SITE STATUS
Jumlah Member :
498.678 member
user online :
997 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Memilih Alternatif Donor ASI

   

Memilih Alternatif Donor ASI



Bunda mana yang tidak mengharapkan bayinya mendapatkan Air Susu Ibu (ASI)? Tentu semua Bunda ingin memberikan yang terbaik, dan ASI adalah sumber nutrisi terbaik untuk bayi. Namun, tidak semua Bunda dapat mewujudkan keinginan memberikan ASI karena beberapa kendala, misalnya karena Bunda sakit. Donor ASI adalah salah satu cara supaya si kecil tetap mendapat ASI seperti harapan Bunda. Ketahui hal berikut sebelum mencarikan pendonor ASI untuk si kecil:

1. Pastikan betul pendonor ASI adalah wanita yang sehat. Sebaiknya pendonor adalah saudara atau kerabat yang Bunda tahu betul kebiasaannya. Bila bukan saudara atau kerabat, sebaiknya ketahuilah rekam medisnya.

2. Pendonor sebaiknya memiliki agama dan jenis kelamin bayi yang sama dengan bayi penerima. Karena faktor budaya, kepercayaan dan agama membuat mahram bagi saudara sepersusuan sehingga tidak boleh menikah selamanya.

3. Pelaku donor ASI dilindungi oleh Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang persyaratan-persyaratan khusus untuk pendonor dan penerima ASI, yaitu:

a. Permintaan donor ASI haruslah atas permintaan Ibu kandung bayi atau keluarga bayi yang     
    bersangkutan.
b. Identitas, agama dan alamat pendonor harus diketahui Ibu kandung atau keluarga bayi yang    
    bersangkutan.

c. Mendapat persetujuan pendonor ASI setelah ia mengetahui identitas pendonor ASI.
d. Pendonor ASI dalam kondisi sehat dan tidak memiliki indikasi medis.
e. ASI tidak boleh diperjualbelikan.

4. Prosedur pendonor ASI di Indonesia belum secanggih negara maju. Di negara maju donor ASI diatur oleh lembaga yang disebut Bank ASI.

5. Calon pendonor ASI diperiksa kesehatannya dan dinyatakan bebas dari penyakit-penyakit berbahaya.

6. ASI yang didonorkan akan melalui proses pasteurisasi (pemanasan pada suhu rendah 62,5-63 derajat celcius) untuk mematikan virus dan bakteri berbahaya, seperti HIV.

7. ASI disimpan dalam freezer dengan suhu minimal minus 20 derajat celcius untuk memastikan komposisi ASI tidak berubah.

8. Produksi ASI harus memenuhi kebutuhan bayi pendonor dan pendonor memutuskan memberikan ASI atas dasar produksi ASI-nya berlebih.

9. Pendonor tidak menerima tranfusi darah atau transplantasi organ dalam 12 bulan terakhir.

10. Bila ragu, penerima boleh memeriksakan kesehatan pendonor setiap 3 bulan sekali.

Meski Bunda memiliki kendala, dengan jasa pendonor ASI si kecil akan tetap mendapatkan nutrisi terbaik yang dibutuhkannya. 

 

Tolong beritahu kami apa pendapat Anda tentang artikel ini


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman