SITE STATUS
Jumlah Member :
492.566 member
user online :
1582 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: usia berapa bayi dibawa ke dokter tht

New Topic :  
12-11-2007 10:22:23 PENYEBAB SESAK NAFAS BAYI
Jumlah Posts : 54
Jumlah di-Like : belum ada like
Banyak penyebab sesak napas pada bayi. Yang jelas, segera bawa ke dokter atau rumah sakit karena bisa fatal akibatnya.
Kasus sesak napas pada usia bayi banyak terjadi. Bisa saat pertama lahir, maupun beberapa hari atau bulan setelah kelahirannya baru mengalami sesak napas ini. Dalam istilah kedokteran, kata Muljono Wirjodiardjo, M.D., PhD, "Yang disebut sesak napas adalah jika frekuensi napasnya betul-betul tinggi, ada suara napas yang berbeda dari biasanya (stridor), seperti suara menggorok atau kucing mendengkur. Fatalnya, jika muka sampai tampak membiru."

Sedangkan menurut pendekatan orang awam, definisi sesak napas lebih mudah lagi yaitu terlihat dari gejalanya. Jadi, kalau anaknya susah napas disebut sesak napas. Begitu juga kalau napasnya berbunyi.

ANEKA PENYEBAB

Penyebab sesak napas pada bayi, lanjut spesialis anak dari RS Internasional Bintaro ini, banyak sekali. Bisa karena kelainan bawaan, penyakit infeksi, maupun noninfeksi seperti tersedak. Gejalanya hampir sama. Misalnya untuk derajat ringannya, ada napas yang berbunyi atau batuk berlendir, disertai tak mau makan-minum dan rewel. Sementara kalau derajatnya makin berat, fungsi paru-parunya sudah terganggu sehingga sesak napas dan sampai membiru.

Jadi, derajat sesak napas berbeda-beda. Ada yang mulanya ringan dan makin berat dan ada juga sesak napas yang kejadiannya tiba-tiba atau mendadak. Berikut uraian Muljono mengenai hal-hal yang bisa menyebabkan sesak napas pada bayi:

Kelainan bawaan/kongenital jantung atau paru-paru.
Bila bayi mengalami sesak napas begitu lahir atau 1-2 hari kemudian, biasanya disebabkan adanya kelainan jantung atau paru-paru. Hal ini bisa terjadi pada bayi dengan riwayat kelahiran normal atau bermasalah, semisal karena ketuban pecah dini atau lahir prematur.

Pada bayi prematur, sesak napas bisa terjadi karena adanya kekurangmatangan dari organ paru-paru. Paru-paru harusnya berfungsi saat bayi pertama kali menangis, sebab saat ia menangis, saat itu pulalah bayi mulai bernapas. Tapi pada bayi lahir prematur, karena saat itu organnya tidak siap, misalnya gelembung paru-paru tak bisa mekar atau membuka, sehingga udara tidak masuk. Itu sebabnya ia tak bisa menangis. Ini yang namanya penyakit respiratory distress syndrome (RDS). Tidak membukanya gelembung paru-paru tersebut karena ada suatu zat, surfactan, yang tak cukup sehingga gelembung paru-paru atau unit paru-paru yang terkecil yang seperti balon tidak membuka. Ibaratnya, seperti balon kempis.

Gejala pada kelainan jantung bawaan adalah napas sesak. Ada juga yang misalnya sedang menyusui atau beraktivitas lainnya, mukanya jadi biru dan ia jadi pasif. Jadi, penyakitnya itu utamanya karena kelainan jantung dan secondary-nya karena masalah pernapasan. Jadi, biasanya sesak napas yang terjadi ini tidak bersifat mendadak. Walaupun demikian, tetap harus segera dibawa ke dokter.

Kelainan pada jalan napas/trakea.
Kelainan bawaan/kongenital ini pun paling banyak ditemui pada bayi. Gejalanya, napas sesak dan napas berbunyi "grok-grok". Kelainan ini terjadi karena adanya hubungan antara jalan napas dengan jalan makanan/esophagus. Kelainan ini dinamakan dengan trackeo esophageal fistula. Akibat kelainan itu,ada cairan lambung yang bisa masuk ke paru-paru. Tentunya ini berbahaya sekali. Sehingga pada usia berapa pun diketahuinya, harus segera dilakukan tindakan operasi. Tak mungkin bisa menunggu lama karena banyak cairan lambung bisa masuk ke paru-paru.

Sebelum operasi pun dilakukan tindakan yang bisa menolong jiwanya, misal dengan dimasukkan selang ke jalan napas sehingga cairan dari lambung tak bisa masuk. Biasanya sesak napasnya tampak begitu waktu berjalan 1-3 jam setelah bayi lahir. Nah, bila ada sesak napas seperti ini, prosedur yang harus dilakukan adalah dilakukan foto rontgen segera untuk menganalisanya.

Tersedak air ketuban.
Ada juga penyakit-penyakit kelainan perinatologi yang didapat saat kelahiran. Bukankah saat dalam kandungan bayi minum dan buang air dalam air ketuban? Nah, karena suatu hal, misalnya stres pada janin, ketuban jadi keruh dan air ketuban ini masuk ke paru-paru bayi. Hal ini akan mengakibatkan kala lahir ia langsung tersedak.

Bayi tersedak air ketuban akan ketahuan dari foto rontgen, yaitu ada bayangan "kotor". Biasanya ini diketahui pada bayi baru lahir yang ada riwayat tersedak, batuk, kemudian sesak napasnya makin lama makin berat. Itulah mengapa, pada bayi baru lahir kita harus intensif sekali menyedot lendir dari mulut, hidung atau tenggorokannya. Bahkan kalau tersedak air ketubannya banyak atau massive, harus disedot dari paru-paru atau paru-parunya dicuci dengan alat bronchowash. Lain halnya kalau air ketubannya jernih dan tak banyak, tak jadi masalah. Biasanya dengan obat saja sudah sembuh, tak usah dicuci paru-parunya.

Namun kalau air ketubannya hijau dan berbau, harus disedot dan "dicuci" paru-parunya. Sebab, karena tersedak ini, ada sebagian paru-parunya yang tak bisa diisi udara/atelektasis atau tersumbat, sehingga menyebabkan udara tak bisa masuk. Akibatnya, jadi sesak napas. Biasanya kalau di-rontgen,bayangannya akan terlihat putih.

Selain itu, karena tersumbat dan begitu hebat sesak napasnya,ada bagian paru-paru yang pecah/kempes/pneumotoraks. Ini tentu amat berbahaya. Apalagi kejadiannya bisa mendadak dan menimbulkan kematian. Karena itu bila sesak napas seperti ini, harus lekas dibawa ke dokter untuk mendapatkan alat bantu napas/ventilator.

Seram sekali, ya, Bu-Pak? Karena itulah kala melahirkan si kecil, sebaiknya kita didampingi dokter anak, sehingga dia bisa menilai sistem pernapasan anak, apakah baik atau tidak.

Pembesaran kelenjar thymus.
Ada lagi napas sesak karena beberapa penyakit yang cukup merisaukan yang termasuk kelainan bawaan juga. Gejalanya tidak begitu kuat. Biasanya bayi-bayi ini pun lahir normal, tak ada kelainan, menangisnya pun kuat.

Hanya saja napasnya seperti orang menggorok dan semakin lama makin keras, sampai suatu saat batuk dan berlendir. Kejadian ini lebih sering dianggap karena susu tertinggal di tenggorokan. Namun ibu yang sensitif biasanya akan membawa kembali bayinya ke dokter. Biasanya kemudian diperiksa dan diberi obat. Bila dalam waktu seminggu tak sembuh juga, baru dilakukan rontgen.

Penyebabnya biasanya karena ada kelainan pada jalan napas, yaitu penyempitan trakea. Ini dikarenakan adanya pembesaran kelenjar thymus. Sebetulnya setiap orang punya kelenjar thymus. Kelenjar ini semasa dalam kandungan berfungsi untuk sistem kekebalan. Letaknya di rongga mediastinum (diantara dua paru-paru). Setelah lahir karena tidak berfungsi, maka kelenjar thymus akan menghilang dengan sendirinya. Namun adakalanya masih tersisa: ada yang kecil, ada juga yang besar; baik hanya satu atau bahkan keduanya. Nah, kelenjar thymus yang membesar ini akan menekan trakea. Akibatnya, trakea menyempit dan mengeluarkan lendir. Itu sebabnya napasnya berbunyi grok-grok dan keluar lendir, sehingga jadi batuk.

Pengobatannya biasanya dilakukan dengan obat-obatan khusus untuk mengecilkan kelenjar thymus agar tidak menekan trakea. Pemberian obat dalam waktu 2 minggu. Kalau tak menghilang, diberikan lagi pengobatan selama seminggu. Sebab, jika tidak diobati, akan menganggu pertumbuhan si bayi. Berat badan tak naik-naik, pertumbuhannya kurang, dan harus banyak minum obat.

Kelainan pembuluh darah.
Ada lagi kelainan yang gejalanya seperti mendengkur atau napasnya bunyi (stridor), yang dinamakan dengan vascular ring. Yaitu,adanya pembuluh darah jantung yang berbentuk seperti cincin (double aortic arch) yang menekan jalan napas dan jalan makan. Jadi, begitu bayi lahir napasnya berbunyi stridor.

Terlebih kalau ia menangis, bunyinya semakin keras dan jelas. Bahkan seringkali dibarengi dengan kelainan menelan, karena jalan makanan juga terganggu. Pemberian makanan yang agak keras pun akan menyebabkannya muntah, sehingga anak lebih sering menghindari makanan padat dan maunya susu saja.

Pengobatannya, bila setelah dirontgen tidak ditemui kelenjar thymus yang membesar, akan diminta meminum barium untuk melihat apakah ada bagian jalan makan yang menyempit. Setelah diketahui, dilakukan tindakan operasi, yaitu memutuskan salah satu aortanya yang kecil.

Tersedak makanan.
Tersedak atau aspirasi ini pun bisa menyebabkan sesak napas. Bisa karena tersedak susu atau makanan lain, semisal kacang. Umumnya karena gigi mereka belum lengkap, sehingga kacang yang dikunyahnya tidak sampai halus. Kadang juga disebabkan mereka menangis kala mulutnya sedang penuh makanan. Atau ibu yang tidak berhati-hati kala menyusui, sehingga tiba-tiba bayinya muntah. Mungkin saja sisa muntahnya ada yang masih tertinggal di hidung atau tenggorokan. Bukankah setelah muntah, anak akan menangis? Saat menarik napas itulah, sisa makanan masuk ke paru-paru.

Akibatnya, setelah tersedak anak batuk-batuk. Mungkin setelah batuk ia akan tenang, tapi setelah 1-2 hari napasnya mulai bunyi. Bahkan bisa juga kemudian terjadi peradangan dalam paru-paru. Anak bisa panas karena terjadi infeksi. Yang sering adalah napas berbunyi seperti asma dan banyak lendir.

Biasanya setelah dilakukan rontgen akan diketahui adanya penyumbatan/atelektasis. Pengobatan dapat dilakukan dengan bronkoskopi, dengan mengambil cairan atau makanan yang menyumbatnya.

Selain makanan, akan lebih berbahaya bila aspirasi terjadi karena minyak tanah atau bensin, meski hanya satu teguk. Ini bisa terjadi karena kecerobohan orang tua yang menyimpan minyak tanah/bensin di dalam botol bekas minuman dan menaruhnya sembarangan. Bahayanya bila tersedak minyak ini, gas yang dihasilkan minyak ini akan masuk ke lambung dan menguap, kemudian masuk ke paru-paru, sehingga bisa merusak paru-paru. Akan sangat berbahaya pula kalau dimuntahkan, karena akan langsung masuk ke paru-paru. Jadi, kalau ada anak yang minum minyak tanah/bensin jangan berusaha dimuntahkan, tapi segera ke dokter. Oleh dokter, paru-parunya akan "dicuci" dengan alat bronkoskop.

Infeksi.
Selain itu sesak napas pada bayi bisa terjadi karena penyakit infeksi. Bila anak mengalami ISPA (Infeksi saluran Pernapasan Akut) bagian atas, semisal flu harus ditangani dengan baik. Kalau tidak sembuh juga, misalnya dalam seminggu dan daya tahan anak sedang jelek, maka ISPA atas ini akan merembet ke ISPA bagian bawah, sehingga anak mengalami bronkitis, radang paru-paru, ataupun asmatik bronkitis. Gejalanya, anak gelisah, rewel, tak mau makan-minum, napas akan cepat, dan makin lama melemah. Biasanya juga disertai tubuh panas, sampai sekeliling bibir biru/sianosis, berarti pernapasannya terganggu. Penyebabnya ini akan diketahui dengan pemeriksaan dokter dan lebih jelasnya lagi dengan foto rontgen. Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotika. Biasanya kalau bayi sudah terkena ISPA bawah harus dilakukan perawatan di rumah sakit. Setelah diobati,umumnya sesak napas akan hilang dan anak sembuh total tanpa meninggalkan sisa, kecuali bagi yang alergi.
   


Jumlah Posts : 7
Jumlah di-Like : belum ada like
bayi batuk pilek, ibunya minum perasan kencur n jahe, diminum 3x sehari, insyaAllah sembuh, pengalaman baby saya usia 47hari batuk sampe muntah2... drpd dibawa ke dokter dikasi antibiotik bunda...
   
20-12-2013 14:43:11 bab bayi 5bln hijau
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Saya taunya pup bayi full asi aja,bund??

Normal atau tidaknya sistem pencernaan bayi, dapat dideteksi dari warna fesesnya. Umumnya, warna-warna fesesbayidibedakan menjadi kuning atau cokelat, hijau, merah, dan putih atau keabu-abuan.KuningWarna kuning adalah indikasi feses normal. Susu yang dikonsumsibayiamat mempengaruhi warna fesesnya. Bilabayiminum ASI secara eksklusif, tinjanya berwarna lebih cerah dan cemerlang atau didominasi warna kuning, karenanya disebutgolden feces. Berarti ia mendapatASI penuh, dari foremilk (ASI depan) hingga hindmilk (ASI belakang).Warna kuning timbul dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh cairan empedu. Cairan empedu dibuat di dalam hati dan disimpan beberapa waktu di dalam kandung empedu sampai saatnya dikeluarkan. Bila di dalam usus terdapat lemak yang berasal dari makanan, kandung empedu akan berkontraksi (mengecilkan ukurannya) untuk memeras cairannya keluar. Cairan empedu ini akan memecah lemak menjadi zat yang dapat diserap usus.Sedangkan bila yang diminum susu formula, atau ASI dicampur susu formula, warna feses akan menjadi lebih gelap, seperti kuning tua, agak cokelat, cokelat tua, kuning kecoklatan atau cokelat kehijauan.HijauFeses berwarna hijau juga termasuk kategori normal. Meskipun begitu, warna ini tidak boleh terus muncul karena artinya cara ibumemberi ASI-nya belum benar. Yang terisap olehbayihanyaforemilksaja, sedangkanhindmilk-nya tidak. Kasus demikian umumnya terjadi kalau produksi ASI sangat melimpah.Di dalam payudaranya, ibu memiliki ASI depan (foremilik) dan ASI belakang (hindmilk). Pada saatbayimenyusu, ia akan selalu mengisap ASI depan lebih dulu. Bagian ini mempunyai lebih banyak kandungan gula dan laktosa tapi rendah lemak. Sifatnya yang mudah dan cepat diserap membuatbayisering lapar. Sedangkan, ASI belakang (hindmilk) akan terisap kalauforemilkyang keluar lebih dulu sudah habis.Hindmilkmengandung banyak lemak. Lemak ini yang membuat tinja menjadi kuning. Nah, kalaubayihanya mendapatforemilkyang mengandung sedikit lemak dan banyak gula, terjadi perubahan pada proses pencernaan yang akhirnya membuat fesesbayiberwarna hijau. Bahkan sering juga dari situ terbentuk gas yang terlalu banyak, sehinggabayimerasa tak nyaman (kolik).Jika warna feses hijau dan kuning, berartibayimendapat ASI yang komplet, dari foremilk sampai hindmilk.MerahWarna merah pada kotoranbayibisa disebabkan adanya tetesan darah yang menyertai. Namun dokter tetap akan melihat, apakah merah itu disebabkan darah dari tubuhnya sendiri atau dari ibunya.Jikabayisempat mengisap darah ibunya pada proses persalinan, maka pada fesesnya akan ditemukan bercak hitam yang merupakan darah. Umumnya bercak itu muncul selama satu sampai tiga hari. Bila darah itu tetap muncul pada fesesnya (bisa cair ataupun bergumpal), dan ternyata bukan berasal dari darah ibu, maka perlu diperiksa lebih lanjut. Kemungkinannya hanya dua, yaitu alergi susu formula bilabayisudah mendapatkannya, dan penyumbatan pada usus yang disebut invaginasi. Dua-duanya butuh penanganan. Kalau ternyata invaginasi,bayiharus segera dioperasi.Darah sangat jarang berasal dari disentri amuba atau basiler, karena makananbayibelum banyak ragamnya. Kalau penyakitnya serius, biasanyabayijuga punya keluhan lain, seperti perutnya membuncit atau menegang, muntah, demam, rewel dan kesakitan.Putih/Keabu-abuanWaspadai segera jika fesesbayiyang baru lahir berwarna kuning pucat atau putih keabu-abuan. Baik yang encer ataupun padat. Warna putih menunjukkan gangguan yang paling riskan. Bisa disebabkan gangguan pada hati atau penyumbatan saluran empedu. Ini berarti cairan empedunya tidak bisa mewarnai tinja, dan ini tidak boleh terjadi karena sudah ?lampu merah?. Bilabayisampai mengeluarkan tinja berwarna putih, saat itu juga ia harus dibawa ke dokter. Jangan menundanya sampai berminggu-minggu karena pasti ada masalah serius yang harus diselesaikan sebelumbayiberumur tiga bulan. Sebagai langkah pertama, umumnya dokter akan segera melakukan USG pada hati dan saluran empedunya.Jangan terlambat membawabayike dokter. Bilabayibaru dibawa ke dokter di atas usia tiga bulan, umumnya sudah mengalami kerusakan hati. Pilihannya tinggal transplantasi hati yang masih merupakan tindakan pengobatan yang sangat mahal di Indonesia.
   


Jumlah Posts : 44
Jumlah di-Like : belum ada like
dideteksi dari warna fesesnya.
Umumnya, warna-warna feses
bayi dibedakan menjadi kuning
atau cokelat, hijau, merah, dan
putih atau keabu-abuan.
Kuning
Warna kuning adalah indikasi
feses normal. Susu yang
dikonsumsi bayi amat
mempengaruhi warna fesesnya.
Bila bayi minum ASI secara
eksklusif, tinjanya berwarna
lebih cerah dan cemerlang atau
didominasi warna kuning,
karenanya disebut golden
feces. Berarti ia mendapat ASI
penuh, dari foremilk (ASI
depan) hingga hindmilk (ASI
belakang).
Warna kuning timbul dari
proses pencernaan lemak yang
dibantu oleh cairan empedu.
Cairan empedu dibuat di dalam
hati dan disimpan beberapa
waktu di dalam kandung
empedu sampai saatnya
dikeluarkan. Bila di dalam usus
terdapat lemak yang berasal
dari makanan, kandung
empedu akan berkontraksi
(mengecilkan ukurannya) untuk
memeras cairannya keluar.
Cairan empedu ini akan
memecah lemak menjadi zat
yang dapat diserap usus.
Sedangkan bila yang diminum
susu formula, atau ASI
dicampur susu formula, warna
feses akan menjadi lebih gelap,
seperti kuning tua, agak
cokelat, cokelat tua, kuning
kecoklatan atau cokelat
kehijauan.
Hijau
Feses berwarna hijau juga
termasuk kategori normal.
Meskipun begitu, warna ini
tidak boleh terus muncul
karena artinya cara
ibu memberi ASI -nya belum
benar. Yang terisap oleh bayi
hanya foremilk saja,
sedangkan hindmilk -nya tidak.
Kasus demikian umumnya
terjadi kalau produksi ASI
sangat melimpah.
Di dalam payudaranya, ibu
memiliki ASI depan (foremilik )
dan ASI belakang ( hindmilk ).
Pada saat bayi menyusu, ia
akan selalu mengisap ASI
depan lebih dulu. Bagian ini
mempunyai lebih banyak
kandungan gula dan laktosa
tapi rendah lemak. Sifatnya
yang mudah dan cepat diserap
membuat bayi sering lapar.
Sedangkan, ASI belakang
(hindmilk) akan terisap
kalau foremilk yang keluar lebih
dulu sudah
habis. Hindmilk mengandung
banyak lemak. Lemak ini yang
membuat tinja menjadi kuning.
Nah, kalau bayi hanya
mendapat foremilk yang
mengandung sedikit lemak dan
banyak gula, terjadi perubahan
pada proses pencernaan yang
akhirnya membuat feses bayi
berwarna hijau. Bahkan sering
juga dari situ terbentuk gas
yang terlalu banyak, sehingga
bayi merasa tak nyaman ( kolik).
Jika warna feses hijau dan
kuning, berarti bayi mendapat
ASI yang komplet, dari foremilk
sampai hindmilk.
Merah
Warna merah pada kotoran bayi
bisa disebabkan adanya tetesan
darah yang menyertai. Namun
dokter tetap akan melihat,
apakah merah itu disebabkan
darah dari tubuhnya sendiri
atau dari ibunya.
Jika bayi sempat mengisap
darah ibunya pada proses
persalinan, maka pada fesesnya
akan ditemukan bercak hitam
yang merupakan darah.
Umumnya bercak itu muncul
selama satu sampai tiga hari.
Bila darah itu tetap muncul
pada fesesnya (bisa cair
ataupun bergumpal), dan
ternyata bukan berasal dari
darah ibu, maka perlu diperiksa
lebih lanjut. Kemungkinannya
hanya dua, yaitu alergi susu
formula bila bayi sudah
mendapatkannya, dan
penyumbatan pada usus yang
disebut invaginasi. Dua-duanya
butuh penanganan. Kalau
ternyata invaginasi, bayi harus
segera dioperasi.
Darah sangat jarang berasal
dari disentri amuba atau
basiler, karena makanan bayi
belum banyak ragamnya. Kalau
penyakitnya serius, biasanya
bayi juga punya keluhan lain,
seperti perutnya membuncit
atau menegang, muntah,
demam, rewel dan kesakitan.
Putih/Keabu-abuan
Waspadai segera jika feses bayi
yang baru lahir berwarna
kuning pucat atau putih keabu-
abuan. Baik yang encer
ataupun padat. Warna putih
menunjukkan gangguan yang
paling riskan. Bisa disebabkan
gangguan pada hati atau
penyumbatan saluran empedu.
Ini berarti cairan empedunya
tidak bisa mewarnai tinja, dan
ini tidak boleh terjadi karena
sudah ?lampu merah?. Bila bayi
sampai mengeluarkan tinja
berwarna putih, saat itu juga ia
harus dibawa ke dokter. Jangan
menundanya sampai
berminggu-minggu karena pasti
ada masalah serius yang harus
diselesaikan sebelum bayi
berumur tiga bulan. Sebagai
langkah pertama, umumnya
dokter akan segera melakukan
USG pada hati dan saluran
empedunya.
Jangan terlambat membawa
bayi ke dokter. Bila bayi baru
dibawa ke dokter di atas usia
tiga bulan, umumnya sudah
mengalami kerusakan hati.
Pilihannya tinggal transplantasi
hati yang masih merupakan
tindakan pengobatan yang
sangat mahal di Indonesia.
   
11-06-2009 16:50:48 pingin hamil
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like

salam kenal bunda,
usia pernikahan saya hampir 3 thn tapi belum hamil jg.. pada waktu usia pernikahan 2thn saya ke dokter kandungan dan cek segalanya urine,progesteron,dll suami jg cek sperma dan hasilnya bagus.saya dan suami hanya di kasih vitamin namanya dalfarol.... selang waktu 2 bln konsumsi dalfarol saya telat haid selama 1mggu saya test pack ternyata negatif,tapi kondisi badan saya waktu itu seperti orang hamil mual2,pusing dll, saya ke dokter ternyata setelah cek transvagina ternyata ada sel telur yg mengendap di rahim saya yg tidak sempurna untuk di buahi.
akhirnya saya di beri obat untuk haid dahulu..selang 2mnggu saya haid dan setelah itu saya periksa hidrotubasi atau peniupan... dokter bilang semua bagus rahim,saluran telur....sekarang saya harus periksa imseminasi saya bingung yang saya tau itu seperti sistem bayi tabung, apakah itu harus saya jalanin.... berapa ya biayanya? ada yg tau ga tolong saya yah
thanks atas bantuanya.

   


20-01-2009 08:02:55 Batuk & pilek pada bayi
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

Duh, enggak tega rasanya bila melihat si kecil yang masih bayi terserang batuk dan pilek. Kalau hidungnya tersumbat, tidurnya jadi tak nyenyak. Dari dadanya juga terdengar suara grok...grok...grok. Harus bagaimana, ya?

Imbauan ASI eksklusif jelas tidak main-main. Kalau bayi dilahirkan dengan kondisi sehat, pertumbuhan berat badannya sesuai standar dan ia memperoleh ASI eksklusif selama 6 bulan, boleh dijamin ia akan terbebas dari segala macam penyakit. "Kalaupun sakit, biasanya sangat ringan dan bisa diredakan dengan pemberian ASI saja. Apalagi pada bulan-bulan pertama, bayi masih memiliki antibodi milik ibunya yang diperoleh lewat ari-ari. Jadi sebenarnya ia bisa bebas dari penyakit," ungkap dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A.

Tradisi yang tidak mengizinkan bayi keluar sebelum usia 40 hari ada benarnya karena membuatnya jadi tak terpajan pihak luar. Lewat usia 6 bulan biasanya lingkungan bayi makin meluas. Nah, setelah usia 6 bulan barulah penyakit biasanya mulai menjangkiti si kecil. Mengapa? Pertama, saat usia 6 bulan peran ASI mulai berkurang dengan adanya makanan tambahan semipadat. Kedua, setelah usia 6 bulan, bayi mulai mengenal lingkungan luar selain keluarganya.

Bahkan pada kenyataannya, sebelum usia 6 bulan banyak bayi yang sudah terserang batuk pilek. Penyebabnya, apalagi kalau bukan karena ia tak mendapat ASI eksklusif dengan berbagai alasan. "Akhirnya jumlah antibodi dalam tubuh bayi berkurang dan bayi jadi gampang sakit," ujar staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta ini.

PENYAKIT RINGAN

Namun sekali lagi, penyakit yang menjangkiti bayi biasanya merupakan penyakit ringan dan penyebabnya adalah virus. "Karena penyebabnya virus, mestinya batuk-pileknya tidak buru-buru diberi antibiotik. Antibiotik tidak dapat membunuh virus," tukasnya.

Tak perlu juga buru-buru memberinya obat karena obat yang dibilang ringan pun selalu memiliki efek samping. "Jangan lupa, organ tubuh bayi belum matang. Oleh sebab itu, bila penyakitnya tidak berbahaya tak perlu diberi obat," saran Waldi.

Sebagai langkah awal, cari penyebab batuk si kecil. Pemicu batuk yang paling sering adalah polutan seperti asap atau debu. Walau polutannya hanya sedikit tetap saja bisa menyebabkan bayi batuk. Oleh sebab itu, hindari merokok di dekat bayi atau di dalam rumah.

Air conditioner (AC) atau penyejuk ruangan bisa juga merupakan biang keladi batuk pilek pada bayi, karena ia sebenarnya "didesain" untuk tidak berada dalam ruangan ber-AC. Jadi, bayi sebenarnya lebih senang berada di udara hangat ketimbang dingin. "Yang senang udara dingin, kan, orang tuanya, maka dipasanglah AC," kata Waldi.

Menurutnya, ruangan ber-AC yang biasanya tertutup sangat memungkinkan virus yang ada di dalamnya tidak bisa dienyahkan. Walaupun katanya ada AC yang sanggup memfiltrasi kuman, tidak dijamin kuman yang menempel di pegangan pintu atau tepi tempat tidur bisa terhapus. Kalau seseorang di dalam ruangan itu sakit, ia akan dengan mudah menulari orang lain yang masuk ke kamar tersebut. "Namun bukan berarti bayi tidak boleh berada di ruangan ber-AC, hanya saja setiap hari jendela dan pintu ruang itu harus dibuka lebar-lebar sebagai jalan pergantian udara, dan tidak lupa membersihkan semua perabot di kamar itu secara teratur."

BERI BANYAK MINUM

Nah, bagaimana dengan penanganan batuk-pilek si kecil? Untuk memperlancar hidung bayi yang tersumbat tetesi dengan larutan NaCl fisiologis yang bebas dibeli di mana saja dengan harga relatif sangat terjangkau. Larutan tersebut berfungsi mencairkan lendir dan biasanya dijual dengan kemasan 25 ml dan bertuliskan Sodium Chloride 0,9 %. "NaCl fisiologis bukan obat tapi larutan yang sama dengan cairan tubuh, sehingga dapat diteteskan pada hidung bayi sesering mungkin tanpa menimbulkan efek samping."

Batuk berdahak bisa diatasi dengan memberi bayi minum lebih banyak daripada biasanya. Tujuannya agar dahak menjadi encer dan mudah keluar. "Balsam boleh-boleh saja dibalurkan karena uap yang terhirup dapat memberi wangi yang enak pada bayi. Tapi waspadai zat-zat yang terkandung di dalamnya karena bisa menimbulkan reaksi pada kulit bayi. Sebagai percobaan, oleskan balsam sedikit. Bila tidak ada reaksi seperti merah-merah pada tubuh bayi bisa dioleskan pada dada dan punggungnya."

Suara grok-grok yang biasanya terdengar saat bayi tidur tak perlu dikhawatirkan. Suara tersebut muncul karena ada lendir yang terkumpul di jalan napas bagian atasnya. Selama bayi dapat tidur nyenyak, asupan makan dan minumnya tak terganggu, serta tumbuh kembangnya setiap bulan tampak baik berarti ia hanya terjangkit penyakit ringan. Dahak pada manusia, kata Waldi, sebenarnya tidak perlu selalu dikeluarkan lewat mulut karena akan dikeluarkan secara alamiah oleh saluran napas. Contohnya, karena bayi belum memiliki kemampuan untuk meludah, dahak yang sudah keluar di rongga belakang mulut (farings) akan tertelan dengan sendirinya masuk ke dalam saluran cerna.

GEJALA RAWAN

Sebagai informasi, penyakit saluran napas seperti batuk pilek biasanya berlangsung selama 3 hingga 10 hari. Bila dalam batas waktu tersebut bayi masih terserang batuk pilek tanpa penyebab yang jelas tentu perlu segera diperiksakan ke dokter. "Kadang-kadang orang tua terlalu khawatir. Saat mendengar bayinya batuk langsung panik. Padahal bayi batuk sekali dua kali, kan boleh-boleh saja karena mungkin tenggorokannya kemasukan sesuatu."

Lain bila batuk pilek yang dialami sampai menyebabkan si kecil rewel, tidak bisa tidur, dan tidak bisa minum atau makan. "Nah, ini jelas serius sehingga harus dibawa ke rumah sakit, " ujar Waldi. Gejala penyakit lain yang mengharuskan bayi ditangani serius adalah (1) tidak mau makan-minum (2) napas cepat, dan (3) muntah-muntah. Kalau sampai bayi tidak mau makan dan minum, hal ini menunjukkan penyakit yang serius.

Tak mau makan dan minum bisa dikarenakan napas bayi yang sudah memburu. Patokan frekuensi napas yang sudah masuk kategori berbahaya adalah lebih atau sama dengan 50 kali permenit untuk bayi higga usia 1 tahun. Untuk itulah orang tua mesti menghitung jumlah napas bayi saat ia terlihat tersengal-sengal. "Agar hitungannya tidak salah, lakukan saat bayi dalam keadaan tenang sambil dipangku, misalnya. Bila jumlahnya sampai 50 kali setiap menit atau lebih, segera larikan bayi ke rumah sakit. "

Muntah-muntah juga merupakan gejala yang perlu dicermati. Walau agak sulit menentukan frekuensi yang sudah dianggap rawan, sebagai patokan bila muntah itu terjadi setiap kali bayi diberi asupan minuman dan makanan, berarti kondisinya cukup serius. Kalau bayi sudah muntah-muntah sekitar 3-4 kali dalam sehari, lebih baik bawa dia ke dokter. Yang dikhawatirkan, akibat muntah-muntah yang dialami, bayi tidak mendapat asupan gizi yang cukup. Muntah sendiri bisa menunjukan gejala penyakit pada saluran napas, saluran cerna, penyakit saraf pusat dan lainnya. Nah, kalau ini yang terjadi, bawalah segera bayi Anda ke dokter yang berkompeten.

IMUNISASI TETAP BERLAKU

Yang perlu diketahui, anggapan bahwa bayi sakit tak boleh diimunisasi sebenarnya kurang tepat. Jika bayi terjangkit penyakit ringan seperti batuk pilek, maka secara teori jadwal imunisasinya tak perlu terganggu. Saran Waldi, kalau sudah tiba jadwal imunisasi, walau sedang flu, sebaiknya bayi tetap dibawa ke dokter. "Biar dokter yang memutuskan melalui pemeriksaan. Bila kondisi bayi baik, dokter akan tetap memberi imunisasi. Sebaliknya bila sakitnya ternyata agak berat, imunisasi akan ditunda."

Lain halnya dengan bidan yang umumnya akan menunda imunisasi bila orang tua melaporkan kondisi si kecil sedang tak sehat. "Ini wajar karena bidan tidak bisa menentukan ringan tidaknya penyakit yang diderita bayi."

   
28-11-2008 14:09:35 sembelit atau apa ya...
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

Bila Anak Anda Sembelit

Apa yang dimaksud sembelit?
Sembelit dalam istilah kedokteran disebut konstipasi. Ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam hal konstipasi, yaitu keadaan tinja, keseringan (frekuensi) berhajat, dan keadaan fisik anak itu sendiri. Keadaan tinja perlu diperhatikan secara seksama apakah cair, lembek, atau keras. Pada sembelit, tinja dalam keadaan keras sehingga sering tampak berbentuk bulat-bulat seperti kotoran kambing. Frekuensi berhajat juga perlu diamati.

Jika mengalami sembelit, frekuensi berhajat anak akan berkurang dibandingkan sebelumnya. Tapi perlu juga diperhatikan bahwa keseringan berhajat itu bervariasi, tergantung pada umur anak dan dietnya. Misalnya, pada bayi baru lahir yang mendapatkan ASI, bayi sering sekali berhajat, bisa sampai 8-10 kali sehari. Tetapi menjelang usia dua bulan, frekuensi berhajatnya akan berkurang, bisa hanya sekali dalam 3-4 hari. Keadaan fisik anak juga amat penting untuk menentukan apakah seorang anak menderita sembelit atau tidak. Pada keadaan sembelit atau tidak. Pada keadaan sembelit, kita bisa meraba adanya benda keras (yaitu tinja keras) di perut bagian kiri bawah anak.

Kapan timbul sembelit?
Awal timbulnya sembelit penting diperhatikan sebab bisa memberi petunjuk tentang penyebabnya. Bila kesulitan buang air besar terjadi sejak lahir maka perlu dipikirkan bahwa kemungkinan itu penyakit bawaan, misalnya penyakit Hirschprung. Pada penyakit ini terjadi kelainan bawaan berupa berkurangnya serabut syaraf pada selamput lendir usus besar, dengan akibat usus besar kurang bergerak. Peristaltiknya berkurang.

Akibatnya, tinja yang terbentuk tidak bisa melalui usus besar menuju lubang pelepasannya (anus) dengan lancar. Pada waktu mau lahir, bila diperhatikan, sebenarnya telah tampak bahwa kotoran pertamanya yang berwarna hitam (mekonium) terlambat keluarnya. Pada keadaan normal, biasanya bayi telah mengeluarkan mekoniumnya dalam 24 jam pertama. Bila bayi menderita penyakit ini, selain sembelit akan tampak perut bayi membuncit dan lama-kelamaan tampak kurang gizi. Penyakit ini hanya bisa ditolong dengan cara pembedahan. Bila sembelit terjadi setelah anak berusia 2-3 tahun, tentu kemungkinan penyebabnya adalah hal-hal lain, seperti diet, kejiwaan, dan lain-lain

Yang akut dan yang kronis
Lamanya keluhan sembelit berlangsung dapat memberikan petunjuk untuk mengetahui penyebabnya. Disebut sembelit akut bila keluhan berlangsung kurang dari empat minggu. Sedangkan bila sembelit telah berlangsung lebih dari empat minggu disebut sembelit kronik. Penyebab sembelit kronik biasanya lebih sulit disembuhkan.

Awas sumbatan usus
Hal penting lain yang perlu diperhatikan ketika anak menderita sembelit adalah, apakah sembelit ini disebabkan oleh adanya penyumbatan pada usus. Kelainan ini penting diperhatikan sebab dapat membahayakan jiwa anak bila tidak segera ditonjolkan. Selain sembelit, anak dengan penyumbatan pada usus juga akan memperlihatkan gejala lain, seperti muntah-muntah, sakit perut, dan perut membuncit. Bila anak menunjukkan gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk memastikan apakah terdapat gejala penyumbatan usus. (yz, sumber: Idai)

Penyebab Sembelit Akut

Infeksi virus sering menyebabkan sembelit pada anak. Hal ini disebabkan karena anak kurang minum, menderita demam, dan kehilangan banyak cairan melalui saluran nafasnya. Dalam hal ini anda tidak perlu khawatir, sebab bila infeksinya dapat diatasi biasanya sembelitnya akan menghilang. Jagalah agar anak banyak minum supaya tidak kekurangan cairan dalam tubuhnya. Sembelit juga sering disebabkan oleh obat-obatan yang diberikan pada anak. Misalnya obat anti kejang, obat batuk anti pilek, obat mag, obat tambahan darah, (zat besi) dan lain-lain.

Obat-obatan tersebut memang menimbulkan efek samping berupa sembelit. Bila obat dihentikan biasanya sembelitnya akan menghilang. Perlu pula diperhatikan mengenai obat pencahar. Penggunaan obat pencahar secara lama justru akan menimbulkan sembelit. Oleh karena itu pemakaian obat pencahar harus dengan indikasi yang tepat tidak boleh sembarangan.

Serpihan cat (mengandung logam timbal) yang tertelan anak juga dapat menimbulkan gejala sembelit dan sakit perut. Perubahan diet anak sering pula menimbulkan sembelit yang bersifat sementara. Bila diet anak mengandung banyak karbohidrat (permen) atau susu, dan kurang mengandung buah-buahan, sayuran, dan serealia, biasanya anak jadi mudah terkena sembelit. Sembelit juga dapat timbul bila ada perubahan suasana atau gaya hidup, seperti dalam perjalanan, sewaktu liburan, atau pindah rumah.

Nyeri pada anus dapat menyebabkan sembelit. Nyeri disebabkan adanya luka pada anus (fisuraani). Luka timbul karena anak pernah melepaskan tinja yang keras. Karena luka menimbulkan sakit bila anak berhajat, maka anak enggan buang air besar. Makin lama tinja berada diusus, makanya tinjanya akan makin keras. Makin keras tinja akan makin menimbulkan nyeri, sehingga anak akan makin menahan buang air besarnya. Keadaan ini harus cepat diatasi, karena bila tidak akan menimbulkan sembelit kronis dan pada akhirnya akan menimbulkan sembelit kronis dan pada akhirnya akan menimbulkan kelainan kejiwaan pada anak.

Walaupun jarang terjadi, nyeri pada anus (yang menyebabkan sembelit) dapat pula disebabkan oleh adanya benda asing di dalam usus. Misalnya anak menelan uang logam, yang umumnya dapat melalui saluran cerna bagian atas dengan lancar. Tetapi sewaktu akan melalui anus dapat menimbulkan nyeri sehingga akan menyebabkan sembelit. Kadang-kadang dapat pula benda asing masuk melalui anus karena dimasukkan oleh anak atau teman bermainnya. Di luar negeri pernah dilaporkan anak yang mengalami sexual abuse. (yz, sumber Idai)

Hal yang Sering Sebabkan Sembelit Kronik

Selain penyakit Hirschprung yang telah dijelaskan sebelumnya, sembelit kronis dapat pula disebabkan oleh berbagai kelainan. Penyebab paling sering adalah yang disebut sembelit fungsional. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi mungkin keturunan. Ada yang menduga bahwa latihan berhajat (toiler training) yang salah (agak kasar) dan terlalu dini ikut berperan.

Anak dengan sembelit fungsional biasanya mulai memperlihatkan gejala sesudah anak dilatih berhajat, pada usia 3-5 tahun. Kadang-kadang pengeluaran tinja keras disertai bercak-bercak darah. Anak seringkali memperlihatkan tingkah laku aneh yang merupakan manifestasi anak dalam berusaha melawan proses berhajat. Gejala lainnya berupa kurang nafsu makan, mudah tersinggung, kurang aktif, dan kecepirit.

Kekurangan hormon tiroid  (hipotiroid) dapat pula menyebabkan sembelit kronik. Kelainan ini perlu diketahui secara dini sebab dapat mengakibatkan retardasi mental. Selain sembelit, bayi dengan kelainan ini akan memperlihatkan gejala sulit makan, malas, mengantuk, lemah, temperatur tubuhnya dingin, dan bengkak. Bila diketahui dan kemudian diobati secara dini maka anak akan terhindardari kerusakan saraf yang mungkin terjadi.

Bagaimana mengatasinya?
Bila anak menderita sembelit sebaiknya segera dibawa ke dokter. Untuk menentukan penyebab. Dalam hal ini, pengobatannya tergantung pada penyakit penyebabnya.

   
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10
Frekuensi buang air besar (BAB) dan kecil (BAK) bayi berkaitan erat dengan asupan yang masuk. Buktinya, antara bayi yang mendapat ASI dan tidak berbeda pula frekuensi pup dan pipisnya. Kok bisa seperti itu? Lalu, bagaimana frekuensi yang normal? Simaklah penjelasan dari dr. Eva J. Soelaeman, SpA. BAYI YANG MENYUSU ASI: Usia 0-6 Bulan: Frekuensi BAB normal: Sehari 1-7 kali atau bahkan hanya 1-2 hari sekali. Dengan catatan berat badan bayi terus bertambah sesuai grafik normal yang tertera pada Kartu Menuju Sehat/KMS. Jika yang terjadi sebaliknya, si kecil harus menjalani pemeriksaan dokter. Frekuensi BAB tidak normal: * Setelah 2 hari tidak BAB atau BAB tiga hari 1 kali. Kondisi ini perlu dikonsultasikan pada dokter. Biasanya dokter akan melihat kondisi perut bayi, kembung atau tidak, keadaan feses, berat badan, dan tumbuh kembang bayi. Beberapa kemungkinan penyebab bayi jarang BAB adalah: * Faktor makanan ibu. Misal, ibu menyusui sedang mengonsumsi obat-obatan/jamu. Akibatnya bayi yang memperoleh asupan makanan dari ASI ibu ikut "merasakan" dampak obat itu. Asal tahu saja, beberapa obat/jamu bisa membuat gerak/kerja usus menjadi lambat. Kondisi ini yang pada akhirnya membuat bayi mengalami sembelit. * Masalah pada sistem pencernaan bayi. Misal, ususnya tersumbat atau melintir. * Lebih dari 7 kali sehari. Frekuensi BAB yang lebih sering dari biasanya dapat disebabkan faktor makanan ibu. Contoh, ibu menyusui yang mengonsumi makanan pedas atau makan yang mengandung serat tinggi dapat membuat bayinya jadi lebih sering pup. BAYI YANG TIDAK MENYUSU ASI Usia Usia 0-6 bulan Frekuensi BAB yang normal: Sekitar 3-4 kali sehari sampai hanya 1-2 hari sekali. Kenapa frekuensi BAB-nya lebih jarang dari bayi yang menyusu ASI? ASI seperti diketahui sangat mudah dicerna oleh bayi. Namun tidak begitu dengan susu formula yang lebih sulit dicerna dan diserap oleh sistem pencernaan bayi. Inilah yang menyebabkan kenapa bayi yang menyusu ASI jarang mengalami kegemukan, sementara "bayi susu formula" kerap kelebihan berat badan. Frekuensi BAB yang tidak normal: Bila feses bayi encer dan frekuensinya lebih dari 10 kali per hari disertai penurunan berat badan. Usia 6 bulan ke atas Frekuensi BAB normal: Biasanya 3-4 kali sehari atau 2 hari sekali. Setelah anak menginjak 4 tahun, frekuensi BAB-nya sudah seperti orangtuanya, yakni satu sampai dua kali sehari. Frekuensi BAB tidak normal: * Lebih dari 4 kali sehari disertai gejala-gejala lain. Misalnya, bayi BAB sampai 6 kali sehari. Ini bisa dijadikan alarm bagi orangtua bahwa kondisi si kecil sedang tidak sehat. Coba perhatikan apakah bayi juga rewel atau gelisah? Jika ya, kemungkinan ada sesuatu yang tidak beres pada pencernaannya. Untuk menelusuri penyebabnya, ingat-ingat apa menu makanannya hari itu hingga 2 hari sebelumnya; apakah terlalu banyak serat? Terlalu banyak diberi buah/sayuran mungkin. Bayi yang terlalu banyak mengonsumsi serat berpotensi untuk lebih sering BAB dan akhirnya menjadi kurus. Sebab apa yang dikonsumsinya lebih banyak yang dikeluarkan ketimbang yang diserap. Dua kali dalam kurun waktu tujuh hari atau kurang. Kemungkinan bayi mengalami konstipasi/sembelit atau pemampatan feses di usus besar. Hati-hati, jika feses yang keras membuat anusnya luka dan si kecil mengalami trauma sehingga enggan untuk buang air besar yang berikutnya. Penyebab konstipasi: * Bisa jadi bayi terlalu banyak minum susu dan kurang mendapat makanan padat serta kurang minum air putih. * Kurang serat/kurang mengonsumsi sayuran atau buah-buahan. Cara mengatasinya, penyebab pertama bisa diatasi dengan mengurangi asupan susu formula pada bayi dan menggantikannnya dengan memperbanyak asupan makanan padat sesuai usianya. Sementara yang kedua, tentu bayi harus lebih banyak diberi makan buah-buahan, sayuran, dan tak lupa banyak minum air putih. Bila kondisi ini tidak mengalami perbaikan, amat bijak bila si kecil diperiksakan ke dokter. FREKUENSI BAK Dalam sehari, normalnya bayi buang air kecil sekitar 3-4 kali. Namun, sebetulnya frekuensi BAK tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Jika lebih dari itu oke-oke saja. Kecuali bila pipisnya sangat sering (lebih dari 10 kali/hari) atau jarang sama sekali. Dalam artian selama tidak ada tanda-tanda dehidrasi atau bayi menjadi lesu dan rewel, tak perlu terlalu mempermasalahkannya. Apalagi sampai khawatir bayi terkena diabetes militus karena DM pada anak, apalagi bayi sangat jarang terjadi. Namun waspadai bila frekuensi BAK bayi jarang/menjadi jarang. Misalnya, satu hari hanya sekali padahal biasanya bisa 4 kali. Atau sejak lahir si kecil memang jarang pipis padahal asupan cairannya mencukupi. Beberapa penyebab frekuensi BAK yang jarang adalah: 3 Bayi mengalami kekurangan cairan. Ini bisa karena ibu yang menyusui kurang banyak minum atau bayi sedang mengalami muntah-muntah atau berkeringat berlebihan. Kondisi seperti ini dapat diatasi dengan banyak memberi asupan cairan pada bayi. Ibu menyusui, misalnya, mesti banyak minum. Namun untuk kasus muntah-muntah, sebaiknya bayi segera dibawa ke dokter untuk mencari penyebabnya dan mencegahnya dari dehidrasi. 3 Pada bayi laki-laki, coba perhatikan ujung kulupnya apakah terlihat kecil atau tidak. Bila ya, bisa jadi ia mengalami phymosis (ujung kulup kecil) sehingga menyebabkannya jarang BAK. Sebagai solusi biasanya dokter akan melakukan pembesaran dengan cara sunat. Kondisi ini perlu diatasi segera karena jika dibiarkan bisa menimbulkan infeksi pada saluran kencing bayi. 3 Sukar pipis pada bayi perempuan bisa disebabkan infeksi pada organ intimnya meski bisa juga BAK-nya justru jadi lebih sering. Sebagai pecegahan, sehabis BAK, lubang kencing dan daerah sekitarnya mesti langsung dibersihkan. Sisa air seni bisa mengendap di lipatan-lipatan sekitar kelaminnya dan menimbulkan infeksi. Perha-tikan juga teknik menceboki. Jangan menceboki dari arah belakang ke depan namun dari depan kebelakang. Ini dimaksudkan agar kotoran dari anus tidak terbawa ke vagina.
   
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
Assalamu alaikum dok
dok.. saya mau nanya dan mhon informasinya dok
Saya sekarang sedang mengandung anak yg ke 2
Pada usia 19minggu bayi saya difonis dokter mengalami asitex (terdapat cairan pada perut bayi, normalnya tdk ada cairan) namun tidak ada penanganan lain hanya diminta kontrol jika pergerakan bayi kurang atau 1 bulan kemudian.
Pada usia kehamilan 23 minggu sy kontrol lg.. kata DSA pertumbuhan bayinya normal dan tidak ada kelainan hanya saja asitexnya blm hilang.. dan sama sperti bln kmarin blm ada penangannan/ upaya menghilangkan asitexnya
Rencana minggu ini sy kontrol lg (27 minggu)
Pertanyaan saya:
1. Bgmn penanganan/upaya menghilangkan asitex jika asitexnya tidak hilang?Apa dioperasi atau bgmn?
2. apa yg perlu sy lakukan dok untuk mengurangi asitexnya? apakah bisa bayi saya sehat dok dgn kondisi tsb smpai dgn sy melahirkan?Saya cemas bgt dok 😭😭😭
Terima kasih dokter atas jawabannya
   
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
Assalamu alaikum bunda
Bunda.. saya mau nanya dan mhon informasinya
Saya sekarang sedang mengandung anak yg ke 2
Pada usia 19minggu bayi saya difonis dokter mengalami asitex (terdapat cairan pada perut bayi, normalnya tdk ada cairan) namun tidak ada penanganan lain hanya diminta kontrol jika pergerakan bayi kurang atau 1 bulan kemudian.
Pada usia kehamilan 23 minggu sy kontrol lg.. kata DSA pertumbuhan bayinya normal dan tidak ada kelainan hanya saja asitexnya blm hilang.. dan sama sperti bln kmarin blm ada penangannan/ upaya menghilangkan asitexnya
Rencana minggu ini sy kontrol lg (27 minggu)
Pertanyaan saya:
1. adakah yg pernah/sedang hamil dan difonis dokter bayinya mengalami asitex seperti saya.. Bgmn penanganan/upaya menghilangkan asitex dari dokternya, Apa dioperasi atau bgmn?
2. Pengalaman bunda yg pernah mengalami apakah bayinya sehat-sehat aja selama hamil sd melahirkan? Saya cemas bgt bunda 😭😭😭
Terima kasih bunda..
   
30-08-2015 06:16:10 Flek melahirkan
Jumlah Posts : 60
Jumlah di-Like : belum ada like
Setau aku tanda2 akan melahirkan gak musti di tanda i dg ada nya flek bund karena tanda2 akan melahirkan pd wanita beda2 bund. temenku gak ngeluarin flek tp sering mulas2 kyk orang mw mens gt pas dibawa ke dokter uda pembukaan 1. ada jg yg ngeluarin lendir campur darah tanpa mulas jg uda pembukaan ada. usia kandungan bunda uda brp weeks skrg bund ?
   
12-03-2015 08:35:09 pijat bayi
Jumlah Posts : 229
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda ad yg bawa bayi untuk pijat terapi,mulai usia berapa bayi bole pijat??
bidan/dokter
   
Jumlah Posts : 107
Jumlah di-Like : 4

Maaf baru baca bun..

Kebetulan tetangga ada bayinya umur 4 bulan mengalami hal yang sama, bayinya suatu saat kedap-kedip dan nggak bisa nafas , trus dibawa ke dokter tapi nggak ada masalah, dicek baik-baik saja. Kemudian ada ibu tukang pijat bayi yang dipanggil , beliau juga suka saya panggil untuk pijat anak saya dari bayi kalo badannya nggak enak badan, Alhamdulillah bayinya sembuh, hanya waktu kemarin agak telat dan sepertinya kena step gitu...menurut dokter kalo bisa dirawat terapi kalo sudah agak besar karena dampak stepnya ...

Menurut Ibu Pijat tersebut yang katanya sudah sangat berpengalaman dan beliau dari daerah tempat tinggal kami, umurnya saja sudah sepuh , mengatakan di rumahnya tetangga saya banyak mahkluk yang bolak-balik di ruang tengah pada saat anaknya tidur an di depan TV , saya sih serem dengernya , namun saya percaya Allah menciptakan jin dan manusia , sedangkan apakah jin tersebut yang menyebabkan , kita juga kurang tahu, wong kita nggak bisa nanya langsung ya? tapi ada baiknya bun kita bacakan surat-surat Al-Quran kepada bayi kita , sebelum tidur atau kalo malam kita bangun habis sholat Isya atau Tahajjud , terkadang saya baca ayat kursi 3 kali atau lebih , InsyaAllah bermanfaat.

Namun, saya juga perhatikan rumah tetangga saya itu juga "damp" atau lembab , plus bayinya tidak memakai alas kasur berkawat /tebal sehingga mungkin kena angin dari ubin terlalu lama, plus suka dibawa keluar malam-malam dengan digendong naik motor lagi...wah saya kira angin malam sangat dingin dan tidak baik , jadi bisa jadi kena gejala pnemonia , atau bahasa kita 'angin duduk' jadi sesak nafas .

Coba disurvey dulu Bun....sisi manakah penyebabnya , bisa juga karena makan atau minum , kebiasaan bayi, ataupun faktor genetika (keturunan)....mungkin membantu ..

   
27-08-2014 16:22:07 kpn pk baby walker
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25

Hai Bunda,

Pada saat usia si kecil mulai belajar berjalan, pada umumnya Bunda akan menggunakan baby walker sebagai alat bantunya untuk belajar bukan? nah, berikut penjelasan dr. Tanti pada tanya dokter yang berjudul "Usia berapa bayi bisa diperkenalkan baby walker?" pada pertanyaan berikut : 

"dok,anak sya usianya 6 bulan apa sudah boleh menggunakan baby walker?apa dampak positif dan negatif menggunakan baby walker?satu lagi apa boleh bayi dipijat?"

dr. Tanti menjawab :
Dear bunda, Telah banyak di lakukan penelitian mengenai baby walker di Negara Amerika dan Eropa, para peneliti dan dokter berpendapat bahwa penggunaan baby walker dapat mempertinggi resiko cedera pada anak dan tidak membantu anak dalam berjalan. Penggunaan baby walker dapat memperlambat kemampuan anak dalam latihan berjalan, hal ini berdasarkan penelitian di Amerika. Bila bunda tetap ingin menggunakan baby walker sebaiknya bunda memperhatikan keamanan benda tersebut, pilihlah dengan cermat , sebaiknya anak anda yang masih berusia 6 bulan tidak menyangga beban badannya sebelum waktunya ia kuat untuk menyanggah badannya sendiri. Pemijatan pada bayi tidak dianjurkan bila dilakukan oleh seseorang yang belum berpengalaman, sebaiknya dilakukan oleh seseorang yang telah terlatih dan mempunya sertifikat . Pijat bayi tidak seperti memijat orang dewasa, dalam hal ini di lakukan sentuhan-sentuhan lembut bukan manuver pemijatan seperti pada orang dewasa. Demikian jawaban saya.

   
25-07-2014 12:20:19 panas dalam
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
usia kehamilan 24w5d. nth kenapa saya sering sekali merasakan tenggorokan saya terbakar. krn saya jg sering mimisan jg 3 hr yll saya ke dokter THT kebetulan memang saya didera flu berat krn ketularan teman sekantor. stlh diperiksa hidungnya trnyt mm ada luka. dan radang tenggorokan saya sdh sgt memerah.
knp ya saya srg merasakan tenggorokan serasa terbakar? pdhl saya td mengkonsumsi es dan gorengan.. dan itu memicu muntahmuntah jg.
mhn info trm ksh