SITE STATUS
Jumlah Member :
492.627 member
user online :
1462 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: panas kepala anak tapi badan tidak

New Topic :  
14-10-2014 11:41:33 susu pregestimil
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
jual susu pregestimil. ada 7 kaleng stock buat anak. tapi sudah tidak minum susu ini lagi.. harga Rp. 200.000- nego.. untuk daerah banten bisa cod.. hubungi 087772501756
   


Jumlah Posts : 51
Jumlah di-Like : belum ada like
Dear Dr tanti, saya mau nanya nih dok, anak saya umur 21 bulan laki" .. umur 7bulan sudah kena campak , panas tinggi selama 3hari setelah panas turun baru keluar ruam merah awal dimuka lalu keseluruh badan dan sembuh dalam waktu 1minggu setelah minum obat dr dokter .. sekarang anak saya 21 bulan, 3minggu yang lalu anak saya ke klinik karna panas tinggi sampai 39° dan batuk pilek namun 3hari minum obat dr dokter klinik tidak sembuh juga .. lalu ke dokter lain dan disuruh periksa darah tetapi hanya hb bya saja yg rendah hb nya hanya 6 , dikasih obat panas pilek batuk dan antibiotik setelah minun obat dan keesokan harinya langsung sembuh tapi 2minggu kemudian anak saya panas lagi sampai 39.5° saya kedokter yang sama dan dicek darah lagi semua normal hanya dikasih obat panas batuk pilek saja, saya mengeluhkan ada ruam dipipinya dokternya blg hanya alergi .. setelah saya pulang sampai rumah, dimuka anak saya keluar ruam dan bintik merah banyak dr kepala sampai leher.. yang saya mau tanyakan dok 1. apakah kalau sudah terkena campak kemungkinan bisa kena lagi , padahal sudah imunisasi campak 2.yang sekarang anak saya alami tidak seperti campak pertama , campak pertama keluar setelah panas tingginya turun dalam 3hari baru keluar bintik merah yang sekarang bintik merah/ruam merah disekitar muka berbarengan dengan panasnya mohon infonya dok, terimakasih
   
26-11-2015 14:47:18 camapk atau virus roseola
Jumlah Posts : 51
Jumlah di-Like : belum ada like
Dear Dr tanti, saya mau nanya nih dok, anak saya umur 21 bulan laki" .. umur 7bulan sudah kena virus roseola , panas tinggi selama 3hari setelah panas turun baru keluar ruam merah awal dimuka lalu keseluruh badan dan sembuh dalam waktu 1minggu setelah minum obat dr dokter tetapi dokter anakku menginfokan itu bukan campak hanya virus roseola .. sekarang anak saya 21 bulan, 3minggu yang lalu anak saya ke klinik karna panas tinggi sampai 39° dan batuk pilek namun 3hari minum obat dr dokter klinik tidak sembuh juga .. lalu ke dokter lain dan disuruh periksa darah tetapi hanya hb bya saja yg rendah hb nya hanya 6 , dikasih obat panas pilek batuk dan antibiotik setelah minun obat dan keesokan harinya langsung sembuh tapi 2minggu kemudian anak saya panas lagi sampai 39.5° saya kedokter yang sama dan dicek darah lagi semua normal hanya dikasih obat panas batuk pilek saja, saya mengeluhkan ada ruam dipipinya dokternya blg hanya alergi .. setelah saya pulang sampai rumah, dimuka anak saya keluar ruam dan bintik merah banyak dr kepala sampai leher.. yang saya mau tanyakan dok 1. apakah perbedaan virus roseola dan rubeola/campak german dan tampek/campak 2. apakah kalau sudah terkena virus roseola kemungkinan bisa kena lagi , padahal sudah imunisasi campak 3.yang sekarang anak saya alami tidak seperti terkena virus roseola pertama , pertama panas tinggi 3 hari setelah panasnya turun dalam 3hari baru keluar bintik merah yang sekarang bintik merah/ruam merah disekitar muka berbarengan dengan panasnya mohon infonya dok, terimakasih
   


24-02-2014 04:16:10 Just Share,bunda :)
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like

COMMON PROBLEM PADA ANAK

Selama ini banyak dari kita menjadi orangtua berdasar ilmu "KATANYA", baik dalam masalah kesehatan anak, parenting maupun psikologi anak. Memang tidak ada sekolah untuk menjadi orangtua, kita harus aktif untuk belajar dari semua sumber yang dapat dipercaya, dari buku,seminar,internet maupun berdiskusi langsung dengan ahlinya. Kadang kala kita lebih percaya pada orangtua kita karena beliau lebih berpengalaman, tetapi dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada beliau,kita tetap harus mencari informasi tambahan karena ilmu pengetahuan selalu berkembang.

Seperti kita tahu, common problem pada anak atau yang jadi langganan sakitnya anak tidak jauh2 dari demam,batuk,pilek,diare,muntah & konstipasi. Tetapi yang sering luput dari perhatian,bahwa itu semua bukan penyakit,tetapi ALARM, gejala suatu penyakit, maka akan lebih bijak jika kita lakukan observasi untuk mencari penyebab sakitnya dan BUKAN mengobati gejala penyakitnya.

Demam umumnya tidak berbahaya,yg hrs kita lakukan dicari penyebabnya. Jika demam disertai meler,batuk,rewel,lesu,tinja lembek biasanya mrpk gelaja FLU. Demam dg mual,muntah,diare kemungkinan Gastroentritis. Demam disertai rewel & anak suka tarik2 telinga,mungkin infeksi telinga atau tumbuh gigi. Demam & sakit saat berkemih,mengarah ke Infeksi Saluran Kencing. Demam,>3th,sakit saat menelan,mengarah pada radang tenggorokan. Demam >38,5C,batuk,dahak byk & SESAK NAPAS ada kemungkinan Pneumonia. Demam,sakit kepala hebat,sakit hebat,muntah & kaku bulu kuduk,mengarah ke Meningitis.

Yang penting harus diamati perilaku anak & dijaga agar tidak dehidrasi.Anak harus byk diberi asupan cairan (air,sup,jus buah bahkan es krim juga boleh kok selama anak tidak alergi dingin toh ditenggorokan es akan lumer & menyesuaikan suhu tubuh), kompres dengan air hangat atau bisa juga diajak berendam air hangat. Jika suhu sudah diatas 38,3C & anak merasa tidak nyaman,boleh diberikan obat demam. Tapi jika behavior anak masih baik,masih lari2 & bermain,pemberian obat demam bisa ditunda karena sebenarnya obat demam hanya menurunkan demam bbrp strip saja & lbh mrpk pain killer utk memberi rasa nyama pada anak. Selama penyebabnya masih ada, suhu badan masih mungkin utk naik lagi. Suhu tinggi ini juga diperlukan utk membunuh virus lho,karena virus berkembang baik disuhu tidak tinggi.

Batuk & pilek sebenarnya tidak ada obatnya,akan sembuh sendiri dengan daya tahan tubuh yg baik. Batuk sebenarnya adalah mekanisme pertahanan tubuh utk mengeluarkan sesuatu yg mengganggu saluran pernafasan.Obat batuk yg beredar dipasaran sebagian besar tidak akan memulihkan anak lebih cepat.  WHO scr tegas menyatakan bahwa batuk pada anak tdk diredakan dgn obat,melainkan dg cara yg aman & nyaman.Reflek batuk ini tidak boleh dihilangkan krn dpt membuat dahak terkumpul & menyumbat jalan nafas. Yg bisa kita lakukan adalah mengurangi produksi lendir dgn banyak minum yg hangat,bantal agak tinggi,jangan ada asap rokok & diusahakan agar ruangan lembab (bs dg menaruh ember diisi air panas mendidih dikamar),& jangan gunakan Antibiotik.

Orangtua kdg menganggap anak meler sbg flu,pdhl bisa infeksi virus,alergi,kedinginan. Tidak ada cara atau obat utk membunuh infeksi virus flu. Daya tahan tubuh anak thd infeksi virus flu akan meningkat sejalan dgn waktu.

Jika batuk & pilek yang tidak kunjung sembuh, perlu dicermati adanya alergi atau virus yg pingpong.

Diare jg bukan penyakit melainkan ALARM, shg kita hrs mencari penyebabnya & bukan menghentikan diarenya. Sebagian besar disebabkan oleh virus shg bisa sembuh sendiri /self-limited disease, & tujuan terapi adalah untuk mencegah dehidrasi bukan utk menstop Diare. Diare bisa disebabkan oleh Infeksi (Virus-->paling srg pada anak, bakteri & parasit), keracunan makanan,efek samping obat terutama antibiotika yg tdk rasional,gangguan proses pencernaan, alergi bahan makanan tertentu (alergi susu/intoleransi laktosa)

Muntah jg merupakan ALARM, bisa disebabkan infeksi virus (Gastroentritis),makan terlalu banyak,stres,over excited,mabuk perjalanan. Baik muntah maupun diare yg harus kita perhatikan adalah asupan cairan utk mencegah dehidrasi.

Konstipasi biasanya disebabkan oleh makanan kurang serat-banyak lemak,kurang cairan/minum,peralihan makanan lunak ke padat, peralihan ASI ke susu non ASI.  Tapi bisa juga krn kebiasaan & kondisi psikologis spt kebiasaan menahan BAB krn enggan menggunakan toilet umum, kondisi medis spt dehidrasi,lama berbaring,susah makan,luka pada anus atau krn efek samping obat2an. Untuk mengatasinya dgn makan seimbang & teratur,cukup kebutuhan serat,cukup kebutuhan cairan & ajari anak utk tidak menahan BAB.

Belajar menjadi orangtua terutama utk lebih rasional dalam penggunaan obat pada anak2 memang sulit,bahkan biasanya ujian akan datang dr orang2 terkasih disekitar yg memperhatikan kita. Tapi saat saya bimbang, akankah anakku akan kuberi obat ini,padahal sudah jelas2 penyebabnya virus yg akan sembuh sendiri tanpa obat ( walaupun waktunya lama), yg saya lakukan adalah membaca ulang side effect dari obat,jika kurang mantap browsing dulu www.drugs.com sehingga saya akan berpikir ulang dengan efek samping seperti itu akankah saya tega " membeli kenyamanan sesaat". Saya tidak Anti Obat, hanya berusaha lebih rasional dalam penggunaan obat apalagi antibiotik jika tidak perlu benar.

Menjadikan dokter sebagai partner untuk berkonsultasi juga sesuatu yg penting & tidak menjadikan mereka "tukang obat". Setidaknya jika ke dokter,setelah menceritakan semua gejalanya saya akan bertanya "diagnosanya apa ya dok?" dan bukan "obatnya apa?"

   
30-05-2011 12:10:25 campak pada anak
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
hi dok, mau tanya.. yang byk org bilang tampek itu bgmn ya?? kt org anak saya tampek, timbul bercak2 merah di wajah, leher, dada dan perut.. 3 hr sblmnya panas naik turun, dan sehari sblm timbul becak, anak saya mual dan muntah2.. nafsu makan kurang tapi BAB lancar sprti biasa.. tp skg terlihat lemas.. obat yg sdh saya berikan adalah sanmol drop, dan terakhir saya prnh berikan nipe drop krna sempat pilek, skg sdh tdk panas.. hanya keluar bercak2 merah dan terlihat lemas.. mohon info nya ya dok??

Dari : desyrosa

Jawaban:

Dear Bunda,

Pada penyakit campak (measles, rubeola) ditularkan oleh virus (biasanya jenis Paramyxovirus). Tanda awal terjadi setelah masa inkubasi (masa setelah terpaparnya virus, masa inkubasi pada penyakit ini adalah sekitar 8-12 hari setelah terpapar/tertular). Tanda awal berupa demam, nyeri otot, mata merah, batuk, pilek, lemah lesu. Warna dan bercak kemerahan pada kulit akan muncul sekitar 3-5 hari setelah tanda-tanda awal tersebut. Bercak merah tersebut dapat bertahan 4 sampai 7 hari, di mulai pada daerah kepala sampai ke badan bagian bawah dan menghilang mulai dari kepala lalu badan bagian bawah. Pengobatan pada penyakit ini adalah dengan meringankan gejala yang timbul seperti demam, gatal pada bercak kemerahan dan istirahat untuk mengatasi kelelahan dan pemulihan kesehatannya. Karena penyakit ini disebabkan oleh virus, maka akan sembuh sendiri dan tidak memerlukan antibiotik bila tidak ditemui adanya infeksi sekunder yang di sebabkan oleh bakteri. Demikian jawaban saya semoga dapat membantu anda.
   


Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
Waduh, kebetulan saya lagi iseng nge-browsing internet dan nyari2 apa ada yang tau tentang yayasan siwi asih dan suster bernama Nining.

Saya sempet ambil suster di Yayasan Siwi Asih, Depok. Tadinya dapet no. tlp yang di Pamulang, tapi di sana lagi kosong waktu itu dan saya dikasih no tlp Yay. Siwi Asih (YSA).

Sebenernya sih tidak ada masalah. Waktu itu tanggal 29 Nov 2008, saya balik dari rmh mama dengan bayi saya yang baru berumur 1 bulan kurang 3 hari. Suami saya ngejemput saya dengan mertua dan suster yang baru diambil dari YSA. Nama susternya: Suster Sarijah, kami manggilnya suster Sari. Orangnya baik, kerjanya agak lama tapi secara keseluruhan dia baik. Sempat ada selisih pendapat dengan mertua saya, tapi setelah saya telpon ibu Kris si pemilik YSA, selisih pendapat tersebut bisa diselesaikan secara damai. Tapi sayang, si suster Sari harus berhenti kerja karena saudara iparnya yang mengasuh anaknya yang berusia 7 tahun ternyata juga lagi hamil, jadi ia harus mengurus anaknya sendiri.

Saya telpon ibu Kris, dan dengan pengertian ibu Kris bilang, iya tidak apa2, diganti aja, ia tidak memotong jatah tukar saya (2x tukar dalam 4 bulan). karena suster sari berhenti bukan karena tidak betah dan bukan karena ketidakcocokan.

Penggantinya datang, namanya (ngakunya: Laningsih), dipanggilnya: Nining, umurnya 29 tahun dan belum menikah.

Hati-hati dengannya. Semula saya terpesona dengan kelembutannya. Suaranya sedikit manja tapi lembut. Waktu itu saya masih cuti, jadi masih di rumah aja, si Nining hobi banget nongkrong di kamar saya sambil ngajak ngobrol. Sebenernya sih saya pengen baca novel, tapi ya ngobrol jg gak apa2 karena keliatannya dia baik. Kadang-kadang saya juga sambil membuka laptop mengerjakan pekerjaan kantor yang bisa dikerjakan di rumah.

Dia sempet cerita macem2, katanya dulu waktu SMU dia sempet ditawarin jadi fotomodel tapi dia tidak mau (tau ya bener apa kagak, tinggi sih, setingi saya, tapi... ya... cantik atau tidaknya seseorang relatif sihh yaaa..). Terus dia sempet minta diajarin pake komputer... nah lho, saya binun, kok suster mau belajar kmptr? Saya bilang aja, percuma belajar kmptr kl kg punya, nanti kl punya jg bisa sendiri (masa saya mau bilang ngapain suster belajar komputer?)

Dia sempet cerita dia berenti kerja di tempat yg sebelumnya krn kagak tahan, adik bos nya centil banget, suka ngisengin dia. Bisikin omongan macem-macem, apalagi kl dia lagi sendirian. Katanya sih adik bosnya itu naksir dia tapi dia sebel karena dia pernah denger si cowok itu bilang ke temen2nya kl Nining yang naksir dia.

Waktu itu sih saya iyaaaa aja. Malah saya sempet percaya dan berprasangka ke suster sari karena si Nining sempet cerita katanya si suster sari ngomong ke dia dulu waktu kerja di rumah saya kl mau pulang naek angkot, padahal kenyataannya yang pertama dianterin suami saya sampe tempat bus dan yang kedua dianterin pegawai suami saya sampe ke rumahnya di depok.

Saya sempet tugas keluar kota dan meninggalkan anak saya di rumah (bersama papa dan kakek neneknya). Waktu itu sempet kepotong liburan 1 hari (imlek) dan sekeluarga harus pergi silahturahmi ke keluarga yang lebih tua, karena rumah kami toko dan pegawai pun sedang libur, papa nya disuruh jaga rumah bersama anak saya dan si suster Nining.

Saya sebenarnya tidak suka dengan pengaturan seperti itu, tapi saya percaya 100% dengan suami saya, Tapi sejak saat itu si Nining berubah kelakuan. Setelah saya pulang ke rumah, kalau saya bilang begini atau begitu, dia selalu bilang tapi kata bapak begono, bu. Si nining jg sempet ngerusakin ASI saya (saya ninggalin ASI beku dan ASI dingin di kulkas), 240 cc lho. saya udah nanya ke suster RSB tempat saya melahirkan, katanya kalau sewakyu dinginnya agak kental dikit tidak apa2, emang kadang ada ASI yang seperti itu, manasinnya aja yang ati-ati (jangan terlau panas tapi juga jangan dengan air dingin, cukup direndem di aer yang kalau ketetesan katanya "ADUH" tapi kagak melepuh).
Si nining tetep ngotot, katanya dari dingin aja udah rusak, gitu dipanasin (direndem di air anget) jadi kuning dan berbusa. Malah waktu dia telpon saya ke kantor, dia bilang saya tunjukin ke bapak ya, bu, saya bilang buat apaan, simpen aja di kulkas biar entar sore saya liat sendiri, bapak mana ngerti.

Waktu saya keluar kota itu, anak saya kan minum susu formula karena stok ASI udah abis, ternyata suaranya jadi serak banget. Saya cuma bilang harusnya setelah minum susu diminumin air putih. Nining bilang, tapi bu kan waktu bikin susu juga udah ada airnya, jadi kagak usah minum air putih lagi gak apa-apa, di tempat kerjanya yang dulu juga waktu ke dokter katanya kg usah minumin air putih lagi krn di susunya kan udah ada airnya. Ihhhh... sebel deh, saya kan kagak tau bosnya yg dulu ke dokter mana dan bener gak dokternya bilang begitu. Cuma saya mikir aja sih, kalo kita minum sirop, kan bikinnya juga pake air putih, tapi kl minum begitu aja apalagi anget-anget, setelah minum di tenggorokan pasti kan berasa lengket.

Pernah waktu pagi2, biasanya mandi jam 7, tapi jam 7 waktu itu dia masih ketiduran lagi, baru bangun jam 8 waktu saya mau berangkat ke kantor. Saya kirakan mau dimandiin, ternyata si Nining cuma bawa-bawa baskom aja, trus saya nanya, kok kaga mandi? Dia bilang kata bapak kagak usah mandi, sekaan aja. Saya nanya ke suami saya, suami saya bilang dia kagak ngomong gitu, dia cuma nanya kok kagak mandi dan si nining bilang iya cuma sekaan aja. Dasar cowok, mungkin dia pikir kesiangan atau apa jadi dia diem aja, tapi bukan berarti dia yang nyuruh kagak mandi, kan?

Saya udah mulai kagak suka tuh. Dibilangin selalu pinteran si Nining, udah gitu ngapain coba kalo dibilangin selalu kata bapak bgini bgitu padahal suami saya kagak ngomong.

Terakhir yang paling parahnya waktu pagi anak saya ngompol, emang sih mau mandi. Tapi tatakan kain yang kena ompolnya kan masih basah, kl mau dipakai untuk tatakan mandi boleh, tapi yang basahnya jangan untuk kepala donk, masa pesing bekas pipis naik ke kepala, masih mending kl untuk pantat. Saya bilang baik2, itu basah kena ompol, yang basahnya jangan kena kepala ya. Dia bilang kagak kena, tapi kagak ngerubah letak anak saya. Saya manjat tepat tidur dan saya pegang kain di bawah kepala anak saya, basah. Si nining langsung cemberut, dan anak saya ditarik ke bawah (saya udah mau komentar lagi tuh, jangan terlalu kebawah, kan udah agak besar nanti melorot dari ranjang, tapi saya tahan-tahan ya udah deh, saya awasin ini, bisa saya tangkep kl melorot drpd dibilang bawel).
Waktu mandi, anak saya tenaganya memang kuat dan cukup tinggi untuk usianya yang baru 3 bulan setengah sehingga di belakang kepalanya harus saya jagain dengan tangan saya supaya kagak kebentur ember. Nah, waktu mau ngebalik, si Nining tidak hati2, untung tangan saya yg udah saya tarik masih sempet megangin kepala anak saya, karena si Nining ngebalik badan anak saya TANPA megangin leher belakangnya (bayangin, anak 3 1/2 bulan megangnya kayak begitu). Setelahnya waktu ngebalik, biasanya kaki anak saya ditekuk berlutut karena belum blh berdiri, anak saya langsung berdiri, saya bilang Ning bediri tuh dia, balasnya Iya udah mau diangkat, tapi kagak diangkat-angkat. Saya bilang lagi, bediri tuh, dia bilang lagi dengan cemberut: Iya udah mau diangkat.
Setelah diangkat beneran, saya marah dan saya bilang: Kalau mandiin anak ati-ati yah, pertama nyaris kebentur, kedua anak bediri-bediri sebelum waktunya katanya mau diangkat tapi kagak diangkat2.

Dia diem aja, gitu suami saya masuk untuk melihat anak saya, baru si Nining nyautin: Biasanya kl mandi  dibantuin pegangin oleh neneknya. Saya diem aja, tapi saya kesel, biasanya dia ngeledek2 saya kagak bisa mandiin anak sendiri karena saya masih takut. Nah kl mandiin harus dipegangin mah namanya dia juga belum becus.

Setelah kejadian itu tiap pagi saya yang mandiin, dibantuin suami saya. Anak saya ternyata lebih senang dan ketawa-ketawa, mungkin happy krn papa dan mamanya berduaan mandiin dia :)

Satu lagi, si Nining kl mangku anak di mobil suka ketiduran, tapi kl diminta kagak dikasih, saya sampai ikutan duduk di belakang di sebelah dia, takut seandainya dia ketiduran dan suami ngerem mendadak.

Belakangan, setelah insiden mandi itu, saya juga mangku sendiri di mobil. Dia cemberut aja kagak suka. Yang paling parahnya pernah waktu pulang, saya kan nungguin pintu mobil dibukain dari luar krn saya ngegendong anak saya. Eh si nining ikutan duduk di sebalah saya kaga turun2, suami saya negor dia: Ning, turun donk, bantuin ibu turun. Mungkin dia lagi menghayal, karena biasanya kalau dia yang gendong semua perhatian tercurah ke dia, bahkan suami saya mayungin kl lagi panas banget (ya tentu aja krn si Nining kan gendong anak kami).

Nining kerjanya juga perhitungan, dia tidak mau nyapu ataupun ngepel kamarnya sendiri. Tapi dia dengan baeraninya setelah br 1 bulan kerja, minta uang untuk keperluan sehari-harinya (sabun, sampo, odol, pembalut, dll). Katanya sabunnya tidak dijual di Indomaret (nah lho, saya sendiri cuma pakai sabun lifebouy batangan dari toko), pembalutnya harus yang merk Kotex. Suami saya tidak suka, suami bilang biasanya pembantu dibelikan kebutuhan bulanan setelah beberapa bulan kerja dan itupun mereka tidak minta, mereka biasanya membayar dengan uang, baru kalau ternyata cocok dengan pembantu tersebut dan terbukti baik ia kagak usah bayar lagi.

Terakhir sepulang dr rumah mama saya, dia ceritanya mau nyuci baju di kamar mandi, udah diberantakin papan gilesan, sabun dan ember2 tapi orangnya kagak ada. Saya sih diem aja, sebodo deh. Pulang dr rmh mama saya dia langsung ilang juga saya sebodo. Ternyata dia langsung mandi, duduk di loteng dan ceritanya nagis sesenggukan cerita ke mertua saya. Katanya mau berhenti, udah kagak tahan ama saya, bahkan mama saya ikut-ikutan marahin dia, dia mau pulang besok kagak peduli gimana.

Saya sih bilang ya berenti, berenti aja, kagak masalah, saya sendiri juga udah sempet telpon ibu kris sebelumnya nyari pengganti, tapi adanya yang lebih muda dan belum married juga, ada lagi yang jauh lebih pengalaman (Gajinya lebih mahal) jadi saya mikir, yang sepantaran aja centilnya kayak begini, apalagi yang lebih muda. Dan dengan pengalaman kayak si nining aja belagunya udah setengah mattteeee, apalagi yang lebih pengalaman.

Akhirnya suami saya ngebujukin dia 2 hari lagi krn suster penggantinya br ada 2 hr lagi, saya sih sebenernya malesss, saya bisa kok ijin cuti, dia mau berenti ya berenti aja ngapain ditahan-tahan.

Nah lho, mama saya marahin dia? Yang ada tuh mama saya cuma bilang,kl anak ngompol gantiin celananya dulu baru buka bajunya biar kagak dingin, tapi si nining dengen ngeyelnya bilang kan bajunya kena. Trus mama dan saya sih diem aja. Males dan kami juga sudah terbiasa dengan ngeyelnya si nining.

Yang parahnya, ternyata si nining tukang ngadu domba. Dia bilang dimarahin ama mama saya padahal ternyata tidak. Di rumah saya sendiri, dulu waktu awal-awal kerja, dia suka cerita-cerita ke pembantu mama saya tanpa ditanya. Dia cerita di rumah mertua saya dia susah makanlah, kagak pernah makan daging lah, makan kerupuk aja seminggu sekali juga kagak, kerupuk kl udah malem dimasukin ke kamar mertua saya (padahal ini krn di rumah mertua banyak tikus maklum toko, dan kerupuknya kerupuk bangka, mertua saya nyimpennya cuma di plastik, bukan di toples, tapi kl dia cerita ke org2 setelah dia bilang jarang banget makan kerupuk dia mau supaya org berkesan apa? Kesannya kerupuk dimasukin kamar krn takut diambil diam2 oleh dia? Padahal udah saya jelasin lho kl di rmh tuh banyak tikus), terus bilang mertua saya bawelnya setengah mati.

Mertua saya memang agak polos. Ia sempat bilang katanya suster yang baru pengganti si nining nanti belum pernah kerja lho, belum pernah ngurus bayi. Saya cuma nanya tau dari siapa, katanya dr pembantu rumahnya, saya nanya emang si embak kenal? Katanya tau dari si nining. Astagaaa, mau berenti ya berenti aja, jangan ngejelek2in calon penggantinya, Dulu waktu suster sari selisih pendapat dengan mertua saya dan bilang mau berhenti dia udah telpon ibu kris nanya ada pengganti gak dan si suster sari bilang si nining sama kok pengalamannya denga dia.

Saya juga udah telpon ibu kris sebelumnya, katanya suster penggantinya (suster yang sekarang ini), jauh lebih pengalaman, gajinya juga lebih mahal lagi. Saya sih lebih percaya dengan ibu Kris.

Suster saya yang sekarang namanya suster Sri. Kerjanya cekatan, pagi-pagi dia bangun sholat dan kemudian nyuci baju. Nyetrika baju waktu siang ketika anak saya tidur dan kerjanya sebet banget. Saya sekarang bisa sarapan dengan tenang. Dulu waktu masih si nining, pagi-pagi jam 5.30 sampai jam 7.00 saya dan suami saya sarapan dan mandi terkebut-kebut karena anak saya dipegang oleh kami berdua. Ibu mertua sibuk persiapan mau buka toko, dan si nining sibuk nyetrika di loteng.

Itu sih pengalaman saya dengan Yayasan Siwi Asih. Sejauh ini ibu kris baik, saya tidak ada masalah dengannya. Cuma hati-hati aja kalau suster yang mau ditawarkan ke ibu-ibu sekalian namanya nining / laningsih / ningsih / lanny. Karena itu suster yang sama dengan cerita saya di atas.

Semoga bermanfaat sebagai tambahan info. Kejadiannya baru aja kok. Tanggal 18 Feb 2009 kemarin si nining baru aja berhenti nya, jadi mungkin sekarang dia lagi nyari-nyari kerjaan baru.


   
10-03-2014 21:05:48 Ladyfem
Jumlah Posts : 249
Jumlah di-Like : belum ada like
Testimonial Konsumen LADYFEM Saya Benny Adi Prayoga, suami dari Dhyan Natasha. Kami sudah menikah sekitar 10 thn, dan belum dikaruniai seorang momongan oleh Allah SWT. Usia saya 33 thn, sedangkan usia istri saya 32thn. 4 bulan yang lalu kita memulai program kehamilan lagi setelah sekian lama kita berhenti. Telah berkali-kali kita mengganti dokter specialis, namun tidak juga membuahkan hasil. Kali ini kami mencoba kembali untuk check keadaan saya bersama istri untuk memulai kembali program kehamilan kami, pergi ke dokter spesialis kandungan di salah satu rumah sakit di Denpasar. Namun alangkah terkejutnya kami, ketika dokter tersebut mengatakan bahwa istri saya terkena kista ovarium, dengan ukuran sudah mencapai 9,8 cm. Dan dokter tersebut menganjurkan untuk operasi. Karena berhubung antara percaya dan tidak percaya, kami biarkan kista tersebut. Di bulan yang sama, entah karena mukjizat Allah SWT, istri saya telat bulan sekitar 7 minggu, dan setelah di test pack ternyata positif hamil. Namun kandungan istri saya tidak bertahan lama, hanya kira-kira usia kandungan 7 minggu, istri saya mengalami keguguran. Kami mengunjungi dokter yang pernah kami berkonsultasi, dia mengatakan bahwa penyebab dari keguguran tersebut adalah karena adanya kista di ovarium istri saya. Karena janin di usia 0 sampai 3 bulan akan mendapatkan asupan makanan dari ovarium, sehingga jika ovariumnya terserang kista, maka asupan makanan akan terganggu terhadap bakal janin sehingga akan mudah mengalami keguguran. Dokter tetap menyarankan operasi pengangkatan kista sebelum kembali melakukan program kehamilan lagi. Akhirnya pada malam itu, saya berfikir dan berfikir terus, sambil browsing-browsing internet tentang kista, hingga akhirnya saya membaca tentang artikel Ladyfem. Kemudian saya coba kontak bapak Hadi Muljono sebagai distributor Ladyfem. Setelah konsultasi dengan beliau akhirnya kita pesan Ladyfem pertama sebanyak 4 box. Setiap hari istri saya rutin minum Ladyfem, setelah menghabiskan 2 box, kami pergi mengunjungi dokter kandungan kami untuk USG mengecheck ukuran kista istri saya. Dan Alhamdulillah, ternyata ukurannya menjadi 8 cm. Kemudian kita pulang dan tambah yakin kalo Ladyfem adalah cara yang terbaik untuk menyembuhkan kista. Akhirnya istri saya pun terus melanjutkan konsumsi Ladyfem yang tinggal tersisa 2 box lagi. Setelah habis, tetap kami pergi ke dokter kandungan kami untuk USG, dan hasilnya sungguh mengherankan, ukuran kista istri saya menjadi sekitar 5,9cm. Kemudian kami pesan 2 box lagi ke pak Hadi, box pertama sudah di konsumsi, dan Alhamdulillah, ukuran kista istri saya menjadi 3,9cm. Dan dokter menyatakan bahwa kita bisa melakukan program kehamilan kembali, namun kami tidak puas begitu saja, istri saya tetap mengkonsumsi Ladyfem yang terakhir. Dan kemarin, 16 mei 2012, jam 11.00 wita, kami mendatangi dokter kandungan kami lagi untuk USG, dan syukur Alhamdulillah, istri saya di nyatakan sudah tidak ada lagi kista di ovariumnya. Syukur Alhamdulillah. Terima kasih Ladyfem, terima kasih Pak Hadi Muljono. Sekarang kami bisa program kehamilan kembali, Insyaallah Allah akan menurunkan anugerahnya kepada kami. Amin. Pesan kami , jangan pernah putus asa dalam mencari kesembuhan, apalagi khususnya para wanita yang menderita kista, cukup konsumsi Ladyfem dengan rutin dan hindari makan ayam broiler, kacang-kacangan seperti tempe tahu. Perbanyak seafood sayur dan buah. (Benny Adi Prayoga dan Dhyan Natasha -Jimbaran, Badung, Bali) Saat di rumah saya sering mengkonsumsi buah yang mengandung air seperti semangka, ketimun dan bangkuang karena udara di Palu yang panas. Akibatnya organ intim (V) banyak cairan dan becek jadi terasa tidak kesat. Jika berhubungan dengan suami (maaf) tidak fresh, tidak enak dan tidak orgasme. Akhirnya saya mencoba untuk mengkonsumsi Ladyfem, hasilnya selama 3 minggu sudah terasa kasiatnya. Organ intim (V) tidak becek lagi bahkan menjadi sempit dan tidak berbau, selain itu badan menjadi fress juga tidak cepat capek walaupun bekerja cukup lama. Buah kesukaan saya tetap saya konsumsi namun tidak lagi becek di karenakan minum Ladyfem. (Ibu. Tetty Raharjo - Palu) Saya mengalami kista dan mentruasi yang berlebihan selama 3 bulan dan berbagai upaya saya lakukan baik obat-obat tradisional maupun medis. Selama 2 tahun rasa tersiksa saya harus makan obat dari dokter tanpa hasil yang memuaskan. Lalu saya disaran oleh paman saya sebagai distributor ABE untuk mengkonsumsi Lady Fem dan bersamaan dengan Tissu Double Majakani. Setelah saya mengkonsumsi 1 kotak Lady Fem dan Tissu Double Majakani (TDM) ukuran kista telah mengecil dengan ukuran 2,6 cm dan bulan kedua kista saya mengalami perubahan, bulan pertama dengan mentruasi saya mulai tertatur. Saya lanjutkan kembali mengkosumsi bulan kedua dan hasilnya ternyata pada bulan ketiga saya periksa kembali pada dokter bahwa kista saya sudah tidak ada lagi. Terima kasih ABE. (Ibu Susi Megarinti - Pontianak) "Ada pelanggan toko saya org pakistan seorg ibu usia 58th,.domisili di lampung. namanya mrs.Khamil...,pd waktu dtg bulan selalu mengeluarkan cairan mens sangat sedikit, bahkan terkadang sama sekali tidak keluar. Rekan saya bpk julius menawarkan Lady Fame,saya coba dgn minum 2 kapsul x2/ hari,.stlh 6 hari pemakaian saya mengeluarkan banyak lendir & gumpalan darah berwarna merah kehitaman (pekat),..setelah 1 minggu darah kotor sdh bersih & saya tetap meneruskan minum sampai 3 box lasd fame & pd waktu datang bulan...sekarang banyak sekali cairan mens yg keluar spt waktu saya gadis dahulu,... badan jadi terasa lebih Fit. Dan bln berikutnya datang bulan sangat lancar & teratur. Utk kesehatan Sampai skg saya tetap konsumsi lady fame 1x1/hr. Setelah 1 bln minum Lady Fame (usia 58 th) suami saya komentar bahwa ternyata kulit saya berangsur menjadi lebih halus spt waktu saya usia 30th pada hal usia saya skg 58th." (mrs Khamil - Pakistan - Lampung) "Saya ibu ani usia 35th, domisili di lampung. Setelah 1 box saya minum lady fame, keluar cairan lendir+darah pekat bergumpal selama 4 hari & berangsur bersih. Secara tdk sadar ternyata kulit jadi lebih halus, keluhan pusing & nyeri pd waktu mens hilang & luar biasa pd waktu hub intim saya merasakan..maaf di vagina saya merasa seperti di vacum (empot2)...rasanya...waduuh sulit diceritakan...bikin mabuk kepayang...jadi spt pengantin baru..jadi maunya tiap hari saja..terima kasih buat pa yulius sdh mengenalkan produk yg sangat bagus buat kami di rumah tangga." (ibu Ani - Lampung) "saya mengidap kista, saya sudah ketakutan, saya mencari-cari cara untuk menyembuhkan saya, akhirnya saya ditawari ladyfem & saya konsumsi rutin sampai habis 3 box... lalu setelah 1 bln lebih ada bagian saya membengkak, saya kawatir lalu saya tanyakan ke agen ladyfem & diktakan bahwa itu pertanda baik kista "sudah hampir lepas" sy diminta meneruskan minum tapi saya "tidak percaya" karena saya takut terjadi apa-apa lalu saya memutuskan operasi, tapi yang mengejutkan dokter yang mengoperasi saya bilang kistanya sudah lepas sebetulnya tidak perlu operasi tinggal menstruasi berikutnya pasti keluar... wahh... tau gitu nggak perlu operasi... pak dokternya tanya ibu minum apa? saya jawab ladyfem dok... ehhh pak dokter malah ikutan join bisnisnya hehehe... dahsyat!!!" (ibu Eni -Sukabumi) "saya tahu laydem tidak bisa untuk mengobati menopouse & memang sepengetahuan saya menopuse tidak bisa dicegah karena merupakan kodrat alami wanita, tapi ladyfem bisa memperlambat terjadinya menopouse karena menurut distributor ABE kandungan herbal di ladyfem menyeimbangkan hormon kewanitaan, sehingga saya menjadi lebih percaya diri dimana usia saya yang sudah kepala 4... selain itu saya konsumsi ladyfem tubuh saya menjadi energik tidak mudah lelah... " (ibu Helen -Tangerang) "minum ladyfem membuat badan saya lebih fit sehingga saya bisa melakukan aktifitas extra yang butuh tenaga & pikiran mengingat saya wanita karir, saya juga mengalami keputihan, sejak minum ladyfem kondisi menjadi jauh lebih baik, tentunya saya juga lebih pede melakukan kewajiban saya sebagai istri untuk suami tercinta..." (ibu Sania - Jakarta) "saya saat datang bulan, selalu keluar sedikit & bercak-bercak kecokklatan, itu membuat kepala saya sakit sekali, saya dianjurkan minum ladyfem yang memang dibuat khusus untuk wanita (saya tidak suka "obat dewa" yang menyembuhkan segala penyakit, saya lebih suka yang memang dibuat khusus untuk kebutuhan khusus wanita), baru minum 2 kapsul malam hari, esok paginya keluar mens yang sangat banyak & kepala plong rasanya tidak sakit lagi... terimakasih yaaaa... " (ibu Noor - Jakarta) "sejak minum LADYFEM hubungan pasutri saya luar biasa harmonis.... kata suami "denyutan"nya bikin ketagihan hihihi... suami jadi makin sayang dehhhh... sayapun memutuskan menjadi distributornya karena begitu diceritakan ke temen-temen kantor langsung banyak yang mau pesan padahal saat itu saya belum jadi member ABE... semoga menjadi solusi kesehatan wanita & membantu menambah penghasilan keluarga... amin..." (ibu Shinta - Surabaya) *) Hasil berbeda pada tiap wanita karena kondisi tubuh yang juga berbeda. **) Ada banyak sekali testimonial kepuasan dari pelanggan kami yang kami terima, testimonial memakai nama samaran untuk privacy pelanggan.
   
27-12-2013 12:43:18 kepala bayi selalu hangat
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like

Selamat Siang Dok,

Bayi perempuan saya saat ini berumur 10 bulan, waktu lahir lebih cepat 2 minggu dari perkiraan Dokter, hal ini desebabkan Istri saya mengalami pembengkakan pada kaki, badan, bahkan ke wajahnya. Atas saran Dokter kandungan agar segera dilahirkan.

Pada saat lahir (ada Dokter spesialis anaknya juga) disebutkan bahwa Putri saya mengalami kuning dan sempat dirawat 3 hari. Setelah 1 minggu, bayi saya terasa hangat badannya, malam itu juga kami antar ke dokter anak.

Saat itu suhu kepala bayi saya lebih panas dari pada badannya. Menurut Dokter anak tersebut tidak apa-apa.

Mulai saat itu saya sering perhatikan bahwa suhu kepalanya lebih hangat dibandingkan dengan badan dan kakinya.

Bayi saya selalu imunisasi di Dokter anak tersebut, sampai umur 8 bulan hal tersebut masih saya tanyakan ke Dokter, namun Dokter anak tersebut mengatakan tidak apa-apa, karena syaraf pada bayi berkembang.

Namun saya saat ini mulai ragu dengan pendapat Dokter tersebut, karena saat ini gigi pada bayi saya belum tumbuh dan juga berat badannya 7 Kg. Bayi saya tidak mau jika diberi susu formula, sampai saat ini hanya asi dan air putih selain bubur pendamping asi, kondisi bayi sehat, sering makan (3x sehari), BAB tiap hari, dan saat ini mulai belajar berdiri.

Di tempat kami tidak ada Dokter anak, hanya ada di Kabupaten yang jaraknya 90 Km dari tempat kami.

Mohon saran dan pendapat dari Ibu Dokter sekiranya ada pencerahan atau apa yang akan kami lakukan dengan kondisi bayi kami saat ini. Terima kasih banyak sebelumnya.

   
16-12-2011 22:40:41 telapak tangan dan kaki panas
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
Saya juga mengalami hal itu sampai sekarang,, sudah pernah ditanyakan dokter tidak apa". Atau bunda coba aja periksa ke dokter anak. Adik temen saya juga mengalami hal yang sama, diperiksakan dokter itu emang ada panas telapak tangan dan kaki, tidak apa" katanya. dia hanya dikasih salep. tapi saya tidak tau itu membantu atau tidak. Hanya saja saya kalau merasa panas sekali suka direndam saja di air dingin, kalau kuat ditambah es batu. setelah itu tidak apa". tapi biasanya hal itu terjadi kalau saya sedang tidak enak badan bunda. tapi kalau bunda khawatir sama anaknya, coba periksakan ke dokter saja agar bunda tenang. Semoga pengalaman saya ini membantu bunda..
   
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
dok...saya ingin tanya ya...anak saya berusia 11bln, belum bisa duduk sendiri.dan kalau di dudukkan tulang punggungnya tidak tegak, melengkung.apa karna dia belum kuat untuk duduk tegak ya dok.tapi kadang2 dia bisa duduk tegak.saya sering stimulasi dia untuk bangun dan duduk sendiri.tp belum bisa juga.dan berdiri pun belum bisa.tp tidak lemas.bagaimana ya dok?

Dari : diah astrid febriana

Jawaban:

Dear Bunda diah astrid febriana,

Sebaiknya Bunda memeriksakan anak Bunda kepada dokter spesialis anak untuk pemeriksaan lebih seksama. Berdasarkan pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala anak, akan diketahui apakah pertumbuhan dan perkembangan anak Anda termasuk normal atau di bawah garis normal. Pada beberapa anak, didapati perkembangan yang agak terlambat dibandingkan anak pada umumnya namun masih dalam batas normal. Maka itu Bunda jangan terlalu khawatir dan membawa anak Anda untuk di periksa lebih lanjut.
   
Jumlah Posts : 625
Jumlah di-Like : 16
@Bunda Herlyna,

wah, selamat ya atas kehamilannya.

Untuk asupan yang bergizi, 4 sehat 5 sempurna tentu. Coba saja makan yang banyak protein dan asam folat (tempe, tahu, kacang kedelai), zat besi (daging sapi, bayam, buncis), karbohidrat (nasi, gandum, roti), kalsium (susu, tahu). Biar nanti si Kecil jadi jenius: ikan, telur. Biar rambutnya lebat (kacang ijo). Supaya tidak kekurangan air ketuban (air kelapa), dan lain sebagainya. Asal tidak makan yang 'panas' (daging kambing, duren, nangka, nanas).
Banyak makan buah supaya kulit tidak kering dan badan tidak melar begitu melahirkan nanti. Apalagi ya... apa aja deh, asal makanannya bersih dan matang, jangan makan yang dibakar atau setengah matang.

Banyak minum air putih yang hangat, kadang janin suka kedinginan karena belum ada lemaknya. Secara air putih banyak mineral. Jangan minum teh, kabarnya menghambat penyerapan asam folat yang sangat dibutuhkan setiap janin. Apalagi kopi yang kafeinnya parah. Kalau coklat boleh asal jangan banyak-banyak, ntar dikira kelaparan. Tapi serius kok, tidak boleh banyak-banyak.

Kalau mandi air panas nanti melepuh. hehehe... mandi air hangat boleh, tapi kalau mau berendam, usahakan suhunya tidak lebih dari 38 C.

Pakai kosmetik jangan yang ada pemutihnya boleh-boleh aja. Tapi biasanya kalau krim malam suka ada minyaknya, sedangkan kalau hamil itu muka gampang banget berminyak, jadi terserah sih, secara kalau orang hamil itu lebih cantik dari biasanya loh.

Sering-sering elus perut dan senyum, biar orang yang ngeliat aneh, yang penting biar janinnya nanti jadi pintar dan ramah. Emosi ibu saat hamil berpengaruh pada anak nantinya.

Terakhir, jangan bingung-bingung... nikmati saja, mumpung lagi hamil kapan lagi.

Salam,
Lotta
   
05-03-2009 13:15:21 Sariwan pada Balita
Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
Meski tidak berbahaya, namun sariawan atau yang istilah kedokterannya Recurrent Apthous Stomatis (RAS) dapat membuat si kecil mogok makan dan bicara. Ia juga jadi enggan bermain, akibat selalu mengeluarkan air liur untuk menghindari gesekan lidah dan mulut terus menerus.

Sariawan memang tak hanya menyerang orang dewasa, anak kecil bahkan bayi yang berusia 6-24 bulan dapat terjangkit penyakit ini.

Pada bayi, umumnya sariawan disebabkan oleh jamur. Sedang pada balita disebabkan akibat trauma dan jamur. Ada 3 jenis sariawan yang kerap menyerang anak, yaitu:

1. Stomatitis apthosa
Sariawan ini akibat adanya trauma, misalnya tergigit atau terkena sodokkan sikat gigi hingga luka atau lecet. Bila kuman masuk dan daya tahan tubuh menurun, maka luka menjadi infeksi. Biasanya timbul peradangan dan rasa sakit atau nyeri. Untuk kebaikan si kecil, pilihlah sikat gigi yang lembut dan bersihkan gigi secara benar untuk mengurangi potensi luka.

Sedang pada orang dewasa, sariawan kerap dipicu oleh pemakaian pasta gigi yang mengandung SLB (Sodium Lauryl Sulfate). Zat ini juga ditemukan pada floor cleaners, hand soaps, bahkan shampoo. Jadi SLS adalah sejenis detergen, sehingga pilihlah pasta gigi yang tidak mengandung SLS.

2. Oral thrush/moniliasis
Disebabkan oleh jamur candida albican yang biasanya dijumpai dan bersarang di lidah. Pada keadaan normal, jamur memang terdapat dalam mulut. Tapi saat daya tahan tubuhnya menurun, serta penggunaan obat antibiotik yang berlangsug lama atau melebihi jangka waktu pemakaian, akan memudahkan jamur candida albican tumbuh melebihi normal.

3. Stomatitis herpetic
Disebabkan virus herpes simplek dan berlokasi di bagian belakang tenggorokan. Sariawan ditenggorokan terjadi jika ada virus yang sedang mewabah dan daya tahan tubuh sedang rendah.

Sariawan jenis stomatitis herpetic dan stomatitis apthosa biasa terjadi pada anak-anak, sementara anak balita lebih banyak mengidap sariawan jenis moniliasis.

Tergantung Frekuensi
Ada anak yang sering terkena sariawan, ada pula yang jarang. Bagi yang sering, biasanya dalam sebulan terkena 2-3 kali. Proses penyembuhannya pun cukup lama, rata-rata 7-9 hari atau 2 minggu.

Sedangkan yang jarang, umumnya baru mengalami sariawan sekitar 2-3 bulan sekali. Sariawan pada bayi dan balita lebih sering terjadi di bibir, lidah, pipi bagian dalam (mukosa), dan tenggorokan. Biasanya hanya satu atau dua titik saja.

Gejala sariawan
Pada bayi, gejala sariawan berupa suhu badan meninggi hingga 40 derajat Celcius, mengeluarkan air liur lebih dari biasa, rewel, tak mau makan atau makanan dimuntahkan, tak mau susu botol bahkan ASI, dan gelisah terus. Biasanya disertai dengan bau mulut yang kurang sedap, akibat kuman atau jamur. Sedangkan pada balita, kadang suhu yang naik tak terlalu tinggi dan nafsu makannya berkurang.

Gejala yang mudah dikenali, adalah lidah yang menjadi agak licin, berwarna kemerah-merahan, timbul luka dibagian bawah dan pinggir atau pada belahan bagian tengah lidah. Pada pipi bagian dalam tampak bintik-bintik putih, terkadang terdapat benjolan kecil yang dapat pecah sehingga mulut terasa perih.

Penanganan yang diberikan:
Sariawan dapat sembuh dengan sendirinya, kecuali sariawan akibat jamur yang harus diobati dengan obat antijamur. Masa penyembuhan relatif lama, yaitu seminggu. Jika tak segera diobati, dapat berkelanjutan meski hanya menyebar di sekitar mulut saja. Tapi jamur yang tertelan dan melewati pembuluh darah, juga bisa menyebabkan diare.

Saat sariawan, biasanya si kecil enggan makan atau minum. Berikut kiat untuk membantunya mendapatkan asupan yang dibutuhkan:

- Suapi makannya dengan menggunakan sendok secara perlahan-lahan. Usahakan minum menggunakan sedotan dan gelas, untuk menghindari kontak langsung dengan sariawan serta tak menimbulkan gesekan dan trauma lebih lanjut.

- Berikan makanan yang bertekstur lembut dan cair, pada intinya yang mudah ditelan dan disuapi. Hindari makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin, agar tidak menambah luka.

- Makanan yang banyak mengandung vitamin C dan B serta zat besi, dapat memercepat proses penyembuhan. Misalnya buah-buahan dan sayuran hijau. Kekurangan vitamin C dapat memudahkan si kecil mengalami sariawan.

- Buatkan puding roti yang didinginkan di lemari es, es krim dengan buah, puding buah dst dst ... ketika sariawan ... anak akan merasa nyaman apabila diberikan yang dingin-dingin termasuk buat deh es mambo dari kacang hijau, dari milo ... dsb..

- Olesi bagian yang sariawan dengan madu.

Jika telah diberi obat, biasanya obat kumur, tetapi tak juga sembuh, kemungkinan ada penyebab lain. Misalnya kuman yang telah bertambah, pemakaian obat dengan dosis tak tepat, atau cara memberi makanan yang membuat sariawan si kecil kembali mengalami trauma di lidah.

Bisa juga lantaran daya tahan tubuh anak yang rendah. Biasanya anak yang sering sariawan, lebih banyak akibat daya tahan tubuhnya rendah dan kebersihan mulut dan gigi yang tak terjaga. (Teguh/berbagai sumber)

Semoga bermanfaat....
Pindri, bundana najla

   
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10
Sekedar berbagi info aja ya Bunda-bunda sekalian  

Penggunaan empeng pada bayi masih menjadi kontroversi. Kelompok yang kontra beranggapan, empeng bisa menyebabkan serangkaian dampak kesehatan. Tidak hanya gangguan gigi dan mulut, tapi juga diare. Tidak sedikit pula yang menuduh empeng sebagai penyebab anak sulit makan dan ketidakmandirian.

Terlepas dari semua itu, ada beberapa orangtua yang merasakan manfaat positif empeng. Salah satunya Lia, sebut saja begitu. Menurut ibu satu anak ini, empeng cukup membantu anaknya yang baru berusia 4 bulan untuk tenang. "Habis dia sering rewel. Segala cara sudah dicoba tapi tak berhasil. Saya jadi sulit menemukan waktu istirahat sehingga produksi ASI berkurang. Untunglah, setelah dikasih empeng tangisannya pun berhenti."

Ia juga mengatakan, kebiasaan mengisap jari berkurang sejak anaknya kenal empeng. Meski begitu, dia mengaku membatasi penggunaan empeng. "Sebelum tidur saya akan kasih empeng, tetapi sesudah dia pulas saya mencabutnya kembali."

RAMBU-RAMBU BIJAK

Sikap bijaksana memang diperlukan dalam hal penggunaan empeng, antara lain:

* Seperti dikemukakan Spesialis anak dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Dr. Najib Advani, Sp.A (K), MMed.Paed, "Gunakan empeng hanya jika ada indikasi." Misalnya, si kecil teramat rewel meski sudah dicoba diatasi dengan berbagai cara. Empeng bisa menjadi alternatif membuat anak tenang. Namun jangan biasakan memberikan empeng setiap kali anak rewel tanpa mau tahu apa penyebab kerewelan itu sendiri. Bukankah kerewelan seorang anak bisa disebabkan berbagai faktor. Bisa karena kesepian dan ingin diajak main, kepanasan, kedinginan, tidak nyaman karena popoknya basah, atau tidak merasa aman. Siapa tahu dengan mengatasi penyebabnya, anak bisa kembali tenang tanpa empeng. Pendapat senada disampaikan pula oleh psikolog perkembangan anak, Mayke S. Tedjasaputra, MSi., dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia "Meski empeng boleh dibilang sangat berjasa menenangkan anak untuk sementara waktu, tapi jangan sampai dijadikan sebagai alat utama untuk menenangkan anak. Orangtualah yang harus lebih dulu dapat membuat anak merasa aman dan nyaman. Tentu saja dengan lebih dulu mencari penyebab mengapa anak gelisah atau sering menangis kemudian segera mencoba menanggulanginya."

* Empeng bisa menjadi teman tidur bagi bayi yang luar biasa rewel. Umumnya anak seperti ini memerlukan kondisi tenang sebelum bisa tertidur. Empeng bisa menjadi alternatif jika cara-cara lain, seperti mendongeng, mengusap-usap bagian tubuh tertentu tidak bisa membuatnya tenang. Jadi, jangan gunakan empeng jika anak tidak memiliki gangguan sebelum tidur. Yang tak kalah penting, orangtua juga mesti cepat-cepat mencopot empeng jika anak terlihat sudah tertidur pulas. Dengan demikian, dampak negatif penggunaan empeng dalam jangka waktu lama bisa dihindarkan.

* Jangan sekali-kali menggunakan empeng untuk menunda makan atau menyusu. Orangtua sedari awal sudah bisa membedakan jenis tangisan anak, apakah si kecil menangis lantaran lapar, haus atau bukan. Selain bisa membedakan jenis tangisan buah hatinya, orangtua juga tahu ha-rus tahu jadwal dan frekuensi menyusui. Segera susui atau beri makan anak jika dia memin-tanya. Jangan pernah menundanya dengan memberi empeng hanya karena pertimbangan "praktis", semisal si ibu tak mau repot. Pembiasaan seperti ini akan membuat pertumbuhan anak terganggu karena kurangnya asupan nutrisi.

* Saat melakukan berbagai aktivitas dengan anak, usahakan empeng tidak menempel di mulutnya. Dengan begitu, penggunaan empeng tidak menghambat proses stimulasi. Bersama anak, buatlah jadwal aktivitas yang teratur. Misalnya kapan anak bermain, bereksplorasi dengan lingkungannya, termasuk aktivitas mengajak anak berkomunikasi.

* Hentikan penggunaan empeng secara bertahap di usia 7 bulan sampai 1 tahun. Soalnya, selepas usia setahun, anak tidak berada dalam fase oral lagi sehingga keinginannya untuk mengisap-isap atau menggigit-gigit benda tidak sekuat usia sebelumnya. Alihkan perhatian anak pada aktivitas lain yang menyenangkan sekaligus mampu mengasah keterampilannya.

Semestinya, di usia 2 tahun anak sudah dapat berhenti mengempeng. Ia sudah bersosialisasi dengan lingkungan luarnya. Pemakaian empeng terlalu lama tentu bisa berdampak psikologis pada anak. Anak umumnya menjadi bahan ledekan teman-temannya. Tentu perla- kuan semacam itu sangat potensial membuat anak jadi rendah diri.

* Hindari pemakaian berlebihan. Dalam kesempatan terpisah, Prof. Dr. Drg. Retno Hayati, Sp.KGA dari RS Pondok Indah, Jakarta, bahkan menegaskan tidak ada manfaat yang berarti dari empeng. Ini berbeda dari botol susu yang berjasa menyuplai asupan nutrisi. Meskipun tidak sekeras jari, empeng juga bisa menyebabkan gigi tonggos jika durasi dan frekuensi penggunaannya sudah berlebihan. Artinya, semakin sering empeng digunakan, maka kemungkinan mengalami gigi tonggos akan semakin besar. Cara penggunaannya juga turut berpengaruh. Soalnya tidak sedikit bayi yang hobi menarik-narik empengnya ke atas. Cara ini dapat berpengaruh pada pertumbunan rahang, gigi, dan mulut si kecil. Penggunaan empeng hingga lebih dari usia 2 tahun juga bisa memperparah kondisi tersebut.

Oleh karenanya, hentikan secara bertahap penggunaan empeng ketika usia anak masih di bawah 2 tahun. Alasannya, rahang masih bisa melakukan koreksi dengan sendirinya sesuai dengan bentuk rahang dan posisi gigi. Namun selewat itu, kelainan bentuk rahang dan gigi sulit dikoreksi.

Mengapa? Karena saat mengi-sap empeng, rahang atas secara refleks akan maju ke depan. Sementara rahang bawah ber-gerak ke arah sebaliknya atau terdorong masuk ke mulut. Perubahan posisi gigi juga besar kemungkinannya terjadi jika anak mengempeng. Akan tetapi anggapan ini masih memerlukan pembuktian lebih lanjut lewat penelitian. Soalnya, banyak juga anak yang tidak mengalami dampak apa-apa meskipun menggunakan empeng.

Penelitian yang ada saat ini baru menyebutkan, kebiasaan mengisap jari yang berlebihan bisa mengganggu pertumbuhan rahang dan gusi. Selain itu, bentuk bibir juga berkemung-kinan mengalami perubahan karena mengikuti rahang. Bibir jadi sedikit maju ke depan. Tentu saja kondisi ini akan semakin parah bila anak memiliki "berbakat" memiliki gigi maju. Jadi, hentikan penggunaan empeng jauh-jauh hari sebelum anak merasa terganggu dengan penampilannya kelak.

TIP MEMILIH EMPENG

* Meski dapat dibeli tanpa resep dokter, konsultasikan dulu pada dokter mengenai pilihan empeng yang tepat bagi bayi Anda. Ini meliputi ukuran besar-kecilnya empeng, maupun bahan yang digunakan untuk empeng tersebut.

* Jangan pilih empeng yang terlalu kecil dan terpisah karena mudah lepas dan selanjutnya bisa tertelan bayi.

* Pilihlah empeng yang lembut dan orthodontic sehingga aman diisap bayi.

* Bersihkan secara teratur. Untuk bayi di bawah 6 bulan hendaknya sebelum dipakai empeng disterilkan terlebih dulu. Sedangkan untuk bayi di atas 6 bulan cukup disiram air panas kemudian diseka hingga bersih. Ingat, empeng yang kotor dapat menjadi tempat perkembangbiakan bibit penyakit penyebab diare.

DIBUAT UNTUK MEMUASKAN BAYI

Awalnya, empeng dibuat untuk memuaskan kebutuhan bayi (pacifier). Ini karena berdasarkan tahapan perkembangan menurut teori Sigmund Freud, di usia 0-12 bulan bayi berada dalam fase oral. Dalam fase ini bayi mencari kepuasan dengan cara mengisap-isap benda yang ada di dekatnya. Tak heran jika bayi sering terlihat asyik mengisap jari, ujung bantal, selimut, kertas, mainan dan benda apa pun yang berada dalam jangkauannya.

Kalaupun kebiasaan mengisap jari menjadi pilihan favorit, tak lain karena jari merupakan bagian tubuh yang paling dekat sekaligus mungil ukurannya sehingga amat mudah dimasukkan ke dalam mulut. Kebiasaan ini cukup merisaukan orangtua karena banyak penelitian yang mengungkapkan dampak buruk kebiasaan mengisap jari. Salah satunya adalah gangguan pembentukan gigi dan rahang. Kuatnya isapan jari membuat gigi anak terancam tonggos. Selain itu, keberadaan jari yang bisa dimasukkan ke mulut kapan dan di mana saja, membuat bayi sulit menghentikan kebiasaan ini, sehingga akhirnya sangat mungkin terbawa sampai anak memasuki usia sekolah.

Selain itu, tidak sedikit anak yang mencoba menenangkan diri dari kegelisahannya lewat mengisap jarinya. Tidak cuma itu. Di masa eksplorasi, tangan dan jari-jemarinya kerap digunakan anak untuk memegang dan meraih benda-benda di dekatnya, termasuk benda-benda yang kotor dan tidak higienis. Akibatnya, tangan si kecil potensial menjadi sumber penularan penyakit seperti diare. Jarinya pun bisa mengalami penebalan yang kerap diistilahkan kapalan gara-gara sering diisap.

Itulah sebabnya, para pakar kemudian mencoba mencarikan solusi. Salah satunya dengan membuat empeng guna memenuhi kebutuhan mengisap-isap pada bayi. Model dan bentuk empeng pun dibuat sedemikian rupa sehingga dampaknya tidak seburuk mengisap jari. Tak heran kalau empeng kemudian menjadi alat ampuh untuk menenangkan kerewelan bayi.

KIAT MELEPAS EMPENG

Menghentikan kebiasaan mengempeng seharusnya jauh lebih mudah dibandingkan menghentikan kebiasaan mengisap jari. Toh, empeng bukan bagian dari tubuh bayi. Namun, sulit atau tidaknya sangat ditentukan seberapa jauh bayi Anda memiliki ketergantungan pada empeng.

Usaha orangtua dalam mengupayakan ketekunan, kesabaran, ketegaran dan kreativitas mencari cara ternyata cukup berpengaruh. Selain itu, kedekatan hubungan orangtua­anak juga ikut menentukan keberhasilan. Anak umumnya akan lebih kooperatif dengan merespons ajakan orangtua apabila ia merasa dipenuhi kebutuhannya untuk dicintai (dikasihi) dan diperhatikan.

Tentu saja dalam hal ini karakter anak ikut bicara. Si kecil yang bertemperamen "keras kepala", tentu membutuhkan usaha ekstra dari orangtuanya. Tidak mudah memang karena orangtua harus membentuk kebiasaan baru pada anak untuk tidak menggunakan empeng.

Ada beberapa cara yang bisa dicoba, di antaranya:

* Tidak membeli empeng baru jika yang lama telah rusak.

* Aturlah penggunaan empeng menjadi semakin lama semakin jarang. Misalnya, hanya dipakai menjelang tidur dan tidak diberikan selama anak berada dalam keadaan "terjaga".

* Jika anak rewel, bujuklah dan ajaklah ia bermain atau melakukan aktivitas lain yang menyenangkan agar perhatiannya teralih dari empeng. Dengan demikian, anak mendapatkan aktivitas pengganti yang lebih mengasyikkan ketimbang mengempeng.

* Gantilah empeng dengan mainan gigitan/teether. Selain fungsinya hampir mirip dengan empeng, penggunaan mainan gigitan juga dianggap bermanfaat untuk mempercepat erupsi gigi susu.

EMPENG UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Sebagian kecil penyandang kebutuhan khusus ada yang dianjurkan menggunakan empeng. "Empeng membantu kemampuan mengisap pada bayi dan anak berkebutuhan khusus," aku Jeri Novaro Sumual, terapis dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta. Tentu saja dengan pemilihan empeng yang tepat dan frekuensi serta durasi penggunaan yang pas.

Namun, tidak semua pasien yang mengalami gangguan pengisapan bisa diatasi dengan pemberian empeng. Tergantung penyebab dan berat ringannya kasus. Bila gangguan pengisapan muncul akibat terganggunya pusat saraf, tentu saja penggunaan empeng nyaris tidak memberikan manfaat apa pun alias sia-sia. Yang pasti, penggunaan empeng untuk terapi harus dikonsultasikan dengan terapis.
   
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
hai moms.. saya cuma mau kasih info nih kenapa bayi ga boleh dikasih makan kalo dibawah 6 bulan Diambil dari milis motherandchild (Dirangkum & ditulis bebas oleh Luluk Lely Soraya I, 26 March 2005) Banyak sekali pertanyaan dan kritik yang timbul mengenai pemberian MP-ASI (Makanan Pendamping ASI) di usia kurang dari 6 bulan. Bahkan banyak dari kita tidak pernah tahu mengapa WHO & IDAI mengeluarkan statement bahwa ASI eksklusif (ASI saja tanpa tambahan apapun bahkan air putih sekalipun) diberikan pada 6 bulan pertama kehidupan seorag anak. Kemudian setelah umur 6 bulan anak baru mulai mendapatkan MPASI berupa bubur susu, nasi tim, buah, dsb. Alasan menunda pemberian MPASI Mengapa harus menunda memberikan MPASI pada anak sampai ia berumur 6 bulan?! Kalo jaman dulu (baca : sebelum diberlakukan ASI eksklusif 6 bulan) umur 4 bulan aja dikasih makan bahkan ada yg umur 1 bulan. Dan banyak yang berpendapat gak ada masalah apa-apa tuh dengan anaknya. Satu hal yg perlu diketahui bersama bahwa jaman terus berubah. Demikian juga dengan ilmu & teknologi. Ilmu medis juga terus berkembang dan berubah berdasarkan riset2 yg terus dilakukan oleh para peneliti. Sekitar lebih dari 5tahun yang lalu, MP-ASI disarankan diperkenalkan pada anak saat ia berusia 4 bulan. Tetapi kemudian beberapa penelitian tahun2 terakhir menghasilkan banyak hal sehingga MP-ASI sebaiknya diberikan setelah anak berusia lebih dari 6bulan. Mengapa umur 6 bl adalah saat terbaik anak mulai diberikan MPASI ?! 1.Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan besar dari berbagai penyakit. Hal ini disebabkan sistem imun bayi berusia kurang dari 6 bulan belum sempurna. Pemberian MP-ASI terlalu dini sama saja dengan membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yg mendapatkan MP-ASI sebelum ia berumur 6 bulan, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yang hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya. 2.Saat bayi berumur 6 bl keatas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI. Beberapa enzim pemecah protein spt asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bl. 3.Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan Saat bayi berumur kurang dari 6 bulan, sel-sel di sekitar usus belum siap untuk mengolah kandungan dari makanan. Sehingga makanan yg masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi. 4.Menunda pemberian MP-ASI hingga 6 bulan melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari. Proses pemecahan sari-sari makanan yg belum sempurna dalam usus bayi, pada beberapa kasus ekstrem ada juga yang memerlukan tindakan bedah akibat pemberian MP-ASI terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapa MP-ASI baru boleh diperkenalkan pada anak setelah anak berumur 6 bulan. Masih banyak yg mengenalkan MP-ASI pada bayi kurang dari 6 bulan Kalo begitu kenapa masih banyak orangtua yg telah memberikan MP-ASI ke anaknya sebelum berumur 6 bulan? Banyak sekali alasan kenapa ortu memberikan MP-ASI sebelum anak berusia 6 bulan. Umumnya banyak ibu yg beranggapan kalo anaknya kelaparan dan akan tidur nyenyak jika diberi makan. Meski gak ada relevansinya banyak yg beranggapan ini benar. Kenapa? Karena belum sempurna, sistem pencernaannya harus bekerja lebih keras utk mengolah & memecah makanan. Kadang anak yg menangis terus dianggap sbg anak gak kenyang. Padahal menangis bukan semata-mata tanda ia lapar. Belum lagi masih banyak anggapan di masyarakat kita seperti orang tua terdahulu bahwa anak saya gak papa tuh dikasih makan pisang pas kita umur 2 bulan. Malah sekarang jadi orang. Alasan lainnya juga bisa jadi juga tekanan dari lingkungan dan gak ada dukungan seperti alasan di atas. Dan gencarnya promosi produsen makanan bayi yang belum mengindahkan ASI eksklusif 6 bulan. Aturan MP-ASI setelah 6 bulan: Karena sebelum berusia 6 bulan mengandung resiko. Sekali lagi tidak mungkin ada saran dari WHO & IDAI jika tidak dilakukan penelitian panjang. Lagipula tiap anak itu beda. Bisa jadi gak jadi masalah utkkita tapi belum tentu untuk yg lain. Misalkan, ilustrasinya sama seperti aturan cuci tangan sebelum makan. Ada anak yang dia tidak terbiasa cuci tangan sebelum makan. Padahal ia baru bermain-main dengan tanah dsb. Tapi ia tidak apa-apa. Sedangkan satu waktu atau di anak yang lain, begitu ia melakukan hal tsb ia langsung mengalami gangguan pencernaan karena kotoran yg masuk ke makanan melalui tangannya. Demikian juga dengan pemberian MP-ASI pada anak terlalu dini. Banyak yang merasa anak saya gak masalah tuh saya kasih makan dari umur 3 bulan. Sehingga hal tsb menjadi excuse atau alasan untuk tidak mengikuti aturan yg berlaku. Padahal aturan tsb dibuat karena ada resiko sendiri. Lagipula penelitan ttg hal ini terus berlanjut. Saat ini mungkin pengetahuan dan hasil riset yg ada masih terbatas dan kurang bagi beberapa kalangan. Tapi di kemudian hari kita tidak tahu. Ilmu terus berkembang. Dan satu hal yg penting. Aturan agar menunda memberikan MPASi pada anak kurang dari 6 bulan bukan hanya berlaku untuk bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Tetapi juga bagi bayi yg tidak mendapatkan ASI (susu formula atau mixed). Semuanya akan kembali kepada ayah & ibu. Jika kita tahu ada resiko dibalik pemberian MP-ASI saat usia anak kurang dari 6 bulan, maka mengapa tidak kita menundanya. Apalagi banyak sekali penelitian & kasus yang mendukung hal tsb. Apapun keputusan ibu & ayah, apakah mau memberikan MP-ASI saat anak berusia kurang atau lebih dari 6 bulan, alangkah baiknya dipertimbangkan dengan baik untung ruginya bagi anak, bukan bagi orang tuanya. Sehingga keputusan yg diambil adalah yg terbaik utk sang anak. (Luk) Sumber : Solid Food in Early Infancy increases risk of Eczema, from original source : Fergusson DM et al Early solid feeding and recurrent childhood eczema: a 10-year longitudinal study Pediatrics 1990 Oct; 86:541-546.[ Medline abstract][Download citation] World Health Organization (WHO). Infant Feeding Guidelines. 2003. Information for Health Professionals on Infant Feeding. www.who.int/ health_topics/ breastfeeding/ en/ World Health Organization (WHO). 2003. Global Strategy for Infant and Young Child Feeding. www.who.int World Health Organization (WHO). Complementary feeding. Report of the global consultation. Summary of guiding principles. Geneva, 10-13 December 2001. www.who.int DIarsipkan di bawah: ASI | yang berkaitan: ASI, MPASI
   
Jumlah Posts : 34
Jumlah di-Like : 4
Bunda, ini ada artikel ttg bahaya mpasi dini... Mudah2an bermanfaat...

Salam kenal,

Dede - Bubu Alifa



Resiko pemberian MPASI terlalu dini

(Dirangkum & ditulis bebas oleh Luluk Lely Soraya I, 26 March 2005)



Banyak sekali pertanyaan dan kritik yang timbul mengenai pemberian MPASI di usia < 6 bl. Bahkan banyak dari kita tidak pernah tahu mengapa WHO &IDAI mengeluarkan statement bahwa ASI eksklusif (ASI saja tanpa tambahan apapun bahkan air putih sekalipun) diberikan pada 6 bl pertama kehidupan seorg anak. Kemudian setelah umur 6 bulan anak baru mulai mendapatkan MPASI berupa bubur susu, nasi tim, buah, dsb.



Alasan menunda pemberian MPASI



Mengapa harus menunda memberikan MPASI pada anak sampai ia berumur 6 bl ?! Kalo jaman dulu (baca : sebelum diberlakukan ASI eksklusif 6 bl) umur 4 bl aja dikasih makan bahkan ada yg umur 1 bl. Dan banyak yang berpendapat gak ada masalah apa-apa tuh dg anaknya.



Satu hal yg perlu diketahui bersama bahwa jaman terus berubah. Demikian juga dengan ilmu & teknologi. Ilmu medis juga terus berkembang dan berubah berdasarkan riset2 yg terus dilakukan oleh para peneliti. Sekitar lebih dari 5th yg lalu, MPASI disarankan diperkenalkan pada anak saat ia berusia 4 bl. Tetapi kemudian beberapa penelitian tahun2 terakhir menghasilkan banyak hal sehingga MPASI sebaiknya diberikan >6bl.



Mengapa umur 6 bl adalah saat terbaik anak mulai diberikan MPASI ?!



1. Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan besar dari berbagai penyakit.Hal ini disebabkan sistem imun bayi < 6 bl belum sempurna. Pemberian MPASI dini sama saja dg membuka pintu gerbang masuknay berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yg mendapatkan MPASI sebelum ia berumur 6 bl, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-

pilek, dan panas dibandingkan bayi yg hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya.



2. Saat bayi berumur 6 bl keatas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI. Beberapa enzim pemecah protein spt asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bl.



3. Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan Saat bayi berumur < 6 bl, sel2 di sekitar usus belum siap utk kandungan dari makanan. Sehingga makanan yg masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi.



4. Menunda pemberian MPASI hingga 6 bl melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari. Proses pemecahan sari2 makanan yg belum sempurna.



Pada beberapa kasus yg ekstrem ada juga yg perlu tindakan bedah akibat pemberian MPASi terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapa MPASI baru boleh diperkenalkan pada anak setelah ia berumur 6 bl.



Masih banyak yg mengenalkan MPASI < 6 bl



Kalo begitu kenapa masih banyak orangtua yg telah memberikan MPASI ke anaknya sebelum berumur 6 bl ? Banyak sekali alasan kenapa ortu memberikan MPASI < 6 bl. Umumnya banyak ibu yg beranggapan kalo anaknya kelaparan dan akan tidur nyenyak jika diberi makan. Meski gak ada relevansinya banyak yg beranggapan ini benar. Kenapa ? Karena belum sempurna, sistem pencernaannya harus bekerja lebih keras utk mengolah & memecah makanan. Kadang anak yg menangis terus dianggap sbg anak gak kenyang. Padahal menangis bukan semata2 tanda ia lapar.



Belum lagi masih banyak anggapan di masyarakat kita spt ortu terdahulu bahwa anak saya gak papa tuh dikasih makan pisang pas kita umur 2 bl. Malah sekrg jadi orang.



Alasan lainnya juga bisa jadi juga tekanan dari lingkungan dan gak ada dukungan spt alasan di atas. Dan gencarnya promosi produsen makanan bayi yg belum mengindahkan ASI eksklusif 6 bl.



Aturan MPASI setelah 6 bulan : Karena < 6 bl mengandung resiko



Sekali lagi tidak mungkin ada saran dari WHO & IDAI jika tidak dilakukan penelitian panjang. Lagipula tiap anak itu beda. Bisa jadi gak jadi masalah utk kita tapi belum tentu utk yg lain. Misalkan, ilustrasinya sama spt aturan cuci tangan sebelum makan. Ada anak yg dia tidak terbiasa cuci tangan sebelum makan. Padahal ia baru bermain2 dengan tanah dsb. Tapi ia tidak apa2. Sedangkan satu waktu atau di anak yg lain, begitu ia melakukan hal tsb ia langsung mengalami gangguan pencernaan karena kotoran yg masuk ke makanan melalui tangannya.



Demikian juga dengan pemberian MPASI pada anak terlalu dini. Banyak yang merasa "anak saya gak masalah tuh saya kasih makan dari umur 3 bulan". Sehingga hal tsb menjadi "excuse" atau alasan utk tidak mengikuti aturan yg berlaku. Padahal aturan tsb dibuat karena ada resiko sendiri.



Lagipula penelitan ttg hal ini terus berlanjut. Saat ini mungkin pengetahuan dan

hasil riset yg ada masih terbatas dan "kurang" bagi beberapa kalangan. Tapi di kemudian hari kita tidak tahu. Ilmu terus berkembang.



Dan satu hal yg penting. Aturan agar menunda memberikan MPASi pada anak 6bl, alangkah baiknya dipertimbangkan dg baik untung ruginya bagi anak,bukan bagi orang tuanya. Sehingga keputusan yg diambil adalah yg terbaik utk sang anak.



Sumber :



. Solid Food in Early Infancy increases risk of Eczema, from original source : Fergusson DM et al Early solid feeding and recurrent childhood eczema: a 10-year longitudinal study Pediatrics 1990 Oct;86:541-546.[ Medline abstract][Download citation]



. World Health Organization (WHO). Infant Feeding Guidelines. 2003.Information for Health Professionals on Infant Feeding.www.who.int/ health_topics/ breastfeeding/ en/



. World Health Organization (WHO). 2003. Global Strategy for Infant andYoung Child Feeding. www.who.int



. World Health Organization (WHO). Complementary feeding. Report of the

global consultation. Summary of guiding principles. Geneva, 10-13 December 2001. www.who.int



. Artikel : Why Delay Solids?

http://www.kellymom .com/nutrition/ solids/delay- solids.html



. The introduction of solids in relation to asthma and eczema. A Zutavern, E von Mutius, J Harris, P Mills, S Moffatt, C White and P Cullinan. http://adc.bmjjourn als.com/cgi/ content/abstract /89/4/303



. AAP. 1990. Early solid feeding and recurrent childhood eczema: a 10-yearlongitudinal study. DM Fergusson, LJ Horwood and FT Shannon.

http://pediatrics. aappublications. org/cgi/content/ abstract/ 86/4/541



. NCBI. Protective nutrients and bacterial colonization in the immaturehuman gut. Dai D, Walker WA.http://www.ncbi. nlm.nih.gov/ entrez/query. fcgi?





. Relation between early introduction of solid food to infants and their weight and illnesses during the first two years of life. Forsyth JS, Ogston SA, Clark A, Florey CD, Howie PW. Dept of Child Health, Ninewells Hospital and Medical School, Dundee.



. Artikel : Stop MPASI terlalu dini. Majalah Ayahbunda Edisi/No.01 Januari 2005