SITE STATUS
Jumlah Member :
501.155 member
user online :
532 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

berita



Kesalahan Orang Tua Memberi Makan Bayi

(Posted:2016-05-25 14:37:29)

Setiap orang tua pasti ingin mencukupi kebutuhan anaknya, namun karena terlalu ingin memberikan yang terbaik, tanpa disengaja, masih banyak orangtua yang salah kaprah saat memberi makan bayi. Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi menurut dokter spesialis anak di salah satu rumah sakit ibu dan anak di Jakarta, yaitu dr. Budi Purnomo, Sp.A adalah seperti berikut:



1. Memberikan Makan sebelum usia 6 bulan

Banyak terjadi pada anak usia di bawah 4 bulan sudah diberi makanan padat, misalnya pisang ataupun bubur. Padahal memberian makanan padat pendamping ASI terlalu cepat dapat menyebabkan dampak negatif pada bayi, karena sistem saluran pencernaan bayi usia 4 bulan masih belum sempurna dan enzim pencernaanya masih sedikit, jadi makanan yang masuk bisa membuat bayi kenyang, tapi tidak dapat diserap dan tidak bisa hancur, sehingga bisa terjadi gangguan usus, usus tersumbat, usus melintir bahkan bisa juga terjadi perforasi alias kebocoran usus.

2. Memberikan Susu Terus Menerus

Banyak yang beralasan anak diberi susu karena tidak mau makan. Jika sudah waktunya memberikan makanan padat pada bayi, jangan ditunda. Sebab hal ini akan menyebabkan kebutuhan gizi pada bayi tidak akan tercukupi, semakin besar bayi, kebutuhan asupan makanannya juga makin besar.

3.  Pemberian Vitamin

Orang tua pasti memiliki jalan pintas jika si anak tidak mau makan. Tidak lain adalah pemberian beraneka ragam vitamin untuk anaknya. Sebaiknya teliti dulu kenapa si anak tidak mau makan, jangan terus-terusan dikasih vitamin. Masalahnya, anak, apalagi bayi, sulit makan karena berbagai penyebab. Perlu diperhatikan kebanyakan vitamin bisa membuat bayi diare.

4. Ketidakseimbangan Gizi

Jangan hanya semata-mata si anak menyukai bubur, kemudian orang tua memberikan bubur terus-menerus tanpa variasi.  Padahal, seperti dijelaskan oleh dr. Budi, antara karbohidrat, lemak, protein, buah, dan sayuran harus diberikan secara seimbang. Variasi makanan juga penting agar si kecil mengenal berbagai rasa dan tekstur makanan. Sesuaikan tekstur makanan dengan pertumbuhan anak, misalnya bubur halus meningkat menjadi bubur kasar, variasi lauk pauk dari blender halus menjadi potongan halus sesuai dengan usia dan pertumbuhan gigi anak.


berita lainnya :

Tolong beritahu kami apa pendapat Anda tentang artikel ini


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman