SITE STATUS
Jumlah Member :
506.405 member
user online :
745 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi
Pusat informasi - Susu formula


Susu formula
tanya dok, apakah mungkin terjadi alergi susu sekaligus intoleransi laktosa pada bayi prematur
02 Oct 2017, 14:46
Dari : Linda Idris

Jawaban
Hi Bunda,
Kami, dari Tim Helpdesk akan mencoba membantu menjawab pertanyaan Bunda dengan memberikan link kasus maupun artikel yang serupa dengan keluhan Bunda. Untuk kasus-kasus yang berhubungan dengan kegawatdaruratan (Emergensi) ataupun menyangkut keluhan fisik lain yang harus segera diobati, kami menyarankan untuk segera menghubungi dokter Anda.


Kutipan dari artikel yang berjudul " Mengenal si Intoleransi Laktosa! " :
Perut si kecil tampak kembung, menangis sambil mengangkat kaki seperti menunjukkan tanda kram perut serta mengeluarkan gas dalam 30 menit sampai 2 jam setelah menyusui? Jangan-jangan si kecil mengalami intoleransi laktosa.

Menurut dr. Robert Soetandio SpA, M.Si, Med dari Rumah Sakit Awal Bross, Tangerang, Intoleransi adalah kondisi di mana seseorang tidak mampu mencerna laktosa, yaitu bentuk gula yang terkandung dalam susu. Hal ini disebabkan karena tubuh tidak atau kurang mampu memproduksi Laktase, yaitu enzim pencernaan yang diproduksi oleh sel-sel di usus kecil yang bertugas memecah gula susu menjadi bentuk yang lebih mudah untuk diserap. Kondisi ini biasa disebut juga Defisiensi Laktase (Lactase Deficiency).

Banyak orang yang salah pengertian dan menganggap intoleransi laktosa sama dengan alergi susu.

“Meski pun gejala-nya hampir sama, namun intoleransi laktosa sangat berbeda dengan alergi susu.” jelas dr. Robert.

Bila intoleransi laktosa disebabkan karena adanya gangguan pada sistem penyerapan, alergi susu muncul karena adanya alergi setelah mengonsumsi susu sapi dikarenakan protein susu sapi yang dipicu oleh sistem imun. Pada alergi susu selain diare akan timbul bercak kemerahan yang terasa gatal, kadang timbul batuk berulang tanpa sebab. Sedangkan pada intoleransi laktosa diare tidak muncul setelah mengonsumsi susu, karena memang pada tubuh anak tidak kekurangan enzim laktase.

Mengapa seorang anak bisa mengalami intoleransi laktosa?
Intoleransi Laktosa dapat timbul karena pengaruh gen dan juga lingkungan. Sampai saat ini belum ada penelitian yang menjelaskan kromosom mana yang mengakibatkan gangguan ini terjadi, juga belum diketahui apakah dikarenakan kurangnya gizi saat di kandungan atau bukan.
Intoleransi karena pengaruh lingkungan sering dikaitkan dengan perusakan enzim lactase oleh parasit usus dan virus. Penyebab lainnya bisa juga muncul ketika terjadi cedera usus halus atau sistem pencernaan tertentu sehingga mengurangi jumlah produksi lactase dalam tubuh.

Berikut kiat untuk Bunda mengatasinya :
* Hindari segala produk yang terbuat dari susu yang mengandung laktosa. Saat ini sudah ada produk dengan kandungan rendah laktosa atau tidak ada sama sekali. Atau Bunda bisa memberikan susu kedelai (tidak untuk bayi premature). Pada anak defisiensi laktosa dapat diberikan tidak hanya susu dari isolat kedelai (isolat kedelai disini bukan susu kedelai yang dijual cair di kaki lima yang orang dewasa minum) tapi juga dapat diberikan susu sapi yang bebas laktosa.

* Bunda bisa memberikan susu kedelai yang bebas laktosa.
* Bila bayi sudah diberikan makanan pendamping ASI, berikan makanan yang mengandung kalsium seperti tahu, brokoli, sawi hijau, jeruk dan kacang-kacangan.

Tips :
Amati reaksi anak bila mengalami gejala intoleransi laktosa segera hentikan pemberian susu tambahan.
Lihat label kemasan bila hendak memberikan makanan khususnya makanan instant seperti biscuit, margarine, sereal, permen. Hindari produk yang mengandung laktosa


Berikut ini jawaban Bidan pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda " mardora " dengan judul pertanyaan " Ciri-Ciri Alergi Susu " pada Tanya Bidan:dok saya mau tanya ciri bayi alergi susu sapi, pada wajah anak saya timbul bintil2 putih dan matanya berair, apakah ini indikasi tidak cocok susu sapi,anak saya berusia 2 minggu dan menggunakan susu nutrilon..

Bidan menjawab
Dear Bunda pubiani, Tanda dan gejala alergi susu adalah; muntah, kembung, diare, reaksi pada kulit seperti gatal dan kemerahan, bersin, dan bayi anda rewel. Apabila Anda mencurigai adanya alergi susu pada bayi Anda, sebaiknya menghentikan pemberian susu tersebut dan segera berkonsultasi dengan dokter Anda, ada kemungkinan susu yang diberikan adalah jenis lain seperti susu dari bahan kedelai. Pada pemberian ASI, bayi Anda akan kecil kesempatanya mengalami reaksi alergi dan akan memiliki kekebalan tubuh yang baik karena ASI mengandung banyak zat-zat alami yang berguna untuk kekebalan tubuh dan perkembangan bayi Anda. Demikian jawaban saya.


Berikut ini jawaban Dokter pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda " aiy ariyanto " dengan judul pertanyaan " Intoleransi Laktosa " pada Tanya Dokter: salam kenal dok, sy aiy baru sj ngelahirin putra pertama b'nama dipta tgl 12 juli 2010, senang rasanya dok.. tp ada kekhawatiran aq dok yg ingin sy tanyakan ke dokter, knp sejak lahir sampe skrg anakq diare trs BBnya encer n b'warna hijau, apa yg hrs sy lakukan? ooo iya sampai skrg sy cuman beri ASI sj dok.. tlg info selanjutnya ya.. dok, n trims sebelumnya...

dr. Tanti menjawab
Dear Bunda aiy sukaini, Saya mengkhawatirkan keadaan intoleransi laktosa terjadi pada bayi anda. Intoleransi laktosa adalah keadaan digestive yaitu kelainan percernaan tidak dapat mencerna susu dengan baik. Biasanya terjadi pada usia 1-2 minggu setelah kelahiran bayi (bersifat sementara tetapi terkadang menetap) namun hal ini amat jarang dan biasanya terjadi pada bayi premature. Apakah bayi anda mengalami diare , kram perut, buang gas pada 30 menit sampai 2 jam setelah menyusui? Saran saya adalah segera berkonsultasi dengan dokter anda untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bila dokter anda curiga dengan adanya intoleransi laktosa, kemungkinan bayi anda akan diberikan nutrisi pengganti susu.

Link yang disarankan :
Jenis : Artikel
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Artikel
Jenis : Berita
Jenis :