SITE STATUS
Jumlah Member :
304.980 member
user online :
4257 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Kehamilan

MASUK USIA KEHAMILAN 25 MINGGU INI PERUT KU SERING KERAS....KENAPA YA?

New Topic :  
20-05-2010 14:15:57 ke: 1
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : 1
Sharing ya Bun......n Mohon Sarannya
Alhamdulillah....saat ini kandunganku sudah 25 minggu....
ahir2 ini aku sering ngerasa perutku kenceng ( keras)  apalagi kemarin,,,,,keras bgt.....aku mau sholat aja....sampe susah rukunya.....,nah pas setelah maghrib.....aku mules bgt ....memang dari siang aku pengen ( maaf " pup"), tapi berhububg masih di kantor aku males...jadi aku tunggu sampai rumah.  tapi pas sampe kamarmandi ko ga ( maaf " keluar2")
sekalinya keluar sedikit,,aku takut ada apa2 sama kandungan aku....coz saat itu perut aku kerasa kenceng bgt....,makanya aku langsung bergegas selesai dan buru2 berbaring.

bunda semuanya...aku minta sarannya ya....knp ahir2 ini perut aku sering keras.
aku juga minta doanya....moga aku ma janin aku diberi keselamatan....dan baik2 aja.....sampai melahirkan nanti,,n my baby ....sehat,normal.....amin....
Thanks...buat bunda semua
   
20-05-2010 15:07:05 ke: 2
Jumlah Posts : 23
Jumlah di-Like : belum ada like
Hallo bunda..
Mungkin itu kram perut kali bun, ato ngga bayi yang diperutnya sedang aktif2nya bergerak dan semakin besar, jadi perutnya berasa kenceng n begah..
emang katanya pas usia kandungan sgtu tuh berasa banget perut kenceng n begahnya, krn pas usia 6bulan ke atas pertumbuhan berat bayi biasanya banyak..
jangan khawatir bun, ajak ngomong aja dede yang diperutnya..
tapi klo emang berlanjut n bunda khawatir lgsg ke dokter aja..
klo ngga bisa puup tuh bunda sembelit, berasa mau puup tapi ngga bisa.. minum yakult atau yoghurt aja buat melancarkan pencernaannya..
   
20-05-2010 15:25:21 ke: 3
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15

Berkenalan dengan Si “Kontraksi Palsu” 

 

Menjelang kelahiran sang buah hati, Anda tentu harus mulai mewaspadai tanda-tanda waktu persalinan telah tiba. Salah satu tandanya tentu saja kontraksi pada rahim Anda yang akan mendorong bayi keluar lewat jalan lahir. Namun, tidak semua kontraksi merupakan pertanda persalinan. Dunia medis mengenal kontraksi palsu yang disebut Braxton Hicks, sesuai nama penemunya.

Kontraksi yang ditemukan pada tahun 1872 oleh ahli kebidanan Inggris, John Braxton Hicks ini sebenarnya hanya berupa mengencangnya otot-otot rahim. Otak Anda mengirim sinyal agar tubuh mempersiapkan diri menghadapi persalinan dengan cara membuat kontraksi otot-otot rahim seperti yang Anda rasakan.

Biasanya kondisi ini hanya berlangsung selama 1-2 menit saja. Kontraksi ini bisa berlangsung sepanjang kehamilan, dan semakin menguat pada bulan terakhir. Tanpa kontraksi Braxton Hicks ini, persalinan cenderung lebih lama, lebih menyaktikan, dan efektivitas kontraksi sebagai usaha mendorong bayi melalui jalan lahir menjadi kurang efektif. Di sisi lain, kontraksi Braxton Hicks yang dialami menjelang persalinan juga bermanfaat untuk melunakkan mulut rahim. Meskipun kontraksi palsu ini seringkali baru dirasakan wanita hamil pada trimester ketiga, sebenarnya sudah terjadi pada minggu 28 kehamilan. Jika sudah pernah hamil sebelumnya, Anda mungkin bisa merasakan kontraksi ini lebih awal.
 

Tidak semua wanita hamil merasakan kontraksi Braxton Hicks. Bagi sebagian wanita hamil, kontraksi ini tidak menyakitkan. Tapi bagi sebagian yang lain, kontraksi ini sangat mengganggu, menyebabkan ketidaknyamanan terutama menjelang persalinan. Apalagi semakin mendekati harinya, kontraksi ini juga semakin kuat. Kontraksi ini timbul secara tidak teratur dan rentang waktunya berbeda-beda. Seringkali terasa timbul entah dari bagian perut sebelah mana.

Saat terjadi kontraksi Braxton Hicks, Anda dapat merasa otot rahim menegang. Hal ini membuat otot perut pun ikut mengencang dan keras jika disentuh. Meskipun hanya berlangsung sesaat, Anda mungkin merasakan nyeri pada perut yang kemudian menjalar ke tubuh bagian bawah. Beberapa hal yang mungkin memicu terjadinya kontraksi ini antara lain pergerakan bayi dalam rahim, setelah membawa beban yang cukup berat atau berolahraga, dehidrasi, atau setelah melakukan hubungan seksual.
 

Meskipun demikian, Anda tak perlu bingung membedakan kontraksi Braxton Hicks dengan kontraksi persalinan yang sebenarnya. Intensitas kontraksi Braxton Hicks biasanya tidak semakin kuat dan akan menghilang, sedangkan kontraksi persalinan justru menguat dari waktu ke waktu. Jika kontraksi Braxton Hicks cenderung berkurang saat Anda mengubah posisi, kontraksi persalinan justru semakin terasa. Ini karena kontraksi persalinan juga berfungsi untuk membuka dan menipiskan mulut rahim.

 
Selain itu kontraksi Braxton Hicks terjadi secara sporadis dan tak beraturan, sementara kontraksi persalinan memiliki pola tertentu dengan rentang waktu yang semakin kecil. Jika pada awalnya Anda merasakan kontraksi tiap 15 menit, setelah beberapa waktu Anda akan mengalami kontraksi tiap 10 menit, dan semakin dekat waktunya. Perbedaan lain, kontraksi Braxton Hicks cenderung tidak menyebabkan rasa sakit, hanya ketidaknyamanan. Sedangkan kontraksi persalinan menyebabkan rasa sakit.

Untuk meminimalkan ketidaknyamanan akibat kontraksi Braxton Hicks, cobalah mengubah posisi atau menghentikan aktivitas yang sedang dilakukan. Beristirahatlah sejenak dan minum segelas air. Biasanya perubahan sederhana dapat membuat kontraksi berhenti. Jangan lupa untuk tetap mencukupi kebutuhan air karena dehidrasi seringkali menyebabkan kaku pada otot dan memicu timbulnya kontraksi Braxton Hicks.

Selain itu, seringlah mengosongkan kandung kemih karena iritasi pada organ tersebut juga dapat membuat kontraksi Braxton Hicks semakin kuat. Bernapas pelan dan dalam dapat membantu mengurangi rasa tak nyaman. Manfaatkan kontraksi ini untuk melatih kesiapan Anda menghadapi persalinan.


semoga membantu,

salam

putri a.k.a zach mom's
   
29-05-2010 14:51:46 ke: 4
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : 1
Thanks Buat semuanya.....bermanfaat bgt buat aku bun....
   
 page  1   
atau login dengan Facebook Anda