SITE STATUS
Jumlah Member :
485.988 member
user online :
2137 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Kucing pun Menyebabkan Alergi

   

Kucing pun Menyebabkan Alergi



Bahagianya jika Anda terbebas dari alergi hewan ini. “Tapi, suatu saat, Anda bisa saja menjadi alergi,” ujar Derek K. Johnson, MD, Director of Allergy and Immunology dari Temple University Children's Medical Center. Karena itulah, penting bagaimana kita mengetahui penyebab alergi dari hewan itu. Johnson menyebutkan, biasanya alergi itu muncul dari kulit hewan yang disebut 'dander' sejenis ketombe, bukan bulu. “Jadi meski hewan itu tidak berbulu, bisa saja menjadi penyebab alergi,” tambahnya. Selebihnya, air liur hewan yang melekat pada bulu saat ia membersihkan dirinya, atau menjilat kulit Anda bisa juga menyebabkan reaksi alergi. Bahkan urinenya pun bisa menjadi pemicu. Pamela A. Georgeson, MD, certified allergist dari Kenwood Allergy and Asthma Center, Chesterfield, Michigan, menyebutkan bahwa penyebab alergi pada banyak orang adalah protein kucing yang disebut FEL-d1 yang ditemukan pada dander dan saliva. Disebutkan juga bahwa kucing adalah hewan yang paling sering menyebabkan alergi. Alergi atau bukan? Banyak orang, terutama anak-anak, yang tidak menyadari bahwa mereka alergi pada kucing. Mengapa bisa begitu? Pasalnya, protein penyebab alergi itu menyebabkan tubuh memproduksi histamin, yang biasa menyebabkan gatal pada mata, nafas bengek, dan ruam pada wajah. Gejala ini juga muncul pada penyakit lainnya, seperti kedinginan atau alergi pada debu. Karena itu, jika anak-anak memiliki gejala tersebut, biasanya dicurigai terkena flu, bukan alergi. Dengan gejala tersebut, anak-anak biasanya juga didiagnosis terkena asma. Dan hewan sudah terkenal sebagai pemicu yang memperburuk kondisi asma. Jadi, jika Anak-Anda tak asma, atau udara memang tak memicu semua orang terkena flu, maka waspadalah terhadap gejala alergi tersebut. Alergi sendiri, dipahami sebagai sesuatu yang bisa muncul karena keturunan. Tapi Johnson tidak sepaham dengan teori ini. Menurutnya, “Alergi muncul dalam perjalanan hidup seseorang dengan eksposure tertentu,” kata Johnson. Jika anak Anda memiliki asma bronchitis saat kecil, maka pada usia dewasa, si anak bisa berisiko tinggi mengalami alergi pada kucing, tambahnya. Yang menarik, menurut Johnson, ada informasi yang patut diperhatikan. Bahwa anak-anak yang terekspos hewan sebelum sistem imunnya terbentuk sempurna di usia dua tahun, ternyata tak mungkin terkena alergi. Tentu saja, berbagai gejala yang muncul bisa berasal dari penyebab lainnya. Tapi, untuk memastikan, tanyalah pada ahlinya. Agar Aman Ada beberapa jurus jitu agar keluarga aman hidup dengan si kucing. Pertama adalah menbatasi area hidup mereka di dalam rumah. “Jangan pernah biarkan si kucing memasuki ruang tidur dan leyehan di ranjang,” ujar Georgeson. Kamar tidur adalah ruang privat Anda dan si kecil, coba hitung berapa banyak waktu kita habiskan di ruang pribadi tersebut. Kalau perlu, selalu tutup pintu kamarnya. Saran lain:
• Selalu membersihkan ruangan secara teratur dari segala kotoran, termasuk bulu serta ketombe kucing, juga air liurnya. • Cuci seprai atau bed cover atau sarung bantal secara teratur dengan air panas. Debu, yang datang bukan dari hewan peliharaan, juga bisa menjadi penyebab alergi yang berbahaya. • Untuk beberapa kasus, coba pertimbangkan untuk menutup saluran udara yang menuju ke kamar tidur. Sesekali gunakan sistem udara portable. • Jangan pernah membiarkan kucing atau hewan peliharaan masuk ke dalam mobil atau gunakan penutup tempat duduk yang bisa dicuci. • Cuci tangan setelah bermain dengan hewan peliharaan. • Bersihkan dan vacuum setiap ruangan secara teratur.
(SS)
Tolong beritahu kami apa pendapat Anda tentang artikel ini


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman