SITE STATUS
Jumlah Member :
493.732 member
user online :
983 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: biji pelir besar sebelah sejak lahir

New Topic :  
28-11-2008 14:09:35 sembelit atau apa ya...
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

Bila Anak Anda Sembelit

Apa yang dimaksud sembelit?
Sembelit dalam istilah kedokteran disebut konstipasi. Ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam hal konstipasi, yaitu keadaan tinja, keseringan (frekuensi) berhajat, dan keadaan fisik anak itu sendiri. Keadaan tinja perlu diperhatikan secara seksama apakah cair, lembek, atau keras. Pada sembelit, tinja dalam keadaan keras sehingga sering tampak berbentuk bulat-bulat seperti kotoran kambing. Frekuensi berhajat juga perlu diamati.

Jika mengalami sembelit, frekuensi berhajat anak akan berkurang dibandingkan sebelumnya. Tapi perlu juga diperhatikan bahwa keseringan berhajat itu bervariasi, tergantung pada umur anak dan dietnya. Misalnya, pada bayi baru lahir yang mendapatkan ASI, bayi sering sekali berhajat, bisa sampai 8-10 kali sehari. Tetapi menjelang usia dua bulan, frekuensi berhajatnya akan berkurang, bisa hanya sekali dalam 3-4 hari. Keadaan fisik anak juga amat penting untuk menentukan apakah seorang anak menderita sembelit atau tidak. Pada keadaan sembelit atau tidak. Pada keadaan sembelit, kita bisa meraba adanya benda keras (yaitu tinja keras) di perut bagian kiri bawah anak.

Kapan timbul sembelit?
Awal timbulnya sembelit penting diperhatikan sebab bisa memberi petunjuk tentang penyebabnya. Bila kesulitan buang air besar terjadi sejak lahir maka perlu dipikirkan bahwa kemungkinan itu penyakit bawaan, misalnya penyakit Hirschprung. Pada penyakit ini terjadi kelainan bawaan berupa berkurangnya serabut syaraf pada selamput lendir usus besar, dengan akibat usus besar kurang bergerak. Peristaltiknya berkurang.

Akibatnya, tinja yang terbentuk tidak bisa melalui usus besar menuju lubang pelepasannya (anus) dengan lancar. Pada waktu mau lahir, bila diperhatikan, sebenarnya telah tampak bahwa kotoran pertamanya yang berwarna hitam (mekonium) terlambat keluarnya. Pada keadaan normal, biasanya bayi telah mengeluarkan mekoniumnya dalam 24 jam pertama. Bila bayi menderita penyakit ini, selain sembelit akan tampak perut bayi membuncit dan lama-kelamaan tampak kurang gizi. Penyakit ini hanya bisa ditolong dengan cara pembedahan. Bila sembelit terjadi setelah anak berusia 2-3 tahun, tentu kemungkinan penyebabnya adalah hal-hal lain, seperti diet, kejiwaan, dan lain-lain

Yang akut dan yang kronis
Lamanya keluhan sembelit berlangsung dapat memberikan petunjuk untuk mengetahui penyebabnya. Disebut sembelit akut bila keluhan berlangsung kurang dari empat minggu. Sedangkan bila sembelit telah berlangsung lebih dari empat minggu disebut sembelit kronik. Penyebab sembelit kronik biasanya lebih sulit disembuhkan.

Awas sumbatan usus
Hal penting lain yang perlu diperhatikan ketika anak menderita sembelit adalah, apakah sembelit ini disebabkan oleh adanya penyumbatan pada usus. Kelainan ini penting diperhatikan sebab dapat membahayakan jiwa anak bila tidak segera ditonjolkan. Selain sembelit, anak dengan penyumbatan pada usus juga akan memperlihatkan gejala lain, seperti muntah-muntah, sakit perut, dan perut membuncit. Bila anak menunjukkan gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk memastikan apakah terdapat gejala penyumbatan usus. (yz, sumber: Idai)

Penyebab Sembelit Akut

Infeksi virus sering menyebabkan sembelit pada anak. Hal ini disebabkan karena anak kurang minum, menderita demam, dan kehilangan banyak cairan melalui saluran nafasnya. Dalam hal ini anda tidak perlu khawatir, sebab bila infeksinya dapat diatasi biasanya sembelitnya akan menghilang. Jagalah agar anak banyak minum supaya tidak kekurangan cairan dalam tubuhnya. Sembelit juga sering disebabkan oleh obat-obatan yang diberikan pada anak. Misalnya obat anti kejang, obat batuk anti pilek, obat mag, obat tambahan darah, (zat besi) dan lain-lain.

Obat-obatan tersebut memang menimbulkan efek samping berupa sembelit. Bila obat dihentikan biasanya sembelitnya akan menghilang. Perlu pula diperhatikan mengenai obat pencahar. Penggunaan obat pencahar secara lama justru akan menimbulkan sembelit. Oleh karena itu pemakaian obat pencahar harus dengan indikasi yang tepat tidak boleh sembarangan.

Serpihan cat (mengandung logam timbal) yang tertelan anak juga dapat menimbulkan gejala sembelit dan sakit perut. Perubahan diet anak sering pula menimbulkan sembelit yang bersifat sementara. Bila diet anak mengandung banyak karbohidrat (permen) atau susu, dan kurang mengandung buah-buahan, sayuran, dan serealia, biasanya anak jadi mudah terkena sembelit. Sembelit juga dapat timbul bila ada perubahan suasana atau gaya hidup, seperti dalam perjalanan, sewaktu liburan, atau pindah rumah.

Nyeri pada anus dapat menyebabkan sembelit. Nyeri disebabkan adanya luka pada anus (fisuraani). Luka timbul karena anak pernah melepaskan tinja yang keras. Karena luka menimbulkan sakit bila anak berhajat, maka anak enggan buang air besar. Makin lama tinja berada diusus, makanya tinjanya akan makin keras. Makin keras tinja akan makin menimbulkan nyeri, sehingga anak akan makin menahan buang air besarnya. Keadaan ini harus cepat diatasi, karena bila tidak akan menimbulkan sembelit kronis dan pada akhirnya akan menimbulkan sembelit kronis dan pada akhirnya akan menimbulkan kelainan kejiwaan pada anak.

Walaupun jarang terjadi, nyeri pada anus (yang menyebabkan sembelit) dapat pula disebabkan oleh adanya benda asing di dalam usus. Misalnya anak menelan uang logam, yang umumnya dapat melalui saluran cerna bagian atas dengan lancar. Tetapi sewaktu akan melalui anus dapat menimbulkan nyeri sehingga akan menyebabkan sembelit. Kadang-kadang dapat pula benda asing masuk melalui anus karena dimasukkan oleh anak atau teman bermainnya. Di luar negeri pernah dilaporkan anak yang mengalami sexual abuse. (yz, sumber Idai)

Hal yang Sering Sebabkan Sembelit Kronik

Selain penyakit Hirschprung yang telah dijelaskan sebelumnya, sembelit kronis dapat pula disebabkan oleh berbagai kelainan. Penyebab paling sering adalah yang disebut sembelit fungsional. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi mungkin keturunan. Ada yang menduga bahwa latihan berhajat (toiler training) yang salah (agak kasar) dan terlalu dini ikut berperan.

Anak dengan sembelit fungsional biasanya mulai memperlihatkan gejala sesudah anak dilatih berhajat, pada usia 3-5 tahun. Kadang-kadang pengeluaran tinja keras disertai bercak-bercak darah. Anak seringkali memperlihatkan tingkah laku aneh yang merupakan manifestasi anak dalam berusaha melawan proses berhajat. Gejala lainnya berupa kurang nafsu makan, mudah tersinggung, kurang aktif, dan kecepirit.

Kekurangan hormon tiroid  (hipotiroid) dapat pula menyebabkan sembelit kronik. Kelainan ini perlu diketahui secara dini sebab dapat mengakibatkan retardasi mental. Selain sembelit, bayi dengan kelainan ini akan memperlihatkan gejala sulit makan, malas, mengantuk, lemah, temperatur tubuhnya dingin, dan bengkak. Bila diketahui dan kemudian diobati secara dini maka anak akan terhindardari kerusakan saraf yang mungkin terjadi.

Bagaimana mengatasinya?
Bila anak menderita sembelit sebaiknya segera dibawa ke dokter. Untuk menentukan penyebab. Dalam hal ini, pengobatannya tergantung pada penyakit penyebabnya.

   


09-12-2007 00:23:18 DUNIA BAYI
Jumlah Posts : 368
Jumlah di-Like : 1
BAYI TAK BOLEH DIPAKAIKAN GURITA
Begitu kata dokter, kebalikan dari kebiasaan yang terjadi selama ini. Memang, tak sedikit kebiasaan turun- temurun dalam merawat bayi yang bertentangan dengan dunia medis. Bagaimana kita menyikapinya?



Dalam merawat sang buah hati, hampir bisa dipastikan kita akan "dihujani" oleh segala macam nasihat ataupun larangan dari lingkungan, entah kakek-nenek, orang tua, kaum kerabat, maupun tetangga. Umumnya, nasihat/larangan tersebut merupakan kebiasaan-kebiasaan praktek perawatan bayi yang bersifat turun-temurun.


Namun, "seringkali nasihat dan larangan tersebut tak bisa diterima akal sehat, meskipun ada pula yang kedengarannya masuk akal," ujar dr. Eric Gultom, Sp.A. dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo dalam cara Ibu Bayi dan Balita di ANTeve, kerja sama nakita dengan PT Endrass Perdana. Misalnya, bayi tak boleh digendong dengan kedua tungkai memeluk tubuh ibu agar kelak tungkainya tak pengkor, bengkok, atau melengkung. Begitu pula dengan nasihat untuk membedong bayi agar kelak bentuk kakinya jadi bagus.


"Kedengarannya memang masuk akal bahwa cara menggendong dengan posisi demikian mungkin saja akan menyebabkan pengkar. Apalagi pada kenyataannya, saat lahir, tungkai bayi memang penampilannya bengkok atau melengkung," tutur Eric yang juga berpraktek di RSIA Lestari, Cirendeu dan RS Medistra. Tapi, lanjutnya, bila dijelaskan dengan cara lain, akan tampak penjelasan tersebut kurang masuk akal.


Semua bayi, tutur Eric, kakinya memang akan tampak melengkung ketika lahir. Pasalnya, rongga rahim sangat terbatas ruangnya. Nah, agar si bayi cukup dalam rongga rahim, posisinya harus sedemikian rupa sehingga kedua tungkai dalam posisi bersila dan melengkung ke atas. "Tentunya dalam posisi demikian selama 9 bulan, akan menyebabkan kedua tungkai penampilannya melengkung ketika lahir." Selain itu, tulangnya masih lebih lunak dan sedang bertumbuh sehingga gampang sekali terbentuk melengkung.

Kendati demikian, tungkai yang melengkung ini berangsur-angsur akan lurus kembali sejalan dengan pertumbuhan bayi. Kecuali bila ada faktor genetik dimana salah satu orang tua penampilan tungkainya tak lurus atau melengkung, akan diturunkan pada anaknya. Jadi, tukas Eric, "melengkung tidaknya tungkai tak tergantung posisi ketika menggendong bayi." Begitupun bila bayi tak dibedong, kakinya akan tumbuh lurus sesuai potensi genetik yang dimilikinya.


MEMBAHAYAKAN BAYI


Berbagai praktek perawatan bayi yang mengikuti kebiasaan-kebiasaan turun-temurun ini, menurut Eric, seringkali bukan hanya kurang dapat diterima dasar ilmiahnya, tapi juga bisa merugikan. Misalnya, pemakaian gurita untuk bebat perut bayi. Kata orang, supaya bayi jangan masuk angin." Ada pula yang bilang, agar perutnya enggak besar dan pusarnya enggak bodong.

Dalam dunia medis, tuturnya, tak dikenal istilah masuk angin. "Istilah ini mungkin maksudnya aerophagia , yaitu bayi banyak mengandung udara di lambungnya sehingga terlihat kembung. Hal ini bisa disebabkan bayi menangis lama atau cara minum susu botol kurang betul." Jadi, Bu-Pak, sama sekali tak ada kaitannya dengan pemakaian gurita.


Begitupun dengan perut besar dan pusar bodong. "Besar kecilnya perut ditentukan oleh ketebalan kulit, lemak kulit, dan otot perut yang sanggup menahan daya dorong isi perut atau usus keluar. Secara alamiah, usus, kan, berusaha mendorong keluar," terang Eric. Nah, pada bayi, lanjutnya, kulit maupun lemak dan ototnya masih tipis karena belum tumbuh, sehingga belum mampu menahan ususnya yang mendorong keluar. Jadilah si bayi kelihatannya seperti kembung, perutnya agak besar. "Nanti, bila kulit dan lemak serta ototnya sudah lebih tebal, akan lebih sanggup menahan daya dorong tersebut." Jadi, tak akan gendut lagi, kecuali kalau makannya memang banyak.


Sama halnya dengan pusar bodong, "Bila perutnya membesar, tentu pusarnya akan menonjol, dong," tukas Eric. Tak demikian halnya setelah ketebalan kulit, lemak kulit, dan ototnya bertumbuh menjadi lebih tebal. Jadi, bukan lantaran dipakaikan gurita maka pusarnya jadi enggak bodong. Jikapun si bayi sampai punya pusar bodong, menurut Eric, karena bagian dari puntung tali pusatnya memang sejak awalnya sudah lebih besar. "Jadi, sejak lahir pusarnya memang sudah bodong, bukan karena tak dipakaikan gurita."

Pemakaian gurita, tutur Eric lebih lanjut, sebenarnya justru dapat merugikan bayi. "Bayi jadi kepanasan dan banyak keringat sehingga bisa mengalami keringet buntet di bawah lapisan gurita." Selain itu, bila pemakaian gurita terlalu ketat, "akan mengganggu gerak pernafasan bayi." Soalnya, bayi bernafas lebih dominan menggunakan gerak pernafasan perut. Jadi kalau kita bebat dia erat-erat di bagian perut, tentu akan mengganggu pernafasannya."


Contoh lain dari kebiasaan turun-temurun yang membahayakan bayi ialah membubuhkan bahan-bahan tradisional pada tali pusat yang belum puput. Hal ini bisa menimbulkan infeksi. "Perawatan tali pusat cukup dilakukan dengan menggunakan alkohol 70 persen," ujar Eric. Sebab, alkohol 70 persen dapat membunuh kuman dan mencegah berkembang-biaknya kuman, sehingga tali pusat pun terhindar dari infeksi.


Masih banyak lagi kebiasaan-kebiasaan turun-temurun yang sampai sekarang masih sering dijumpai dalam praktek perawatan bayi sehari-hari. Saran Eric, sebaiknya Bapak dan Ibu tanyakan dulu kepada dokter, apakah ada bahayanya bagi bayi Anda. Bila tidak, prakteknya terpulang kepada Bapak-Ibu sendiri sebagai orang tua si bayi.






Julie Erikania




ANEKA KEBIASAAN TURUN-TEMURUN PERAWATAN BAYI


*ASI

ASI harus dibuang dulu sebelum menyusu. Alasannya, ASI yang keluar adalah ASI lama (basi).


ASI tak pernah basi! Biasanya yang dimaksud dengan ASI lama adalah ASI yang berwarna kekuningan dan kental; penampilannya memang seperti cairan tak segar. Padahal, ASI kekuningan tersebut yang paling baik mutunya. "Kandungan nutriennya paling tinggi dan memang diperolehnya pada tetesan ASI paling awal," jelas Eric Gultom.


Warna dan penampilan ASI putih keruh serta encer sering pula diasumsikan sebagai ASI kualitas jelek. Hal ini sama sekali tak benar! "Warna dan kejernihan ASI sangat tergantung bahan nutrien yang terkandung di dalamnya," jelasnya lagi. Perlu diingat, tak ada ibu yang mempunyai ASI seputih dan seindah penampilan susu formula. Namun begitu, kualitas ASI tak dapat ditandingi oleh susu formula manapun.


Usai melahirkan, ibu harus makan ayam arak agar tubuhnya hangat dan ASI-nya banyak atau minum jamu-jamuan untuk kesegaran ibu.


Hal ini justru berbahaya karena sering berpengaruh terhadap kandungan nutrien ASI dan menyebabkan bayi kuning. Kandungan dalam ayam arak -mungkin araknya- dan jamu-jamuan, menurut observasi dokter dan para bidan, seringkali berkaitan dengan timbulnya kuning pada bayi, suatu keadaan yang secara medis disebut ikterus atau hiperbilirubinemia. "Bila kadar kuningnya tinggi, dapat membahayakan bayi karena, bahan kuning ini bukan hanya akan melekat di mata maupun kulit sehingga jadi kuning, tapi juga di sel-sel otak," terang Eric.


* MEMANDIKAN BAYI


Bayi harus dimandikan dengan air hangat agar tak masuk angin.


Memandikan bayi dengan air hangat tak perlu apabila bayi Anda normal, cukup bulan dan dalam keadaan sehat. Mandikanlah sehari dua kali, gunakan sabun bayi dan cuci rambut dengan sampo bayi. Perlakukan bayi sebagaimana layaknya Anda sebagai orang sehat mandi dan mencuci rambut.


"Mandi dengan air hangat tujuannya terutama agar bayi tak kedinginan atau hipotermi dalam bahasa kedokterannya. Tapi, sebagai bayi normal yang sehat, bayi Anda dapat beradaptasi dengan keadaan tersebut," terang Eric. Jadi, Bu-Pak, tak usah takut memandikan si kecil dengan air dingin selama kondisinya normal dan sehat serta dalam cuaca yang tak dingin.


Kepala tak boleh dibasahi saat bayi dimandikan.


Nasihat ini tentulah tak benar. Jika kepala bayi tak pernah dibasahi, kotoran di kepala jadi menumpuk dan bercampur dengan endapan lemak sehabis dilahirkan. Akibatnya, timbullah kerak kepala yang sering disebut sarapen atau dalam istilah medisnya, dermatitis seboroik.


Bayi tak boleh dimandikan jika tali pusatnya belum lepas.

Salah! Justru tali pusatnya harus dibersihkan, lalu dikeringkan dengan alkohol 70 persen.


* BEDAK DAN MINYAK-MINYAKAN


Kepala bayi perlu diberi pupur agar tak gampang pilek.


Tak ada hubungannya antara pilek dan diberi pupur. "Pilek lebih sering terjadi bila bayi tertular orang dewasa yang pilek dan mencium bayinya," urai Eric. Sebaliknya, pupur dapat menyebabkan banyak kerak di kepala dan merupakan media tumbuh kuman yang baik bila tak dibersihkan dengan baik.


Bayi harus dibedaki sesudah mandi agar tubuhnya harum. Sehabis BAK, selangkangannya dikeringkan dengan bedak. Begitu juga bila tubuhnya berkeringat, dikeringkan dengan bedak.


Sebaiknya bedak tak digunakan jika dimaksudkan untuk membuat tubuh bayi harum, mengeringkan keringat, bekas BAK atau sesudah cebok.


Di negeri tropis, bayi Anda memang akan cenderung lebih sering berkeringat. Campuran bedak dengan keringat, terang Eric, merupakan media yang baik untuk berkembang biaknya kuman di permukaan kulit, terutama di daerah tertutup dan lipatan leher, ketiak, atau selangkangan. Lagi pula campuran air dan bedak akan menutup pori-pori kulit bayi yang sangat halus dan menyumbat pernafasan kulit serta saluran kelenjar keringat, terutama bila diborehkan terlalu tebal. Hal ini menyebabkan lebih banyak keringet buntet dan ruam (kemerahan) di permukaan kulit.


Bedak hanya boleh dipakai untuk mencegah tergoresnya kulit kering. Akan tetapi, kulit kering jarang terjadi di negeri tropis karena udaranya cukup lembab sehingga kulit cenderung lebih basah; berbeda di negara empat musik yang kelembaban udaranya lebih rendah. Jikapun Anda ingin si kecil dipakaikan bedak, sebaiknya bubuhkan tipis-tipis di permukaan kulit, terutama bagian tubuh yang mudah tergores.


Bagaimana dengan minyak-minyakan dan baby oil?


Bahan minyak-minyakan, misalnya, minyak telon dan minyak kayu putih, sering diborehkan dengan alasan mencegah masuk angin dan menghangatkan tubuh bayi, terutama minyak kayu putih. Jadi, hal ini sering dipraktekkan.


Namun demikian, ingat Eric, pemakaiannya harus hati-hati. Soalnya, respons kulit bayi terhadap kandungan minyak telon dan minyak kayu putih berbeda-beda. Jika timbul kemerahan dan gejala iritasi (kulit kering seperti terbakar dan bersisik/beruntusan), sebaiknya pemakaian dihentikan.

Baby oil lebih parah lagi dalam menyumbat pori-pori kulit dan saluran kelenjar keringat karena partikelnya lebih besar dan lebih kental. Jadi, sebaiknya tak diberikan untuk kulit bayi Anda.


* MAKANAN


Bayi harus diberi pisang atau nasi kepal/ulek agar tak kelaparan.


Salah dan berbahaya! Sistem pencernaannya belum sanggup mencerna atau menghancurkan makanan tersebut. Dengan demikian, makanan tersebut akan mengendap di lambung dan menyumbat saluran pencernaan, sehingga akhirnya bayi jadi muntah. Itulah mengapa, sebelum usia 4 bulan, bayi belum boleh diberikan makanan tambahan. Jadi, Bu-Pak, tak usah takut si kecil akan kelaparan. Toh, di usia tersebut, makanannya memang cuma ASI dan ia pun boleh menyusu ASI sepuasnya kapanpun ia menginginkannya.


Bayi harus diberi susu lebih kental agar cepat gemuk.


Salah! Susu yang sangat kental juga tak dapat dicerna dan menyebabkan endapan susu di lambung sehingga bayi jadi muntah.


Bayi boleh diberi air tajin sebagai pengganti susu/pelarut susu.


Air tajin tak dapat menggantikan susu karena kandungan nutriennya kurang; juga, tak perlu dipakai sebagai pelarut bila pengenceran susu dengan air matang sudah sesuai petunjuk pelarutan yang diberikan pada setiap kemasan susu kaleng.


Susu kaleng perlu dicampur-campur (berbagai merek dagang) agar keunggulan masing-masing susu dapat dikonsumsi sekaligus oleh bayi.


Jangan termakan iklan, dong! Semua keunggulan yang diiklankan tersebut tak ada yang dapat menyaingi keunggulan ASI.


BILA BAYI PANAS


Baluri seluruh tubuhnya dengan bawang merah.


Bau, dong! Panas tak pernah turun karena bawangnya, tapi karena waktu memborehkan bawang, semua baju dibuka dan terjadi penguapan dari permukaan kulit yang basah. Itulah mengapa, praktek membungkus bayi rapat-rapat dengan beberapa lapis pakaian pada waktu bayi panas justru akan menyebabkan suhu tubuh semakin panas. Bila bayi panas, jangan membungkus bayi terlalu rapat atau dengan pakaian terlalu tebal.


"Malah lebih baik kalau semua pakaiannya dilepaskan, agar terjadi penguapan atau pelepasan panas dari tubuh bayi ke udara sekitar," tutur Eric. Bahkan, dikompres sambil telanjang pun boleh. Namun tentunya, sebelum itu si bayi sudah diberi obat penurun panas. Tak usah cemas bayi Anda akan semakin parah sakitnya. Kecuali, bila kemudian Anda tak membawanya ke dokter untuk mengatasi penyebabnya. Bukankah penyebabnya yang harus diatasi, karena penyebabnya inilah yang membuat si bayi menjadi panas.


Lepaskan semua pakaian bayi, lalu dekap di dada ibu/ayah yang tanpa busana pula. Dengan demikian bisa menurunkan panas.


Memang hal ini juga bisa dilakukan pada bayi yang mengalami panas untuk mengurangi panasnya. Tapi panas badan kita, kan, normalnya 37 derajat Celcius, sedangkan suhu udara jauh lebih rendah, sekitar 28-30 derajat Celcius. Jadi, penetralannya lebih baik ketimbang badan ibu/bapaknya.


* DIURUT


Bayi perlu diurut bila mengalami keseleo/kecengklak.


Dunia medis tak mengenal istilah keseleo/kecengklak. Mengurut bayi justru dapat menyebabkan cedera jaringan bila cara pijatan dan urutannya berlebihan, apalagi di tempat-tempat organ berbahaya semisal perut.


* TIDUR


Bayi tak boleh tidur ditengkurapkan karena susah bernafas.


Salah! Tidur tengkurap lebih nyaman buat bayi karena membuatnya lebih nyenyak dan tak rewel, serta membantu rekoil pernafasan dada lebih teratur. Sejak lahir pun, setiap saat diletakkan di tempat tidur, bayi boleh ditengkurapkan. Pengalaman menunjukkan, dengan sering ditengkurapkan, perkembangan motoriknya angkat kepala, tengkurap, bolak-balik, duduk, dan sebagainya- lebih baik.


Keberatan tidur tengkurap belakangan ini sering dikaitkan dengan tulisan mengenai SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) yang sering terjadi di negeri Barat karena bayi tidur di ranjang terpisah dari orang tua, kadang di kamar yang terpisah pula. Sedangkan di Indonesia, umumnya bayi tidur di samping orang tua dan jarang sekali ditinggal sendiri. Jadi, tak perlu takut dengan SIDS hanya karena menengkurapkan bayi.


* PERAWATAN UMUM


Bayi tak boleh didudukkan karena takut susah kencing.


Tidak benar! Jikapun nasihat ini diikuti, boleh saja; toh, tak akan merugikan bayi.


Bila bayi kembung, laburi perutnya dengan daun-daunan obat.


Justru berbahaya bila kulit bayi sangat sensitif karena menimbulkan iritasi. Bila bayi mengalami kembung, cukup ditengkurapkan; karena dalam posisi tersebut, bayi akan banyak mengeluarkan angin. Nanti kembungnya akan hilang sendiri.


Bayi perlu diberi penghitam mata di alis mata (sipat) agar matanya jernih.


Tak ada hubungannya antara mata jernih dengan pemberian penghitam mata. Jikapun ingin diberikan, boleh saja karena tak ada bahayanya bagi bayi.


Jika bayi sering belekan, baluri di atas alis matanya dengan kunyit yang sudah dihaluskan agar saat bangun tidur, tahi matanya keluar semua sehingga enggak belekan lagi.


Salah! Mata belekan disebabkan saluran mata -masing-masing di sudut mata dekat hidung- bayi masih terlalu halus (salurannya masih sempit sekali) sehingga bila ada kotoran atau partikel-partikel di sudut mata yang mau dibersihkan di saluran tersebut namun ukurannya lebih besar dari salurannya, maka mengumpullah kotorannya di sudut mata. Itulah yang disebut belekan. Untuk mengatasinya, lakukan pemijatan sesering mungkin pada masing-masing saluran mata.








   
21-11-2008 09:24:52 mata ke tengah
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10
Sekedar berbagi info ya Bunda ..................... STIMULASI MATA PENTING TAPI JANGAN BERLEBIHAN Penting, lo, menstimulir penglihatan bayi. Jadi, kalau ada gangguan, bisa segera diketahui serta ditangani. "was, nanti anakmu juling!" Itu kata orang tua zaman dulu jika melihat bayi dari posisi tertentu saja. Dari atas, misalnya. "Ah, itu tak benar sama sekali," sergah dr. Hadi Prakoso W, spesialis mata dari Jakarta Eye Centre. Mata juling, katanya, tak disebabkan stimulasi-stimulasi yang terjadi di masa bayi, "Tapi karena ada kerusakan pada bola mata. Baik sebelah maupun keduanya. Kerusakan inilah yang menghalangi cahaya masuk ke mata, sekaligus menghalangi diteruskannya cahaya masuk ke otak." Kelainan bisa terjadi karena kelainan pada kornea, lensa (katarak sejak lahir), retina, dan lainnya. "Kalau salah satu atau kedua mata rusak, muncul ketidakseimbangan dan gangguan yang disebut juling." Penyebab lain, kerusakan pada otot atau saraf yang menggerakkan otot mata. Alhasil, gerak bola mata jadi tak selaras. Bisa juga karena kerusakan pada sistem saraf pusat. "Gerakan mata, kan, dikoordinasi otak. Umumnya gerakan bola mata mulai selaras sejak bayi usia 1 bulan. Bila sampai usia 6-8 bulan tidak selaras, yang satu ke kiri lainnya ke kanan, berarti ada yang tidak beres." MAINAN DI ATAS BOKS Begitulah, juling karena bayi dilihat dari arah atas, tak benar adanya. Sebab, otot-otot bola mata sebenarnya sudah disiapkan untuk berputar ke arah mana saja, 360 derajat, atau sampai pada batas-batas tertentu yang tak mungkin bergerak melampaui batas itu. "Kalau mau merangsang penglihatan bayi agar ia bisa melihat dengan baik, gampang saja. Beri ia kesempatan melihat sekelilingnya dengan baik. Aktivitas penglihatan bayi tidak dihalangi, misalnya tidak diplester." Sebenarnya, lanjut Hadi, segala sesuatu yang dilihat bayi akan memberi rangsangan. Saraf penglihatan akan mendapat rangsang cahaya yang diperlukan untuk dapat melihat. Lalu rangsangan ini ditangkap oleh mata dan difokuskan pada retina atau saraf penglihatan yang kemudian menimbulkan reaksi kimia sehingga menjadi impuls-impuls listrik. "Impuls ini dilanjutkan diproses dan dibaca oleh otak," jelas Hadi. Begitu juga dengan mainan berputar yang ditaruh di atas boks bayi, boleh-boleh saja diberikan. Hanya saja, "Berikan saat matanya sudah bisa mengikuti arah benda. Jadi, jangan pada bayi baru lahir, yang umumnya masih memejamkan mata." STIMULASI MENYELURUH Yang jelas, menstimulir penglihatan bayi amat perlu. Apalagi hal ini berkaitan dengan kecerdasan. Jika ia bisa memperhatikan atau tertarik pada sesuatu, saraf-saraf di otaknya akan terangsang sehingga akan terbentuk koneksi antar sel-sel otak. Akhirnya, ia pun menerima image benda. "Jadi, meski bayi belum bisa membedakan bentuk bulat dengan panjang, misalnya, tapi dia bisa melihat ada sesuatu yang berbeda," terang psikolog Dra. Mayke S. Tedjasaputra. Ia juga mengingatkan, stimulasi jangan hanya terfokus pada penglihatannya saja. "Ajak dia berkomunikasi. Ini nantinya akan berpengaruh pula pada kemampuan bicaranya," lanjut psikolog Perkembangan Anak dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini. Dengan kata lain, stimulasi hendaknya berupa sebuah rangkaian, tak melulu indera penglihatan. Di masa inilah anak akan lebih banyak belajar mengenal dunianya, menerima informasi tentang benda yang ada di sekitarnya. Alhasil, anak jadi lebih aktif dan responsif. Selain itu, stimulasi penglihatan ini juga bisa berfungsi sebagai deteksi dini. Misalnya jika distimulasi tapi tak ada kontak mata atau si kecil tak merespons, berarti ada sesuatu yang tak beres pada dirinya. Entah itu autis atau memang ada gangguan penglihatan, juga gangguan lainnya. PERKEMBANGAN KEMATANGAN PENGLIHATAN Untuk menstimulir penglihatan bayi, harus disesuaikan dengan perkembangan kemampuan melihat si bayi. "Ini berhubungan dengan kematangan saraf penglihatan. Contohnya, bayi di bawah 1 bulan, sekitar 2 mingguan, penglihatannya masih kabur. Bayi perlu 2-3 kali menggerakkan posisi kepalanya untuk dapat melihat benda-benda dengan lebih jelas," terang Mayke. Menurut Hadi, memang mulanya bayi tidak bisa menangkap gambar dengan baik karena kemampuan mengirimkan cahaya dan menimbulkan sinyal-sinyal listrik belum bagus, meskipun sinyal-sinyal listrik oleh mata difokuskan dengan baik. Sebab itu, bayi baru lahir melihat sesuatu itu masih secara kasar, tidak detail. "Pada bulan pertama, bayi sudah mulai berkembang untuk mengikuti gerakan benda. Usia 1 bulan bayi bisa melihat bentuk huruf lebih jelas dengan ukuran yang cukup besar. Artinya, bukan mengenali huruf, tapi mengamati ada sesuatu yang menarik baginya," ujar Mayke. Menurut Hadi, baru di atas usia 2 bulan penglihatannya maju pesat. Sementara untuk melihat benda-benda dengan fokus yang baik, lanjut Hadi, diperlukan kerja sama otot-otot mata, dan ini baru dimungkinkan setelah usia bayi 4-5 bulan. Setelah 5 bulan, menurut Mayke, bayi baru bisa memfokuskan pandangannya pada suatu benda. Saat ini anak mulai mengenali gambar binatang, misalnya. Selain itu, karena saraf-saraf mata sudah berfungsi dengan baik, begitu juga otot-otot matanya, mereka juga mulai mengenal kedalaman. Jadi kalau di tempat tinggi mereka takut jatuh. Sedangkan, kata Hadi, anak bisa melihat dengan tajam seperti orang normal, baru sekitar usia 2-3 tahunan. Berdasar penelitian, lanjut Mayke, bayi justru lebih mudah menangkap bentuk-bentuk yang lengkung atau pola-pola geometris yang merupakan bentuk dasar daripada bentuk datar berupa garis-garis. Karena itulah, bayi bisa cepat melihat dan mengenali kontur wajah ibunya/manusia. Dengan demikian, saran Mayke, sebaiknya mulailah menstimulasi penglihatan bayi dari situ. Mainan pun, pilih yang bentuknya lengkung. Soal warna, hitam dan putih adalah warna yang mula-mula dilihat bayi cukup lama. Pada usia 2 bulan barulah ia bisa membedakan warna merah dan hijau. Usia 3 bulan bayi bisa membedakan warna merah, hijau, biru, dan kuning. Menurut penelitian, bayi lebih memilih warna merah dan biru. Mungkin karena warnanya yang menarik. Untuk mainan, bayi perlu mainan yang bergerak, berbunyi, berwarna cerah, dan menarik. Sebab, menurut penelitian, indera penglihatan adalah yang paling akhir berkembang dibanding pendengaran, penciuman, dan lainnya. Mainan untuk usia 2 bulan, mulai dengan warna cerah dan digabung dengan bunyi dan bergerak supaya semakin banyak indera yang terlibat. JANGAN BERLEBIHAN Kendati penting, saran Mayke, pemberian stimulasi penglihatan sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan. Artinya, tidak melulu harus memperhatikan mainan tertentu. Ada saatnya bayi bermain bersama ibu dengan digendong, ditimang, dan sebagainya. "Jadi, tidak terfokus pada satu kegiatan yang membuat anak jadi bosan dan pengetahuannya terbatas." Jangan sampai juga saking ingin anaknya pintar, orang tua menempelkan banyak gambar dan diajarkan mengenali bentuk huruf, binatang, dan buah-buahan. "Sebaiknya, perkenalkan gambar satu per satu. Yang tak kalah penting, tetap beri perhatian anak. Jangan hanya satu aspek kognisi saja yang ditekankan, harus juga dilihat dari segi sosialisasinya dengan orang lain dan juga segi emosinya." Mata juling, sudah bisa diketahui orang tua setelah bayi berusia sebulan. Pada umumnya, ketika lahir mata bayi memang terlihat seperti juling. Namun pada akhir bulan, mata ini sudah dapat terkoreksi dengan baik. Itulah mengapa, setelah usia sebulan dapat terlihat apakah mata bayi juling atau tidak. Jadi, jangan buru-buru panik dan cemas bayi akan bermata juling selamanya, ya, Bu-Pak? Kalaupun terus berlanjut juling, orang tua juga tak perlu terlalu khawatir karena bisa disembuhkan dengan jalan operasi. Dalam dunia kedokteran, mata juling bukan suatu hal yang sulit karena hanya permainan posisi bola mata. Ibaratnya, bila otot yang satu kepanjangan dan satu kependekan, maka tingal mengatur agar posisinya bisa sama. .........
   


20-02-2008 12:39:57 Kepala Gepeng Bisa dicegah
Jumlah Posts : 130
Jumlah di-Like : 1
Kepala Gepeng, Bisa Dicegah?

22-Agustus-2007

Oleh: Dr. Angela Tulaar, SPRM

Waduh, bayi cantik anda kepalanya terlihat gepeng di belakang, miring lagi. Jangan takut. Sebenarnya hal ini bisa di cegah, bahkan bila sudah terjadi dapat diiperbaiki dengan usaha sederhana. Tanyakan pada dokter anak anda.



Penelitian terbaru di New Zealand terhadap 200 bayi baru lahir melaporkan bahwa kepala gepeng ditemukan pada 16% bayi berumur 6 minggu, 19.7% pada 4 bulan, 9.2% pada 8 bulan, 6.8% pada 12 bulan, dan 3.3% pada 2 tahun. Artinya, kepala gepeng mulai terlihat antara umur 6 minggu sampai 8 bulan, jarang sekali sesudahnya. Kemudian membaik pada umur 1 tahun dan hanya sedikit yang masih menunjukkan kepala gepeng pada umur 2 tahun.



Apa penyebabnya?

Bila saat lahir sudah terlihat gepeng, penyebabnya adalah tekanan selama dalam kandungan. Saat persalinan juga berisiko misalnya kurang bulan, posisi kepala waktu persalinan tidak tepat, persalinan yang lama, dan persalinan yang sulit apalagi dengan bantuan alat misalnya forseps dan vakum. Namun sebenarnya faktor yang paling berperan adalah faktor sejak anak lahir, yaitu anak yang mempunyai leher agak kaku sejak lahir, tidur terlentang terus tanpa ada waktu tengkurap, dan selalu menoleh ke satu sisi. Demikian juga anak mengalami keterlambatan perkembangan motorik dengan badan yang lemas akan mempunyai risiko lebih besar untuk mempunyai kepala yang gepeng.

Pencegahan



* Saat ini bayi memang dianjurkan tidur terlentang karena kekuatiran terhadap risiko sudden infant death syndrome. Saat terlentang, rubah posisi kepala agak menoleh ke kanan dan kiri. Bila sudah keburu gepeng, letakkan kepala pada bagian yang membulat.

* Terlentang sepanjang waktu tentunya kurang menyenangkan. Lakukan tummy time alias ‘waktunya tengkurap.’ Ditengkurapkan 5 menit sehari pada umur 6 minggu sudah dapat mencegah terjadinya kepala gepeng. Apalagi kalau lebih lama. Tengkurap juga menyebabkan otot leher menjadi lebih kuat sehingga anak cepat dapat menolehkan kepalanya ke kiri dan kanan. Jangan biarkan bayi tengkurap tanpa pengawasan, karena sangat berisiko bila jalan nafasnya terhambat.

* Ada bayi yang selalu menoleh ke satu sisi. Perhatikan apakah karena lehernya kaku? Biasanya dokter akan memeriksa dengan memutar kepalanya ka kanan dan kiri perlahan-lahan untuk merasakan apakah putaran ke satu sisi lebih berat dari ke sisi lain. Bila memang kaku, perlu latihan. Latihan pelenturan leher bisa dilakukan tiap kali habis mengganti popoknya, 3 ulangan setiap kali. Caranya, letakkan satu telapak tangan anda di dada, dan putar kepala bayi dengan tangan satunya sampai dagu menyentuh bahu. Tahan pada posisi ini 10 hitungan, kemudian kembalikan ke posisi semula. Lalu miringkan kepala sehingga telinga menyentuh bahu. Tahan selama 10 hitungan, kembalikan lagi. Lakukan ke arah sebelah lagi.

* Ada pula bayi yang selalu menoleh ke satu sisi karena ada benda yang menarik perhatiannya. Coba pindahkan benda tersebut, atau putar posisi tidur bayi. Pada usia itu, bayi biasanya sudah "melek" dan mulai tertarik dengan warna atau bunyi. Trik ‘mengalihkan perhatian’ agar kepala miring ke bagian yang tidak datar bisa dilakukan.

* “Pakai bantal bolong dong,” nasihat dari oma untuk mencegah kepala jadi gepeng. Sayangnya belum ada penelitian khusus mengenai keberhasilan bantal bulat ini.



Rujukan

Pemeriksaan dan latihan sebaiknya diajarkan dan dipantau oleh ahli rehabilitasi medis. Bila dalam 2-3 bulan tidak terlihat hasilnya, harus dirujuk ke dokter bedah saraf anak, yang mungkin akan menganjurkan penggunaan helm khusus atau operasi. Helm khusus untuk merubah bentuk kepala disebut skull molding helmet. Pemakaian helm hanya efektif pada bayi berumur 4 sampai 12 bulan. Namun hasilnya belum tentu lebih baik dari usaha pencegahan.



Operasi adalah jalan terakhir untuk mengatasi kepala gepeng, terutama bila kepala gepeng terjadi karena tulang kepala tertentu menutup terlalu cepat.

Referensi



* American Academy of Pediatrics. Prevention and Management of Positional Skull Deformities in Infants. Pediatrics 2003;112:199-202.

* Hutchison BL, Thompson JMD, Mitchell EA Determinants of Nonsynostotic Plagiocephaly: A Case-Control Study. Pediatrics 2003;112:e316–e322.

* Hutchison BL, Hutchison LAD, Thompson JMD, Mitchell EA. Plagiocephaly and Brachycephaly in the First Two Years of Life: A Prospective Cohort Study Pediatrics 2004;114:970–80.
   
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
Alhamdulillah akhirnya bisa bergabung di sini. Ada yang ingin sy tanyakan. Sy ibu baru.Bayi saya berusia 45 hari dan konsumsi asi dan sufor. Sejak lahir ketika mau q kentut bayi sy molet2 dulu sampe muka merah terus kentut keras. Malahan kalo mau beol ngeden2 dulu sambil nangis kenceng. Kalo fesesnya udah keluar baru diem. Fesesny normal warna kuning kyk bubur kayak ada biji cabenya. Kalo pas lg tidur enak2 terus tiba2 kebangun krn molet2 mau kentut terus nangis. Ada uh bilang suruh ngencerin. Sdh sy lakukan yo tetep aj g ad perubahan. Gak tega bgt kl dy mau beol terus nangis sampe suaranya serak.😂Anak sy sakit apa ya? Mohon pencerahannya, trimakasih
   


Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
Alhamdulillah akhirnya bisa bergabung di sini. Ada yang ingin sy tanyakan. Sy ibu baru.Bayi saya berusia 45 hari dan konsumsi asi dan sufor. Sejak lahir ketika mau kentut bayi sy molet2 dulu sampe muka merah terus kentut keras. Malahan kalo mau beol ngeden2 dulu sambil nangis kenceng. Kalo fesesnya udah keluar baru diem. Fesesny normal warna kuning kyk bubur kayak ada biji cabenya. Kalo pas lg tidur enak2 terus tiba2 kebangun krn molet2 mau kentut terus nangis. Ada uh bilang suruh ngencerin. Sdh sy lakukan yo tetep aj g ad perubahan. Gak tega bgt kl dy mau beol terus nangis sampe suaranya serak.😂Anak sy sakit apa ya? Mungkin ada yang punya pengalaman yg sama .Mohon pencerahannya, trimakasih
   
Jumlah Posts : 79
Jumlah di-Like : belum ada like
mending dihindari sj.membunuh ssma mhluk Tuhan slm hamil, slgi bs di usir/dibuang kluar rmh knp tdk? dlu ad tmn sy wkt ibunya hamilkan dia ayhnya ign membunuh tikus, dg alsn mengganggu n jijik, tpi tdk smpt terbunuh mlah kena kupingny sj, saat tmn sy itu lahir ad yg aneh pd kupingnya, kupingnya besar sebelah n sebalahnya lgi kecil.. enth itu kbtulan/mmg karma?? kt tdk tw jdi mending hindari sj hal2 yg tdk d izinkan smsa hamil..
   
Jumlah Posts : 11
Jumlah di-Like : belum ada like

2.Penyakit mata bufthalmus
Penyakit ini tergolong penyakit mata dengan tekanan bola mata yang meninggi sejak lahir, akibat tekanan bola mata yang meninggi, ukuran bola mata bayi sangat besar. Keadaan ini mengganggu kornea mata.

Penderita takut melihat cahaya, timbul gangguan kelopak mata, kornes membengkak, dan warna kornea menjadi keruh. Untuk mengurangi bendungan cairan bola mata, yang membuat tekanan bola mata yang meninggi dilakukan operasi sayatan (goniotomy) sesegera mungkin agar perkembangan mata dan ketajaman penglihatan anak tidak sampai terganggu.

   
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
ya bunda salma....debay aq ndut. lahirnya emg udh besar 4,5kg cesar. sufor krn asi nya sdikittt keluarnya. enfamil ha sejak lahir. bab skrg teratur 1x shari. tp kdg2 suka keras sampe nangis ngeden nya. asi tetep diksh walopun sdkit.... utk penghantar tidur debay aja paling.
   
30-08-2013 16:36:44 kepala bayi peyang
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
maaf dok, saya mau tanya..anak saya berusia 3 bulan, karena sejak lahir saya hanya bisa menyusui dengan 1 payudara akibatnya kini kepala sebelah kanan bayi saya rata, pitak belum ditumbuhi rambut padahal bagian yg lainnya sudah, lalu wajahnya menjadi tidak simetris, mata, telinga, dan pipi sebelah kiri tampak lebih kecil dari yang kanan..apa saya masih bisa memperbaikinya? apa wajahnya bisa kembali simetris? apa anak saya perlu diterapi? jika saya harus membawanya ke dokter, dokter dgn spesialisasi apa yg sesuai dengan masalah anak saya tsb? trima kasih sebelumnya (lia/bandung)

Dari : Zulfa Aulia Djufry

Jawaban:

Dear Bunda,
Posisi tidur pada bayi mungkin akan sangat mempengaruhi terganggunya pertumbuhan rambut karena pada area yang terjadi penekanan dalam waktu lama, untuk hal tidak simetrisnya bentuk wajah dan organ lainnya, menurut saya butuh pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah hal ini dipengaruhi oleh posisi tidur si bayi atau tidak. sebaiknya Bunda mengatur sedemikian rupa agar sang Bayi berubah-ubah posisi tidak hanya menekan pada satu sisi dalam waktu yang lama dan berulang-ulang. Bunda dapat memeriksakan kondisi bayi Anda pada dokter umum ditempat Bunda berada, bila memerlukan rujukan maka akan di rujuk kepada dokter spesialis yang tepat. Demikian jawaban saya, semoga dapat membantu Bunda.
   
04-12-2010 11:46:54 ngobrol yuu
Jumlah Posts : 273
Jumlah di-Like : 6
hi para bunda..

ngobrol tentang perkembangan bayi yuuu, sejak lahir hingga usia sudah besar, jadi bisa berbagi pengalaman..

   
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Selamat Siang.
Saya mau bertanya tentang anak saya..Anak saya perempuan, saat ini sdh berumur 2th 1bln, berat sekitar 11kg.
Yang jadi pertanyaan, kenapa sampai umur 2th gigi anak saya belum tumbuh semua,hanya gigi seri bagan bawah 4 biji, gigi geraham pertama bawah dan atas, gigi taring. Sedang gigi seri bagian atas belum tumbuh..
Anak saya sejak lahir tidak minum ASI, hanya susu botol dengan merek LACTOGEN. sejak umur setahun saya sering memberi makanan dan minuman suplemen yg banyak di jual di pasaran seperti Curcuma Plus, Cerebrofort, dll.
Apakah gigi anak saya nanti bisa tumbuh lengkap..??
Apa yang harus kami lakukan agar gigi anak kamai tumbuh lengkap secepatnya..

Terimakasih atas tanggapan dan perhatian nya..

Salam
Eddy
no telp: 085246298025

Dari : Pangian dyra fitzah raihanah

Jawaban:

Dear Bunda,
Pada beberapa anak, mengalami pertumbuhan gigi lebih lambat pada anak lain pada umumnya dianggap wajar. Apabila anak Anda sudah mengalami erupsi (tumbuh gigi) pada umur ini menandakan bahwa benih gigi sudah ada. Pertumbuhan gigi tidak dipengaruhi oleh konsumsi gizi anak Anda, gigi akan tumbuh pada waktunya ketika ia telah siap untuk tumbuh. Saran saya kunjungi dokter gigi Anda untuk dilakukan check up lebih lanjut, jangan terlalu dikhawatirkan mengenai hal ini. Demikian jawaban saya.
   
Jumlah Posts : 149
Jumlah di-Like : belum ada like
Teman2 sesama Bunda,

Mau sharing, topik ini pernah saya bagikan di forum tetangga...
Teman-teman, kemarin saya hadir di seminar tentang cara mendidik anak dengan hati. Saya bagikan oleh-olehnya dari keranjang pertama saya

Apa yang saya dapat kemarin semakin memantapkan saya untuk menekuni cara berpenghasilan dari rumah agar lebih dapat mengatur waktu dan memegang kendali dalam mendidik anak di rumah. Tangkap oleh-olehnya, ya...hupssss:

Ada suatu hasil survei mengenai kebiasaan anak-anak di kota besar yang ayah dan ibunya bekerja di luar rumah selama minimal 5 hari seminggu x minimal 8 jam sehari di kantor x minimal 2 jam sehari di perjalanan pp. Hasil surveinya adalah sbb:

Anak-anak tanpa pengawasan langsung orang tuanya ini ternyata telah menghabiskan waktu rata-rata 5.000 jam di depan televisi sejak lahir sampai mereka meraih gelar diploma. Bahkan yang lebih mengejutkan adalah, waktu di depan televisi ini lebih lama daripada waktu yang mereka pakai untuk belajar secara formal di sekolah sampai mereka meraih gelar diploma.

Wow, teman-teman dapat membayangkankah tentang mutu tayangan media telivisi saat ini dan dampaknya bagi anak-anak? Scr global, bukankah ini yang disajikan: mertua vs menantu, anak vs ibunya sendiri, gaya pacaran ABG saat ini, kisah-kisah selingkuh . Memprihatinkah, lho...karena apa yang mereka tonton di usia emas akan tersimpan di memori selamanya dan akan menjadi model/contoh yang dapat dengan mudah mereka tirukan.

Fakta hasil survei ini dipaparkan kembali agar apapun saat ini yang kita lakukan melalui pekerjaan, melalui bisnis, melalui berbagai profesi lainnya, adalah bijaksana untuk kita bersama bercermin pada kata bijak berikut:

Spent our today's time for our children in order not to loose them in the future.

Sebagai catatan: Usia 0-6 tahun adalah usia emas bagi anak untuk pembentukan disiplin dan kecerdasan emosinya. Ternyata, menurut survei dari David Goleman, seorang psikolog dan penulis di The New York Times, kesuksesan seseorang itu porsi terbesarnya yaitu 80%, ditentukan oleh kecerdasan emosionalnya (EQ), dan sebanyak 20% ditentukan oleh IQ.

Pertanyaannya, siapakah yang akan berperan penuh dalam proses pendampingan anak-anak dalam melewati usia emas yang menentukan kesuksesan mereka di masa depan? Jika kita sebagai para Bunda tidak rela ketika perhiasan emas kita jatuh di jalan dan hilang, terlebih lagi kita tidak akan rela usia emas anak terhilang dari genggaman karena kita tidak punya cukup waktu untuk sang buah hati.

Semoga oleh-oleh saya membawa manfaat, ya.

Cheers,

Talia
Klik Aja di Sini: Solusi bagi Dilema Bunda: Antara Karir dan Si Kecil
   
05-08-2010 11:53:19 Payudara besar sebelah
Jumlah Posts : 651
Jumlah di-Like : 3
saya punya masalah yang sama, payudara besar sebelah. hal ini sudah berlangsung lama, sejak sebelum menikah. walopun bedanya tidak ekstrim, tapi aneh juga. kira2 penyebab perbedaan ukuran payudara tuh apa dan bagaimana cara menanggulanginya.

terima kasih
   
22-07-2009 13:58:41 Merah di kening sejak lahir
Jumlah Posts : 7
Jumlah di-Like : belum ada like
Hiii bunda bantu aku donk... aku baru aja jadi ibu,,, sejak lahir baby ku ada tanda merah di keningnya...baby ku perempuan kini usianya 2 bulan dengan berat 6,1kg... tolong aku bun gimana ngilanginnya yah...aku kuatir akan terus tumbuh hingga iya besar nanti