SITE STATUS
Jumlah Member :
299.846 member
user online :
1256 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: kandungan dalam susu bebelac umur 2 tahun

New Topic :  
07-02-2014 22:57:49 baby tengkurep
Jumlah Posts : 6
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda maria saya kasih artikel tntng Hebatnya ASI. klo bisa babynya diksh ASIP klo bunda kerja dan klo ada fb ikut group AIMi Asosiasi ibu menyusui indonesia. bs dksh saran. Berikut adalah share dari tulisan seorang rekan ibu Afra Amalia tentang pengalamannya waktu riset antara Susu Formula Vs ASI. Agak panjang memang tulisannya, tapi isinya sangat menarik kok. Semoga bisa menjadikan inspirasi buat bunda2 sekalian, trims. Jadi inget, dulu pernah bikin riset ttg susu formula merek X, buatan Eropa di pertengahan tahun 2008. Interviewnya sama dokter-dokter anak di Indonesia, pas banget ketika saya sedang hamil. Ketika saya ikut serta dalam riset ini, saya belum kebayang sama sekali bakal kasih ASI sampai 22bulan, dan kasih homemade food ke Alika; anak saya, dan gak memberikan susu formula sama sekali. Boro-boro kebayang pumping ASI dan bawa-bawa pompa dan segambreng peralatan perang ASI lainnya, wong dulu tuh mikirnya pasti soal "merek susu apa ya yg bagus?" atau nanya ke orang-orang: "Merek susu apa ya yang bagus?". Sampai suatu hari Saya dapat kesempatan untuk bantu di project riset tentang susu formula merek ini. Fyi: ini adalah salah satu merek susu buatan Eropa yang terkenal di Indonesia. Dan sebelum fieldwork dimulai, saya seperti biasa melakukan brainstorming meeting bersama orang brand (Orang Swiss) dan orang R&D yg menjadi salah satu peracik formula susunya (Dokter asal New Zealand). Dari hasil brainstorming meeting ternyata diketahui bahwa alasan mereka membuat study pemasaran di Indonesia karena pangsa pasar susu formula di Indonesia itu sangat besar, termasuk dalam 5 besar di dunia. Sementara, di Eropa sendiri para produsen susu formula sangat susah buat jualan produk susu formula, karena pemerintahnya sangat galak dan sangat ketat dalam mengatur penjualan susu formula. Hal ini berbeda dengan pemerintah Indonesia yang belum galak dan masih "Pro" Susu formula. Belum lagi ditambah dengan adanya stigma dari orang Eropa mengenai susu formula yang dianggap "rubbish product" - karena terlalu banyaknya process dalam pembuatannya: dari cair ke bubuk dan terlalu banyak bahan kimia yang dibutuhkan dalam proses pengubahan bentuknya dan terlalu banyak fortifikasi yang artinya terlalu banyak bahan kimia di dalamnya. Makanya produk X ini mau meningkatkan penjualannya di Indonesia, karena memang lebih mudah dan lebih gampang : Ketika Saya mendengar cerita itu di meeting itu, Saya sebenarnya sudah agak shock dengan keterangan mereka, karena pemahaman saya mengenai susu formula "yang sangat sehat" ternyata salah. Namun memang, meski sudah mendengar penjelasan orang Brand dan R&D tersebut, penjelasan tersebut masih belum begitu bisamembuat hati saya tergerak untuk memberikan ASI pada calon Bayi Saya. Saya bahkan masih terpikir untuk tetap kasih formula.... Mungkin campur laah 50% ASI : 50% formula. Kan saya kerja..?? *alesan* Setelah selesai brainstorming meeting, saya iseng bertanya pada orang R&D yg meracik susu formula merek ini, karena beliau adalah Ibu dari 1 anak, dan anaknya berusia 3thn. Tujuannya seperti biasa, karena saya ingin cari referensi mengenai merek susu formula, soalnya dia kan dokter dan R&D susu formula. Jadi pastinya referensinya OK : Jadi langsung saja Saya tanya ke beliau, "Kalau Anda dulu kasih susu formula merek apa?" (dengan keyakinan, pasti dia akan bilang merek yang dia racik). Ternyata saya mendengar jawaban diluar harapan saya, karena dia bilang:"Saya tidak kasih susu formula sama sekali" *Saya bengong*. Lalu saya tanya lagi: "Terus dikasih apa? Susu UHT?" Dijawab sama beliau: "Tidak, saya baru kasih UHT ketika umur 2 tahun" *dan saya makin bingung dan shock* Saya tanya lagi: "Terus dari 0 - 2 tahun anak Anda dikasih apa?" Dia jawab sambil tersenyum: "Saya kasih ASI, karena susu formula itu nutrisinya itu tidak sebanding dengan ASI." Agak shock denger jawaban dari si ibu R&d itu. Apalagi pas denger dia bilang lagi:"Saya menyusui smp anak saya umur 24bln, setelah itu langsung saya kasih UHT. No formula at all!" *Dan saya pun menganga* Saya tanya lagi" seriously?" Dia jawab lagi: "Yup. Very serious". Dan semua orang mendorong saya untuk memberikan ASI. Jadi masa menyusui Saya menjadi lebih mudah" Tetapi tetep aja... Meski sudah denger pengakuan si Tetapi tetep aja... Meski sudah denger pengakuan si R&D itu... Saya masih agak tidak percaya dengan pengakuan dia, sampai pada akhirnya saya menginterview 5 dokter anak di Indonesia: 3 yang Pro ASI, dan 2 Yang Tidak Pro ASI. Hasilnya? Semua dokter anak yg diinterview itu mengakui hal yg sama: ASI is the best dan paling cocok dengan metabolisme bayi. Dan susu formula cuma bisa diserap 0,sekian persen oleh tubuh bayi. Bahkan 2 dari 3 dokter yg pro ASI kasih urutan gimana nutrisi diserap bayi dari bayi msh dlm kandungan sampai dia 2 thn: ketika bayi di kandungan: bayi akan menyerap semua nutrisi dari sari makanan (bukan susu ya) yg dikonsumsi ibunya. Dan nutrisi yang dibutuhkan oleh si Bayi ketika dalam kandungan itu cuma sedikit, gak perlu jumlah yang banyak, karena si janin itu kan juga ukurannya masih sangat kecil jika dibandingkan kebutuhan manusia biasa. Jadi even Susu hamil juga tidak perlu, karena kebutuhan kalcium/folat/AA/DHA/Kolin itu bisa didapat dari makanan yang dikonsumsi oleh si Ibu. Jadi, asal Ibu makan makanan yang sehat (sayur, ikan, telur, daging, buah) secukupnya, pasti kebutuhan nutrisi sang janin dan sang Ibu akan terpenuhi. Dan dokter kandungan biasanya sudah kasih vitamin dan supplement yang menunjang nutrisi sang janin. Jadi minum susu hamil sebenarnya malah bisa membuat Ibu obesitas karena kelebihan kalori (bukan nutrisi). Ketika bayi umur 0-6bln: Bayi cuma bisa menyerap ASI, karena ASI sangat sesuai dengan pencernaan bayi yang masih sangat rentan dan sangat sensitif, karena kandungan ASI yang sangat spesifik. Dan AA, DHA, AA, dsb yang di dalam ASI-lah yang cuma bisa diserap sempurna oleh otak Bayi . Sementara kandungan dalam susu formula secara umum cuma bisa diserap bayi 5-10%kl gak salah (lupa euy, udah lama bgt soalnya risetnya) CMIIW. Ketika bayi usia 6-12bln: Bayi menyerap 70%ASI, dan 30%nya adalah sari makanan. Oleh karena dari itu, buat Ibu-ibu yang anak-anaknya usia 6-12bulan, sebenarnya di masa ini tidak perlu terlalu khawatir kalau anaknya ketika di usia ini masih susah makan, karena di masa ini sebenarnya adalah masa untuk mulai mengajarkan anak dan mengenalkan anak makanan padat, bukan untuk memenuhi kebutuhan total nutrisi harian anak. Sementara susu formula? Cuma bisa diserap sekitar 15-20% (CMIIW). Ketika bayi usia 12 - 18bln: Bayi bisa menyerap ASI 50% dan sari makanan 50% Ketika bayi usia 18-24bln:Bayi menyerap ASI sebesar 30% dan sari makanan 70%, dan disini peran ASI lebih pada daya tahan/body immunity, karena di usia ini bayi sangat rentan terkena virus/bakteri karena sudah mulai lebih banyak memakan makanan padat dan mulai mengalami fase oral alias mulai memasukkan semua barang ke mulut
   


Jumlah Posts : 1570
Jumlah di-Like : 25
saya mau tanya dok...anak saya mulai umur 2 tahun sampe sekarang 4 tahun kok berat badannya g bisa naik,,,tetap kurang,,,padahal makan jg 3X sehari,,,cm susu kadang mau terkadang jg g mau,,,suka minum air manis atau air dcampur gula,,,, mohon kasih sarannya dok,,,apa ada vitamin buat anak saya gemuk dan tetap sehat??? terima kasih sebelumnya


Dari : siska andayani

Jawaban:

Dear Bunda,



Masalah tumbuh kembang anak merupakan hal yang memerlukan pemeriksaan dan pengamatan lebih lanjut. Sebaiknya mengukur pertumbuhan anak secara lengkap baik panjang, berat badan sampai lingkar kepala diperhitungkan. Dengan KMS maka dapat dilihat grafik pertumbuhan dan perkembangan anak Anda apakah masih berada dalam batas normal , di atas atau di bawah batas normal berdasarkan variabel-variabel pengukuran seperti berat badan, tinggi badan maupun lingkar kepala.



Penyebab masalah pertumbuhan dan perkembangan anak dapat bermacam-macam. Dapat disebabkan adanya masalah pencernaan sehingga nutrisi yang masuk tidak dapat dimanfaatkan dengan baik, dapat juga masalah "picky eating" atau anak susah makan maupun masalah metabolisme. Sebaiknya tidak memberikan air yang mengandung gula secara rutin dalam menu makan dan minum sehari-hari untuk menghindari resiko diabetes pada anak Bunda. Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat pada permasalahan ini.












   
Jumlah Posts : 34
Jumlah di-Like : 1
KEBIASAAN hidup sehat sangat penting. Bisa dimulai dengan memerhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak-anak. Salah satunya: mengurangi asupan gula tambahan untuk si kecil! Selama ini orangtua kurang menyadari jika sebenarnya anaknya sudah mengonsumsi gula berlebih yang memang terdapat pada makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Padahal WHO
telah merekomendasikan bahwa asupan gula tambahan tidak melebihi 10 persen dari total energi yang dikonsumsi untuk menghindari kelebihan energi dalam tubuh anak. Artinya, anak usia satu sampai tiga tahun tidak disarankan mengonsumsi lebih dari 25 gram gula tambahan/hari (setara lima sendok teh) dan untuk anak usia empat sampai enam tahun tidak melebihi 38 gram gula tambahan/hari (setara delapan sendok teh).
Catatan: satu sendok teh gula berkisar lima gram.

Jenis-jenis gula Gula merupakan zat gizi yang berfungsi menghasilkan sumber energi.

Jenis-jenis gula adalah gula pasir, gula merah, gula biang, dan pemanis buatan. Gula yang terdapat dalam tiap gram produk olahan berkisar 4 Kkal. Jenis gula dalam makanan yaitu gula alamiah seperti sukrosa, fruktosa, dan laktosa.
Yang kedua adalah gula tambahan (added sugar/free sugar) yaitu jenis gula yang ditambahkan dalam proses pembuatan makanan contohnya gula pasir dalam sirup, jus buah, dan tepung susu. Menurut WHO, free sugar dapat menyeimbangkan energi positif.

Dengan membatasi asupan free sugar akan menurunkan asupan energi dan menurunkan berat badan. Minuman yang tinggi kandungan free sugar akan meningkatkan asupan energi karena mengurangi kontrol nafsu makan. Sebaiknya mengkonsumsi free sugar 10 persen dari total energi yang dikonsumsi setiap hari. Penyumbang gula terbanyak: susu Menurut Dr. dr. Rini Sekartini, SpA (K), berdasarkan penelitian yang pernah dilakukannya terhadap 100 anak berusia 3-6 tahun, asupan gula harian (sukrosa, glukosa, fruktosa, dan laktosa) yang biasa diasup memberikan kontribusi lebih dari 10 persen terhadap total kalori. Hasil penelitian menyebutkan bahwa asupan gula terbanyak dikonsumsi anak-anak tersebut adalah sukrosa 49,45 gram - kebanyakan berasal dari konsumsi susu. Artinya, prosentasi ini sudah melebihi batas ambang yang direkomendasikan WHO.

Umumnya orangtua akan memberikan susu formula lanjutan pada anak-anak usia satu sampai tiga tahun yang sudah berhenti minum ASI. Nah, anak-anak sangat menyenangi rasa manis yang dipenuhi lewat asupan susu yang diminum secara rutin setiap hari. Untuk tetap menjaga kesehatan mereka, kandungan susu yang mengandung pemanis tambahan pun perlu dibatasi asupannya.

Contoh, jika anak mengonsumsi tiga gelas susu per hari, berarti ia telah mengonsumsi hingga 12 sendok teh gula tambahan setiap hari. Oleh sebab itu, sebelum memilih susu untuk si kecil, sebaiknya cermat dan cerdaslah membaca label kandungan gula dalam kemasan.

Baca komposisi (ingredients) dan informasi nilai gizi yang tercantum. Cermati jumlah total karbohidrat dan total gula tambahan dalam produk susu tersebut. Kandungan dalam susu sebaiknya tanpa gula tambahan, yang boleh ada hanya LAKTOSA (gula natural yang ada pada susu). “Orangtua harus mewaspadai asupan gula tambahan pada anak agar tidak berlebihan, bahkan tetap memelajari nilai gizi makanan dan minuman yang mereka anggap sehat sekalipun,” ujar Dokter spesialis tumbuh kembang anak ini. Anak bisa obesitas Jika gula tambahan dikonsumsi berlebih setiap hari, dampaknya akan menyebabkan kelebihan energi pada tubuh yang dapat menyebabkan obesitas, karies gigi, dan akan membangun kebiasaan pola makan yang kurang baik saat si kecil beranjak dewasa. Dokter spesialis anak endokrin FKUI, dr. Aman Bhakti Pulungan, SpA (K) mengatakan saat dikonsumsi, makanan dan minuman manis akan diserap dengan cepat ke dalam pembuluh darah, sehingga meningkatkan kadar hormon insulin.

Selanjutnya, hormon insulin ini akan bekerja menarik gula dan lemak dari darah untuk disimpan dalam jaringan sebagai persediaan di masa mendatang. Jika tidak seimbang, antara proses penyimpanan dengan pengeluaran energi akan menyebabkan kenaikan berat badan. Diabetes pun mengintai Yang lebih mengkhawatirkan, kelebihan asupan gula tambahan ini jika dibiarkan akan menyebabkan penyakit diabetes. Tidak hanya orang dewasa saja yang terkena, saat ini penyakit diabetes mulai mengintai anak-anak.

Berdasarkan kasus yang terdata, sudah ada bayi (neonatal) yang menderita diabetes tipe 1, kemudian banyak anak-anak usia 8 tahun yang terdeteksi menderita diabetes tipe 2. Di antara mereka, ada yang termasuk tipe double diabet yaitu tipe 2 menjadi tipe 1 (Insulin resistance) atau tipe 1 menjadi tipe 2. Sebelum anak didiagnosis menderita diabetes, biasanya didahului dengan intoleransi glukosa. Dapat dilakukan intervensi pola hidup sehat jika memang diketahui anak tersebut mengidap intoleransi glukosa dimana metabolisme gula terganggu, sehingga masih ada kesempatan untuk mengobati dan mencegah terjadinya diabetes.

Segeralah konsultasikan ke dokter atau ahli gizi. Dokter akan mengatur pola makannya dalam waktu 20 bulan, termasuk jumlah asupan gula yang dikonsumsi. “Perlu diingat kebutuhan nutrisi si kecil harus disesuaikan dengan tumbuh kembang dan aktivitas anak tersebut,” tambah dr Rini. Anak-anak tidak dianjurkan diet, tapi kembali ke pola konsumsi normal. Cara ini dapat menghindari terjadinya diabetes sampai 45,5 – 50 persen. Dan selama tidak mengganggu konsentrasi, anak-anak tetap harus sarapan. Tapi jika si kecil sudah terlanjur menderita diabetes, maka tidak akan dapat diintervensi. Lakukan screening Agar mengetahui apakah si kecil menderita diabetes atau tidak, sebaiknya lakukanlah screening.

Screening atau cek diabetes pada anak-anak boleh dilakukan kapan saja. Tapi jika ada gejala atau risiko atau keturunan dari keluarga yang memiliki riwayat diabetes, harus secepatnya dilakukan screening/cek diabetes. Tanda-tanda yang sering dijumpai pada penderita insulin resistance adalah pada bagian leher/tengkuk, ketiak, perut, dan tangan tampak hitam-hitam. dr Rini berpendapat screening juga bisa dilakukan pada usia anak 10 tahun. Tapi jika ditemukan gejala diabetes seperti di atas, maka screening dapat dilakukan sebelum usia 10 tahun. Sebaiknya lakukan screening setiap tiga bulan sekali. Tak ada salahnya mendeteksi dini sebelum ancaman diabetes datang, bukan?

Sumber: Mom&Kiddie
   


Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like

TENTANG CLOTH DIAPERS


Modern Cloth Diaper diartikan secara harfiah adalah popok kain modern.
Kalau popok kain yang konvensional (biar ga pake istilah lama/kuno) biasa dipakai dari jaman ibu-ibu kita yang bentuknya hanya berupa kain panjang bertali.
Sedangkan popok kain modern baru dikenal sejak tahun 1998, tetapi mulai digemari oleh ibu-ibu muda sekarang ini untuk digunakan pada bayi mereka.

Modern Clodi ini terdiri dari tiga lapis, 1 lapisan luar yang biasanya berbahan ‘breathable PUL’, semacam kain plastik yang tahan air. 1 lapisan yang paling dekat dengan kulit bayi, biasanya terbuat dari bahan Suede atau Fleece, sekarang juga sudah banyak yang berbahan Bamboo, dimana bahan satu konon kabarnya lebih ‘stay dry’ sehingga nyaman dan aman untuk kulit bayi. Kemudian lapisan yang berada diantara kedua lapis tersebut, biasa disebut Insert yang biasanya terbuat dari bahan microfiber, microterry, hemp dan Bamboo. Untuk ‘All in One’ Diaper, lapisan ini dijahit diantara lapisan inner dan outer, sedangkan untuk ‘Pocket Diaper’ insert dapat di-keluar-masuk-kan ke dalam pocket yang merupakan ruang diantara lapisan inner dan outer.


Apa yang membedakan bahan-bahan insert tersebut?
Biasanya akan terlihat pada kualitas penyerapan, berapa jam akan bertahan dari kebocoran. Urutan kualitas sebagai berikut :
- Microfiber : bertahan sekitar 3 jam
- Microterry : bertahan 3-4 jam
- Bamboo : bertahan 4-5 jam
- Hemp : 5-6 jam
Untuk penggunaannya bisa didouble dan dikombinasikan macam-macam bahan tersebut.
Catatan : ketahanan tersebut juga bergantung dari kuantitas pipis bayi.
Bentuknya hampir sama dengan pospak (popok sekali pakai), pengaitnya bisa berupa kancing (snap) atau prepet (velcro/aplix), biasanya kancing lebih awet, tetapi untuk alasan kemudahan pemakaian pada bayi yang sudah banyak gerak, pilihan velcro/aplix menjadi cukup rasional.
Biasanya Pocket Diaper hanya memiliki satu ukuran dari bayi dengan berat 3 – 15 kg. Ko bisa? Tentu, karena ukuran clodi ini bisa disesuaikan dengan ukuran bayi kita dengan membuka tutup kancing pada lapisan outer.

Bagaimana mekanisme kerja Modern Cloth Diaper?

Cara kerja modern Clodi hampir sama dengan pospak, jadi modern clodi ini bisa menyerap pipis bayi dan menahannya selama 3 – 8 jam tergantung dari kualitas bahan insert. Jika bayi pup, tentu harus langsung diganti. Bersihkan pupnya dan cuci clodi seperti biasa.
Bedanya dengan pospak, modern clodi bisa dicuci dan digunakan berulang ulang, bahkan bisa diwariskan untuk anak yang selanjutnya.

Mengapa harus memilih Modern Cloth Diaper? Apa keuntungannya?


===Manfaat untuk bayi kita :
- Kulit bayi jadi lebih sehat karena clodi tidak mengandung berbagai bahan kimia berbahaya sebagaimana terkandung dalam pospak.
- Mencegah ruam popok
- Lebih nyaman untuk kulit bayi
- Membantu dalam latihan pup sendiri (potty training)
- Motifnya lucu-lucu.


===Manfaat untuk Ayah Bunda :
- HEMAT, ko bisa?
Dari pengalaman pribadi dan juga pengalaman ayahbunda lainnya, untuk anak yang heavy wetter (banyak pipisnya), per bulannya bisa membutuhkan 3 pack jumbo pospak yang jika dirupiahkan kurang lebih Rp 300.000 per bulannya. Hitung saja berapa juta yang harus dikeluarkan untuk pembelian pospak setiap anak sampai umur 2 tahun, itu baru hitungan untuk satu anak, bagaimana dengan anak kedua, ketiga, dan seterusnya.
Untuk clodi, mungkin akan berat investasi awalnya, namun untuk selanjutnya anda hanya perlu perawatan.
- Jika digunakan dan dirawat dengan baik, bisa dijual kembali lho
- Nyaman dan mudah pemakaiannya.


===Manfaat untuk lingkungan :
- Sebagai seorang ‘smart parent’ kita juga perlu untuk ikut andil dalam menjaga lingkungan, dengan menggunakan clodi berarti anda sudah mengurangi jumlah sampai yang sulit terurai dari penggunaan pospak.
- Selain itu juga mengurangi penggunaan kertas yang digunakan sebagai bahan pembuat pospak, dan tentu saja mengurangi penebangan kayu.

Berapa banyak Modern Cloth Diaper yang dibutukan untuk satu anak?
Dengan asumsi, tiap anak membutuhkan 5 buah clodi dalam satu hari, maka untuk permulaan (starter), kita dapat menyiapkan 8-10 clodi. Untuk cadangan, jaga-jaga hari mendung dan 5 clodi di hari pertama tidak kering, dibutuhkan 5 buah clodi cadangan, sehingga total kebutuhan clodi untuk satu anak adalah 15 buah clodi.

==Bagaimana mencuci dan merawat Modern Cloth Diaper?

Pre-wash
Modern clodi membutuhkan pre-wash sebelum digunakan, biasanya 3-7 kali cuci-kering. Mengapa perlu pre-wash? karena hal ini dilakukan untuk menghilangkan kandungan bahan kimia pada kain clodi dan untuk memaksimalkan penyerapan pada insert dan inner clodi.
Untuk perawatan sehari-hari, JANGAN gunakan pemutih dan pelembut (softener) untuk mencuci clodi, karena sebagaimana halnya lilin, pelembut akan menempel pada serat-serat kain insert maupun inner, sehingga penyerapan menjadi kurang optimal.


==Bagaimana menghilangkan noda dan bau pada Clodi?
Untuk noda, cukup cuci sampai bersih lalu jemur clodi dibawah terik sinar matahari yang akan secara natural menghilangkan noda pada clodi.
Untuk bau, cukup teteskan sedikit essential oil (yang biasa digunakan untuk aromatheraphy), lalu lanjutkan cuci clodi seperti biasa.


==Cara pencucian Clodi :
- Keluarkan insert dari Pocket Clodi
- Untuk Velcro/Aplix, kencangkan prepet atau bisa dengan membalik clodi.
- Cuci dalam air bersama 1/4 cup detergen khusus bayi atau detergen khusus mesin cuci.
- Keringkan hingga clodi dan insert benar-benar kering, bisa dengan menggunakan mesin cuci, insert lebih baik jika dilipat.
- Keringkan di bawah terik sinar matahari
- JANGAN menyetrika clodi dan insert.
So, as smart parent modern cloth diaper would be a good-choice for you and your baby

Dari berbagai sumber

   
29-10-2010 15:07:39 alergi susu sapi
Jumlah Posts : 1570
Jumlah di-Like : 25
karena di umur 18 bln ini pola makannya udah lain ( tidak bubur /susu saja )tp sdh makan (buah ,ikan,sayur,nasi,daging.tempe )halus.
apakah sudah pas saya ganti susu HA nya, mengingat faktor alergi kan bukan dr susunya saja ( bisa dari makanan,lingkungan )?
sbb harga HA, lumayan GEDE dok..

Dari : pintul

Jawaban:

Dear Bunda pintul,

Alergi susu sapi biasanya akan menimbulkan gejala seperti gatal pada kulit ataupun diare. Apabila anak Bunda mengalami konstipasi, hal tersebut biasa disebabkan oleh susu sapi. Namun belum tentu anak Bunda alergi terhadap susu sapi. Alergi susu sapi biasanya akanmenghilang setelah anak berumur 4-5 tahun. Namun pada beberapa kasus menetap hingga dewasa. Apabila anak Anda dinyatakan alergi terhadap susu sapi, itu dimaksudkan alergi terhadap kandungan dalam susu sapi tersebut. Anda dapat mencoba memberikan susu sapi kepada anak Anda, dengan cara mengencerkan takaran susu tersebut. Apabila tidak ada reaksi alergi seperti kemerahan atau gatal pada kulit maupun diare, Anda dapat meneruskan pemberian susu sapi.
   


20-02-2008 12:39:57 Kepala Gepeng Bisa dicegah
Jumlah Posts : 130
Jumlah di-Like : 1
Kepala Gepeng, Bisa Dicegah?

22-Agustus-2007

Oleh: Dr. Angela Tulaar, SPRM

Waduh, bayi cantik anda kepalanya terlihat gepeng di belakang, miring lagi. Jangan takut. Sebenarnya hal ini bisa di cegah, bahkan bila sudah terjadi dapat diiperbaiki dengan usaha sederhana. Tanyakan pada dokter anak anda.



Penelitian terbaru di New Zealand terhadap 200 bayi baru lahir melaporkan bahwa kepala gepeng ditemukan pada 16% bayi berumur 6 minggu, 19.7% pada 4 bulan, 9.2% pada 8 bulan, 6.8% pada 12 bulan, dan 3.3% pada 2 tahun. Artinya, kepala gepeng mulai terlihat antara umur 6 minggu sampai 8 bulan, jarang sekali sesudahnya. Kemudian membaik pada umur 1 tahun dan hanya sedikit yang masih menunjukkan kepala gepeng pada umur 2 tahun.



Apa penyebabnya?

Bila saat lahir sudah terlihat gepeng, penyebabnya adalah tekanan selama dalam kandungan. Saat persalinan juga berisiko misalnya kurang bulan, posisi kepala waktu persalinan tidak tepat, persalinan yang lama, dan persalinan yang sulit apalagi dengan bantuan alat misalnya forseps dan vakum. Namun sebenarnya faktor yang paling berperan adalah faktor sejak anak lahir, yaitu anak yang mempunyai leher agak kaku sejak lahir, tidur terlentang terus tanpa ada waktu tengkurap, dan selalu menoleh ke satu sisi. Demikian juga anak mengalami keterlambatan perkembangan motorik dengan badan yang lemas akan mempunyai risiko lebih besar untuk mempunyai kepala yang gepeng.

Pencegahan



* Saat ini bayi memang dianjurkan tidur terlentang karena kekuatiran terhadap risiko sudden infant death syndrome. Saat terlentang, rubah posisi kepala agak menoleh ke kanan dan kiri. Bila sudah keburu gepeng, letakkan kepala pada bagian yang membulat.

* Terlentang sepanjang waktu tentunya kurang menyenangkan. Lakukan tummy time alias ‘waktunya tengkurap.’ Ditengkurapkan 5 menit sehari pada umur 6 minggu sudah dapat mencegah terjadinya kepala gepeng. Apalagi kalau lebih lama. Tengkurap juga menyebabkan otot leher menjadi lebih kuat sehingga anak cepat dapat menolehkan kepalanya ke kiri dan kanan. Jangan biarkan bayi tengkurap tanpa pengawasan, karena sangat berisiko bila jalan nafasnya terhambat.

* Ada bayi yang selalu menoleh ke satu sisi. Perhatikan apakah karena lehernya kaku? Biasanya dokter akan memeriksa dengan memutar kepalanya ka kanan dan kiri perlahan-lahan untuk merasakan apakah putaran ke satu sisi lebih berat dari ke sisi lain. Bila memang kaku, perlu latihan. Latihan pelenturan leher bisa dilakukan tiap kali habis mengganti popoknya, 3 ulangan setiap kali. Caranya, letakkan satu telapak tangan anda di dada, dan putar kepala bayi dengan tangan satunya sampai dagu menyentuh bahu. Tahan pada posisi ini 10 hitungan, kemudian kembalikan ke posisi semula. Lalu miringkan kepala sehingga telinga menyentuh bahu. Tahan selama 10 hitungan, kembalikan lagi. Lakukan ke arah sebelah lagi.

* Ada pula bayi yang selalu menoleh ke satu sisi karena ada benda yang menarik perhatiannya. Coba pindahkan benda tersebut, atau putar posisi tidur bayi. Pada usia itu, bayi biasanya sudah "melek" dan mulai tertarik dengan warna atau bunyi. Trik ‘mengalihkan perhatian’ agar kepala miring ke bagian yang tidak datar bisa dilakukan.

* “Pakai bantal bolong dong,” nasihat dari oma untuk mencegah kepala jadi gepeng. Sayangnya belum ada penelitian khusus mengenai keberhasilan bantal bulat ini.



Rujukan

Pemeriksaan dan latihan sebaiknya diajarkan dan dipantau oleh ahli rehabilitasi medis. Bila dalam 2-3 bulan tidak terlihat hasilnya, harus dirujuk ke dokter bedah saraf anak, yang mungkin akan menganjurkan penggunaan helm khusus atau operasi. Helm khusus untuk merubah bentuk kepala disebut skull molding helmet. Pemakaian helm hanya efektif pada bayi berumur 4 sampai 12 bulan. Namun hasilnya belum tentu lebih baik dari usaha pencegahan.



Operasi adalah jalan terakhir untuk mengatasi kepala gepeng, terutama bila kepala gepeng terjadi karena tulang kepala tertentu menutup terlalu cepat.

Referensi



* American Academy of Pediatrics. Prevention and Management of Positional Skull Deformities in Infants. Pediatrics 2003;112:199-202.

* Hutchison BL, Thompson JMD, Mitchell EA Determinants of Nonsynostotic Plagiocephaly: A Case-Control Study. Pediatrics 2003;112:e316–e322.

* Hutchison BL, Hutchison LAD, Thompson JMD, Mitchell EA. Plagiocephaly and Brachycephaly in the First Two Years of Life: A Prospective Cohort Study Pediatrics 2004;114:970–80.
   
Jumlah Posts : 16
Jumlah di-Like : belum ada like

Alergi susu sapi biasanya akan menimbulkan gejala seperti gatal pada kulit ataupun diare. Apabila anak Bunda mengalami konstipasi, hal tersebut biasa disebabkan oleh susu sapi. Namun belum tentu anak Bunda alergi terhadap susu sapi. Alergi susu sapi biasanya akanmenghilang setelah anak berumur 4-5 tahun. Namun pada beberapa kasus menetap hingga dewasa. Apabila anak Anda dinyatakan alergi terhadap susu sapi, itu dimaksudkan alergi terhadap kandungan dalam susu sapi tersebut. Anda dapat mencoba memberikan susu sapi kepada anak Anda, dengan cara mengencerkan takaran susu tersebut. Apabila tidak ada reaksi alergi seperti kemerahan atau gatal pada kulit maupun diare, Anda dapat meneruskan pemberian susu sapi.

http://www.infobunda.com/dokter/659-Alergi-Susu-Sapi.html

   
Jumlah Posts : 48
Jumlah di-Like : belum ada like

Bunda, kadang bikin bingung yah kapan sih sebaiknya waktu yang paling pas melepas dan mengganti ASI dengan susu bayi. Proses penyapihan ini selalu jadi masalah bagi bunda yang memiliki bayi sudah di atas usia 1 tahun. Terkadang ada loh bun bayi yang gak mau lepas ASI karena udah nyaman dengan ASI, dan belum terbiasa dengan rasa susu bayi yang rasanya beda dengan ASI.

Seiring berjalannya waktu, pemberian ASI ini tidak dapat dilakukan terus menerus. Kebanyakan para ibu menyapih bayinya pada umur 2 tahun. Namun, ternyata hal itu tidak menjadi aturan yang baku. Menurut para ahli, penghentian ASI kepada bayi tergantung dari pendapat orang tua. Jika, pada umur 1 tahun bayi sudah dirasa dapat disapih itu sah-saja.

 Bahkan bayi umur lebih dari 2 tahun masih diberikan ASI juga menjadi hal yang wajar. Namun, para ahli berpendapat bahwa ASI sudah mengalami penurunan kualitas saat bayi berusia  lebih dari 2 tahun. Bayi berusia lebih dari 2 tahun juga lebih membutuhkan makanan yang bergizi daripada ASI.

Susu  formula kalau menurutku sebaiknya diberikan kepada bayi dengan proses perlahan dan bertahap. Pemberian susu formula ini dapat dilakukan saat bayi masih berusia di bawah 2 tahun dengan tetap memberikan ASI sebagai asupan utamanya. Ini dilakukan agar indera perasa bayi terbiasa  dengan rasa susu formula yang beda dengan rasa ASI.

sumber : ibuhandal, FB Merries

   
01-10-2012 18:56:55 cara menidurkan anak
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : 1
anakku umur 2 tahun,baru2 ini setelah habis di sapih pada saat akan tidur selalu rewel,sudah di coba di beri susu tetapi tidak reda juga rewelnya,mungkin ada tips atau masukan dari info bunda...tolong di share ya bun,trims
   
Jumlah Posts : 349
Jumlah di-Like : 7
Celana Lampin Kancing Perekat

Celana Lampin Kancing Perekat

Celana sistem lampin merk Nice Kids

Tersedia ukuran :
S : Bayi baru lahir (2 – 7 kg)
M : 6 bulan (7 – 10 kg)
L : 9 bulan (11 – 13 kg)
XL : sampai umur 2 tahun (14 – 16 kg)

1pak terdiri dari 1 celana dan 1 lampin

Keunggulan :

1. Bahan lembut dan aman bagi bayi
2. Bagian dalam mengandung plastik jas baby yang sangat lembut dan aman bagi kulit bayi.
3. Bahan lampin (penyerap) mengandung busa penyerap sebagai penahan air pipis dan dilapisi kain permukaan yang lembut.
4. Tahan hingga 3 kali waktu pipis bayi.
5. Aman buat lingkungan karena dapat dipakai ulang dan dicuci.
6. Tidak mengandung bahan kimia (tdk pakai gel)
7. Mudah digunakan : pasang lampin di atas lapisan celana

 

Size:

Color:

IDR 20,000.00

BUY THIS
   
Jumlah Posts : 349
Jumlah di-Like : 7
Celana Lampin Kancing Tiga

Celana Lampin Kancing Tiga

Celana sistem lampin merk Nice Kids

Tersedia ukuran :
S : Bayi baru lahir (2 – 7 kg)
M : 6 bulan (7 – 10 kg)
L : 9 bulan (11 – 13 kg)
XL : sampai umur 2 tahun (14 – 16 kg)

1pak terdiri dari 1 celana dan 1 lampin

Keunggulan :

1. Bahan lembut dan aman bagi bayi
2. Bagian dalam mengandung plastik jas baby yang sangat lembut dan aman bagi kulit bayi.
3. Bahan lampin (penyerap) mengandung busa penyerap sebagai penahan air pipis dan dilapisi kain permukaan yang lembut.
4. Tahan hingga 3 kali waktu pipis bayi.
5. Aman buat lingkungan karena dapat dipakai ulang dan dicuci.
6. Tidak mengandung bahan kimia (tdk pakai gel)
7. Mudah digunakan : pasang lampin di atas lapisan celana

 

Color:

Size:

Price :  IDR 22,500.00

BUY THIS
   
Jumlah Posts : 1570
Jumlah di-Like : 25
dokter tanti, saya ibu dari 1 anak dan saya mau tanyakan tentang yang dirasa anak saya kenapa kepala anak saya suka kdg2 dipentokin sendiri dia ke dinding, trus apa kah ini berpengaruh untuk tumbuh kembang nya anak saya karena sampain usia 2 tahun ini dia blum bisa jalan juga dok, trus saya pernah ke dokter untuk tanyakan tentang itu tapi katanya tidak knp2, saya sebagai ibu cemas donk takut nya ada yang menggangu di kepala anak saya, yang mau saya tanyakan dokter apa perlu saya scan periksa gitu kepala anak saya dan bahaya tidak kalau anak umur 2 tahun di scan kepala nya, saya hanya ingin tahu saja takut nya itu berpengaruh dengan tumbuh kembang nya anak saya. tolong jawaban nya ya dok dan saran nya dari dokter tanti.

Dari : defiryal Nur

Jawaban:

Dear Bunda,

Ketika bunda berkonsultasi kepada dokter sebelumnya, apakah bunda telah menceritakan perihal anak bunda yang sering membenturkan kepalanya ke dinding? Dalam hal tumbuh kembang anak memang pertumbuhan dan perkembangan bergantung kepada ciri khas masing-masing individu, ada yang terjadi lebih cepat dan ada pula yang lebih lambat dari anak sebayanya, namun keadaan anak tersebut sehat dan baik. Saran saya, bunda kembali berkonsultasi dan memberikan keterangan selengkapnya kepada dokter spesialis anak anda, apabila memang beliau memikirkan untuk dilakukannya pemeriksaan tambahan ataupun rujukan kepada dokter spesialis lain,maka kemungkinan akan dikoordinasikan dengan spesialis di bidang lain. Demikian jawaban saya.
   
01-01-2011 16:43:01 vit untuk ibu menyusui
Jumlah Posts : 651
Jumlah di-Like : 3
gapapa. pada dasarnya buah2an yang banyak dipasaran itu baik. tapi belom tau juga efek nanas dan duren buat ibu menyusui. kalo makanan pedes biasanya si baby langsung mencret, jadi saya yang doyan sambel, harus nunggu baby al umur 2 tahun buat dapet ijin makan sambel

sebenernya susu gak wajib selama nutrisi dari makanan bener2 cukup, tapi saya rutin minum susu soalnya kalo gak minum susu badan suka pegel2, mungkin kalsiumnya kesedot juga sebagian ke ASI

happy breastfeeding...
   
Jumlah Posts : 625
Jumlah di-Like : 16
Ow, ternyata karena campurannya kebanyakan?

Iya, bund... kacang-kacangan jangan dulu bund (juga telur, kalau tidak salah semua ini diberikan ketika umur 2 tahun). Kalau saya waktu Altamis umur 6-7 bulan, saya cuma beri 1 macam saja. Begitu 7-8 bulan, saya beri 2 campuran. Sekarang usianya sudah 8 bulan, jadi sudah bisa 3 campuran. Cuma saya belum berani memberinya daging, ati, dkk... Niatnya kalau sudah umur 9 bulan saja. Dan tidak berani lebih dari 3 campuran, takut rasanya ga karuan. Hehehe...

Tenang bund... sekarang kan Jhosia sudah sehat, kita berikan saja yang terbaik untuknya bund. Apalagi pengalaman bunda bertambah dalam merawat anak.

Sekedar cerita... ponakan saya yang diberi bubur instan dari usia 3 bulan (hingga usia 1,5 taun), pada akhirnya (sekarang umur 3 tahun) susah sekali makan. Kalau makan maunya cuma: mie instant, bakso dan telur dadar. Sayur pun cuma mau wortel rebus saja. Sampai saya mau protes: mana seratnya? Cuma saya ga lakukan, karena ortunya bilang anaknya sehat-sehat saja (walau sangat susah BAB dan sering sakit). Daripada nanti disewotin sok-sok ngurus anak orang gitu kali ya. Cuma saya kadang suka kasian, dari bayi sering banget kolik, kalau nangis perutnya dipegang-pegang, dan ortunya ga ngeh dengan kondisi itu. Mana cemilannya yang serba gula. Karena itu giginya keropos, gerahamnya bolong-bolong, kulitnya kusam ga cerah.

Jika saya membandingkan dengan 2 ponakan saya lain yang kakak-adik, yang diberi bubur homemade dari umur 6 bulan sampai 2 taun (tanpa campuran gula garam), justru mereka gampang sekali makan. Sampai dijuluki: "makan apa aja ga nolak". Badan mereka kuat, giginya bagus-bagus, kulitnya bersih dan cerah, juga sinar matanya cerah.

Karena ini, saya juga ingin menerapkan pola makan yang sehat pada anak saya, dan sharing dengan bunda yang lain... Maap kalau kepanjangan...
   
16-08-2010 10:32:21 Muntah
Jumlah Posts : 44
Jumlah di-Like : 1
hello bunda vio,

gag beda jauh ya umur kandungannya sama aquw....
kalo masalah obat maag, dokter kandungan aquw juga bilang 'mylanta' masih bisa dikonsumsi buat ibu hamil, bun...

mie instannya diganti aja bun, sama mie instant 'sup mi' dari promina... sebenernya siy lebih diperuntukan untuk anak umur 2 tahun, cuma lebih aman aja, coz tanpa menggunakan msg, tanpa pengawet dan pewarna, trus ada sayurannya juga... harga emang lebih mahal, cuma kalo aman why not...

kalo masalah besar kecil badan kayaknya gag masalah deh bun, yang penting pas check-up keadaan baby baik2 aja... berat dan ukuran baby sesuai dengan umur kandungannya...