SITE STATUS
Jumlah Member :
500.927 member
user online :
654 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi
Pusat informasi - Kehamilan


Kehamilan
Malam dok.saat ini usia saya 30 tahun saya sudah menikah 2 tahun. Tapi sampai saat ini saya belum hamil juga. Padahal saya sudah berobat sampai kedokter dan hasilnya kami berdua (suami istri) tidak ada masalah apa2. Solusinya bagaimana dok. Apakah berpengaruh dari gen suami saya? Karena golongan darah suami saya B dan golongan darah saya O. Trimakasih dok. Selamat malam.
11 Jul 2018, 21:57
Dari : nana

Jawaban
Hi Bunda,

Kami, dari Tim Helpdesk akan mencoba membantu menjawab pertanyaan Bunda dengan memberikan link kasus maupun artikel yang serupa dengan keluhan Bunda. Untuk kasus-kasus yang berhubungan dengan kegawatdaruratan (Emergensi) ataupun menyangkut keluhan fisik lain yang harus segera diobati, kami menyarankan untuk segera menghubungi dokter Anda.



Kutipan dari artikel yang berjudul " Persiapkan Perencanaan Kehamilan " :Beberapa pasangan pengantin baru biasanya segera ingin mendapatkan momongan setelah menikah. Bukan hanya pengantin baru, beberapa Bunda yang memiliki batita juga ingin segera memberikan adik pada buah hatinya. Untuk mewujudkan impian itu tentu harus dilakukan perencanaan kehamilan, mulai dari menghitung masa subur, kapan sebaiknya melakukan hubungan intim, memilih vaksinasi yang tepat sebelum hamil hingga memperhatikan asupan nutrisi yang dapat membantu Bunda untuk segera hamil.

Tidak sedikit dari para Bunda yang merencanakan kehamilan merasa kuatir, apakah perencanaannya sudah tepat sehingga kehamilan dapat segera terjadi. Bagaimana dengan Bunda? Apakah Bunda termasuk salah satunya yang merencanakan kehamilan?

Untuk merencanakan kehamilan, tentunya diperlukan persiapan. Berikut beberapa hal yang bisa Bunda lakukan:

1.Menghitung Masa Subur

Menghitung masa subur dapat dilakukan dengan beberapa cara:

-sistem kalender. Masa subur paling tinggi adalah hari ke-14, dihitung dari hari pertama menstruasi (bila siklus menstruasi normal)

-Mengukur suhu tubuh. Buatlah grafik suhu Bunda pasca menstruasi. Pada saat grafik paling tinggi, itulah masa subur Bunda.

-Memeriksa cairan bening setelah menstruasi. Ambil cairan pada telunjuk, lalu rekatkan dengan ibu jari. Bila cairan terlihat panjang pada saat kedua jari dibuka, maka Bunda berada pada masa subur.

-Melakukan masa subur dengan alat tes Ovulasi.

2.Tepat Melakukan Hubungan Intim
Lakukan hubungan intim 2-3 kali dalam seminggu. Frekuensi bisa ditambah pada saat masa subur. Posisi berhubungan intim juga perlu diperhatikan. Posisi Man on Top memberi kemungkinan lebih besar sperma masuk dan bertahan.

3.Vaksinasi
Sebaiknya Bunda melakukan vaksinasi 3-6 bulan sebelum merencanakan kehamilan. Hal ini bisa Bunda lakukan sebagai upaya pencegahan terinfeksi parasit, bakteri dan virus. Dapatkan vaksinasi TORCH untuk mencegah (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes). Setelah vaksinasi biasanya dokter akan meminta Bunda untuk menunda kehamilan selama 3 bulan.

4. Memperhatikan Nutrisi
Bunda perlu memperhatikan asupan nutrisi Bunda. Makanlah makanan yang mengandung Asam Folat karena Asam Folat dapat meningkatkan kualitas sel sperma dan sel telur. Asam Folat ada pada bayam, brokoli, kacang-kacangan, pisang, melon, dll. Selain Asam Folat, Vitamin E juga dipercaya dapat meningkatkan kesuburan. Sekarang banyak dijual vitamin E dalam bentuk tablet dan pil. Tetapi bila ingin mendapatkannya secara alami, makanlah salada, buncis, produk susu, kecambah (toge), daging, minyak kedelai, telur, dll.

Nah, kini Bunda sudah tahu bagaimana persiapan untuk merencanakan kehamilan. Bunda tak perlu lagi kuatir lagi. Jangan lupa, semakin Bunda rileks, semakin memudahkan proses kehamilan terjadi.

Tips :
Bila Bunda telah menikah lebih dari 1 tahun tetapi belum juga hamil, sebaiknya Bunda periksakan ke dokter. Begitu juga dengan Bunda yang ingin segera memberi adik pada si kecil. Konsultasikan pada dokter kandungan kepercayaan Bunda.


Berikut ini jawaban Dokter pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda " Siti Hanifa1 " dengan judul pertanyaan " Ingin hamil periksa masalah kesuburan ke mana? " pada Tanya Dokter: Saya sudah 2tahun menikah. Tapi lum di karunia anak. Kira kira apa yg saya perbuat. Saya sdh kedokter kandungan cuma hanya sekali saja. Dikarenakan faktor biaya yg tidak bisa balik lagi. Ada cara lain tidak selain kedokter kandungan.

dr. Tanti menjawab
Dear Bunda,
Masalah kehamilan tergantung dari keduabelah pihak, suami dan istri. Pasangan suami istri dikatakan mengalami masalah kesuburan jika dalam 1-2 tahun berusaha mendapatkan kehamilan, melakukan hubungan suami istri yang rutin dan kontinyu setidaknya 2-3 hari sekali tanpa menggunakan kontrasepsi apapun. Untuk berkonsultasi masalah kesuburan atau usaha mendapatkan kehamilan, Bunda bisa mendatangi dokter umum di tempat Bunda. Pada pasangan suami istri yang ingin medapatkan kehamilan, dapat diperiksa oleh dokter umum. Sang suami akan diberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan fungsi organ reproduksi dan rujukan pemeriksaan analisa sperma. Sedangkan sang istri juga akan diberikan pertanyaan yang berkaitan dengan siklus menstruasi dan riwayat kesehatan lainnya. Bila diperlukan atau ditemukan masalah lebih lanjut, maka dokter umum dapat merujuk pada dokter kandungan untuk menangani masalah infertilitas ini. .



Berikut ini jawaban Dokter pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda " ledi " dengan judul pertanyaan " Sering Merokok,erpengaruhkah pada Kualitas Sperma? " pada Tanya Dokter:slm kenal dok,,km adalah pasangan yg baru menikah,19 juni lalu. saya dan suami tidak tinggal serumah berhubung saya bekerja di jambi dan suami di Jakarta. km sedang merencanakan kehamilan,,suami saya usianya 37 tahun. yang ingin saya tanya kan 1. bagaimana sebaiknya merencanakan kehamilan saya,,mengingat kuantitas hubungan km sangat minim,,bagaimana hubungan suami istri yg berkualitas?? 2. suami saya perokok,,apakh ini mempengaruhi kualitas spermanya??

dr. Tanti menjawab
Dear Bunda ledi nensi, Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat atas pernikahan Anda berdua. Untuk merencanakan kehamilan, pada umumnya hubungan intim yang berkualitas di akukan pada dua hari sekali setiap pekannya terutama pada saat Anda mengalami masa subur (Anda dapat menggunakan kalkulator penghitung masa subur pada website ini, atau penghitungan masa subur yang sudah saya bahas pada pertanyaan sebelumnya. Rokok dapat berpengaruh pada banyak faktor di dalam tubuh penggunanya maupun lingkungan sekitarnya. Berbagai jenis kimia dapat berpengaruh salah satunya yaitu pada pembuluh darah yang berfungsi memberikan nutrisi kepada sperma dan calon sperma di dalam testis. Sebaiknya hentikan kebiasaan merokok untuk masa depan yang lebih sehat dan baik. Demikian jawaban saya.



Berikut ini jawaban Apoteker pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda " Bunda Irva " dengan judul pertanyaan " perencanaan promil " pada Tanya Apoteker:dok, mohon untuk dijawab karna sebelumnya penah coba bertanya dan blm ada jawaban.

saya msh merencanakan promil bulan ini stelah 2bulan menikah gagal +.
suplemen vitamin apaa yg bisa saya dan suami konsumsi dari apotek tanpa resep dokter ...?? terimakaih

Rachel, S.Farm, Apt menjawab
Dear Bunda,
Terima kasih atas pertanyaannya dan mohon maaf jika sebelumnya pertanyaannya terlewat.

Saya sarankan bunda untuk memeriksakan diri dan suami ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan reproduksi masing-masing.

Untuk membantu persiapan kehamilan ada beberapa hal yang dapat dilakukan :
1.Berhenti konsumsi pil KB 2 bulan sebelum promil
2.Hindari konsumsi alcohol dan rokok
3.Kurangi konsumsi kafein (kopi dan minuman energi)
4.Olahraga secara teratur
5.Konsumsi vitamin E secara teratur (suplemen maupun dari makanan)
6.Untuk bunda, konsumsi vitamin seperti Asam folat, zat besi, dan kalsium
7.Istirahat yang cukup
8.Ketahui masa subur bunda, bunda dapat menggunakan kalkulator masa kesuburan yang ada di infobunda.
Semoga membantu.
Terima kasih

Link yang disarankan :
Jenis : Artikel
Jenis : Artikel
Jenis : Berita
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Apoteker
Jenis : Tanya Apoteker
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Apoteker
Jenis : Tanya Apoteker
Jenis : Artikel