SITE STATUS
Jumlah Member :
493.630 member
user online :
1551 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: negara dengan penduduk terputih

New Topic :  
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
So long long articcle ya,bund?Poin pentingnya disini :) 20 Mitos Kampanye Hitam Anti ImunisasiDr. Widodo Judarwanto Sp.A Imunisasi adalah investasi terbesar bagi anak di masa depan. Imunisasi adalah hak anak yang tidak bisa ditunda dan diabaikan sedikitpun. Imunisasi sudah terbukti manfaat dan efektivitasnya dan teruji keamanannya secara ilmiah dengan berdasarkan kejadian berbasis bukti. Tetapi masih banyak saja orangtua dan kelompok orang yang menyangsikannya. Setiap tahun ada sekitar 2,4 juta anak usia kurang dari 5 tahun di dunia yang meninggal karena penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh vaksinasi. Di Indonesia, sekitar 7 persen anak belum mendapatkan vaksinasi. Salah satu masalah utama yang menghambat keberhasilan program imunisasi adalah penyebaran informasi yang tidak benar dan menyesatkan tentang imunisasi. Hal itu adalah wajar terjadi karena demikian banyak informasi yang beredar yang tidak berdasarkan pemikiran dan dasar ilmiah meski dilakukan oleh seorang dokter. Hambatan lain adalah munculnya kelompok-kelompok antivaksinasi yang menyebabkan kampanye hitam dengan membawa faktor agama dan budaya. Biasanya, kelompok tertentu yang menyebarkan kampanye hitam imunisasi demi kepentingan pribadi khususnya dalam kepentingan bisnis terselubung yang mereka lakukan. Sebagian kelompok ini adalah yang berdiri dibelakang oknum pelaku naturopathy, food combining, homeopathy atau bisnis terapi herbal. Inilah 20 Mitos Tidak benar Yang Disebarkan Kampanye Hitam Anti Imunisasi : 1. Imunisasi tidak aman.Tidak Benar. Saat ini 194 negara terus melakukan vaksinasi untuk bayi dan balita. Badan resmi yang meneliti dan mengawasi vaksin di negara tersebut umumnya terdiri atas para dokter ahli penyakit infeksi, imunologi, mikrobiologi, farmakologi, epidemiologi, dan biostatistika. Sampai saat ini tidak ada negara yang melarang vaksinasi, justru semua negara berusaha meningkatkan cakupan imunisasi lebih dari 90% . 2. Terdapat "ilmuwan" menyatakan bahwa imunisasi berbahaya.Tidak benar imunisasi berbahaya. "Ilmuwan" yang sering dikutip di buku, tabloid, milis ternyata bukan ahli vaksin, melainkan ahli statistik, psikolog, homeopati, bakteriologi, sarjana hukum, wartawan. sehingga mereka tidak mengerti betul tentang vaksin. Sebagian besar mereka bekerja pada era tahun 1950- 1960, sehingga sumber datanya juga sangat kuno. 3. "Ilmuwan kuno" yang sering dikutip informasi di media masa atau media elektronik lainnya adalah ahli vaksin.Tidak benar. Mereka semua bukan ahli vaksin. Contoh : Dr Bernard Greenberg (biostatistika tahun 1950), DR. Bernard Rimland (Psikolog), Dr. William Hay (kolumnis), Dr. Richard Moskowitz (homeopatik), dr. Harris Coulter, PhD (penulis buku homeopatik, kanker), Neil Z. Miller, (psikolog, jurnalis), WB Clark (awal tahun 1950), Bernice Eddy (Bakteriologis tahun 1954), Robert F. Kenedy Jr (sarjana hukum) Dr. WB Clarke (ahli kanker, 1950an), Dr. Bernard Greenberg (1957-1959), Dr. William Hay, penulis buku "Immunisation: The Reality behind the Myth"(penggagas food combioning). Neil Z. Miller sering disebut sebagai peneliti vaksin internasional ternyata adalah medical research journalist dan natural health advocate. 4. Dokter Wakefield adalah "ahli vaksin", membuktikan MMR menyebabkan autisme.Tidak benar. Wakefield juga bukan ahli vaksin, dia dokter spesialis bedah. Penelitian Wakefield tahun 1998 hanya dengan sample 18. Banyak penelitian lain oleh ahli vaksin di beberapa negara menyimpulkan MMR tidak terbukti mengakibatkan autis. Setelah diaudit oleh tim ahli penelitian, terbukti bahwa Wakefield memalsukan data, sehingga kesimpulannya salah. Hal ini telah diumumkan di majalah resmi kedokteran Inggris British Medical Journal Februari 2011. 5. Imunisasi sebabkan autisme.Tidak benar. Beberapa institusi atau badan dunia di bidang kesehatan yang independen dan sudah diakui kredibilitasnya juga melakukan kajian ilmiah dan penelitian tentang tidak adanya hubungan imunisasi dan autisme. Dari hasil kajian tersebut, dikeluarkan rekomendasi untuk tenaga profesional untuk tetap menggunakan imunisasi MMR dan thimerosal karena tidak terbukti mengakibatkan Autisme. The All Party Parliamentary Group on Primary Care and Public Health pada bulan Agustus 2000, menegaskan bahwa MMR aman. Dengan memperhatikan hubungan yang tidak terbukti antara beberapa kondisi seperti inflammatory bowel disease (gangguan pencernaan) dan autisme adalah tidak berdasar. WHO (World Health Organisation), pada bulan Januari 2001 menyatakan mendukung sepenuhnya penggunaan imunisasi MMR dengan didasarkan kajian tentang keamanan dan efikasinya. Beberapa institusi dan organisasi kesehatan bergengsi di Inggris pada Januari 2001 setelah mengadakan pertemuan dengan pemerintahan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama yaitu MMR adalah vaksin yang sangat efektif dengan laporan keamanan yang sangat baik. The American Academy of Pediatrics (AAP), organisasi profesi dokter anak di Amerika Serikat pada tanggal 12 - 13 Juni 2000 mengadakan konferensi dengan topik "New Challenges in Childhood Immunizations" di Oak Brook, Illinois Amerika Serikat yang dihadiri para orang tua penderita autisme, pakar imunisasi kesehatan anak dan para peneliti. Pertemuan tersebut merekomendasikan bahwa tidak terdapat hubungan antara MMR dan autisme. Menyatakan bahwa pemberian imunisasi secara terpisah tidak lebih baik dibandingkan MMR, malahan terjadi keterlambatan imunisasi MMR. Selanjutnya akan dilakukan penelitian lebih jauh tentang penyebab autisme. 6. Thimerosal dalam kandungan autism sebagai penyebab autisme. Tidak benar. Penelitian yang mengungkapkan bahwa thimerosal tidak mengakibatkan Autis dilakukan oleh berbagai penelitian di antaranya dilakukan oleh Kreesten M. Madsen dkk dari berbagai intitusi di Denmark. Mereka mengadakan penelitian bersama terhadap anak usia 2 hingga 10 tahun sejak tahun 1970 hingga tahun 2000. Mengamati 956 anak sejak tahun 1971 hingga 2.000 anak dengan autis. Sejak thimerosal digunakan hingga tahun 1990 tidak didapatkan kenaikkan penderita auitis secara bermakna. Kemudian sejak tahun 1991 hingga tahun 2000 bersamaan dengan tidak digunakannya thimerosal pada vaksin ternyata jumlah penderita autis malah meningkat drastis. Kesimpulan penelitian tersebut adalah tidak ada hubungan antara pemberian thimerosal dengan autis. Demikian juga Stehr-Green P dkk, Department of Epidemiology, School of Public Health and Community Medicine, University of Washington, Seattle, WA, bulan Agustus 2003 melaporkan antara tahun 1980 hingga 1990 membandingkan prevalensi dan insiden penderita autisme di California, Swedia, dan Denmark yang mendapatkan ekposur dengan imunisasi thimerosal. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa insiden pemberian thimerosal pada autisme tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Geier DA dalam Jurnal Americans Physicians Surgery tahun 2003, menungkapkan bahwa thimerosal tidak terbukti mengakibatkan gangguan neurodevelopment (gangguan perkembangan karena persarafan) dan penyakit jantung. Melalui forum National Academic Press tahun 2001, Stratton K dkk melaporkan tentang keamanan thimerosal pada vaksin dan tidak berpengaruh terhadap gangguan gangguan neurodevelopment (gangguan perkembangan karena persarafan). Sedangkan Hviid A dkk dalam laporan di majalah JAMA 2004 mengungkapkan penelitian terhadap 2.986.654 anak per tahun didapatkan 440 kasus autis. Dilakukan pengamatan pada kelompok anak yang menerima thimerosal dan tidak menerima thimerosal. Ternyata tidak didapatkan perbedaan bermakna. Disimpulkan bahwa pemberian thimerosal tidak berhubungan dengan terjadinya autis. Menurut penelitian Eto, menunjukkan manifestasi klinis autis sangat berbeda dengan keracunan merkuri. Sedangkan Aschner, dalam penelitiannya menyimpulkan tidak terdapat peningkatan kadar merkuri dalam rambut, urin dan darah anak Autis. Pichichero melakukan penelitian terhadap 40 bayi usia 2-6 bulan yang diberi vaksin yang mengandung thimerosal dan dibandingkan pada kelompok kontrol tanpa diberi thimerosal. Setelah itu dilakukan evaluasi kadar thimerosal dalam tinja dan darah bayi tersebut. Ternyata thimerosal tidak meningkatkan kadar merkuri dalam darah, karena etilmerkuri akan cepat dieliminasi dari darah melalui tinja. Selain itu masih banyak lagi peneliti melaporkan hasil yang sama, yaitu thimerosal tidak mengakibatkan autisme. 7. Semua vaksin terdapat zat-zat berbahaya yang dapat merusak otak ?Tidak benar. Isu itu karena "ilmuwan" tersebut di atas tidak mengerti isi vaksin, manfaat, dan batas keamanan zat-zat di dalam vaksin. Contoh: jumlah total etil merkuri yang masuk ke tubuh bayi melalui vaksin sekitar 2 mcg/kgbb/minggu, sedangkan batas aman menurut WHO adalah jauh lebih banyak (159 mcg/kgbb/minggu). Oleh karena itu vaksin mengandung merkuri dengan dosis yang sangat rendah dan dinyatakan aman oleh WHO dan badan-badan pengawasan lainnya. 8. Vaksin terbuat dari nanah, dibiakkan di janin anjing, babi, manusia yang sengaja digugurkan?Tidak benar. Isu itu bersumber dari "ilmuwan" 50 tahun lalu (tahun 1961-1962). Pengetahuan imunologi, biomolekuilar vaksin dan tknologi pembuatan vaksin berkembang sangat pesat. Sekarang tidak ada vaksin yang terbuat dari nanah atau dibiakkan embrio anjing, babi, atau manusia. Metode baru dan teknologi paling modern dari manipulasi biomolekuler telah diyakini teknologi vaksin baru sekarang memasuki "zaman keemasan." Perbaikan vaksin sangat mungkin dilakukan di masa depan untuk mendapatkan keamanan dan efektifitas vaksin lebih hebat lagi 9. Imunisasi tak masuk akal bermanfaat.Tidak benar. Pendapat yang menyesatkan yang tidak berdasarkan kajian ilmiah dan penelitian ilmiah dikeluarkan oleh Dr. William Hay seorang dokter yang bergerak di bidang food combining, dalam buku "Immunisation: The Reality behind the Myth""Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya." Padahal sampai saat ini 194 negara di seluruh dunia yakin bahwa imunisasi aman dan bermanfaat mencegah wabah, sakit berat, cacat, dan kematian pada bayi dan balita. Terbukti 194 negara tersebut terus menerus melaksanakan program imunisasi, termasuk negara dengan sosial ekonomi tinggi dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dengan cakupan umumnya lebih dari 85 %. Ribuan penelitian tentang efikasi dan manfaat vaksi secara biomolekular dan secara statistik bermanfaat secara bermakna. 10. Vaksin mengandung lemak babi ?Tidak benar. Hanya sebagian kecil dari vaksin yang pernah bersinggungan dengan tripsin pada proses pengembangan maupun pembuatannya seperti vaksin polio injeksi (IPV) dan meningitis. Pada vaksin meningitis, pada proses penyemaian induk bibit vaksin tertentu 15 ? 20 tahun lalu, ketika panen bibit vaksin tersebut bersinggungan dengan tripsin pankreas babi untuk melepaskan induk vaksin dari persemaiannya. Tetapi kemudian induk bibit vaksin tersebut dicuci dan dibersihkan total, sehingga pada vaksin yang disuntikkan tidak mengandung tripsin babi. Atas dasar itu maka Majelis Ulama Indonesia berpendapat vaksin itu boleh dipakai, selama belum ada penggantinya. Contohnya vaksin meningokokus (meningitis) haji diwajibkan oleh Saudi Arabia bagi semua jemaah haji untuk mencegah radang otak karena meningokokus. 11. Vaksin yang dipakai di Indonesia buatan Amerika ?Tidak benar. Vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah buatan PT Bio Farma Bandung, yang merupakan BUMN, dengan 98,6% karyawannya adalah Muslim. Proses penelitian dan pembuatannya mendapat pengawasan ketat dari ahli-ahli vaksin di BPOM dan WHO. Vaksin-vaksin tersebut juga diekspor ke 120 negara, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, seperti Iran dan Mesir. Vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah buatan PT Biofarma Bandung. Vaksin-vaksin tersebut dibeli dan dipakai oleh 120 negara, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam 12. Program imunisasi hanya di negara Muslim dan miskin agar menjadi bangsa yang lemah?Tidak benar. Imunisasi saat ini dilakukan di 194 negara, termasuk negara-negara maju dengan status sosial ekonomi tinggi, dan negara-negara non-Muslim. Kalau imunisasi bisa melemahkan bangsa, maka mereka juga akan lemah, karena mereka juga melakukan program imunisasi, bahkan lebih dulu dengan jenis vaksin lebih banyak. Kenyataanya : bangsa dengan cakupan imunisasi lebih tinggi justru lebih kuat. Jadi terbukti bahwa imunisasi justru memperkuat kekebalan terhadap penyakit infeksi, bukan melemahkan. 13. Di Amerika banyak kematian bayi akibat vaksin ?Tidak benar. Isu itu karena penulis tidak faham data Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) FDA Amerika tahun 1991-1994, yang mencatat 38.787 laporan kejadian ikutan pasca imunisasi, oleh penulis angka tersebut ditafsirkan sebagai angka kematian bayi 1 - 3 bulan. Kalau memang benar angka kematian begitu tinggi tentu FDA AS akan heboh dan menghentikan vaksinasi. Faktanya Amerika tidak pernah meghentikan vaksinasi bahkan mempertahankan cakupan semua imunisasi di atas 90 %. Angka tersebut adalah semua keluhan nyeri, gatal, merah, bengkak di bekas suntikan, demam, pusing, muntah yang memang rutin harus dicatat kalau ada laporan masuk. Kalau ada 38.787 laporan dari 4,5 juta bayi berarti KIPI hanya 0,9 %. 14. Banyak bayi balita meninggal pada imunisasi masal campak di Indonesia ?Tidak benar. Setiap laporan kecurigaan adanya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) selalu dikaji oleh Komnas/Komda KIPI yang terdiri dari pakar-pakar penyakit infeksi, imunisasi, imunologi. Setelah dianalisis dari keterangan keluarga, dokter yang merawat di rumah sakit, hasil pemeriksaan fisik, dan laboratorium, ternyata balita tersebut meninggal karena radang otak, bukan karena vaksin campak. Pada bulan itu ada beberapa balita yang tidak imunisasi campak juga menderita radang otak. Berarti kematian balita tersebut bukan karena imunisasi campak, tetapi karena radang otak. 15. Demam, bengkak, merah setelah imunisasi adalah bukti vaksin berbahaya?Tidak benar. Demam, merah, bengkak, gatal di bekas suntikan adalah reaksi wajar setelah vaksin masuk ke dalam tubuh. Seperti rasa pedas dan berkeringat setelah makan sambal adalah reaksi normal tubuh kita. Umumnya keluhan tersebut akan hilang dalam beberapa hari. Boleh diberi obat penurun panas, dikompres. Bila perlu bisa konsul ke petugas kesehatan terdekat. 16. Program imunisasi gagal?Tidak benar. Isu-isu tersebut bersumber dari data yang sangat kuno (50-150 tahun lalu) hanya dari 1 - 2 negara saja, sehingga hasilnya sangat berbeda dengan hasil penelitian terbaru, karena vaksinnya sangat berbeda. Isu vaksin cacar variola gagal, berdasarkan data yang sangat kuno, di Inggris tahun 1867 - 1880 dan Jepang tahun 1872-1892. Fakta terbaru sangat berbeda, bahwa dengan imunisasi cacar di seluruh dunia sejak tahun 1980 dunia bebas cacar variola. Isu vaksin difteri gagal, berdasarkan data di Jerman tahun 1939. Fakta sekarang: vaksin difteri dipakai di seluruh dunia dan mampu menurunkan kasus difteri hingga 95 %. Isu pertusis gagal hanya dari data di Kansas dan Nova Scottia tahun 1986. Isu vaksin campak berbahaya hanya berdasar penelitian 1989-1991 pada anak miskin berkulit hitam di Meksiko, Haiti dan Afrika. 17. Program imunisasi gagal, karena setelah diimunisasi bayi balita masih bisa tertular penyakit tersebut ?Tidak benar. Program imunisasi di seluruh dunia tidak pernah gagal. Perlindungan vaksin memang tidak 100%. Bayi dan balita yang telah diimunisasi masih bisa tertular penyakit, tetapi jauh lebih ringan dan tidak berbahaya. Banyak penelitian imunologi dan epidemiologi di berbagai membuktikan bahwa bayi balita yang tidak diimunisasi lengkap tidak mempunyai kekebalan spesifik terhadap penyakit-penyakit berbahaya. Mereka mudah tertular penyakit tersebut, akan menderita sakit berat, menularkan ke anak-anak lain, menyebar luas, terjadi wabah, menyebabkan banyak kematian dan cacat. 18. Vaksin berbahaya, tidak effektif, tidak dilakukan di negara maju ?Tidak benar. Karena di Indonesia ada orang-orang yang tidak mengerti tentang vaksin dan imunisasi, hanya mengutip dari "ilmuwan" tahun 1950 -1960 yang ternyata bukan ahli vaksin, atau berdasar data-data 30 - 40 tahun lalu (1970 - 1980an) atau hanya dari 1 sumber yang tidak kuat. Atau dia mengutip Wakefield spesialis bedah, bukan ahli vaksin, yang penelitiannya dibantah oleh banyak tim peneliti lain, dan oleh majalah resmi kedokteran Inggris British Medical Journal Februari 2011 penelitian Wakefield dinyatakan salah atau bohong. Ia hanya berdasar kepada 1 - 2 laporan kasus yang tidak diteliti lebih lanjut secara ilmiah, hanya berdasar logika biasa. Badan penelitian di berbagai negara membuktikan bahwa dengan meningkatkan cakupan imunisasi, maka penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi berkurang secara bermakna. Oleh karena itu, saat ini program imunisasi dilakukan terus menerus di 194 negara, termasuk negara dengan sosial ekonomi tinggi dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. 19. ASI, gizi, dan suplemen herbal sudah cukup menggantikan imunisasi .Tidak ada satupun badan penelitian di dunia yang menyatakan bisa, karena kekebalan yang dibentuk sangatlah berbeda. ASI, gizi, suplemen herbal, kebersihan, hanya memperkuat pertahanan tubuh secara umum, karena tidak membentuk kekebalan spesifik terhadap kuman tertentu. Kalau jumlah kuman banyak dan ganas, perlindungan umum tidak mampu melindungi bayi, sehingga masih bisa sakit berat, cacat atau bahkan mati. Imunisasi merangsang pembentukan antibodi dan kekebalan seluler yang spesifik terhadap kuman-kuman atau racun kuman tertentu, sehingga bekerja lebih cepat, efektif, dan efisien untuk mencegah penularan penyakit yang berbahaya. Selain diberi imunisasi, bayi harus diberi ASI eksklusif, makanan pendamping ASI dengan gizi lengkap dan seimbang, kebersihan badan, makanan, minuman, pakaian, mainan, dan lingkungan. Suplemen diberikan sesuai kebutuhan individual yang bervariasi. Selain itu bayi harus diberikan kasih sayang dan stimulasi bermain untuk mengembangkan kecerdasan, kreatifitas dan perilaku yang baik. 20. Imunisasi dan Konspirasi Zionisme di dalamnya.Tidak benar. Jika dirunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, dapat ditemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh Keluarga Rockefeller. Di dunia internasional banyak yayasan sosial yang mendanai penelitian ilmiah tentang vaksin dan masalah kesehatan masyarakat lainnya. Memang Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia tetapi sebenarnya mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya (The UN's WHO was established by the Rockefeller family's foundation in 1948 - the year after the same Rockefeller cohort established the CIA. Two years later the Rockefeller Foundation established the U.S. Government's National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), and earlier, the nation's Public Health Service (PHS). Yayasan Rockefeller yang berdiri sejak tahun 1913 dan kredibilitasnya telah diakui dunia kesehatan Internasional yang berupaya meningkatkan kesehatan global dengan bekerja untuk mengubah sistem kesehatan sehingga lebih mudah diakses dan terjangkau masyarakat tidak mampu. Yayasan kesehatan dunia ini juga menghubungkan jaringan surveilans penyakit global untuk membantu mereka yang berjuang meminimalkan penyebaran penyakit menular yang dapat menyebabkan pandemi. Yayasan ini juga meningkatkan monitoring, deteksi dan respon terhadap penyakit menular seperti Ebola, SARS, dan flu burung untuk mencegah pandemi. Memperluas penggunaan teknologi untuk meningkatkan perawatan kesehatan. Melibatkan sektor swasta untuk bekerja dengan sektor publik dalam mengembangkan praktik dan kebijakan untuk menyediakan dan mendanai pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Sikap orang tua dalam menghadapi kampanye hitam * Bila mendengar dan mengetahui kontroversi tersebut, maka pasti akan membingungkan masyarakat awam. Hal ini terjadi karena yang memberikan informasi yang tidak benar tersebut adalah para ahli kedokteran tetapi yang tidak berkompeten sesuai keahliannya. Untuk menyikapinya kita harus cermat dan teliti dan berpikiran lebih jernih. Kalau mengamati beberapa penelitian yang mendukung adanya berbagai kejadian berhubungan dengan imunisasi, mungkin benar sebagai pemicu atau sebagai co-accident atau kebetulan. * Penelitian yang menunjukkan hubungan keterkaitan imunisasi dan berbagai hal yang tidak benar hanya dilihat dalam satu kelompok kecil (populasi). Secara statistik hal ini hanya menunjukkan hubungan, tidak menunjukkan sebab akibat. Kita juga tidak boleh langsung terpengaruh pada laporan satu atau beberapa kasus, misalnya bila orang tua anak autism berpendapat bahwa anaknya timbul gejala autism setelah imunisasi. Kesimpulan tersebut tidak bisa digeneralisasikan terhadap anak sehat secara umum (populasi lebih luas). Kalau itu terjadi bisa saja kita juga terpengaruh oleh beberapa makanan yang harus dihindari oleh penderita autism juga juga akan dihindari oleh anak sehat lainnya. Jadi logika tersebut harus dicermati dan dimengerti. * Menanggapi tantangan tersebut, Prof Sri Rezeki Hadinegoro, Ketua Pelaksana Konferensi Vaksin Se-Asia 3 mengatakan, pemerintah bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melakukan pendekatan kepada ulama dan masyarakat untuk memberikan pemahaman yang benar. "Kami tidak melawan pemahaman kelompok antivaksin, tetapi jangan memutarbalikkan fakta pada masyarakat," kata Sri dalam acara jumpa pers pelaksanaan Konferensi Vaksinasi Asia Ke-3 di Jakarta, Kamis (28/7/2011). * Ketua Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama menambahkan, masyarakat seharusnya tidak perlu mengkhawatirkan keamanan dan kehalalan vaksin yang beredar. "Pemerintah menjamin semua vaksin yang beredar sesuai kaidah-kaidah yang berlaku. Pada kasus kontroversi vaksin meningitis untuk jemaah haji, kami mengikuti saran MUI," katanya. * Persoalan black campaign dari vaksin ternyata juga ditemui di negara-negara lain, misalnya di Filipina. Menurut Enrique Tayag, President of Philliphine Foundation for Vaccination, kelompok antivaksin juga menjadi tantangan. "Bagaimanapun masyarakat harus diingatkan manfaat vaksin untuk kesehatan anak jauh lebih besar daripada efek samping yang ditakutkan," katanya dalam kesempatan yang sama. Hambatan lain adalah munculnya kelompok-kelompok antivaksinasi yang menyebabkan kampanye hitam dengan membawa faktor agama dan budaya. Biasanya kelompok tertentu yang menyebarkan kampanye hitam imunisasi demi kepentingan pribadi khususnya dalam kepentingan bisnis terselubung yang mereka lakukan. Sebagian kelompok ini adalah yang dilakukan oleh oknum pelaku naturopathy, homeopathy, food combining, atau bisnis terapi herbal. Sebagian dari kelompok ini juga dilakukan oleh dokter bahkan beberapa profesor. Tetapi semuanya bukan berasal dari ahli medis, dokter atau profesior yang berkompeten di bidangnya seperti ahli kesehatan anak, ahli vaksin, ahli imunologi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak juga dokter atau profesor yang bergerak di bidang bisnis terapi alternatif atau non medis. Meski sebenarnya ilmu dan aliran terapi alternatif tersebut pada umumnya sangat baik, tetapi sayangnya sebagian kecil di antara mereka demi keberhasilan bisnis mereka mengorbankan kepentingan anak di dunia dengan menyebarkan informasi tidak benar dan menyesatkan.   Benarkah imunisasi lumpuhkan generasi?Dr Piprim B Yanuarso SpA (K)Konsultan Kardiologi Anak Bagian Anak FKUI/RSCM JakartaPengurus PP IDAI, JakartaPencinta anak-anak dan ibunya anak-anak.  Pendahuluan Akhir-akhir ini kita sering mendengar atau melihat seminar dengan judul yang membuat mata seorang dokter terbelalak. "Imunisasi lumpuhkan generasi" atau "Wahai para orangtua bekali dirimu dengan pengetahuan tentang bahaya imunisasi". Sebagai seorang dokter saya lalu merenung, bila benar apa yang mereka serukan itu, betapa besar dosa saya sebagai dokter anak yang sering mengimunisasi bayi dan anak yang datang ke tempat praktek. Betapa jahatnya saya sebagai manusia karena telah mengimunisasi begitu banyak bayi dan anak selama ini, bahkan sejak saya masih sebagai dokter umum di puskesmas dahulu. Lalu saya merenung dan mencoba meneliti kembali permasalahan ini. Siapa sebenarnya yang salah dan siapa yang benar? Dalam kontroversi yang memuat perbedaan 180 derajat ini, tidak mungkin kedua-duanya salah atau benar. Pasti salah satu benar dan yang lain salah. Dan saya khawatir bila selama ini sayalah yang bersalah itu. Saya sungguh khawatir jangan-jangan saya telah melumpuhkan begitu banyak generasi muda. Jangan-jangan saya telah melakukan dosa kemanusiaan yang sangat besar. Galau habis-habisan.Rasa galau itu membuat saya membuka-buka literatur dan data yang ada tentang permasalahan imunisasi. Saya mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan seruan yang menentang keras imunisasi. Suatu pernyataan yang sangat bertolak belakang dengan yang selama ini saya pelajari bahwa imunisasi itu suatu tindakan preventif yang amat bermanfaat buat kemanusiaan. Di lain pihak kegalauan saya juga semakin menjadi bila mengingat andai seruan tersebut kemudian menyebar ke masyarakat luas lalu apa yang akan terjadi dengan bayi-bayi mungil tak berdosa itu di kemudian hari? Mungkinkah penyakit-penyakit berat yang dapat dicegah dengan imunisasi akan bangkit kembali dari kuburnya gara-gara seruan itu? Masalah ini justru menimbulkan kegalauan lebih dalam bagi saya. Apakah sebenarnya imunisasi itu? Sebelum melangkah lebih jauh mari kita bahas sekilas apakah yang dimaksud dengan imunisasi. Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit, sehingga bila kelak terpajan pada penyakit tersebut ia tidak menjadi sakit. Kekebalan yang diperoleh dari imunisasi dapat berupa kekebalan pasif maupun aktif. Imunisasi yang diberikan untuk memperoleh kekebalan pasif disebut imunisasi pasif, dengan cara memberikan antibodi atau faktor kekebalan kepada seseorang yang membutuhkan. Contohnya adalah pemberian imunoglobulin spesifik untuk penyakit tertentu, misalnya imunoglobulin antitetanus untuk penyakit tetanus. Contoh lain adalah kekebalan pasif alamiah antibodi yang diperoleh janin dari ibu. Kekebalan jenis ini tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh. Kekebalan aktif dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen secara alamiah atau melalui imunisasi. Imunisasi yang diberikan untuk memperoleh kekebalan aktif disebut imunisasi aktif dengan memberikan zat bioaktif yang disebut vaksin, dan tindakan itu disebut vaksinasi. Kekebalan yang diperoleh dari vaksinasi berlangsung lebih lama dari kekebalan pasif karena adanya memori imunologis, walaupun tidak sebaik kekebalan aktif yang terjadi karena infeksi alamiah. Untuk memperoleh kekebalan aktif dan memori imunologis yang efektif maka vaksinasi harus mengikuti cara pemakaian dan jadwal yang telah ditentukan melalui bukti uji klinis yang telah dilakukan. Tujuan imunisasi adalah untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan menghilangkan penyakit tersebut pada sekelompok masyarakat (populasi), atau bahkan menghilangkannya dari dunia seperti kita lihat pada keberhasilan imunisasi cacar variola. Keadaan terakhir ini lebih mungkin terjadi pada jenis penyakit yang hanya dapat ditularkan melalui manusia, seperti penyakit difteri dan poliomielitis. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian dan kecacatan seumur hidup dan akan menjadi beban bagi masyarakat di kemudian hari. Sampai saat ini terdapat 19 jenis vaksin untuk melindungi 23 PD3I di seluruh dunia dan masih banyak lagi vaksin yang sedang dalam penelitian. Adakah bukti bahwa imunisasi bermanfaat ? Pertanyaan selanjutnya yang perlu dijawab adalah adakah manfaat imunisasi? Ataukah imunisasi hanya bikin mudhorot (keburukan) buat kemanusiaan? Untuk menjawab pertanyaan ini saya kemudian menelaah berbagai data status kesehatan masyarakat sebelum dan sesudah ditemukannya imunisasi di berbagai negara. Namun saya ingin menampilkan data dari negara maju seperti Amerika Serikat, karena kelompok antiimunisasi selalu menuduh bahwa imunisasi adalah sebuah proyek konspirasi dari negara ini untuk melumpuhkan generasi muda di seluruh dunia.Sebelum adanya vaksin polio, terdapat 13.000 - 20.000 (16.316) kasus lumpuh layuh akut akibat polio dilaporkan setiap tahun di AS meninggalkan ribuan korban penderita cacat karena polio yang mesti menggunakan tongkat penyangga atau kursi roda. Saat ini AS dinyatakan bebas kasus polio. Angka penurunan mencapai 100%.Sebelum adanya imunisasi campak, 503.282 kasus campak terjadi setiap tahun dan 20% di antaranya dirawat dengan jumlah kematian mencapai 450 orang pertahun akibat pneumonia campak. Setelah ada imunisasi campak kasus menurun hingga 55 kasus pertahun pada tahun 2006. Angka penurunan 99.9%.Sebelum ditemukan imunisasi difteri terjadi 175.885 kasus difteri per tahun dengan angka kematian mencapai 15.520 kasus. Setelah imunisasi ditemukan tahun 2001 jumlahnya menurun menjadi 2 kasus dan tahun 2006 tidak ada lagi laporan kasus difteri. Angka penurunan mencapai 100%Sebelum tahun 1940an terdapat 150.000-260.000 kasus pertussis setiap tahun dengan angka kematian mencapai 9000 kasus setahun. Setelah imunisasi pertussis ditemukan angka kematian menurun menjadi 30 kasus setahun. Namun dengan seruan antiimunisasi yang marak di AS terjadi lagi peningkatan kasus secara signifikan di beberapa negara bagian. Pada 8 negara bagian terjadi peningkatan kasus 10-100 kali lipat pada saat cakupan imunisasi pertussis menurun drastis.Sebelum vaksin HiB ditemukan, HiB nerupakan penyebab tersering meningitis bakteri (radang selaput otak) di AS, dengan 20.000 kasus per tahun. Meningitis HiB menyebabkan kematian 600 anak pertahun dan meninggalkan kecacatan berupa tuli, kejang, dan retardasi mental pada anak yang selamat. Pada tahun 2006 kasus meningitis HIB menurun menjadi 29 kasus. Angka penurunan 99.9%.Hampir 90% bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi Rubella saat hamil trimester pertama akan mengalami sindrom Rubella kongenital, berupa penyakit jantung bawaan, katarak kongenital, dan ketulian. Pada tahun 1964 sekitar 20.000 bayi lahir dengan sindrom Rubella kongenital ini, mengakibatkan 2100 kematian neonatal dan 11.250 abortus. Setelah adanya imunisasi hanya dilaporkan 6 kasus sindrom Rubella kongenital pada tahun 2000. Kasus Rubella secara umum menurun dari 47.745 kasus menjadi hanya 11 kasus pertahun pada tahun 2006. Angka penurunan 99.9%.Hampir 2 milyar orang telah terinfeksi hepatitis B suatu saat dalam hidupnya. Sejuta di antaranya meninggal setiap tahun karena penyakit sirosis hati dan kanker hati. Sekitar 25% anak-anak yang terinfeksi hepatitis B dapat diperkirakan akan meninggal karena penyakit hati pada saat dewasa. Terjadi penurunan jumlah kasus baru dari 450.000 kasus pada tahun 1980 menjadi sekitar 80.000 kasus pada tahun 1999. Penurunan terbanyak terjadi pada anak dan remaja yang mendapat imunisasi rutin.Di seluruh dunia penyakit tetanus menyebabkan kematian pada 300.000 neonatus dan 30.000 ibu melahirkan setiap tahunnya dan mereka tidak diimunisasi adekuat. Tetanus sangat infeksius namun tidak menular, sehingga tidak seperti PD3I yang lain, imunisasi pada anggota suatu komunitas tidak dapat melindungi orang lain yang tidak diimunisasi. Karena bakteri tetanus terdapat banyak di lingkungan kita, maka tetanus hanya bisa dicegah dengan imunisasi. Bila program imunisasi tetanus distop, maka semua orang dari berbagai usia akan rentan menderita penyakit ini.Sekitar 212.000 kasus mumps (gondongan) terjadi di AS pada tahun 1964. Setelah ditemukannya vaksin mumps pada tahun 1967 insidens penyakit ini menurun menjadi hanya 266 kasus pada tahun 2001. Namun pada tahun 2006 terjadi KLB di kalangan mahasiswa, sebagian besar di antara mereka menerima 2 kali vaksinasi. Terjadi lebih dari 5500 kasus pada 15 negara bagian. Mumps merupakan penyakit yang sangat menular dan hanya butuh beberapa orang saja yang tidak diimunisasi untuk memulai transmisi penyakit sebelum menyebar luas. Sebelum vaksin pneumokokus ditemukan, pneumokokus menyebabkan 63.000 kasus invassive pneumococcal disease (IPD) dengan 6100 kematian di AS setiap tahun. Banyak anak yang menderita gejala sisa berupa ketulian dan kejang-kejang. Dari data di atas para ahli menyimpulkan bahwa imunisasi adalah salah satu di antara program kesehatan masyarakat yang paling sukses dan cost-effective . Program imunisasi telah menyebabkan eradikasi penyakit cacar (variola, smallpox), eliminasi campak dan poliomielitis di berbagai belahan dunia. dan penurunan signifikan pada morbiditas dan mortalitas akibat penyakit difteri, tetanus, dan pertussis. Badan kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2003 memperkirakan 2 juta kematian anak dapat dicegah dengan imunisasi. Katz (1999) bahkan menyatakan bahwa imunisasi adalah sumbangan ilmu pengetahuan yang terbaik yang pernah diberikan para ilmuwan di dunia ini.  Miskonsepsi tentang imunisasi Meskipun imunisasi telah terbukti banyak manfaatnya dalam mencegah wabah dan PD3I di berbagai belahan dunia, namun masih terdapat sebagian orang yang memiliki miskonsepsi terhadap imunisasi. Secara umum berikut ini adalah beberapa miskonsepsi yang sering terjadi di masyarakt: A. Penyakit-penyakit tersebut (PD3I) sebenarnya sudah mulai menghilang sebelum vaksin ditemukan karena meningkatnya higiene dan sanitasi.Pernyataan sejenis ini dan variasinya sangat banyak dijumpai pada literatur antivaksin. Namun bila melihat insidens aktual PD3I sebelum dan sesudah ditemukannya vaksin kita tidak lagi meragukan manfaat vaksinasi. Sebagai contoh kita lihat kasus meningitis HiB di Canada. Higiene dan sanitasi sudah dalam keadaan baik sejak tahun 1990, namun kejadian meningitis HiB sebelum program imunisasi dilaksanakan mencapai 2000 kasus per tahun dan setelah imunisasi rutin dijalankan menurun menjadi 52 kasus saja dan mayoritas terjadi pada bayi dan anak yang tidak diimunisasi. Contoh lain adalah pada 3 negara maju (Inggris, Swedia, dan Jepang) yang menghentikan program imunisasi pertussis karena ketakutan terhadap efek samping vaksin pertussis. Di Inggris tahun 1974 cakupan imunisasi menurun drastis dan diikuti dengan terjadinya wabah pertussis pada tahun 1978, ada 100.000 kasus pertussis dengan 36 kematian. Di Jepang pada kurun waktu yang sama cakupan imunisasi pertussis menurun dari 70% menjadi 20-40% hal ini menyebabkan lonjakan kasus pertussis dari 393 kasus dengan 0 kematian menjadi 13.000 kasus dengan 41 kematian karena pertussis pada tahun 1979. Di Swedia pun sama, dari 700 kasus pada tahun 1981 meningkat menjadi 3200 kasus pada tahun 1985. Pengalaman tersebut jelas membuktikan bahwa tanpa imunisasi bukan saja penyakit tidak akan menghilang namun juga akan hadir kembali saat program imunisasi dihentikan. B. Mayoritas anak yang terkena penyakit justru yang sudah diimunisasi.Pernyataan ini juga sering dijumpai pada literatur antivaksin. Memang dalam suatu kejadian luar biasa (KLB) jumlah anak yang sakit dan pernah diimunisasi lebih banyak daripada anak yang sakit dan belum diimunisasi. Penjelasan masalah tersebut sebagai berikut: pertama tidak ada vaksin yang 100% efektif. Efektivitas sebagian besar vaksin pada anak adalah sebesar 85-95%, tergantung respons individu. Kedua: proporsi anak yang diimunisasi lebih banyak daripada anak yang tidak diimunisasi di negara yang menjalankan program imunisasi. Bagaimana kedua faktor tersebut berinteraksi diilustrasikan dalam contoh berikut. Suatu sekolah mempunyai 1000 murid. Semua murid pernah diimunisasi campak 2 kali kecuali 25 yang tidak pernah sama sekali. Ketika semua murid terpapar campak, 25 murid yang belum diimunisasi semuanya menderita campak. Dari kelompok yang telah diimunisasi campak 2 kali, sakit 50 orang. Jumlah seluruh yang sakit 75 orang dan yang tidak sakit 925 orang. Kelompok antiimunisasi akan mengatakan bahwa persentase murid yang sakit adalah 67 % (50/75) dari kelompok yang pernah imunisasi, dan 33% (25/75) dari kelompok yang tidak diimunisasi. Padahal bila dihitung dari efek proteksi, maka imunisasi memberikan efek proteksi sebesar (975-25)/975 = 94.8%. Yang tidak diimunisasi efek proteksi sebesar 0/25= 0%. Dengan kata lain, 100% murid yang tidak mendapat imunisasi akan sakit campak; dibanding hanya 5,2% dari kelompok yang diimunisasi yang terkena campak. Jelas bahwa imunisasi berguna untuk melindungi anak. C. Vaksin menimbulkan efek samping yang berbahaya, kesakitan, dan bahkan kematianVaksin merupakan produk yang sangat aman. Hampir semua efek simpang vaksin bersifat ringan dan sementara, seperti nyeri pada bekas suntikan atau demam ringan. Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) secara definitif mencakup semua kejadian sakit pasca imunisasi. Prevalensi dan jenis sakit yang tercantum dalam KIPI hampir sama dengan prevalensi dan jenis sakit dalam keadaan sehari-hari tanpa adanya program imunisasi. Hanya sebagian kecil yang memang berkaitan dengan vaksin atau imunisasinya, sebagian besar bersifat koinsidens. Kematian yang disebabkan oleh vaksin sangat sedikit. Sebagai ilustrasi semua kematian yang dilaporkan di Amerika sebagai KIPI pada tahun 1990-1992, hanya 1 yang mungkin berhubungan dengan vaksin. Institut of Medicine (IOM) tahun 1994 menyatakan bahwa risiko kematian akibat vaksin adalah amat rendah (extra-ordinarily low). Besarnya risiko harus dibandingkan dengan besarnya manfaat vaksin. Bila satu efek simpang berat terjadi dalam sejuta dosis vaksin namun tidak ada manfaat vaksin, maka vaksin tersebut tidak berguna. Manfaat imunisasi akan lebih jelas bila risiko penyakit dibandingkan dengan risiko vaksin. Contoh vaksin MMR (melindungi campak, mumps (gondongan) dan rubella (campak jerman)pneumonia campak : risiko kematian 1:3000 risiko alergi berat MMR 1:1000.000Ensefalitis mumps : 1 : 300 pasien mumps, risiko ensefalitis MMR 1:1000.000Sindrom rubella kongenital : 1 : 4 bayi dari ibu hamil kena rubella Contoh vaksin DPaT (melindungi difteri, pertussis, dan tetanus)Difteri : risiko kematian 1 : 20, risiko menangis lama sementara 1 : 100Tetanus : risiko kematian 1 : 30, risiko kejang sembuh sempurna 1 : 1750Pertussis : risiko ensefalitis pertussis 1 : 20, risiko ensefalitis DPaT 1 : 1000.000  D. Penyakit penyakit tersebut (PD3I) telah tidak ada di negara kita sehingga anak tidak perlu diimunisasiAngka kejadian beberapa penyakit yang termasuk PD3I memang telah menurun drastis. Namun kejadian penyakit tersebut masih cukup tinggi di negara lain. Siapa pun termasuk wisatawan dapat membawa penyakit tersebut secara tidak sengaja dan dapat menimbulkan wabah. Hal tersebut serupa dengan KLB polio di Indonesia pada tahun 2005 lalu. Sejak tahun 1995 tidak ada kasus polio yang disebabkan oleh virus polio liar. Pada bulan April 2005, Laboratorium Bioofarma di Bandung mengkonfirmasi adanya virus polio liar tipe 1 pada anak berusia 18 bulan yang menderita lumpuh layuh akut pada bulan Maret 2005. Anak tersebut tidak pernah diimunisasi sebelumnya. Virus polio itu selanjutnya menyebabkan wabah merebak ke 10 propinsi, 48 kabupaten. Sampai bulan April 2006 tercatat 349 kasus polio, termasuk 46 kasus VDVP (vaccine derived polio virus) di Madura. Dari analisis genetik virus diketahui bahwa virus berasal dari Afrika barat. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa virus sampai ke Indonesia melalui Nigeria dan Sudan sama seperti virus yang diisolasi di Arab Saudi dan Yaman. Dari pengalaman tersebut terbukti bahwa anak tetap harus mendapat imunisasi karena dua alasan. Alasan pertama adalah anak harus dilindungi. Meskipun risiko terkena penyakit adalah kecil, bila penyakit masih ada, anak yang tidak terproteksi tetap berpeluang terinfeksi. Alasan kedua imunisasi anak penting untuk melindungi anak lain di sekitarnya. Terdapat sejumlah anak yang tak dapat diimunisasi (misalnya karena alergi berat terhadap komponen vaksin) dan sebagian kecil anak yang tidak memberi respons terhadap imunisasi. Anak-anak tersebut rentan terhadap penyakit dan perlindungan yang diharapkan adalah dari orang-orang di sekitarnya yang tidak sakit dan tidak menularkan penyakit kepadanya. E. Pemberian vaksin kombinasi (multipel) meningkatkan risiko efek simpang yang berbahaya dan dapat membebani sistem imunAnak-anak terpapar pada banyak antigen setiap hari. Makanan dapat membawa bakteri yang baru ke dalam tubuh. Sistem imun juga akan terpapar oleh sejumlah bakteri hidup di mulut dan hidung. Infeksi saluran pernapasan bagian atas akan menambah paparan 4-10 antigen, sedangkan infeksi streptokokus pada tenggorokan memberi paparan 25-50 antigen. Tahun 1994 IOM menyatakan bahwa dalam keadaan normal penambahan jumlah antigen dalam vaksin tidak mungkin akan memberikan beban tambahan pada sistem imun dan tidak bersifat imunosupresif. Data penelitian menunjukkan bahwa imunisasi simultan dengan vaksin multipel tidak membebani sistem imun anak normal. Pada tahun 1999 Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP), American Academy of Pediatrics (AAP), dan American Academy of Family Physicians (AAFP) merekomendasi pemberian vaksin kombinasi untuk imunisasi anak. Keuntungan vaksin kombinasi adalah mengurangi jumlah suntikan, mengurangi biaya penyimpanan dan pemberian vaksin, mengurangi jumlah kunjungan ke dokter, dan memfasilitasi penambahan vaksin baru ke dalam program imunisasi. F. Vaksin MMR menyebabkan autismeBeberapa orangtua anak dengan autisme percaya bahwa terdapat hubungan sebab akibat antara vaksin MMR dengan autisme. Gejala khas autisme biasanya diamati oleh orangtua saat anak mulai tampak gejala keterlambatan bicara setelah usia lewat satu tahun. Vaksin MMR diberikan pada usia 15 bulan (di luar negeri 12 bulan). Pada usia sekitar inilah biasanya gejala autisme menjadi lebih nyata. Meski pun ada juga kejadian autisme mengikuti imunisasi MMR pada beberapa kasus. Akan tetapi penjelasan yang paling logis dari kasus ini adalah koinsidens. Kejadian yang bersamaan waktu terjadinya namun tidak terdapat hubungan sebab akibat. Kejadian autisme meningkat sejak 1979 yang disebabkan karena meningkatnya kepedulian dan kemampuan kita mendiagnosis penyakit ini, namun tidak ada lonjakan secara tidak proporsional sejak dikenalkannya vaksin MMR pada tahun1988.Pada tahun 2000 AAP membuat pernyataan : "Meski kemungkinan hubungan antara vaksin MMR dengan autisme mendapat perhatian luas dari masyarakat dan secara politis, serta banyak yang meyakini adanya hubungan tersebut berdasarkan pengalaman pribadinya, namun bukti-bukti ilmiah yang ada tidak menyokong hipotesis bahwa vaksin MMR menyebabkan autisme dan kelainan yang berhubungan dengannya. Pemberian vaksin measles, mumps, dan rubella secara terpisah pada anak terbukti tidak lebih baik daripada pemberian gabungan menjadi vaksin MMR, bahkan akan menyebabkan keterlambatan atau luput tidak terimunisasi. Dokter anak mesti bekerjasama dengan para orangtua untuk memastikan bahwa anak mereka terlindungi saat usianya mencapai 2 tahun dari PD3I. Upaya ilmiah mesti terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari autisme. Lembaga lain yaitu CDC dan NIH juga membuat pernyataan yang mendukung AAP. Pada tahun 2004 IOM menganalisis semua penelitian yang melaporkan adanya hubungan antara vaksin MMR dengan autisme. Hasilnya adalah tidak satu pun penelitian itu yang tidak cacat secara metodologis. Kesimpulan IOM saat itu adalah tidak terbukti ada hubungan antara vaksin MMR dengan autisme. Penutup Setelah mengkaji berbagai literatur sebagaimana disebutkan di atas, maka secara berangsur kegalauan saya menghilang. Saya semakin yakin akan kebenaran teori ilmiah berbasis bukti yang sudah ditemukan para ahli. Bahkan beberapa waktu lalu ada sejawat saya Dr Julian Sunan, seorang dokter yang masih muda dan amat ganteng (menurut pengakuannya sendiri) telah menelaah bahwa ternyata tokoh-tokoh antivaksin yang sering dikutip kelompok antivaksin di Indonesia ternyata banyak yang fiktif. Mereka melakukan pemelintiran data dan pemutarbalikan fakta. Tak heran kalau yang sangat aman dianggap sangat berbahaya dan penyakit sangat berbahaya nan mematikan dianggap tidak apa apa dan mungkin malah diajak bersahabat karib oleh kelompok antiimunisasi. Terimakasih.  Bahan bacaan : Ranuh IGNG, Suyitno H, Hadinegoro SRS, Kartasasmita CB, Ismoedijanto, Soedjatmiko. Buku Pedoman Imunisasi di Indonesia, edisi ke-4. Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta 2011.Center for Disease Control http://www.cdc.gov
   


28-07-2015 10:51:53 kalo bayi gak imun gimana
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda,

Imunisasi bertujuan untuk memberikan kekebalan pada tubuh terhadap penyakit tertentu yang diberikan vaksinnya tersebut. Vaksin itu sendiri mengandung komponen tubuh virus ataupun mikroorganisme, setelah di suntikkan ke dalam tubuh manusia maka akan terbuat antibodi terhadap mikroorganisme tersebut. Bila tubuh sudah membuat antibodi maka diharapkan akan memiliki kekebalan terhadap jenis penyakit tersebut, namun bukan berarti bisa melindungi 100 persen, bila ternyata terserang infeksi dari penyakit yang sudah diberikan vaksinasinya, maka tidak akan menjadi lebih buruk bila di bandingkan tidak diberikan imunisasi sama sekali. Di luar negeri tetap ada imunisasi layaknya di negara kita, penyuluhan mengenai manfaat imunisasi juga diberikan kepada masyarakat. Namun jenis penyakit dan vaksin di luar negeri serta cara pemberiannya mungkin sedikit berbeda dari negara kita, karena masing-masing negara dengan perbedaan iklim akan mempunyai resiko penyakit yang berbeda pula.

   
Jumlah Posts : 39
Jumlah di-Like : belum ada like
Para bunda atau wanita2 yang pernah mengalami masalah2 kewanitaan seperti, keputihan, haid tidak teratur, nyeri haid, gatal karna bakteri,miom, kista dll. .cba beralih yuuuukk dri pembalut pasaran ke pembalut herbal natesh yg bebas dioksin dan nyaman banget dipakai. . Pasti sudah pada tau kan kanker serviks itu apa?? kanker yang menyerang mulut rahim dan Berdasarkan data WHO, Indonesia merupakan negara dengan penderita kanker mulut rahim nomor satu di dunia dan :O 62% di antaranya akibat penggunaan produk pembalut yang berdioksin, tdk higienis, berbahan pemutih & kertas daur ulang >:/:& So' masih berani dengan pembalut pasaran dan tidak berkualitas ??tentu tidak kan? Jdi wanita CERMAT (Cerdas & Hemat) yuuukkk :* KARENA WANITA HARUS MENGERTI !!! more info cek www.kknatesh.com atau langsung kontak kami : PIN 2240C843 (sms, WA, Line) 085740134661
   


Jumlah Posts : 728
Jumlah di-Like : 3
Keseimbangan sangat Penting.

Tentu saja jawaban utk pertanyaan di atas adalah keduanya. Tidak bisa memilih salah satu. Biar pun begitu, ternyata Ibu-ibu hamil sering tidak seimbang didalam memberikan perhatian terhadap perkembangan psikis bayi yg dikandung dibandingkan dengan perkembangan fisiknya. 

Kenapa? 

Krn memang lebih mudah memberikan perhatian terhadap perkembangan fisik bayi ketimbang psikisnya. Dalam hal ini para Ibu hamil cukup menjaga pola makannya, menjauhi makanan junkfood dan sedapat mungkin selalu makan makanan bergizi serta minum vitamin, kalsium dll.  Selain itu perkembangan fisik lbh terukur (baca: bisa dilihat via USG), berbeda dengan perkembangan psikis yang seringkali baru terlhat setelah kelahiran. Oleh krn itu, tidak heran apabila lbh mudah fokus ke fisik dan "mengabaikan" perkembangan psikis. Tentu saja ini bukan sesuatu yg disengaja tetapi lebih karena ketidaktahuan para Ibu hamil. 

Sejauh ini utk meningkatkan perkembangan psikis  (baca: intelektual dan emosi) bayi yang masih dikandung, para Ibu hamil sering melakukan hal2 berkut: (1) mengajak bicara sang bayi (2) memperdengarkan musik klasik ke bayi (3) menjaga mood si Ibu selalu dalam kondisi happy dan tidak stress. Semuanya ini tentu saja membantu, tetapi sayangnya kurang optimal. 

Lalu? 

Untungnya sekarang sdh ada BabyPlus Prenatal Educations System. Sebuah alat edukasi auditori yang memberikan pendidikan atau "sekolah" ke bayi yang masih di dalam kandungan. Hasilnya bayi-bayi yang menggunakan BabyPlus sejak dalam kandungan lahir dengan keuntungan dalam hal perkembangan fisik, intelektual dan emosi yang lebih baik dari rata-rata bayi yang lain. Alat ini didukung riset selama 25 tahun lebih dan sdh digunakan di banyak negara. 

Dengan biaya tambahan hanya Rp 10 rb an per hari, para Ibu hamil bisa menyeimbangkan perhatian terhadap perkembangan psikis dan fisik bayinya. Jelas biaya tambahan ini  "tidak ada artinya" bila dibandingkan dengan segala usaha dan biaya untuk menjaga perkembangan fisik bayi, betul?! 

Saatnya Ibu mempertimbangkan penggunaan BabyPlus Prenatal Education System. Choose  only the best for your baby.

www.facebook.com/BabyPlusIndonesia
 


 
   
Jumlah Posts : 728
Jumlah di-Like : 3

Apakah Pendidikan Prenatal itu?

Setiap Ibu pasti paham bahwa perkembangan fisik bayi dimulai pada masa-masa kehamilan. Memberikan nutrisi terbaik bagi bayi dengan minum vitamin dan makan makanan bergizi adalah hal yang umum dilakukan. Tujuannya untuk mengoptimalkan perkembangan fisik bayi pada masa-masa kehamilan.

Sudah diterima secara luas bahwa kemampuan belajar bayi juga dimulai di waktu yang sama dengan perkembangan fisiknya. Para pengajar, ilmuwan, psikolog dan dokter mengakui pentingnya kondisi kehamilan yang sehat karena hal ini berpengaruh terhadap kemampuan belajar anak dalam jangka panjang. Sebuah kurikulum pendidikan yang tepat dan sesuai dengan usia bayi pada masa-masa perkembangannya akan memperkuat kemampuan belajar anak.

Pada masa kehamilan, otak bayi berada pada tahap penyerapan pembelajaran yg terbaik. Kemampuan mendengar bayi dalam kandungan (prenatal) telah berkembang sempurna pada usia 18 minggu. Penelitian-penelitian independen menunjukkan bahwa bayi prenatal dapat membandingkan dan membedakan suara yang sederhana. Hanya dengan menerapkan konsep “pendidikan auditori” pada masa kehamilan, bayi akan merasakan manfaat jangka panjang yang positif di masa-masa mendatang.

Dr.Mark Pitzer, Ph.D menulis, “Penelitian ilmiah membuktikan bahwa perkembangan intelektual anak dipengaruhi oleh faktor keturunan dan kondisi awal lingkungannya.” Kondisi lingkungan ini bukan dihitung dari usia 0 – 3 tahun seperti yang banyak kita dengar tetapi dimulai dari “prenatal (dalam kandungan) sampai usia 3 tahun.”

Dinding rahim Ibu bukan dinding yang “soundproof” sehingga bayi bisa mendengar suara dan bunyi yang datang dari luar rahim. Tetapi suara dan bunyi tersebut hanya sekedar lewat saja. Satu-satunya suara yang secara konsisten terdengar oleh bayi adalah detak jantung ibu (maternal heartbeat). Sepanjang masa kehamilan, detak jantung adalah “bahasa” yang terdengar 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Detak jantung merupakan bunyi yang alami, sederhana dan berulang. Oleh karena itu, untuk benar-benar berkomunikasi dan mendorong perkembangan belajar janin selama masa kehamilan, suara yang mirip dengan detak jantung ibu adalah yang paling tepat.

Satu-satunya alat edukasi auditori yang dirancang dengan menggunakan suara detak jantung Ibu adalah BabyPlus Prenatal Education System. Alat ini sdh digunakan di banyak negara dengan hasil yang sangat menakjubkan. Anak2 yang menggunakan BabyPlus sejak dalam kandungan, berkembang menjadi anak yg lebih baik perkembangan fisik (motorik), intelektual dan emosinya dibandingkan rata-rata anak yg tidak menggunakan BabyPlus. Sudah saatnya Ibu2 hamil menggunakan BabyPlus demi masa depan yg lebih baik bagi bayi yang dikandungnya. (catatan: temukan testimoni-testimoni pemakai di bawah)

www.facebook.com/BabyPlusIndonesia 
 

   


06-02-2008 16:29:54 Imunisasi IPD
Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
Saat Pneumokokus Mengintai Si Kecil

Tanggal: 28/12/07



Sejak dilahirkan hingga usia 5 th merupakan periode emas tumbuh kembang anak. Namun, proses perkembangan bisa terhambat oleh penyakit pneumokokus.



Saat Pneumokokus Mengintai Si Kecil



Sejak dilahirkan hingga usia lima tahun merupakan periode emas tumbuh kembang anak. Namun, proses perkembangan anak ini bisa terhambat oleh serangan penyakit pneumokokus. Bahkan, penyakit ini merupakan penyebab utama kematian pada anak balita. Penyakit pneumokokus invasif (IPD) adalah sekelompok penyakit yang disebabkan bakteri streptococcus pneumoniae (pneumokokus), yakni radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), dan infeksi darah (bakteremia). IPD dapat menyebabkan kematian dan kecacatan permanen berupa ketulian, gangguan mental, kemunduran inteligensia, lumpuh, dan gangguan saraf. Bakteri pneumokokus sendiri terdiri atas 90 tipe kuman, tujuh serotipe di antaranya paling sering menyebabkan IPD pada bayi dan anak. Bakteri ini ditemukan secara normal pada daerah hidung dan tenggorokan. "Jika masuk ke aliran darah, bakteri ini menyebabkan berbagai gangguan organ tubuh hingga terjadi kegagalan multi-organ," kata spesialis anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung, Prof Cissy B Kartasasmita. Gejala bakterimia pada anak kadang sulit dikenali lantaran awalnya serupa dengan infeksi virus biasa, seperti demam tinggi dan rewel terus-menerus diikuti atau tanpa infeksi saluran pernapasan. Adapun pneumonia ditandai napas cepat, sesak, nyeri dada, batuk, dan demam. Meningitis ditandai demam tinggi, nyeri kepala hebat, muntah, diare, takut pada cahaya, leher kaku. Bayi juga lemah dan lesu, susah makan, kesadaran menurun dan kejang. "Meningitis karena bakteri pneumokokus dapat menyebabkan kematian pada penderitanya. Jika sembuh, sering menimbulkan kecacatan permanen, seperti keterbelakangan mental dan kelumpuhan," ujar Cissy. Cara penularannya melalui percikan ludah saat bersin, batuk atau berbicara. IPD juga bisa ditularkan dari orang yang tinggal serumah, tetangga, tempat penitipan anak. "Faktor risiko lain adalah bayi lahir prematur, bayi yang kurang mendapat ASI, malnutrisi, terpapar polusi dan asap rokok, hunian padat, pergantian cuaca, dan penderita penyakit kronis," kata konsultan Inisiatif Kesehatan Anak dan Riset Nutrisi (CHNRI), Prof J Igor Rudan.

IPD dapat menyerang siapa saja dan di mana saja karena bakteri pneumokokus secara normal berada di dalam rongga hidung dan tenggorokan. Sekitar 60 persen dari anak-anak prasekolah atau anak balita membawa bakteri itu dalam tubuhnya. Kelompok umur paling rentan terkena penyakit ini adalah bayi dan anak-anak di bawah usia dua tahun.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, penyakit IPD merupakan penyebab angka kesakitan dan kematian yang tinggi di dunia. Pada tahun 2005, WHO memperkirakan 1,6 juta kematian disebabkan kuman pneumokokus. Perkiraan ini mencakup kematian 700.000 hingga satu juta anak balita, terutama di negara-negara berkembang di Asia dan Afrika. "Lima dari sepuluh negara dengan kasus pneumonia tertinggi di dunia berada di Asia.

Indonesia sendiri merupakan negara keenam di dunia dengan jumlah kasus baru pneumonia anak terbanyak, yakni 5,8 juta penderita. Separuh dari kasus pneumonia disebabkan kuman pneumokokus," kata Rudan dalam Simposium Tingkat Regional Asia Pasifik Vaksinasi Pneumokokus yang diprakarsai Institut Vaksin Internasional (IVI) di Seoul, Korea Selatan.

"Selain penyebab utama kematian pada anak, pneumonia juga penyebab utama rawat inap pada balita di mayoritas negara berkembang," kata Direktur Regional WHO Western Pacific Shigeru Omi. Padahal, sebagian besar pembiayaan rumah sakit itu tidak dijamin asuransi, tetapi harus dibayar secara tunai sehingga meningkatkan angka kemiskinan di banyak negara di Asia. Lebih gawat lagi, sejak tahun 1990-an muncul resistensi bakteri pneumokokus terhadap sejumlah obat antimikroba.

Menurut Kepala Divisi Penyakit Infeksi Pusat Kedokteran Samsung Prof Jae Hoon Song, ada empat kategori utama obat yang tak lagi ampuh melawan bakteri pneumokokus, yakni penisilin dan beta-lactam, macrolide, fluoroquinolone serta obat kombinasi tiga jenis antibiotik. Ini terutama terjadi di banyak negara di Asia. Kondisi ini makin mempersulit pengobatan pasien IPD. "Penggunaan obat antibiotik secara berlebihan meningkatkan resistensi dan mengancam efektivitas terapi. Pada akhirnya ini akan meningkatkan biaya pengobatan karena harus menggunakan antibiotik yang lebih mahal," kata Ketua Aliansi Strategis Tingkat Asia untuk Pencegahan Penyakit Pneumokokus Prof Lulu Bravo.

Bisa dicegah

Padahal, IPD sebenarnya bisa dicegah dengan vaksinasi pneumokokus. Menurut Shigeru Omi, imunisasi ini tidak hanya mengurangi angka kesakitan dan kematian pada balita akibat penyakit pneumokokus, tetapi juga dapat mencegah terjadinya proses pemiskinan karena harus mengeluarkan dana untuk berobat ke rumah sakit. Terkait hal itu, Maret 2007 lalu WHO telah mengeluarkan rekomendasi agar negara-negara di dunia harus memprioritaskan penggunaan vaksin pneumokokus konjugasi dalam program imunisasi nasional. Ini terutama berlaku bagi negara dengan lebih dari 50 kematian per 1.000 kelahiran hidup dan negara dengan lebih dari 50.000 kematian balita per tahun. Vaksin pneumokokus konjugasi yang saat ini beredar dapat mencegah penyakit pneumokokus invasif. Vaksin ini memberi perlindungan terhadap tujuh serotipe bakteri pneumokokus (PCV-7) yang banyak menyerang bayi dan anak-anak di Amerika Serikat dan Kanada serta memberi perlindungan hingga 80 persen terhadap resistensi antibiotik bakteri pneumokokus. Hasil studi klinis terhadap 37.000 bayi di AS menunjukkan bahwa vaksin pneumokokus memiliki tingkat keampuhan, yakni 97,4 persen efektif pada bayi yang telah divaksinasi penuh (empat dosis) dan 89 persen efektif dalam mencegah semua kasus IPD dari anak yang mendapat satu kali atau lebih dosis vaksinasi. Reaksi umum dari vaksinasi yang paling banyak dilaporkan adalah demam ringan, rewel, sulit tidur, muntah, diare, dan kemerahan pada kulit. "Vaksin pneumokokus memberi perlindungan secara tidak langsung pada anak-anak dan orang tua yang serumah dengan mereka yang divaksinasi," ujar Ketua Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Prof Sri Rezeki S Hadinegoro. Vaksin itu dapat mulai diberikan saat usia dua bulan. Pada usia di bawah satu tahun diberikan empat dosis, usia satu hingga tahun diberikan tiga dosis, dan di atas dua tahun cukup satu dosis. Sejauh ini, vaksin pneumokokus telah jadi vaksin yang diwajibkan di AS, Australia, Eropa, dan Meksiko. Vaksin ini juga telah diluncurkan di beberapa negara di Asia. Beberapa negara di Afrika juga berminat menerapkan program imunisasi setelah mendapat komitmen dana jangka panjang dari lembaga donor internasional.

Akan tetapi, banyak negara di Asia yang belum memasukkan vaksin pneumokokus ke dalam program nasional imunisasi, termasuk Indonesia, karena keterbatasan dana. Padahal, angka kematian anak di Indonesia mencapai 162.000 per tahun. Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) sendiri telah menyetujui vaksin untuk mencegah IPD pada bayi dan anak di bawah usia dua tahun.

Kendala lain adalah ketersediaan data serotipe di tiap negara untuk mengetahui tingkat kecocokan vaksin dengan serotipe kuman pneumokokus yang ada di negara bersangkutan. Hasil riset yang ada, tingkat kecocokan vaksin konjugasi tujuh serotipe bagi balita di Eropa dan Amerika 80 persen, sedangkan Asia dan Afrika baru sekitar 50 persen. Untuk meningkatkan kemampuan perlindungan vaksin pneumokokus, kini sejumlah pelaku industri farmasi tengah melakukan riset vaksin pneumokokus konjugasi dengan jumlah serotipe kuman lebih dari tujuh. "Saat ini vaksin yang mampu melindungi dari 10 hingga 13 serotipe sedang dikembangkan," kata Luis Jodar, Deputi Direktur Jenderal Institut Vaksin Internasional.

Pendanaan

"Yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi anak-anak dari infeksi pneumokokus melalui vaksinasi," ujar Lulu Bravo. Di Asia, baru Korsel dan Singapura yang cakupan imunisasi bayi baru lahir tinggi meski belum jadi program pemerintah. Adapun di negara lain masih 0-3 persen.

Terkait pendanaan, Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) berkomitmen mengucurkan bantuan dana bagi negara-negara dengan pendapatan per kapita rendah, termasuk Indonesia. "Pelaksanaannya tergantung kesiapan tiap negara," kata Direktur Eksekutif Perencanaan Pengenalan dan Pengembangan Terakselerasi Vaksin Pneumokokus (PneumoADIP) Orin S Levine.

Atas dukungan dana dari GAVI, Pemerintah Indonesia berencana memasukkan vaksin pneumokokus ke dalam program imunisasi rutin bagi lima juta bayi pada tahun 2010. "Ini peluang untuk mencegah infeksi pneumokokus pada balita," kata Kepala Subdirektorat Imunisasi Departemen Kesehatan Jane Soepardi. Harga vaksin pneumokokus kini 58 dollar AS per dosis. Negara penerima bantuan cukup membayar 15 sen dollar AS (setara dengan Rp 1.400) per dosis, sisanya ditanggung GAVI. Besar bantuan itu dikurangi secara bertahap dalam waktu tujuh tahun. "Dalam dua tahun ke depan kami menyiapkan data-data serotipe pneumokokus di Indonesia," ujar Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes Nyoman Kandun. Menurut rencana, Depkes melaksanakan uji laboratorium kasus-kasus dugaan pneumonia pada anak di tiga rumah sakit, yakni RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, RS Hasan Sadikin Bandung, dan RS Shanglah Denpasar. Pemeriksaan itu bertujuan mengetahui serotipe pneumokokus yang ada di Indonesia. "Jadi, vaksin pneumokokus yang digunakan benar-benar aman dan efektif," kata Jane. Hal serupa juga tengah dirancang sejumlah negara berkembang lain di Asia. "Edukasi bagi para profesional di bidang kesehatan, termasuk organisasi ilmuwan, para orangtua, pengambil kebijakan dan pemimpin masyarakat harus dikembangkan sehingga semua pihak bisa bekerja sama dalam perang melawan pembunuh utama anak- anak kita," kata Lulu Bravo.



Kompas, 28 Desember 2007
   
06-02-2014 14:50:22 asupan makana yg baik
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

BMI (Body Mass Index) Edit

    BMI (Body Mass Index) adalah pengukuran lemak tubuh manusia berdasarkan perhitungan  tinggi badan dan massa (berat badan) individual.
 

    Rumus BMI adalah berat badan (kg) di bagi dengan kuadrat dari tinggi badan (meter). 
 

    BMI=(berat badan kg)/(tinggi badan dalam  m)2=  kg/m2
 

    Pada penduduk Asia, kisaran angka pada body mass index sedikit berbeda dengan ras kaukasian (bangsa barat), maka itu Negara Jepang dan Singapore telah mengumumkan kisaran Body mass index yang menjadi acuan penduduk Asia.

Japanese¹

Category BMI range – kg/m2
Normal 18.5 -22.9
Overweight 23.0 - 24.9
Obese 25.0 dan lebih besar


Singapore ²

Category BMI range – kg/m2
Sangat Kurus Kurang dari 14.9
Underweight 15 -18.4
Normal 18.5 - 22.9
Overweight 23 - 27.5
Obese 27.6 – 40
Morbidly Obese Lebih dari  40

    Sebagai contoh;  berat badan anda 50 kg, dan tinggi badan anda 150 cm (1,5 m), maka BMI Anda 50/(1,5)² sama dengan 22,22. Maka artinya BMI anda dalam kategori normal. 

Cek BMI nya untuk mengetahui status berat badan Bunda.

Wanita yang gemuk, lebih sering mengalami masalah kesuburan.

   
27-01-2014 11:32:57 hamil tp gemuk
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

BMI (Body Mass Index) Edit

    BMI (Body Mass Index) adalah pengukuran lemak tubuh manusia berdasarkan perhitungan  tinggi badan dan massa (berat badan) individual.
 

    Rumus BMI adalah berat badan (kg) di bagi dengan kuadrat dari tinggi badan (meter). 
 

    BMI=(berat badan kg)/(tinggi badan dalam  m)2=  kg/m2
 

    Pada penduduk Asia, kisaran angka pada body mass index sedikit berbeda dengan ras kaukasian (bangsa barat), maka itu Negara Jepang dan Singapore telah mengumumkan kisaran Body mass index yang menjadi acuan penduduk Asia.

Japanese¹

Category BMI range – kg/m2
Normal 18.5 -22.9
Overweight 23.0 - 24.9
Obese 25.0 dan lebih besar


Singapore ²

Category BMI range – kg/m2
Sangat Kurus Kurang dari 14.9
Underweight 15 -18.4
Normal 18.5 - 22.9
Overweight 23 - 27.5
Obese 27.6 – 40
Morbidly Obese Lebih dari  40

    Sebagai contoh;  berat badan anda 50 kg, dan tinggi badan anda 150 cm (1,5 m), maka BMI Anda 50/(1,5)² sama dengan 22,22. Maka artinya BMI anda dalam kategori normal. 

Gunakan BMI sebagai patokan berat badan yang ideal bagi kesehatan.

   
09-01-2014 06:26:07 Harus gak ya suntik IPD
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Imunisasi IPD/PCV Perlukah?





Mau berbagi share ya bunda semua mengenai imuniasi PCV / IPD dan HIB setalah sebelumnya saya ketemu 2 dokter di RSIA.Brawijaya dan  dua dokter itu bilang wajib ya dianjurkan dengan memberikan beberapa poin penting mengenai si imunisasi PCV ini telah dan sebenernya L dijadwalkan kemaren buat imunisasi tanggal 9 juni kemaren dan kebetulan ada masalah jadi ditunda buat imunisasi dan sebenernya aku juga agak-agak emh dalem hati mikir (perlu gak sih perlu gak sih dan searching di Mbah google dan disitu ada yg say yes ada juga yg say no) makin kritis buat mikir ah L imunisasi gak yaaa ?. ? Dan kemaren suami ngajak buat konsultasi lagi ke Markas sehat mampang dan ketemu salah satu dokter yg ngejelasin detil tentang imunisasi ini. Sebelumnya aku jelasin dulu ya ?   Kebetulan aku dikasih buku tentang imunisasi ini yang dia punyaOke share juga di beberapa milis dan mereka juga bahas seberapa penting imunisasi dan aku sempet chat sama salah satu seorang ibu yg anaknya pernah terjangkit virusPNEUMOKOKUS dan dia bilang sangat menyesal menyepelekan hal ini awalnya dia merasa tidak penting karna memang tidak wajib balik lagi ?siapa sih yg mau anaknya terjangkit virus ini kita kan gak tau akan atau tidaknya terjangkit virus ini dan dia pesen (mom baiknya di imunisasikan memang imunisasi ini harganya lumayan mahal tapi ketimbang telat dan malah mengobati mom lebih baik dicegah) ini adalah poin pertama yang saya dapat dari imunisasi tersebut. Oke aku kasih tau ya apa sih vaksin PCV itu Mengapa anak perlu terlindung dari penyakit yang disebabkan oleh PNEUMOKOKUS ? (IPD dan OTitus Media AKut) 1.  Mengapa PNEUMOKOKUS pada anak perlu diwaspadai ?Data badan kesehatan dunia, WHO (2007) mencatat sekitar satu juta balita meninggal setiap tahun akibat penyakit yang disebutINVASIVE PNEUMOCCOCCAL DIASEASE (IPD). Sekitar tiga perempat kasusu tersebut tersebar di 15 negara berkembang dan Indonesia berada di peringkat ke-6 dengan 6 juta kasus, artinya tiga balita perjamnya di Indonesia meninggal karna penyakit ini.Penyakit ini cukup berbahaya karna tidak jarang menyebabkan kematian pada anak balita. Orangtua hendaknya waspada terhadap bahaya serangan penyakit IPD karna dapat mengancam nyawa, terutama pada anak usia dibawah 2tahun. 2. Apa itu penyakit PNEUMOKOKUS ?Penyakit PNEUMOKOKUS terdiri atas meninghitis (radang selaput otak), septikema (keracunan darah), bakteria pneumonia (infeksi darah), dan otitis media (infeksi telinga), yang disebabkan oleh bakteri Streptocuccus Pneumoniae. Beberapa diantaranya penyakit ini bisa menjadi serius, terutama jika terjadi pada anak-anak. PNEUMOKOKUS meninghitis ini bisa berakibat fatal dan setengah dari mereka yang dapat bertahan hidup akan mengalami cacat permanen seperti tuli, kerusajab otak atau kelumpuhan PNEUMOKOKUS PNEUMONIAPneumonia pneumokokus ini lebih serius dari pada jenis pneumonia yang lain, dan sering menyebabkan anak harus masuk rumah sakit. Gejala yang harus diwaspadai adalah demam, batuk, bernapas cepat. Gejala lain diantaranya sakit dada, mual, muntah, sakit kepala, kelelahan, menggigil dan nyeri otot. PNEUMOKOKUS 0TITIS MEDIAMerupakan jenis infeksi telinga yang sangat umum terjadi pada anak-anak. Hal ini tentu sangat menyusahkan bagi mereka maupun keluarga.Gejala yang ditimbulkan antaranya rasa sakit, hidung beringus, batuk, iritabilitas, gelisah, nafau makan yang buruk, terus menerus menangis, diare dan muntah-muntah. 3.bagaimana jika anak saya tertular penyakit PNEUMOKOKUS ?Bakteri yang menyebabkan peneumokokus tinggal ditenggorokan dan rongga hidung setiap anak yang sehat. Bakteri ini dapat ditularkan dari anak-anak lain yang memderita infeksi PNEUMOKOKUS, dikelompok bermain atau penitipan bayi. 4. Bagaimana mencegah penyakit PNEUMOKOKUS ?Jika di identifikasi lebih awal, dan jika pasien diberikan perawatan yang tepat, sebenarnya infeksi PNEUMOKOKUS bisa diobati. Secara khusus, PNEUMOKOKUS otitis media umumnya bisa diobati dengan antibiotik. Namun, saat ini terjadi peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik, sehingga para dokter lebih mengutamakan pencegahan terhadap penyakit dari pada pengobatan. 5. Bagaimana saya bisa melindungi anak saya dari penyakit PNEUMOKOKUS ?Vaksinasi terhadap infeksi PNEUMOKOKUSsekarang telah tersedia hampir 90 negara di dunia, dan telah menjadi bagian dari awal imunisasi di lebih dari 20 negara diantaranya (termasuk Amerika serikat dan kebanyakan negara Eropa Barat)Vaksin sangat berhasil dalam mengurangi jumlah kasus penyakit PNEUMOKOKUS. Vaksinasi memang tidak dapat melindungi anak dari semua infeksi PNEUMOKOKUS, namun setidaknya akam melindungi anak dari timbulnya gejala yang lebih serius.Telah tersedia juga di Indonesia vaksin konjugat PNEUMOKOKUS, dan telah direkomendasikan oleh IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA (IDAI) untuk diberikan kepada bayi usia 2, 4, dan 6 bulanKeuntungan, vaksin PNEUMOKOKUS dapat diberikan secara bersamaan dengan vaksin anak lainnya. 6. Siapa yang paling beresiko tertular penyakit PNEUMOKOKUS ?Anak-anak kecil (kurang dari dua tahun) dan orang tua adalah yang paling rentan tertular penyakit PNEUMOKOKUS, sehingga dalam kondisi tertentu mereka sangat membutuhkan perlindungan. Nah ini definisi Imunisasi HIB (hemofilus influenza tipe B).HIB bukanlah virus influenza melainkan bakteri yang menyebabkan pneumonia dan radang selaput otak (meninghitis). Balita, anak yang dititipkan di daycare, anak yang tinggal dihunian padat penduduk, dan bayi yang tidak mendapatkan ASI adalah kelompok yang paling rentan terkena virus Hib. Penularan terjadi melalui udara dan kontak langsung dengan penderita. Di Indonesia, HIb merupakan 38 persen penyebab meninghitis pada bayi dan balita. Sekitar 5-10 persen korban infeksi Hib akan meninggal dunia.Jika infeksi akut Hib menyerang bayi berusia dibawah 6 bulan, tingkat kematian mencapai 40%. Hib juga menjadi 5-18 persen kejadian pneumonia. Kantung udara di paru-paru dipenuhi cairan sehingga fungsi paru-paru terganggu. Akibat penumpukan cairan tersebut, oksigen sulit mencapai aliran darah. Jika oksigen didalam darah sedikit, sel-sel rubuh tidak dapat bekerja dengan baik sehingga bisa berujung pada kematian. Penyakit oleh bakteri Hib adalah epiglotitis yaitu penyakit radang tulang rawan tenggorokan. Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak usia 2-4tahun. Penyakit ini diawali dengan sakit tenggorokan dan demam. Kemudian tulang rawan ditengah tenggorokan akan membengkak dan mengganggu jalan nafas sehingga penderitaannya sulit bernafas. Penderita bisa meninggal dalam hitungan jam karena kekurangan nafasPEMBERIAN VAKSINSebelum vaksin Hib ditemukan pada 1980-an, Hib merupakan penyebab utama meninghitis bakteri pada balita. Dua per tiga dari kasus meninghitis Hib ditemukan pada anak berusia dibawah 18 bulan, kini vaksinasi dilakukan sebanyak tiga kali. Pertama saat anak berusia 2,4 dan 6 bulan. Lalu vaksin Hib diulang pada usia 12-15 bulan.Mengingat Hib lebih sering menyerang bayi kecil (laporan CDC menunjukan bahwa 26 persen infeksi Hib terjadi pada bayi berusia 2-6 bulan dan 25 persen pada bayi usia 7-11 bulan), maka vaksin hib sebaiknya telah diberikan sejak bayi menginjak 2 bulan. Namun vaksin Hib tidak  dianjurkan untuk diberikan terhadap bayi dibawah usia 2 bulan karena bayi yang masih sangat kecil belum dapat membentuk antibodi. Di negara maju, imunisasi menurunkan kejadian infeksi Hib hingga lebih dari 95 persen. Ini yang saya dapat dari konsultasi kemaren sebenernya saya udah dapet tentang seberapa pentingnya si PCV  atau IPD ini dari 2 dokter tapi saya masih kurang puas akhirnya saya datang lagi ke MARKAS SEHAT ketemu dengan salah satu dokter yang menerangkan lebih jelas tentang imunisasi ini. Oh ya alhamdulillah anak saya sudah mendapatkan imunisasi Hib lengkap jadi tinggal PCV atau IPD saja, sebenernya kan imunisasi PCV  ini diberikan pada usia bayi mulai dari 2 bulan ya namun karna L sudah lebih dari 2 bulan yakni 7 bulan maka L hanya mendapatkan 3x suntik saja rencana akhir bulan ini saya kembali ke brawijaya untuk segera vaksin.
   
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
 Merencanakan Nama Bayi Anda melalui Namanya.. Grafologi Nama..

Presenter Valia Rahma telah berpulang ke Yang Maha Kuasa. Jenazahnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Sabtu kemarin. Isak tangis lirih keluarga dan sahabat mengiringi kepergian Valia. “Dia orang yang baik, ceria, dan menyenangkan,” ucap Zora Widyanata, sahabat Valia, di Hot Shot SCTV, Ahad (15/1).

Valia mengalami sebuah kecelakaan sepeda motor di Denpasar, Bali, Kamis (5/1) lalu. Penyiar radio berusia 26 tahun itu mengalami luka hebat di kepala hingga terjadi pendarahan di otak. Ia pun dirawat di Rumah Sakit Kasih Ibu Denpasar dalam keadaan koma.

Kabar berpulangnya kelahiran 31 Januari 1985 ini kali pertama berembus di jejaring sosial Twitter. Sejumlah ungkapan belasungkawa diucapkan sesama artis, seperti Tarra Budiman yang menulis “@tarrabudiman: Innalillahiii wainnailaihirojiun RIP @valia_rahma semoga amal ibadahnya d terima Allah SWT amiin3x…”.

sumber : liputan6.com

Wallahu a’lam bishwab.. Hanya Allah yang menentukan, manusia hanya bisa berikhtiar. Kita lihat grafologi nama Valia Rahma..

Valia Rahma
Grafologi Nama dari Nama Valia Rahma adalah 851
(dari 7 kandungan doa didalamnya, 5 doa nama bermakna POSITIF dan 2 doa nama yang bermakna NEGATIF)

Keangkeran, Pengaruh, Pemerintahan dan Kekuasaan
Kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi : menjadi orang yang anger/ditakuti dan berwibawa, menjadi orang yang berpengaruh di suatu wilayah/ negri, memegang kekuasaan pemerintahan, bergiat dalam bisnis atau politik atau kegiatan sosial dan diakui eksistensinya, memegang kekuasaan atas sejumlah kegiatan penduduk negri (memegang bisnis besar dengan ribuan karyawan di seanteronegri).

Pengampunan, kelepasan dan kemerdekaan
Kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi : dalam perjalan hidupnya mungkin saja seseorang pernah melakukan suatukesalahan/dianggap salah oleh pihak lain,dituduh bermacam-macam hal yang negatif, namun akhirnya ia mendapat pengampunan, dilepaskan dari tuduhan dan dimerdekakan. Menjadi pejuang kemerdekaan/mempertahankan kemerdekaan yang telah dicapai. Mudah memberikan pengampunan/maaf kepada orang yang telah berbuat salah kepadanya (sebagai seorang pemimpin)

Kegemaran, bernafsu dan nafsu mengejar kehormatan
Kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi : Mempunyai hobi membaca, mengumpulkan prangko, uang kuno, barang antik, batu akik, keris/benda kuno, mobil kuno, lukisan-lukisan, kaos-kaos bintang bola/musik/film, piara bermacam macam burung atau binatang buas, atau mungkin juga.. Kawin (menikah). Dapat juga ia menjadi orang yang gila bekerja (workaholic). Energi ambisinya sangat besar untuk maju (ambisius), yang tujuan akhirnya ingin menjadi orang terhormat (terpandang di masyarakat)

Pengorbanan
Kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi : menjadi olok-olok dari orang yang berbudi rendah/olok-olok (dipoyoki), bersedia berkorban untuk suatu keyakinan (membela orang yang susah/teraniaya), menjadi korban persekongkolan (dalampolitik), ditangkap musuh (dalam perang), menjadi korban dalam kecelakaan darat, laut, udara dn sebagainya.

Berhasil bagus, kepandaian, peruntungan di kemudian hari
Kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi : kalau ia berasal dari keluarga sangat sederhana yang makan sehari-harinya ibarat nasi, sayuran dan kerupuk saja, pada perjalanan hidupnya ia akan sukses karena selalu mencari ilmu-ilmu tertentu yang ia pegang sebagai pedoman hidupnya kelak. Kalau ia berkarir di militer, pemerintahan mungkin juga bagus. Kalau ia memegang bisnis, “jari sepuluh” tangannya juga akan membawa keberuntungan sehigga berhasil bagus. Bekal ilmu-ilmu yang ia pelajari dan kumpulkan sejak kecil menjadi modal andalan dalam menghadapi tantangan hidup ini dan mengalahkan lawan-lawan atau para pesaingnya.

Keteguhan, Kebijaksanaan, Pengaruh kekuasaan dan tetap
Kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi : mempunyai keteguhan memegang prinsip dalam kehidupan/bisnis /politik, memegang kendali kebijakan publik/bisnis, mempunyai pengaruh atas sejumlah besar orang/kelompok masyarakat, memegang kekuasaan negara atau sejumlah kegiatan usaha, dalam kurun waktu yang cukup lama

Kebahagiaan, kehormatan dan pernikahan
Kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi : hidupnya relatif mengalami kebahagiaan, menjadi orang terhormat dan mungkin juga mengalami suatu pernikahan besar (anak orang biasa/orang kebanyakan menikah dengan anak raja, menteri, presiden, orang kaya, pangeran, jendral dan sebagainya). Kalau tidak mengalami pernikahan besar dapat saja dalam hidupnya menikah lebih dari sekali, baik pria maupun wanitanya.

Hanya Tuhan yang mengetahui yang terbaik untuk kita.

Info detail tentang grafologi nama silahkan klik DISINI

   
Jumlah Posts : 82
Jumlah di-Like : belum ada like

Complexion 8 Bio-Rae Korea

Complexion 8 Bio-Rae Korea

complexion-8 bio-rae

Rp 2,200,000.00"Complexion 8"
Baru suntik putih yang paling aman dengan terobasan terbaru yang telah di sempurnakan.

Complexion 8 Bio-Rae Whitening Sistem adalah suntik putih yang paling bagus dan nyaman di digunakan dengan metode infus mejadikan Complexion-8 sebagai produk paling di rekomendasikan oleh berbagi ahli kecantikan dan kesehatan di korea.

Negara Asal: Korea
Rekomendasi Dosis: Intravena IV Infusion (Drip). Seminggu sekali.

"Complexion 8" Dengan kualitas premium dan berbagai manfaat selain khusus untuk memutihkan kulit, Complexion-8 juga dapat meningkatkan proses metabolisme dalam tubuh, mengurangi kelelahan / capek, menghilangkan jerawat, memperbaiki fungsi hati, regenerasi sel darah merah, dan mengurangi produksi melanoma yang dapat menggelapkan warna kulit kita.

Suntik putih "Complexion-8" juga sangat membantu dalam menjaga kerusakan dalam tubuh kita akibat pencemaran udara, dengan kandungan multivitamin yang super lengkap secara efektif membantu dalam menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita, sebagai anti-oxidant terbaik dalam tubuh dan melindungi organ organ tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.



Komposisi "Complexion 8":

  • Cyanocobalamin (Vitamin B12) 2000mcg 2ml x 4 ampul
  • Vita B (Vitamin B-Complex) 2ml x 4 ampul
  • Traneksamat Asam 1000mg 5 ml x 4 ampul
  • Natural Kolagen Ekstrak 350mg 5 ml x 4 ampul
  • Asam Thiotic (Alpha Lipoic Acid) 50mg 5 ml x 4 ampul
  • Asam askorbat (vitamin C) 5000mg 10ml x 4 ampul
  • ActiveCell Complex Extract 10.000 i.u. 10ml x 4 botol
  • Glutathione 5000mg 15ml x 4 botol


Fungsi dan Manfaat Infus "Complexion 8":

  • Memutihkan Kulit secara cepat dan permanen
  • Mencerahkan menghaluskan dan menjadikan kulitlebih bercahaya
  • Menghilangkan bekas luka atau scar
  • Sebagai Anti-Aging menyamar kerutan akibat penuaan
  • Sebagai Antioksidan 
  • Memberikan Vitamin dan Nutrisi yang cukup bagi kulit
  • Meningkatkan elastisitas kulit
  • Mengurangi pembentukan pigmentasi akibat sengatan matahari
  • Meningkatkan kekuatan Kulit
  • Merangsang Pembentukan Kolagen
  • Menghilangkan bintik-bintik hitam dan kerutan halus
  • Skin Renewal
  • Menghambat pembentukan melanin yang merupakan penyebab terjadinya kulit gelap
  • Menjaga kelembaban kulit
  • Menghaluskan dan melembutkan tekstur kulit
  • Menghambat pembentukan jerawat / noda / komedo
  • Mengecilkan pori pori kulit yang besar
  • Meregenerasi sel sel kulit mati



Infus Whitening "Complexion 8" Bio-Rae Whitening Sistem tidak cocok untuk Wanaita hamin dan Meyusui, orang yg Alergi terhadap vitamin (jenis apapun), Pasien dengan masalah kardiovaskular.

   
Jumlah Posts : 82
Jumlah di-Like : belum ada like

Glutax 15GS Doubel Action For Whitening and Anti Aging

Glutax 15GS Doubel Action For Whitening and Anti Aging

Rp 1,000,000.00New Glutax 15GS Supreme Revitalize SR Doubel Action For Whitening and Anti Aging
Suntik putih Glutax adalah suntik pemutih badan yang sudah sangat terkenal di berbagai negara, sejak pertamakali di luncurkan suntik putih glutax sudah menjadi produk paling laris, paling banyak dicari karena manfaatnya yang begitu nyata.
Dan setelah sukses dengan berbagai produk suntik putih kini Glutax meluncurkan varian terbarunya suntik putih Glutax 15GS Supreme Revitalize SR Doubel Action For Whitening and Anti Aging.

Suntik putih Glutax 15GS Supreme Revitalize SR Doubel Action For Whitening and Anti Aging merupakan produk suntik pemutih badan yang telah di kembangkan dan lebih di sempurnakan dari berbagai varian pendahulunya.
Manfaat nyata yang dapat di lihat dari Glutax 15GS Supreme Revitalize SR adalah kemanpuannya yang cepat dan efektif dalam memutihkan, mencerahkan, menutrisi kulit dan sebagai Anti aging sehingga kulit lebih putih dan sehat sempurna.

Glutax 15GS Supreme Revitalize SR Doubel Action For Whitening and Anti Aging


Komposisi New Glutax 15GS Supreme Revitalize SR :

  • Glutatione Supreme 15.000mg @Vial 10cc
  • Acido Lipoico di Apha 300mg @Vial 7cc
  • Acido Kojic 350mg @Vial 7cc
  • LCistina 100mg @ Vial 7cc
  • CoQ10 1000mg @Vial 7cc
  • Selenio 100mcg @ Vial 7cc
  • Lacido Ascobico 3000mg @Ampul 5cc 
  • Collagene Estratto 750mg @Ampul 5cc 
  • Vitamina E 500mg @Ampul 2cc
  • ProVitamina B3 300mg @Ampul 2cc
  • ProVitamina B5 350mg @Ampul 2cc


Manfaat New Glutax 15GS Supreme Revitalize SR :

  • Memutihkan kulit secara menyeluruh
  • Mencerahkan dan melembabkan kulit
  • Meregenerasi sel sel kulit yang mati
  • Meningkatkan metabolisme dan melancarkan sirkulasi darah
  • Mencegah penyakit jantung dan mencegah gangguan neurologis
  • Meningkatkan glutathione antioksidan dalam tubuh
  • Sebagai Anti aging, mencegah terjadinya penuaan dini
  • Antioksidan
  • Menghasilkan kolagen untuk meningkatkan elastisitas kulit
  • Mengurangi pigmentasi yang disebabkan oleh radiasi UV matahari
  • Mengurangi garis garis halus dan kerutan di sekitar daerah wajah
  • Menekan dan mengurangi pembentukan jerawat
  • Mengecilkan pori pori kulit yang besar ke ukuran normal
  • Mencukupi kebutuhan Vitamin dalam tubuh


Isi Kemasan :
4x injek, 4vial 10cc + 2x 4vial 7cc + 4ampul 5cc + 4ampul 2cc

Made in : Italy

Metode : Suntik intravena (IV)

Dosis : 1 minggu sekali secara rutin

Dengan menggunakan suntik putih Glutax 15GS Supreme Revitalize SR Doubel Action For Whitening and Anti Aging kulit akan jauh lebih putih sehat merona hanya dalam 2 minggu.
 

   
Jumlah Posts : 82
Jumlah di-Like : belum ada like

Suntik Putih Vanilla Whitening Injection Korea

Suntik Putih Vanilla Whitening Injection Korea

Rp 1,000,000.00Suntik Putih Vanilla Whitening Injection membuat kulit Anda lebih putih, melembutkan, dan melembabkan dengan cara cepat. Larutkan 1 vial dengan 1 ampul dari VANILLA dan menyuntikkan seminggu sekali untuk mendapatkan hasil terbaik.

Suntik Putih Vanilla Whitening Injection adalah produk suntik putih terbaru yang di yakini akan bersaing baik di pasaranan, karena menurut pakar kulit kecantikan produk ini sudah memiliki kandungan yang sangat baik dalam hal menutrisi kulit agar tampak lebih putih, halus dan terawat secara merata.

Komposisi yang terkandungan di dalam propduk Vanilla Whiening Injection adalah :

Vitamin c 1000mg
Collagen Extract 500mg
Alpha Lipoic Acid 160mg
Co Enzyme Q10 200mg
Inhibitor Stimulating hormone 10mcg
Glutathione 3000mg
Cystein 0.6mg
Myosin 200mg
Kinesin 2.5mg
Arginine 200mg
EGF,IGF,TRX


Dosis dan penggunaan :
Disuntik seminggu sekali menggunakan 1 Ampul + 1 Vial di campur jadi 1 dalam sekali suntik

Metode penyuntikan : IV/IM


Isi dalam kemasan : 5 Ampul + 5 Vial
Negara produksi : Korea

   
Jumlah Posts : 82
Jumlah di-Like : belum ada like

Suntik Putih Nexgen Prowhite Citrex 900

Suntik Putih Nexgen Prowhite Citrex 900

Rp 1,470,000.00Suntik Putih Nexgen Prowhite Citrex 900 Ori Korea
Merupakan produk suntik pemutih badan dari korea yang memberikan manfaat yang sangat baik dalam menjaga dan merawat kulit agar menjadi lebih putih secara merata dalam waktu yang sangat cepat.

Suntik Putih Nexgen Prowhite Citrex 900 Ori Korea manfaat serta kadungannya sangat lengkap serta di produksi dengan teknologi modern sehingga banyak dokter dan pakar kecantikan di korea yang merekomendasikan produk ini.

Selain itu juga sudah banyak pengguna Suntik Pemutih Badan Nexgen Prowhite Citrex 900 Ori Korea yang mengklaim dan memberikan testimoni sangat baik karena produk ini merupakan salah satu obat suntik pemutih badan best seller terbaik dunia, dan kini Suntik Pemutih Badan Nexgen Prowhite Citrex 900 Ori Korea Ori bisa anda dapatkan di suntikputihku.com berikut deskripsi lengkap produknya

Manfaat Nyata Suntik Pemutih Badan Nexgen Prowhite Citrex 900 :

  • Memutihkan kulit secara cepat dan merata
  • Menjaga kelembababan kulit agar kelihatan segar sepanjang hari
  • Mengatasi kulit yang kering dan bersisik
  • Meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh dan serta menjaga stamina tubuh agar tidak rentan terhadap serangan penyakit
  • Mencukupi kebutuhan nuterisi pada kulit sehingga kulit terlihat lebih halus, segar dan bercahaya
  • menyamarkan bekas luka dan menghilangkan flek-flek hitam pada kulit
  • sebagai Antioksidant yang baik bagi tubuh
  • Meregenerasi sel sel kulit yang telah mati
  • Menyamarkan garis-garis halus atau keriput di kulit akibat penuaan dini
  • Merawat kulit agar tampak putih dan sehat
  • Meningkatkan dan menormalkan fungsi metabolisme dalam tubuh agar dapat menyerap kandungan dari vitamin secara maksimal
  • Mencegah dan meringankan Obsessive disorder (Gangguan atau penyakit selalu gelisah)



NexGen citrex-900, berat molekul asam hyaluronic rendah, diproduksi oleh proses fermentasi eksklusif, karena berat molekul rendah, diserap melalui kulit, meningkatkan tingkat kelembaban dan kehalusan. Dalam tubuh manusia, Hyaluronic Acid ditemukan dalam konsentrasi tinggi pada kulit, jaringan ikat, sendi dan cairan mata. fungsi Resilen sebagai pelumas dan pelembab sangat efektif. Ketika dikombinasikan dengan Lumistor, garis-garis halus dan kerutan berkurang sebesar 45% setelah tujuh minggu

Komposisi Suntik Pemutih Badan Nexgen Prowhite Citrex 900 :
Vitamin C 500mg
L aspartis Acid 60mg
CoQ10 900mg
Pure Hydroilised Collagen Extract 450mg
Satria Glutathione 18000mg
L Ornithine Monohydrochloide 180mg
Cystein 0,6mg
Copper peptide 150mg
Resilen 200 (Hyaluranic Acid) 600mg
Alpha tochopherol 360mg
L Arginine 360mg
Myosin 2,7mg
Kinesi 300mcg
EGF, IGF-1, Acetyl Hexapeptide



Dosis Aturan Pakai : 
Disuntik 1-2 kali dalam seminggu menggunakan 1 Ampul + 1 Vial di campur jadi 1 dalam sekali suntik

Metode penyuntikan : IV/IM

Jumlah Sesi Pemakaian : 15 Kali suntik

Suntik pemutih badan Nexgen Prowhite Citrex 900 Tidak Disarankan Untuk : Wanita hamil dan menyusui, Wanita pada saat menstruasi/datang bulan, Alergi terhadap vitamin jenis apapun

Isi Kemasan : 15 Ampul + 15 Vial
Negara Produksi : Korea