SITE STATUS
Jumlah Member :
493.813 member
user online :
1614 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: tanda janin meninggal dalam kandungan tr

New Topic :  
Jumlah Posts : 78
Jumlah di-Like : belum ada like
iufd janin meninggal dalam kandungan bund aq bru ngalamin 4nov lalu :'( makany skrg aq mw cari spog yg bagus,,ga mw terulang bund,,takut tanggerangny dmnany y bund,,, aq jg tinggal skitar tanggerang,,,tp bru 4bln,,jd blm trlalu tw daerahny bund
   


Jumlah Posts : 55
Jumlah di-Like : 1
bunda, maaf kalo salah tempat posting,
3hari lalu, 18september, aku kuret gara2 janin meninggal dalam kandungan menginjak usia 7bulan. 3hari setelahnya ASIku keluar dan dueraaas banget bund, sampe bajuku basah kena asi semua. kira2 kelanjutannya gimana ya bunda, apa terus keluar gitu (mengingat ga ada yang, maaf, disusui) atau berhenti sendiri?
   
Jumlah Posts : 105
Jumlah di-Like : belum ada like
dear bunda semua,, bun aku ada cerita n mohon dikasih koment ya bund temanku dulu hamil usia 5bln jatuh dan ada pendarahan diplasenta,,tapi setelah periksa dokter bilang baik2 saja. lalu usia 6 bulan ternyata janin yang dikandung beratnya menyusut bun masuk usia 7 bln janin meninggal dalam kandungan bund... penyebabnya kata dokter karena tali pusarnya seperti peerrr... tapi sebelum bayi meninggal dalm kandungan ibunya sepat berenang selama 4 jam bun... yang aku mau tanyakan apakah berenang dapat menyebabkan bayi dalam kandungan itu kedinginan??/ terus berpa bulankah jarak yang pas untuk hamil lagi???
   


14-12-2010 13:38:04 Asma n keguguran
Jumlah Posts : 16
Jumlah di-Like : belum ada like
Bunda sharing dong,,

Bulan April lalu kandungan saya mengalami IUFD alias janin meninggal dalam kandungan di usia kehamilan 10 minggu,, 2 dokter dah saya datengin tp ga ada yg bs ngasi penjelasan knp janinya sampai meningal. sekedar informasi saat itu sy skt flu n batuk, n krn sy punya asma, asmanya pun ikutan kambuh.

Alhamdulillah skrg sy lg hamil lg 13 minggu, yg jd bikin khwtr skrg ni saya flu n batuk lg, asma pun ikutan kambuh jg. Dah aga mendingan si stlh pake obat2an herbal tp msh khwtr janin nya knp2.

Ada yg tau info ga asma ada hub nya ma kguguran. tlg info nya bun,,

Makasi,, :)
   
23-04-2010 12:40:26 kalo Flek bahaya gaks?
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
@aithea
penjelasan sepert kata afidya
dan memang ada yang flek biasa hanya muncul ujung ruas jari kelingking dan hanya 1 - 2 hari klo itu tdk apa2,
klo fleknya banyak itu bahaya.
tentang janin meninggal dalam kandungan bisa saja terjadi.
walaupun usia cukup juga dimungkinkan hal itu terjadi
(*semua kehendak Tuhan)
penyebabnya bisa bermacam2
maka dari itu bunda diwajibkan untuk cek up tiap bulan untuk trimester 1 - 2
masuk trimester 3 bunda harus cek up 2 minggu sekali

jika usia kandungan sudah mencapai 16 week atau 20 week
dimana sudah ada gerakan bayi
maka bunda bisa mengetahui kondisi bayi baik atau tidak
didalam sana dengan cara menghitung gerakan bayi.
untuk 1 hari minimal 20x gerakan
atau dalam 12 jam ada 10 gerakan
kurang dari itu silakan ibu hubungi dsog segera

salam

putri a.k.a zach mom's
   


Jumlah Posts : 151
Jumlah di-Like : 1
Hai Yuli, salam kenal yah Aku pernah ngalamin janin meninggal dalam kandungan. Tapi karena waktu itu usia janin baru 2 bulan jadi ya gak terasa apa2. Nggak ada ngeflek, nggak ada rasa nyeri juga. Waktu kontrol ke bidan, bidan hanya bilang kok ukuran rahimnya kecil, gak sesuai ma usia kandungan. Waktu USG ke dr, baru ketauan kalo janin dah meninggal. Aku jg gak tanya janinku dah meninggal brp lama. Mungkin kalo usia janin dah besar, dah ada gerakan, baru bisa terasa kalo janinnya gak gerak2. Semoga kandungan Yuli sehat2 aja yah.
   
23-11-2012 16:03:18 meninggal dalam kandungan
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Dok, saya mau tanya.. Pada bulan maret 2012 lalu saya melahirkan dengan cara diinfus picu,dan dipasangi alat seperti balon untuk merangsang pembukaan jalan lahir,dikarenakan janin meninggal didalam kandungan saat usia kehamilan 35 minggu. Sebelumnya saya mlkukan USG, tidak terlihat tanda-tanda kelainan pd janin saya,saat itu usia kehamilan sy 27 minggu. Suatu hari sy merasakan gerakan janin melemah,lalu saya periksa ke bidan,namun denyut jantung bayi msih normal. Dan hingga suatu hari, saya mengalami batuk dan demam,dan nyeri di perut. Saat sy mlkukan pemriksaan rutin,bidan mengatakan tidak ada denyut jantung janin,diulang lg msih saja tidak ada.lalu saya prgi k rumah sakit dan USG, dokter mengatakan janin saya sudah meninggal, dan terdapat cairan asites dalam rongga perut janin saya. Saya sedih sekali,karena ini merupakan anak pertama saya. Dan saat saya usia kehamilan 2 bulan sampai memasuki 5 bulan, saya demam lalu flu tidak sembuh-sembuh.namun stlah bulan ke 5, saya tidak flu lagi. Dok, apa yg hrus saya lakukan?pemeriksaan apa yg harus saya lakukan agar nanti saya hamil lagi tidak terjadi hal yg demikian. Terimakasih atas jawaban dokter.

Dari : Rafita sadya putri

Jawaban:


Dear Bunda, saya turut prihatin atas gugurnya kehamilan pertama Anda.



Penyakit infeksi yang sering terjadi menyebabkan gangguan terhadap kehamilan salah satunya adalah TORCH. TORCH merupakan beberapa penyakit yaitu Toxoplasmosis,Other infection ( CoxsackievirusSyphilisVaricella-Zoster VirusHIV, and Parvovirus B19.),Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplex virus-2. Gejala penyakit-penyakit tersebut ada yang menyerupai gejala flu yang umum terjadi, maka itu banyak ibu hamil yang tidak mengetahui bahwa Ia terinfeksi penyakit tersebut.



Bunda dapat berkonsultasi pada dokter kandungan untuk rujukan pemeriksaan TORCH tersebut. Apabila ditemukan infeksi, maka sebaiknya melakukan pengobatan sampai dinyatakan sembuh sebelum merencanakan kehamilan kembali. Perhatikan asupan nutrisi anda, serta menjaga kebersihan lingkungan untuk meminimalisir terjangkit infeksi penyakit.

   
Jumlah Posts : 37
Jumlah di-Like : belum ada like
@ bunda stephani

jujur ya bun, waktu aku ngalami IUFD aku ga ngerasain hal yang ekstrim banget kayak pecah ketuban atau pun pendarahan cuma aku ngerasa pinggul bagian belakang ( sunda na mah bobokong ) kerasa panas banget kayak yang mo lahiran. aku sama sekali ga nyadar kalo saat itu baby ku dalam keadaan gawat, sampe pada akhirnya aku ga merasakan gerakan dan tendangan lembutnya.. kata dokter plasenta nya terlepas dari dinding rahim tapi wallohu'alam...
ini ada artikel yang lebih lengkap mudah2an dapat membantu...

penasaran dgn kasus yang terjadi, meskipun orang tua terutama ibu yg sangat terpukul mengetahui janinnya sudah tidak dapat tertolong mencoba untuk tegar, sabar, dan ikhlas menghadapinya, karena yakin semua sudah menjadi kehendak Yang Diatas, Allah SWT, namun manusia selalu ingin tahu hukum alam yang berlaku saat itu, pastilah ada penyebab ilmiah yang bisa mengakibatkan kematian janin di dalam kandungan, setidaknya di kehamilan berikutnya bisa diusahakan untuk tidak berulang dengan kasus yang sama.
Jika penelitian belum juga menghasilkan jawaban yg memuaskan, maka misteri Illahi berlaku pula di dalamnya, hanya Allah yang Maha Mengetahui setiap waktu yang terbaik untuk hambaNya. Demikian juga, lagi dan lagi, secara filosofi, kita kembalikan dengan adanya seleksi alam, kalaupun tetap dipertahankan hidup, tak akan survive.

Dari beberapa diskusi, aku coba googling dan ketemu artikel dari nakita, http://www.tabloid-nakita.com/artikel.php3?edisi=02058&rubrik=kecil.

kematian janin di kandungan, dalam dunia kedokteran dikenal dengan Intra Uterin Fetal Death (IUFD). Yang dimaksud dengan kematian janin adalah kematian yang terjadi saat usia kehamilan lebih dari 20 minggu dimana janin sudah mencapai ukuran 500 gram atau

lebih. Umumnya, kematian janin terjadi menjelang persalinan saat usia kehamilan sudah memasuki 8 bulan.

* Ketidakcocokan rhesus darah ibu dengan janin

Akan timbul masalah bila ibu memiliki rhesus negatif, sementara bapak rhesus positif. Sehingga anak akan mengikuti yang dominan; menjadi rhesus positif. “Akibatnya antara ibu dan janin mengalami ketidakcocokan rhesus.”

Ketidakcocokan ini akan mempengaruhi kondisi janin tersebut. Misalnya, dapat terjadi hidrops fetalis; suatu reaksi imunologis yang menimbulkan gambaran klinis pada janin, antara lain pembengkakan pada perut akibat terbentuknya cairan berlebih dalam rongga perut (asites), pembengkakan kulit janin, penumpukan cairan di dalam rongga dada atau rongga jantung, dan lain-lain. Akibat penimbunan cairan yang berlebihan tersebut, maka tubuh janin akan membengkak. “Bahkan darahnya pun bisa tercampur air.” Biasanya kalau sudah demikian, janin tak akan tertolong lagi.

Sebenarnya, terang dr. Nasdaldy, Sp.OG, hidrops fetalis merupakan manifestasi dari bermacam penyakit. Bisa karena kelainan darah, rhesus, atau kelainan genetik. “Biasanya bila kasusnya hidrops fetalis, maka tak ada manfaatnya kehamilan dipertahankan. Karena memang janinnya pasti mati.” Sayangnya, seringkali tidak dilakukan otopsi pada janin yang mati tersebut, sehingga tidak bisa diketahui penyebab hidrops fetalis. “Padahal dengan mengetahui penyebabnya bisa untuk tindakan pencegahan pada kehamilan berikutnya.”

* Ketidakcocokan golongan darah antara ibu dan janin

Terutama pada golongan darah A,B,O. “Yang kerap terjadi antara golongan darah anak A atau B dengan ibu bergolongan O atau sebaliknya.” Sebab, pada saat masih dalam kandungan, darah ibu dan janin akan saling mengalir lewat plasenta. Bila darah janin tidak cocok dengan darah ibunya, maka ibu akan membentuk zat antibodinya.

* Gerakan sangat “liar”

Gerakan bayi dalam rahim yang sangat berlebihan, terutama jika terjadi gerakan satu arah saja. “Nah, karena gerakannya berlebihan, terlebih satu arah saja, maka tali pusat yang menghubungkan janin dengan ibu akan terpelintir. Kalau tali pusat terpelintir, maka pembuluh darah yang mengalirkan plasenta ke bayi jadi tersumbat.” Kalau janin sampai memberontak, yang ditandai gerakan “liar”, biasanya karena kebutuhannya ada yang tidak terpenuhi, entah itu karena kekurangan oksigen, atau makanan. Karena itu, harus segera dilakukan tindakan yang mengarah pada pemenuhan kebutuhan janin. Misalnya, apakah oksigen dan gizinya cukup? Kalau ibu punya riwayat sebelumnya dengan janin meninggal, maka sebaiknya aktivitas ibu jangan berlebihan. “Sebab, dengan aktivitas berlebihan, maka gizi dan zat makanan hanya dikonsumsi ibunya sendiri, sehingga janin relatif kekurangan.”

* Berbagai penyakit pada ibu hamil

Salah satu contohnya preeklampsia dan diabetes. Itulah mengapa pada ibu hamil perlu dilakukan cardiotopografi (CTG) untuk melihat kesejahteraan janin dalam rahim.

* Kelainan kromosom

Bisa disebut penyakit bawaan, misalnya, kelainan genetik berat trisomy. “Kematian janin akibat kelainan genetik biasanya baru terdeteksi saat kematian sudah terjadi, yaitu dari otopsi bayi.” Sebab, ungkap Nasdaldy, jarang sekali dilakukan pemeriksaan kromosom saat janin masih dalam kandungan. “Selain biayanya mahal, risikonya juga tinggi. Karena harus mengambil air ketuban dari plasenta janin sehingga berisiko besar terinfeksi, juga bisa lahir prematur. Kecuali kalau memang ada keganjilan dalam kehamilan tersebut yang dicurigai sebagai kelainan kromosom.”

* Trauma saat hamil

Trauma bisa mengakibatkan terjadi solusio plasentae atau plasenta terlepas. Trauma terjadi, misalnya, karena benturan pada perut, entah karena kecelakaan atau pemukulan. “Benturan ini bisa saja mengenai pembuluh darah di plasenta, sehingga timbul perdarahan di plasenta atau plasenta lepas sebagian. Akhirnya aliran darah ke bayi pun jadi tak ada.”

* Infeksi pada ibu hamil

Ibu hamil sebaiknya menghindari berbagai infeksi, seperti infeksi akibat bakteri maupun virus. “Bahkan demam tinggi pada ibu hamil bisa menyebabkan janin tak tahan akan panas tubuh ibunya.”

* Kelainan bawaan bayi

Kelainan bawaan pada bayi sendiri, seperti jantung atau paru-paru, bisa mengakibatkan kematian di kandungan.

SEGERA DILAHIRKAN

Selama hamil, kehati-hatian dan kewaspadaan ibu perlu ditingkatkan, mengingat demi kebaikan janin dan ibu itu sendiri. Apa saja yang harus diwaspadai?

Yang pertama, bila tidak ada gerakan janin. “Pada ibu-ibu yang sudah merasakan gerakan bayi; pada kehamilan lebih dari 5 bulan, perlu diwaspadai jika dalam sehari ia tak bisa merasakan gerakan bayinya.” Gerakan bayi yang normal minimal 10 kali dalam sehari.

Yang kedua, ibu perlu mewaspadai tanda-tanda “sekarat” pada bayi. “Sebelum bayi tidak bergerak sama sekali, biasanya juga didahului tanda-tanda ’sekarat’. Timbul gerakan yang sangat hebat atau malah sebaliknya, gerakannya semakin pelan atau lemah.” Pada ibu yang peka, pasti akan terasa, kok, saat gerakan janinnya lain.

Yang ketiga, bila kehamilan tak kunjung membesar. “Ibu harus curiga bila pertumbuhan kehamilan tidak sesuai bulannya.”

Nah, bila terjadi hal-hal yang sudah diuraikan tadi, terang Nasdaldy, sebaiknya segera periksa ke dokter. “Walau belum waktunya pemeriksaan ulang, sebaiknya segera periksa. Sehingga sebelum terjadi kematian, dokter bisa melakukan tindakan pencegahan.” Tindakan yang dilakukan dokter biasanya dengan melahirkan segera atau lahir prematur. “Di luar bayi bisa di-treatment agar bisa hidup.”

Bila sudah diketahui penyebabnya, maka dokter tentu juga akan mengatasi penyebab tersebut. “Bila ada infeksi pada ibu, maka akan diobati infeksinya. Kalau ibunya diabetes, maka diobati diabetesnya.”

Dengan bantuan optimal, maka gawat janin bisa membaik kembali. “Karena untuk janin yang sedang ’sekarat’, tak selamanya harus dikeluarkan. Karena dikeluarkan pun harus melihat usia kehamilannya, kan? Kalau ternyata usianya masih muda, tidak mungkin ia dilahirkan segera. Pada usia kehamilan muda tentunya paru-parunya belum terbentuk sempurna. Sehingga di luar pun ia tak mungkin bisa bernafas. Jadi, yang dilakukan dokter adalah mempertahankan dengan mengatasi penyebabnya tersebut.”

Jika tak tertolong lagi, terang Nasdaldy, maka janin yang sudah meninggal harus segera dilahirkan. “Proses kelahiran harus dilakukan secara normal agar tidak terlalu merugikan ibu.” Jadi, bukan melalui operasi. Sebab, operasi tetap saja berisiko buat ibunya. “Anaknya, kan, sudah meninggal, kenapa harus menanggung risiko untuk anak yang sudah tidak ada?”

Operasi hanya dilakukan jika ada halangan untuk melahirkan normal. Misalnya, bayinya mati dalam posisi melintang, ibu mengalami preeklampsia, dan sebagainya.

Yang jadi berbahaya justru jika janin yang sudah meninggal tidak segera dilahirkan. “Kalau lebih dari dua minggu bersemayam dalam rahim ibunya, tentu akan mengganggu pembekuan darah si ibu. Zat pembekuan darah atau fibrinogennya bisa turun.” Hal ini akan berakibat fatal kala ibu melahirkan janin tersebut. “Dalam persalinan, kan, pasti terjadi perdarahan. Nah, kalau fibrinogennya rendah, maka perdarahannya tidak bisa berhenti. Jadi, bisa saja ibu tak tertolong karena perdarahan tersebut.”

Namun, bukan berarti tak ada obat untuk mencegahnya, lo. Sebelum dilakukan tindakan persalinan, bila telah diketahui janin sudah meninggal, maka dokter akan mengecek dulu fibrinogennya. “Kalau fibrinogennya turun, maka harus diberi obat fibrinogen.”

Tapi kasus janin meninggal bersemayam lebih dari 2 minggu sangat jarang terjadi. “Karena sebenarnya alam sudah mengaturnya. Biasanya tubuh si ibu sendiri kalau janinnya mati akan terjadi penolakan. Timbullah proses persalinan.”

Memang, diakui Nasdaldy, cukup banyak ibu yang tak menyadari janinnya sudah meninggal. “Bahkan sampai janinnya itu membatu atau mengeras.” Hal ini terjadi karena kurang pekanya sang ibu, terlebih lagi karena tak ada reaksi penolakan pada tubuhnya. “Biasanya terjadi pada ibu yang tak menyadari kalau dirinya hamil, tahu-tahu anaknya sudah meninggal dalam kandungan, bahkan telah membatu.”

Tentu saja mengeluarkan janin yang telah membatu lebih berisiko. “Mengeluarkannya akan lebih susah sehingga biasanya terjadi komplikasi, misalnya, ada perobekan di dinding rahim dan jalan lahir.”

BISA HAMIL LAGI

Setelah kematian janin, bukan berarti ibu tidak bisa hamil lagi, lo. Seperti penuturan dr. Nasdaldy, Sp.OG, “Ibu bisa memulai program hamil kapan saja. Hanya sebaiknya penyebab kematian janin terdahulu sudah diketahui sebelum hamil kembali.” Hal ini bertujuan agar pada kehamilan berikutnya bisa diantisipasi hal-hal yang menjadi permasalahan kasus tersebut.

Sayangnya, terang Nasdaldy, jarang sekali orang tua yang bersedia mengotopsi janinnya yang meninggal. Akibatnya penyebab kematiannya tidak diketahui dengan pasti. Padahal mengetahui penyebab kematian akan mempermudah pengobatan yang harus diberikan pada ibu. Misalnya, bila penyebabnya karena perbedaan rhesus darah, maka harus segera diobati rhesusnya. “Pengobatan ini harus segera diberikan supaya zat antinya tidak terlanjur terbentuk. Sehingga kalau terjadi kehamilan lagi, perbedaan rhesus tidak berdampak seperti sebelumnya.”

maaf ya kepanjangan... :D
semoga bunda dan babynya sehat dan selamat sampai lahiran nanti .. :D



   
Jumlah Posts : 437
Jumlah di-Like : belum ada like
cara Agar mempercepat janin mauk ke rongga panggul

Ibu hamil rajin berolahraga
Ibu bisa melakukan gerakan jongkok berdiri
Lakukanlah secara rutin setiap pagi dan sore dengan cara berpegangan di tempat tidur atau sesuatu yang kuat menahan beban badan ibu. Lakukan gerakan ini sebanyak 5 – 8 hitungan.
Ibu bisa mengikuti kelas senam hamil
instruktur senam pasti akan membimbing ibu dalam melakukan gerakan untuk membantu mendorong bayi masuk rongga panggul.
Olahraga jalan kaki
Olahraga ringan seperti jalan kaki ini juga mampu untuk mendukung gerakan bayi masuk rongga panggul. Lakukanlah selama 30 menit setiap hari.
Ibu hamil sering nungging
Lakukanlah posisi nungging untuk memutar posisi kepala janin, bahkan hingga masuk panggul. Atur posisi nungging dengan dada menempel pada matras atau kasur, miringkan wajah, dan lebarkan kaki. Lakukan posisi ini sebanyak 2 kali sehari selama 10–15 menit.
Ibu bisa melakukan kegiatan mengepel lantai dengan cara jongkok, hal ini bisa juga mempercepat bayi masuk ke rongga panggul.
Ibu bisa melakukan gerakan sujud seperti dalam shalat. Dengan melakukan gerakan ini juga bermanfaat agar posisi si bayi masuk ke rongga panggul.
Ibu mengajak bicara janin di dalam kandungan
Dengan sering mengajak bicara janin di dalam kandungan juga bisa membantu proses janin masuk ke rongga panggul. Karena komunikasi yang terjalin antara ibu dan janin di dalam kandungan bisa mempererat ikatan batin antara ibu dan anak. Oleh karena itu, ibu bisa meminta bayi ibu di dalam kandungan agar mau masuk ke rongga panggul sebagai jalan lahirnya. Lakukanlah dengan cara mengelus perut ibu dan sambil berbicara kepadanya. Seperti “ ayo dek, bantuin bunda ya cari jalan lahir agar kamu bisa lahir dengan normal dan cepat, bunda tidak sabar ingin melihatmu sayang..”
Untuk mengetahui bayi sudah masuk ke rongga panggul atau belum ibu bisa melakukan USG ke dokter kandungan. Biasanya bidan atau dokter juga bisa mengetahui posisi bayi dengan cara meraba perut anda. Untuk anda sendiri perlu mengetahui tanda-tanda yang bisa dirasakan ketika bayi anda sudah masuk ke panggul, seperti berikut tanda-tandanya :

Susah buang air besar
Tidak nyaman pada bagian panggul bagian bawah
Buang air kecil semakin sering
Apabila kehamilan anda sudah memasuki 35 minggu sebaiknya periksakan ke dokter agar anda mengetahui posisi bayi dan anda pun bisa mempersiapkan untuk persalinan normal. Mengetahui posisi bayi sudah masuk ke rongga panggul adalah sangat penting karena apabila sudah siap dengan posisi itu maka persalinan bisa berjalan dengan normal dan cepat. Semoga cara agar janin cepat masuk ke rongga panggul tadi bisa membantu. Semoga bermanfaat dan salam sehat selalu…
   
04-03-2015 19:41:19 hamil kembar
Jumlah Posts : 363
Jumlah di-Like : belum ada like
cba bca ini bund.
info googleng...

Infeksi Penyebab Ketuban Pecah atau Bocor

Ketuban pecah, bocor atau merembes biasanya disebabkan karena adanya kontraksi dari mulut rahim yang disebabkan infeksi (terjadi keputihan, infeksi saluran kemih, infeksi di luar genital (infeksi mulut dan gigi)).

Infeksi tersebut diatas akan merangsang pengeluaran mediator peradangan, yang memicu kontraksi, dan akhirnya juga menginfeksi mulut rahim. Selanjutnya, infeksi akan menjalar selaput ketuban (chorioamnionitis), sehingga menyebabkan selaput ketuban menipis dan mudah pecah ketika terjadi kontraksi atau pergerakan janin. Pecahnya ketuban dini, terjafi lebih dari 24 jam akan menyebabkan infeksi pada janin di dalam kandungan.

Tindakan terhadap ketuban Bocor

Tiga pilihan persalinan yang bisa dilakukan ketika terjadi kebocoran pada Ketuban, adalah:

Apabila ketuban pecah, sering merangsang terjadinya persalinan. Apabila kontraksi terjadi normal dan diikuti dengan pembukaan jalan rahim, dan kompresi pada tali pusat tidak terjadi maka persalinan normal mungkin untuk dilakukan.
Apabila ketuban pecah namun tidak memicu persalinan dan berisiko terjadinya, maka dilakukan induksi persalinan.
Apabila tidak terjadi kemajuan persalinan (terjadi kesehatan janin menurun, tanda-tanda infeksi pada ibu hamil , seperti demam, ketuban berbau), operasi cesar akan menjadi pilihan yang harus dilakukan.
   
04-04-2013 11:37:58 cmv
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Selamat pagi dok, saya ibu yang setahun lalu melahirkan seorang bayi yang meninggal dalam kandungan, dikarenakan janin asites. Saya sudah cek TORCH, hasilnya CMV IgG positif 36, IgM negatif, hasil yg lainnya negatif. Apa saya sudah bisa hamil lg dok, dan berbahaya atau tidak pd kehamilan saya nanti. Karena saya sudah ingin hamil kembali. Terimakasih atas jawabannya dok..

Dari : Rafita sadya putri

Jawaban:

Dear Bunda,

Pada infeksi Toxoplasma, dilakukan pemeriksaan immunologi. Hasil IgM akan mengindikasikan infeksi akut dan setelah 3-4 bulan tidak terdeteksi. Pemeriksaan IgG dapat mengindikasikan infeksi yang terjadi di masa lampau. Kadar IgG akan tetap terdeteksi namun dalam kadar yang rendah. Lebih baik Bunda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis Kandungan sebelum merencanakan kehamilan yang berikutnya.

   
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
 Bunda.. Mau sharing donk.. Saya baru saja ngalamin janin saya meninggal dalam kandungan dalam 8w yg harusnya saya udah10w shock dan sedih bgt rasanya, krn ini khamilan pertama saya dan sayadikasih obat oleh dokter namanya misoProstol, apa bunda ada yang pernah memakainya? Soalnya sudah 3 hari saya menggunakan itu terjadi pendarahan dan saya tiam tahu apakah janin sudah kluar ataubelum? Bgaimana ciri2 janin tersebut? Mohon bantuannya. Saya disuruh dokter memakainya dalam 5 hari stlh itu bru di usg
   
30-09-2011 15:21:52 Olygohidramnion
Jumlah Posts : 29
Jumlah di-Like : belum ada like
@bunda -bunda
ini saya ada browsing masalah oligohidramnion ( air ketuban sedikit), semoga bermanfaat dan sebagai masukan saja ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Oligohidramnion
atau Air ketuban Sedikit..
Oligohidramnion diakibatkan oleh banyaknya cairan yg hilang ataupun kurangnya produksi urin janin.

Secara umum oligohidramnion berhubungan dengan salah satu kondisi dibawah ini:
* Pecahnya selaput ketuban.
* Kelainan bawaan pada saluran ginjal dan atau saluran kemih janin.
* Produksi pipis janin yang kurang secara kronis.
* Hamil lewat waktu (Postterm)

Oligohidramnion lebih sering ditemukan pada kehamilan yang sudah cukup bulankarena VAK biasanya menurun saat hamil sudah cukup bulan. Ditemukan pada sekitar 12 % kehamilan yang mencapai 41 minggu.

Diagnosa dibuat dengan pemeriksaan USG yaitu dengan mengukur indeks cairan ketuban (Amniotic Fluid Index= AFI). Tetapi secara klinis (dengan pemeriksaan fisik) bisa diduga dengan : pengukuran tinggi rahim dari luar serta bagian bayi yang mudah diraba dari luar (didinding perut ibu). Namun hal ini hanya berupa asumsi/dugaan saja, tetap haris dikonfirmasi dengan USG.

USG juga bisa melihat anantomi janin untuk melihat kelainan seperti ginjal yang tidak tumbuh (dengan tidak terlihatnya pipis di kandung kemih janin). Serta untuk mengetahui adanya gangguan pertumbuhan janin. Pemeriksaan dengan spekulum dapat dilakukan guna mendeteksi adanya kebocoran air ketuban akibat pecahnya air ketuban.

Oligohidramnion didefinisikan sebagai AFI yang kurang dari 5 cm. Karena VAK tergantung pada usia kehamilan maka definisi yang lebih tepat adalah AFI yang kurang dari presentil 5 ( lebih kurang AFI yang oligohidramnion sebelum cukup bulan, dilakukan perawatan secara ekspektatif tergantung kondidi bayi dan ibu, sedangkan jika terjadi pada hamil cukup bulan, dilakukan pengakhiran kehamilan (terminasi) sesuai dengan kondisi kematangan leher rahim. Jika matang dilakukan induksi persalinan.

Jumlah air ketuban bisa ditambah dari luar dengan melakukan amnioinfusion. Cairan NaCl hangat atau sesuai suhu ruangan dimasukkan lewat leher rahim. Sehingga akan menurunkan angka cesar pada kasus oligohidramnion.

Berkurangnya air ketuban (oligohidramnion) dapat menjadi tanda ada kelainan pada saluran pengeluaran atau saluran kemih janin. Jika saluran kemih janin di dalam kandungan tidak berfungsi dengan baik, kemungkinan besar air ketuban yang ada jumlahnya akan menjadi sedikit. Keringnya ketuban berarti janin tidak mengeluarkan air ketuban yang ditelannya sebagai urin. Berbeda dengan kasus kelebihan air ketuban yang berarti janin mengalami gangguan pada saluran cernanya.

Gejala Umum terjadi nya Oligohidramnion:
1. Nyeri di perut saat bayi bergerak,
2. Bunyi jantung janin terdengar pada minggu ke-20 kehamilan,
3. Saat kontraksi, rahim menjadi sangat sakit.

Jika kondisi janin gawat, maka ia harus segera dikeluarkan. Jika tidak, kehamilan bisa diteruskan. Air ketuban yang berkurang melebihi batas normal bisa menyebabkan kematian janin di dalam kandungan.


   
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
lam kenal semua.. barusan baca2 berita, nemu berita tentang janin yang meninggal dalam kandungan, hingga 1 minggu. yang bikin heran emang si ibu ga bisa ngrasa ya klo bayinya uda meninggal. jadi penasaran niy.. emang ada tanda2nya ga siy klo janin dalam kandungan tuh uda meninggal. makasih buat infonya..
   
Jumlah Posts : 263
Jumlah di-Like : belum ada like
bun aku mau ty disuatu ketika ada obrolan bayi meninggal dalam kandungan pada usia kandungan 7 bulan. .saya sekedar mau ty itu knp ia ???sbb nya apha