SITE STATUS
Jumlah Member :
492.785 member
user online :
607 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Saatnya si Kecil Punya Kamar Sendiri

   

Saatnya si Kecil Punya Kamar Sendiri



Setiap orangtua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk sang buah hati. Misalnya dalam hal kemandirian. Bila Bunda ingin si kecil belajar mandiri, mulailah merencanakan sebuah kamar khusus untuknya.

Memiliki kamar sendiri bukan hanya melatih kemandirian, tapi juga mengajarkannya tentang privasi. Kelak, ia akan menghargai privasi orang lain. Di samping itu, anak akan mudah beradaptasi pada lingkungan baru.

Kesiapan Usia
Untuk dapat tidur di kamarnya sendiri, kematangan usia bayi relatif berbeda satu sama lainnya. Namun, Bunda bisa mulai membiasakannya di usia 2 tahun. Sebelum merencanakan kamarnya, jelaskanlah padanya bahwa boks bayinya sudah tidak cukup lagi untuknya, atau jelaskan Bunda ingin menghadiahinya kamar yang indah. Gambarkan padanya bahwa kamar barunya akan sangat menyenangkan. Bunda bisa memberikan kamar baru pada saat hari ulang tahun di mana ia merasa lebih besar dari sebelumnya.
 
Hambatan dan Solusi
Tetapi, tidak semua bayi mudah untuk ‘berpisah’ dari orangtuanya. Begitu pula dengan orangtua. Orangtua bahkan bisa lebih cemas dibanding si kecil. Pikiran seperti si kecil terjatuh, mimpi buruk atau pikiran negatif lainnya terus menghantui Bunda. Solusinya adalah berpikir positif dan konsisten dengan peraturan yang telah dibuat. Ingat! ini demi masa depannya kelak.
Untuk mempermudah si kecil, ajak ia belanja kebutuhan kamarnya. Biarkan ia memilih sendiri boks bayi yang lebih besar atau tempat tidur berkarakter favoritnya. Begitu juga dengan warna dinding, sesuaikan dengan warna pilihannya. Bila Bunda ‘membebaskan’nya seperti ini, rasa memiliki akan mulai muncul. Nah, inilah bentuk bibit kemandiriannya. Berikut beberapa trik lain yang bisa Bunda lakukan :

- Temani dan bacakan dongeng sampai ia tertidur di awal kepindahannya.
- Ciptakan suasana menyenangkan sebelum tidur. Suasana yang buruk akan terbawa dan membuatnya mengalami mimpi buruk.
- Untuk mengurangi rasa kuatir Bunda, pasang speaker yang bisa menghubungkan langsung ke kamar, sehingga Bunda cepat mendengar bila ia menangis atau memanggil.
- Pastikan si kecil cukup minum sebelum ia tidur. Terbangun saat haus membuatnya tidak nyaman, terlebih lagi saat ia sedang beradaptasi dengan kamar barunya.
- Pastikan sirkulasi udara baik dengan penerangan yang cukup.
- Jangan lupa untuk selalu memujinya saat ia berhasil tidur di kamar barunya.
 
Mimpi Buruk
Anak sesekali mengalami mimpi buruk. Bila ia mengalami mimpi buruk yang hebat, jangan berkeras untuk mengembalikannya ke kamar. Dalam kondisi ini ia boleh tidur bersama Bunda. Tetapi hati-hati, kalau terlalu sering ini mungkin hanya trik-nya saja untuk tetap tidur bersama Bunda dan Ayah.
Tolong beritahu kami apa pendapat Anda tentang artikel ini


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman