SITE STATUS
Jumlah Member :
309.788 member
user online :
2488 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Berbahayakah Cabut Gigi Saat Hamil?

   

Berbahayakah Cabut Gigi Saat Hamil?

Posted:2009-03-05 14:55:00


Hampir setiap orang pernah merasakan sakit gigi, tak terkecuali Bunda. Saat nyeri mulai menyerang ingin sekali rasanya mengakhiri penderitaan dengan mencabutnya. Tapi kalau Bunda sedang hamil berbahaya tidak ya? Lalu bagaimana dengan anastesi yang disuntikkan ke gusi, tidakkah mengganggu janin? dr. Budi Wiweko, SpOG dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo berbaik hati memberikan informasi ini kepada Bunda.

Memang sebagian Bunda hamil mencemaskan efek negatif dari mencabut gigi. Ada yang bilang bila Bunda menahan diri saat gigi dicabut bisa-bisa Bunda mengalami kontraksi dan melahirkan di tempat. Menurut dr. Budi hal itu tidak benar. Ibu yang sedang hamil boleh-boleh saja mendapatkan tindakan cabut gigi. Hanya saja yang perlu diperhatikan usia kehamilan Bunda. Bila usia kehamilan Bunda memasuki trimester pertama sebaiknya pencabutan gigi tidak dilakukan dulu. Karena pada trimester pertama plasenta belum terbentuk, sehingga jika terjadi peradangan bisa membahayakan janin.

Sebaliknya, Bunda dengan kehamilan trimester kedua dan ketiga harus mendapatkan penanganan serius bila sakit gigi. Bunda perlu berhati-hati dengan gigi berlubang. Gigi yang berlubang, besar kemungkinan akan menimbulkan infeksi. Infeksi ini bisa mendorong terjadinya kelahiran bayi premature. Lho bagaimana bisa?

Dr. Budi menjelaskan gigi yang terinfeksi akan mengeluarkan zat-zat yang merangsang peradangan. Peradangan yang muncul ini secara otomatis akan menimbulkan kontraksi dan akhirnya proses kelahiran pun terjadi.

Untuk masalah anastesi yang disuntikkan ke gusi sebelum mencabut gigi, Bunda tidak perlu kuatir, “anastesi tidak menimbulkan efek negatif pada janin.” ujarnya.

Tips :
-    kalau terlalu nyeri Bunda boleh minum obat semacam antibiotik
-    selalu konsultasikan ke dokter kandungan setiap mengambil tindakan invasif

Tolong beritahu kami apa pendapat Anda tentang artikel ini


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman