SITE STATUS
Jumlah Member :
506.368 member
user online :
761 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi
Pusat informasi - anak sering muntah


anak sering muntah
hai dok, mo tnya.. anak sy saat makan seringny mo muntah,kadang benar muntah kadang jg tidak,tp lo langsung dKasi num aer putih g muntah lg, tapi makanan dMulut kan belum lembut benar, tp lo g dNum in aer y muntah. juga lo BAB suka muntah smbl mengejan..kenapa y dok? Mhn pnjlsn y.. makasi
02 May 2017, 22:03
Dari : CiprutRose Couragegirl

Jawaban
Hi Bunda,
Kami, dari Tim Helpdesk akan mencoba membantu menjawab pertanyaan Bunda dengan memberikan link kasus maupun artikel yang serupa dengan keluhan Bunda. Untuk kasus-kasus yang berhubungan dengan kegawatdaruratan (Emergensi) ataupun menyangkut keluhan fisik lain yang harus segera diobati, kami menyarankan untuk segera menghubungi dokter Anda.


Kutipan dari artikel yang berjudul " Bila Bayi Muntah-Muntah " :Muntah-muntah yang terjadi pada beberapa bulan pertama umumnya adalah sebagai berikut:
a. Gangguan meludah  ini karena bayi menelan susu atau ASI dan udara, sementara udara berada di bawah susu saat berada dalam perut. Ketika perut bayi berkontraksi, udara keluar dari dalam perut dan membawa susu masuk kembali ke kerongkongan. Bisa juga karena bayi baru belajar menyusu, ia mengisap terlalu banyak atau terlalu cepat. Bayi yang dipeluk terlalu keras setelah makan juga terpicu untuk muntah. Mengatasinya:
�Perlambat pemberian susu. Bila diberi susu formula, beri sedikit saja dengan frekuensi agak sering.
�Sendawakan bayi selama dan setelah pemberian susu. Bila bayi diberi ASI, sendawakan setiap kali akan berpindah ke payudara lainnya.
�Susui bayi dalam posisi tegak lurus, dan bayi tetap tegak lurus selama 20-30 menit setelah disusui.
�Jangan didekap atau diayun-ayun sedikitnya setengah jam setelah menyusu.
�Jika diberi susu botol, pastikan lubang dot tidak terlalu kecil atau terlalu besar.

b. Alergi terhadap susu formula atau alergen dalam ASI  makanan yang dimakan ibu dapat berpengaruh pada bayi, terutama bila ia sangat peka. Tanda-tanda adanya kepekaan terhadap makanan sebaga penyebab kerewelan, sakit perut, serta tingkah laku gelisah, adalah pola yang disebut dengan kolik 24 jam
� yaitu rasa sakit yang terjadi maksimum 24 jam setelah ibu mengonsumsi makanan yang dicurigai, tetapi hal itu tidak terjadi lagi sampai ibu mengonsumsi lagi makanan yang sama. Umumnya makanan yang berpotensi mengganggu dalam ASI adalah produk olahan-berbahan-susu, makanan atau minuman yang mengandung kafein (minuman ringan, cokelat, kopi, teh, dan sebagainya), biji-bijian dan kacang-kacangan (gandum, jagung, kacang tanah, dan lain-lain), makanan pedas, dan makanan yang mengandung gas (brokoli, bawang putih, tauge, cabai hijau, kembang kol, kubis).

c. Gangguan usus atau kemacetan di dalam usus yang membuat susu tidak dapat melintas sehingga kembali ke kerongkongan. Yang paling umum dalam kondisi ini adalah stenosis pylorus.
Tanda-tandanya adalah: � bayi muntah dengan semburan yang sangat kuat dan terjadi terus-menerus
�berat tubuh berkurang atau gagal memperoleh kenaikan berat badan
�terjadi tanda dehidrasi: kulit berkerut, mulut kering, mata kering, dan jumlah popok kotor berkurang
�perut membengkak seperti balon setelah makan dan dikosongkan setelah muntah
�rasa lapar meningkat dan ia bersemangat makan, disusul dengan muntah dan kembali makan dengan bersemangat.

d. Gastroesophagal reflux, atau kondisi di mana isi lambung yang banyak mengandung asam naik kembali ke kerongkongan.
Tanda-tandanya adalah:
�bayi sering menangis sangat keras dan sulit dibujuk untuk diam
�sering muntah-muntah, bahkan juga melalui hidung
�menderita rasa sakit di perut, siang, maupun malam
�bangun malam karena sakit
�rewel setelah makan, menarik-narik kaki dan lututnya ke arah dada
�sering bersendawa kering atau tersedak dan cegukan
�air liur keluar secara berlebihan Perawatan untuk muntah biasanya hampir sama dengan diare, dan sebaiknya segera dibawa ke dokter.
Inilah beberapa hal yang dapat dikomunikasikan ke dokter:
�Jelaskan bagaimana muntah dimulai, apakah tiba-tiba atau secara berangsur-angsur. � Berupa apa muntahan yang terjadi, apakah berwarna jernih, hijau tua, mengental, atau asam? Apakah muntah itu hanya meludah atau disemburkan dengan kuat?
�Berapa sering bayi muntah?
�Berapa banyak muntahan yang dihasilkan setiap kali muntah?
�Apakah ada anggota di rumah yang sakit dengan tanda serupa?
�Apakah perut bayi terluka? Di mana dan berapa banyak? Apakah perutnya kembung seperti balon?
�Apakah bayi menunjukkan tanda-tanda dehidrasi?
�Bagaimana kondisi bayi secara keseluruhan, lemah, tak bertenaga, riang, rewel, dan sebagainya?
�Apakah kondisi bayi semakin baik atau memburuk, atau sama saja?
�Perawatan yang telah coba Anda berikan.
�Adakah gejala penyakit lain, misalnya diare, demam, batuk? Pada anak-anak balita yang lebih tua ketimbang bayi, muntah-muntah kadang-kadang juga disebabkan oleh keracunan makanan, yang sudah dibahas dalam beberapa edisi sebelumnya. Hannie Kusuma


Berikut ini jawaban Dokter pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda " tatik AMd " dengan judul pertanyaan " Balita keracunan makanan " pada Tanya Dokter: Dear dr Tanti...saya punya seorang putri berumur 2.8tahun.kondisi badanya sangat fit dan tidak mudah terserang penyakit.tapi akhir bulan februari 2011 putri saya demam sudah seminggu sudah saya bawa kedokter kata dokter tidak apa-apa cuma faktor cuaca!!tetapi setelah turun demamnya 3hari kemudian putri saya tengah malam muntah-muntah sampai pagi selama 3kali.dan besoknya putri saya mencret-mencret satu harian.setelah saya bawa kedokter kata dokter salah makan ataw keracunan makanan. tapi dokter tersebut tidak menyebutkan makanan apa yang membuat anak saya bisa keracunan makanan???tapi setelah minum obat yang diberikan dokter tersebut muntah ataw mencret anak saya sembuh.dokter??? saya takut sekali apakah susu yang saya konsumsi berakibat buat anak saya.apalagi dengan adanya susu bakteri??? saya konsumsi susu SGM presinutri 3.saya mohon segera jawaban ya dokter???terimaksih sebelumnya....

dr. Tanti menjawab
Dear bunda, Pada infeksi virus, yang umum terjadi menyebabkan common cold (batuk-pilek) dapat juga mengakibatkan mual muntah bahkan diare. Selain virus yang menyebabkan common cold, ada juga jenis rotavirus yang biasanya menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan dan juga dapat terjadi keadaan demam yang menyertai mual dan diare. Infeksi virus tersebut dapat sembuh dengan sendirinya dan tidak memerlukan antibiotic bila tidak ada infeksi sekunder. Pengobatan yang dilakukan adalah untuk mengurangi keluhan mual, muntah , demam dan menambah asupan cairan. Mengenai susu mengandung bakteri hingga saat ini sedang diteliti oleh pemerintah. Bunda sebaiknya tidak terlalu khawatir, berikan asupan cairan yang cukup untuk mengganti cairan yang keluar bersama muntah dan diare. Demikian jawaban saya.


Link yang disarankan :
Jenis : Artikel
Jenis : Artikel
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Artikel
Jenis : Artikel
Jenis :
Jenis : Artikel
Jenis : Artikel
Jenis :
Jenis : Tanya Dokter