SITE STATUS
Jumlah Member :
497.527 member
user online :
1274 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

BAB darah

   

BAB darah
Oleh :


siang dok...sy laki2 umur 34Thn.dok sdh 6 bln trkhir ini (maaf) BAB sy darah(darah smw gak ada cmpr maaf tinja).sdh prnh priksa k slh satu RS swsta wqtu itu dokter'y cm memeriksa ambeyen dan trnyata katanya bukan ambeyen.ttpi dokter tidak menjlskn psti penyakit'y,cm bilang kt'y ini mslh pencernaan jaga pola makan,bnyak makan sayur2'n,dan gak boleh makan pedes2.trs langsung dikasih resep kata dokter'y suruh di coba dulu resep'y kalo gak ada prbhn prksa lg.waqtu itu maaf BAB'y sdh normal tp seteah itu sering kambuh2n kadang2 normal brp hari nanti kambuh kluar darah lg smp skrg.yg mau sy tanyakan itu kira2 itu skit apa dok?jika sy akan mmriksakan lg sbaik'y kemana?biar tahu dgn jelas penyakit saya apa,atau perlu ada tindakan apa misal'y ronsen,USG,dsb. soal'y banyak informasi yg pernah ada pengalamn sm kata'y itu usus luka.trmksh atas perhatian'y....
   
 
dr. Tanti menjawab


Dear Member,

BAB berdarah dapat disebabkan oleh beberapa keadaan. Apabila terdapat luka pada saluran pencernaan maka dapat mengalami BAB berdarah, pada keadaan ambeien (hemorrhoid) juga dapat ditemui keadaan BAB berdarah, infeksi yang terjadi pada usus dapat mengalami BAB berdarah misalnya pada diare disentri ataupun jenis keadaan lain misalnya terdapat keganasan ( kanker). Perujukan dan pemeriksaan penunjang (misalnya: endoscopy ataupun cek Laboratorium) disesuaikan dengan temuan pemeriksaan fisik dan anamnesa (wawancara riwayat kesehatan dan keluhan pasien). Bila Anda sudah pernah diobati kemudian kembali mengalami keluhan, maka sebaiknya Anda kontrol kepada dokter yang telah memberikan pemeriksaan dan pengobatan untuk evaluasi perkembangan kesehatan Anda. Bila Anda ingin memeriksakan masalah kesehatan ini, dapat menemui dokter umum untuk diperiksa baik anamnesa dan fisik, bila diperlukan, dokter Anda akan merujuk kepada spesialis yang sesuai dengan kasus tersebut.

   
 
 


Bagaimana menurut Anda mengenai jawaban ini? Silahkan sampaikan komentar Anda.


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman