SITE STATUS
Jumlah Member :
506.496 member
user online :
335 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi
Pusat informasi - anak sring buang angin jga sering ngulet dan bunyi grok saat tdur


anak sring buang angin jga sering ngulet dan bunyi grok saat tdur
siang Dok... saya mewakili istri sya ingin bertanya, anak sya skrang mnginjak usia 2 bulan. efek dari apakah anak sering buang angin jga ngulet brlbihan? dan bagai mana mngatasi bunyi grok2 d saat bayi sdang tidur? terimakasih Dok...
05 Mar 2015, 9:50
Dari : jhos

Jawaban
Hi Bunda,
Kami akan mencoba membantu menjawab pertanyaan Bunda dengan memberikan link kasus maupun artikel yang serupa dengan keluhan Bunda. Untuk kasus-kasus yang berhubungan dengan kegawatdaruratan (Emergensi) ataupun menyangkut keluhan fisik lain yang harus segera diobati, kami menyarankan untuk segera menghubungi dokter Anda.

Kutipan dari artikel dengan judul Nafas Bayi Berbunyi Saat Tidur:
Apakah Bunda pernah menemui bayi Bunda nafasnya mengeluarkan bunyi “grok..grok..” saat tidur? Bila iya, Bunda mungkin merasa khawatir. Mengapa hal tersebut dapat terjadi dan apa saja yang perlu diperhatikan bila menemui kondisi tersebut?

Nafas berbunyi ketika tidur biasanya disebabkan oleh tersumbatnya aliran udara yang masuk dan keluar melalui saluran nafas. Bunyi tersebut ditimbulkan karena terhalangnya cairan yang ada di paru-paru bayi. Cairan lendir tersebut berfungsi sebagai filter agar kuman dan debu tidak masuk ke paru-paru.

Menurut dr.Tanti Retnowati, saluran pernafasan bayi belum seperti orang dewasa. Karena saluran pernafasannya masih pendek maka apabila ada lendir pada saluran pernafasannya akan terdengar suara “grok.. grok..”.

Penyebab lainnya biasanya adalah karena alergi atau rhinitis. Udara dingin seperti ruangan ber-AC juga dapat memicunya.

Upaya untuk penanganannya adalah:
- Kenalilah faktor pencetusnya dan usahakan untuk menghindari faktor pencetus tersebut.
- Bersihkan ruangan di sekitar bayi.
- Pastikan suhu kamar si kecil tidak terlalu dingin.
- Jauhkan bayi Anda dari debu, asap rokok ataupun bulu hewan.
- Berikan ASI eksklusif untuk bayi Anda sebagai imunnya agar tidak mudah terserang alergi.
- Perhatikan pemberian antibiotika untuk anak usia dini. Menurut hasil penelitian antibiotika dapat meningkatkan risiko alergi saat anak berusia enam tahun.
- Segera konsultasikan anak Anda ke dokter jika keadaannya tidak juga membaik.

Berikut ini jawaban dokter pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda "ayra no mama" dengan judul pertanyaan "Bayi Sering Buang Gas" pada Tanya Dokter: dok, bayi saya usia 2 bln belakangan sering bnged kentut, yg bunyi nya gede gitu.pdhal cuaca di tmp saya ga berangin, saya jg tdk memakai kipas angin, AC pun saya set pd temperatur menengah ke atas. Setiap habis menyusui pd umum nya jg saya berdirikan posisinya agar bersendawa. Apakah kondisi ini wajar? karena anak tetangga saya bayi nya jg seperti itu, tp saya ingin jawaban yg lbh ilmiah dr dokter..thank's before

dr. Tanti menjawab
Dear Bunda mila, Buang gas (flatulen) dan sendawa (burping) pada bayi merupakan hal yang normal. Hal ini biasanya disebabkan oleh tertelannya angin (angin masuk ke dalam pencernaan karena proses menghisap susu atau bersama makanan ), gas juga di hasilkan oleh proses pencernaan yang normal, proses pencernaan dari susu atau makanan yang tidak sempurna, infeksi pada usus, atau efek samping dari suatu pengobatan atau obat-obatan. Pada umumnya penyebab buang gas pada bayi tidak ditemukan adanya kelainan di usus, hal ini di anggap normal, buang gas pada bayi dapat mencapai sebanyak 20 kali per hari dan masih dianggap normal. Apabila buang gas disertai rasa nyeri sehingga bayi Anda rewel dan juga diare, segera menemui dokter Anda, mungkin ada infeksi pada saluran cernanya. Saran saya, awasi bayi anda ketika minum susu, pastikan ia tidak menelan udara , bila ia menyusu ASI , pastikan puting susu terhisap dengan benar. Bila menggunakan botol, pastikan posisi botol tegak dan bayi tidak menelan udara ketika menyusui.
Link yang disarankan :
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Berita
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter