SITE STATUS
Jumlah Member :
280.085 member
user online :
2902 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: mengapa ingus berwarna hijau kentalhtml

New Topic :  
29-04-2014 06:47:31 makanan tambahan
Jumlah Posts : 78
Jumlah di-Like : belum ada like
UNTUK mencapai pertumbuhan optimal, seorang bayi
memerlukan semua zat gizi makro dan zat gizi mikro
yang sesuai antara jumlah dengan kebutuhannya.
Tak dapat dipungkiri, kebutuhan nutrisi terbaik untuk
bayi berusia 0 ? 6 bulan adalah ASI.
Tapi begitu menginjak usia 6 bulan ke atas, asupan
bayi harus ditambah dengan Makanan Pendamping
ASI (MPASI). Nah, berikut panduan soal MPASI yang
perlu Anda ketahui!
Terlalu Cepat vs Terlambat
Jangan memberikan MPASI terlalu cepat (sebelum
usia 6 bulan). Di samping pencernaannya belum
sempurna, tindakan itu hanya akan memperbesar
potensi bayi terkena alergi makanan.
Juga, pemberian MPASI terlalu cepat akan
menyebabkan insting bayi untuk mengisap akan
menurun sehingga jumlah ASI yang dikonsumsi juga
menurun. Kekurangan gizi banyak terjadi karena
pemberian MPASI yang terlalu dini.
Jangan pula berikan MPASI terlambat (hanya ASI saja
setelah 6 bulan ke atas). Tak baik bagi
pertumbuhannya. Bayi bisa menderita kekurangan
gizi, berat dan panjangnya tidak sesuai dengan yang
seharusnya dicapai. Karena ASI sesudah usia 6 bulan
tidak bisa mencukupi kebutuhan bayi lagi.
Mulai Usia 6 Bulan
Berikan MPASI saat bayi berusia 6 bulan ke atas.
Mengapa? Biasanya saat itu, bayi sudah bisa
menopang kepalanya sendiri secara tegak dan
menegakkan dadanya. Dengan demikian bisa
dikatakan proses menelannya sudah lebih baik.
Sedangkan jika kepalanya masih goyang-goyang,
ditakutkan proses menelannya belum sempurna,
maka dikhawatirkan akan tersedak. Juga, fungsi
pencernaan bayi pada usia tersebut sudah lebih baik.
Tanda Bayi Siap MPASI
Berikut tanda bayi yang siap MPASI:
- Mampu duduk tegak walau masih harus dibantu
- Mampu menegakkan kepala dengan baik
- Tampak tertarik melihat makanan, sendok dan
garpu
- Tidak lagi memiliki ?refleks menolak dengan lidah?
setiap kali makanan padat disuapkan ke mulutnya
- Mampu menerima makanan yang disuapkan dengan
sendok, yang mungkin terjadi bila bayi telah mampu
menggerak-gerakkan lidahnya maju-mundur dan ke
kiri-kanan
Tunjang Berat Badan Bayi
MPASI diharapkan dapat menunjang berat badan bayi
agar sesuai dengan Kartu Menuju Sehat (KMS),
yakni: pada triwulan pertama, penambahan berat
badan bayi sebanyak 750-1000 gr/bln, triwulan
kedua sebanyak 600 gr/bln, triwulan ketiga sebanyak
400 gr/bln, dan triwulan keempat sebanyak 200-300
gr/bln.
Bubur Susu
Perkenalkan jenis MPASI kepada bayi secara
bertahap. Itulah yang dianjurkan oleh semua Dokter
Spesialis Anak (DSA).
Sebagai tahap awal, bayi yang sudah berusia 6 bulan
dapat diberikan makanan bertekstur lunak dan cair
seperti bubur susu, yaitu tepung beras plus susu.
Pemberian bubur susu ini dimulai dari 1x sehari, dan
bertahap sampai 2x dalam sehari.
Berikan pada bayi satu jenis makanan baru selama
3-4 hari berturut-turut untuk mengetahui apakah
bayi cocok dengan makanan tersebut atau tidak.
Selain bubur susu, pure buah juga dapat diberikan.
Cairan pure yang dapat digunakan adalah ASI, susu
formula atau air matang . Caranya, berikan 1-2
sendok makan pure kepada bayi. Jika tidak ada
masalah, tingkatkan secara bertahap.
Jenis buah yang dapat diberikan berupa pisang
(pisang raja atau pisang ambon), alpukat, labu dan
pepaya. Setiap jenis buah diberikan 3-4 hari
berturut-turut agar bayi dapat mengenal rasa.
Setelah itu, baru mencoba buah yang lain.
Nasi Tim Saring
Dengan bertambahnya usia bayi, maka makanan yang
diasup bayi juga akan meningkat. Setelah bubur
susu, sebaiknya bayi mulai dikenalkan dengan
makanan yang berbentuk bubur atau nasi tim saring.
Makanan ini terdiri dari beras, lauk pauk (hewani
atau nabati), dan sayur.
Pemberiannya pun bergantian antara bubur susu dan
tim saring. ?Pada frekuensi awal, bubur susu
diberikan 1-2 kali sehari. Namun ketika usia bayi 7
bulan, mengalami peningkatan, dimana bubur
susunya 2x, sedangkan tim saringnya diberikan satu
kali sehari. Ketika usia 8 bulan, bubur susu diberikan
hanya sekali, tim saringnya menjadi dua kali dengan
isi yang lebih beragam. Begitu usia bayi 9-10 bulan,
baru diberikan tim saring sebanyak 3 kali sehari,?
papar dr Tinuk Agung Meilany SpA.
Nasi Lembek
Sesudah semua tahapan tersebut, baru anak
diberikan nasi putih biasa. Disarankan nasinya masih
berupa nasi yang lembek. Namun, ada juga anak
yang tidak bermasalah diberikan nasi biasa. Jadi,
bergantung kemampuan masing-masing anak, sebab
usia lebih dari 8 bulan, anak sudah tumbuh gigi,
otomatis lebih pandai mengunyah.
Satu Macam Sayur Dulu
Pemberian sayur untuk anak pun sangat disarankan.
Sayur yang baik adalah mengandung vitamin dan
mineral, biasanya terdapat pada sayuran berwarna
hijau atau orange (bayam, kacang, buncis, wortel).
Tapi, bukan berarti sayuran berwarna lain tidak
bergizi, hanya saja kandungannya lebih rendah.
Tahapannya mulai dari 1 macam sayur, jangan
langsung 3 macam. Sebab anak bisa diare. Bayi
harus harus beradaptasi dulu dengan makanan
barunya.
Bakat Alergi: Tunda Telur
Begitu anak makan bubur boleh mulai diberikan
telur. Tapi harus diperhatikan untuk anak-anak yang
punya bakat alergi, disarankan untuk memperlambat
pemberian telur, yaitu pada usia lebih dari setahun
atau lebih bagus saat usia 2 tahun.
Selain itu, pemberian telur sebaiknya dimulai dari
kuning telur terlebih dahulu, karena alergen biasanya
berasal dari protein yakni putih telurnya, sementara
kuning telur banyak mengandung lemak dan vitamin.
Ikan: Menjelang Satu Tahun
Pada dasarnya, makanan yang diberikan untuk bayi
adalah makanan yang sehat, yang terdiri atas beras,
lauk-pauk (hewani dan nabati), buah-buahan dan
tambahan susu. Sama halnya dengan memberikan
makanan padat, lauk-pauk pun harus diberikan
secara bertahap. Mulai dari daging ayam yang
dihaluskan, lalu diselingi dengan daging sapi,
sampai ketika usianya mendekati satu tahun, si kecil
sudah boleh diberi ikan.
Tahapan MPASI
Ditegaskan dr Endang Peddyawati MS SpGK MARS,
pemberian MPASI dimulai dari bentuk makanan encer
menuju ke bentuk kental secara bertahap. Semuanya
itu disesuaikan dengan usia bayi dan kemampuan
bayi menerima makanan serta kebutuhan bayi akan
kecukupan zat gizinya. Perinciannya sebagai berikut:
- Umur 6 ? 8 bulan dapat diberikan ASI, buah dan
bubur susu/ biskuit.
- Usia 8 ? 10 bulan, dapat diberikan ASI, buah,
biskuit, bubur susu, bubur saring. Bila perlu, berikan
makanan selingan seperti finger foods (makanan
yang mudah dipegang). Misalnya, wortel yang masih
mentah atau direbus setengah matang, potongan
buah apel atau pir, kentang goreng dan lainnya.
Pada usia ini, makanan bayi sudah boleh dibubuhi
kuning telur atau ayam masak.
- Usia 10 ? 12 bulan dapat diberikan ASI, buah,
biskuit, bubur susu, nasi tim lembek.
- Pada usia 1 tahun ke atas di samping masih
mengonsumsi ASI juga sudah bisa diberikan nasi
dengan lauk pauk dan buah.
Sumber: Mom & Kiddie
   


Jumlah Posts : 33
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda batuk berdahak pake nebulizer...uap lgsg kemulut dan pake pengencer dahak..minta deh ma dokternya...kl batuk ato pilek kl ingus n dahaknya gak sampe berwarna hijau gak usah dikasih antibiotik...kl dah pake nebulizer itu nanti dahaknya akan mengencer dan keluar bersama muntah anak...kl msh baby gini jgn terlalu sering kena antibiotik...apa lg anak asi...antibodinya dah dr asi kok...kecuali si anak kena penyakit infeksi....
   
16-01-2009 13:17:42 biar ASI lancar
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

IBU MENYUSUI PERLU TAMBAHAN ZAT GIZI

Zat gizi ibu di masa menyusui sangat berpengaruh untuk kualitas dan kuantitas ASI.

"Seringkali para ibu lebih mementingkan gizi makanan ketika sedang hamil, tapi tidak demikian saat menyusui. Padahal, tak hanya di waktu hamil, saat menyusui pun kebutuhan akan zat gizi jadi bertambah," ungkap DR. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc., dari SEAMEO-TROPMED RCCN, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Mengapa? Karena ibu dituntut memproduksi ASI yang kuantitas maupun kualitasnya harus memadai selama 6 bulan. Oleh karena itu, kebutuhan gizi masa menyusui ini juga sangat penting. Jika ibu tidak memperhatikan hal ini tentu akan berpengaruh pada kualitas dan kuantitas ASI-nya.

Berikut ini adalah zat-zat gizi yang harus menjadi asupan ibu setiap hari.

* Kalori

Kebutuhan kalori ibu per hari harus terdiri atas 60-70 persen karbohidrat, 10-20 persen protein, dan 20-30 persen lemak. Kalori ini didapat dari makanan yang dikonsumsi ibu dalam sehari. Di masa menyusui, kebutuhan ini bertambah sebanyak 500 kalori dari keadaan normal. Jadi, bila ibu biasa makan sehari 3 kali, maka sekarang harus jadi 4 kali. Boleh juga tetap sehari 3 kali, tapi dengan porsi yang lebih banyak.

Tambahan kalori ini harus ada karena dalam 6 bulan pertama ibu harus menghasilkan 750 cc ASI per hari. Untuk 6 bulan kedua lebih sedikit lagi, sekitar 600 cc ASI per hari. Jumlahnya jadi lebih sedikit karena di usia itu bayi sudah mendapat tambahan makanan lain, sehingga kebutuhan mengisap ASI-nya sudah tidak terlalu banyak lagi. Sementara itu, jumlah ASI yang diproduksi juga tergantung pada seberapa sering payudara menerima rangsangan isapan bayi.

* Protein

Kebutuhan protein ibu dalam keadaan normal biasanya sekitar 40 gram per hari. Selama menyusui, untuk 6 bulan pertama kebutuhannya harus ditingkatkan sebesar 15 gram dan 6 bulan kedua sebanyak 12 gram. Dengan adanya tambahan protein ini diharapkan ASI yang dihasilkan mengandung protein berkualitas.

Bila ibu menyusui tak menambah asupan protein, maka selama produksi ASI berlangsung kebutuhan tambahan protein itu akan diambil dari protein ibu yang ada di ototnya. Akibatnya, ibu menjadi kurus. Secara alamiah, ibu memang akan merasa lapar sekali setelah menyusui bayinya. Ini karena protein dari tubuhnya ada yang diambil.

Zat protein yang dibutuhkan ibu menyusui bisa diperoleh dari makanan yang banyak mengandung protein, baik hewani, seperti daging, sapi, ayam, ikan, seafood, telur, atau susu dan juga nabati, seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

Tentunya dalam mengonsumsi protein ini, ibu tak perlu repot dengan menimbang besarnya tambahan protein tersebut, tapi cukup dikira-kira saja. Kalau biasanya dalam sekali makan ibu mengambil satu potong lauk, maka sekarang ditambah jadi dua potong.

* Lemak

Mungkin ada ibu yang takut gemuk bila zat lemaknya harus ditambah. Bagaimanapun, secara kuantitas, papar Tati, kebutuhan lemak tetap harus memenuhi proporsi kebutuhan kalori seharinya, yaitu sekitar 20-30 persen. "Kalau kebutuhan kalori ibu bertambah, otomatis kebutuhan gram lemaknya pun bertambah sesuai proporsi tadi."

Untuk bisa menghasilkan ASI berkualitas dibutuhkan zat-zat lemak tak jenuh ganda. Lemak ini dibutuhkan bayi untuk perkembangan otak dan retina matanya. Asam lemak tak jenuh ganda dalam ASI akan terbentuk bila ibu mengonsumsi bahan makanan seperti minyak jagung atau minyak biji kapas dan ikan dari peraiaran laut dalam, seperti haring atau salmon yang mengandung asam lemak tak jenuh.

* Mineral

Mineral dan vitamin termasuk mikronutrien, yaitu zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Pertambahannya pun bagi ibu menyusui tak begitu menonjol, karena yang dibutuhkan sedikit sekali, hanya dalam hitungan ukuran miligram atau bahkan mikrogram. Ini karena bagaimanapun, kandungan mineral dalam ASI biasanya konstan.

Namun bukan berarti kebutuhan mineral boleh diabaikan. Beberapa mineral yang pemenuhannya harus mendapat perhatian adalah zat besi. Zat besi yang berasal dari ASI mudah diserap bayi dibandingkan dengan zat besi yang terdapat pada susu sapi. Dari ASI, bayi bisa menyerap zat besi sebanyak 50 persen, sedangkan dari susu sapi sekitar 10 persen atau kurang. Oleh karena itu, ibu menyusui diharapkan banyak mengonsumsi makanan yang merupakan sumber zat besi, seperti hati, sumsum tulang, telur, dan sayuran berwarna hijau tua.

Selain itu, mineral lainnya yang sangat dibutuhkan adalah yodium. Ibu menyusui sebenarnya mudah memperolehnya dari garam yang beryodium. Ada lagi mineral lain yang dibutuhkan, walau sedikit, yaitu seng, magnesium dan selenium, yang bisa didapat dari makanan hewani.

* Vitamin

Ada dua macam vitamin, yaitu vitamin larut dalam lemak dan larut dalam air. Keduanya dibutuhkan untuk memenuhi standar kualitas ASI. Yang larut dalam lemak adalah vitamin A, D, E, dan K. Untuk vitamin K, bayi sebetulnya diharapkan dapat membentuknya sendiri di usus. Hanya saja, karena usus bayi baru lahir masih steril, maka biasanya asupan vitamin K didapat dari suplemen yang disuntikkan.

Vitamin A didapat bayi dari ASI. Untuk memenuhi kebutuhannya, ibu perlu mengomsumsi makanan hewani, seperti hati, maupun makanan nabati berwarna hijau tua atau kuning seperti wortel, jeruk, dan tomat.

Vitamin D didapat dari sinar matahari. Makanya ibu harus rajin berjemur bersama bayinya di pagi hari. Vitamin D yang dibentuk di tubuh ibu akan disalurkan pula kepada bayinya lewat ASI. Sedangkan vitamin E juga bisa didapat dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan serealia.

Sementara dari jenis vitamin yang larut dalam air, yang paling banyak dibutuhkan adalah vitamin C. Pasokan vitamin ini ikut mempengaruhi jumlah ASI yang dapat dikeluarkan. Oleh karena itu, ibu menyusui harus cukup mendapat vitamin C. Konsumsinya tak perlu berlebihan, sehari hanya sekitar 60 -120 mg. Jadi konsumsi vitamin C dosis tinggi sebesar 500 atau 1.000 mg sebetulnya mubazir, karena kelebihannya akan dikeluarkan lewat air seni.

Selain itu, ibu juga membutuhkan berbagai vitamin B, seperti vitamin B6 dan vitamin B12 agar ASI-nya pun mengandung cukup vitamin B. Pada bayi, vitamin ini berfungsi sebagai regulator terjadinya metabolisme dalam tubuh untuk menghasilkan energi bagi pertumbuhannya.

Dari hasil penelitian, keberadaan vitamin B6 pada ASI sangat bergantung pada jumlah vitamin B6 yang dimiliki ibu. Bila ibu kekurangan vitamin B6, sudah pasti ASI-nya juga tidak cukup mengandung vitamin ini. Vitamin B6 banyak terdapat antara lain pada sayuran berwarna hijau tua dan daging.

SUSU DAN SUPLEMEN MAKANAN 

Adakalanya ibu tak suka makan terlalu banyak lauk dan mengantikannya dengan asupan susu. Menurut Tati, hal ini tidak mengapa karena ibu bisa mendapatkan zat protein yang dibutuhkannya dari lemak susu. Namun demikian, ada baiknya asupan karbohidrat juga diperhatikan, misalnya dengan mencampurkan susu dengan sereal. Kalau tidak, ibu bisa kekurangan karbohidrat dan pola makannya jadi tidak seimbang karena asupan proteinnya jadi lebih banyak. Jika berlangsung terus-menerus, metabolisme tubuh ibu akan terganggu.

Pola makan yang tidak seimbang juga bisa diatasi dengan menyantap suplemen makanan. Namun, Tati mengingatkan, suplemen hanya bisa mencukupi kekurangan asupan vitamin dan mineral. Kalau memang ibu yakin bisa mendapatkan kebutuhan zat gizi dari makanan, tak perlulah mengonsumsi suplemen. Disamping itu, suplemen juga sudah melalui proses kimiawi yang jika terakumulasi dalam tubuh bisa saja menimbulkan efek negatif. Lain halnya dengan makanan segar yang lebih natural.

MENGHINDARI KEGEMUKAN 

Adanya tambahan kebutuhan gizi dengan porsi tambahan makan, diakui Tati, tentu berdampak pula bagi ibu. Kalori ibu akan bertambah, sementara kerja ibu hanya menyusui dan mungkin tidak banyak bergerak. Otomatis kemudian berat badan akan meningkat karena lemaknya bertambah.

Untuk menghindari terjadinya kegemukan, sebaiknya ibu melakukan latihan gerak badan atau olahraga, seperti lari, aerobik, atau body language. Olahraga ini akan membakar kalori sehingga tak terjadi penumpukan lemak dalam tubuh. Bila kondisi ibu baik, latihan cukup dilakukan 15-30 menit dalam sehari.

Tati tidak menganjurkan ibu menyusui berdiet menguruskan badan. Kecuali memang kelebihan berat badannya besar sekali. Selain melakukan latihan olahraga, bolehlah ia menurunkan asupan kalorinya, tapi tidak boleh lebih rendah dari 1.800 kalori per hari. Bagaimanapun, kebutuhan zat gizi semasa menyusui lebih besar daripada semasa hamil.

UNTUK MEMPERLANCAR ASI

Daun-daun tertentu memang sudah terbukti dapat memperlancar produksi ASI, seperti halnya daun katuk atau daun lain yang berwarna hijau pekat. "Namun sayuran lain yang banyak mengandung vitamin dan mineral juga akan merangsang dan meningkatkan produksi ASI," Kata Tati.

Diakuinya, kini pun sudah banyak obat pelancar ASI dalam bentuk kaplet, sehingga lebih praktis. Menurutnya tak masalah kaplet ini dikonsumsi, karena sudah melalui riset dan sudah diperhitungkan dosis amannya. Hanya saja, selain masalah harga, juga tak dapat dinikmati rasanya. Jadi, alangkah baiknya jika daun-daunan itu dimakan masih dalam bentuk aslinya.

MAKANAN YANG BOLEH & TAK BOLEH 

"Makanan yang dianjurkan semasa menyusui tentunya yang memenuhi kebutuhan semasa itu. Sehari makan 3 kali makanan utama dengan porsi nasi dan lauk pauk yang diperbanyak. Untuk memenuhi kebutuhan kalori yang bertambah, jangan lupa makan makanan selingan, berupa susu dan buah. Juga harus minum sebanyak-banyaknya," papar Tati. Sementara kebutuhan akan cairan bisa didapat dari makanan dan minuman. Bisa berupa sayuran, jus buah, susu, dan sebagainya.

Sebetulnya, ungkap Tati, ibu menyusui tidak pantang makanan apa saja. Yang penting harus diperhatikan adalah pola makan yang seimbang. Lalu bagaimana dengan bahan makanan berikut ini?

* Buah durian dan nangka

Selama menyusui, buah-buahan seperti nangka dan durian menurut Tati, sebetulnya tidak dilarang untuk dikonsumsi, tapi memang perlu dibatasi. Asal tahu saja, konsumsi buah-buahan yang rasanya sangat manis, seperti anggur dan rambutan juga perlu dibatasi karena mengandung kalori tinggi. Jadi, yang penting proporsional, jangan kebanyakan.

Pada orang-orang tertentu, kalori tinggi yang tersisa akan disimpan dalam tubuh sehingga kadar gulanya berlebihan. Selain itu, sisa kalori juga akan disimpan menjadi lemak sampai akhirnya bisa berlebihan. Akibatnya tentu akan lebih panjang lagi, bisa menganggu sistem sirkulasi darah dan jantung. Pengaruhnya ke ASI mungkin tidak ada.

Jadi, kalau memang ibu menyusui ingin menyantap kedua buah-buahan ini maka proporsinya harus diperhitungkan. Apalagi, durian dan nangka mengandung alkohol. Jika alkohol yang memabukkan dikonsumsi oleh bayi melalui ASI, maka sebagai efeknya bayi bisa rewel, hiperaktif atau sebaliknya lesu.

* Kopi

Ibu boleh saja tetap minum kopi semasa menyusui. Namun, jumlahnya perlu dibatasi, yaitu tak lebih dari dua cangkir dalam sehari. Lebih dari itu, dikhawatirkan zat kafein yang terdapat pada kopi terikut dalam ASI dan terminum oleh bayi.

Zat kafein yang bersifat stimulan sebetulnya bisa membuat orang yang mengonsumsinya menjadi segar. Pada bayi, kafein ini akan menstimulasi semua metabolismenya menjadi lebih cepat. Akibatnya, jantung bayi berdenyut lebih cepat, ginjal bekerja lebih keras, dan air kencing akan lebih banyak. Kondisi ini tentu tidak baik bagi bayi. Selain kopi, beberapa produk soft drink juga mengandung kafein. Oleh karena itu, ibu menyusui harus betul-betul menaruh perhatian.

* Teh

Minum teh bagi ibu menyusui tak jadi masalah. Memang, di dalam teh terkandung zat tanin. Efeknya menghambat penyerapan zat besi. Namun, zat ini dianggap tidak terlalu membahayakan.

* Tape

Yang dikhawatirkan dari makanan ini adalah kandungan alkohol dan kalorinya yang sangat tinggi, hampir sama seperti durian dan nangka.

* Food allergen

Makanan-makanan yang dapat menyebabkan alergi umumnya mengandung protein berkadar tinggi, seperti seafood. Nah, untuk itu, ibu menyusui perlu hati-hati dengan seafood, seperti udang atau cumi. Jika setelah mengonsumsi makanan laut, ASI yang dihasilkan membuat kulit bayi gatal atau merah-merah, berarti ia mengalami alergi. Sebaiknya ibu segera menghentikan konsumsi jenis makanan tersebut.

* Makanan pedas

Sebetulnya tak masalah jika ibu menyusui mengonsumsi makanan pedas. Toh, rasa pedas ini tidak akan keluar lagi bersama ASI. Juga, cabai merupakan jenis sayuran yang banyak mengandung vitamin C.

* Ketan

Makanan ini merupakan sumber karbohidrat, tetapi beda halnya dengan beras, ikatan molekulnya lebih kompleks sehingga lebih sulit dicerna. Akibatnya, untuk sampai menghasilkan energi dibutuhkan waktu yang lebih lama. Namun demikian, tak masalah bila ibu menyusui mengonsumsinya.

* Makanan berserat

Makanan yang kaya serat seperti sayuran dan buah, sebetulnya akan memperlancar pencernaan. Namun demikian, jumlah yang dikonsumsi harus proporsional. Jika terlalu banyak, maka bayi bisa susah buang air besar.

* Makanan kaleng

Meskipun enak, makanan dan minuman kaleng sebaiknya dihindari. Jika makanan itu berupa ikan laut, misalnya, proses pengawetan akan membuat zat protein yang dikandungnya mengalami perubahan. Padahal protein yang dikonsumsi ibu nantinya akan disalurkan kepada bayi bersama ASI. Zat protein yang sudah berubah itu sangat mungkin menyebabkan bayi alergi.

* Obat-obatan

Pada saat berobat ke dokter, pastikan bahwa ibu menjelaskan statusnya yang tengah menyusui. Dengan begitu, dokter tidak akan memberinya obat-obatan yang akan membahayakan bayi apabila terproses bersama ASI. Misalnya, obat batuk yang mengandung zat penenang. Bila sampai terkonsumsi, bayi bisa jadi lesu dan mengantuk. Selain itu, ada obat-obatan yang dapat menimbulkan ketergantungan. Obat jenis ini sangat berbahaya jika sampai terkonsumsi bayi

9 MITOS MENYUSUI DAN FAKTANYA

Katanya ASI bisa kurang kalau si bayi rakus. Bagaimana faktanya? Dr. Rudy Firmansjah B. Rivai, Sp.A dari Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB) Harapan Kita Jakarta menjelaskannya kepada kita.

1. ASI BELUM KELUAR PADA HARI PERTAMA SEHINGGA PERLU DITAMBAH CAIRAN LAIN

Salah. Memang, banyak ibu yang mengalami kesulitan menyusui di hari pertama dan mengeluhkan ASI-nya tidak bisa keluar. Namun tak perlu cemas karena di hari pertama, selain bayi belum memerlukan cairan tambahan, di dalam tubuhnya pun masih ada cadangan cairan yang cukup.

ASI sendiri terdiri atas 88% air. Jadi, kebiasaan memberi cairan seperti susu formula, air putih, teh manis kepada bayi baru lahir tentu kurang tepat. Di banyak negara tindakan ini sudah menjadi kebiasaan dengan alasan agar bayi tidak rewel atau sekadar menghilangkan hausnya. Ditambah lagi, bila cairan itu diberikan dengan dot, selain refleks mengisap bayi jadi tidak terasah, ia juga berisiko bingung puting.

2.ASI TIDAK BISA MEMUASKAN BAYI "RAKUS"

Salah. ASI bisa mencukupi semua kebutuhan asupan makanan dan minuman bayi hingga bayi berusia 6 bulan. Rata-rata kebutuhan cairan bayi pada minggu pertama sekitar 80-100 ml/kg per hari, dan meningkat menjadi 140-160 ml/kg pada usia 3-6 bulan. Semua itu cukup dipenuhi hanya dengan ASI. Bahkan bagi bayi superrakus sekalipun.

Sebuah penelitian menyebutkan, 98 ribu dari 100 ribu ibu yang mengatakan produksi ASI-nya kurang, ternyata memiliki cukup ASI. ASI tidak bisa berproduksi secara optimal karena manajemen laktasi yang kurang baik. Misalnya, tidak tahu posisi menyusui yang tepat, stres, terpengaruh mitos-mitos menyusui, kurang istirahat, dan lain-lain.

ASI yang dikeluarkan, baik dari payudara kanan maupun kiri, sama-sama mengandung foremilk dan hindmilk atau dengan kata lain memiliki komposisi yang sama. Jadi, salah kalau ada yang menganggap payudara kanan mengandung makanan dan yang kiri minuman. Puaskan bayi pada satu payudara selama kira-kira 15 menit. Bila masih belum puas, barulah pindahkan lagi ke payudara pertama.

3.PAYUDARA KENDUR GARA-GARA MENYUSUI

Tidak ada hubungannya. Kendur tidaknya payudara tidak ada hubungannya dengan pemberian ASI. Biang keladi perubahan payudara adalah kehamilan itu sendiri. Saat hamil hormon-hormon membuat payudara penuh berisi ASI. Ukuran payudara pun terlihat lebih besar dari biasanya. Nah, pascamenyusui, ukuran payudara kembali normal. Akibatnya, otot-ototnya pun mengendur dan membuat payudara sedikit kendur.

Hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Lewat pijat atau senam payudara keindahan bentuk payudara bisa dipertahankan. Pilih juga bra yang tepat agar bisa membuat bentuk payudara tidak kendur. Selain itu, menyusui juga bisa memproteksi payudara dari serangan kanker payudara. Penelitian membuktikan, risiko terkena kanker mengecil jika ibu menyusui anaknya.

4. SULIT TURUNKAN BB JIKA MENYUSUI

Salah. Konon, menyusui membuat nafsu makan ibu bertambah lahap, sehingga sulit mengatur berat badan. Ini tidaklah tepat. Sebuah penelitian menyebutkan, menyusui dapat membantu ibu menurunkan berat badan lebih cepat. Kala menyusui timbunan lemak yang terjadi pada waktu hamil diubah menjadi energi. Sebaliknya, timbunan lemak ini sulit disingkirkan jika ibu tidak menyusui.

5.UKURAN PAYUDARA TENTUKAN BANYAKNYA ASI

Salah. Banyak tidaknya ASI tidak ditentukan oleh besar kecilnya payudara, tapi tergantung seberapa banyak kelenjar pembentuk air susu. Payudara berukuran besar kanan bergizi yang cukup dan seimbang.

Bahkan menyusui bisa memberi perlindungan terhadap zat kimia beracun tertentu. Pada kecelakaan kebocoran reaktor di Chernobyl, didapat fakta bahwa kadar zat radio aktif dalam ASI jauh lebih sedikit daripada dalam tubuh ibu. Para ahli pun berkesimpulan, ada mekanisme tubuh tertentu yang menyaring racun sehingga konsentrasinya dalam ASI sangat rendah.

7.BANYAK BERISTIRAHAT BISA MENAMBAH PRODUKSI ASI

Kurang tepat. Mitosnya saat istirahat produksi ASI akan berjalan lancar. Ini tidak sepenuhnya benar. Yang betul makin sering ASI diberikan, makin banyak pula ASI dihasilkan. Produksi ASI meningkat seiring dengan gerakan mengisap. Sebaliknya, jika dihentikan maka lambat laun produksi ASI pun berkurang. Itulah mengapa, berikan ASI atau pompalah secara teratur. Jangan lupa untuk merawat dan memijat payudara agar produksi ASI tetap lancar.

8.TIDUR BAYI LEBIH LELAP JIKA MINUM SUSU FORMULA

Tidak tepat. Memang, bayi-bayi yang diberikan susu formula cenderung tidur lama. Penyebabnya, susu formula umumnya tidak dapat dicerna dengan cepat, sehingga efek rasa kenyangnya lebih lama dan tidurnya pun terkesan lebih lama. Tapi kuantitas tidak menjamin kualitas. Jadi, tidak ada perbedaan kualitas tidur antara bayi peminum ASI dan susu formula.

9.MENYUSUI TANGKAL KEHAMILAN

Tidak sepenuhnya salah. Sebuah riset mengemukakan, menyusui bisa menurunkan kesuburan. Pada ibu yang tidak menyusui, kesuburan biasanya muncul kembali dalam 4-6 minggu pascapersalinan. Pada ibu menyusui, rentangnya bisa lebih lama, karena proses ovulasi terhambat.

Saat menyusui produksi hormon prolaktin meningkat. Hormon ini cukup efektif menghambat ovulasi, menstruasi pun menjadi tertunda. Itulah mengapa, kala menyusui, tubuh tak mampu menghasilkan sel telur matang. Walhasil, sperma yang masuk tidak akan menemukan "pasangan"nya. Kehamilan pun tidak akan terjadi atau disebut KB alami, yang sering diistilahkan LAM (Lactation Amenorrhoe Methode).

Meskipun efektivitasnya mencapai 98%, menyusui tidak menjamin ibu tidak hamil. Karena persyaratan menyusui sebagai KB alami sangat ketat, di antaranya ASI harus diberikan secara eksklusif. Frekuensi pemberiannya harus diatur, 10 kali dalam satu hari, disamping banyak syarat lain yang harus dipenuhi. Risiko kehamilan tetap besar jika ibu tidak bisa mematuhi syarat-syarat tersebut.

   


30-06-2014 13:31:36 Warna Pup Bayi Baru Lahir
Jumlah Posts : 94
Jumlah di-Like : belum ada like

Bun, warna pup bayi saat baru lahir bisa mengungkapkan kondisi kesehatannya loh. Gimana tuh ya? Dua puluh empat jam setelah lahir, bayi akan pup alias buang air besar. Nah kotoran pertama ini biasanya berwarna kehijau-hijauan, dan ini disebut dengan mekonium.

Mekonium ini terbentuk dari cairan ketuban yang tertelan saat bayi masih di dalam kandungan, dan berada di dalam ususnya sejak 3 bulan sebelum dilahirkan. Mekonium ini akan terdesak keluar segera setelah bayi mulai menyusu, sebab ASI merangsang sistem pencernaan bayi untuk melakukan tugasnya.

Setelah keluar mekonium, pup yang dikeluarkan bayi akan berubah-ubah warna dan bentuk sesuai komposisi senyawa di dalam ASI yang diberikan. Nih dia perubahan dan peralihan warna berdasarkan asupan gizi dari ASI, bun :

  • Berbentuk cairan berwarna hijau atau kuning

Biasanya ini adalah kotoran transisi antara mekonium dan kotoran yang terbentuk dari “sampah” ASI. Kotoran seperti ini keluar selama beberapa hari setelah bayi lahir.

  • Berbentuk mirip butiran beras, warnanya kuning cerah dan baunya agak asam

Ini merupakan kotoran yang dihasilkan setelah bayi mengkonsumsi ASI secara teratur.

  • Berbentuk agak padat warna kuning pucat atau kuning kecoklatan, bau agak asam/tajam

Ini kotoran yang dihasilkan bayi yang diberi susu formula selain ASI

  • Berbentuk cair, tanpa ampas dan warnanya hijau

Nah kalau yang ini pertanda bayi mengalami diare, bunda.

  • Berbentuk bulat seperti kotoran kambing, padat, keras dan warnanya hitam.

Kalau yang ini si bayi mengalami sembelit.

Note : jika tiba-tiba pup bayi berubah bentuk dan warna plus ditambah dengan reaksi menangis dan rewel, bunda perlu beri perhatian ekstra. Terutama beri perhatian pada makanan dan minuman yang sedang bunda makan karena ini berpengaruh pada komposisi gizi dalam ASI yang diproduksi.

sumber : ayahbunda

   
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
banyak makan sayur yg berwarna hijau bun, kayak daun katup, daun pepaya, bayam dll, klo dr dokter stl melahirkan saya dikasih moloco b12 itu utk memperlancar asi
   


10-06-2014 15:53:44 Bayi Kuning
Jumlah Posts : 1516
Jumlah di-Like : 25

Pertanyaan dari Bunda Mustika Netty :

Dear Bunda2 aku mau curcol masalah kuning pada bayiku
dr lahir sampai saat ini aku memberinya ASI
Bayi pertamaku kuning pada hari ketiga
entah knp rumah bersalin tidak menjemur bayiku
setelah pulang drsn aku cek rutin ke dr. anak
minggu prtama : dr. anak meresepkan obat antibiotik untuk bayiku karena waktu melahirkan ketuban berwarna hijau jadi untuk mengobati infeksi maka dokter meresepkan obat tsb ditetes 2x shari nama obatnya amoxan

minggu kedua : tali pusat puput disana dan dokter kembali meminta kami xek lagi beliau bilang mau cek kuningnya

minggu ketiga : atas anjuran dokter bayi kami diambil darah untuk pengecekan bilirubin hasilnya 12.67 dhgn bilirubin direk pada angka 3 koma
sisanya bilirubin indirek
dokter tsb saat kami sudah selesai dari lab sudah plg dan suster mendapat kabar lwt tlp bahwa kami disuruh rawat di rumah dgn ASI dan jemur

kecewa dgn dokter tsb akhirnya kami mulai mencari dokter baru
sebut saja dokter x

pada minggu kelima kami mengunjungi dokter x
beliau menyarankan untuk cek bilirubin lagi
hasilnya bilirubin direk turun mnjadi 1 koma namun menurut dokter x angka tsb 3 kali lipat dari angka normal bilirubin yaitu 0,3
beliau mnulis resep urdafalk 40 bungkus dan bilang untuk datang 2 minggu lagi
beliau bilang akan dicek lagi bilirubinnya dan apabila direk masih tinggi akan dicek air seni bayi kami
kami tebus obat racikan itu yg merupakan bentuk puyer
tertulis obat tsb diminum 3x sehari setelah makan
setelah tanya orang tua dan kerabat kami sepakat untuk tetap pro ASI

2 minggu berlalu, kami datangi kembali dokter x
beliau cek mata bayi yang masih sedikit kuning dan bilang bahwa kuningnya berkurang
beliau beri kami modul ttg ikterus atau kuning
singkatnya beliau menyarankan USG abdomen pada bayi kami
tentu saja kami kaget dan dia meresepkan kembali urdafalk sbanyak 30 bks padalah kami bilang tidak meminumkannya pada bayi kami
kami bertanya knp harus USG?
Beliau bilang karena kuningnya belum smbuh juga dikhawatirkan empedu bayi kami empedu batu
sungguh setelah mendengar hal itu kami kaget
sampai saat ini kami masih bingung dan sedih karena dokter sempet bilang kuning bisa menyebabkan kematian

pdhl asal bunda tau bayi kami belum menginjak dua bulan namun beratnya sudah 5 kg dan tingginya 56 meningkat setiap mnggunya
perilakunya aktif pup dan pipisnya juga normal
menurut bunda apa yg harus kami lakukan??

   
10-06-2014 15:42:27 Bayi Tersenyum, Ibu Senang
Jumlah Posts : 98
Jumlah di-Like : belum ada like
Dear Bunda2 aku mau curcol masalah kuning pada bayiku
dr lahir sampai saat ini aku memberinya ASI
Bayi pertamaku kuning pada hari ketiga
entah knp rumah bersalin tidak menjemur bayiku
setelah pulang drsn aku cek rutin ke dr. anak
minggu prtama : dr. anak meresepkan obat antibiotik untuk bayiku karena waktu melahirkan ketuban berwarna hijau jadi untuk mengobati infeksi maka dokter meresepkan obat tsb ditetes 2x shari nama obatnya amoxan

minggu kedua : tali pusat puput disana dan dokter kembali meminta kami xek lagi beliau bilang mau cek kuningnya

minggu ketiga : atas anjuran dokter bayi kami diambil darah untuk pengecekan bilirubin hasilnya 12.67 dhgn bilirubin direk pada angka 3 koma
sisanya bilirubin indirek
dokter tsb saat kami sudah selesai dari lab sudah plg dan suster mendapat kabar lwt tlp bahwa kami disuruh rawat di rumah dgn ASI dan jemur

kecewa dgn dokter tsb akhirnya kami mulai mencari dokter baru
sebut saja dokter x

pada minggu kelima kami mengunjungi dokter x
beliau menyarankan untuk cek bilirubin lagi
hasilnya bilirubin direk turun mnjadi 1 koma namun menurut dokter x angka tsb 3 kali lipat dari angka normal bilirubin yaitu 0,3
beliau mnulis resep urdafalk 40 bungkus dan bilang untuk datang 2 minggu lagi
beliau bilang akan dicek lagi bilirubinnya dan apabila direk masih tinggi akan dicek air seni bayi kami
kami tebus obat racikan itu yg merupakan bentuk puyer
tertulis obat tsb diminum 3x sehari setelah makan
setelah tanya orang tua dan kerabat kami sepakat untuk tetap pro ASI

2 minggu berlalu, kami datangi kembali dokter x
beliau cek mata bayi yang masih sedikit kuning dan bilang bahwa kuningnya berkurang
beliau beri kami modul ttg ikterus atau kuning
singkatnya beliau menyarankan USG abdomen pada bayi kami
tentu saja kami kaget dan dia meresepkan kembali urdafalk sbanyak 30 bks padalah kami bilang tidak meminumkannya pada bayi kami
kami bertanya knp harus USG?
Beliau bilang karena kuningnya belum smbuh juga dikhawatirkan empedu bayi kami empedu batu
sungguh setelah mendengar hal itu kami kaget
sampai saat ini kami masih bingung dan sedih karena dokter sempet bilang kuning bisa menyebabkan kematian

pdhl asal bunda tau bayi kami belum menginjak dua bulan namun beratnya sudah 5 kg dan tingginya 56 meningkat setiap mnggunya
perilakunya aktif pup dan pipisnya juga normal
menurut bunda apa yg harus kami lakukan
   
Jumlah Posts : 323
Jumlah di-Like : belum ada like

www.obatfruitplant.com / Hub 082113202202 BB 238AF029

3 GREEN HWI 

Harga  Rp. 200.000
Isi   60 Kapsul

3 Green merupakan produk kesehatan keluaran PT HWI dan sudah terdaftar BPOM TR.103319281. 

3 GREEN mengandung tiga sumber nutrisi terbaik yang disebut Natural Superfoods yaitu : Spirulina, Chlorella dan Barley. 

Kaya akan protein nabati, Asam lemak tak jenuh Gamma Linolenic (GLA), asam amino, vitamin, mineral dan enzim.

1 botol Three Green (3 green) berisi 60 kapsul dan bisa digunakan untuk konsumsi dua mingguan sampai dengan satu bulan untuk pemakaian rutin.

Kandungan Utama 3 Green HWI :

1. Spirulina adalah ganggang ber sel satu berwarna hijau-biru, dikenal sebagai Natural Superfood, karena memiliki spectrum nutrisi paling luas. Spirulina dicanangkan sebagai makanan terbaik untuk masa depan dalam Konferens Makanan Sedunia PBB, pada tahun 1974

2. Chlorella, salah satu jenis ganggang hijau air tawar yang telah ada di bumi sejak sekitar 25 miliar tahun ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. CGF (Chlorella Growth Factor) merupakan zat penting dalam chlorella yang berperan dalam pertumbuhan sel-sel.Dengan mengkonsumsi CGF, maka penyediaan asam nukleat yang tinggi dan tercukupi akan menunda proses penuaan sel

3. Barley Green telah dimanfaatkan selama bertahun-tahun sebagai suplemen makanan karena kandungannya yang kaya akan vitamin, mineral, asam lemak esensial, enzim aktif, klorofil, berbagai antioksidan dan banyaknya kandungan fitonutrien yang diperlukan tubuh manusia. Barley Green juga mengandung komposisi nutrisi seimbang dan mudah dicerna tubuh. 


Produk ini merupakan makanan yang bersifat basa tinggi. Bila dikonsumsi dalam jangka panjang akan sangat membantu memperkuat kesehatan tubuh

Manfaat Utama 3 Green :

1. Meningkatkan fungsi otak dan system syaraf pusat
2. Mencegah penyakit degeneratif
3. Memperlambat proses penuaan (anti aging)
4. Meningkatkan sirkulasi darah
5. Meningkatkan imunitas tubuh
6. Membantu tubuh melakukan detosifikasi logam berat (mercury, cadmium, dll)
7. Menjaga keseimbangan RNA/DNA
8. Mempercepat penyembuhan luka keseimbangan
9. Mengurangi rasa sakit akibat radang
10.Melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas
11.Meningkatkan pertumbuhan bakteri baik (probiotic)
12.Membantu mengurangi lemak tubuh dan menurunkan kolestrol
13.Membantu menormalkan gula darah, baik untuk penderita diabetes maupun hipoglicemia
14.Menetralkan keasaman tubuh
15.Menyeimbangkan berat badan


Aturan Konsumsi 3 Green :

1 tablet x 2 kali sehari ( cukup buat 1bln 3Green)
Pemakaian untuk anak : 1/2 dosis dari orang dewasa
Jadi 3 GREEN berfungsi sebagai sahabat sekaligus pelengkap dari produk lain PT HWI yaitu Chlorophyll Mint Powder. 
Kombinasikan CMP dengan 3 GREEN untuk mendapatkan hasil yg lebih maksimal.

Cara minum 3 green + CMP:

pagi sebelum sarapan konsumsi 2 kapsul 3 green
sebelum makan siang konsumsi 1 sachet CMP + 300 ml air
sebelum makan sore konsumsi 1 sachet CMP + 300 ml air + 2 kapsul 3 green
sebelum tidur konsumsi 1 sachet CMP + 300 ml air
NB : jam 7 malam keatas tidak boleh makan berat dan minum air putih yang banyak

   
Jumlah Posts : 29
Jumlah di-Like : belum ada like
@bunda riezq : itu kl kata dokter pencernaannya krg bagus / asi ato sufor krg dicerna jd cairan yg dikeluarkan oleh empedu berwarna hijau. debay ku jg gt bun saat ini, jd diksh obat vitamin ma dokter. alhamdulillah sudah mulai ada warna kuningnya.
   
Jumlah Posts : 19
Jumlah di-Like : belum ada like

CALL 081291625333 / BBM 2B19BBCE 

3 GREEN HWI 

HARGA Rp. 200.000

3 Green merupakan produk kesehatan keluaran PT HWI dan sudah terdaftar BPOM TR.103319281. 3 GREEN mengandung tiga sumber nutrisi terbaik yang disebut Natural Superfoods yaitu : Spirulina, Chlorella dan Barley. Kaya akan protein nabati, Asam lemak tak jenuh Gamma Linolenic (GLA), asam amino, vitamin, mineral dan enzim.
1 botol Three Green (3 green) berisi 60 kapsul dan bisa digunakan untuk konsumsi dua mingguan sampai dengan satu bulan untuk pemakaian rutin.

Kandungan Utama 3 Green HWI :

1. Spirulina Adalah Ganggang Ber Sel Satu Berwarna Hijau-Biru, Dikenal Sebagai Natural Superfood, Karena Memiliki Spectrum Nutrisi Paling Luas. Spirulina Dicanangkan Sebagai Makanan Terbaik Untuk Masa Depan Dalam Konferens Makanan Sedunia PBB, Pada Tahun 1974.

2. Chlorella, Salah Satu Jenis Ganggang Hijau Air Tawar Yang Telah Ada Di Bumi Sejak Sekitar 25 Miliar Tahun Ternyata Memiliki Banyak Manfaat Untuk Kesehatan. CGF (Chlorella Growth Factor) Merupakan Zat Penting Dalam Chlorella Yang Berperan Dalam Pertumbuhan Sel-Sel.Dengan Mengkonsumsi CGF, Maka Penyediaan Asam Nukleat Yang Tinggi Dan Tercukupi Akan Menunda Proses Penuaan Sel.

3. Barley Green Telah Dimanfaatkan Selama Bertahun-Tahun Sebagai Suplemen Makanan Karena Kandungannya Yang Kaya Akan Vitamin, Mineral, Asam Lemak Esensial, Enzim Aktif, Klorofil, Berbagai Antioksidan Dan Banyaknya Kandungan Fitonutrien Yang Diperlukan Tubuh Manusia. Barley Green Juga Mengandung Komposisi Nutrisi Seimbang Dan Mudah Dicerna Tubuh. Produk Ini Merupakan Makanan Yang Bersifat Basa Tinggi. Bila Dikonsumsi Dalam Jangka Panjang Akan Sangat Membantu Memperkuat Kesehatan Tubuh.

Manfaat Utama 3 Green :

- Meningkatkan fungsi otak dan system syaraf pusat
- Mencegah penyakit degeneratif
- Memperlambat proses penuaan (anti aging)
- Meningkatkan sirkulasi darah
- Meningkatkan imunitas tubuh
- Membantu tubuh melakukan detosifikasi logam berat (mercury, cadmium, dll)
- Menjaga keseimbangan RNA/DNA
- Mempercepat penyembuhan luka keseimbangan
-Mengurangi rasa sakit akibat radang
-Melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas
-Meningkatkan pertumbuhan bakteri baik (probiotic)
-Membantu mengurangi lemak tubuh dan menurunkan kolestrol
-Membantu menormalkan gula darah, baik untuk penderita diabetes maupun hipoglicemia
-Menetralkan keasaman tubuh
-Menyeimbangkan berat badan

   
08-05-2014 14:35:28 kandungan lemah
Jumlah Posts : 37
Jumlah di-Like : belum ada like

ikutan sharing aja ya bunda...kebetulan saya juga sedang carin info unutk sepupu saya yang sedang promil, cari2 info di sini juga, ketemu di "Helpdesk menu" ( http://www.infobunda.com/info/2908-promil.html ) :

Dalam artikel yang saya temukan:
Apakah Anda sedang merencanakan program kehamilan dan ingin segera memiliki momongan? Bila ya, berikut ini adalah beberapa asupan yang dapat membantu meningkatkan kesuburan Anda.

Bayam
Makanan tokok kartun si popeye ini sangat baik untuk kesehatan tubuh. Tidak hanya kaya akan antioksidan, zat besi, vitamin E, vitamin B, asam folat, sayuran berwarna hijau ini bisa menambah asam folik di dalam tubuh manusia. Bila asam folik meningkat maka akan dapat membantu proses pembentukan sperma serta indung telur. Dengan mengkonsumsi bayam juga baik untuk sistem reproduksi Anda.
Infobunda : http://www.infobunda.com/brt/277-Makanan-yang-Disarankan-dalam-Program-Kehamilan.html#ixzz2m0HXPgRw


Tips :
- Hindari makanan yang rentan terkena pencemaran. Ada beberapa jenis makanan laut yang dicurigai tercemar polutan merkuri, seperti kerang. Buah-buahan dan sayur juga terkadang tercemar dengan bahan kimia (umumnya pestisida). Jangan lupa untuk selalu mencuci bersih sayur dan buah sebelum dikonsumsi.
- Beberapa ahli telah melakukan penelitian dan menyimpulkan bahwa kafein memiliki dampak negatif terhadap infertilitas wanita. Meskipun belum jelas apa pengaruh pastinya, tetapi dicurigai kafein yang terkandung dalam kopi dapat mempengaruhi produksi hormon estrogen yang berhubungan dengan masalah kesuburan. Sebagai upaya pencegahan, sebaiknya Bunda hanya minum 2-3 cangkir kopi saja perharinya (300 mg kafein).
Infobunda : http://www.infobunda.com/artikel/423-Mau-hamil-Konsumsi-Jenis-Makanan-Ini.html#ixzz2m0IVbDnS

Atau bunda dapat melihat link saran lainnya yang berkaitan dengan pertanyaan bunda, pada pertanyaan yang sama di fitur helpdesk, yaitu :
http://www.infobunda.com/info/2521-vitamin-yang-tepat-saat-progam-hamil.html#ixzz2owrn0CMY atau cara cepat hamil pada link http://www.infobunda.com/info/1866-cepet-hamil.html "

semoga bisa membantu ^_^

   
Jumlah Posts : 29
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda2 ada yg tau knp baby ku BAB nya berwarna hijau dan berbau ? karna saya ga asi lg jd pke sufor. apa perlu ganti susu nya ? baby ku minum susu bebelove.
   
Jumlah Posts : 7
Jumlah di-Like : belum ada like
lam kenal bun aq juga mau tanya bun,kl baby aq br berumur 2 hari asi blm keluar jd lgsg minum susu formula tp setiap hbs minum susu pasti BAB dan BAB nya seperti biji kwaci yg berwarna putih terkadang juga berwarna hijau agak lembek gt...ada yg tau kenapa ga ya,tlg infonya ya bun.mksh
   
Jumlah Posts : 7
Jumlah di-Like : belum ada like
kalau baby br 2 hari blm bs minum ASI br minum susu formula dan tiap hbs minum susu dia BAB berwarna hijau tp terkadang bercampur putih seperti biji kwaci itu knpa ya?
   
30-04-2014 12:09:24 4 hari tidak pup
Jumlah Posts : 78
Jumlah di-Like : belum ada like
KENALI WARNA DAN BENTUK FESES BAYI Frekuensi yang sering bukan berarti pencernaannya terganggu. Waspadai bila warnanya putih atau disertai darah. Kegiatan buang air besar pada bayi kadang membuat khawatir orang tua. Warna, bentuk dan polanya yang berbeda dengan orang dewasa inilah yang kerap menimbulkan kecemasan. Sebelum kita menjadi cemas, berikut penjelasan dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A, tentang feses bayi. WARNA Umumnya, warna-warna tinja pada bayi dapat dibedakan menjadi kuning atau cokelat, hijau, merah, dan putih atau keabu-abuan. Normal atau tidaknya sistem pencernaan bayi, dapat dideteksi dari warna-warna tinja tersebut. Kuning Warna kuning diindikasikan sebagai feses yang normal. Kata Waldi, warna feses bayi sangat dipengaruhi oleh susu yang dikomsumsinya. "Bila bayi minum ASI secara eksklusif, tinjanya berwarna lebih cerah dan cemerlang atau didominasi warna kuning, karenanya disebut golden feces. Berarti ia mendapat ASI penuh, dari foremilk (ASI depan) hingga hindmilk (ASI belakang)." Warna kuning timbul dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh cairan empedu. Cairan empedu dibuat di dalam hati dan disimpan beberapa waktu di dalam kandung empedu sampai saatnya dikeluarkan. Bila di dalam usus terdapat lemak yang berasal dari makanan, kandung empedu akan berkontraksi (mengecilkan ukurannya) untuk memeras cairannya keluar. Cairan empedu ini akan memecah lemak menjadi zat yang dapat diserap usus. Sedangkan bila yang diminum susu formula, atau ASI dicampur susu formula, warna feses akan menjadi lebih gelap, seperti kuning tua, agak cokelat, cokelat tua, kuning kecoklatan atau cokelat kehijauan. Hijau Feses berwarna hijau juga termasuk kategori normal. Meskipun begitu, warna ini tidak boleh terus-menerus muncul. "Ini berarti cara ibu memberikan ASI-nya belum benar. Yang terisap oleh bayi hanya foremilk saja, sedangkan hindmilk-nya tidak." Kasus demikian umumnya terjadi kalau produksi ASI sangat melimpah. Di dalam payudaranya, ibu memiliki ASI depan (foremilik) dan ASI belakang (hindmilk). Pada saat bayi menyusu, ia akan selalu mengisap ASI depan lebih dulu. Bagian ini mempunyai lebih banyak kandungan gula dan laktosa tapi rendah lemak. Sifatnya yang mudah dan cepat diserap membuat bayi sering lapar kembali. Sedangkan, ASI belakang (hindmilk) akan terisap kalau foremilk yang keluar lebih dulu sudah habis. Hindmilk mengandung banyak lemak. "Lemak ini yang membuat tinja menjadi kuning." Nah, kalau bayi hanya mendapat foremilk yang mengandung sedikit lemak dan banyak gula, kadang- kadang terjadi perubahan pada proses pencernaan yang akhirnya membuat feses bayi berwarna hijau. Bahkan sering juga dari situ terbentuk gas yang terlalu banyak (kentut melulu), sehingga bayi merasa tak nyaman (kolik). Mestinya yang bagus itu tidak hijau terus, tapi hijau kuning, hijau dan kuning, bergantian. "Ini berarti bayi mendapat ASI yang komplet, dari foremilk sampai hindmilk supaya kandungan gizinya komplet. Nah, ibu harus mengusahakan agar bayinya mendapat foremilk dan hindmilk sekaligus." Sayangnya, disamping ASI, ibu juga kerap memberikan tambahan susu formula. Sebelum proses menyusunya mencapai hindmilk, anak sudah telanjur diberi susu formula hingga kenyang. Akibatnya, ia hanya mendapat ASI foremilk saja. Waldi menyarankan, "Berikan ASI secara eksklusif. Perbaiki penatalaksanaan pemberiannya agar bayi bisa mendapat foremilk dan hindmilk." Kiatnya mudah; susui bayi dengan salah satu payudara sampai ASI di situ habis, baru pindah ke payudara berikutnya. Merah Warna merah pada kotoran bayi bisa disebabkan adanya tetesan darah yang menyertai. Namun dokter tetap akan melihat, apakah merah itu disebabkan darah dari tubuhnya sendiri atau dari ibunya. Jika bayi sempat mengisap darah ibunya pada proses persalinan, maka pada fesesnya akan ditemukan bercak hitam yang merupakan darah. Umumnya bercak itu muncul selama satu sampai tiga hari. "Jadi, tinggal dites saja, asalnya dari mana? Dari darah ibu atau darah bayi." Bila darah itu tetap muncul pada fesesnya (bisa cair ataupun bergumpal), dan ternyata bukan berasal dari darah ibu, maka perlu diperiksa lebih lanjut. Kemungkinannya hanya dua, yaitu alergi susu formula bila bayi sudah mendapatkannya, dan penyumbatan pada usus yang disebut invaginasi. Dua-duanya butuh penanganan. Kalau ternyata invaginasi, bayi harus segera dioperasi. "Darah ini sangat jarang berasal dari disentri amuba atau basiler, karena makanan bayi, kan, belum banyak ragamnya dan belum makan makanan yang kotor." Kalau penyakitnya serius, biasanya bayi juga punya keluhan lain, seperti perutnya membuncit atau menegang, muntah, demam, rewel dan kesakitan. Putih/Keabua-abuan Waspadai segera jika feses bayi yang baru lahir berwarna kuning pucat atau putih keabu-abuan. Baik yang encer ataupun padat. Warna putih menunjukkan gangguan yang paling riskan. Bisa disebabkan gangguan pada hati atau penyumbatan saluran empedu. "Ini berarti cairan empedunya tidak bisa mewarnai tinja, dan ini tidak boleh terjadi karena sudah 'lampu merah'." Waldi menegaskan, bila bayi sampai mengeluarkan tinja berwarna putih, saat itu juga ia harus dibawa ke dokter. Jangan menundanya sampai berminggu-minggu karena pasti ada masalah serius yang harus diselesaikan sebelum bayi berumur tiga bulan. Sebagai langkah pertama, umumnya dokter akan segera melakukan USG pada hati dan saluran empedunya. "Yang sering terjadi, ibu terlambat membawa bayinya. Dipikirnya tinja ini nantinya akan berubah. Padahal kalau dibiarkan, dan bayinya baru dibawa ke dokter sesudah berumur di atas tiga bulan, saat itu si bayi sudah tidak bisa diapa-apakan lagi karena umumnya sudah mengalami kerusakan hati. Pilihannya tinggal transplantasi hati yang masih merupakan tindakan pengobatan yang sangat mahal di Indonesia." BENTUK Feses bayi di dua hari pertama setelah persalinan biasanya berbentuk seperti ter atau aspal lembek. Zat buangan ini berasal dari pencernaan bayi yang dibawa dari kandungan. Setelah itu, feses bayi bisa bergumpal- gumpal seperti jeli, padat, berbiji/seeded dan bisa juga berupa cairan. Feses bayi yang diberi ASI eksklusif biasanya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair. Sedangkan feses bayi yang diberi susu formula berbentuk padat, bergumpal- gumpal atau agak liat dan merongkol/bulat. Makanya bayi yang mengonsumsi susu formula, kadang suka bebelan (susah buang air besar, Red), sedangkan yang mendapat ASI tidak. Bila bayi yang sudah minum susu formula mengeluarkan feses berbentuk cair, hal itu perlu dicurigai. "Bisa jadi si bayi alergi terhadap susu formula yang dikonsumsinya atau susu itu tercemar bakteri yang mengganggu usus." Kesulitan mendeteksi normal tidaknya feses akan terjadi bila ibu memberikan ASI yang diselang-seling susu formula. Misalnya, akan sulit menentukan apakah feses yang cair/mencret itu berasal dari ASI atau susu formula. "Kalau mencretnya karena minum ASI, ini normal-normal saja karena sistem pencernaannya memang belum sempurna. Tetap susui bayi agar ia tidak mengalami dehidrasi. Tapi bila mencretnya disertai keluhan demam, muntah, atau keluhan lain, dan jumlahnya sangat banyak serta mancur, berarti memang ada masalah dengan bayi. Ia harus segera dibawa ke dokter. FREKUENSI Masalah frekuensi sering mencemaskan ibu, karena frekuensi BAB bayi tidak sama dengan orang dewasa. Kalau ibu mungkin sehari cuma sekali, jadi kalau anaknya sampai lima kali sehari, ini sudah membuat cemas." Padahal frekuensi BAB setiap bayi berbeda-beda. Bahkan, bayi yang sama pun, frekuensi BAB-nya akan berbeda di minggu ini dan minggu depannya. "Itu karena bayi belum menemukan pola yang pas. Umumnya di empat atau lima minggu pertama, dalam sehari bisa lebih dari lima kali atau enam kali. Enggak masalah, selama pertumbuhannya bagus." Bayi yang minum ASI eksklusif, sebaliknya bisa saja tidak BAB selama dua sampai empat hari. Bahkan bisa tujuh hari sekali. Bukan berarti ia mengalami gangguan sembelit, tapi bisa saja karena memang tidak ada ampas makanan yang harus dikeluarkan. Semuanya dapat diserap dengan baik. Feses yang keluar setelah itu juga harus tetap normal seperti pasta. Tidak cair yang disertai banyak lendir, atau berbau busuk dan disertai demam dan penurunan berat badan bayi. "Jadi yang penting lihat pertumbuhannya, apakah anak tidak rewel dan minumnya bagus. Kalau tiga hari belum BAB, dan bayinya anteng-anteng saja, mungkin memang belum waktunya BAB."