SITE STATUS
Jumlah Member :
493.717 member
user online :
1735 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: posisi duduk ibu hamil usia 7 bulan

New Topic :  
22-11-2008 13:52:19 Nyetir mobil selama hamil
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10
MENYETIR SELAGI HAMIL, BOLEH, KOK ! Asalkan dikonsultasikan dulu ke dokter kandungan, ya, Bu. Di samping, kehamilannya tak berisiko tinggi. Banyak wanita sekarang lebih suka mengendarai mobilnya sendiri kala bepergian. Alasannya, lebih mudah untuk aktif bergerak dari satu tempat ke tempat lain tanpa harus bergantung pada orang lain yang membawanya. Dilema timbul saat si wanita hamil. Sebagian besar ingin tetap menyetir mobil supaya kemandirian untuk mobile tetap terjaga. Di lain pihak, dalam kondisi hamil, timbul kekhawatiran untuk berada di belakang setir. Lagi pula jika perut makin membuncit, sabuk pengaman tak lagi cukup dilingkarkan. Namun demikian, tak perlu terlalu khawatir, kok, Bu. Menurut dr. Hj. Hasnah Siregar, SpOG, menyetir mobil selagi hamil boleh-boleh saja. Tentunya tak sebebas mereka yang tidak hamil. "Wanita hamil mengalami perubahan fisik dan psikologis. Nah, ini menjadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk mengendarai mobil sendiri." Contoh, ketika hamil, wanita mengalami pembesaran rahim yang membuat perut jadi "gendut". Otomatis jarak dinding perut dengan setang kemudi jadi makin dekat. "Ini yang patut diperhitungkan, karena bila terjadi pengereman mendadak atau tabrakan, bisa terjadi benturan. Benturan ini dapat menyebabkan trauma pada dinding perut atau rahim. Bisa terjadi perdarahan atau ketuban pecah dini," jelas ahli kebidanan dan kandungan dari RSAB Harapan Kita, Jakarta ini. Jadi, tandasnya, ada baiknya jika sedang hamil si ibu tak mengemudi sendiri. Meski, ini juga bukan harga mati. Artinya, boleh saja wanita tetap memilih mengemudi sendiri, asalkan kesehatan dan kehamilan calon ibu benar-benar dalam kondisi baik. Mengingat setiap wanita hamil punya kondisi yang berbeda-beda. "Tapi memang sebaiknya sebelum menyetir, konsultasikan dulu ke dokter kandungan dan patuhi hal-hal yang dilarang ataupun yang disarankan," kata Hasnah lagi. YANG DILARANG Meski demikian, ada beberapa kondisi kehamilan yang membuat seorang ibu benar-benar tak dianjurkan untuk menyetir. Kondisi itu, salah satunya bila kehamilan si ibu termasuk berisiko tinggi. Misal, sering keguguran, ari-arinya ada di bawah, punya penyakit darah tinggi, diabetes atau ginjal, dan semua penyakit yang bersifat patologis. "Dari minggu-minggu pertama pun kalau si ibu memiliki kondisi demikian harusnya tidak menyetir lagi," bilang Hasnah. Bagaimanapun, lanjutnya, pada ibu-ibu yang memiliki penyakit di atas, umumnya kondisinya cepat lelah. Tentunya sangat membahayakan jika ia harus menyetir sendiri. Sedangkan pada ibu hamil yang ari-arinya di bawah, maka sedikit benturan saja dikhawatirkan akan membuat trauma pada plasentanya. Sementara pada ibu yang kondisinya memungkinkan, artinya dokter kandungannya membolehkan untuk menyetir, Hasnah juga menganjurkan untuk tidak menyetir pada usia kehamilan terlalu muda atau terlalu tua. "Waktu yang aman, biasanya pada usia kehamilan 18-24 minggu. Kalau pada awal kehamilan, janin masih fragile, sangat sensitif terhadap guncangan." Ini berarti, lebih baik ibu jadi penumpang saja, itu pun harus meminta pada sopir untuk berjalan pelan-pelan dan menghindari jalan yang jelek serta berlubang. Sedangkan di usia 7 bulan, pada kondisi ini sama sekali tak disarankan untuk mengemudi. "Karena perut dan setir sudah mepet. Lagi pula, safety belt biasanya sudah tak muat lagi. Padahal safety belt amat esensial untuk dikenakan, apalagi di waktu hamil." Selain itu, karena kondisi perut dan setir yang sudah mepet, sedikit benturan saja dapat menyebabkan trauma pada plasenta dan janin. Yang perlu disadari pula, mengemudi dalam keadaan hamil bukanlah hal mudah dan menyenangkan, karena dilakukan dalam keadaan "tidak biasa". Seandainya ibu-ibu boleh mengemudikan mobil sekalipun, ada beberapa hal yang patut mendapat perhatian. Apa saja? Persyaratan Mengemudi Selagi Hamil * Seat Belt Sabuk pengaman harus selalu digunakan, entah saat menyetir mobil sendiri atau kala jadi penumpang. "Kalau dikenakan dengan benar, akan melindungi ibu dan janinnya," kata Hasnah memastikan. Cara memakainya, sabuk bagian pinggang harus dilingkarkan dengan nyaman di bawah perut yang paling menonjol melingkar sepanjang pinggul. Sedangkan sabuk bagian atas harus di atas bagian perut yang paling menonjol. Jangan memakai sabuk menyilang di perut yang menonjol karena sentakan mendadak dapat mencederai plasenta. Tubuh ibu dan cairan ketuban di kandungan memang memberikan bantalan dan perlindungan bagi janin. Ini berarti cara terbaik melindunginya adalah melindungi tubuh ibu sendiri dengan mengenakan sabuk pengaman pada posisi yang tepat. * Cara Mengemudi Ibu hamil yang menyetir sendiri harus lebih tenang dan waspada saat membawa mobilnya. "Jangan cepat emosi. Pandai-pandailah memilih jalan, jangan yang berlubang atau banyak gundukan," saran Hasnah. Hindari menyetir di waktu malam, karena ibu hamil biasanya cepat lelah dan kondisi lebih cepat menurun lewat senja hari. * Jarak Tempuh Jarak perjalanan yang terlalu jauh juga harus dicermati. Selain membuat pegal saat duduk mengemudi, juga mengurangi daya tahan tubuh. "Usahakan jangan lebih dari satu jam, karena orang hamil sering kencing." Nah, bila dirasa sudah terlalu jauh berjalan atau jalan sangat macet, pinggirkan mobil di tempat yang aman atau cari restoran. Manfaatkan untuk buang air kecil dan beristirahat. * Parkir Parkir mobil juga harus diperhatikan. Jangan memaksa parkir di tempat yang penuh karena akan menyulitkan pada saat keluar dari mobil. "Sayangnya di Indonesia sangat sedikit gedung-gedung yang menyediakan parkir khusus untuk wanita dan orang cacat. Padahal mereka seharusnya diberi kemudahan untuk parkir. Biasanya ditaruh di paling depan," jelas Hasnah. Nah, untuk memarkir ini, sarannya, carilah parkir yang masih memungkinkan pintu dapat dibuka lebar-lebar untuk memudahkan masuk dan keluar dari mobil. * Keadaan Darurat/Tabrakan Meski tak diharapkan, jangan lupa bersiap-siap menghadapi mogok atau keadaan darurat. Jika ban kempes, minta pada orang lain untuk menolong membantu menggantikan. Jika terjadi tabrakan, "Dalam kasus tabrakan ringan sekalipun, meski kelihatannya tidak apa-apa, tetap harus diperiksakan ke dokter," tegas Hasnah. Ditabrak dari belakang, misal, bisa memberikan benturan cukup parah. Tubuh seorang ibu memang bisa melindungi plasenta, tapi bila sentakannya cukup parah, plasenta dapat cedera atau bahkan lepas seluruhnya dari rahim. Bila terjadi tabrakan cukup parah, segera ke rumah sakit terdekat dan jangan lupa memberi tahu jenis darah dan rhesus (negatif) supaya tak terjadi hemolisa. Bila timbul flek atau perdarahan selama mengemudi, segera pinggirkan mobil, pakai pembalut atau tutupi dengan handuk. Selanjutnya segera belokkan mobil ke rumah sakit terdekat.
   


19-04-2012 15:27:05 Persiapan lahiran normal
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
Hallo mba  salam kenal juga..

Sama2 newbie utk masalah persalinan. Saya baru melahirkan puteri saya 3 bulan yang lalu, lahir secara normal. Pada waktu usia 7 bulan sempat juga gelisah karena dokter bilang posisi adek sedang sungsang, Namun katanya hal ini lumrah karena bayi masih berputar2 mencari posisi, sampai menemukan jalan lahir. Saya sendiri pada saat hamil perbanyak beraktivitas jalan ke luar. Namun, kembali ke kandungan mba juga, sebaiknya setiap kali cek kita aware kondisi kandungan normal atau bermasalah sehingga bisa menakar berapa besar aktivitas yang kita lakukan. Lalu minta saran juga ke dokter pada usia kandungan berapa sudah diperbolehkan senam hamil, itu berpengaruh banget pada saat persalinan, mengatur nafas, dan siap pada saat harus mengejan. Senam hamil juga bagus untuk ibu hamil yang kurang bergerak dan selanjutnya bisa terus kita praktekan di keadaan normal tidak hamil. Oh iya menjelang persalinan saya berjalan kaki sedikitnya 5x sehari muter2 komplek hehe.. yang penting mba nya juga senang dan harus optimis bisa lahiran normal. 

itu aja sharing saya ya.. kurang lebih nya teman2 disini bisa menambahkan 
   
26-08-2009 11:27:26 air ketuban
Jumlah Posts : 7
Jumlah di-Like : belum ada like

@ bun shintia : kalo menurut dokter aku dan buku yang aku baca pada ibu hamil memang terasa sering mau pipis, karna posisi rahim dengan posisi kantung kemih itu berdekatan jadi semakin mebesar rahim akan semakin menekan kantung kemih itu yang menyebabkan kita selalu merasa ingin pipis,apalagi pada saat kehamilan sudah mencapai usia 7 bulan keatas...dan bukan hanya terasa ingin pipis saja tetapi pada ibu hamil kadar gas didalam tubuh semakin banyak sehingga menyebabkan si ibu sering mengeluarkan gas baik melalui sendawa atau melalui (maaf) kentut..

@bun 52 : itu bisa jadi keputihan biasa..tetapi jangan anggap remeh keputihan pada saat kehamilan karna keputihan itu berasal dari bakteri yang bisa menyebabkan air ketuban pecah sebelum waktunya..menurut dokter dan buku yang aku baca kita bisa mengurangi keputihan dengan menjaga kebersihan vagina kita dengan cara selalu mengeringkan dengan handuk setiap kali kita habis buang air (jangan dengan tisu karna tisu itu berasal dari bubur susu yang justru bias menyebabkan bakteri) tetapi kalau keputihannya dalam jumlah banyak sebaiknya konsultasi ke dokter untuk diberi obat dan yang pasti selalu sedia handuk kecil dalam tas setiap bepergian...

semoga infonya sedikit membantu yaa...

RANI

   


14-04-2016 22:32:04 Kelahiran Pada Bulan Mei 2016
Jumlah Posts : 88
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda Nenk Iroch, Konpal itu otot2 perut yang ada diatas rahim sedang menegang/kenceng bun...dan konpal mulai terasa usia 16 minggu ke atas. biasanya lebih sering dirasa pada usia 7 bulan atau 28 week ke atas. lama konpal paling lama satu menit bun...dan biasanya klo kita ubah posisi, akan berangsur menghilang. konpal terjadi ada yg sering ada yg enggak. ada yg kerasa banget ada yang dikit merasakannya. jadi, semua yg hamil normal, pasti ada konpal bun...
   
29-03-2015 14:51:33 sakit gigi
Jumlah Posts : 96
Jumlah di-Like : belum ada like
alhamdulillah skrg usia debaynya dlm perut 15w bunda dina..:) cdr yg biasa bun warna kotak nya kuning ke orenge2an..di kemasan nya kan ada tulisan nya baik di komsumsi ibu hamil dan menyusui..minum nya 2 hari 1x bun dokter nyaranin komsumsi nya cm sampe usia 7 bulan aja..buat menuhin kebutuhan kalsium dedek sm bunda nya,biar kita jg g gampang sakit bun. dulu sblum minum cdr aq suka sakit pinggang kena flu dan sampe sakit gigi :( tp pas udah minum cdr alhamdulillah g lagi.,tp minum nya cm sampe usia 7 bulan aja ya bun karna klo di minum sampe usia 9 bulan nanti debay nya jd kelebihan kalsium bisa lnsung tumbuh gigi pas lahir..gi mna mau nyusuin klo udah ada gigi nanti pada lecet nenennya..hihihihihiiiii...smoga bermanfaat ya bunda info nya.
   


Jumlah Posts : 33
Jumlah di-Like : belum ada like
aku bengkakkk bgt bun, dr usia 7 bulan. malah suka beda yg kiri lbh besar bengkaknya, biasanya kalo udh byk jalan kaki dan pegel gt dia membesar. gpp sih katanya normal, cm harus kurang2i makan garam aja, posisi duduk g boleh tumpang kaki ato gantung kaki, sering2 dipijit, rendam pake air anget+garem, dan konteol berat badan^^ itu sih yg aku tau
   
Jumlah Posts : 362
Jumlah di-Like : 8
haiii bunda....

Ceci sekarang usia 7 bulan 13 hari...tapi belum bisa duduk sendiri dan merangkak..
Kalo dari posisi tidur, kalo tangannya dipegang....dia langsung duduk n langsung minta berdiri bund..
Klo di dudukin sendiri kadang2 masih nggleyong...hehehehe..
Klo pas tengkurep n aku rangsang dengan maenan kesukaan dia...dia berusaha untuk maju si...tp gak merangkak..alias kayak tentara gitu...tahu2 udah ambil maenannya...
Klo enggak...dia bolak-balik n akhirnya mencapai maenannya...
Klo g berhasil ngambil..dia nangis...

Gimana dengan bunda2...sedikit khawatir juga nich bund...
Semoga tumbuh kembangnya sempurna...
amiiin
   
Jumlah Posts : 28
Jumlah di-Like : belum ada like
Dinikmati aja bun, memang ada bunda2 yang trisemester 1 mengalami hal yang sama seperti bunda.. Malah ibu mertua ku dan tante ku waktu mereka hamil sampai 7 bulan gak bisa makan dan mual2..

Katanya sih, mual dan pusing menandakan janin sedang berkembang dan mengeluarkan hormon apa ya (aq lupa) makanya hormon tersebut yang menyebabkan mual. walopun ada juga bunda2 yang tidak merasakan mual2 dan pusing2 pada kehamilan nya..

Kalo aq trisemester 1, mual dan pusing2 dari usia kehamilan 4 minggu sampai kurang lebih 11 minggu, masuk UK 12 minggu, mual sudah mulai berkurang, tapi pusing2 masih terus..  Aq dulu TM1 mual nya itu dan pusing klo keadaan laperrrr, makanya aq gak bs namanya pertu kosong. Kalo sekarang Alhamdulillah aq sudah melewati TM1..

So dinikmatin aja bunda, pasti bunda bisa melewatinya, demi si dd bayi.. 
   
23-08-2011 14:31:33 hamil 10 week
Jumlah Posts : 268
Jumlah di-Like : 3
bunda anneke,,,

hehehe,, iya bun,,, aku tadi sempet searching2 juga,,,
tentang ukuran perut ibu hamil yang berbeda2,,,
ternyata jawaban ibuku,, bener bun,,,
kalo ibu hamil yang punya pinggang yang cukup panjang dan tinggi serta ramping,, biasanya kehamilannya ga kelihatan sampe masuk usia 7 bulan,,, kalo pun keliatan itu ga sama seperti ibu hamil yang agak pendek bun,,,
apalagi kalo kulit perut kita yang tipis,,, sedikit lemak,,,
yakin deh bun,, tetep seksi meski hamil,, hehehehe,,,

kita sama bun,,, TB aku 163 cm,, dan BB aku 55 kg bun,,, (lumayan ga kurus atau gemuk,,)
cuma karena pinggang aku yang cukup panjang (kata ibuku bun),,hehehehe,,, dan kulit perutku yang tipis,, makanya kehamilanku ga keliatan,,,

kemaren sempet deg2an  juga,, udah mau 5 bulan kok ga keliatan hamil ya,,
tentanggaku yang baru 2 bulan aj,, kayak udah 5 bulan,,,
tapi karena dikasih penjelasan gitu sama ibuku,, ya sekarang ga kepikiran lagi,,,

   
Jumlah Posts : 516
Jumlah di-Like : 7
Dear bun..
denger dari cerita sebagian besar orang...katanya minum air kelapa muda...(kelapa hijau) bagus untuk ibu hamil...bikin air ketuban bersih/jernih dan bayi jg sehat,putih dan bersih. sejak usia 7 bulan kehamilan sy mulai mengkonsumsi air kelapa muda 2 hari sekali...nah yg jd pertanyaan...ada yg bilang minum airnya saja...(dagingnya gak perlu dimakan) padahal sy jg suka bgt tuh dagingan yg dikerik itu bun...airnya jg suka...gak masalah ya bun?? koq ada yg bilang daging kelapa gak perlu dimakan?? emang gak baik ya bun?? Thanx before 
   
Jumlah Posts : 516
Jumlah di-Like : 7
Salam kenal bunda aisha...
ada banyak tips2 untuk bisa lahiran normal koq bun...antara lain:
1. jalan kaki pagi2 selama 10-15 menit
2. senam hamil, hypnobirthing, senam pilates dll
3. Ngepel lantai cara tradisional (jongkok)
4. rajin bersujud/nungging agar posisi kepala bayi bs dibawah 
bukan sujud biasa ya... sujudnya dada kita sampai ke alas n kepala bisa di tengokkan ke kanan n kiri. ini dilakukan selama 10 menit....ditahan ya bun...^^ (ajaran instruktur senam hamil saya)
5. Berdoa kpd Tuhan

mungkin itu ya bun...tips2 yg bs memperlancar persalinan dgn normal...klo saya sih sudah melakukannya sejak usia 7 bulan....Insyaallah bisa melahirkan normal bun...krn sudah byk yg membuktikan 
saya doakan smoga bunda bs melahirkan normal....saling mendoakan ya bun....sy jg pengen bgt bs lahiran normal...sy sudah mendekati hpl niee....udah deg deg an  positif thingking aja bun....
Happy pregnant


salam,
bunda raynoa 
   
Jumlah Posts : 22
Jumlah di-Like : belum ada like
 BUnda Conny..

aku yang udah 22w aja harus sendawa terus kalo abis minum susu dan jus, bangun tidur juga pasti aku sendawa gedee banget . Karena aku orangnya cuek, depan mertua juga aku sendawa aja hehe.. malah dibilang "kaya bayi aja, abis minum susu harus sendawa..!"


Tips mengatasi heartburn saat hamil


Heartburn atau rasa perih/nyeri di ulu hati adalah hal yang lazim dialami ibu hamil baik di bulan pertama kehamilan dan seterusnya. Bahkan biasanya meningkat mendekati masa persalinan. Heartburn terjadi karena saat hamil tubuh memproduksi hormon progesteron dan relaxin yang berfungsi membuat organ tubuh jadi rileks. Hal ini juga terjadi pada lambung sehingga proses pencernaan terjadi lebih lambat yang mengakibatkan penumpukan makanan dan asam lambung naik ke Eshopagus. Inilah sebabnya heartburn terjadi. Untuk mengatasinya, tips dibawah ini bisa Bunda coba agar lebih nyaman menjalani masa kehamilan yang amazing. Selamat mencoba :)

  • Hindari memakai pakaian yang terlalu ketat.
  • Hindari mangkonsumsi makanan pedas, kopi, coklat, asam, makanan berkarbon dan juga alkohol. Makanan ini bisa menjadi pemicu heartburn.
  • Usahakan posisi duduk atau tegak setelah makan untuk meminimalisir makanan yang cenderung menumpuk dan naik ke atas.
  • Jangan Stress. Jika bunda mengalami stress maka produksi asam lambung makin meningkat sehingga resiko heartburn makin tinggi.
  • Makan lebih sering dengan konsumsi lebih kecil. Bunda bisa makan hingga 6 kali sehari namun dengan catatan porsi lebih kecil. Hal ini akan membantu karena kinerja system pencernaan yang cenderung lambat.
  • Makan pelan-pelan untuk menghindari terlalu banyak udara yang masuk yang bisa menyebabkan rasa kembung di perut.
  • Konsumsi Antasida. Jika rasa perih yang terjadi begitu tak tertahan Antasida boleh anda konsumsi untuk menetralisir asam lambung anda. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter.
  • Positif Thinking. Proses pencernaan makanan yang lebih lambat, menguntungkan proses penyerapan nutrisi dan penyalura bagi janin bunda. Untuk itu tetaplah berpikir positif  meskipun Bunda merasa tidak nyaman :)
http://www.okbangetz.com/tips-mengatasi-heartburn-saat-hamil/


   
21-08-2010 09:34:16 Puasa
Jumlah Posts : 21
Jumlah di-Like : belum ada like
Saat ini kehamilan aku masuk usia 7 bulan atau lebih tepatnya 26 minggu... Dua hari pertama aku masih bisa puasa full, tapi hari berikutnya udah jam 4 sore tiba2 mulut pahit, dan akhirnya muntah2, udah dibatalin dech tuch...
Besuknya dicoba puasa lagi, ternyata cuman bertahan sampai jam 10 dikantor trus mual dan muntah lagi dan akhirnya batal lagi... Alhasil sampai dengan hari ini aku cuman dapet puasa 2 hari, soalnya sampai usia kandungan 7 bulan aku masih sering mual dan muntah2 gitu...
Kemarin sich konsul ke dokter dibilang jangan dipaksa untuk puasa karena kondisi Ibu hamil dan janin itu beda2, ya udah akhirnya gak puasa pdhal juga gak bisa makan cuman memang gak bisa buat nahan untuk gak minum...

   
26-03-2010 10:02:45 spa hamil
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
hai semua....
ada yg tau tempat spa untuk ibu hamil?
usia kandunganku dah 7 bulan kynya cepet bgt capek deh

   
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10
Sekedar berbagi info aja ya Bunda-bunda sekalian  

Penggunaan empeng pada bayi masih menjadi kontroversi. Kelompok yang kontra beranggapan, empeng bisa menyebabkan serangkaian dampak kesehatan. Tidak hanya gangguan gigi dan mulut, tapi juga diare. Tidak sedikit pula yang menuduh empeng sebagai penyebab anak sulit makan dan ketidakmandirian.

Terlepas dari semua itu, ada beberapa orangtua yang merasakan manfaat positif empeng. Salah satunya Lia, sebut saja begitu. Menurut ibu satu anak ini, empeng cukup membantu anaknya yang baru berusia 4 bulan untuk tenang. "Habis dia sering rewel. Segala cara sudah dicoba tapi tak berhasil. Saya jadi sulit menemukan waktu istirahat sehingga produksi ASI berkurang. Untunglah, setelah dikasih empeng tangisannya pun berhenti."

Ia juga mengatakan, kebiasaan mengisap jari berkurang sejak anaknya kenal empeng. Meski begitu, dia mengaku membatasi penggunaan empeng. "Sebelum tidur saya akan kasih empeng, tetapi sesudah dia pulas saya mencabutnya kembali."

RAMBU-RAMBU BIJAK

Sikap bijaksana memang diperlukan dalam hal penggunaan empeng, antara lain:

* Seperti dikemukakan Spesialis anak dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Dr. Najib Advani, Sp.A (K), MMed.Paed, "Gunakan empeng hanya jika ada indikasi." Misalnya, si kecil teramat rewel meski sudah dicoba diatasi dengan berbagai cara. Empeng bisa menjadi alternatif membuat anak tenang. Namun jangan biasakan memberikan empeng setiap kali anak rewel tanpa mau tahu apa penyebab kerewelan itu sendiri. Bukankah kerewelan seorang anak bisa disebabkan berbagai faktor. Bisa karena kesepian dan ingin diajak main, kepanasan, kedinginan, tidak nyaman karena popoknya basah, atau tidak merasa aman. Siapa tahu dengan mengatasi penyebabnya, anak bisa kembali tenang tanpa empeng. Pendapat senada disampaikan pula oleh psikolog perkembangan anak, Mayke S. Tedjasaputra, MSi., dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia "Meski empeng boleh dibilang sangat berjasa menenangkan anak untuk sementara waktu, tapi jangan sampai dijadikan sebagai alat utama untuk menenangkan anak. Orangtualah yang harus lebih dulu dapat membuat anak merasa aman dan nyaman. Tentu saja dengan lebih dulu mencari penyebab mengapa anak gelisah atau sering menangis kemudian segera mencoba menanggulanginya."

* Empeng bisa menjadi teman tidur bagi bayi yang luar biasa rewel. Umumnya anak seperti ini memerlukan kondisi tenang sebelum bisa tertidur. Empeng bisa menjadi alternatif jika cara-cara lain, seperti mendongeng, mengusap-usap bagian tubuh tertentu tidak bisa membuatnya tenang. Jadi, jangan gunakan empeng jika anak tidak memiliki gangguan sebelum tidur. Yang tak kalah penting, orangtua juga mesti cepat-cepat mencopot empeng jika anak terlihat sudah tertidur pulas. Dengan demikian, dampak negatif penggunaan empeng dalam jangka waktu lama bisa dihindarkan.

* Jangan sekali-kali menggunakan empeng untuk menunda makan atau menyusu. Orangtua sedari awal sudah bisa membedakan jenis tangisan anak, apakah si kecil menangis lantaran lapar, haus atau bukan. Selain bisa membedakan jenis tangisan buah hatinya, orangtua juga tahu ha-rus tahu jadwal dan frekuensi menyusui. Segera susui atau beri makan anak jika dia memin-tanya. Jangan pernah menundanya dengan memberi empeng hanya karena pertimbangan "praktis", semisal si ibu tak mau repot. Pembiasaan seperti ini akan membuat pertumbuhan anak terganggu karena kurangnya asupan nutrisi.

* Saat melakukan berbagai aktivitas dengan anak, usahakan empeng tidak menempel di mulutnya. Dengan begitu, penggunaan empeng tidak menghambat proses stimulasi. Bersama anak, buatlah jadwal aktivitas yang teratur. Misalnya kapan anak bermain, bereksplorasi dengan lingkungannya, termasuk aktivitas mengajak anak berkomunikasi.

* Hentikan penggunaan empeng secara bertahap di usia 7 bulan sampai 1 tahun. Soalnya, selepas usia setahun, anak tidak berada dalam fase oral lagi sehingga keinginannya untuk mengisap-isap atau menggigit-gigit benda tidak sekuat usia sebelumnya. Alihkan perhatian anak pada aktivitas lain yang menyenangkan sekaligus mampu mengasah keterampilannya.

Semestinya, di usia 2 tahun anak sudah dapat berhenti mengempeng. Ia sudah bersosialisasi dengan lingkungan luarnya. Pemakaian empeng terlalu lama tentu bisa berdampak psikologis pada anak. Anak umumnya menjadi bahan ledekan teman-temannya. Tentu perla- kuan semacam itu sangat potensial membuat anak jadi rendah diri.

* Hindari pemakaian berlebihan. Dalam kesempatan terpisah, Prof. Dr. Drg. Retno Hayati, Sp.KGA dari RS Pondok Indah, Jakarta, bahkan menegaskan tidak ada manfaat yang berarti dari empeng. Ini berbeda dari botol susu yang berjasa menyuplai asupan nutrisi. Meskipun tidak sekeras jari, empeng juga bisa menyebabkan gigi tonggos jika durasi dan frekuensi penggunaannya sudah berlebihan. Artinya, semakin sering empeng digunakan, maka kemungkinan mengalami gigi tonggos akan semakin besar. Cara penggunaannya juga turut berpengaruh. Soalnya tidak sedikit bayi yang hobi menarik-narik empengnya ke atas. Cara ini dapat berpengaruh pada pertumbunan rahang, gigi, dan mulut si kecil. Penggunaan empeng hingga lebih dari usia 2 tahun juga bisa memperparah kondisi tersebut.

Oleh karenanya, hentikan secara bertahap penggunaan empeng ketika usia anak masih di bawah 2 tahun. Alasannya, rahang masih bisa melakukan koreksi dengan sendirinya sesuai dengan bentuk rahang dan posisi gigi. Namun selewat itu, kelainan bentuk rahang dan gigi sulit dikoreksi.

Mengapa? Karena saat mengi-sap empeng, rahang atas secara refleks akan maju ke depan. Sementara rahang bawah ber-gerak ke arah sebaliknya atau terdorong masuk ke mulut. Perubahan posisi gigi juga besar kemungkinannya terjadi jika anak mengempeng. Akan tetapi anggapan ini masih memerlukan pembuktian lebih lanjut lewat penelitian. Soalnya, banyak juga anak yang tidak mengalami dampak apa-apa meskipun menggunakan empeng.

Penelitian yang ada saat ini baru menyebutkan, kebiasaan mengisap jari yang berlebihan bisa mengganggu pertumbuhan rahang dan gusi. Selain itu, bentuk bibir juga berkemung-kinan mengalami perubahan karena mengikuti rahang. Bibir jadi sedikit maju ke depan. Tentu saja kondisi ini akan semakin parah bila anak memiliki "berbakat" memiliki gigi maju. Jadi, hentikan penggunaan empeng jauh-jauh hari sebelum anak merasa terganggu dengan penampilannya kelak.

TIP MEMILIH EMPENG

* Meski dapat dibeli tanpa resep dokter, konsultasikan dulu pada dokter mengenai pilihan empeng yang tepat bagi bayi Anda. Ini meliputi ukuran besar-kecilnya empeng, maupun bahan yang digunakan untuk empeng tersebut.

* Jangan pilih empeng yang terlalu kecil dan terpisah karena mudah lepas dan selanjutnya bisa tertelan bayi.

* Pilihlah empeng yang lembut dan orthodontic sehingga aman diisap bayi.

* Bersihkan secara teratur. Untuk bayi di bawah 6 bulan hendaknya sebelum dipakai empeng disterilkan terlebih dulu. Sedangkan untuk bayi di atas 6 bulan cukup disiram air panas kemudian diseka hingga bersih. Ingat, empeng yang kotor dapat menjadi tempat perkembangbiakan bibit penyakit penyebab diare.

DIBUAT UNTUK MEMUASKAN BAYI

Awalnya, empeng dibuat untuk memuaskan kebutuhan bayi (pacifier). Ini karena berdasarkan tahapan perkembangan menurut teori Sigmund Freud, di usia 0-12 bulan bayi berada dalam fase oral. Dalam fase ini bayi mencari kepuasan dengan cara mengisap-isap benda yang ada di dekatnya. Tak heran jika bayi sering terlihat asyik mengisap jari, ujung bantal, selimut, kertas, mainan dan benda apa pun yang berada dalam jangkauannya.

Kalaupun kebiasaan mengisap jari menjadi pilihan favorit, tak lain karena jari merupakan bagian tubuh yang paling dekat sekaligus mungil ukurannya sehingga amat mudah dimasukkan ke dalam mulut. Kebiasaan ini cukup merisaukan orangtua karena banyak penelitian yang mengungkapkan dampak buruk kebiasaan mengisap jari. Salah satunya adalah gangguan pembentukan gigi dan rahang. Kuatnya isapan jari membuat gigi anak terancam tonggos. Selain itu, keberadaan jari yang bisa dimasukkan ke mulut kapan dan di mana saja, membuat bayi sulit menghentikan kebiasaan ini, sehingga akhirnya sangat mungkin terbawa sampai anak memasuki usia sekolah.

Selain itu, tidak sedikit anak yang mencoba menenangkan diri dari kegelisahannya lewat mengisap jarinya. Tidak cuma itu. Di masa eksplorasi, tangan dan jari-jemarinya kerap digunakan anak untuk memegang dan meraih benda-benda di dekatnya, termasuk benda-benda yang kotor dan tidak higienis. Akibatnya, tangan si kecil potensial menjadi sumber penularan penyakit seperti diare. Jarinya pun bisa mengalami penebalan yang kerap diistilahkan kapalan gara-gara sering diisap.

Itulah sebabnya, para pakar kemudian mencoba mencarikan solusi. Salah satunya dengan membuat empeng guna memenuhi kebutuhan mengisap-isap pada bayi. Model dan bentuk empeng pun dibuat sedemikian rupa sehingga dampaknya tidak seburuk mengisap jari. Tak heran kalau empeng kemudian menjadi alat ampuh untuk menenangkan kerewelan bayi.

KIAT MELEPAS EMPENG

Menghentikan kebiasaan mengempeng seharusnya jauh lebih mudah dibandingkan menghentikan kebiasaan mengisap jari. Toh, empeng bukan bagian dari tubuh bayi. Namun, sulit atau tidaknya sangat ditentukan seberapa jauh bayi Anda memiliki ketergantungan pada empeng.

Usaha orangtua dalam mengupayakan ketekunan, kesabaran, ketegaran dan kreativitas mencari cara ternyata cukup berpengaruh. Selain itu, kedekatan hubungan orangtua­anak juga ikut menentukan keberhasilan. Anak umumnya akan lebih kooperatif dengan merespons ajakan orangtua apabila ia merasa dipenuhi kebutuhannya untuk dicintai (dikasihi) dan diperhatikan.

Tentu saja dalam hal ini karakter anak ikut bicara. Si kecil yang bertemperamen "keras kepala", tentu membutuhkan usaha ekstra dari orangtuanya. Tidak mudah memang karena orangtua harus membentuk kebiasaan baru pada anak untuk tidak menggunakan empeng.

Ada beberapa cara yang bisa dicoba, di antaranya:

* Tidak membeli empeng baru jika yang lama telah rusak.

* Aturlah penggunaan empeng menjadi semakin lama semakin jarang. Misalnya, hanya dipakai menjelang tidur dan tidak diberikan selama anak berada dalam keadaan "terjaga".

* Jika anak rewel, bujuklah dan ajaklah ia bermain atau melakukan aktivitas lain yang menyenangkan agar perhatiannya teralih dari empeng. Dengan demikian, anak mendapatkan aktivitas pengganti yang lebih mengasyikkan ketimbang mengempeng.

* Gantilah empeng dengan mainan gigitan/teether. Selain fungsinya hampir mirip dengan empeng, penggunaan mainan gigitan juga dianggap bermanfaat untuk mempercepat erupsi gigi susu.

EMPENG UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Sebagian kecil penyandang kebutuhan khusus ada yang dianjurkan menggunakan empeng. "Empeng membantu kemampuan mengisap pada bayi dan anak berkebutuhan khusus," aku Jeri Novaro Sumual, terapis dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta. Tentu saja dengan pemilihan empeng yang tepat dan frekuensi serta durasi penggunaan yang pas.

Namun, tidak semua pasien yang mengalami gangguan pengisapan bisa diatasi dengan pemberian empeng. Tergantung penyebab dan berat ringannya kasus. Bila gangguan pengisapan muncul akibat terganggunya pusat saraf, tentu saja penggunaan empeng nyaris tidak memberikan manfaat apa pun alias sia-sia. Yang pasti, penggunaan empeng untuk terapi harus dikonsultasikan dengan terapis.