SITE STATUS
Jumlah Member :
494.959 member
user online :
3992 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi
Pusat informasi - alergi protein susu sapi


alergi protein susu sapi
dok ank saya baru umur 20 hari, kmren saya priksa ke dokter ternyata dya kena alergi protein susu sapi, ank sy memang menyusui tapi sy kasih susu formula untuk tambahan krn asi sy sedikit,dokter menyarankan sy untuk menyusui saja. jika ada tambahan formula beri susu khusus yaitu susu Nutramigen hypoalirgenik tp sy coba dlu dgn asi,krn doktek menyarankan dgn asi saja tp ank saya tetap kekurangan asi pdhl sy ttp konsumsi obat pelancar asi .saat mlm dya terus nangis akhrnya sy beli susu khusus alergi itu dok,trnyata ank sy kurang menyukai mungkin krn rasanya, 1 hari sy beri itu skitar habis 3 botol tp tdk hbis krn saya selingkan dengan asi. tp bayi sy sempat muntah mlm2, dan saat mnum susu itu bab sudah 3x dan agak mencret,tp sy tdk tahu mencretnya itu apa krn sy abis makan agak pedas apa krn susu. cuma saat mnum susu itu ank sy cuma cekukan 1x dok,biasanya bsa lebih. sy stop susu itu dok,sy pindah k formula yg agak manis itu baru sy ksih 1 botol saat pagi hari jam 3 krn bayi sy tdk tidur2 krn kurang asiny stlh itu dya baru bsa tertidur. sy harus bagaimana dok,apa susu yg baik untuk alergi protein susu sapi yg agak manis.
14 Jan 2018, 13:55
Dari : Nadya Basyarahil

Jawaban
Hi Bunda,
Kami, dari Tim Helpdesk akan mencoba membantu menjawab pertanyaan Bunda dengan memberikan link kasus maupun artikel yang serupa dengan keluhan Bunda. Untuk kasus-kasus yang berhubungan dengan kegawatdaruratan (Emergensi) ataupun menyangkut keluhan fisik lain yang harus segera diobati, kami menyarankan untuk segera menghubungi dokter Anda.


Kutipan dari artikel yang berjudul "Mengenal si Intoleransi Laktosa!" :Perut si kecil tampak kembung, menangis sambil mengangkat kaki seperti menunjukkan tanda kram perut serta mengeluarkan gas dalam 30 menit sampai 2 jam setelah menyusui? Jangan-jangan si kecil mengalami intoleransi laktosa.

Menurut dr. Robert Soetandio SpA, M.Si, Med dari Rumah Sakit Awal Bross, Tangerang, Intoleransi adalah kondisi di mana seseorang tidak mampu mencerna laktosa, yaitu bentuk gula yang terkandung dalam susu. Hal ini disebabkan karena tubuh tidak atau kurang mampu memproduksi Laktase, yaitu enzim pencernaan yang diproduksi oleh sel-sel di usus kecil yang bertugas memecah gula susu menjadi bentuk yang lebih mudah untuk diserap. Kondisi ini biasa disebut juga Defisiensi Laktase (Lactase Deficiency).

Banyak orang yang salah pengertian dan menganggap intoleransi laktosa sama dengan alergi susu.

“Meski pun gejala-nya hampir sama, namun intoleransi laktosa sangat berbeda dengan alergi susu.” jelas dr. Robert.

Bila intoleransi laktosa disebabkan karena adanya gangguan pada sistem penyerapan, alergi susu muncul karena adanya alergi setelah mengonsumsi susu sapi dikarenakan protein susu sapi yang dipicu oleh sistem imun. Pada alergi susu selain diare akan timbul bercak kemerahan yang terasa gatal, kadang timbul batuk berulang tanpa sebab. Sedangkan pada intoleransi laktosa diare tidak muncul setelah mengonsumsi susu, karena memang pada tubuh anak tidak kekurangan enzim laktase.

Mengapa seorang anak bisa mengalami intoleransi laktosa?
Intoleransi Laktosa dapat timbul karena pengaruh gen dan juga lingkungan. Sampai saat ini belum ada penelitian yang menjelaskan kromosom mana yang mengakibatkan gangguan ini terjadi, juga belum diketahui apakah dikarenakan kurangnya gizi saat di kandungan atau bukan.
Intoleransi karena pengaruh lingkungan sering dikaitkan dengan perusakan enzim lactase oleh parasit usus dan virus. Penyebab lainnya bisa juga muncul ketika terjadi cedera usus halus atau sistem pencernaan tertentu sehingga mengurangi jumlah produksi lactase dalam tubuh.

Berikut kiat untuk Bunda mengatasinya :
* Hindari segala produk yang terbuat dari susu yang mengandung laktosa. Saat ini sudah ada produk dengan kandungan rendah laktosa atau tidak ada sama sekali. Atau Bunda bisa memberikan susu kedelai (tidak untuk bayi premature). Pada anak defisiensi laktosa dapat diberikan tidak hanya susu dari isolat kedelai (isolat kedelai disini bukan susu kedelai yang dijual cair di kaki lima yang orang dewasa minum) tapi juga dapat diberikan susu sapi yang bebas laktosa.

* Bunda bisa memberikan susu kedelai yang bebas laktosa.
* Bila bayi sudah diberikan makanan pendamping ASI, berikan makanan yang mengandung kalsium seperti tahu, brokoli, sawi hijau, jeruk dan kacang-kacangan.

Tips :
Amati reaksi anak bila mengalami gejala intoleransi laktosa segera hentikan pemberian susu tambahan.
Lihat label kemasan bila hendak memberikan makanan khususnya makanan instant seperti biscuit, margarine, sereal, permen. Hindari produk yang mengandung laktosa


Kutipan dari Berita yang berjudul " Panduan Memilih Susu Formula " :Setiap bunda pasti ingin memberikan yang terbaik bagi putra atau putrinya. Begitupun dalam pemberian nutrisi kepada si anak. Pada kondisi tertentu seperti biasanya ibu pekerja yang terpaksa tidak memberikan ASI eksklusif dan menggantinya dengan susu formula. Namun sebelum memberikan susu formula pada bayi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Diantaranya:

•Pilihlah sesuai tahap usia si kecil.
•Sebelum memberikan susu formula, sebaiknya Anda konsultasikan kepada dokter mengenai susu formula mana yang cocok untuk bayi Anda. biasanya dokter akan memberikan saran produk mana yang cocok untuk bayi Anda. Jangan menggonta-ganti susu formula
•Pilihlah susu formula yang kemasannya baik, tidak ada cacatnya baik dalam bentuk kaleng maupun dus.
•Perhatikan masa kadaluarsanya. Pilihlah yang masa kadaluarsanya masih jauh.
•Sebaiknya memilih produk susu formula yang memiliki telepon layanan konsumen yang jelas. Sehingga Anda dapat bertanya langsung jika ingin mengetahui informasi lengkap seputar produk tersebut.
•Sesuaikanlah dengan budget / kondisi keuangan Anda dalam memilih susu formula. Pilih yang ekonomis tetapi kandungan nutrisinya lengkap.
•Perhatikan table komposisi gizi pada kemasan. Pilihlah yang memenuhi kandungan gizi wajib.

Jika masih memungkinkan, sebaiknya Bunda tetap memberikan ASI kepada buah hati karena banyak sekali manfaat ASI yang belum dapat ditiru dalam kandungan susu formula.


Berikut ini jawaban Dokter pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda " Wina Sibarani " dengan judul pertanyaan " Mengganti susu karena alergi " pada Tanya Dokter:Siang Dokter saya mau tanya Aska usianya sudah mau 6 bulan..usia 0-2 bulan dia minum susu Nutrybaby HA+Asi tapi karena seminggu lebih nggak BAB plus masih sering merah-merah,,diganti sama Nan HA+ASI..cocok sich smpe skrang...nach pas 6 bulan ini rencananya sich mau ganti susu...apakah aman jika saya berencana untuk mengganti susu anak saya dengan susu formula biasa atau susu soya jika aman kira-kira susu apa yang tepat ya dok? Terima Kasih

dr. Tanti menjawab
Dear Bunda,
Dikarenakan adanya kecurigaan alergi susu sapi pada anak Bunda, maka lebih baik Bunda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis yang menangani anak Bunda untuk saran mengenai jenis susu lanjutan tersebut. Setelah usia mencapai 1 tahun dan kekebalan tubuh anak Bunda sudah lebih baik, maka dapat dicoba kembali untuk mengetahui apakah anak Bunda benar memiliki alergi terhadap susu sapi atau tidak. Susu soya atau kedelai kerap digunakan untuk anak yang mengalami intoleransi laktosa ataupun alergi susu sapi, namun tidak menutup kemungkinan juga bila ternyata sang anak memiliki alergi terhadap kedelai atau komponen di dalamnya. Maka itu, dalam hal ini untuk mengetahui apakah ada alergi terhadap suatu zat makanan tertentu memerlukan percobaan ataupun paparan lebih dari satu kali sebelum reaksi alergi tersebut timbul karena tubuh memerlukan waktu untuk membuat antibodi terhadap zat/ alergen tersebut.

Link yang disarankan :
Jenis : Artikel
Jenis : Berita
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Artikel
Jenis : Forum