SITE STATUS
Jumlah Member :
492.686 member
user online :
458 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: paska kelahiran

New Topic :  
Jumlah Posts : 88
Jumlah di-Like : belum ada like
alfateha... semoga ibu2 ygbditinggalkan malaikat kecilnya lebih bersabar paska kelahiran.. jd tabungan akhirat... aamiin 😢
   


03-01-2014 01:24:29 20bln blm bsa brjln dn bicara
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Deteksi Terlambat Bicara Pada Anak, Normal atau Berbahaya ?

Posted on Februari 26, 2012 by GrowUp Clinic 




Deteksi dini dan mengenali keterlambatan bicara pada anak sejak dini sangat penting. karena, kemampuan bicara dan bahasa adalah infestasi terbesar anak di masa depan untuk mencapai berbagai prestasi. Keterlambatan bicara sering dialami anak dengan berbagai penyebab. Orangtua harus mewaspadai gangguan bicara bila disebabkan karena gangguan yang berat. Namun sebaliknya jangan meremehkan gangguan keterlambatan bicara yang ringan. Pada gangguan keterlambatan bicara yang ringanpun akan membuat kualitas kemampuan anak dalam berkomunkiasi di masa depan tidak optimal. Deteksi dini keterlambatan bicara pada anak sangat penting untuk bisa segera dilakukan intervensi dan stimulasi lebih dini. 



* Bahasa adalah bentuk aturan atau sistem lambang yang digunakan anak dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya yang dilakukan untuk bertukar gagasan, pikiran dan emosi. Bahasa bisa diekspresikan melalui bicara mengacu pada simbol verbal. Selain itu bahasa dapat juga diekspresikan melalui tulisan, tanda gestural dan musik. Bahasa juga dapat mencakup aspek komunikasi nonverbal seperti gestikulasi, gestural atau pantomim.


Gestikulasi adalah ekspresi gerakan tangan dan lengan untuk menekankan makna wicara. Pantomim adalah sebuah cara komunikasi yang mengubah komunikasi verbal dengan aksi yang mencakup beberapa gestural (ekspresi gerakan yang menggunakan setiap bagian tubuh) dengan makna yang berbeda beda.


* Gangguan bicara dan bahasa adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Keterlambatan bicara adalah keluhan utama yang sering dicemaskan dan dikeluhkan orang tua kepada dokter. Gangguan ini semakin hari tampak semakin meningkat pesat. Beberapa laporan menyebutkan angka kejadian gangguan bicara dan bahasa berkisar 5 ? 10% pada anak sekolah.


* Penyebab keterlambatan bicara sangat luas dan banyak, Gangguan tersebut ada yang ringan sampai yang berat, mulai dari yang bisa membaik hingga yang sulit untuk membaik.


* Keterlambatan bicara fungsional merupakan penyebab yang sering dialami oleh sebagian anak. Keterlambatan bicara golongan ini biasanya ringan dan hanya merupakan ketidakmatangan fungsi bicara pada anak. Pada usia tertentu terutama setelah usia 2 tahun akan membaik. Bila keterlambatan bicara tersebut bukan karena proses fungsional maka gangguan tersebut haruis lebih diwaspadai karena bukan sesuatu yang ringan.


* Semakin dini mendeteksi keterlambatan bicara, maka semakin baik kemungkinan pemulihan gangguan tersebut Bila keterlambatan bicara tersebut nonfungsional maka harus cepat dilakukan stimulasi dan intervensi dapat dilakukan pada anak tersebut. Deteksi dini keterlambatan bicara harus dilakukan oleh semua individu yang terlibat dalam penanganan anak ini. Kegiatan deteksi dini ini melibatkan orang tua, keluarga, dokter kandungan yang merawat sejak kehamilan dan dokter anak yang merawat anak tersebut. Sehingga dalam deteksi dini tersebut harus bisa mengenali apakah keterlambatan bicara anak kita merupakan sesuatu yang fungsional atau yang nonfungsional.


 Faktor Resiko : Bayi dengan beberapa faktor resiko harus lebih diwaspadai dan dilakukan deteksi dini lebih cermat. Faktor resiko yang harus diwaspadai adalah 

* Bayi prematur terutama dengan kompolikasi sepsis, poerdarahan otak dan komplikasi lainnya

* Bayi berat badan lahir rendah

* Bayi dengan riwayat sering muntah (GER, diserta riwayat alergi dan hipersensitifitas makanan. Baca : Adakah hubungan keterlambatan bicara, GER (kebiasaan muntah) dan Alergi makanan )

* Bayi saat paska kelahiran dirawat di NICU dengan kuning sangat tinggi, terapi tranfusi tukar, gangguan kejang, peradarahan otak, lahir tidak menangis (asfiksia), harus lebih diwaspadai beresiko mengalami gangguan keterlambatan bicara

* Saudara mengalami gangguan pendengaran

* Infeksi kehamilan TORCH pada ibu hamil 




Deteksi Dini Gejala Keterlambatan Bicara Pada Anak : Beberapa tanda dan gejala yang harus diwaspadai bila anak mengalami keterlambatan bicara. Berbagai gejala tersebut dapat dilakukan sesuai tahapan umur anak. 

* Mendeteksi gangguan perkembangan bicara sesuai tahapan, tetapi secara umum dapat dilihat dari saat pertambahan usia kemampuan bicaranya menurun

(1) bila sebelumnya sering mengoceh kemudian mengocehnya menghilang atau

(2)Sebelumnya bisa mengucapkan kata mama dan papa kemudian menghilang harus dicermati ada masalah dalam perkembangan bicara.


* Deteksi dini lain adalah keterlambatan sesuai dengan tahapan usia sebagai berikut : 

4 ? 6 BULAN * Tidak menirukan suara yang dikeluarkan orang tuanya;* Pada usia 6 bulan belum tertawa atau berceloteh 

8 ? 10 BULAN * Usia 8 bulan tidak mengeluarkan suara yang menarik perhatian;* Usia 10 bulan, belum bereaksi ketika dipanggil namanya;* 9-10 bln, tidak memperlihatkan emosi seperti tertawa atau menangis 

12 ? 15 BULAN * 12 bulan, belum menunjukkan mimik;* 12 bulan, belum mampu mengeluarkan suara;* 12 bulan, tidak menunjukkan usaha berkomunikasi bila membutuhkan sesuatu;* 15 bulan, belum mampu memahami arti ?tidak boleh? atau ?daag?;* 15 bulan, tidak memperlihatkan 6 mimik yang berbeda;* 15 bulan, belum dapat mengucapkan 1-3 kata;

 18 ? 24 BULAN * 18 bulan, belum dapat menucapkan 6-10 kata; tidak menunjukkan ke sesuatu yang menarik perhatian;* 18-20 bulan, tidak dapat menatap mata orang lain dengan baik* 21 bulan, belum dapat mengikuti perintah sederhana;* 24 bulan, belum mampu merangkai 2 kata menjadi kalimat;* 24 bulan, tidak memahami fungsi alat rumah tangga seperti sikat gigi dan telepon;* 24 bulan, belum dapat meniru tingkah laku atau kata-kata orang lain;* 24 bulan, tidak mampu meunjukkan anggota tubuhnya bila ditanya 

30 ? 36 BULAN * 30 bulan, tidak dapat dipahami oleh anggota keluarga;* 36 bulan, tidak menggunakan kalimat sederhana, pertanyaan dan tidak dapat dipahami oleh orang lain selain anggota keluarga; 

3 ? 4 TAHUN * 3 tahun, tidak mengucapkan kalimat, tidak mengerti perintah verbal dan tidak memiliki minat bermain dengan sesamanya;* 3,5 tahun, tidak dapat menyelesaikan kata seperti ?ayah? diucapkan ?aya?;* 4 tahun, masih gagap dan tidak dapat dimengerti secara lengkap 


Bila terdapat beberapa tanda dan gejala tersebut sebaiknya orangtua harus waspada bahwa memang anak mengalami keterlambatan bicara. Langkah berikutnya adalah menentukan apakah jenis dan penyebab gangguan bicara tersebut. Dalam menentukan tahapan berikut ini memanglah tidak mudah. Secara umum jenis dan penyebab keterlambatan bicara pada anak dibedakan

 1. Keterlambatan bicara ringan dan tidak berbahaya sering disebut keterlambatan bicara fungsional).

 * Keterlambatan bicara ini biasanya disebabkan karena keterlambatan gangguan koordinasi oral motor atau gerakan mulut atau ketidakmatangan fungsi organ otak tetapi tanpa disebabkan karena kelainan di otak.

* Untuk memastikan status keterlambatan fungsional harus dengan cermat menyingkirkan gejala keterlambatan nonfungsional.

* Gejala umum keterlambatan bicara nonfungsional adalah adanya gangguan bahasa reseptif, gangguan kemampuan pemecahan masalah visuo-motor dan keterlambatan perkembangan, 


1. Keterlambatan bicara organik atau nonfungsional yang harus diwaspadai.Keterlambatan bicara jenis yang harus diwaspadai ini adalah keterlambatan bicara yang disebabkan karena gangguan organ tubuh terutama adanya kelainan di otak. Dicurigai keterlambatan bicara nonfungsional bila disertai 

* Kelainan neurologis bawaan atau didapat seperti wajah dismorfik, perawakan pendek, mikrosefali, makrosefali, tumor otak, kelumpuhan umum, infeksi otak, gangguan anatomis telinga, gangguan mata, cerebral palsi dan gangguan neurologis lainnya.

* Gangguan pendengaran (bila anak dapat mengikuti perintah, dapat bergoyang saat mendengarkan lagu, dan dapat bersenandung lagu biasanya bukan gangguan pendengaran tidak perlu harus tes BERA (tes gangguan pendengaran). tetapi bila tidak terdapat gangguan tersebut maka perlu diilakukan tes BERA.

* Gangguan kecerdasan : (bila dapat mengikuti perintah ringan, dapat melakukan gerakan dada, jabat tangan dan respon non verbal bnaik biasanaya bukan gangguan kecerdasan)

* Autis (bila kontak mata atau pandangan mata bisa melihat lawan bicara lama dan baik baik biasanya bukan gangguan autis. (baca : Deteksi dan Kenali Autis Sejak Dini : Autiskah Anak Anda ?)


* Ciri lain keterlambatan bicara nonfungsional biasanya termasuk keterlambatan yang berat. Ciri ketelambatan Bicara Berat 

* bayi tidak mau tersenyum sosial sampai 10 minggu

* tidak mengeluarkan suara sebagai jawaban pada usia 3 bulan.

* Tanda lainnya tidak ada perhatian terhadap sekitar sampai usia 8 bulan,

* tidak bicara sampai usia 15 bulan

* tidak mengucapkan 3-4 kata sampai usia 20 bulan 


Karakteristik berbagai keterlambatan BicaraDiagnosis Bahasa reseptif Bahasa ekspresif Kemampuan pemecahan masalah visuo-motor Pola perkembanganKeterlambatan fungsional normal Kurang normal Normal Hanya ekspresif yang terganggu Gangguan pendengaran Kurang normal Kurang normal normal DisosiasiRedartasi mental Kurang normal Kurang normal Kurang normal Keterlambatan global Gangguan komunikasi sentral Kurang normal Kurang normal normal Disosiasi, deviansi Kesulitan belajar normal,kurang normal Normal normal,kurang normal DisosiasiAutis Kurang normal normal,kurang normal Tampaknya normal, normal, selalu lebih baik dari bahasa Deviansi, disosiasi Mutisme elektif normal Normal normal,kurang normal 


Penanganan :

 * Bila tidak terdapat gangguan Autis, gangguan kecerdasan, gangguan pendengaran dan gangguan susunan saraf pusat lainnya maka biasanya masuk golongan keterlambatan bicara fungsional. Biasanya gangguan kelompok ini ringan dan dengan pertambahan usia atau setelah usia 2 tahun membaik dengan cepat. Biasanya gangguan ini bukan masalah karena kurang stimulasi, terlalu banyak melihat televisi karena yang terjadi adalah gangguan ekspresi atau gangguan koordinasi gerakan mulut. Hal ini terbukti bahwa dalam saudara yang sama faktor stimulasi dan melihat televisi sama tetapi anak yang satu terlambat bicara dan anak lain tidak terlambat bicara. Mungkin saja faktor tersebut hanya memperberat bukan penyebab utama. Gangguan kelompok ini sering terjadi pada penderita yang mengalami alergi dan hipersenitifitas makanan. (baca : Permasalahan Alergi Makanan atau baca : Adakah hubungan keterlambatan bicara, GER (kebiasaan muntah) dan Alergi makanan )

* Pada kelainan non fungsional atau gangguan organik di organ Susunan saraf pusat tampaknya harus segera dilakukan intervensi sejak dini lebih agresif Perlukah terapi bicara ?

 * Meski stimulasi dan intervensi sejak dini paling baik tetapi pada anak dengan gangguan keterlambatan bicara fungsional biasanya terapi bicara secara khusus belum diperlukan. Intervensi dan stimulasi untuk gerakan oral motor dapat dilakukan di rumah dengan penanganan dalam segi neuromotorik dapat melalui pencapaian tingkat kesadaran yang optimal dengan stimulasi sistem multisensoris, stimulasi kontrol gerak oral dan refleks menelan, teknik khusus untuk posisi yang baik. Penggunaan sikat gigi listrik kadang membantu msnstimulasi sensoris otot di daerah mulut. Tindakan yang tampaknya dapat membantu adalah melatih koordinasi gerakan otot mulut adalah dengan membiasakan minum dengan memakai sedotan, latihan senam gerakan otot mulut, latihan meniup balon atau harmonika.


Bila setelah usia 2-3 tahun perkembangan bicara masih belum optimal maka terapi bicara dan terapi sensori integration dapat segera dilakukan
   
17-09-2013 08:58:48 Kelahiran Pada Bulan Mei 2014
Jumlah Posts : 201
Jumlah di-Like : 2
bunda siwi aryani ratu rahmi@ Keluarnya flek (spotting, cirinya adalah darah hanya berupa tetesan, bahkan tidak memenuhi panty liner) pada trimester pertama kehamilan cukup banyak dialami oleh wanita, dan sekitar 50 % diantaranya tidak menunjukkan adanya masalah yang berarti pada kehamilan. Beberapa penyebab yang ringan adalah spotting paska hubungan suami istri, infeksi di sekitar organ kewanitaan, atau masalah lain yang tidak membahayakan janin.

Meski demikian, masalah lain yang lebih serius adalah abortus iminens (proses aborsi alami tengah terjadi), kehamilan ektopik (kehamilan diluar rahim, misalnya di tuba fallopii), dan kehamilan mola/?hamil anggur?. Tandanya adalah pendarahan (darah yang keluar lebih banyak dari spotting), nyeri kram di perut bagian bawah, dan pada abortus bisa saja disertai keluarnya jaringan kehamilan. Pada usia kehamilan 0-20 minggu, pendarahan berpeluang menyebabkan keguguran dan bukan kelahiran prematur (karena pada usia tersebut dipastikan janin belum bisa bertahan hidup diluar rahim ibunya).
   


02-06-2010 11:58:35 mo tanya ini dan itu ;-)
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
soal ketakutan melahirkan
cara menghilangkannya adalah dengan memikirkan
bayinya nanti keluar dengan sehat, bisa kita cium dan peluk.
melihat dia tumbuh, melihat dia menangis...
jadi jangan mikir nanti lahiran gimana ya????
bawa santai aja...
ikhlas dijalani (*mbak pasti ngerti ini)
insyaAllah semuanya lancar.

tentang ambeien, kemungkinan hal itu terjadi apabila proses melahirkan normal sobek sampai pada (maaf) pantat, jadi jahitan pasti lebih banyak.
dan ibu setelah melahirkan justru lebih banyak yang takut BAB
padahal gag perlu takut, jahitannya gag bakal lepas kok.
agar sobek tdk melebar ketika lahiran (mengenjan)
jangan mengangkat (maaf) pantat biarkan saja menempel di ranjang bersalin
(*pengalaman pribadi)

Baby blues syndrom, adalah gangguan emosi ringan terjadi dalam kurun waktu 2 minggu setelah ibu melahirkan. Ada pula yang menyebutnya dengan istilah lain seperti maternity blues atau post partum blues. Sesuai dengan istilahnya – blues – yang berarti keadaan tertekan, sindroma ini ditandai dengan gejala-gejala gangguan emosi seperti sering menangis atau mudah bersikap berang.

Munculnya berbagai gejala ini menurut dr. Irawati Sp.Kj dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah ketidaksiapan ibu menghadapi kelahiran bayinya. Ada ibu yang tidak menyadari kalau kelahiran seorang bayi selalu disertai dengan peningkatan tanggung jawab. “Kesulitan menyusui misalnya, bisa membuat ibu jadi tertekan,” kata dr. Irawati Sp.Kj lagi.

Ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan di bawah normal cenderung 3.64 kali berpeluang lebih besar mengalami baby blues dibandingkan dengan ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan normal.

Faktor pencetus lain yang tidak kalah serius adalah sikap ibu dalam memandang dan menghadapi persalinan. Seringkali seorang ibu berharap bayi yang baru lahir akan tidur nyenyak di malam hari. Siapa sangka sang bayi justru ‘menjadi teroris di tengah malam’ dengan tangisannya yang tak kunjung usai.

Baby blues juga sangat mungkin terjadi oleh para ibu yang pernah mengalami trauma melahirkan atau mengalami kejadian yang sangat menyedihkan selama mengandung. Brooke Shields, misalnya, kehilangan ayahnya saat sedang mengandung. Ibu yang mengalami depresi saat mengandung, atau pernah mengalami depresi sebelumnya lebih harus mendapatkan perhatian khusus karena memiliki peluang besar untuk mengalami baby blues.

Selain dipicu oleh faktor-faktor yang sifatnya kejiwaan, perubahan hormon di turut mempengaruhi kestabilan emosi. Selama hamil hormon (estrogen dan progresteron) akan mengalami peningkatan. Hormon-hormon ini akan menurun tajam dalam tempo 72 jam setelah melahirkan. “Bisa dibayangkan apa yang terjadi kalau kondisi hormon yang sudah stabil selama 9 bulan mendadak berubah drastis,” kata dr. Arju Anita SpOG dari RSIA Hermina.

Walau terdengar begitu mencemaskan, para orang tua baru sebenarnya tak perlu cemas dalam mengalami baby blues syndrome. Singkatnya kurun waktu dan sifatnya yang temporer membuat baby blues akan akan ‘sembuh’ dengan sendirinya tanpa perlu ditangani dengan terapi hormonal. Pertolongan yang paling tepat menurut dr. Arju Anita adalah terapi psikologis. Dukungan moral dari lingkungan sekitarnya juga berperan penting di dalam membantu ibu dalam mengatasi sindroma ini.

Depresi pasca persalinan

Kewaspadaan harus lebih ditingkatkan ketika gangguan emosi yang dialami tak kunjung hilang setelah 2 minggu. Kemungkinan terbesar, ibu mengalami depresi pasca persalinan atau post partum depression (PPD). Layaknya depresi-depresi lainnya, depresi paska persalinan harus ditangani secara serius secara psikis oleh psikiater atau psikolog. “Membiarkan ibu terbenam dalam depresi akan mengakibatkan dampak negatif. Tidak hanya untuk si ibu tetapi juga si bayi, karena PPD bisa terus berlanjut selama 2 tahun,” kata dr. Irawati.

Berbeda dengan ketika mengalami baby blues syndrome, para penderita PPD biasanya dilanda rasa putus asa yang sangat berat. Seringkali mereka merasa ingin bunuh diri atau mencelakai bayinya. Satu kejadian paling menghebohkan yang sempat mengguncang masyarakat di Amerika Serikat adalah kasus pembunuhan 2 anak oleh ibu kandungnya, Tonya Vasilev. Tonya membunuh anaknya karena menderita depresi berat. Sebelum kejadian ini ia memang sudah mengalami beberapa kali depresi yang menjadi semakin parah setiap kali habis bersalin.

Dalam kadar yang lebih ‘ringan’ sekalipun PPD akan menimbulkan dampak buruk kepada seluruh anggota keluarga. Bayangkan bagaimana jika istri menarik diri dan menolak berinteraksi dengan suaminya. Depresi bisa membuat ibu menolak menyusui dan mengurus bayinya. Kesehatan fisik dan psikis si bayi pastilah akan terganggu.

Walau telah mendapatkan pertolongan yang menyeluruh dari ahli medis, penanganan post partum depression tidak akan sempurna tanpa dukungan dari keluarga. Para suami bisa memulai dari hal-hal yang kecil. Misalnya menanyakan kabar istrinya, atau mencarikan orang yang dapat membantunya mengurus rumah dan bayi. Dukungan sosial yang positif terbukti dapat membantu ibu melepaskan diri dari jerat depresi pasca persalinan. Untuk urusan yang satu ini barangkali kita perlu belajar pada orang Jawa yang mengenal tradisi ‘memanjakan’ ibu yang baru melahirkan selama 40 hari setelah persalinan.

semoga membantu

salam

putri a.k.a zach mom's

   
02-01-2010 11:01:22 cecar atw normal yah??????
Jumlah Posts : 71
Jumlah di-Like : belum ada like
mau berbagi kabar gembira nih bun.....
saya sebelumnya operasi caesar karena bayi kembar dan kepala bayi pertama ga pas di lubang keluar :) kata dokternya....
9 bulan kemudian saya hamil lagi, setelah konsultasi dengan dokter saya diponis kembali caesar mengingat jarak kelahiran pertama masih terlalu dekat... dan sangat berbahaya klo maksa mu normal. lalu saya berkonsultasi dengan beberapa dokter dan akhirnya saya menemukan dokter yang mau membantu saya melahirkan normal tapi dengan beberapa sarat yaitu posisi bayi bagus kepala dibawah, air ketuban juga dipantai,serta yang paling penting adalah ketebalan bekas jahitan harus lebih dari 1 cm, itu diperiksa pada minggu2 terakhir.dan alhamdulillah semuanya bagus dan akhirnya saya dapat melahirkan normal dengan bantuan vakum karena saya sudah tidak kuat mengejan 16 desembeer yg lalu. dan alhamdulillah saya dan bayi saya selamat.....

untuk para bunda yang mu mencoba melahirkan nornal...ayo jangan menyerah...dan mudah2an menemukan dokter yang mau membantu melahirkan normal ya....

dan proses penyenbuhan paska melahirkannya juga ternyata jauh lebih cepat klo normal dari pada caesar...

selamat berusaha bunda...semangat..!!!
   


Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Topik ini membahas tentang kelahiran yang diperkirakan pada bulan Oktober 2018.
Jika Bunda memiliki HPL(Hari Perkiraan Lahir) yang sama, silahkan Bunda berbagi cerita tentang pengalaman seputar kehamilan, dan kegiatan-kegiatan pada saat kehamilan.
   
Jumlah Posts : 11
Jumlah di-Like : belum ada like
januari udah mau abis nih bunda 😂😂. pasti bunda2 disini pd deg2an termasuk sy menanti kelahiran baby semoga kita semua yg akan melahirkan di bln febuari diberi kelancaran. bayi sehat dan ibunya cepat pulih... amin....
   
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
hpl saya 15 maret,tp pengalaman dua anak yg sdh semua maju 1 bulan dari tgl nya...smh yg ke tiga kni sm sprt ka²knya kelahiran normal tnp jahitan,mmng berat badan anak² sy g trll besar,yg pertama 3kg,yg kedua 2,4..dan panggul sy bedar,krn trmsk orng yg tinggi badannya,ktk mulai ngeden,ikutin aja ap yg di srh bidan,jngn angkat panggul,dan jngn trll bnyk teriak krn akan menghabiskan tenaga..
   
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Topik ini membahas tentang kelahiran yang diperkirakan pada bulan September 2018.
Jika Bunda memiliki HPL(Hari Perkiraan Lahir) yang sama, silahkan Bunda berbagi cerita tentang pengalaman seputar kehamilan, dan kegiatan-kegiatan pada saat kehamilan.
   
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
selamat malam bunda semua.. perkenalkan saya putri. ini kehamilan pertama saya 😊😊 . seneng banget bisa merasakan rasanya jadi seorang calon ibu yg menunggu kelahiran calon anaknya.. in sya allah saya HPL 9 april 2018. semoga kita semua dilancarkan yaaa seluruh prosesnya hingga melahirkan. Aammiin.. kalo mau minta di invite ke grup wa gmn yaa caranya?