SITE STATUS
Jumlah Member :
492.784 member
user online :
1125 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: anak minum likurmin

New Topic :  
22-07-2017 16:29:14 BAB bayi 2 bulan
Jumlah Posts : 18
Jumlah di-Like : belum ada like
kalo anak minum asi itu normal bund... anak sy juga gitu... gak rewel... asi kan cepat di cerna tubuh...
   


17-11-2015 14:19:57 solusi cepat hamil
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
saya sudah 9 bln menikah, tpi blm hamil jg. pd 5 bln awal menikah saya minum pil KB. apa bnr y kl blm prnh punya anak minum pil KB , setelah berhenti minum jd susah hamil ?
   
Jumlah Posts : 23
Jumlah di-Like : belum ada like
iya....setuju bunda2...gk ad perbedaan signifikan dr anak asi n sufor... n jgn suka beda2in dech dgn pertanyaan "kamu asi atau sufor?" seolah2 ada yg slh klo anak minum sufor...siapa sich yg gk mau ksh asi ke anak sendiri..itu kan memang hak nya anak...tp klo memang ud usaha ini itu n asi tetap gk klr..emangnya salah bundanya? intinya asi maupun sufor...sebagai bunda kita pasti mau ksh yg terbaik buat buah hati kita... pinter n gk nya anak bukan krn minum sufor atau pun asi..tp dr cara kita melatih...mengajarkan motorik halus n kasar si anak...
   


18-09-2015 13:49:05 Hamil anak kedua
Jumlah Posts : 326
Jumlah di-Like : belum ada like

 WEANING WITH LOVE (WWL): Menyapih Dengan Cinta

Bunda si kecil sudah 2 tahun ya, aduh sudah saatnya disapih nih, bisa gak ya??

Menyusui merupakan kedekatan yang sangat intens antara ibu dan bayinya. Sehingga saat harus melalui proses menyapih, seringkali ibu merasa tak tega untuk melakukannya. Demikian pula bagi si bayi, yang juga tak rela berpisah dari ibunya. Akibatnya, proses yang sebenarnya alamiah ini, maju mundur bahkan menimbulkan masalah yang bisa menjadi momok bagi ibu dan anak.

Kapan waktu yang tepat untuk menyapih?

Menentukan kapan anak perlu disapih, terkadang bukan keputusan mudah. Walau memang sudah masanya, terkadang justru bunda belum siap untuk menyapih.

Berikut yang perlu kita perhatikan:

1. Ibu ingin menyapih, anak belum siap. Alasan ibu ingin menyapih, karena tidak menikmati kegiatan menyusui, kelelahan atau sibuk bekerja.

Saran ahli:

  • Jika anak masih di rentang usia menyusui, pikirkan kembali apakah ia perlu disapih? Bila alasannya tidak mendesak, tunda dulu niat menyapih.
  • Bila kurang menikmati kegiatan menyusui, atasi pencetus masalahnya. Semisal, bila puting ibu sakit, atasi dengan cara menyusui yang benar.

Bila menyusui terasa membosankan, ubah jadi menyenangkan sambil mendengarkan musik

2. Anak ingin disapih, ibu belum siap. Anak tidak tertarik lagi minum ASI dari payudara dan ingin minum dari cangkir. Padahal ibu masih ingin menyusui dan ASI banyak.

Saran ahli:

  • Tunda penyapihan dengan menciptakan suasana menyusui yang tenang, jauh dari rangsangan yang bisa membuyarkan konsentrasi anak
  • Jika anak sudah bisa diajak komunikasi, beri pengertian manfaat ASI dengan bahasa yang sederhana
  • Bila anak ingin tetap disapih, berpikir positif dan jangan sedih atau kecewa karena bisa mengganggu kerja hormon prolaktin dan oksitosin sehingga bisa menghambat produksi ASI.
  • Karena inisiatif datang dari anak, biasanya proses menyapih menjadi lebih mudah. Tetap berikan ASI, namun melalui cangkir

3. Ibu dan anak sama-sama tidak siap. Anjuran menyapih dari pihak luar, bukan kehendak ibu ataupun anak. Misalnya, lingkungan menganggap anak sudah besar sehingga perlu disapih.

Saran ahli:

  • Pemberian ASI dianjurkan hingga anak usia 2 tahun. Tapi jika ibu dan anak masih nyaman, boleh terus dilanjutkan. Kekurangannya, anak bisa menjadi manja, kurang mandiri, tergantung pada ibu dan jadi bahan ejekan.
  • Pada kasus ibuhamil lagi, keputusan menyapih atau tidak tergantung pada kesehatan kandungan

4. Penyapihan sementara. Bisa dialami bunda yang mendapat tugas sehingga harus meninggalkan anak. Atau bunda harus minum obat sehingga ASI "tercemar" dan tidak boleh diminumkan bayi

Saran ahli:

  • Bila bepergian lama, lakukan penyapihan sementara, setelah itu relaktasi. Selama bunda pergi anak minum ASI dari cangkir. Begitu bunda kembali, anak menyusu lagi dari payudara.
  • Jika menjalani pengobatan, ASI tetap diperah namun dibuang hanya untuk menjaga produksinya. Setelah pengobatan selesai, lakukan relaktasi.

Bagaimana tips menyapih dengan cinta?

Mestinya selama proses penyapihan itu tidak perlu terjadi saling menekan antara ibu dan anak karena proses tersebut alami. Menyapih bukan proses pemisahan hubungan antara ibu dan anak, baik secara fisik maupun emosi. Menyapih adalah bagian dari fase perkembangan yang harus dijalani oleh anak. Justru karena cinta Anda, anak harus melewati fase perkembangan ini untuk menghadapi fase perkembangan selanjutnya.

Tapi perlu diingat sebisa mungkin hindari menyapih anak dengan membohonginya. Kalau ada anjuran, olesi saja daerah areola Anda dengan buah mengkudu atau obat merah agar bayi tak ingin menyusu, abaikan saran ini. Menyapih anak dengan cara ini sama dengan melakukan kekerasan padanya. Anda mengambil paksa 'kepemilikannya', yang dapat menimbulkan luka batin.

Kerelaan Anda dan si bayi untuk mengakhiri kegiatan menyusu adalah kunci utama dari menyapih dengan cinta atau weaning with love. Lakukan sepenuh cinta dengan langkah-langkah ini:

  1. Kurangi frekuensi menyusui secara bertahap dimulai pada siang hari. Sebab pada saat inilah waktu yang tepat untuk mengenalkan dia pada sesuatu yang baru, seperti rasa, bentuk dan tekstur pada makanan pendamping ASI (MP-ASI).
  2. Tidur terpisah. Balita mau tak mau belajar menahan diri untuk tidak menyusu di malan hari. Dalam hal ini perlu kerja sama ayah seperti menemani tidur, agar balita tidak rewel ketika pisah dengan ibunya.
  3. Tambah pemberian MP-ASI sebanyak 3-4 kali sehari untuk mengurangi pemberian ASI pada siang hari.
  4. Tetapkan tempat menyusui hanya pada satu tempat, misalnya di kamar. Gunanya agar si kecil tidak meminta susu di sembarang tempat sekaligus mengajaknya untuk belajar mengenal aturan.
  5. Tunjukkan perhatian dan kasih sayang selama proses menyapih, misalnya mendekap, mengusap atau mencium agar anak tahu bahwa Anda tetap menyayangi dia meski Anda sudah tidak menyusuinya lagi.
  6. Ajak bicara. Sekalipun masih kecil, sedikit-sedikit balita bisa mengerti maksud kita, asalkan dijelaskan dengan bahasa sederhana dan lemah lembut
  7. Bulatkan tekad. Artinya Anda benar-benar siap untuk melepaskan aktivitas ini. Bila Anda ragu-ragu, Anda akan kesulitan sendiri. Keraguan Anda terbaca oleh anak. Alhasil, anak pun tidak rela disapih.
  8. Sapih anak saat ia dalam keadaan sehat, karena dalam keadaan sakit ia akan semakin butuh kelekatan dengan Anda.  
  9. Libatkan suami sebagai orang yang mampu menghibur dan mengalihkan perhatian anak ketika rewel minta ASI.
  10. Berikan penjelasan pada anak mengapa ia harus disapih. Misalnya, “Ayo, kamu sudah besar, sudah tidak perlu lagi menyusu bunda. Makan kue saja yuk. Atau minum susu di cangkir?” Lakukan dengan sabar, lembut dan cinta Anda. Jangan pernah bosan untuk memberikan alasan padanya.
  11. Ganti aktivitas menyusu dengan membaca buku atau mendongeng sebelum tidur. Aktivitas ini tidak jauh berbeda saat Anda menyusuinya bukan?

Ada aturannya? Pernyataan WHO dan UNICEF di Geneva pada tahun 2001, “Tidak ada keharusan anak disapih pada usia 2 tahun. Benar bila ibu menyusui bayi secara eksklusif di enam bulan pertama kehidupannya. Kemudian ASI dapat dilanjutkan secara bersamaan dengan MP-ASI hingga anak berusia 2 tahun. Tapi tidak ada keharusan kapan harus menyapih.” Penelitian Dewey KG, Pediatric Clinics of North American, tahun 2001, ASI masih boleh diberikan pada anak usia 2 tahun karena masih mengandung: 43% protein, 36% kalsium, 75% vitamin A, dan 60% vitamin C. 

Saat proses penyapihan terjadi, sebenarnya anak sedang berada pada fase alami untuk:

  • Belajar mengenal aneka ragam rasa dan tekstur makanan.
  • Latihan mengunyah makanan padat karena gigi dan rahangnya 'diuji' agar dapat berkembang secara optimal.
  • Latihan kemandirian, sebab anak tidak harus bergantung lagi pada ASI setiap ia merasa lapar atau haus. Dia sudah bisa menikmati makanan padatnya.
  • Latihan percaya pada orang lain dalam pemenuhan kebutuhannya. Saat ini Anda bukanlah satu-satunya orang yang bisa memenuhi kebutuhannya. Selain itu anak juga sedang berlatih untuk beradaptasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Bagaimana jika anak tidak mau disapih?

Bagi anak, menyusu bukan sekadar kegiatan yang mengenyangkan perut. Menyusu juga memenuhi kebutuhan emosi anak. Berhenti menyusu bisa jadi masalah jika anak tidak siap untuk disapih dengan alasan:

  1. Tidak mau kehilangan kedekatan bersama ibu. Dia sudah mengerti kalau dia bisa memiliki perhatian dan waktu Anda seluruhnya hanya saat menyusu.
  2. Menikmati kontak kulit. Lewat sentuhan dan pelukan, dia merasa dicintai.
  3. Memberi ketenangan. Bagi balita Anda yang selalu aktif, saat menyusu adalah waktu dimana dia bisa tenang di tengah rasa ingin tahunya yang tinggi.
  4. Memberi kenikmatan oral dan bonusnya dia bisa mendapat susu.

Apa yang sebaiknya Anda lakukan? Upayakanlah agar anak berhenti menyusu tanpa membahayakan perkembangan fisik dan emosinya.  Kuncinya mudah saja, beri anak hubungan dekat dan rasa cinta yang sama seperti pertama kali Anda menyusui dirinya.

Ini kiatnya! Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua ketika anak menolak untuk disapih:

1. Jelaskan alasan Anda menyapihnya. Biasanya strategi yang Anda gunakan ketika ingin menyapih anak adalah dengan menjauhi anak. Namun pesan yang sampai pada anak berbeda, dia justru merasa Anda tidak ingin bersamanya lagi. Untuk menhindari hal ini, anak perlu penjelasan dan anak usia 2 tahun  sudah bisa mendengarkan dan memahami penjelasan Anda.

2. Alihkan perhatiannya. Anak  tidak bisa berhenti memikirkan tentang menyusu kecuali kesempatan tersebut muncul. Anda adalah orang yang bisa tahu kapan anak ingin menyusu pada Anda. Setiap kali dia mendekati Anda untuk meminta menyusu, segera ajak dia bermain atau melakukan kegiatan menyenangkan yang bisa membuat dia lupa tujuan awalnya mendekati Anda.

3. Tinggalkan kebiasaan saat menyusui. Bila Anda terbiasa menyusui dia sebelum tidur ganti ritual tersebut dengan membacakan dia dongeng. Jika Anda punya sudut favorit untuk menyusui anak, misalnya di sofa kamar, hindari duduk di sofa tersebut di jam-jam di mana Anda biasa menyusui anak.

4. Siap dengan camilan sehat pengganti ASI. Jika Anda ingin menyapih anak, pastikan Anda sudah menyediakan  camilan lezat dan sehat yang bisa memuaskan rasa laparnya.

5. Beri waktu. Anda tidak bisa langsung berhenti menyusuinya seketika. Lakukan secara perlahan-lahan karena jika tidak Anda justru bisa membuat anak mengalami kecemasan saat berpisah. Biasanya anak lebih mudah untuk mengurangi menyusu pada Anda, bila dia masih bisa mendapat jaminan di waktu menyusu favoritnya, misalnya pagi hari atau malam hari sebelum tidur.

Yuk tunjukkan kasih sayang kita kepada anak, sapihlah dengan cinta dan antar anak ke gerbang masa depan gemilangnya dengan cinta.

   
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
Assalamualaikum bunda..
Anak sy usia 4 tahun masih minum susu di botol. Apalagi kalau mau tidur, harus minum susu di botol.. susah buat dihentikan. share dong bunda tentang cara menghentikan kebiasaan anak minum susu d botol.. :)
   


01-07-2014 19:37:50 cara menyapih baby
Jumlah Posts : 14
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda2.... kasi tips dong pinin ngajarin anak minum sufor alna kalo asip perah dapatnya dikit bangt.trus kalo d tinggal kerja cuma minum air putih aja. makasi tipsnya. oya dot yg bagus merk apa ya? n sufor bagus yg mana ya????
   
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Dok, anak saya baru 10bln, sudah seminggu ini tidurnya selalu resah karna batuk yg terus menerus.. lalu saya berikan obat batuk bayi berharap besok sudah mereda, malam kedua batuknya kambuh disertai muntah2 & badan panas,esok pagi sy ke dr spec. Anak & diberi obat & menganjurkan segera rongent stlh sembuh krn ada indikasi flek, malam harinya kambuh kembali dgn kejadian yg sma, krn ga tega melihat bdnnya lemas, saya pergi ke ugd agar di cek kondisinya apakah dia terkena asma, stlh dicek tdk ada indikasi asma & kami pulang kembali, esok pagi saya periksa ke spec. Anak dengan dr yg berbeda(dr pertama tdk praktek) dan diberi tindakan mantub & uap serta agar segera dirongent krn menuju flek, malam ke 4 kambuh kembali dgn ciri2 sama, ada yg menganjurkan bawa ke spec. Paru krn anaknya pernah mengalaminya, divonis flek oleh spec. Anak (minum obat 6 bln+3bln) krn merasa tdk ada perubahan dia konsul ke spec.paru dan penyakitnya asma bkn flek & dia dimarahi krn tubuh anaknya kurus & pendek, sore sy ke spec. Paru dan benar anak sy divonis asma alergi & hasil mantub negatif serta diberi obat asma, malam ke 5 kondisi anak sy lbh baikan dibanding mlm2 sbelumnya, esok paginya anak sy kambuh lg batuk2 disertai muntah, kmudian sy bawa ke dr sub Spec paru anak dan dia menjelaskan anak sy gejala asma hindari sgala pemicu asma& disarankan agar tdk perlu rongent krn percuma pasti hasilnya tb / flek & diberi obat serta hrs di uap, tp sampai saat ini blom ada perkembangan yg berarti krna batuk&muntah masih sering.
pertanyaan saya:
1. Anak sy asma / flek
2. Knapa diagnosa spec.anak & spec.paru berbeda serta anjuran rongent
3. Apa yg hrs sy lakukan bila anak saya batuk2 trus dan disetai muntah
4. Apakah penggunaan obat terus menerus dpt mempengaruhi tumbuh kembang anak
Saya berharap ada solusi terbaik dari doter, karna saya bingung krn anak blom sembuh, terima kasih.

Dari : mira damayanti

Jawaban:

Dear Bunda,





















































































Untuk mendiagnosa adanya TB paru pada anak terdapat standart operasional tersendiri. Kebijakan mendiagnosa suatu penyakit dapat saja memiliki perbedaan metode di antara suatu daerah dengan daerah lainnya, di antara negara satu dengan negara lainnya, demikian pula di antara satu dokter dengan dokter lainnya. Namun, secara garis besar, metode untuk mendiagnosa suatu penyakit akan dilakukan berdasarkan etika dan guideline yang secara umum dan luastelah  disepakati. Menurut anjuran dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, dalam mendiagnosa TB paru pada anak adalah sebagai berikut: 









































































































































































































































































     
  1.  



  2. Diagnosis tuberkulosis (TB) pada anak didasarkan pada:














       
    •  



    • Bukti atau kecurigaan adanya kontak dengan sumber infeksi TB, biasanya pasien TB dewasa dengan hasil basil tahan asam (BTA) positif.





















    •  
    •  



    • Gejala dan tanda klinis sugestif TB, termasuk penilaian seksama terhadap kurva tumbuh kembang anak.





















    •  
    •  



    • Uji tuberkulin positif.





















    •  
    •  



    • Gambaran radiologis sugestif ke arah TB.





























    •  
    •  



    •  













    •  
    •  





    •  






















  3.  
  4.  



  5. Uji tuberkulin penting dalam penegakan diagnosis TB pada anak. Sangat tidak direkomendasikan mendiagnosis TB hanya berdasarkan pemeriksaan radiologis.





























  6.  
  7.  



  8.  













  9.  
  10.  





  11.  


























































































































































































































































Pemeriksaan Radiologis pada paru anak tidak dapat dijadikan dasar utama karena paru anak dapat menunjukkan gambaran perawanan/perkabutan pada paru layaknya pada orang dewasa, namun tidak khusus pada keadaan TB paru layaknya yang terjadi pada orang dewasa. Bila ada infeksi paru lainnya, dapat menunjukkan perawanan pada paru anak karena luas lapang paru anak yang tidak seluas lapang paru orang dewasa (pada orang dewasa TB paru menunjukkan perawanan pada daear puncak paru). Pada anak, TB paru dapat diduga dengan kuat ketika gambaran radiologis menunjukkan bercak milier pada lapang paru. Maka itu, diagnosis TB paru lebih ditekankan pada :









































































































































































































































































     
  •  



  • Bukti atau kecurigaan adanya kontak dengan sumber infeksi TB, biasanya pasien TB dewasa dengan hasil basil tahan asam (BTA) positif.





















  •  
  •  



  • Gejala dan tanda klinis sugestif TB, termasuk penilaian seksama terhadap kurva tumbuh kembang anak.





















  •  
  •  



  • Uji tuberkulin positif.





















  •  
  •  



  • Gambaran radiologis sugestif ke arah TB.





























  •  
  •  



  •  













  •  
  •  





  •  


























































































































































































































































Pada penyakit asma, tanda dan gejala hanya terjadi bila adanya serangan. Pada umumnya anak yang memiliki penyakit asma juga memiliki kecenderungan alergi terhadap alergen tertentu. Bila sang anak mengalami kontak dengan alergen tersebut, maka timbulah reaksi alergi yang dapat juga memicu timbulnya asma. Karena itu, anak yang memiliki keadaan asma tidak akan menunjukkan tanda dan gejala fisik khas penyakit asma bila tidak ada serangan asma (ketika sehat tidak akan tampak tanda dan gejala asma).



























































































































































































































































Bila anak Bunda sudah didiagnosa dengan penyakit asma, usahakan untuk menghindari bahan-bahan yang diduga dapat memicu asma dan alergi. pada umumnya bahan yang menyebabkan reaksi alergi adalah makanan yang berbahan seafood, telur, bahan-bahan kimia ataupun cuaca dan suhu yang juga dapat memicu timbulnya reaksi alergi dan asma. 



























































































































































































































































Singkirkan bahan-bahan tersebut yang Bunda curigai menjadi penyebab reaksi alergi dan asma, ingat kembali sejak kapan dan sejak kontak dengan bahan apakah serangan batuk dan sesak mulai terjadi, hindari untuk sementara waktu dan lihat perubahan keadaan anak Bunda. Lakukan satu persatu diantara seluruh bahan yang dicurigai menjadi alergen, agar dapat lebih mudah mengamati keadaan anak Bunda.



























































































































































































































































Obat pada serangan asma pada umumnya hanya diberikan ketika serangan terjadi sampai beberapa hari meskipun serangan telah mereda dan sembuh. Namun, konsultasikan dan ikuti saran penggunaan obat-obatan pada dokter yang merawat anak Bunda. Tumbuh kembang anak tergantung dari banyak faktor seperti keadaan genetik, faktor gizi dan kemampuan tubuh mencerna asupan nutrisi tersebut. Berikan obat untuk membantu keadaan umum anak Bunda sesuai petunjuk dokter dan tidak lupa untuk melakukan pencegahan seperti menjaga kesehatan dan menjauhkan dari pemicu reaksi alergi dan asma pada anak Anda.






























































































































   
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Untuk Bayi di bawah 6 bulan sebaiknya diberikan ASI eksklusif, untuk merangsang produksi ASI maka pengeluarannya (baik di minum oleh anak ataupun dengan di peras) harus selau dilakukan secara rutin. MEskipun anak tersebut meminum banyak ASI, maka sebanyak itupun produksinya akan terjadi. JAdi semakin banyak anak minum, ASI akan semakin banyak terproduksi sehingga anak itu selalu tercukupi. Cobalah memeras ASI sebelum berangkat bekerja, kosongkan kedua payudara. Dan lakukan di tempat kerja setiap 2-3 jam sekali, kemudian di taruh dalam lemari es untuk d bawa pulang, demikian pada malam hari kosongkan juga payudara ketika bayi tidak menyusu, untuk di bekukan di dalam lemari es, DEngan begitu, bayi ANda tidak perlu menggunakan susu formula sebelum usia 6 bulan. BIla Bunda tetap ingin memberikan susu formula, konsultasikan dengan dokter spesialis anak yang memeriksa anak Bunda.

   
Jumlah Posts : 16
Jumlah di-Like : belum ada like
bun..gimana y ngajarin anak minum susux pake dot soalnya sy lg mengenalkan susu formula..berulng kali dicoba ttp gk mw paling cm digigit aja dotx gk diisap..
   
18-08-2011 12:39:26 petunjuk obesitas pada anak
Jumlah Posts : 18
Jumlah di-Like : belum ada like
Anakku sih asi selama 2 thn, setelah itu aku lanjut ke uht yg plan, karna ga ada rasa manisnya. trus beberapa waktu lalu liat iklan di tv ada anmum essential yg tanpa gula tambahan tertarik juga, pas aku nyoba emang ga manis, yah uda aku ganti ke anmum aja karna selain ga manis juga lebih praktis, soalnya klo uht klo da buka kan harus taruh di kulkas, nah pas mau kasih anak minum harus dihangetin lg, ribet..
   
01-08-2011 19:49:38 cek gula tambahan
Jumlah Posts : 17
Jumlah di-Like : belum ada like
 aku tadi udah buka tuh www.cekgula.com disana ada info tentang gula tambahan..dan ternyata untuk balita itu nggak boleh melebihi 5 sendok lho per harinya..
padahal dari segelas susu bisa sampai 4 sendok gula tambahannya..kalo anak minum susunys sampe 5x sehari..? wah udah berlebihan  banget kan konsumsi gulanya.. gak heran kalo sekarang makin banyak anak kecil obesitas.. 
   
20-08-2010 15:27:27 Tes Mantoux
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
Halo ibu... salam Kenal..

anak saya Nathan pada usia antara 7- 10 bulan berat badannya stagnan di angka 7 kg gak naek2 (panik.com tentunya)... konsul ama dokternya sampe ada cari opini sana sini akhirnya si dokter terakhir menyimpulkan Nathan kena TB malam itu juga saya disuruh dokter untuk cek lab (darah dan rontgen) dr hasil rontgen terlihat sedikit (spt asap) ada warna putih yg mana diartikan si dokter flek Paru/TB anak, lantas dokter memeriksa kelenjar di selangkangan anak dan ada kelenjar sebesar kacang hijau di kedua selangkangannya Nathan si dokter blg iya ini anak kena flek paru ... rasanya jantung saya udah pindah ke kaki.

akhirnya diusianya yg kurang dr 1thn dan selama 2-3 bulan Nathan minum obat flek paru yg wajib diminum selama 6 bulan tidak boleh terputus kalo terputus harus ngulang lg.

Kondisi Nathan saat itu sebetulnya lincah dan aktif, makan emang agak susah (ngemut.com) tapi tetep buat saya curiga (dalam hati kecil tetep blg anak saya sehat soalnya dia lincah bgt jauuuhh dr kliatan sakit)  lalu saya googling mencari info2 detail ....

....dan ternyata flek paru/Tb anak tidak segampang itu mendeteksinya harus melewati beberapa test: test darah, rontgen dan test Mantoux... lalu saya tanyakan ke dokter dokter blg gak perlu test mantoux terus terang saya gak puas ama jawaban si dokter.... lari balik saya ke dokter lainnya ( let's say dokter B) di dokter B saya minta di rujuk untuk pengecekan komplit termaksud Mantoux test...

Mantoux test itu dimana kulit  (lengan) digores dan dimasukan bakteri TB (kalo gak salah) kalo goresan itu dlm waktu 3 hari menggelembung artinya anaknya positive TB kalo tidak berarti anak sehat.
dilihat dr semua hasil test Nathan divonis NEGATIVE aka tidak mengidap  TB/ flek paru... leghaaa sekali hati ini cuma yg saya sesali sampai saat ini adalah Nathan sudah meminum selama 2-3 bulan antibiotik dosis tinggi, saya nyesel hanya percaya saja langsung ok si anak minum obat,seharusnya saya cari info lebih dulu.

saat itu nathan tetep aktif dan menunjukan kemampuan yg sesuai cm di Kartu sehatnya aja berat badannya kurang...

Nathan sekarang diusia 2thn 4 bulan sehat malah bisa dikategorikan sehat walaupun Nathan bukan anak yg chubby...


Jadi bu kalo bisa slalu cari second opinion ttg hasilnya pun... Mudah mudahan Alif sehat ya...

salam Helen


   
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
Untuk lebih jelasnya kesimpulan yang aq peroleh dari dokter adalah sebagai berikut:
1. Membiasakan membersihkan mulut sedari bayi belum punya gigi. Karena bayi belum bisa menolak, dan membersihkannya cukup 1 kali saja yaitu setiap malam dengan kain kasa yang dicelupkan pada air hangat. Lama-kelamaan, bayi akan terbiasa. Begitu muncul gigi, tambah kebiasaan membersihkan gigi menjadi 2 kali, bila perlu setiap habis makan atau minum susu (terutama dari botol).
2. Biasakan anak menyikat gigi minimal 2 kali sehari yaitu setelah makan dan sebelum tidur.
3. Jangan memaksakan anak untuk menyikat gigi karena ini akan mengakibatkan trauma sehingga selalu menolak bila diajak sikat gigi.
4. Ciptakan suasana santai ketika mengajaknya sikat gigi
5. Jangan memberikan pasta gigi secara berlebihan untuk mencegah anak kelebihan flouride. Berikan pasta gigi yang aman untuk anak.
6. Hindari makanan yang manis seperti permen dan coklat.
7. Hindari pemberian susu botol ketika hendak tidur. Biasakan anak untuk minum susu digelas setelah anak berusia 1 tahun. Kalau tidak memungkinkan, setelah anak minum susu, segerakan minum air putih.
8. Sikatlah gigi anak dari atas ke bawah. Walaupun sebenarnya susah untuk anak tapi kita harus membiasakannya. Karena apabila tehnik meyikat salah maka anak akan terbiasa dengan hal itu dan itu akan menyebabkan gigi anak mengalami abrasi atau lapisan gigi akan terkikis sehingga mengakibatkan gigi menjadi sensitif.
9. Perbanyak makan makanan yang berserat seperti sayur dan buah karena makanan yang kaya serat seperti sayur dan buah akan menghilangkan makanan yang tersisa yang terselip di sela-sela gigi.
10. Apabila anak tetap tidak mau menyikat gigi maka jalan terakhir adalah dengan membiasakan anak minum air putih setelah makan.
11. Dan biasakan anak kedokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk mengontrol pertumbuhan giginya.
Semoga bermanfaat untuk semua.....
   
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
 gmana domk bagi2 pengalaman anaku syahla agak susah makan usianya mau 11 bulan udah gak mau mmam tim maunya nasi lembek tapi gak mau mamam sayur juga....aduuhh gmana ya....maunya asi aja teruuus apalagi kalo malem jarang mau susu botol'tapi

alhamduliliah sehat tapi badannya gak gemuk2 bngt.......kirim email ke aku ya kalo bunda2 punya tips biar anakoe seneng makan and banyk minum susunya hhe...khan seneng kalo anak minum susunya banyak'syahla agk males minum susunya...thanks ya
   
01-09-2008 13:36:29 dari ASI ke Sufor susah nih
Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
Mama Celyn gak bisa perah ASI ya buat ditinggalin di rumah?? Emang jumlahnya udah berkurang banyak banget kah??   Wah emang paling bikin panik ya kalo anak mulai berkurang BBnya....... Pengalaman saya sih dulu waktu mulai kerja setelah cuti 3 bulan, Andra gak maunya sama dotnya jadi saya sampe beli berbagai merk dot dan botol untuk diisikan ASI perah.   Nah setelah dia  ketemu dengan dot yang cocok, baru deh mulai dikenalkan dgn sufor. Andra juga sempat 3 kali ganti merk sufor sampe akhirnya ketemu sufor yang gak bikin sembelit :D   Dulu tips saya pas mau belajarin Andra minum pake dot / sufor : - Yang memberikan susu jangan bundanya tapi mending pengasuh atau neneknya - Bundanya sebaiknya keluar rumah dan jangan berada dalam radius 500 meter dekat dengan anak, karena anak tetep bisa mengendus bahwa sang bunda ada di sekitarnya jadi dia akan tetep mencari ASI dari payudara - Sabar dan tidak mudah putus asa dalam melatih anak minum pake dot - Encerkan sufor yang diberikan sebagai perkenalan, karena anak sebelumnya terbiasa dengan ASI yang cenderung lebih tidak kental seperti halnya sufor   Sedikit aja sharing dariku ya mama celyn....