan ASI bisa membentuk sistem imun bayi lebih meningkat dibandingkan sebelumnya, tugas sistem imun itu adalah untuk menjaga sel otak dari serangan bilirubin yang tinggi. ASI yang sering juga bisa memberikan ketenangan pada bayi, menghindarkan bayi dari dehidrasi.

ASI tersebut harus masuk ke dalam tubuh bayi, sehingga ibu harus bisa memastikan apakah bayi tersebut benar benar menyusu atau hanya sekedar mengempeng saja. Lakukan cara memperbanyak bagi ibu yang mengalami kesulitan dalam produksi ASI.

2. Menjemur Bayi
Menjemur bayi bisa digunakan untuk penanganan bayi kuning yang terjadi secara fisiologis atau normal. Vitamin D yang ada pada sinar matahari pagi sangat membantu bayi untuk bisa menghilangkan penyakit kuning yang ada di tubuhnya. Caranya adalah dengan sebagai berikut ini :
- Menjemur bayi pada pukul setengah tujuh pagi sampai dengan pukul sembilan pagi, pastikan bahwa cuaca di pagi itu tidak mendung.
- Menjemurnya bisa selama 30 jam sampai dengan satu jam.
- Kondisi bayi yang dijemur dalam posisi telanjang sehingga tidak hanya kulit tertentu saja yang mendapatkan sinar matahari tersebut namun seluruh tubuh bayi terkena sinar.
- Usahakan juga kulit yang terdapat penyakit kuningnya mendapatkan cukup sinar matahari.
- Lindungi mata bayi, hal itu dilakukan agar mata tidak terpapar langsung dengan sinar matahari.

3. Perhatikan Fisik Bayi
Untuk mengatasi penyakit kuning, ibu harus memperhatikan fisik bayi yang terjadi. Bagaimana kondisi bayi anda setelah menderita penyakit kuning tersebut. Yang harus diwaspadai adalah :
- Bayi yang memiliki fisik lemas
- Tidak aktif bergerak
- Tidak mau menyusu ibunya
- Menangis tidak kencang atau bisa juga hanya bisa merintih
- Ketika hal itu terjadi Bunda harus segera tanggap dan segera membawa bayinya ke rumah sakit.

4. Terapi Sinar
Terapi sinar bisa digunakan untuk penanganan bayi kuning. Terapi sinar itu akan dilakukan oleh pihak rumah sakit yang dilengkapi dengan fototherapi. Untuk melakukannya, bayi bisa diletakkan ke dalam box bayi kemudian tubuh bayi dilakukan penyinaran. Bisa juga dengan cara ibu menggendong bayi masuk ke dalam ruangan fototherapy setelah itu bayi dilakukan penyinaran dengan rentang waktu yang ditentukan.

5. Tindakan Medis
Bahaya bayi kuning yang terjadi lebih dari 2 minggu dan tidak kunjung sembuh sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit agar mendapatkan tindakan medis. Dokter yang mengatasi penyakit kuning tersebut akan mengecek kadar bilirubin bayi apakah memiliki kadar bilirubin yang tinggi. Jika tinggi dokter akan melakukan penyinaran atau bahkan melakukan transfusi darah kepada bayi tersebut.

6. Mencari Penyebab Bayi Kuning
Salah satu hal yang bisa digunakan untuk mencegah terjadinya bayi kuning adalah mencari penyebab bayi kuning tersebut. Apakah disebabkan oleh faktor fisiologis atau karena patologis. Jika fisiologis, kuning tersebut bisa hilang dengan sendirinya sedangkan jika karena patologis diperlukan campur tangan dokter untuk mengatasinya.

7. Jangan Membuat Bayi Dehidrasi
Jangan membuat bayi terkena dehidrasi, dehidrasi bisa membuat bayi terus mengalami penyakit kuning. Oleh sebab itulah berikan cairan sesering mungkin kepada bayi, caranya adalah dengan memberikan ASI selama 3 sampai dengan 4 jam. Ketika bayi bangun tidur berikan ASI dengan segera jangan tunggu bayi sampai menangis terlebih dahulu.

Tolong beritahu kami apa pendapat Anda tentang artikel ini


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman