SITE STATUS
Jumlah Member :
492.614 member
user online :
1273 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: puting sambung untuk menyusui

New Topic :  
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda,

Apakah Bunda sudah coba konsultasi ke klinik laktasi? sebelum menyusui, bunda bisa menarik-narik puting susu untuk keluar.

   


Jumlah Posts : 29
Jumlah di-Like : belum ada like
dok sy mw nanya g mana carax biar puting susu bisa muncul atau keluar pada saat menyusui...krn sangat sulit untuk menyusui adaka cara yg bisa dilakukan agar puting bisa menonjol keluar...???
   
Jumlah Posts : 11
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda mariani , bantu jawab yaaa ...
1. kalo bentuk perut berubah ubah saya juga ngalamin bun , skg saya 35w 6d. kadang benjol di kiri , kadang di kanan , kadang melintang juga ... gag papa siih ... kalo pas gitu dielus elus aja bun , sambil diajak ngobrol sama diajak becanda , nnti kan si debay seneng ..
2. kalo kata dr spog saya disini gag masalah mau berhubungan sama suami . kalo jadi aktif itu katanya juga wajar ... trus misal perut jadi kenceng juga wajar , krna sperma suami mengandung zat oksitosin (maaf kalo namanya salah , lupa lupa ingat) katanya zat itu yg bikin kontraksi perut . yg penting hati hati aja bun , malahan kalo disini dianjurkan kalo udah masuk trimester 3 sering sering buat berhubungan sama suami , biar mempercepat kelahiran .
3. saya udah membersihkan puting susu sejak uk 7 bulan . kalo usia 7 bln , setiap seminggu sekali , kalo sekarang setiap 2 hari sekali sambil dilakukan pemijatan gitu bun , biar nnti kalo udah lahiran siap untuk menyusui .
semoga bisa membantu ya , ini juga kehamilan pertama saya ... tapi saya ikut kelas maternal , jadi bisa sharing juga pengetahuan yg saya dapet ... hehehe
   


Jumlah Posts : 169
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda nia, media untuk menyusui banyak loh, dot besar sekali kemungkinan untuk bingung puting, nanti kalau udah bingput bunda susah loh buat menormalkan kembali, imho
   
18-09-2015 13:49:05 Hamil anak kedua
Jumlah Posts : 326
Jumlah di-Like : belum ada like

 WEANING WITH LOVE (WWL): Menyapih Dengan Cinta

Bunda si kecil sudah 2 tahun ya, aduh sudah saatnya disapih nih, bisa gak ya??

Menyusui merupakan kedekatan yang sangat intens antara ibu dan bayinya. Sehingga saat harus melalui proses menyapih, seringkali ibu merasa tak tega untuk melakukannya. Demikian pula bagi si bayi, yang juga tak rela berpisah dari ibunya. Akibatnya, proses yang sebenarnya alamiah ini, maju mundur bahkan menimbulkan masalah yang bisa menjadi momok bagi ibu dan anak.

Kapan waktu yang tepat untuk menyapih?

Menentukan kapan anak perlu disapih, terkadang bukan keputusan mudah. Walau memang sudah masanya, terkadang justru bunda belum siap untuk menyapih.

Berikut yang perlu kita perhatikan:

1. Ibu ingin menyapih, anak belum siap. Alasan ibu ingin menyapih, karena tidak menikmati kegiatan menyusui, kelelahan atau sibuk bekerja.

Saran ahli:

  • Jika anak masih di rentang usia menyusui, pikirkan kembali apakah ia perlu disapih? Bila alasannya tidak mendesak, tunda dulu niat menyapih.
  • Bila kurang menikmati kegiatan menyusui, atasi pencetus masalahnya. Semisal, bila puting ibu sakit, atasi dengan cara menyusui yang benar.

Bila menyusui terasa membosankan, ubah jadi menyenangkan sambil mendengarkan musik

2. Anak ingin disapih, ibu belum siap. Anak tidak tertarik lagi minum ASI dari payudara dan ingin minum dari cangkir. Padahal ibu masih ingin menyusui dan ASI banyak.

Saran ahli:

  • Tunda penyapihan dengan menciptakan suasana menyusui yang tenang, jauh dari rangsangan yang bisa membuyarkan konsentrasi anak
  • Jika anak sudah bisa diajak komunikasi, beri pengertian manfaat ASI dengan bahasa yang sederhana
  • Bila anak ingin tetap disapih, berpikir positif dan jangan sedih atau kecewa karena bisa mengganggu kerja hormon prolaktin dan oksitosin sehingga bisa menghambat produksi ASI.
  • Karena inisiatif datang dari anak, biasanya proses menyapih menjadi lebih mudah. Tetap berikan ASI, namun melalui cangkir

3. Ibu dan anak sama-sama tidak siap. Anjuran menyapih dari pihak luar, bukan kehendak ibu ataupun anak. Misalnya, lingkungan menganggap anak sudah besar sehingga perlu disapih.

Saran ahli:

  • Pemberian ASI dianjurkan hingga anak usia 2 tahun. Tapi jika ibu dan anak masih nyaman, boleh terus dilanjutkan. Kekurangannya, anak bisa menjadi manja, kurang mandiri, tergantung pada ibu dan jadi bahan ejekan.
  • Pada kasus ibuhamil lagi, keputusan menyapih atau tidak tergantung pada kesehatan kandungan

4. Penyapihan sementara. Bisa dialami bunda yang mendapat tugas sehingga harus meninggalkan anak. Atau bunda harus minum obat sehingga ASI "tercemar" dan tidak boleh diminumkan bayi

Saran ahli:

  • Bila bepergian lama, lakukan penyapihan sementara, setelah itu relaktasi. Selama bunda pergi anak minum ASI dari cangkir. Begitu bunda kembali, anak menyusu lagi dari payudara.
  • Jika menjalani pengobatan, ASI tetap diperah namun dibuang hanya untuk menjaga produksinya. Setelah pengobatan selesai, lakukan relaktasi.

Bagaimana tips menyapih dengan cinta?

Mestinya selama proses penyapihan itu tidak perlu terjadi saling menekan antara ibu dan anak karena proses tersebut alami. Menyapih bukan proses pemisahan hubungan antara ibu dan anak, baik secara fisik maupun emosi. Menyapih adalah bagian dari fase perkembangan yang harus dijalani oleh anak. Justru karena cinta Anda, anak harus melewati fase perkembangan ini untuk menghadapi fase perkembangan selanjutnya.

Tapi perlu diingat sebisa mungkin hindari menyapih anak dengan membohonginya. Kalau ada anjuran, olesi saja daerah areola Anda dengan buah mengkudu atau obat merah agar bayi tak ingin menyusu, abaikan saran ini. Menyapih anak dengan cara ini sama dengan melakukan kekerasan padanya. Anda mengambil paksa 'kepemilikannya', yang dapat menimbulkan luka batin.

Kerelaan Anda dan si bayi untuk mengakhiri kegiatan menyusu adalah kunci utama dari menyapih dengan cinta atau weaning with love. Lakukan sepenuh cinta dengan langkah-langkah ini:

  1. Kurangi frekuensi menyusui secara bertahap dimulai pada siang hari. Sebab pada saat inilah waktu yang tepat untuk mengenalkan dia pada sesuatu yang baru, seperti rasa, bentuk dan tekstur pada makanan pendamping ASI (MP-ASI).
  2. Tidur terpisah. Balita mau tak mau belajar menahan diri untuk tidak menyusu di malan hari. Dalam hal ini perlu kerja sama ayah seperti menemani tidur, agar balita tidak rewel ketika pisah dengan ibunya.
  3. Tambah pemberian MP-ASI sebanyak 3-4 kali sehari untuk mengurangi pemberian ASI pada siang hari.
  4. Tetapkan tempat menyusui hanya pada satu tempat, misalnya di kamar. Gunanya agar si kecil tidak meminta susu di sembarang tempat sekaligus mengajaknya untuk belajar mengenal aturan.
  5. Tunjukkan perhatian dan kasih sayang selama proses menyapih, misalnya mendekap, mengusap atau mencium agar anak tahu bahwa Anda tetap menyayangi dia meski Anda sudah tidak menyusuinya lagi.
  6. Ajak bicara. Sekalipun masih kecil, sedikit-sedikit balita bisa mengerti maksud kita, asalkan dijelaskan dengan bahasa sederhana dan lemah lembut
  7. Bulatkan tekad. Artinya Anda benar-benar siap untuk melepaskan aktivitas ini. Bila Anda ragu-ragu, Anda akan kesulitan sendiri. Keraguan Anda terbaca oleh anak. Alhasil, anak pun tidak rela disapih.
  8. Sapih anak saat ia dalam keadaan sehat, karena dalam keadaan sakit ia akan semakin butuh kelekatan dengan Anda.  
  9. Libatkan suami sebagai orang yang mampu menghibur dan mengalihkan perhatian anak ketika rewel minta ASI.
  10. Berikan penjelasan pada anak mengapa ia harus disapih. Misalnya, “Ayo, kamu sudah besar, sudah tidak perlu lagi menyusu bunda. Makan kue saja yuk. Atau minum susu di cangkir?” Lakukan dengan sabar, lembut dan cinta Anda. Jangan pernah bosan untuk memberikan alasan padanya.
  11. Ganti aktivitas menyusu dengan membaca buku atau mendongeng sebelum tidur. Aktivitas ini tidak jauh berbeda saat Anda menyusuinya bukan?

Ada aturannya? Pernyataan WHO dan UNICEF di Geneva pada tahun 2001, “Tidak ada keharusan anak disapih pada usia 2 tahun. Benar bila ibu menyusui bayi secara eksklusif di enam bulan pertama kehidupannya. Kemudian ASI dapat dilanjutkan secara bersamaan dengan MP-ASI hingga anak berusia 2 tahun. Tapi tidak ada keharusan kapan harus menyapih.” Penelitian Dewey KG, Pediatric Clinics of North American, tahun 2001, ASI masih boleh diberikan pada anak usia 2 tahun karena masih mengandung: 43% protein, 36% kalsium, 75% vitamin A, dan 60% vitamin C. 

Saat proses penyapihan terjadi, sebenarnya anak sedang berada pada fase alami untuk:

  • Belajar mengenal aneka ragam rasa dan tekstur makanan.
  • Latihan mengunyah makanan padat karena gigi dan rahangnya 'diuji' agar dapat berkembang secara optimal.
  • Latihan kemandirian, sebab anak tidak harus bergantung lagi pada ASI setiap ia merasa lapar atau haus. Dia sudah bisa menikmati makanan padatnya.
  • Latihan percaya pada orang lain dalam pemenuhan kebutuhannya. Saat ini Anda bukanlah satu-satunya orang yang bisa memenuhi kebutuhannya. Selain itu anak juga sedang berlatih untuk beradaptasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Bagaimana jika anak tidak mau disapih?

Bagi anak, menyusu bukan sekadar kegiatan yang mengenyangkan perut. Menyusu juga memenuhi kebutuhan emosi anak. Berhenti menyusu bisa jadi masalah jika anak tidak siap untuk disapih dengan alasan:

  1. Tidak mau kehilangan kedekatan bersama ibu. Dia sudah mengerti kalau dia bisa memiliki perhatian dan waktu Anda seluruhnya hanya saat menyusu.
  2. Menikmati kontak kulit. Lewat sentuhan dan pelukan, dia merasa dicintai.
  3. Memberi ketenangan. Bagi balita Anda yang selalu aktif, saat menyusu adalah waktu dimana dia bisa tenang di tengah rasa ingin tahunya yang tinggi.
  4. Memberi kenikmatan oral dan bonusnya dia bisa mendapat susu.

Apa yang sebaiknya Anda lakukan? Upayakanlah agar anak berhenti menyusu tanpa membahayakan perkembangan fisik dan emosinya.  Kuncinya mudah saja, beri anak hubungan dekat dan rasa cinta yang sama seperti pertama kali Anda menyusui dirinya.

Ini kiatnya! Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua ketika anak menolak untuk disapih:

1. Jelaskan alasan Anda menyapihnya. Biasanya strategi yang Anda gunakan ketika ingin menyapih anak adalah dengan menjauhi anak. Namun pesan yang sampai pada anak berbeda, dia justru merasa Anda tidak ingin bersamanya lagi. Untuk menhindari hal ini, anak perlu penjelasan dan anak usia 2 tahun  sudah bisa mendengarkan dan memahami penjelasan Anda.

2. Alihkan perhatiannya. Anak  tidak bisa berhenti memikirkan tentang menyusu kecuali kesempatan tersebut muncul. Anda adalah orang yang bisa tahu kapan anak ingin menyusu pada Anda. Setiap kali dia mendekati Anda untuk meminta menyusu, segera ajak dia bermain atau melakukan kegiatan menyenangkan yang bisa membuat dia lupa tujuan awalnya mendekati Anda.

3. Tinggalkan kebiasaan saat menyusui. Bila Anda terbiasa menyusui dia sebelum tidur ganti ritual tersebut dengan membacakan dia dongeng. Jika Anda punya sudut favorit untuk menyusui anak, misalnya di sofa kamar, hindari duduk di sofa tersebut di jam-jam di mana Anda biasa menyusui anak.

4. Siap dengan camilan sehat pengganti ASI. Jika Anda ingin menyapih anak, pastikan Anda sudah menyediakan  camilan lezat dan sehat yang bisa memuaskan rasa laparnya.

5. Beri waktu. Anda tidak bisa langsung berhenti menyusuinya seketika. Lakukan secara perlahan-lahan karena jika tidak Anda justru bisa membuat anak mengalami kecemasan saat berpisah. Biasanya anak lebih mudah untuk mengurangi menyusu pada Anda, bila dia masih bisa mendapat jaminan di waktu menyusu favoritnya, misalnya pagi hari atau malam hari sebelum tidur.

Yuk tunjukkan kasih sayang kita kepada anak, sapihlah dengan cinta dan antar anak ke gerbang masa depan gemilangnya dengan cinta.

   


03-09-2015 07:30:06 puting lecet...
Jumlah Posts : 1269
Jumlah di-Like : 8

Dear bunda Mila Kartika Dewi,

Terjadinya lecet pada puting dapat terjadi karena kurang tepat posisi menyusui dan tidak sempurnanya perlekatan antara mulut bayi dengan puting bunda. Untuk mengatasi puting yang lecet bunda dapat mengoleskan ASI pada puting payudara pada saat sebelum dan sesudah menyusui, ini meredakan sakit dan menyembuhkan luka.

   
13-01-2015 01:30:28 Puting lecet saat menyusui
Jumlah Posts : 18
Jumlah di-Like : belum ada like
Selamat malam bu bidan ..

ibu saya ibu menyusui baru 13hari , tapi puting saya lecet parah , sampai-sampai saya ketakutan untuk menyusui anak saya karena saking sakit nya ..
baik nya gimana ya bu ?
atau ada obat buat nyembuhin karena saya sudah tekad sejak dulu ingin asi eksklusif sampai 2tahun tanpa bantuan sufor ..

terimakasih ^_^
   
04-03-2014 15:05:07 baby usia 42 hari
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Bila menyusui ASI sudah benar caranya, maka pada bayi yang usianya lebih muda, Bunda tidak akan merasakan nyeri. Perlekatan antara payudara dengan mulut bayi sebaiknya tidak memiliki banyak celah, mulut bayi terbuka lebar saat memasukkan puting payudara.

Sebelum menyusui, cucilah tangan yang bersih dengan sabun, perah sedikit ASI dan oleskan disekitar puting, duduk atau berbaringlah dengan santai.

Berikut ini adalah cara yang benar dalam teknik merangsang mulut bayi dan menyusui ASI:

1. Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi menyanggah seluruh tubuh bayi; bukan hanya leher dan bahunya saja. Kepala dan tubuh bayi lurus, hadapkan bayi ke dada ibu, sehingga hidung bayi berhadapan dengan puting susu lalu dekatkan badan bayi ke badan ibu, sentuhkan bibir bayi ke puting susu ibu dan menunggu sampai mulut bayi terbuka lebar.

2. Segera dekatkan bayi ke payudara sedemikian rupa sehingga bibir bawah bayi terletak di bawah puting susu.

3. Cara melekatkan mulut bayi dengan benar yaitu dagu menempel pada payudara ibu, mulut bayi terbuka lebar dan bibir bawah bayi membuka lebar.

    Beberapa tanda bahwa teknik menyusui telah benar adalah; bayi tampak tenang, badan bayi menempel pada perut ibu, mulut bayi terbuka lebar, dagu bayi menempel pada payudara ibu, sebagian aerola masuk ke dalam mulut bayi (terutama aerola bagian bawah), putting susu tidak terasa nyeri, telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus, kepala bayi agak menengadah.

Menyusui dengan teknik yang benar akan menghasilkan ASI yang keluar optimal sehingga bayi anda tidak enggan untuk menyusu di waktu selanjutnya. 

Bayi yang cenderung menggigit payudara ibu dikarenakan terlalu lapar, butuh perhatian atau sudah kenyang setelah menyusu.

Bila bayi sangat lapar, massage dahulu payudara agar ASI siap keluar seketika disusukan pada bayi.

Saat menyusui, berikan perhatian sepenuhnay pada bayi dan ajak berbicara agar bayi Bunda tahu bila sedang diperhatikan.

   
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda,

Bila menyusui ASI sudah benar caranya, maka pada bayi yang usianya lebih muda, Bunda tidak akan merasakan nyeri. Perlekatan antara payudara dengan mulut bayi sebaiknya tidak memiliki banyak celah, mulut bayi terbuka lebar saat memasukkan puting payudara.

Sebelum menyusui, cucilah tangan yang bersih dengan sabun, perah sedikit ASI dan oleskan disekitar puting, duduk atau berbaringlah dengan santai.

Berikut ini adalah cara yang benar dalam teknik merangsang mulut bayi dan menyusui ASI:

1. Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi menyanggah seluruh tubuh bayi; bukan hanya leher dan bahunya saja. Kepala dan tubuh bayi lurus, hadapkan bayi ke dada ibu, sehingga hidung bayi berhadapan dengan puting susu lalu dekatkan badan bayi ke badan ibu, sentuhkan bibir bayi ke puting susu ibu dan menunggu sampai mulut bayi terbuka lebar.

2. Segera dekatkan bayi ke payudara sedemikian rupa sehingga bibir bawah bayi terletak di bawah puting susu.

3. Cara melekatkan mulut bayi dengan benar yaitu dagu menempel pada payudara ibu, mulut bayi terbuka lebar dan bibir bawah bayi membuka lebar.

    Beberapa tanda bahwa teknik menyusui telah benar adalah; bayi tampak tenang, badan bayi menempel pada perut ibu, mulut bayi terbuka lebar, dagu bayi menempel pada payudara ibu, sebagian aerola masuk ke dalam mulut bayi (terutama aerola bagian bawah), putting susu tidak terasa nyeri, telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus, kepala bayi agak menengadah.

Menyusui dengan teknik yang benar akan menghasilkan ASI yang keluar optimal sehingga bayi anda tidak enggan untuk menyusu di waktu selanjutnya. 

Bayi yang cenderung menggigit payudara ibu dikarenakan terlalu lapar, butuh perhatian atau sudah kenyang setelah menyusu.

Bila bayi sangat lapar, massage dahulu payudara agar ASI siap keluar seketika disusukan pada bayi.

Saat menyusui, berikan perhatian sepenuhnay pada bayi dan ajak berbicara agar bayi Bunda tahu bila sedang diperhatikan.

Ketika bayi menggigit payudara dan sudah kenyang, katakan "jangan" dengan lembut dan tarik perlahan payudara Bunda agar tidak lecet. Memberitahu bahwa bila bayi menggigit akan menyebabkan nyeri, dapat memberikan pelajaran agar tidak melakukannya kembali. Beritahu dengan lembut agar bayi tidak merasa kesal atau takut menyusu kembali.

Ketika bayi sudah mulai memiliki gigi, dapat merasakan nyeri dan rasa geli pada gusi, berikan dahulu mainan khusus untuk digigit sebelum menyusukan ASI untuk melepaskan keinginan menggigit.

Bunda dapat membantu menyelipkan ujung jari telunjuk ketika memasukkan puting payudara, mengitari puting payudara dengan telunjuk ketika menempatkan kedalam mulut bayi agar tidak terluka terkena gigi bayi dan membuat mulut bayi terbuka.

Ketika ditengah menyusui bayi menggigit puting payudara Bunda, taruh jari telunjuk Bunda pada dagu bayi dan sedikit menekan dengan lembut atau membuka mulut dengan jari telunjuk pada dagu untuk memberi tanda bahwa hal tersebut menyakitkan payudara Bunda dan mengurangi tekanan gigitan pada puting.

Kompres puting payudara Bunda setelah menyusui dengan Ice bag, olesi sedikit ASI dan pijat lembut daerah puting untuk menyembuhkan bekas gigitan. Dapat juga diberi tambahan cream lanolin untuk payudara yang lecet (breastfeeding cream)

   
13-02-2014 12:22:02 donor asi
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Dokter, lebih baik mana donor ASI atau Sufor ? karena ASI saya sudah berkurang sedangkan anak saya semakin banyak minum susu nya ?
Tolong bantuannya Dok..

Dari : Sorongan Puri Kristianti

Jawaban:

Dear Bunda,



ASI dapat berkurang produksinya, bila permintaan ASI juga berkurang. Makin banyak ASI yang dikeluarkan dari gudang ASI (sinus laktiferus), makin banyak produksi ASI. Dengan kata lain, makin sering bayi menyusui makin banyak ASI diproduksi. Sebaliknya, makin jarang bayi menghisap, makin sedikit payudara menghasilkan ASI.Jika bayi berhenti menghisap maka payudara akan berhenti menghasilkan ASI. Apabila Bunda memiliki masalah atau luka pada puting payudara, Bunda dapat menggunakan cream payudara yang mengandung lanolin untuk mengatasi masalah puting payudara saat menyusui atau dapat berkonsultasi dengan dokter Anda. Sebaiknya Anda menyusui ASI dengan tehnik yang benar, maka akan tercapai hasil yang maksimal. Bunda dapat memeras ASI 2-3 jam sekali dengan tehnik yang benar untuk membantu dalam permintaan produksi ASI. Bila Bunda memutuskan untuk memberikan susu formula, dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis Anak untuk jenis susu formula yang tepat bagi anak Anda. Donor ASI juga dapat dilakukan, namun pastikan sang pendonor berada dalam keadaan sehat dan sudah dilakukan pemeriksaan untuk memastikan kesehatan Beliau. 


   
05-02-2014 16:48:31 gumoh/muntah
Jumlah Posts : 75
Jumlah di-Like : 1

ada cara mengurangi intensitas gumoh pada bayi bunda, simak nih caranya :

Posisi saat menyusui harus tepat. Pastikan  seluruh bibir bayi menutup puting susu serta daerah berwarna hitam di sekitarnya (aerola) untuk mengurangi udara yang masuk dan tertelan. Jangan memberikan ASI/minum pada bayi dalam posisi tidur terlentang . Posisi yang terbaik adalah agar tetap memosisikan kepala bayi lebih tinggi dari tubuhnya, maka dianjurkan untuk menyusui dengan posisi digendong dalam pelukan. Setelah diberikan ASI, tepuk perlahan punggung bayi sampai bersendawa.

sumber

   
Jumlah Posts : 113
Jumlah di-Like : belum ada like
klo kmrn aku ikut kursus pra persalinan...dktrnya blg. putingnya di tarik2 dan pijat payudaranya. puting jgn dipilin tkt putingnya masuk kdlm bukannya mlh kluar.
krn ktnya klo masuk kdlm..baby susah untuk menyusui.
info dr kursus pra persalinan ya..mohon ralat
lo slh..thanks
   
09-01-2014 14:12:16 asi dan sufor
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
boleh gak bayi berumur 1 minggu minum sufor soalnya ASI belum lancar/sedikit



Dari : Aufa Faith Faidhullah

Jawaban:

Dear Bunda, 



Makin banyak ASI yang dikeluarkandarigudang ASI (sinus laktiferus), makin banyak produksi ASI. Dengan kata lain, makin sering bayi menyusui makin banyak ASI diproduksi. Sebaliknya, makin jarang bayi menghisap, makin sedikit payudara menghasilkan ASI.Jika bayi berhenti menghisap maka payudara akan berhenti menghasilkan ASI. Apabila Bunda memiliki masalah atau luka pada puting payudara, Bunda dapat menggunakan cream payudara yang mengandung lanolin untuk mengatasi masalah puting payudara saat menyusui atau dapat berkonsultasi dengan dokter obsgyn Anda. Sebaiknya Anda menyusui ASI dengan tehnik yang benar, maka akan tercapai hasil yang maksimal, silahkan membaca beberapa cara menyusui ASI yang baikpada home page kami. Demikian jawaban saya.







 




   
Jumlah Posts : 3025
Jumlah di-Like : 1
Tiga Langkah Merawat Payudara Ibu Hamil

Perawatan payudara dianjurkan mulai dilakukan setelah usia kehamilan 5-6 bulan. Apabila anda melakukan perawatan ini sejak awal kehamilan, bukan hasil baik yang diperoleh, namun bisa menimbulkan kontraksi rahim yang tentu berbahaya untuk janin dan ibu hamil. Adapun perawatan Payudara yang dilakukan adalah:

1. Pemijatan...

Pemijatan payudara ibu hamil bisa dilakukan saat mandi. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:
Siapkan di waskom air hangat dan air dingin, minyak kelapa yang bersih atau baby oil, handuk, dan kapas.
Bersihkan payudara memakai air, lalu lakukan pemijatan dengan kedua tangan menggunakan minyak. Pemijatan dilakukan di sekeliling payudara diurut memutar searah jarum jam dan kemudian berbalik arah/berlawanan dengan arah jarum jam.
Lakukan pengurutan dari bawah menuju puting, namun untuk putting tidak perlu dipijat karena tidak mempunyai kelenjar tapi hanya merupakan saluran air susu.
Setelah dipijat, ketuk-ketuklah payudara memakai ujung jari atau ujung ruas jari. Hal ini berguna agar sirkulasi darah pada payudara bekerja lebih baik.
Bersihkan putting payudara dengan menggunakan kapas dan minyak. Minyak ini berguna melenturkan dan melembabkan puting agar saat menyusui puting tidak mudah terluka.
Bersihkan payudara dan puting memakai air hangat dan dingin. Sehingga sirkulasi darah kembali lancar. Terakhir, keringkan payudara indah anda dengan menggunakan handuk.


2. Senam Teratur

Merawat payudara juga bisa dilakukan dengan senam. Hal ini bertujuan untuk memperkuat otot pektoralis di dada, sehingga memadatkan payudara dan merangsang produksi ASI agar lebih maksimal.

Senam yang dilakukan sangat mudah, bisa dilakukan sebelum atau sesudah mandi. Adapun gerakan yang bisa dilakukan Ada dua yang diantaranya adalah:
Mulai dengan posisi berdiri, tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri dekat siku, sedangkan tangan kiri memegang lengan bawah kanan (seperti orang bersidekap). Tekan kuat-kuat tangan ke arah dada dengan cara mempererat pegangan, sehingga terasa tarikannya pada otot-otot di dasar payudara dan setelah beberapa detik lepas kembali. Lakukan gerakan ini berulang-ulang hingga 30 kali.
Gerakan senam Merawat Payudara Ibu Hamil adalah diawali dengan Pegang bahu dengan kedua ujung tangan, kemudian siku diputar ke depan sehingga lengan bagian dalam mengurut (massage) payudara ke arah atas. Teruskan gerakan tangan ke atas ke belakang dan kembali pada posisi semula. Lakukan gerakan senam ini selama 20 kali putaran.


3. Memakai Bra Yang Pas...

Jangan gunakan bra yang yang terlalu ketat atau longgar, namun harus pas sesuai ukuran payudara saat itu dan dapat menopang perkembangan payudara saat kehamilan. Apabila bra yang anda gunakan terlalu sempit akan menghambat perkembangan kelenjar payudara, sedangkan apabila terlalu longgar akan tampak jatuh dan sakit ketika digunakan.

Apabila ketika hamil ukuran payudara anda sangat besar, gunakan bra yang memakai penyangga kawat. Bra yang tak menopang payudara besar dengan baik, akan menyebabkan payudara turun dan membentuk lipatan di bagian bawah payudara. Hal ini akan meningkatkan resiko tumbuhnya jamur yang berbahaya untuk ibu hamil. Namun apabila jamur sudah terlanjur menyerang, segera bawa ke dokter. Sebab, jika jamur naik hingga ke seluruh payudara bisa menjadi masalah pada saat anda menyusui.

Tubuh ibu hamil akan cenderung berkeringat. Sehingga penggunaan bra dari bahan katun atau campuran katun akan lebih nyaman dipakai dan mudah menyerap keringat. Tali pengikatnya bra sebaiknya juga dipilih yang lebar, sehingga mampu menyangga payudara dengan baik.
   
Jumlah Posts : 3025
Jumlah di-Like : 1
Perawatan payudara dianjurkan mulai dilakukan setelah kehamilan berusia 5-6 bulan. Sebab, jika sejak awal kehamilan kita sudah melakukan perangsangan puting, misalnya, bukan hasil baik yang diperoleh tapi malah bisa menimbulkan kontraksi rahim.

Perawatan payudara yang dilakukan ialah :


1. Pemijatan..
Hal ini bisa dilakukan kala mandi. Sebelumnya siapkan di waskom air hangat dan air dingin, minyak kelapa yang bersih (paling baik jika bikinan sendiri) atau baby oil, handuk, dan kapas. Bersihkan payudara memakai air, lalu massage memakai minyak. Pemijatan dilakukan dengan memakai kedua tangan, sekeliling payudara diurut memutar searah jarum jam dan kemudian berbalik arah/berlawanan jarum jam. Setelah itu lakukan pengurutan dari bawah menuju puting, namun putingnya sendiri tak perlu di-massage karena tak berkelenjar tapi hanya merupakan saluran air susu belaka.
Usai massage, ketuk-ketuklah payudara memakai ujung jari atau ujung ruas jari. Gunanya agar sirkulasi darah bekerja lebih baik. Selanjutnya puting dibersihkan dengan menggunakan kapas dan minyak. Minyak ini berguna melenturkan dan melembabkan puting agar saat menyusui kelak puting sudah tak gampang lecet.
Terakhir, bersihkan payudara dan puting memakai air hangat dan dingin. Tujuannya untuk memperlancar sirkulasi darah. Setelah itu keringkan pakai handuk.


2. Senam Teratur..
Sebaiknya payudara juga dirawat dengan melakukan senam. Gunanya untuk memperkuat otot pektoralis di dada, sehingga memadatkan payudara dan merangsang produksi ASI agar lebih baik.
Senamnya sangat mudah, kok, Bu. Bisa dilakukan sebelum atau sesudah mandi. Ada dua macam senam yang bisa dilakukan para ibu, yaitu:
Posisi berdiri, tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri dekat siku, sebaliknya tangan kiri memegang lengan bawah kanan (seperti orang bersidekap). Kemudian tekan kuat-kuat ke arah dada dengan cara mempererat pegangan, sehingga terasa tarikannya pada otot-otot di dasar payudara. Selanjutnya lemaskan kembali. Lakukan berulang-ulang hingga 30 kali.
Pegang bahu dengan kedua ujung tangan, kemudian siku diputar ke depan sehingga lengan bagian dalam mengurut (massage) payudara ke arah atas. Diteruskan gerakan tangan ke atas ke belakang dan kembali pada posisi semula. Lakukan latihan ini 20 kali putaran.


3. Memakai Bra Yang Pas..
Untuk mengatasi rasa tak enak pada saat payudara membesar, pakailah bra yang pas dan bisa memegang. Jangan pakai yang terlalu ketat atau longgar, tapi harus benar-benar pas sesuai ukuran payudara saat itu dan dapat menopang perkembangan payudara. Jika terlalu sempit akan menghambat perkembangan kelenjar payudara, sedangkan kalau terlalu longgar akan tampak jatuh dan sakit dipakainya.
Jika payudara sangat besar, ada baiknya untuk memilih yang memakai penyangga kawat. Karena bra yang tak menopang dengan baik pada payudara besar cenderung akan turun dan membentuk lipatan di bagian bawah payudara. Sementara jika si ibu tak menjaga kebersihan dan kekeringan di bawah lipatan tersebut, maka jamur biasanya akan tumbuh.
Jangan lupa, tubuh ibu hamil cenderung berkeringat. Untuk itu, pilihlah bra dari bahan katun atau campuran katun sehingga nyaman dipakai dan mudah menyerap keringat. Tali pengikatnya agar dipilih yang lebar sehingga dapat menyangga payudara dengan baik.
Bila jamur sudah terlanjur hadir, segera bawa ke dokter. Sebab, jika jamur naik hingga ke seluruh payudara bisa menjadi masalah pada saat menyusui nanti.