SITE STATUS
Jumlah Member :
485.721 member
user online :
1308 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Infeksi Saluran Kemih Dimasa Kehamilan

   

Infeksi Saluran Kemih Dimasa Kehamilan
Oleh :


Dok 2 tahun lalu saya terkena ISK, penyakit ini terus kambuh berulang semenjak itu dan saya hampir selalu mengkonsumsi obat dari ginekolog saya yg biasanya berupa antibiotik. biasanya hanya berselang sembuh sebulan sampai kambuh lagi, saya juga sudah banyak meminum air putih seperti yang dianjurkan, saya juga pernah mencoba meminum air parutan kunyit selama berturut2 sebulan tanpa meminum obat dari dokter selama kambuh dan hasilnya hampir sama seperti obat dokter. sehingga sampai sekarang ini saya hampir tidak pernah berhenti meminum obat semenjak 2 tahun lalu. sekarang saya sedang hamil masuk minggu ke 10 , dan penyakit ISK ini kambuh lagi semenjak hamil saya menginjak minggu ke 4, sudah 3 kali kontrol ke ginekolog saya dan diberi antibiotik yg biasanya habis selama 3-4 hari, ( sudah 3 kali dosis tersebut diberikan semenjak minggu ke 4 tersebut) sejak minggu ke 4 ISK saya kambuh, saya diberi antibiotik, setelah habis, masih sakit, kemudian diberi lagi antibiotik sampai 3 kali pemberian. sampai skrg ISK saya masih sakit terutama di daerah perut hingga merasa demam dan susah berdiri, yang saya takutkan adalah karena terlalu banyak mengkonsumsi antibiotik apakah tubuh saya sudah kebal, apakah efeknya mengkonsumsi antibiotik terus menerus, juga pengaruhnya terhadap janin yg saya kandung. berbahayakah mengidapa ISK disaat hamil? ginekolog saya mengatakan bisa menyebabkan bayi lahir prematur dan mengapa ISK saya tidak kunjung sembuh? tolonglah saya dok, saya bingung dengan keadaan saya ini, dan juga memakan banyak biaya sekali untuk berobat serta melakukan test di laboratorium yg sudah saya lakukan berulang ulang kali. terima kasih.
   
 
dr. Tanti menjawab


Dear Bunda, Pada infeksi saluran kemih dapat terjadi karena banyak hal. Yang umumnya menyebabkan infeksi saluran kemih pada wanita adalah keadaan hygiene yang buruk, vaginal candidiasis (jamur kandida pada vagina), batu saluran kemih, infeksi pada ginjal, keadaan DM (diabetes mellitus), kegiatan hubungan intim, keadaan hamil (rahim yang membesar akan menekan saluran uretra sehingga pengosongan urin tidak maksimal, pengaruh hormone progesterone terhadap otot polos saluran kemih akan membuat keadaan relaksasi sehingga pengosongan urin tidak tuntas), dan pengosongan kandung kemih yang tidak tuntas. Untuk mengatasinya tentu memerlukan pengobatan yang tepat setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter Anda. Pada keadaan hamil dokter Anda akan menyesuaikan jenis antibiotik yang tepat. Apabila infeksi berlanjut dan tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan terjadinya infeksi pada ginjal dan hal ini akan mengakibatkan kelahiran prematur dan bayi dengan berat lahir rendah. Untuk pencegahan infeksi saluran kemih, Anda dapat meningkatkan asupan air , konsumsi air 6-8 gelas per hari, tidak menahan atau menunda buang air kecil, minumlah juice buah cranberry tanpa tambahan gula setiap harinya (1 gelas per hari), hindari konsumsi minuman dan makanan yang mengandung kafein, terlalu banyak gula, alcohol dan juice buah-buahan dengan tambahan gula. Berkemihlah sebelum dan sesudah berhubungan intim , jaga kebersihan daerah intim anda dengan membasuh setelah berkemih dari arah depan ke belakang (bukan sebaliknya, agar bakteri dari daerah anus tidak terbawa ke daerah vagina). Membasuh daerah intim Anda tidak memerlukan sabun yang terlalu kuat atau mengandung antiseptik yang kuat, cukup air atau bila ingin membasuh dengan sabun kewanitaan cukup 2 kali sehari saja. Pakailah pakaian yang longgar sehingga peredaran udara dapat terjadi dengan baik pada daerah tersebut. Apabila Anda telah melakukan pencegahan dengan baik dan masih mengalami infeksi saluran kemih yang berulang, saya sarankan agar suami Anda juga diperiksa, ada kemungkinan suami Anda mengalami ISK tanpa gejala. Demikian jawaban saya.
   
 
 


Bagaimana menurut Anda mengenai jawaban ini? Silahkan sampaikan komentar Anda.


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman