SITE STATUS
Jumlah Member :
493.725 member
user online :
1319 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: penyebab mulut bayi sering berbuih

New Topic :  
27-08-2012 16:20:25 Pengobatan Tradisional Stroke
Jumlah Posts : 14
Jumlah di-Like : belum ada like
Pengobatan Tradisional Stroke

Setiap orang pasti sudah tahu yang namanya penyakit stroke,karena penyakit stroke sekarang ini sering terjadi di masyarakat kita.Untuk itu pada kesempatan yang baik ini kami akan memberikan solusi yang baik pada anda agara anda tidak terserang stroke dan yang tengah menderita stroke.Baiknya mengkonsumsi obat ini yaitu Obat Herbal Xamthone Plus.Cara Pemesanan klik disini

Sebelum mengjelaskan apa itu obat yang mujarab itu,sekilas saya akan menjelaskan apa itu yang namanya penyakit stroke,kenapa stroke dapat menyerang kita terus apa penyebab dari penyakit stroke.

Penyakit stroke adalah gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami gangguan. Akibatnya, nutrisi dan oksigen yang dbutuhkan otak tidak terpenuhi dengan baik. Penyebab stroke ada 2 macam, yaitu adanya sumbatan di pembuluh darah,dan adanya pembuluh darah yang pecah.
Gejala Stroke kadang – kadang tidak disadari oleh penderita dan menganggap itu hanya sebagai kondisi yang tidak fit saja, sebagai orang yang peduli dengan kesehatan kita hendaknya waspada terhadap perubahan sekecil apapun atas diri kita dengan konsultasi kepada dokter yang memang ahlinya. Dengan memahami gejala stroke maka kondisi yang lebih parah dapat dihindari.

Gejala awal stroke umumnya pusing, kepala serasa berputar , kemudian disusul dengan gangguan berbicara dan menggerakkan otot mulut. Gejala lainnya adalah tergangguanya sensor perasa tidak bisa merasakan apapun , seperti dicubit atau ditusuk jarum dan tubuh terasa lumpuh sebelah, serta tidak adanya gerakan refleks. Sering juga terjadi buta mendadak atau kaburnya pandangan karena suplai darah dan oksigen ke mata berkurang drastis, terganggunya sistem rasa di mulut dan otot-otot mulut sehingga sering dijumpai wajah penderita menjadi mencong, lumpuhnya otot-otot tubuh yang lain, dan terganggunya sistem memory dan emosi. Sering dijumpai penderita tidak dapat menghentikan tangisnya karena lumpuhnya kontrol otak pada sistem emosinya. Hal itu membuat penderita stroke berlaku seperti penderita penyakit kejiwaan, padahal bukan. Hal-hal seperti ini yang perlu dimengerti oleh keluarga penderita.

Penyakit ini juga dapat menimpa segala usia dari bayi sampai usia lanjut. Semakin bertambahnya usia, semakin besar kemungkinan seseorang terkena penyakit stroke. Pria dan wanita sama-sama punya resiko terkena penyakit stroke.

Dengan format SMS:
Xamthone: Jumlah Pesanan : Nama : Alamat Pengiriman: No. Hp / Telepon
Contoh untuk pemesanan 4 botol :
Xamthone: 4 botol : fahmi : Jl. Tentara pelajar No. 001 Tasikmalaya Jawa Barat : Hp. 08565812345
kirim ke 081 222 991 999 / 0853 2248 9000

   


Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10
Sekedar berbagi info aja ya Bunda-bunda sekalian  

Penggunaan empeng pada bayi masih menjadi kontroversi. Kelompok yang kontra beranggapan, empeng bisa menyebabkan serangkaian dampak kesehatan. Tidak hanya gangguan gigi dan mulut, tapi juga diare. Tidak sedikit pula yang menuduh empeng sebagai penyebab anak sulit makan dan ketidakmandirian.

Terlepas dari semua itu, ada beberapa orangtua yang merasakan manfaat positif empeng. Salah satunya Lia, sebut saja begitu. Menurut ibu satu anak ini, empeng cukup membantu anaknya yang baru berusia 4 bulan untuk tenang. "Habis dia sering rewel. Segala cara sudah dicoba tapi tak berhasil. Saya jadi sulit menemukan waktu istirahat sehingga produksi ASI berkurang. Untunglah, setelah dikasih empeng tangisannya pun berhenti."

Ia juga mengatakan, kebiasaan mengisap jari berkurang sejak anaknya kenal empeng. Meski begitu, dia mengaku membatasi penggunaan empeng. "Sebelum tidur saya akan kasih empeng, tetapi sesudah dia pulas saya mencabutnya kembali."

RAMBU-RAMBU BIJAK

Sikap bijaksana memang diperlukan dalam hal penggunaan empeng, antara lain:

* Seperti dikemukakan Spesialis anak dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Dr. Najib Advani, Sp.A (K), MMed.Paed, "Gunakan empeng hanya jika ada indikasi." Misalnya, si kecil teramat rewel meski sudah dicoba diatasi dengan berbagai cara. Empeng bisa menjadi alternatif membuat anak tenang. Namun jangan biasakan memberikan empeng setiap kali anak rewel tanpa mau tahu apa penyebab kerewelan itu sendiri. Bukankah kerewelan seorang anak bisa disebabkan berbagai faktor. Bisa karena kesepian dan ingin diajak main, kepanasan, kedinginan, tidak nyaman karena popoknya basah, atau tidak merasa aman. Siapa tahu dengan mengatasi penyebabnya, anak bisa kembali tenang tanpa empeng. Pendapat senada disampaikan pula oleh psikolog perkembangan anak, Mayke S. Tedjasaputra, MSi., dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia "Meski empeng boleh dibilang sangat berjasa menenangkan anak untuk sementara waktu, tapi jangan sampai dijadikan sebagai alat utama untuk menenangkan anak. Orangtualah yang harus lebih dulu dapat membuat anak merasa aman dan nyaman. Tentu saja dengan lebih dulu mencari penyebab mengapa anak gelisah atau sering menangis kemudian segera mencoba menanggulanginya."

* Empeng bisa menjadi teman tidur bagi bayi yang luar biasa rewel. Umumnya anak seperti ini memerlukan kondisi tenang sebelum bisa tertidur. Empeng bisa menjadi alternatif jika cara-cara lain, seperti mendongeng, mengusap-usap bagian tubuh tertentu tidak bisa membuatnya tenang. Jadi, jangan gunakan empeng jika anak tidak memiliki gangguan sebelum tidur. Yang tak kalah penting, orangtua juga mesti cepat-cepat mencopot empeng jika anak terlihat sudah tertidur pulas. Dengan demikian, dampak negatif penggunaan empeng dalam jangka waktu lama bisa dihindarkan.

* Jangan sekali-kali menggunakan empeng untuk menunda makan atau menyusu. Orangtua sedari awal sudah bisa membedakan jenis tangisan anak, apakah si kecil menangis lantaran lapar, haus atau bukan. Selain bisa membedakan jenis tangisan buah hatinya, orangtua juga tahu ha-rus tahu jadwal dan frekuensi menyusui. Segera susui atau beri makan anak jika dia memin-tanya. Jangan pernah menundanya dengan memberi empeng hanya karena pertimbangan "praktis", semisal si ibu tak mau repot. Pembiasaan seperti ini akan membuat pertumbuhan anak terganggu karena kurangnya asupan nutrisi.

* Saat melakukan berbagai aktivitas dengan anak, usahakan empeng tidak menempel di mulutnya. Dengan begitu, penggunaan empeng tidak menghambat proses stimulasi. Bersama anak, buatlah jadwal aktivitas yang teratur. Misalnya kapan anak bermain, bereksplorasi dengan lingkungannya, termasuk aktivitas mengajak anak berkomunikasi.

* Hentikan penggunaan empeng secara bertahap di usia 7 bulan sampai 1 tahun. Soalnya, selepas usia setahun, anak tidak berada dalam fase oral lagi sehingga keinginannya untuk mengisap-isap atau menggigit-gigit benda tidak sekuat usia sebelumnya. Alihkan perhatian anak pada aktivitas lain yang menyenangkan sekaligus mampu mengasah keterampilannya.

Semestinya, di usia 2 tahun anak sudah dapat berhenti mengempeng. Ia sudah bersosialisasi dengan lingkungan luarnya. Pemakaian empeng terlalu lama tentu bisa berdampak psikologis pada anak. Anak umumnya menjadi bahan ledekan teman-temannya. Tentu perla- kuan semacam itu sangat potensial membuat anak jadi rendah diri.

* Hindari pemakaian berlebihan. Dalam kesempatan terpisah, Prof. Dr. Drg. Retno Hayati, Sp.KGA dari RS Pondok Indah, Jakarta, bahkan menegaskan tidak ada manfaat yang berarti dari empeng. Ini berbeda dari botol susu yang berjasa menyuplai asupan nutrisi. Meskipun tidak sekeras jari, empeng juga bisa menyebabkan gigi tonggos jika durasi dan frekuensi penggunaannya sudah berlebihan. Artinya, semakin sering empeng digunakan, maka kemungkinan mengalami gigi tonggos akan semakin besar. Cara penggunaannya juga turut berpengaruh. Soalnya tidak sedikit bayi yang hobi menarik-narik empengnya ke atas. Cara ini dapat berpengaruh pada pertumbunan rahang, gigi, dan mulut si kecil. Penggunaan empeng hingga lebih dari usia 2 tahun juga bisa memperparah kondisi tersebut.

Oleh karenanya, hentikan secara bertahap penggunaan empeng ketika usia anak masih di bawah 2 tahun. Alasannya, rahang masih bisa melakukan koreksi dengan sendirinya sesuai dengan bentuk rahang dan posisi gigi. Namun selewat itu, kelainan bentuk rahang dan gigi sulit dikoreksi.

Mengapa? Karena saat mengi-sap empeng, rahang atas secara refleks akan maju ke depan. Sementara rahang bawah ber-gerak ke arah sebaliknya atau terdorong masuk ke mulut. Perubahan posisi gigi juga besar kemungkinannya terjadi jika anak mengempeng. Akan tetapi anggapan ini masih memerlukan pembuktian lebih lanjut lewat penelitian. Soalnya, banyak juga anak yang tidak mengalami dampak apa-apa meskipun menggunakan empeng.

Penelitian yang ada saat ini baru menyebutkan, kebiasaan mengisap jari yang berlebihan bisa mengganggu pertumbuhan rahang dan gusi. Selain itu, bentuk bibir juga berkemung-kinan mengalami perubahan karena mengikuti rahang. Bibir jadi sedikit maju ke depan. Tentu saja kondisi ini akan semakin parah bila anak memiliki "berbakat" memiliki gigi maju. Jadi, hentikan penggunaan empeng jauh-jauh hari sebelum anak merasa terganggu dengan penampilannya kelak.

TIP MEMILIH EMPENG

* Meski dapat dibeli tanpa resep dokter, konsultasikan dulu pada dokter mengenai pilihan empeng yang tepat bagi bayi Anda. Ini meliputi ukuran besar-kecilnya empeng, maupun bahan yang digunakan untuk empeng tersebut.

* Jangan pilih empeng yang terlalu kecil dan terpisah karena mudah lepas dan selanjutnya bisa tertelan bayi.

* Pilihlah empeng yang lembut dan orthodontic sehingga aman diisap bayi.

* Bersihkan secara teratur. Untuk bayi di bawah 6 bulan hendaknya sebelum dipakai empeng disterilkan terlebih dulu. Sedangkan untuk bayi di atas 6 bulan cukup disiram air panas kemudian diseka hingga bersih. Ingat, empeng yang kotor dapat menjadi tempat perkembangbiakan bibit penyakit penyebab diare.

DIBUAT UNTUK MEMUASKAN BAYI

Awalnya, empeng dibuat untuk memuaskan kebutuhan bayi (pacifier). Ini karena berdasarkan tahapan perkembangan menurut teori Sigmund Freud, di usia 0-12 bulan bayi berada dalam fase oral. Dalam fase ini bayi mencari kepuasan dengan cara mengisap-isap benda yang ada di dekatnya. Tak heran jika bayi sering terlihat asyik mengisap jari, ujung bantal, selimut, kertas, mainan dan benda apa pun yang berada dalam jangkauannya.

Kalaupun kebiasaan mengisap jari menjadi pilihan favorit, tak lain karena jari merupakan bagian tubuh yang paling dekat sekaligus mungil ukurannya sehingga amat mudah dimasukkan ke dalam mulut. Kebiasaan ini cukup merisaukan orangtua karena banyak penelitian yang mengungkapkan dampak buruk kebiasaan mengisap jari. Salah satunya adalah gangguan pembentukan gigi dan rahang. Kuatnya isapan jari membuat gigi anak terancam tonggos. Selain itu, keberadaan jari yang bisa dimasukkan ke mulut kapan dan di mana saja, membuat bayi sulit menghentikan kebiasaan ini, sehingga akhirnya sangat mungkin terbawa sampai anak memasuki usia sekolah.

Selain itu, tidak sedikit anak yang mencoba menenangkan diri dari kegelisahannya lewat mengisap jarinya. Tidak cuma itu. Di masa eksplorasi, tangan dan jari-jemarinya kerap digunakan anak untuk memegang dan meraih benda-benda di dekatnya, termasuk benda-benda yang kotor dan tidak higienis. Akibatnya, tangan si kecil potensial menjadi sumber penularan penyakit seperti diare. Jarinya pun bisa mengalami penebalan yang kerap diistilahkan kapalan gara-gara sering diisap.

Itulah sebabnya, para pakar kemudian mencoba mencarikan solusi. Salah satunya dengan membuat empeng guna memenuhi kebutuhan mengisap-isap pada bayi. Model dan bentuk empeng pun dibuat sedemikian rupa sehingga dampaknya tidak seburuk mengisap jari. Tak heran kalau empeng kemudian menjadi alat ampuh untuk menenangkan kerewelan bayi.

KIAT MELEPAS EMPENG

Menghentikan kebiasaan mengempeng seharusnya jauh lebih mudah dibandingkan menghentikan kebiasaan mengisap jari. Toh, empeng bukan bagian dari tubuh bayi. Namun, sulit atau tidaknya sangat ditentukan seberapa jauh bayi Anda memiliki ketergantungan pada empeng.

Usaha orangtua dalam mengupayakan ketekunan, kesabaran, ketegaran dan kreativitas mencari cara ternyata cukup berpengaruh. Selain itu, kedekatan hubungan orangtua­anak juga ikut menentukan keberhasilan. Anak umumnya akan lebih kooperatif dengan merespons ajakan orangtua apabila ia merasa dipenuhi kebutuhannya untuk dicintai (dikasihi) dan diperhatikan.

Tentu saja dalam hal ini karakter anak ikut bicara. Si kecil yang bertemperamen "keras kepala", tentu membutuhkan usaha ekstra dari orangtuanya. Tidak mudah memang karena orangtua harus membentuk kebiasaan baru pada anak untuk tidak menggunakan empeng.

Ada beberapa cara yang bisa dicoba, di antaranya:

* Tidak membeli empeng baru jika yang lama telah rusak.

* Aturlah penggunaan empeng menjadi semakin lama semakin jarang. Misalnya, hanya dipakai menjelang tidur dan tidak diberikan selama anak berada dalam keadaan "terjaga".

* Jika anak rewel, bujuklah dan ajaklah ia bermain atau melakukan aktivitas lain yang menyenangkan agar perhatiannya teralih dari empeng. Dengan demikian, anak mendapatkan aktivitas pengganti yang lebih mengasyikkan ketimbang mengempeng.

* Gantilah empeng dengan mainan gigitan/teether. Selain fungsinya hampir mirip dengan empeng, penggunaan mainan gigitan juga dianggap bermanfaat untuk mempercepat erupsi gigi susu.

EMPENG UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Sebagian kecil penyandang kebutuhan khusus ada yang dianjurkan menggunakan empeng. "Empeng membantu kemampuan mengisap pada bayi dan anak berkebutuhan khusus," aku Jeri Novaro Sumual, terapis dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta. Tentu saja dengan pemilihan empeng yang tepat dan frekuensi serta durasi penggunaan yang pas.

Namun, tidak semua pasien yang mengalami gangguan pengisapan bisa diatasi dengan pemberian empeng. Tergantung penyebab dan berat ringannya kasus. Bila gangguan pengisapan muncul akibat terganggunya pusat saraf, tentu saja penggunaan empeng nyaris tidak memberikan manfaat apa pun alias sia-sia. Yang pasti, penggunaan empeng untuk terapi harus dikonsultasikan dengan terapis.
   
22-07-2008 13:20:48 Sering Muntah
Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
Hallo Bunda Nabilla.....
Sebelumnya saya pengen komen dikit soal makanan putrinya ya.... hehehehe Kalo saran saya sih lebih baik bunda memberikan makanan tambahan buatan sendiri daripada beli instant. Sudah pasti kandungan gizinya jauh lebih seimbang loh bun.... Kecuali kalo Bunda mau bawa si kecil berpergian trus gak sempet masak baru deh makanan instant bisa jadi pilihan :D
Cara bikin MP-ASI gampang banget koq.... Bahkan kalo pun Bunda udah mati gaya soal resep dsb berkaitan dengan MP-ASI, silakan Bunda Nabilla bergabung dengan MILIS MP-ASI RUMAHAN dengan klik :   http://health.groups.yahoo.com/group/mpasirumahan/join       Sekarang soal bayi sering muntah.... Ini saya comot dari milis dokter umum :   http://www.mail-archive.com/dokter_umum@yahoogroups.com/msg04309.html     BAYI MUNTAH
 Permasalahan muntah memang sering dijumpai pada bayi.secara defenisi muntah(regurgitasi) adalah pengeluaran isi lambung atau esofagus secara paksa melalui mulut.adapula yang disebut gumoh yang artinya pengeluaran sedikit sisa makanan melalui mulut.Penyebab bayi muntah bisa bermacam-macam.bayi yang mengkonsumsi susu formula biasanya lebih mudah untuk muntah dibandingakan dengan bayi yang mengkonsusmsi ASI. hal ini disebabkan karena susu formula yang bahan dasarnya susu sapi mengandung lemak yang lebih tinggi dibandingkan ASI.sehingga sulit dan lebih lama dicerna oleh bayi.alergi pada susu sapi juga bisa menyebabkan muntah pada bayi.Selain itu kelainan anatomis pada saluran pencernaan bayi juga dapat menyebabkan muntah.Hal-hal berikut ini dapat dilakukan untuk mencegah muntah pada bayi :1.       cucilah tangan anda dan sterilkan botol sebelum membuat susu untuk mencegah masuknya kuman/bakteri2.       sendawakan bayi sebelum dan sesudah minun susu,dengan cara digendong tegak lurus dan disandarkan dibahu anda.tepuk pundaknya dengan halus sampai bayi bersendawa3.       berikan susu pada bayi secukupnya dan pada waktu tepat.jangan memberikan susu saat bayi sangat lapar,karena bayi cenderung untuk minum dengan terburu-buru dan dalam jumlah banyak.jarak pemberian susu formula kurang lebih 3,5-4 jam.4.       pada waktu menyusukan bayi dengan dot.usahakan nipple dot masuk seluruhnya didalam mulut bayi dengan posisi tegak lurus dengan mulut bayi.hal ini akan mengurangi masuknya udara ke perut bayi pada saat menyusu.5.       tempatkanlah bayi di ruangan yang tengang pada saat menyusu dengan posisi berbaring menggunannakan bantal yang agak tinggi.6.       biarkan bayi berbaring kurang lebih 10 menit setelah menyusu.setelah itu disendawakan.Jika cara-cara diatas telah anda terapkan namun bayi anda masih saja muntah.anda dapat mengganti susu bayi anda dengan susu formula khusus untuk regurgitasi.namanya susu ANTI REGURGITASI. Susu ini dapat anda peroleh di APOTIK yang cukup besar. Jika bayi anda Alergi dengan susu sapi, anda bisa memberinya susu formula yang berbahan dasar SOYA. susu ini lebih mudah didapat diberbagai swalayan besar.Muntah pada bayi akan hilang dengan sendirinya dengan pertambahan usia. Karena semakin besar bayi, sphinkter gastroesophaegeal nya juga semakin kuat. Biasanya setelah usia satu tahun.       Mudah-2an ngebantu ya Bun....  Salam, Erina
   


18-07-2008 16:49:33 syndrom kematian ranjang bayi
Jumlah Posts : 159
Jumlah di-Like : 3
    Sindrom ini disebut juga kematian di tempat tidur. Sindrom kematian bayi mendadak merupakan misteri bagi dunia kedokteran terhadap bayi-bayi yang baru lahir. Penyakit ini mematikan bayi yang tampak sehat, biasanya di usia antara 4 minggu sampai 7 bulan dengan sebab-sebab yang tetap tidak dapat dijelaskan meski telah dilakukan otopsi. Biasanya orang tua menidurkan anak di ranjang bayi dan kemudian menemukan bayinya meninggal dunia, sering tanpa indikasi adanya perjuangan atau tanpa gangguan apapun. Pada beberapa bayi dapat ditemukan tanda-tanda flu, tetapi gejala ini pun biasanya tidak ada. Sindrom ini terjadi sepanjang sejarah di mana saja dalam iklim apa saja.

Sindrom kematian mendadak pada bayi menyebabkan kematian pada 7.500 sampai 8.000 bayi setiap tahun di Amerika Serikat, sehingga merupakan penyebab kematian paling tinggi pada bayi. Sebagian besar kejadian ini terjadi selama musim dingin, pada keluarga miskin, dan pada bayi yang bobotnya kurang serta pada bayi yang dilahirkan oleh ibu berusia di bawah 20 tahun.

Meskipun bayi yang meninggal karena gangguan ini tampak sehat, riset menunjukkan terdapat banyak ditemukan abnormalitas yang tidak terdeteksi, seperti sistem saluran pernafasan yang prematur dan disfungsi saluran pernapasan. Pada kenyataannya, pemikiran belakangan ini menyatakan bahwa sindrom ini disebabkan oleh abnormalitas dalam pengendalian pernafasan, yang menyebabkan apnea (periode tidak bernapas yang terlalu lama) dengan hipoxemia parah (kurangnya kadar oksigen dalam jaringan) dan detak jantung yang tidak teratur. Pemberian susu melalui botol selain ASI, serta usia orang tua yang uzur tidak menyebabkan terjadinya sindrom ini.

Meskipun orang tua menemukan bayinya meninggal terjepit di sudut ranjang bayi atau terbungkus selimut di kepala, otopsi menunjukkan bahwa kesukaran bernafas bukan penyebab kematian. Meskipun ditemukan sputum dengan bercak darah pada mulut bayi atau pada sprei, otopsi menunjukkan bahwa saluran udara tetap terbuka sehingga tercekik karena menelan sesuatu bukan penyebab kematian. Biasanya, bayi korban ini tidak akan menangis dan menunjukkan tanda-tanda terganggu dalam tidurnya. Meskipun menunjukkan posisi terjepit dalam selimut beberapa saat sebelum meninggal, kematian mungkin disebabkan oleh kejang.

Gejala yang ditunjukkan bergantung pada sudah berapa lama bayi meninggal. Bayi korban akan menunjukkan tanda kebiru-biruan pada bibir dan ujung jari, atau terjadi pengumpulan darah pada tungkai dan kaki yang terlihat seperti memar. Denyut nadi dan pernafasan tidak ada, dan popok bayi akan sangat basah penuh dengan kotoran.

Diagnosis terhadap sindrom ini memerlukan otopsi untuk mengesampingkan beberapa penyebab kematian lainnya. Penemuan karakteristik histologis dalam otopsi meliputi kelenjar adrenal yang kecil atau normal, dan petechiae di atas perlukaan visceral pada pleura, pada thymus (yang membengkak) dan pada epicardium. Otopsi menunjukkan juga struktur limpa yang terpelihara dengan baik, dan beberapa karakteristik penyakit tertentu yang menunjukkan hipoxemia kronis seperti peningkatan otot polos arteri paru-paru. Pemeriksaan juga menunjukkan paru-paru yang membengkak, namun terhenti dan membesar sepenuhnya dalam rongga pleura, terdapat cairan darah dalam jantung dan dadih (bekuan darah) dalam perut berada dalam batang tenggorokan.

Bila orang tua membawa bayinya dalam ruang gawat darurat, dokter akan memutuskan apakah akan mencoba menyadarkan bayi tersebut. Dalam ‘sindrom kematian bayi mendadak yang gagal', bayi yang tidak bernafas dapat disadarkan dengan baik. Bayi yang mempunyai saudara kandung yang mengalami serangan ini harus diuji apnea pada anak-anak. Bila hasil pemeriksaan positif, maka monitor apnea di rumah sakit sangat disarankan.

Karena sebagian besar bayi tidak dapat disadarkan, maka pengobatan lebih ditujukan pada dukungan emosional bagi keluarga.

dari artikerl itu sih kayaknya para ahli aja blom bisa mastiin penyebabnya...ya mungkin kita harus lebih ati2 plus lebih care lagi jaga bayi terutama klo sedang tidur...   
   
Jumlah Posts : 327
Jumlah di-Like : belum ada like
sering" disusuin ke babynya bun. mulut bayi adalah rangsangan terbaik. pastikan bunda ga stress. terus happy dan positif thinking. sugestikan diri sendiri kl ASI SAYA BANYAK. ASI SAYA MELIMPAH
   


Jumlah Posts : 23
Jumlah di-Like : belum ada like
bun, klw bunda udh ke dokter dam diberi gentiam violet gak papa kok. krn gentian violet dapat membasmi candida albicans, penyebab jamur yg biasa ada si mulut bayi.
jangan lp baca brosur kemasan ya bun,
   
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Berbagai Pertanyaan Seputar ASI (Part I)

Posted:2012-07-12 12:39:56

Menjadi seorang Bunda terlebih lagi untuk anak pertama bisa menimbulkan kekhawatiran. Baik itu disebabkan informasi dari lingkungan luar seperti keluarga dan teman, atau pertanyaan dari dalam diri sendiri. Yang paling sering meresahkan para Bunda yakni tentang pemberian Air Susu Ibu (ASI). Pertanyaan seperti Apakah nanti ASI saya bisa keluar? Atau payudara saya kecil, bisakah saya menyusui? seringkali meresahkan Bunda yang tengah hamil. Bunda yang tengah menyusui pun tidak jarang bertanya seputar ASI. Berikut beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan Bunda pada umumnya ;

· Bagaimana kalau ASI saya tidak keluar?

Pada dasarnya tidak ada ASI yang tidak bisa keluar. Tetapi, produksi ASI tidak hanya dipengaruhi oleh fisik tetapi juga psikis. Stress dan rasa tidak percaya diri akan mempengaruhi produksi Asi. Perlu diketahui, sangat mungkin pengeluaran Asi tidak lancar di minggu pertama. Jangan lantas menyimpulkan ASI tidak keluar dan menghentikan proses menyusui. Produksi ASI bekerja berdasarkan permintaan yang artinya tidak ada permintaan tidak akan diproduksi. Berarti dapat disimpulkan, semakin sering Bunda menyusui atau memerah ASI, maka semakin banyak pula produksi ASI.

· Bisakah saya menyusui dengan kondisi payudara kecil dan puting masuk?

Bisa. Ukuran dan bentuk payudara tidak ada hubungannya dengan kemampuan untuk memproduksi ASI. Payudara kecil sekali pun tetap dapat memproduksi ASI dengan baik. Begitu juga dengan puting yang masuk, Bunda masih dapat menyusui. Yang perlu diingat adalah bahwa menyusui bukan hanya pada putingnya saja, tetapi juga bagian areola.

· Mengapa ASI saya lebih encer dari ASI teman?

Tidak perlu dikhawatirkan. Kekentalan ASI setiap Bunda memang berbeda-beda, apalagi ASI perah yang Bunda bisa lihat sendiri kumpulan lemaknya. ASI encer atau pun kental kualitasnya sama bagusnya. Bahkan ASI masih tetap bagus bila Bunda kurang nutrisi sekali pun. Namun, disarankan Bunda makan makanan yang bergizi supaya asupan nutrisi Bunda tetap tercukupi.

· Katanya menyusui sakit, benarkah?

Bila dilakukan dengan benar menyusui tidak akan menimbulkan rasa sakit. Rasa sakit yang muncul biasanya disebabkan karena puting yang luka (lecet). Untuk itu cegahlah jangan sampai terluka. Puting luka disebabkan oleh posisi menyusui (latch-on) yang tidak benar. Posisi yang benar saat menyusui adalah kepala bayi satu garis dengan tenggorokan (tidak miring), perut Bunda dan perut bayi menempel, dan mulut bayi masuk sempurna pada areola. Bila terasa nyeri berarti posisi belum tepat, ulangi lagi prosesnya sampai tidak terasa nyeri.

Masih ada beberapa pertanyaan lain yang mungkin salah satunya menjadi pertanyaan Bunda di rumah. Tunggu artikel minggu depan, Infobunda akan mengulasnya kembali.

   
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

ASI Tidak Cukup vs ASI Berlebih

Oleh AIMI

ASI Tidak Cukup

“Payudara saya lembek, tidak terasa penuh dan kencang lagi, saya khawatir ASI saya kurang”

“Si kecil menangis terus, sepertinya ASI saya sedikit. Perlukah saya berikan susu formula?”

ASI tidak cukup atau ASI yang DIPERSEPSIKAN tidak cukup adalah masalah yang paling umum ditemui pada ibu menyusui. Ada beberapa tanda bahwa ASI tidak cukup. Tanda ini dibagi dua, yaitu: Tanda PASTI dan tanda MUNGKIN.

Tanda “PASTI” ASI Tidak Cukup

Tanda “PASTI” ASI tidak cukup artinya ASI memang BENAR BENAR kurang. Hal ini ditandai dengan frekuensi BAK yang kurang (kurang dari 5-6 kali per 24 jam) dan biasanya warna urine bayi cenderung kuning pekat serta kenaikan berat badan yang kurang (misal: berat badan bayi yang baru lahir tidak kembali ke berat lahirnya dalam waktu 2 minggu setelah kelahiran atau pola peningkatan berat badannya tidak menunjukkan kurna peningkatan sesuai dengan growth chart bayi ASI dari WHO).

Penyebab ASI PASTI tidak cukup biasanya ada beberapa, antara lain: posisi dan pelekatan menyusui yang kurang efektif, menyusui yang dijadwal dan bukan sesuai dengan permintaan bayi, ataupun kelainan fisik bayi seperti tali lidah pendek (tongue tie), atau bisa juga karena kondisi ibu yang mengalami stress atau depresi berat setelah melahirkan. Apa yang harus dilakukan jika hal ini yang terjadi? Segera cari bantuan. Silakan bertemu konselor menyusui atau mengunjungi klinik laktasi atau dokter /bidan yang paham tentang manajamen laktasi.

Tanda “MUNGKIN” ASI Tidak Cukup

Tanda “MUNGKIN” ASI tidak cukup. Tanda “MUNGKIN” ini artinya adalah ASI sebetulnya cukup, tetapi ibu mendapati berbagai tanda yang dianggap merupakan tanda ASI tidak cukup. Tanda-tanda itu antara lain adalah: bayi menjadi sering menyusu, bayi sering menangis, bayi sering terbangun, bayi menyusu sangat lama, dan payudara ibu terasa lembek terus.

Yang sering menjadi masalah adalah, tanda “MUNGKIN” ASI tidak cukup. Mari kita bahas bersama-sama bahwa tanda-tanda MUNGKIN tidak selalu benar.

Pertama, menangis adalah cara bayi berkomunikasi. Bayi menangis tidak selalu karena lapar. Bisa karena kepanasan, kedinginan, lembab, ingin dipeluk, bosan atau merasa sendirian.  Untuk lengkapnya tentang berbagai kemungkinan makna tangisan bayi lihat dokumen grup tentang “Bayi Sering Menangis – Apakah Ini Tandanya ASI Tidak Cukup?”.

Bayi yang hanya mengkonsumsi ASI juga akan lebih sering bangun ketimbang bayi yang mengkonsumsi sufor. ASI mudah dicerna sehingga bayi cepat lapar dan cepat terbangun kembali. Jika diberi susu formula, bayi akan tidur lebih panjang karena susu formula sulit dicerna. Analoginya sama seperti kita yang makan banyak dan kekenyangan. Rasanya mata akan selalu mengantuk. Kasein dalam susu formula kadarnya sangat tinggi dan sulit dicerna. Kasein membentuk gumpalan seperti karet dan mengendap di usus bayi. Sekali mengkonsumsi susu formula maka kasein bisa mengendap di usus selama 7 hari ke depan.

Kedua, bayi sering sekali menyusu juga belum tentu tanda ASI tidak cukup karena sifat ASI yang sangat mudah diserap sehingga bayi akan mudah merasa lapar kembali. Apalagi bayi yang baru lahir memiliki ukuran lambung yang sangat kecil yang membuatnya cepat kenyang tetai cepat lapar kembali.

Untuk perbandingan:

Di hari pertama hingga hari ketiga, ukuran lambung bayi sebesar kelereng.

Di hari ketiga hingga ke-6, ukuran lambung bayi adalah sebesar bola bekel

Di usia satu minggu, ukuran lambung bayi adalah sebesar bola pingpong

Sejak umur satu minggu, ukuran lambung bayi akan berkembang secara bertahap dari ukuran bola pingpong hingga seukuran bola tenis.

Ketiga, payudara yang terasa lembek bukan berarti tidak ada ASI. Tapi itu tandanya produksi ASI sudha mengikuti kebutuhan bayi. Masih ingat bahwa produksi ASI mengikuti demand/kebutuhan bayi? Di awal-awal fase menyusui, payudara kita akan sering terasa penuh dan kencang karena produksi ASI sedang mencari keseimbangan dengan demand/kebutuhan bayi. Ketika demand dan produksi sudah bertemu, payudara justru akan jarang terasa penuh dan kencang.

ASI Berlebih (Hiperlaktasi)

Yang harus dipahami adalah, jangan buru2 melabel Anda mengalami hiperlaktasi. Produksi ASI yg berlebih biasanya umum terjadi di dua bulan pertama usia bayi. Itu wajar karena produksi ASI sedang mencari keseimbangan supply dan demand. Biasanya, begitu keseimbangan supply dan demand tercapai, maka tidak lagi akan terjadi produksi berlebih. Kalau untuk para ibu yang masih di fase ini, cara mengatasinya adalah dengan: perah dulu sblm menyusui langsung dan menyusui dengan posisi IMD atau posisi semi rebahan.

Tapi, kalau setelah bayi berusia dua bulan produksi msh berlebih, ada kemungkinan ibu mengalami apa yg disebut hiperlaktasi. Hiperlaktasi sebabnya bisa beragam. Bisa karena ketidakseimbangan hormon, ada yg karena banyaknya jumlah kelenjar produksi ASI.

Cara Penanganan Hiperlaktasi

Untuk mereka yg mengalami hiperlaktasi, memang harus mengakali proses menyusuinya.

Pertama, variasi posisi, dengan posisi IMD atau semi rebahan yang intinya melawan gravitasi.

Kedua, beri kompres dingin atau beri lembar kol dingin pada saat menyusui. Kompres dingin punya efek yang berseberangan dengan kompres hangat. Kalau kompres hangat bisa melancarkan aliran, kompres dingin bisa membantu memperlambat aliran.

Ketiga, metode block feeding. Hanya menyusui dari satu payudara di beberapa sesi menyusu tanpa pindah payudara. Yang sebelahnya bisa diperah kalau mulai bengkak, tidak usah sampai habis. Yang penting cukup untuk mengurangi rasa penuh dan mencegah bengkak. Terkait point ketiga tentang block feeding yang sudah jelaskan di atas, coba dulu untuk durasi 2-4 jam. Artinya dalam 2-4 jam itu hanya menyusui di payudara yang sama, meski untuk beberepa sesi menyusui. Tujuannya sebetulnya untuk menghambat produksi yang terlalu kencang sekaligus memastikan si kecil dapat hindmilk yang cukup. Jadi sampai kurang lebih 4 jam, setiap bayi minta menyusu susui dari payudara yang sama. Sementara yang satunya kalau penuh hanya boleh diperah sedikit saja, max. 1 menit cuma untuk mengurangi penuh dan bengkak. Nanti setelah 4 jam, baru pindah susui yang satunya dan lakukan hal yang sama untuk yang ini, susui dengan payudara yg sama sampai 4 jam. Kalau ternyata masih kencang juga, perpanjang sampai setengah hari.

Keempat, kalau block feeding tidak berhasil juga, masih ada cara terakhir. Sejam sebelum menyusui, perah keduanya sampai habis. Sejam kemudian baru susui bayi. Lalu terapkan metode block feeding utk bbrp jam pakai payudara yang sama utk beberapa sesi menyusui,. Setelah sebelahnya mulai penuh, baru pindah payudara.

Kelima, jika mencoba strategi pertama yg modifikasi berbagai posisi menyusui, pastikan ibu menggunakan jari ibu membentuk seperti gunting menekan areola untuk membantu membatasi aliran ASI.

Ingat bahwa bayi kita TIDAK BUTUH ASI YANG BERLEBIHAN ATAU MELIMPAH. Kita hanya butuh produksi ASI yg SESUAI DENGAN KEBUTUHAN BAYI. Hoperlaktasi bukanlah sebuah kondisi yang menyenangkan, baik bagi ibu dan bayi. Ibu dengan hiperlaktasi itu sangat rentan mastitis, sangat rentan mengalami payudara bengkak. Dan kalau manajemen menyusuinya tidak benar, bayi yg ibunya mengalami hiperlaktasi juga rentan mengalami ketidakseimbangan foremilk dan hindmilk. Bayi yang ibunya menglamai hiperlaktasi juga cenderung kesulitan menyusu, selalu rewel saat menyusu dan sering tersedak.

   
28-06-2015 12:28:24 baby gak mw bobo di kasur
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

Tanpa kita sadari, ketika melihat disekeliling kita ada perbedaan tingkat kecerdasan dan kemandirian pada anak-anak. Perbedaan tersebut bukan karena orang tua bayi kaya atau miskin, akan tetapi hal tersebut terjadi karena salah merawat dan memperlakukan anak ketika masih bayi. Jadi janganlah heran bila masa bayi yang diperlakukan mulia akan menjadi anak-anak yang tumbuh sesuai dengan harapan orang tua.

Inti dari pembentukan kecerdasan bayi dimula pada perlakuaan orang tua terhadap bayi berusia 0 – 6 bulan. Bayi pada usia tersebut selain membutuhkan pertumbuhan tubuh yang sehat, sel dan selaput otak bayi harus dapat perlakuan khusus.

Bahaya Ayunan

Indonesia memiliki tradisi mengayunkan bayi sebagai salah satu bentuk kasih sayang. Jika bayi menangis, biasanya bayi akan digendong kemudian diayun-ayunkan agar ia berhenti menangis. Tetapi tindakan ini ternyata bisa berbahaya bagi bayi itu sendiri.

Shake baby syndrom adalah salah satu bentuk kejadian yang cukup sering terjadi pada bayi tanpa kita sadari. Selain diakibatkan karena trauma, ternyata shake baby syndrom juga bisa dipicu karena mengayun-ayunkan bayi.

”Shake artinya menggoyang atau mengguncang. Shake baby syndrom merupakan kumpulan gejala yang timbul akibat melakukan gerakan menggoyang bayi terlalu keras,” ujar dr. I Gusti Ngurah Suwarba, Sp.A. dari Sub Bagian Saraf Otak Bagian SMF IKA RS Sanglah.

Lanjutnya, mengayun-ayunkan bayi dalam batas tertentu mungkin tidak apa-apa, tetapi jika sering tidur diayunan membuat bayi mengalami guncangan pada kepalanya dan akan sangat berbahaya. Efek ayunan pada bayi menurut Suwarba bisa terjadi dalam jangka pendek atau jangka panjang.

Untuk jangka pendek atau akibat yang segera terlihat adalah bayi mengalami perdarahan di mata dan otak. Tanda-tanda jika anak mengalami perdarahan pada otaknya adalah ia sering menangis dengan suara melengking dan lama.

”Ciri-ciri bayi yang mengalami pendarahan pada selaput otak dan mata, ia sering menangis dengan suara yang melengking, karena bayi mengalami sakit di kepalanya yang luar biasa, akibat dari guncangan yang didapatkan dari efek ayunan,” jelas Suwarba, sembari menambahkan kualitas ayunan yang sempit (Bahan kain) juga salah satu penyebab berkurangnya pasokan oksigen ke otak bayi, yang dapat melemahkan pertumbuhan IQ.

Perdarahan yang disebabkan oleh ayunan tidak nampak atau meninggalkan bekas dan bukti. Beda jika perdarahan karena trauma atau jatuh.

Bagaimana pun, Struktur tubuh bayi yang masih sangat lemah bila mendapatkan guncangan/ayunan yang kuat dapat menyebabkan terjadinya tarikan/rentangan antara otak dengan selaput otak yang melekat pada tulang kepala. Rentangan ini menyebabkan terjadinya robekan pembuluh darah yang menghubungkan antara otak dengan selaput otak. Gejala yang paling ringan pada bayi yang terkena sindrom tersebut adalah pendarahan di retina (selaput jala) mata dan jangka panjang dapat menyebabkan kebutaan. Pendarahan di retina tidak dapat dilihat secara klinis tetapi harus menggunakan alat oleh ahli saraf mata.

Gejala lainnya yang bersifat umum dapat dilihat antara lain muntah-muntah, penurunan kesadaraan, serta perubahan pada pupil mata. Selain itu ayunan yang kuat, dapat membuat tulang kaki, tungkai, serta lengan patah. Ini dapat terjadi karena saat mengayun bayi, yang dipegang bukan badannya melainkan kaki, lengan/ketiaknya.

Bayi tetap akan dapat tidur dengan nyenyak tanpa harus diayun dengan kuat. Karena itu adalah sifat alamiah manusia. Bila bayi telah kenyang dan tubuhnya sehat, ia pasti akan mudah untuk tidur.

Berdasarkan data kejadian di USA per tahun terjadi 1.200-1.400 kasus shake baby syndrom dengan 7-30 persen meninggal dunia, 30-50% mengalami gangguan saraf dan kecerdasan, sementara sisanya tidak memperlihatkan efek yang nyata. Untuk di Indonesia sendiri menurut Suwarba kasusnya berfluktuasi.

Pernahkan Mama mengalami kejadian seperti ini saat sedang menyusui?

1. Tiba-tiba dalam waktu beberapa hari bayi terlihat sering ingin menyusu sepanjang hari.
2. Bayi tampak selalu haus dan tidak kenyang.
3. Bayi sering ingin bangun dan menyusu di malam hari dan rewel.

Kemudian setelah mengalami hal tersebut di atas selama beberapa hari (sekitar 2-3 hari), bayi tampak tenang dan lebih sering tidur dalam waktu 1-2 hari setelahnya. Jika Mama pernah merasakan bayi menunjukkan perilaku seperti ini, bisa saja bayi Anda sedang mengalami suatu periode pertumbuhan yang dinamakan growth spurt.

Bayi akan mengalami growth spurt atau disebut juga percepatan pertumbuhan biasanya dalam 12 bulan pertama kehidupannya. Percepatan pertumbuhan di sini artinya bayi “didorong” untuk tumbuh lebih cepat dari biasanya sehingga dia membutuhkan asupan ASI lebih banyak dan tubuh Mama akan mendapatkan “natural alert” untuk memproduksi dan menyuplai ASI lebih banyak lagi sesuai kebutuhan bayi. Jadi Mama tidak perlu khawatir ASI kurang. Ingat lagi prinsip pembentukan ASI berdasarkan demand and supply process, semakin bayi menyusu lebih sering dan banyak maka semakin banyak pula ASI yang dihasilkan.

Bagaimana kita tahu bayi kita sedang mengalami growth spurt? Berikut ini adalah tanda-tandanya:

1. Bayi menyusu lebih sering dari biasanya, kadang bisa setiap jam atau setiap 30 menit sekali atau hampir nonstop.
2. Bayi lebih rewel dari biasanya, begitu rewel dan disodorkan payudara, bayi langsung mau menyusu. Mudahnya bayi lebih memilih “nempel” langsung pada Mamanya.
3. Bayi sering bangun tengah malam untuk menyusu. Bayi seakan mengerti bahwa produksi hormon prolaktin paling tinggi pada malam hari.
4. Gejala ini bisa berlangsung selama 2-3 hari, beberapa kasus ada bayi yang mengalami growth spurt sampai 1 minggu. Setelah periode growth spurt, bayi akan tidur lebih tenang dan lebih lama selama 1-2 hari, seakan-akan dia letih habis bekerja keras. Lucu ya, Ma. :)

Begitu bayi menunjukkan tanda-tanda seperti ini, suplai ASI Mama juga akan meningkat selama beberapa hari disesuaikan dengan peningkatan kebutuhan bayi. Waktu-waktu tertentu dimana bayi mungkin mengalami growth spurt yaitu selama beberapa hari pertama pasca lahir (ketika bayi sudah pulang ke rumah, pulang dari rumah bersalin), usia 7-10 hari, usia 2-3 minggu, usia 4-6 minggu, usia 3 bulan, usia 4 bulan, usia 6 bulan, usia 9 bulan atau lebih. Waktu-waktu ini tidak jadi patokan karena masing-masing bayi menunjukkan pola yang berbeda.

Jika bayi menunjukkan gejala growth spurt seperti yang sudah disebutkan di atas, bagaimana cara menanganinya? Saya akan bagi bebebrapa tips yang bisa dicoba Mama:

1. Ikuti kemauan bayi. Jika dia ingin menyusu setiap 30 menit sampai 1 jam sekali, ikuti saja karena bayi yang paling tahu seberapa banyak asupan ASI yang dia butuhkan untuk mempercepat pertumbuhannya. Ketika bayi sering menyusu, sinyal yang dicetuskan ke badan Mama untuk menghasilkan ASI juga semakin banyak. Artinya tubuh akan terus memproduksi ASI lebih banyak lagi.
2. Bayi sehat 0-6 bulan yang mengalami growth spurt tidak membutuhkan asupan lain selain ASI. Pemberian susu formula dan makanan padat hanya akan mengganggu “natural alert” atau sinyal ke tubuh Mama untuk memproduksi ASI lebih banyak lagi. Selalu tanamkan di mind-set Mama bahwa ASI akan semakin banyak karena bayi yang terus menyusu.
3. Hilangkan pikiran negatif dan kekhawatiran bahwa bayi yang terus menyusu berarti belum kenyang karena ASI-nya kurang atau ASI tidak cukup. Pikiran Mama sangat mempengaruhi proses pengeluarkan oksitosin yang tugasnya menyuplai ASI. Pikiran negatif dapat mengganggu kerja oksitosin.
4. Hindari memberlakukan jadwal menyusu pada bayi. Ini dapat membuat bayi stress dan semakin rewel. Mama juga ikut stress dan pembentukan ASI bisa terhambat.
5. Mama biasanya lebih letih ketika bayi sedang growth spurt, jangan lupa tetap makan makanan dengan gizi seimbang, banyak minum air putih, tidurlah bersama bayi ketika ia tidur.
6. Tetap perhatikan tanda bayi mendapat cukup ASI yaitu dari kenaikan berat badan bayi pada grafik pertumbuhan, frekuensi BAK minimal 6x sehari, frekuensi BAB yang sering pada awal-awal kehidupannya dan bisa menjadi jarang mulai usia 40 hari.
7. Tetap tenang dan percaya diri.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu Mama menghadapi situasi saat bayi sedang mengalami growth spurt.

Selamat menyusui. :)

   
Jumlah Posts : 178
Jumlah di-Like : belum ada like

Bun, baru lahiran? Atau sedang persiapan kelahiran bayi? Aku tadi baru baca sedikitnya ada 11 penyakit yang biasanya menyerang bayi saat baru lahir, ini beberapa di antaranya :

Sesak napas

Bayi yang sesak napas akan mengalami kesulitan saat menarik napas. Terkadang napasnya berbunyi bahkan disertai batuk. Bunda perlu waspada jika wajah bayi jadi kebiruan akibat kekurangan oksigen.

Apnea

Penyakit di mana seseorang gak bisa napas selama beberapa detik secara spontan saat tidur. Gak hanya orang dewasa, bayi yang baru lahir, khususnya bayi prematur bisa mengalami apnea.

Muntah

Bisa terjadi karena kekenyangan, terlalu banyak udara di lambung, dsb. Bunda waspada jika bayi terus-terusan muntah tanpa berhenti.

Diare

Virus penyebab diare namanya rotavirus, dan bunda perlu waspada kalau diarenya disertai darah.

Eksim susu

Ini salah satu masalah kulit paling umum ditemukan pada bayi. Banyak yang bilang ini karena ASI yang mengenai kulit di sekitar mulut bayi, jadi si bayi kena bercak merah yg disebut eksim susu itu.

Ruam popok

Penyakit yang membuat kulit bayi iritasi, biasanya ini karena jenis popoknya yang gak lembut atau pemakaian yang gak benar. Pilih popok bayi yang mengandung bahan yang lembut untuk kulit bayi misalnya merries, dan selalu ganti jika sudah penuh.

Infeksi telinga tengah

Infeksi ini menyerang salah satu bagian telinga, yaitu telinga bagian tengah atau daerah sekitar gendang telinga.

Sembelit

Sembelit bisa terjadi karena bayi kekurangan cairan atau akibat perubahan makanan dan dimulainya pemberian makanan pertama. Jadi, bunda perlu waspada jika sembelit masih terjadi sampai lebih dari satu bulan.

Penyakit kuning

Penyakit yang membuat kulit dan mata bayi berwarna kuning. Bunda perlu waspada jika penyakit kuning gak kunjung hilang. Karena biasanya hilang yah sekitar 2 minggu paling lama.

Batuk pilek

Biasanya karena virus apalagi sekarang musim nya lagi gak bagus bun. Jadi jaga kesehatan bayi yah bun. Kalau sudah terserang segera bawa ke dokter apalagi kalau si batuk pilek ini membuat kemampuan minum bayi berkurang, dan gak sembuh-sembuh lebih dari seminggu.

Infeksi saluran napas

Infeksi yang menyerang saluran napas atas pada bayi atau ISPA, gak jarang juga saluran pernapasan bawah. Infeksi ini bisa terjadi pada bayi newborn (baru lahir)

sumber : ayahbunda

   
02-06-2014 09:32:15 anak suka muntahkan susu
Jumlah Posts : 21
Jumlah di-Like : belum ada like
dok mau tanya penyebab bayi sering gumoh knapa y?solusix gmn?
   
30-04-2014 12:12:23 4 hari tidak pup
Jumlah Posts : 86
Jumlah di-Like : belum ada like
Jenis-jenis Pup yang patut dicurigai :
1. BAB seperti dempul : Feses kekurangan
bilirubin sehingga warnanya pucat. Zat
bilirubin ini yang membuat warna feses
menjadi kuning. Bila kekurangan bilirubin
warna feses akan menjadi pucat seperti
dempul. Artinya ada suatu penyakit yang
menyebabkan bilirubin bayi tidak masuk ke
dalam usus hingga tak dapat mewarnai feses.
2. BAB seperti aspal : Kemungkinan terdapat
perdarahan saluran cerna bagian atas. Warna
hitam bersumber dari hematin yang ada
dalam sel darah merah dengan asam lambung
menghasilkan warna hitam.
3. BAB dengan darah segar : Darah segar
berupa garis pada feses bayi Anda apalagi
setelah bayi kesulitan mengedan (feses
keras) dapat menjadi pertanda luka di sekitar
anus. Hal ini paling sering menjadi penyebab
pub bayi yang berdarah.
   
14-02-2014 20:57:07 mogok nge dot knp ya?
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Media Pemberian ASIP
By Aimi on Monday, 26 November 2012 at 10:18

MEDIA PEMBERIAN ASIP
1. CUP FEEDER (GELAS SLOKI)Langkah-langkah yang dilakukan jika ingin memberikan ASIP melalui gelassloki adalah:1. Gendong bayi di pangkuan dan posisikan bayi dengan kepala agak tegak,gunakan tangan untuk menopang bahu dan leher bayi.2. Gunakan gelas sloki kecil.3. Tempelkan bibir gelas sloki ke bibir bayi.4. Miringkan gelas sloki hingga ASIP menyentuh bibir bawah bayi dan biarkan bayimenyeruput seperti kucing yang sedang minum. Jangan menuangkan ASIP kemulut bayi.5. Penting untuk menjaga aliran ASIP agar bayi tetap dapat menyeruput secaraterus menerus.6. Lakukan perlahan karena bayi dan pemberi ASIP sedang sama-sama belajar.7. Coba lakukan langkah-langkah diatas berkali-kali hingga bayi dan pemberi ASIPsama-sama merasa nyaman.2. SPOON FEEDERPemberian susu melalui sendok sudah ada sejak dahulu kala, mungkin sejak botol dandot belum ditemukan karena sendok adalah peralatan yang sangat mudah ditemukan.Ketika tiba-tiba seorang ibu harus keluar rumah dan meninggalkan bayinya denganorang lain maka sendok adalah peralatan yang pasti ada di rumah.Pemberian ASIP dengan sendok pada intinya sama dengan penggunaan gelas sloki.Posisikan bayi agak tegak, kemudian tempelkan sendok yang telah diisi ASIP ke bibirbayi, biarkan mulut bayi terbuka dan sendokkan ASIP ke dalam mulut bayi. Resiko ASIPberceceran lebih banyak karena pemberi ASIP harus membawa sendok yang berisiASIP dari gelas ke bibir bayi.3. PIPET dan SPUIT FEEDER.Pipet yang digunakan adalah pipet yang terbuat dari plastik, hindari pipet yang terbuatdari kaca karena khawatir akan melukai bayi. Cara penggunaan pipet adalah masukkanujung pipet ke mulut bayi kemudian teteskan beberapa tetes ASIP, tunggu hingga bayimenelan ASIP nya kemudian ulangi lagi.Spuit yang digunakan adalah spuit ukuran besar tanpa jarum suntiknya. Isi spuit denganASIP kemudian dekatkan ujung spuit ke mulut bayi hingga mulut bayi terbuka, kemudiantuangkan sedikit-sedikit ke mulut bayi dan bayi akan menelan ASIPnya.Bentuknya hanpir seperti spuit besar hanya saja ujungnya lebar seperti ujung gelassloki. Cara pemakaiannya, isi tabungnya dengan ASIP kemudian tekan ujung tabungyang dekat mulut softcup hingga ASIP mengalir ke mulut softcupnya, kemudian samaseperti cup feeder, tempelkan ke bibir bawah bayi dan biarkan dia menyeruput, jikaASIP yang di mulut softcup sudah habis tekan kembali tabungnya hingga ASIP mengalirkembali.Yang perlu diingat ketika memberikan ASI Perah melalui media-media ini adalah:1. Berikan ketika bayi dalam keadaan tidak terlalu haus atau lapar. Karena kalau bayisudah sangat lapar maka bayi menjadi tidak sabaran dan akhirnya menangis, apalagijika bayi dan pemberi ASIP masih sama-sama belajar.2. Serahkan tugas memberi ASIP kepada orang lain selain ibu. Karena bayi memilikikecenderungan untuk mengenali sekali ibunya dan ia akan memilih untuk menyusulangsung dibanding meminum ASIP.3. Latih bayi sedini mungkin karena semakin sering latihan maka bayi akan semakin mahirmeminum ASIP dan yang memberikan ASIP juga mengetahui apa yang nyaman dantidak nyaman bagi dirinya.4. Mintalah orang yang akan memberikan ASIP mencoba semua media yang ada, cup,sendok, pipet ataupun spuit dan biarkan ia memutuskan media apa yang paling nyamanbuat dia dan bayi kita.5. Masih banyak orang yang menganggap memberikan ASIP tanpa dot adalah sesuatuyang ribet dan menyusahkan dan karena kita merasa tidak enak meninggalkan bayikita pada mereka kita akan mudah menyerah dan membiarkan bayi diberi ASIP melaluidot, pada kasus saya, saya ajak ibu saya ke klinik laktasi dan biarkan konselor laktasimenjelaskan panjang lebar mengenai keuntungan memberikan ASIP tanpa dot dan ialebih percaya (dibanding dengan anaknya sendiri yang ngomong). Dan terbukti saat inibaik ibu saya maupun si mbak yang di rumah menyatakan jauh lebih enak ketika anakterbiasa untuk minum dari gelas dari bayi, di umur 1 tahun 5 bulan ini dia sudah bisaminum menggunakan gelas apapun juga, tidak sibuk mensteril dan mencuci botol dandot.Sumber: http://aimi-asi.org/2010/10/bayi-botol-dan-dot-benarkah/
   
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
dokter ankku yg ke2 baru berumur 6bln,dr 4 bln sring bgt garuk2 kepalanya.klo lg siang kliatan seperti biang kringet di skitar kulit kpla tp klo sedang kering seperti luka yg mau sembuh.kulitnya mengering gtu.sy dah cb gnti shamponya,priksa alergi, bahkan konsul ke dokter tp g ad prubahan.sy ksian krn sdh mlai mngganggu tdrnya klo gatel.mksi dok

Dari : Cik Gu Fadhiil

Jawaban:

Dear Bunda,







Saya tidak dapat menilai keadaan yang sedang terjadi pada bayi Anda, namun  pada kulit bayi sering ditemukan eczema yaitu reaksi alergi yang timbul berupa bintik-bintik kemerahan pada kulit, Eczema dapat sembuh sendiri, namun bila telah disertai infeksi sekunder sebaiknya diobati. Keadaan lainnya yang mungkin terjadi adalah dermatitis seboroik terutama pada daerah kulit kepala, alis dan wajah. Dermatitis seboroik dapat menyerang kulit terutama bagian yang di tumbuhi oleh folikel rambut. Dermatitis seboroik suatu peradangan pada kulit terutama di daerah yang ditumbuhi oleh rambut dan daerah dengan kelenjar minyak, dapat memberikan keluhan gatal, timbul serpihan ketombe yang kerap kali dalam jumlah banyak dan tebal serta berwarna kekuningan, serta berbagai keluhan peradangan lainnya. Penyebab dari keadaan ini belum diketahui secara pasti, namun dapat ditimbulkan dari adanya masalah hormonal, kebersihan dan gizi yang buruk, ataupun produksi berlebihan dari kelenjar minyak pada kulit dan iritasi kulit.











                Untuk mencegah terjadinya dermatitis seboroik, jagalah selalu nutrisi dari asupan makanan dengan baik, selalu menjaga kebersihan tubuh dan menjaga kesehatan kulit. Penggunaan shampoo ataupun alat mandi lainnya, dapat saja menjadi pemicu dermatitis seboroik, bila ternyata terdapat alergi pada salah satu bahan-bahan tersebut. Maka itu perhatikan waktu timbulnya dermatitis seboroik serta pemakaian bahan-bahan yang mengandung kimia yang terpapar oleh tubuh. Selain makanan ataupun bahan kimia, udara yang panas juga dapat menjadi pemicu timbulnya dermatitis ini namun akan membaik setelah suhu udara kembali normal. Basuh anak anda dengan air dan wash lap ketika suhu udara menjadi tinggi dan pakaikan baju yang nyaman berbahan katun agar dapat menyerap keringat dengan baik.






   
06-01-2014 09:53:15 bayi ngorokk..
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Suaranya grok2 kali yah,bund Lhiie?Berikut penjelasannya




Si kecil kerap mengeluarkan suara grok-grok. Patutkah dikhawatirkan?  Bagian dalam tubuh manusia, asal tahu saja, selalu berlendir. Jadi memang sudah dirancang untuk terus memproduksi lendir yang berfungsi membersihkan saluran pernapasan dan menangkal infeksi kuman ataupun virus dari dalam tubuh. Nah, tubuh bayi pun memproduksi lendir. Hanya saja karena refleksnya untuk mengeluarkan lendir belum baik, akibatnya jumlah lender ?menumpuk?. Ini wajar saja selama lendir tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas bayi (seperti makan-minumnya tetap baik, tidurnya pun bisa nyenyak), tidak muntah, dan tak ada demam. Kalau begini, tak ada yang perlu dikhawatirkan.   Namun, beri perhatian jika suara grok-grok yang timbul terdengar begitu nyaring (terlebih saat bayi menangis). Bayi pun tampak sulit tidur dan aktivitasnya kerap terganggu (sulit makan dan minum, sering muntah, dan berat badan susah naik). Apalagi bila disertai hidung meler dan tersumbat, bersin-bersin, dan suhu tubuh meninggi. Ini biasanya disebabkan infeksi virus. Yang perlu diketahui, pada bayi normal bunyi grok (karena adanya lendir di saluran pernapasan) akan menghilang di saat usianya menginjak satu tahun. Nah, jika di usia itu si kecil masih mengeluarkan suara grok-grok berarti ia berpotensi sebagai pengidap asma di kemudian hari. Tanda-tanda lainnya, bayi kerap mengalami keluhan pada kulit, seperti dermatitis atopik atau eksim  PENYEBAB LENDIR BERLEBIH Yang jelas, bukan karena tenaga medis yang kurang tuntas membersihkan lendir di mulut bayi baru lahir. Berlebihnya lendir bisa karena faktor-faktor di bawah ini: Alergi yang diderita bayi (bisa dipicu udara, asap, makanan, minuman dan lainnya). Jika pencetus alergi bisa diketahui, lalu bayi dijauhkan dari faktor pencetusnya itu, biasanya jumlah lendir dalam tubuh akan berangsur-angsur berkurang dengan sendirinya. Berat badan akan kembali naik, nafsu makan-minum kembali normal, tidurnya menjadi pulas, aktivitasnya juga kembali lincah. Infeksi virus bisa diatasi dengan memperkuat sistem imunitas bayi. Caranya beri bayi banyak ASI dan banyak istirahat. Bagi bayi di atas 6 bulan yang sudah melewati ASI eksklusif, bisa diberikan cairan lain, seperti air putih, jus dan sup. Selebihnya biarkan lendir yang bertugas membawa virus dan kotoran keluar.   TIDURKAN TENGKURAP Berlebihnya lendir dapat membuat napas bayi terganggu dan membuatnya merasa tidak nyaman.    Berikut yang dapat orangtua lakukan: Mencari tahu dan menjauhkan pencetusnya. Berikan stimulasi untuk membantu bayi mengeluarkan lendir, caranya:Saat tidur posisikan kepala bayi lebih tinggi dari badan. Posisi tidur tengkurap juga baik karena posisi saluran napas jadi lebih rendah hingga lendir pun akan turun ke arah mulut. Suhu dalam ruangan bayi harus hangat. Jika bayi tidak alergi bisa diberikan penghangat tambahan seperti minyak telon atau balsem khusus bayi, yang dibalurkan di dada, leher, dan punggungnya. Baik jika setiap pagi bayi dijemur di bawah sinar matahari pukul 07.00-08.00, selama 10 menit. Letakkan bayi dalam posisi tengkurap lalu tepuk-tepuk punggungnya. Posisikan bayi miring ke kanan lalu ke kiri dan tepuk-tepuk dada sampingnya. Dengan cara ini biasanya dia akan ?muntah?, bisa juga lendir luluh lalu masuk saluran pencernaan dan terbuang lewat kotoran. Tapi ingat, lakukan cara ini sebelum bayi minum-makan apa pun.Kalau hidung si kecil tersumbat karena kentalnya lendir, berikan tetes hidung garam fisiologis atau NaCL (yang bisa dibeli di apotek-apotek). Jika tidak mempan, bayi bisa dibawa ke klinik fisioterapi untuk menjalani terapi inhalasi. Terapi ini baik meluluhkan lendir sehingga dapat dengan mudah dikeluarkan oleh tubuh dengan cara dibatukkan, dibersinkan atau lewat feses.  Penanganan sama untuk berlebihnya lendir yang disebabkan infeksi virus. Namun kondisi ini perlu diperiksakan ke dokter untuk memastikan infeksi apa yang menyerang si kecil.   MALAM HARI SALURAN NAPAS MENGECIL Bayi terkadang mengalami sulit bernapas di malam hari atau di pagi hari. Perlu diketahui, saluran pernapasan manusia pada malam hari akan mengecil. Hanya derajat mengecilnya berbeda-beda. Pada orang-orang yang tidak alergi, diameter mengecilnya saluran pernapasan tidak sampai 10%. Sedangkan yang alergi lebih dari itu. Namun tak perlu panik, karena akan reda dengan sendirinya seiring menghangatnya suhu lingkungan. sumber: www.ayahasi.org