SITE STATUS
Jumlah Member :
505.941 member
user online :
231 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi
Pusat informasi - anak tidak mau jabat tangan, menunjuk dan "da da"


anak tidak mau jabat tangan, menunjuk dan "da da"
Dok, anak saya usia 25 bulan Laki-laki, saat ini dia masih berbicara 1 suku kata dan kalau berjalan masih minta digandeng, anak saya setiap meminta sesuatu tidak menunjuk, namun langsung menggandeng pengasuh dan menuju apa yg dia mau, jika diajak bersalaman tidak mau, diminta da da juga tidak mau, mohon pencerahannya dok
terima kasih sebelumnya
25 Nov 2018, 10:23
Dari : Mei Puspita Rini

Jawaban
Hi Bunda,

Kami, dari Tim Helpdesk akan mencoba membantu menjawab pertanyaan Bunda dengan memberikan link kasus maupun artikel yang serupa dengan keluhan Bunda. Untuk kasus-kasus yang berhubungan dengan kegawatdaruratan (Emergensi) ataupun menyangkut keluhan fisik lain yang harus segera diobati, kami menyarankan untuk segera menghubungi dokter Anda.


Kutipan dari artikel yang berjudul " Cara Menstimulasi Kemampuan Berbicara Anak " :Jika minggu lalu, Bunda telah mengetahui beberapa tahap-tahap perkembangan kemampuan berbicara anak sesuai dengan usianya, kali ini akan kita bahas bagaimana menstimulasi kemampuan bicara anak. Yuk kita simak Bunda...

Berikut ini cara menstimulasi kemampuan berbicara anak :
Peranan aktif Bunda sebagai orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan bicara anak. Ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk merangsang kemampuan komunikasi si Kecil, diantaranya:

- Ikuti semua ucapannya. Perhatikan suara-suara tidak jelas ala bayi yang terucap dari si Kecil. Kemudian ikuti dengan persis suara tersebut. Saat masih bayi, kata-kata yang terucap dari si Kecil kerap terdengar tidak jelas. Meski Anda tidak mengerti apa maksudnya, Anda bisa mengulangi perkataannya sesuai yang Anda tangkap. Lalu bertanya kepadanya apa maksud dari kata-kata tersebut.

- Berbicara Sambil Bergerak. Saat berbicara dengan bayi, Anda harus aktif bergerak dan ekspresif. Misal Anda mengatakan, “Ayo, kita minum susu” sambil menggoyang-goyangkan botol susu atau Anda bisa membelai sebuah boneka sambil mengatakan “Sayang bonekanya, dielus-elus.”

Begitu pula saat mengajarkannya mengenal bagian-bagian tubuh.

- Biasakan membuat narasi. Meski dia belum bisa berbicara layaknya orang dewasa, Anda tetap bisa memakai percakapan sehari-hari saat berkomunikasi dengannya. Misalnya saat memakaikan baju pada anak Anda bisa berbicara, “Hari ini (bisa sebut namanya) pakai baju motif bunga-bunga agar terlihat cantik” sambil memperlihatkan baju kepada si Kecil. Hal ini bisa membantu bayi memahami objek tertentu melalui perkataan Anda. Terapkanlah hal ini pada kegiatan lainnya seperti saat mandi, memberikan makan, mengganti popok, dan sebagainya.

Selain itu, bayi juga suka mendengar suara orang tuanya. Pada saat itu bayi belajar untuk berbicara, terutama saat Anda berbicara kepadanya.
- Biasakan selalu berbicara menggunakan kalimat lengkap kepadanya. Contohnya ketika dia menunjuk ke arah boneka yang berada di atas meja. Anda jangan langsung mengambilkannya. Lebih baik ucapkanlah satu atau dua kalimat seperti, “Kamu mau bemain dengan boneka ini?” Ketika dia merespons dengan anggukan atau senyuman, Anda bisa langsung memberikannya.
- Kembali menjadi anak kecil. Ketika memiliki anak, terkadang orang tua harus bisa berakting menjadi anak kecil. Ajak si Kecil untuk bermain, berpura-pura, atau membayangkan sesuatu untuk mengembangkan kemampuan verbalnya. Misalnya, pura-pura menelepon ayah dengan telepon mainan.
- Puji perkembangannya. Selalu beri pujian, senyuman dan pelukan tiap kali dia mengeluarkan suara atau kosakata baru. Pada umumnya, bayi belajar berbicara dari reaksi orang-orang di sekitarnya.

Bunda baru mulai waspada bila:
• Pada usia 6 bulan, bayi tidak melirik atau menoleh pada sumber suara yang datang dari belakang atau sampingnya.
• Pada usia 10 bulan, bayi tidak merespons bila dipanggil namanya.
• Pada usia 15 bulan, anak tidak mengerti atau merespons terhadap kata “tidak” atau “jangan”.
• Pada usia 21 bulan, anak tidak merespons terhadap perintah ‘duduk’, ‘ke sini’, atau ‘berdiri’.
• Pada usia 24 bulan, anak tidak dapat menunjuk dan menyebutkan bagian tubuh seperti mulut, hidung, mata atau kuping.
Bila hal-hal di atas terjadi, sangat disarankan agar bunda segera berkonsultasi dengan ahli perkembangan anak supaya keterlambatan bicara dapat dideteksi dan ditangani lebih dini.


Perkembangan Bahasa Bayi 15-18 Bulan : http://www.infobunda.com/pages/articles/artikelshow.php?id=252


Berikut ini jawaban Dokter pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda " farida mandalika " dengan judul pertanyaan " Perkembangan dalam komunikasi " pada Tanya Dokter:Siang dr saya punya anak perempuan usia 4,5 th , saat umur 1,5 th pernah mengalami step tetapi setelah berobat ke dokter anak tidak pernah step lagi, yang ingin saya tanyakan , putri saya sampai sekarang kurang bisa berkomunikas, tapi kalau sudah diajarin dalam waktu lama bisa misalnya menyebut mama, ayah, gak mau, jajan, tapi hanya dua kata dr, dalam hal apapun dia ngerti kalau kita ajak bicara dia paham sekali kalau kita perintah pun paham, akan tetapi mau mengungkapkan apa yang ada dipikirannya dia susah agaknya, menurut dr. bagaimana dan apa sarannya, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak banyak terimakasih. farida

dr. Tanti menjawab
Dear Bunda,
Perkembangan dan pertumbuhan seorang anak dengan anak lainnya tentunya berbeda-beda. Ada yang lebih dulu dan ada yang sedikit terlambat. Bila anak Anda sudah dapat berkata-kata walau masih terbata-bata, latihlah terus, misalnya dengan cara membacakan buku cerita sebelum tidur, ajak berinteraksi, pakailah buku cerita dengan gambar menarik dan karakter yang mudah di kenali. Sebaiknya tidak memaksakan anak Anda untuk dapat mengatakan atau menghafal suatu kata, biarkan ia mengucapkan suatu kata tanpa bantuan anda atau orang lain, awasi dan bimbing anak tanpa memaksakan maupun pelatihan yang keras. Bunda juga dapat memeriksakan anak Bunda pada dokter spesialis anak atau pada klinik tumbuh kembang anak untuk dilakukan pengamatan lebih lanjut. Pengamatan ini nantinya berguna untuk mengambil kesimpulan, apa yang menjadi penyebab keterlambatan perkembangan tersebut dan pemberian terapi yang tepat


Link yang disarankan :
Jenis : Berita
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Artikel
Jenis : Artikel
Jenis : Artikel
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Artikel