SITE STATUS
Jumlah Member :
506.334 member
user online :
387 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi


obat
efek obat moloco di minum saat hamil
12 Oct 2018, 23:02
Dari : Aan1

Jawaban

Hi Bunda,

Kami, dari Tim Helpdesk akan mencoba membantu menjawab pertanyaan Bunda dengan memberikan link kasus maupun artikel yang serupa dengan keluhan Bunda. Untuk kasus-kasus yang berhubungan dengan kegawatdaruratan (Emergensi) ataupun menyangkut keluhan fisik lain yang harus segera diobati, kami menyarankan untuk segera menghubungi dokter Anda.


Kutipan dari artikel yang berjudul " Rawat Payudara Sejak Hamil " :Banyak wanita yang kuatir Air Susu Ibu (ASI)nya tidak akan keluar dan bentuk payudaranya tidak seindah sebelumnya.

Saat hamil payudara akan terasa lebih kencang, lebih besar, urat-urat halus di bawah permukaan kulit terlihat lebih jelas, dan puting susu di sekitar aerola menjadi lebih gelap. Mari rawat payudara Bunda untuk menghilangkan kekuatiran di atas.

Hormon Prolaktin
Di dalam payudara terdapat 15-25 segmen/cuping yang terdiri atas tandon kelenjar atau alveoli. Otot-otot di sekitar alveoli saling terkait yang nantinya akan berkontraksi dan memeras susu keluar melalui puting. Perkembangan sel-sel produksi susu di alveoli ini dirangsang oleh hormon prolaktin sejak usia kehamilan 8 minggu. Hormon inilah yang membuat beberapa perubahan di payudara Bunda.

Hormon inilah yang akan meningkatkan produksi ASI setelah melahirkan. Hormon prolaktin sering disebut-sebut juga sebagai hormon yang dapat membuat KB Alami. Karena hormon ini menekan hormon yang menstimulasi ovulasi.

Merawat payudara
Merawat payudara bisa dilakukan saat hamil sampai selama menyusui. Untuk melancarkan ASI dan mempertahankan keindahan bentuk payudara Bunda, lakukan hal-hal berikut:

1.Pijat
Lakukan pemijatan payudara menggunakan kedua tangan dengan baby oil. Buat gerakan memutar di sekeliling payudara searah jarum jam dan berlawanan jarum jam. Lakukan juga pemijatan dari bawah payudara menuju puting. Tak perlu memijat puting. Setelah itu tepuk-tepuklah payudara menggunakan seluruh jari Bunda untuk melancarkan peredaran darah. Terakhir, bersihkan payudara dan puting dengan air hangat lalu keringkan.

2.Senam payudara
Untuk memadatkan payudara dan merangsang produksi ASI lakukan gerakan senam yang memperkuat otot pektoralis di dada. Ada dua cara melakukannya:
a.Posisi berdiri: buatlah tangan seperti sedang bersidekap, tangan kanan memegang bagian lengan kiri bawah dekat siku, dan sebaliknya tangan kiri memegang lengan bawah kanan. Remas-remas lengan dengan cara mengeratkan pegangan sehingga otot-otot di sekitar payudara terasa kencang. Lakukan 30 kali.
b.Pegang kedua bahu Bunda, lalu buat lingkaran besar dengan kedua siku. Pertemukan kedua siku sehingga lengan bagian dalam memijat payudara Bunda. lakukan dengan arah sebaliknya. Buatlah 20 kali putaran.

3.Pakai bra yang pas
Saat ukuran payudara Bunda membesar, jangan lagi gunakan bra yang terlalu ketat. Sebaliknya, jangan pula gunakan bra yang terlalu longgar. Ukuran bra harus benar-benar pas dan nyaman dipakai. Pilih bahan yang menyerap keringat supaya Bunda lebih nyaman.

Nah, kini Bunda sudah tahu bagaimana merawat payudara Bunda. jangan takut lagi ya, Bun!

Tips:
-Gunakan kapas basah untuk membersihkan puting susu.


Berikut ini jawaban Bidan pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda " siska putri " dengan judul pertanyaan "ASI belum keluar saat hamil 38w" pada Tanya Bidan:dok sekarang saya sedang hamil 38w tp kok asi belum keluar?saya jd khawatir dok.bagaimana solusinya?terima kasih

Bidan menjawab
Dear bunda Siska Putri,
Ada 2 hormon yqng mempengaruhi produksi ASI, yaitu hormon prolaktin ( sudah aktif memproduksi ASI sejak usia kehamilan 16 minggu ) dan hormon oksitosin ( bekerja dengan hisapan, semakin sering dihisap oleh bayi maka produksi ASI semakin berlimpah ). Sebagian besar bunda yang sedang hamil mengeluarkan colostrum saat kehamilan trimester akhir, tetapi ada juga yang tidak mengalaminya, keadaan ini masih dianggap normal. Colostrum akan keluar pada saat persalinan dimulai. Oleh karena itu bunda tidak perlu khawatir, tetap rutin melakukan perawatan payudara untuk persiapan menyusui.


Berikut ini jawaban Dokter pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda " Ria JR " dengan judul pertanyaan " Efek konsumsi pelancar ASI " pada Tanya Dokter:Siang dok mau tanya dok,,, ibu menyusui mengkonsumsi obat pelancar asi dibolehkan atau tidak ?? Saat ini saya mengkonsumsi obat pelancar Asi MOLOCO B12,, obat Moloco bagus tidak dok ? Dan apa ada efek sampingnya ?,

dr. Tanti menjawab
Hai Ria,
Moloco adalah merek dagang obat dengan kandungan ekstrak plasenta (ari-ari manusia) dan vitamin B12 (cyanocobalamin) yang bermanfaat untuk membantu meningkatkan/melancarkan produksi ASI. Saya tidak akan membahas mengenai suatu merek obat secara khusus namun saya akan membahas mengenai produksi ASI.

ASI atau air susu ibu merupakan cairan yang diproduksi oleh kelenjar susu dipayudara. Kinerja kelenjar ini sangat dipengaruhi oleh hormon prolaktin yang mengalami peningkatan signifikan saat hamil. Namun demikian, seringkali air susu tidak diproduksi saat hamil karena aktifitas prolaktin yang dihambat oleh hormon progesterone dan estrongen. Setelah melahirkan (terlepasnya plasenta/ari-ari) maka hambatan ini akan menurun dan merangsang produksi air susu.

Walaupun produksi ASI adalah proses alamiah yang terjadi pada ibu setelah melahirkan, produksi ASI juga dapat dipengaruhi oleh berbagai hal berikut :

-Status gizi ibu
-Kondisi psikologis seperti stres
-Frekuensi pemberian ASI, semakin sering ASI diberikan maka produksi ASI akan semakin lancar
-Konsumsi obat-obatan tertentu
dsb
Anda sebaiknya menghindari konsumsi obat dengan label KERAS ("K" dalam lingkaran merah) karena obat tersebut merupakan obat keras yang pengunaanya membutuhkan pengawasan atau anjuran dokter.

Bila produksi ASI Anda tidak sesuai dengan kebutuhan buah hati Anda maka sebaiknya Anda memeriksakan diri Anda terlebih dahulu kedokter spesialis kandungan agar dokter dapat menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Link yang disarankan :
Jenis : Artikel
Jenis : Tanya Apoteker
Jenis :
Jenis :
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Artikel
Jenis : Artikel
Jenis :
Jenis :
Jenis : Berita