SITE STATUS
Jumlah Member :
493.696 member
user online :
1055 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: perut masih besar setelah keguguran

New Topic :  
11-05-2010 13:52:15 pendarahan
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
Berikut adalah beberapa hal yang disebut sebagai Komplikasi Kehamilan dan bahayanya: (tolong di baca perlahan..agar bunda2 lebih paham)

1. KEGUGURAN & KELAHIRAN MATI

Keguguran (Aborsi Spontan) adalah kehilangan janin karena penyebab alami sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu.
Kelahiran Mati (Stillbirth) adalah kehilangan janin karena penyebab alami pada saat usia kehamilan mencapai lebih dari 20 minggu.

Seorang bayi yang lahir pada usia kehamilan berapapun dan langsung bernafas atau jantungnya berdenyut spontan, dikatakan lahir hidup. Jika kemudian bayi tersebut meninggal, maka dikatakan sebagai kematian bayi baru lahir(kematian neonatus).

Sekitar 20-30% wanita hamil mengalami perdarahan atau kram minimal 1 kali selama 20 minggu pertama kehamilan. Sekitar separuhnya menyebabkan keguguran.

Sekitar 85% keguguran terjadi pada trimester pertama dan biasanya disebabkan oleh kelainan pada janin.
15% sisanya, terjadi pada minggu ke 13-20; duapertiganya terjadi akibat kelainan pada ibu dan sepertiganya penyebabnya tidak diketahui.

Sebelum terjadinya keguguran, wanita hamil biasanya mengalami spotting (bercak perdarahan) atau perdarahan dan keputihan dari vagina. Rahimnya berkontraksi, menyebabkan kram. Jika terjadi keguguran, maka perdarahan, keputihan dan kram menjadi lebih berat. Pada akhirnya, sebagian atau seluruh isi rahim akan keluar.

Pada keguguran stadium awal, dengan USG bisa diketahui apakah bayi masih hidup.
Setelah keguguran, USG dan pemeriksaan lainnya digunakan untuk melihat apakah semua isi rahim telah keluar.

Jika seluruh isi rahim telah keluar, maka tidak perlu dilakukan pengobatan. Jika hanya sebagian isi rahim yang keluar, maka dilakukan kuretase untuk membersihkan rahim.

Jika janin telah mati tetapi tetap berada dalam rahim (missed abortion), maka janin dan plasenta harus dikeluarkan melalui kuretase.
Untuk missed abortion stadium lanjut, bisa digunakan obat yang menyebabkan kontraksi rahim sehingga rahim mengeluarkan isinya (misalnya oksitosin).

Jika perdarahan dan kram terjadi pada kehamilan 20 minggu (ancaman aborsi), maka dianjurkan untuk menjalani tirah baring. Wanita tersebut tidak boleh bekerja dan tidak boleh melakukan hubungan seksual.
Tidak diberikan hormon karena hampir selalu tidak efektif dan bisa menyebabkan cacat bawaan, terutama pada jantung atau organ reproduksi.

Ancaman aborsi bisa terjadi jika leher rahim (serviks) membuka terlalu dini akibat kelemahan pada jaringan fibrosa. Kadang pembukaan servikal ini bisa ditutup melalui pembedahan dengan menjahitnya, yang nanti akan dibukan sesaat sebelum persalinan.

Aborsi septik adalah infeksi yang sangat serius. Isi rahim harus segera dikeluarkan dan infeksi harus diatasi dengan antibiotik dosis tinggi.


2. KEHAMILAN EKTOPIK

Kehamilan Ektopik (Kehamilan Diluar Kandungan) adalah suatu kehamilan dimana janin berkembang diluar rahim, yaitu di dalam tuba falopii (saluran telur), kanalis servikalis (saluran leher rahim), rongga panggul maupun rongga perut.

Dalam keadaan normal, sebuah sel telur dilepaskan dari salah satu ovarium (indung telur) dan masuk ke dalam tuba falopii. Di dalam tuba, dengan dorongan dari rambut getar yang melapisi tuba, dalam waktu beberapa hari, sel telur akan mencapai rahim. Biasanya sel telur dibuahi di dalam tuba falopii tetapi tertanam di dalam rahim.
Jika tuba tersumbat (misalnya karena infeksi), maka sel telur akan bergerak secara lambat atau tertahan. Sel telur yang telah dibuahi tidak pernah sampai ke rahim dan terjadilah kehamilan ektopik.

Resiko terjadinya kehamilan ektopik meningkat pada: - Kelainan tuba falopii
- Sebelumnya pernah mengalami kehamilan ektopik
- Pemakaian DES(dietilstilbestrol)
- Kegagalan ligasi tuba (prosedur sterilisasi, dimana dilakukan pengikatan atau pemotongan tuba).

Kehamilan ektopik biasanya terjadi pada salah satu tuba falopii (kehamilan tuba).
Kehamilan ektopik bisa berakibat fatal dan harus segera diatasi.

Gejala dari kehamilan ektopik adalah spotting dan kram. Gejala ini timbul karena ketika janin mati, lapisan rahim dilepaskan seperti yang terjadi pada menstruasi yang normal.

Jika janin mati pada stadium awal, maka tidak terjadi kerusakan tuba falopii. Jika janin terus tumbuh, bisa menyebabkan robekan pada dinding tuba sehingga terjadi perdarahan.
Jika perdarahan terjadi secara bertahap, bisa menimbulkan nyeri dan kadang menimbulkan penekanan pada perut bagian bawah akibat penimbunan darah.
Biasanya setelah sekitar 6-8 minggu, penderita tiba-tiba merasakan nyeri yang hebat di perut bagian bawah, lalu pingsan. Gejala ini biasanya menunjukkan bahwa tuba telah robek dan menyebabkan perdarahan hebat ke dalam perut.

Kadang kehamilan ektopik sebagian terjadi di dalam tubah dan sebagian di dalam rahim. Keadaan ini menyebabkan kram dan spotting.
Janin memiliki ruang untuk tumbuh, sehingga kehamilan ektopik biasanya baru pecah di kemudian hari, biasanya pada minggu ke 12-16.

Jika hasil pemeriksaan darah dan air kemih menunjukkan positif hamil tetapi rahim tidak membesar, maka diduga telah terjadi kehamilan ektopik. Pada USG rahim tampak kosong dan di dalam rongga panggul atau rongga perut terlihat darah.
Laparoskopi digunakan untuk melihat kehamilan ektopik secara langsung.
Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan kuldosentesis, yaitu pengambilan contoh darah yang tertimbun akibat kehamilan ektopik melalui sebuah jarum yang dimasukkan lewat dinding vagina ke dalam rongga panggul. Berbeda dengan darah vena atau arteri, darah ini tidak membeku.

Biasanya harus dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan kehamilan ektopik.
Pada kehamilan tuba, biasanya dibuat sayatan ke dalam tuba dan janin serta plasenta diangkat. Tuba dibiarkan terbuka agar penyembuhan terjadi tanpa pembentukan jaringan parut karena jaringan parut bisa menyebabkan penderita sulit untuk hamil lagi. Prosedur ini kadang dilakukan melalui suatu laparoskopi.
Jika terjadi kerusakan berat pada tuba dan tidak dapat diperbaiki, maka tuba harus diangkat.

Jika tidak terdengar denyut jantung janin, pada kehamilan tuba stadium awal bisa diberikan obat metotreksat.


3. ANEMIA

Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pengangkut oksigen) kurang dari normal.

Selama hamil, volume darah bertambah sehingga penurunan konsentrasi sel darah merah dan hemoglobin yang sifatnya menengah adalah normal.

Selama hamil, diperlukan lebih banyak zat besi (yang diperlukan untuk menghasilkan sel darah merah) karena ibu harus memenuhi kebuhan janin dan dirinya sendiri.
Jenis anemia yang paling sering terjadi pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi, yang biasanya disebabkan oleh tidak adekuatnya jumlah zat besi di dalam makanan.
Anemia juga bisa terjadi akibat kekurangan asam folat (sejenis vitamin B yang diperlukan untuk pembuatan sel darah merah).

Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan darah yang menentukan jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin dan kadar zat besi dalam darah.

Anemia karena kekurangan zat besi diobati dengan tablet besi. Pemberian tablet besi tidak berbahaya bagi janin tetapi biasa menyebabkan gangguan lambung dan sembelit pada ibu, terutama jika dosisnya tingggi.
Wanita hamil dianjurkan untuk minum tablet besi meskipun jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobinnya normal, agar yakin bahwa mereka memiliki zat besi yang cukup untuk janin dan dirinya sendiri.

Anemia karena kekurangan asam folat diobati dengan tablet folat.
Untuk wanita hamil yang menderita anemia sel sabit, pengobatannya masih bersifat kontroversial; kadang perlu dilakukan transfusi darah.


4. INKOMPATIBILITAS Rh

Inkompatibilitas Rh adalah suatu ketidaksesuaian Rh di dalam darah ibu hamil dan darah bayinya.

Sebagai akibat dari inkompatibilitas Rh, tubuh ibu akan membentuk antibodi terhadap sel-sel darah merah bayi. Antibodi menyebabkan beberapa sel darah merah pecah dan kadang menyebabkan penyakit hemolitik (sejenis anemia) pada bayi.

Golongan darah ditentukan berdasarkan kepada adanya molekul-molekul pada permukaan sel darah merah. Golongan darah Rh terdiri dari beberapa molekul tersebut.
Salah satu dari molekul tersebut adalah Rh-nol-D, yang biasanya menyebabkan inkompatibilitas Rh. Jika sel darah merah memiliki molekul Rh-nol-D, maka dikatakan Rh-positif; jika tidak memiliki molekul Rh-nol-D, dikatakan Rh-negatif.

Inkompatibilitas Rh terjadi jika ibu memiliki darah dengan Rh-negatif dan janin memiliki Rh-positif yang berasal dari ayahnya. Darah janin bisa bercampur dengan darah ibu melalui plasenta (ari-ari), terutama pada akhir kehamilan dan selama persalinan.
Sel darah janin dianggap sebagai benda asing oleh tubuh ibunya, sehingga ibu menghasilkan antibodi untuk menghancurkannya. Kadar antibodi pada tubuh ibu terus bertambah selama kehamilan dan antibodi ini bisa melewati plasenta lalu masuk ke tubuh janin dan menghancurkan sebagian sel darah merah janin.
Akibatnya bisa terjadi penyakit hemolitik pada janin (eritroblastosis fetalis) atau pada bayi baru lahir (eritroblastosis neonatorum).
Tetap pada kehamilan pertama, anak yang dilahirkan jarang mengalami kelainan ini karena biasanya tidak terjadi kontak yang berarti antara darah janin dan darah ibu. Pada setiap kehamilan berikutnya, ibu menjadi lebih sensitif terhadap darah Rh-positif dan menghasilkan antibodi lebih dini.

Penghancuran sel darah merah pada tubuh janin bisa menyebabkan anemia dan peningkatan kadar bilirubin (limbah hasil penghancuran sel darah merah). Jika kadar bilirubin ini sangat tinggi, bisa terjadi kerusakan otak.

Pada pemeriksaan kehamilan biasanya dilakukan penyaringan untuk menentukan golongan darah ibu. Jika ibu memiliki Rh-negatif, dilakukan pemeriksaan golongan darah ayah. Jika ayah memiliki Rh-positif, dilakukan pengukuran kadar antibodi Rh pada ibu.

Darah ibu dan darah bayi bisa mengadakan kontak selama persalinan sehingga tubuh ibu membentuk antibodi. Karena itu sebagai tindakan pencegahan, diberikan suntikan immunoglobulin Rh-nol-D kepada ibu yang darahnya memiliki Rh-negatif dalam waktu 72 jam setelah melahirkan bayi dengan Rh-positif (bahkan juga setelah mengalami keguguran atau aborsi).
Pemberian suntikan ini menyebabkan hancurnya sel-sel dari bayi yang mungkin mensensitisasi ibu, sehingga biasanya kehamilan berikutnya tidak berbahaya.
Tetapi sekitar 1-2% ibu yang mendapatkan suntikan ini tetap mengalami sensitisasi, kemungkinan karena sensitisasi terjadi lebih dini. Untuk mencegah terjadinya sensitisasi dini, suntikan bisa diberikan pada kehamilan 28 minggu dan setelah persalinan.

Dengan mengukur kadar antibodi Rh pada ibu secara periodik, bisa diambil tindakan untuk mengantisipasi gangguan pada janin.
Jika kadar antibodi Rh terlalu tinggi, dilakukan amniosentesis (pengambilan contoh cairan ketuban untuk dianalisa). Kadar bilirubin pada contoh cairan ketuban diukur. Jika kadarnya terlalu tinggi, dilakukan transfusi darah pada janin.
Transfusi tambahan biasanya diberikan setiap 10-14 hari sampai kehamilan 32-34 minggu. Setelah lahir, biasanya diberikan 1 atau beberapa kali transfusi.
Pada kasus yang tidak terlalu berat, transfusi biasanya baru dilakukan setelah bayi lahir.


5. ABRUPSIO PLASENTA

Abrupsio Plasenta adalah pelepasan plasenta yang berada dalam posisi normal pada dinding rahim sebelum waktunya, yang terjadi pada saat kehamilan bukan pada saat persalinan.

Plasenta mungkin tidak menempel seluruhnya (kadang hanya 10-20%) atau menempel seluruhnya. Penyebabnya tidak diketahui.
Abrupsio lebih sering ditemukan pada wanita yang menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes atau penyakit rematik dan wanita pemakai kokain.

Terjadi perdarahan rahim yang berasal dari sisi tempat menempelnya plasenta. Perdarahan eksternal terjadi jika darah keluar melalui vagina, tetapi jika darah terperangkap di belakang plasenta, akan terjadi perdarahan tersembunyi.
Gejala yang timbul tergantung kepada luasnya pelepasan plasenta dan banyaknya darah yang hilang.
Gejalanya berupa:
- perdarahan vagina
- nyeri perut yang timbul secara tiba-tiba
- nyeri kram perut
- nyeri jika perut ditekan.
Untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan pemeriksaan USG.

Abrupsio plasenta menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen dan zat gizi untuk janin dan bisa menyebabkan kematian janin.
Sedangkan ibu bisa mengalami perdarahan yang serus, DIC(disseminated intravascular coagulation, bekuan darah di dalam pembuluh darah), gagal ginjal dan perdarahan ke dalam dinding rahim. Keadaan ini lebih sering terjadi pada wanita hamil yang mengalami pre-eklamsi) dan bisa merupakan petunjuk bahwa janin berada dalam keadaan gawat atau telah meninggal.

Penderita segera dirawat dan menjalani tirah baring.
Jika gejalanya berkurang, penderita mulai latihan berjalan dan mungkin boleh pulang.
Jika gejalanya semakin memburuk, dilakukan persalinan dini untuk menyelamatkan ibu dan bayi.


6. PLASENTA PREVIA

Plasenta Previa adalah plasenta yang tertanam di atas atau di dekat serviks (leher rahim), pada rahim bagian bawah.

Di dalam rahim, plasenta bisa menutupi lubang serviks secara keseluruhan atau hanya sebagian.
Plasenta previa biasanya terajdi pada wanita yang telah hamil lebih dari 1 kali atau wanita yang memiliki kelainan rahim (misalnya fibroid).

Pada akhir kehamilan, tiba-tiba terjadi perdarahan yang jumlahnya bisa semakin banyak. Darah yang keluar biasanya berwarna merah terang.
Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan USG.

Jika perdarahannya hebat, dilakukan transfusi darah berulang.
Jika perdarahannya ringan dan persailinan masih lama, bisanya dianjurkan untuk menjalani tirah baring.
Hampir selalu dilakukan operasi sesar karena cenderung terjadi pelepasan plasenta sebelum waktunya, bayi bisa mengalami kekurangan oksigen dan ibu bisa mengalami perdarahan hebat.


7. HIPEREMESIS GRAVIDARUM

Hiperemesis Gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan selama masa hamil, tidak seperti morning sickness yang biasa dan bisa menyebabkan dehidrasi dan kelaparan.

Penyebabnya tidak diketahui.
Faktor psikis bisa memicu atau memperburuk muntah.

Berat badann pendertia menurun dan terjadi dehidrasi.
Dehidrasi bisa menyebabkan perubahan kadar elektrolit di dalam darah sehingga darah menjadi terlalu asam.

Jika muntah terus terjadi, bisa terjadi kerusakan hati.
Komplikasi lainnya adalah perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita muntah.

Penderita dirawat dan mendapatkan cairan, glukosa, elektrolit serta vitamin melalui infus. Penderita berpuasa selama 24 jam. Jika perlu, bisa diberikan obat anti-mual dan obat penenang.
Jika dehidrasi telah berhasil diatasi, penderita boleh mulai makan makanan lunak dalam porsi kecil.
Biasanya muntah berhenti dalam beberapa hari. Jika gejala kembali kambuh, maka pengobatan diulang kembali.


8. PRE-EKLAMSI & EKLAMSI

Pre-eklamsi (Toksemia Gravidarum) adalah tekanan darah tinggi yang disertai dengan proteinuria (protein dalam air kemih) atau edema (penimbunan cairan), yang terjadi pada kehamilan 20 minggu sampai akhir minggu pertama setelah persalinan.
Eklamsi adalah bentuk pre-eklamsi yang lebih berat, yang menyebabkan terjadinya kejang atau koma.

Pre-eklamsi terjadi pada 5% kehamilan dan lebih sering ditemukan pada kehamilan petama dan pada wanita yang sebelumnya menderita tekanan darah tinggi atau penyakit pembuluh darah.
Eklamsi terjadi pada 1 dari 200 wanita yang menderita pre-eklamsi dan jika tidak diobati secara tepat biasanya bisa berakibat fatal.

Penyebab dari pre-eklamsi dan eklamsi tidak diketahui.
Resiko utama terjadinya pre-eklamsi adalah abrupsio plasenta.

Gejala-gejala dari pre-eklamsi adalah:
- tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 mm Hg
- wajah atau tangan membengkak
- kadar protein yang tinggi dalam air kemih.
Seorang wanita yang pada saat hamil tekanan darahnya meningkat secara berarti tetapi tetap dibawah 140/90 mm Hg, juga dikatakan menderita pre-eklamsi.

Bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita pre-eklamsi, 4-5 kali lebih rentan terhadap kelainan yang timbul segera setelah lahir. Bayi yang dilahirkan juga mungkin kecil karena adanya kelainan fungsi plasenta atau karena lahir prematur.

Pre-eklamsi dan eklamsi tidak memberikan respon terhadap diuretik (obat untuk membuang kelebihan cairan) dan diet rendah garam.
Penderita dianjurkan untuk mengkonsumsi garam dalam jumlah normal dan minum air lebih banyak. Sangat penting untuk menjalani tirah baring.
Penderita juga dianjurkan untuk berbaring miring ke kiri sehingga tekanan terhadap vena besar di dalam perut yang membawa darah ke jantung berkurang dan aliran darah menjadi lebih lancar.

Untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah kejang, bisa diberikan magnesium sulfat intravena (melalui pembuluh darah).

Jika pre-eklamsinya bersifat ringan, penderita cukup menjalani tirah baring di rumah, tetapi harus memeriksakan diri ke dokter setiap 2 hari.
Jika perbaikan tidak segera terjadi, biasanya penderita harus dirawat dan jika kelainan ini terus berlanjut, maka persalinan dilakukan sesegera mungkin.

Penderita pre-eklamsi berat dirawat di rumah sakit dan menjalani tirah baring.
Cairan dan magnesium sulfat diberikan melalui infus.
Dalam waktu 4-6 jam, biasanya tekanan darah kembali normal dan bayi dapat dilahirkan dengan selamat.
Jika tekanan darah tetap tinggi, sebelum persalinan dimulai, diberikan obat tambahan.

Komplikasi utama dari pre-eklamsi dan eklamsi adalah sindroma HELLP, yang terdiri dari:
 
  • Hemolisis (penghancuran sel darah merah)
  • Peningkatan enzim hati (yang menunjukkan adanya kerusakan hati)
  • Penurunan jumlah trombosit (yang menunjukkan adanya gangguan kemampuan pembekuan darah).
    Sindroma HELLP cenderung terjadi jika pengobatan pre-eklamsi tertunda.
    Jika terjadi sindroma HELLP, bayi segera dilahirkan melalui operasi sesar.

    Setelah persalinan, dilakukan pemantauan ketat untuk melihat tanda-tanda terjadinya eklamsi. 25% kasus eklamsi terjadi setelah persalinan, biasanya dalam waktu 2-4 hari pertama setelah persalinan.
    Tekanan darah biasanya tetap tinggi selama 6-8 minggu. Jika lebih dari 8 minggu tekanan darahnya tetap tinggi, kemungkinan penyebabnya tidak berhubungan dengan pre-eklamsi.


    9. HERPES GESTASIONAL

    Herpes Gestasional adalah lepuhan berisi cairan yang sangat gatal, yang terjadi selama kehamilan.

    Penggunaan istilah herpes sebenarnya tidak tepat karena ruam yang terjadi tidak disebabkan oleh virus herpes maupun virus lainnya.
    Herpes gestasional diduga disebabkan oleh antibodi abnormal yang beraksi terhadap jaringan tubuh sendiri (reaksi autoimun).
    Ruam ini bisa timbul kapanpun setelah kehamilan 12 minggu atau segera setelah persalinan.

    Ruam biasanya terdiri dari vesikel (lepuhan kecil/besar yang berisi cairan) atau bula (pembengkakan yang bentuknya tidak beraturan dan berisi carian).
    Ruam ini seringkali berawal di perut lalu menyebar.
    Segera setelah persalinan, ruam akan semakin memburuk dan menghilang dalam beberapa minggu atau bulan kemudaian.

    Ruam seringkali muncul lagi pada kehamilan berikutnya atau jika penderita menggunakan pil KB.
    Bayi yang dilahirkan mungkin memiliki ruam yang serupa, tetapi biasanya akan menghilang dalam beberapa minggu, tanpa pengobatan.

    Untuk memperkuat diagnosis, diambil kerokan kulit yang terkena dan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui adanya antibodi.

    Tujuan pengobatan adalah untuk meringankan gatal-gatal dan mencegah terbentuknya lepuhan yang baru.
    Untuk ruam yang ringan, diberikan krim kortikosteroid yang dioleskan langsung ke kulit yang terkena sesering mungkin.
    Untuk ruam yang lebih luas, diberikan kortikosteroid per-oral (melalui mulut). Mengkonsumsi kortikosteroid pada akhir kehamilan tidak akan membahayakan bayi.
    Jika setelah persalinan gatal-gatal semakin hebat atau ruam semakin menyebar, mungkin perlu diberikan kortikosteroid dengan dosis yang lebih tinggi.


    10. URTIKARIA GESTASIONAL

    Urtikaria Gestasional adalah kaligat yang terjadi pada saat hamil.

    Penyebabnya tidak diketahui.
    Kaligata biasanya timbul di perut, dan bisa menyebar ke paha, bokong, kadang sampai ke lengan.

    Ruam kaligata biasanya muncul pada 2-3 minggu menjelang persalinan. Tetapi mungkin saja timbul setelah kehamilan mencapai 24 minggu.
    Rasa gatal sering menyebabkan penderita tidak dapat tidur di malam hari.
    Setelah persalinan, kaligata biasanya menghilang dan tidak kambuh pada kehamilan berikutnya.

    Untuk mengatasi gatal-gatal dan meredakan ruam kaligata, diberikan krim kortikosteroid yang dioleskan sesering mungkin.
    Jika ruamnya lebih berat, diberikan kortikosteroid per-oral.
semoga membantu
salam

putri a.k.a zach mom's
   


Jumlah Posts : 2504
Jumlah di-Like : belum ada like
biasanya perut kelihatan besar setelah 20w keatas bunda. aku juga pas 16w blm kelihatan perutnya cm skrng uda 21w uda kelihatan endutnya. hehehehhe
   
Jumlah Posts : 126
Jumlah di-Like : belum ada like
halo bun...

klo saya perut keliatan besar setelah lewat 16 minggu, saat ini sy hamil 20 minggu. br sebulanan ini lah perutnya terlihat besar....

sabar aja, nanti jg keliatan ko...

happy pregnant yaaa
   


Jumlah Posts : 5
Jumlah di-Like : belum ada like
18-08-2015 14:38:34 ke: 1 Nopri Putri Handayani(0) Edit : 1 : belum ada like Assalamu'alaikum Para bundo mohon info dong sekiranya ada yg berpengalaman sama seperti saya jadi saya menikah tgl 10 mei 2015, tgl 26 Juni 2015 saya positif hamil dan dokter blg saay itu uk saya 3minggu. tapi tgl 8 July 2015, saya pendarahan banyak sekali tidak ada nyeri saat itu (spontan), besoknya saya ke dokter dan dokter blg bahwa saya telah keguguran, karena rahim saya bersih saya hanya dikasih obat peluruh saja. setelah minum itu, perut bawah saya nyeri sekali, keluar gumpalah darah, 2x sakit yg sama dan 2 kali keluar gumpalan yg sama. setelah itu darah keluar banyak hanya 5hari, stelah itu flek 3 hari. lalu bersih. tgl 22 saya tespack Negatif, lalu saya kedokter lagi, dan lagi2 dokter blg bhwa rahim saya sudah bersih. dan dokter pun membolehkan saya untuk lgsg proglam lg. saya hnya dikasih obt Santa-e saja. tgl 3 dan 5 agustus sana tespack negatif. karena saya blm mendapatkan haid lg (menurut info 2minggu setelah keguguran akan kembali haid) sampai tgl 15 agustus saya testpack, ternyata hasil POSITIF, saya pun percaya ga percaya, 2x testpack hasilnya pun positif. sorenya saya kedokter, tp? dokter blg rahim masih kosong :( nah? sampai skrg tgl 18 agustus setiap hari saya lakukan testpack, hasilpun positif, yg saya tanyakan benarkah saya hamil?(saya sgt berharap sekali, dan adakah yg bernasib seperti saya? :') mohon info    
   
09-10-2014 10:50:34 flek merah dan kecoklatan
Jumlah Posts : 14
Jumlah di-Like : belum ada like
iya bun aku abis di urut sama tukang urut cz kerja aku bikin printer kan lumayan besar setelah di urut perut aku makin sakit aja bun aku cek ke dokter kata dokternya masih berbentuk dinding gitu antara jadi dede atau haid...!!!di suruh tunggu sampai tanggal 5 ehh aku tanggal 5 belum haid juga sampai sekarang tapi kalau di testpack hasilnya negatif mulu tapi temen-temenku bilang perutku agak buncit + keras kaya orang lagi ngisi...kalau sampai ngisi aku bakalan langsung resign bun dr pt
   


25-01-2014 15:04:43 gumoh/muntah
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Semoga bisa sedikit tercerahkan,bund Aaddliieaa :)



Gumoh dan Muntah pada Bayi

Anda memberi bayi Anda minum, sesaat kemudian bayi mengalami muntah. Apakah Anda pernah/sering mengalami hal seperti itu pada bayi Anda? Hal itulah yang dinamakanRefluks Gastroesofagus. Makanan yang masuk melalui mulut kemudian ditelan akan melewati pipa lambung (esofagus) sebelum masuk ke dalam lambung (gaster). Perbatasan antara esofagus dan lambung terdapat sebuah katup yang mencegah makanan yang ada di dalam lambung untuk kembali lagi ke atas (esofagus). Pada bayi (terutama di bawah usia 3 bulan) katup dan mekanisme ini belum sempurna sehingga seringkali makanan kembali (refluks) ke atas.Refluks gastroesofagus dibedakan menjadi gumoh dan muntah.Gumohadalah keluarnya makanan dari dalam lambung tanpa usaha (seperti mengalir keluar), sedangkanmuntahadalah keluarnya makanan dengan usaha dari bayi untuk mengeluarkannya (dorongan dari otot perut). Sekitar 50% bayi usia 0-3 bulan mengalami gumoh dan ini normal saja. RGE dapat menjaditidak normal bilarefluks tersebut disertai dengan tanda dan gejala lainnya seperti:muntah berulang, rewel, bayi menjadi tidak mau minum/makan, berat badan tidak naik, atau sulit minum/makan.RGE pada umumnya tidak memerlukan tindakan atau terapi apapun. Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengatasi RGE seperti misalnya: berikan makan dalam porsi yang lebih kecil atau sedikit-sedikit, membuat bayi bersendawa setiap habis makan dengan jalan menepuk-nepuk pelan punggungnya setiap habis makan, dan jangan langsung menidurkan bayi sehabis makan (diposisikan duduk atau tegak kurang lebih 30 menit). Bila Anda merasa khawatir dengan keadaan bayi, cobalah konsultasikan mengenai keadaannya dengan dokter.Bawa bayi ke dokter, bila:Muntah sangat banyakAda darah dalam muntahnyaBayi terlihat sulit bernapasRefluks masih terjadi setelah anak lebih besar dari 1 tahunsumber:www.kiddiecare.com
   
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Gumoh dan Muntah Pada Bayi

Anda memberi bayi Anda minum, sesaat kemudian bayi mengalami muntah. Apakah Anda pernah/sering mengalami hal seperti itu pada bayi Anda? Hal itulah yang dinamakanRefluks Gastroesofagus. Makanan yang masuk melalui mulut kemudian ditelan akan melewati pipa lambung (esofagus) sebelum masuk ke dalam lambung (gaster). Perbatasan antara esofagus dan lambung terdapat sebuah katup yang mencegah makanan yang ada di dalam lambung untuk kembali lagi ke atas (esofagus). Pada bayi (terutama di bawah usia 3 bulan) katup dan mekanisme ini belum sempurna sehingga seringkali makanan kembali (refluks) ke atas.Refluks gastroesofagus dibedakan menjadi gumoh dan muntah.Gumohadalah keluarnya makanan dari dalam lambung tanpa usaha (seperti mengalir keluar), sedangkanmuntahadalah keluarnya makanan dengan usaha dari bayi untuk mengeluarkannya (dorongan dari otot perut). Sekitar 50% bayi usia 0-3 bulan mengalami gumoh dan ini normal saja. RGE dapat menjaditidak normal bilarefluks tersebut disertai dengan tanda dan gejala lainnya seperti:muntah berulang, rewel, bayi menjadi tidak mau minum/makan, berat badan tidak naik, atau sulit minum/makan.RGE pada umumnya tidak memerlukan tindakan atau terapi apapun. Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengatasi RGE seperti misalnya: berikan makan dalam porsi yang lebih kecil atau sedikit-sedikit, membuat bayi bersendawa setiap habis makan dengan jalan menepuk-nepuk pelan punggungnya setiap habis makan, dan jangan langsung menidurkan bayi sehabis makan (diposisikan duduk atau tegak kurang lebih 30 menit). Bila Anda merasa khawatir dengan keadaan bayi, cobalah konsultasikan mengenai keadaannya dengan dokter.Bawa bayi ke dokter, bila:Muntah sangat banyakAda darah dalam muntahnyaBayi terlihat sulit bernapasRefluks masih terjadi setelah anak lebih besar dari 1 tahunsumber:www.kiddiecare.com
   
Jumlah Posts : 10
Jumlah di-Like : belum ada like
@Bunda Astridesianti, Syukur setelah keguguran bunda skrang udah hamil lagi dan semuanya sehat...ada teman dan keluarga juga keguguran di umur yang muda dan ampe skr balum dapet lagi...yang penting kita tetap berdoa, bunda waktu hamil lagi di kasih penguat kandungan ngak? btw syukur di umur kehamilan yang skr anggap aja udah lewat red zone gitu ;-)


@Bunda Putri : baguslah babynya sehat sampe skr...bunda usg pake 2D ya? kalo 2D itu emang masih hitam putih buram gitu..yang penting dokternya bilang semuanya normal dan sehat ya happy dah :-), aku rencana pertengahan december baru mau coba usg 4D katanya warna usg jelas banget...iya aku juga sempat baca kalo baby terlalu aktif nanti kelilit tali pusarnya..ya intinya terus berdoa dan brsyukur kita di kasih kesempatan hamil. iya kadang gitu kalo kita coba meraba perut dan di tekan dikit malah susah nyari gerakannya, hehehehe

@Bunda Yuvenelis : Wah berarti gerakan bayinya dong :-) wah senangnya aku...hehheheh atpi sering banget di bagian perut bawah kiri ya?? selanjutnya pengen deh liat perutnya nonjol saat baby nendang atau nonjok...itu di kehamilan berapa bulan ya, hehheh

@Bunda2 aku ampe hari ini belum tau berapa beratku udah naik..tp kata keluarga aku gendut :( takutnya habis ngelahirin susah turunnya, hehhe..tp kan ada jamu biar singset...
Yup bunda2 pernah ngak coba merasin puting susu itu ada keluar seperti cairan putih bening kadang juga kaya air susu giti tapi dikit banget dan puting susuku sakit...wah ngebayangin saat babynya lahir langsung nyusu, hehheheh

Yah bunda2 yang pasti kita harus tetap berdoa.. :-) jadi ngak sabar nech aku pengen cek up lagi. huhhhhh harus nunggu pertengahan bulan ini....
   
Jumlah Posts : 25
Jumlah di-Like : belum ada like
Bunda sayuri...

bln februari lalu saya jg keguguran spontan....jd g dkuret....kemaren pasca keguguran 2minggu ama dokter diperiksa mulut rahim...ternyata ada sariawan...dikasih kayak betadinne gitu....sebulan setelah keguguran di biopsi...entah papsmear atau bukan...abisnya sariawannya masih ada.....

g sakit2 banget sih...mules2nya pas bagian di keringinnya aja...kayak yg di las gitu...di bakar kan...jd biar luka yg bekas bagian2 yg dicubit ama dokternya cepet kering....nah...pas dikeringin itu yg sakit.....mungkin krn trauma bekas keguguran jg blom ilang...sakitnya kyk yg sakiiiit bgt....mules2 gitu deh...kyk yg lagi sakit perut mens gitu...

klo perlu tidaknya....tergantung sih kayaknya...aq d papsmear...buat ngeliat ada virus apaan di sariawannya...alhamdulillah semuanya normal....
ade aq g dipapsmear setelah keguguran di kuret...jdi trgantung bunda sama dokternya jg kali ya....

mudah2an membantu ya bundaa.... :)
   
14-01-2011 22:00:43 sedihnya..
Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
sekedar curhat y bun..
aku putri 24th, sedang hamil anak pertama yang insyaAllah rencana melahirkan bulan feb ato maret 2011 ini, benarkah bun kalo wanita hamil itu perasaannya jauh lebih sensitif daripada wanita yang sedang datang bulan?? karena begitulah perasaanku sering muncul akhir2 ini. aku dinikahi pacar terlamaku anak bungsu dari 3 bersaudara, karenanya aku harus terus tinggal bersama mertuaku dan satu lagi kakak ipar perempuanku.  selang 4bln dr kehamilanku, kakak ipar ku pun ikut hamil, alhasil terdapat 2 bumil dlm satu rumah.
masalahnya mertuaku itu aga pilh kasih, aku anggap itu wajar karna kakak iparku adalh anak permpuan satu2nya, dan aku hanya seorang menantu. dr awal aku sudah bisa mulai terbiasa dengan pilih kasih itu, tanpa rasa syirik, aku terima ikhlas menjadi seorang menantu yang tahu diri. aku terima kalau itu hanya menyangkut aku. tapi bunda, apakah wajar kalo aku ketakutan bila pilih kasih itu ternyata akan terus berjalan hingga kepda anak2 kami nanti? karena hal itu sudah terasa mulai dari sekarang.
ketika aku 4 blnan, acara berlangsung dengan sangat-sangat sederhana, sedangkan 4blnan kakak iparku skrng disiapkan dengan acara yang cukup mewah, dengan variasi makanan yang sangat dibuat2, serba ada. maaf bunda, bukan itu sbnrnya yg membuatku sakit hati, tp omongan dan smua obrolan yg terjadi ketika persiapan, yg semua datang dari keluarga besarnya, yg intinya hanya membanding2kan betapa mewahnya acara 4 blnan itu, yang seolah-olah mrka itu seperti mentertawakan acara 4 blnan ku dulu, misalnya dari hal kecil, makanan yg dibungkus untuk para tetangga yg aku gunakan dulu iu memakai sterophom, sdngkan yg kakak iparku gunakan itu menggunakan dus yang bermotif bunga, lalu mrka bilang, "wah ini jauh lebih bagus drpd sterophom, karna sterophom itu jelek dan katanya ada racunnya", pdhl mrka tau disitu ada aku. lalu mereka smua menyangkut2 tentang kemewahan acara 4 blnan dengan rezeki si jabang, apakah betul bunda, hanya karena acara 4 blnanku sederhana, lalu itu jadi sebuah tanda rezeki anakku jg sederhana? aaaah pikiranku sudah tdk karuan, rasanya ingin nangis aja. sungguh kasian anakku, blom lahir saja sudah banyak dan sering dibanding2kan dengan anak2 yg lain. mentang2 aku hanya seorang menantu, apakah harus seperti itu? pdhl aku tdk pernah bertingkah dan tdk pernah mencri mslh drmh ini, skali lg aku cukup bisa menempatkan diri untuk menjadi seorang menantu yang tau diri. tapi yg aku mau, cukuplah itu hanya kepadaku saja, jangan sangkut pautkan dengan bayiku, lahir saja belum, atau... apakah memang aku terlalu sensitif??
memang sudah rencanaku untuk segera pindah rumah setelah melahirkan, terserah suami mau lebih nurut kesiapa, aku atau ibunya yg sllu melarang kita untuk pindah dngn alasan yg ga jelas.
bunda, kalo sedang tidak hamil, aku biasanya pergi untuk mendinginkan telingaku dan menenangkan diri, tapi krn perut sdah besar, aku jd tdk bisa kmna2 dan mau tidak mau harus menelan bulat2 smua omongan yg scra mrka sadar atau tdk sadari sbnrnya sangat menyinggungku. dan ini belum selesai, belum lagi masalah vitamin yg aku konsumsi itu vitamin murahan, sdngkan yg kakak iparku konsumsi vitamin mahalan, pdhl kita konsultasi sama dokter yg sama. sering kita bareng2 chek up ke dokter, (karena memang pada dasarnya aku cukup dekat dngn kakak iparku) lalu pulang dengan mama mertua yg bertanya ttng bgaimana perkembangannya?? dan pertanyaan itu hanya terlontar kpd anaknya saja, yg aku tdk ditanyakan, pdhl kita satu rumah, pdhl dia bukan tipe mertua yg jahat.
maaf bunda curhatku ke panjangan, ini aku tulis dimana detik ketika mrka sedang mempersiapkan acara 4 blnannya, dan aku sgra bergegas mengumpat di kamar karna rasanya sangat sedih, pengen nangis.. aku bersyukur masih bisa tulis curhatanku ini kpd para bunda2 di sini.. makasih y bunda. semoga aku selalu dikuatkan, amin. salam
   
18-05-2010 15:39:35 Sedih banget dan bingung
Jumlah Posts : 28
Jumlah di-Like : 1
Aku baru aja beberapa menit yang lalu join disini padahal aku udah rajin baca artikel kehamilan dan mencari info sebanyak-banyaknya dari bunda bunda yg amat amazing dan membantu sekali... aku ga tau hrs ungkapin ke siapa...

sesungguhnya aku bingung.. ingin curhat atau bertanya... ini adalah bulan pertama aku menikah... 17 April 2010 lalu aku menikah... aku juga masih amat baru di dunia spt ini.. tapi sejak sering baca.. aku jadi mengetahui paling ga.. bbrp tanda kehamilan.. sekitar 2 minggu lalu.. aku sdh merasakan ada sesuatu yg ga biasa.. (nama nya kita sendiri.. kan paling ga tau kondisi badan kita..) aku semakin rajin cari tau.. apa aku hamil atau ga.. dan bbrp tanda kehamilan.. spt payudara membengkak, cepat pusing dan lelah... ditambah perut aku yg kencang, sedikit buncit dibawah dan seringkali terasa kram aku alami... baik di kanan bawah atau kiri... keadaan itu aku alami sekitar 2 mingguan (aku ga membatasi kegiatan) tetap beraktifitas kadang sampai kelelahan dan setiap lelah.. perut semakin kram...  sampe 15 mei lalu tiba2 aku mengalami seperti pendarahan.. aku pikir itu mens.. kecewa iya sieh.. tapi yg bikin bingung dan sedih, knp byk darah yg keluar dan menggumpal...  aku ga prnh mens spt ini... apa mungkin terjadi keguguran spontan... di janin aku yg mungkin masi berumur sekitar 2 minggu (yg bikin menyesal.. aku sama sekali ga ke dokter dan cek krn kupikir blm telat mens).. .. catatan... mens terakhir aku tgl 20 april lalu.. brarti kalau aku mens 15 mei maju 5 hari... skrg masih keluar darah.. aku yakin ini adalah mens..

sedih sekali rasanya.. ditambah lagi.. perut aku ga lagi terasa spt sebelumnya... aku mungkin lalai... ga lsg periksa ada apa.. :'((

apa aku perlu periksa ke dokter dan kasitau ada apa... lalu yg namanya keguguran spontan itu apakah setelah keguguran jadi lsg nyambung mens... aku lbh berharap aku memang menstruasi.. krn aku ga bisa maafin kecerobohan aku kalau ini bukan mens... :((

please aku mohon saran dan mungkin bunda bunda pernah ngalamin hal kyk aku.... aku bnr2 sedih dan ga tau ini knp.... atau aku trlalu excited...

makasih banyak sebelumnya,


salam kenal,
maur
   
30-10-2009 18:21:25 Haid saat hamil muda
Jumlah Posts : 26
Jumlah di-Like : 1
kayaknya yg terjadi sama conny mirip dengan saya, pada usia kehamilan saya yg sekitar 11 mingguan saya keluar darah seperti haid, sampai 3 harian. perut tidak mules seperti keguguran , dan ketika usgpun janin masih ada. setelah 3 hari darah yg keluar berupa flek coklat saja, dan hari ke 4 sudah tidak keluar lagi.
mudah-mudahan kehamilan kita semua dilancarkan yah, amin
   
Jumlah Posts : 70
Jumlah di-Like : 1

PAKAIAN DALAM UNTUK WANITA HAMIL

Tak hanya nyaman, pakaian dalam saat hamil juga harus aman, dan… tetap terlihat seksi!

Tak bisa disangkal, hampir semua bagian tubuh memang bertambah besar dan berat di saat hamil. Alhasil, pakaian dalam mesti beli baru biar pas dan nyaman.

Bra
Selama hamil, payudara Anda perlu tersangga dengan baik. Jadi, perhatikan kiat berikut:

  • pilih bra yang biasa dipakai untuk berolahraga, bra biasa tapi tanpa kawat penyangga (kawat penyangga dapat mencederai jaringan payudara yang lembut), atau bra khusus untuk kehamilan
  • sebenarnya, Anda tidak harus mengenakan bra khusus untuk kehamilan, namun pemakaian bra jenis ini dapat menyangga payudara dengan baik, sehingga terasa nyaman saat Anda bergerak
  • ada bra yang bisa dipakai sejak masa hamil hingga menyusui. Bra jenis ini memiliki “jendela” yang bisa dibuka bila Anda ingin menyusui bayi kelak. Bra ini juga memudahkan, mengingat setelah melahirkan Anda perlu pakai bra siang dan malam (terutama di minggu pertama), untuk menghindari tetesan ASI “tumpah” ke mana-mana
  • pilih yang bahan dasarnya katun, agar kulit bisa “bernapas” dengan nyaman. Sekalipun begitu, bahan elastis yang menyertainya akan membuat bra lebih lentur ketika ukurannya berubah
  • untuk payudara besar, bra yang memiliki tali bahu lebar, sehingga dapat menahan beban payudara. Selain itu, Anda pun tetap terlihat seksi
  • pastikan penyangga bra di bagian bawah cup nyaman dipakai. Jika terlalu ketat dapat memicu sakit di ulu hati. Selain itu, bra yang terlalu ketat akan menahan aliran darah seputar payudara, dan meningkatkan kemungkinan penyumbatan saluran air susu (mastitis). Memakai bra yang pas akan menghindari berbagai gangguan tersebut

Celana Dalam
Awalnya mungkin Anda masih bisa memakai celana dalam yang biasa Anda pakai. Akibat perut yang mulai membesar, terkadang akan lebih terasa nyaman bila bagian pinggangnya ditarik ke bawah hingga di bawah garis perut (bikini line). Namun, umumnya celana dalam Anda harus diganti dengan yang lebih besar setelah kehamilan memasuki usia 16 minggu.

  • pilih celana dalam berbahan dasar katun, karena memberi “ventilasi” yang baik sehingga menghambat pertumbuhan jamur. Ingat, selama hamil suhu tubuh akan meningkat dan cairan vagina juga kadang-kadang keluar, sehingga membuat ibu hamil rentan terhadap infeksi bakteri
  • perhatikan ukuran dan karet celana, jangan sampai menekan perut, pinggang atau lingkar paha
  • celana dalam yang pas, menutupi sekaligus menyangga perut dan bokong, serta tidak terlalu ketat menekan bagian selangkangan, akan sangat membantu ibu hamil yang mengalami varises (pembesaran pembuluh darah balik vena)

Sumber: http://www.ayahbunda-online.com

Semoga bermanfaat,,,

Salam kenal...
Pindri,bundana najla