SITE STATUS
Jumlah Member :
501.075 member
user online :
864 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Blog -- Jangan Takut Jika Terpaksa Harus “Kuret”



Blog posted by

Jangan Takut Jika Terpaksa Harus “Kuret”


Blog posted on 08-12-2010

Hari itu Sabtu, 20 Nopember 2010. Aku memeriksakan kandunganku ke RS. Bhakti Yudha. Aku heran saat diperiksa dengan USG biasa janinku tidak terlihat jelas walau sudah 2 kali USG. Akhirnya Dokter Afra melakukan USG Transvaginal 4D. Hasilnya sungguh mengejutkan. Pertumbuhan calon kepala, tangan, kaki, dan tulang belakang janinku terlihat baik, namun satu yang tidak terdeteksi yaitu JANTUNGnya. Berulang kali Dokter memeriksa, hasilnya tetap sama. Awalnya aku belum “ngeh” apa yang terjadi, tapi ketika dokter bilang aku harus sabar dan mengikhlaskan barulah aku tahu bahwa janinku sudah meninggal dan tidak bisa diselamatkan lagi. Berbagai rasa campur aduk di dadaku, sedih, bingung, gak percaya dan shock tentunya. Untuk yang kedua kalinya aku harus mengalami curetasi. Suamikupun tidak kalah shocknya dari aku, bahkan sempat memintaku memeriksa pada dokter lain untuk second opinion. Dokter menyarankan agar aku dikuret jika janin tidak keluar sendiri dalam 2-4 hari. Setelah dua hari tidak keluar juga dengan sendirinya, akhirnya Selasa, 23 Nopember 2010, jam 10.45 aku dikuret setelah sebelumnya dibius total terlebih dahulu. Tiga malam sebelum kuret aku sulit tidur memikirkan janinku dan kuret yang harus kujalani. Terus terang aku takut kuret karena pengalaman yang dulu sungguh kurang mengenakan. Aku takut pembiusannya dan pasca kuret aku sempat sulit bangun, agak sesak, dan pusing. Karena itu aku sebetulnya tidak ingin dikuret lagi tapi apa mau dikata, Allah SWT berkehendak lain. Sebelum hari H, aku mencari berbagai info di internet tentang kuret, agar hatiku tidak was-was dan aku siap dikuret. Akhirnya dengan pasrah kujalani kuret dimana sebelumnya aku banyak berdoa terutama membaca Al-Ma’tsurat. Aku percaya jika Allah menghendaki aku pasti selamat dan apapun yang terjadi pasti itu yang terbaik menurut-Nya. Dan ternyata Alhamdulillah kuret berjalan dengan lancar, hanya sekitar 20 menit. Jam 11.15 aku dibangunkan dan tidak terasa pusing, mual, ataupun sesak. Bahkan aku bertanya pada dokter “Kok cepat sekali Dok, rasanya saya baru tidur eh udah dibangunin lagi”. Dengan tersenyum Dokter Afra berkata, memang cepat dan semua berjalan lancar. Tapi aku harus tetap di ruang operasi dulu selama dua jam. Aku bersyukurlah, bisa bangun lagi dengan selamat walau hati pedih harus kehilangan buah hatiku dan suami. Aku harus mengikhlaskannya. Aku percaya Allah punya rencana yang lebih baik bagi kami sekeluarga. Dan KURET tidaklah menyeramkan, asalkan dilakukan oleh dokter ahli, dan kita pasrah, tidak panik, serta banyak berdoa pada yang Maha Kuasa. Kuret justru harus dilakukan jika memang direkomendasi dokter untuk menghindari resiko yang lebih buruk bagi Ibu. So jangan takut jika terpaksa harus kuret! Cari informasi sebanyak-banyaknya, cek darah dan EKG, ikuti prosedur menurut dokter/RS, serta pasrahkan diri pada yang Maha Kuasa.. Semoga bermanfaat.






Ditampilkan sebanyak : 3059

Tolong beritahu kami apa pendapat Anda tentang blog ini


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman
 
Ti2ng's blog :