SITE STATUS
Jumlah Member :
494.744 member
user online :
4065 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: mp asi apa untuk mencerdaskan otak balit

New Topic :  
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
Pengertian MP-ASI

MP-ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi di berikan kepada bayi/anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. MP-ASI di berikan mulai usia 4 bulan sampai 24 bulan. Semakin meningkat usia bayi/anak, kebutuhan akan zat gizi semakin bertambah karena tumbuh kembang, sedangkan ASI yang di hasilkan kurang memenuhi kebutuhan gizi. MP-ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga.

MP-ASI merupakan makanan tambahan bagi bayi. Makanan ini harus menjadi pelengkap dan dapat memenuhi kebutuhan bayi. Hal ini menunjukan bahwa MP-ASI berguna untuk menutupi kekurangan zat gizi yang terkandung dalam ASI. Dengan demikian, cukup jelas bahwa peranan makanan tambahan bukan sebagai pendamping ASI tetapi untuk melengkapi atau mendampingi ASI.

MP-ASI (Makanan Pendamping ASI) adalah makanan bayi yang di berikan di samping ASI, dengan tekstur dan kepadatan sesuai kemampuan cerna bayi. WHO dan sebagian besar organisasi kesehatan lain merekomendasikan pemberian MP-ASI pada usia sekitar 6 bulan. ini artikel yg saya baca bun. apakah sebaiknya tanya dokter?
   


10-03-2016 13:40:19 HB rendah
Jumlah Posts : 91
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda terjadinya darah rendah itu akibat dari kepikiran dan juga kecapekan, dan usahakan selama hamil jangan terlalu capek.. dan untuk bunda saran kami di kasih asupan yang membuat bunda supaya darahnya normal dan kandungan pun baik baik.. kami ada rekomendasi untuk bunda yaitu mengonsumsi seagold dan alfalfa karena itu bagus untuk bunda dan bayi dalam kandungan, bisa untuk mencerdaskan otak si anak dalam kandungan juga.
   
Jumlah Posts : 14
Jumlah di-Like : belum ada like
qlo bunda² yang lain baby nya udah mp asi apa aja y...share dund..
   


Jumlah Posts : 18
Jumlah di-Like : belum ada like
btw babynya umur brp bun? ni lg bgg kasi mp asi apa..cz maeme susah
   
Jumlah Posts : 9
Jumlah di-Like : belum ada like
Anak susah makan??? daripada anak diberikan vitamin yang berbahan kimia, yuuukkk...bunda sekarang beralih ke Herbal, Madu Syamil anak tanpa bahan pengawet aman buat balita.

Menerima Reseller dengan harga menarik
Reseller : Rp.11.500 /botol
Min Order : 1 Kardus

Harga Eceran : Rp. 13 ribu aja

Order :
Phone : 0812 10700758
BBM : 29D8BDA3

Mengandung komposisi lengkap:

Madu, Kurma, Zaitun dan Habbatussauda.
Mengandung Omega 3, 6 & 9.
Mengandung Propolis.
Diperkaya Curcuma dan Vitamin C.
Memiliki tekstur yang lembut, rasa dan aroma yang lezat.
Kualitas yang stabil dan terjaga karena diawasi tenaga ahli berpengalaman.
Tanpa bahan pengawet.

KHASIAT, dengan izin Allah Madu Syamil bermanfaat untuk :

Mencerdaskan otak.
Meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.
Membantu pemulihan DBD (demam berdarah).
Menambah nafsu makan.
Menurunkan demam panas tinggi.
Melancarkan pencernaan.
Membantu menyembuhkan batuk, pilek dan radang tenggorokan.
Mencegah kejang-kejang.
Meningkatkan pertumbuhan otot dan tulang.
Anti leukimia.
Membantu menyembuhkan amandel, sariawan, asma, TBC, flek, kanker usus, cacingan, sembelit, dll.

Isi: 125 ml.
Kemasan: Botol plastik.
Isi per karton: 24 Botol.
Berat per karton: 6 kg.
Harga eceran konsumen: Rp. 22.000,00 (PROMO Bulan ini hanya Rp.13.000)
No. Sertifikat Dinkes P-IRT: 2093271041067
No. Sertifikat Halal LPPOM-MUI:00120057620311.
   


Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
Hallo mama Alwin,   Kalo boleh tau apakah alasan Mama Alwin memberikan bubur susu instant khusus gangguan pencernaan karena Alwin diare?   Saran saya tetap Mama Alwin sebaiknya memberikan MP-ASI (Makanan Pendamping ASI atau susu formula) buatan sendiri, daripada membeli yang instant. Mama Alwin tinggal menghindari aja jenis makanan yang terlalu banyak serat seperti agar-2, sayuran hijau berdaun atau buah-2an banyak air kayak jeruk, pir, pepaya. Misalnya berikan Alwin nasi tim/bubur & kuningnya telor asin juga buah-2an seperti pisang atau alpukat. Yang pasti Alwin harus banyak minum supaya ngga dehidrasi :D   Diare sendiri bisa disebabkan karena infeksi bakteri / virus atau alergi terhadap jenis makanan tertentu. Untuk lebih pastinya sebaiknya Mama Alwin tanya ke DSA. Setahu saya ada juga imunisasi untuk pencegahan diare, namanya VAKSIN ROTA VIRUS. Coba sekalian mama alwin tanyakan deh ke DSA ya...   Soal membuat makanan anak sendiri, jangan bingung dan jangan pusing. Semua mama pasti bisa dan pasti sempet koq hehehehe.   Silakan gabung dengan MILIS MP-ASI RUMAHAN untuk sharing lebih banyak tentang segala hal makanan bayi dan anak.... Buat JOIN, silakan klik : http://health.groups.yahoo.com/group/mpasirumahan/join   Salam, Erina        
   
08-06-2008 17:43:45 MPASI pertama
Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
Salam kenal Bunda El Capitan (hi..hi.. nama anaknya kocak banget )   Paling baik buat El tentunya MP-ASI rumahan alias MP-ASI buatan tangan Bunda Renatha sendiri donk..... Masukan dari Vanny (Mama Ito) dan Ucy (Mama Yurie) itu bener banget. Bikin aja dari tepung beras merah atau putih. Kalo mau yang beras organik, Bunda El juga bisa beli dari Pertanian Gasol.   Trus...... biar gak mati gaya soal bikin MP-ASI anak, silakan Bunda gabung di millis MP-ASI Rumahan untuk berbagi ilmu & resep soal makanan anak . Klik aja http://health.groups.yahoo.com/group/mpasirumahan/join   Salam, Erina
   
Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
Buat Bunda Ekca & Bunda-Bunda lainnya yang sangat menginginkan pertumbuhan anak sehat dengan makanan buatan sendiri alias NON INSTANT..... ayo berbagi resep & ilmu masak memasak buat bayi & anak di milis MP-ASI RUMAHAN.   Untuk bergabung silakan klik : http://health.groups.yahoo.com/group/mpasirumahan/join   Salam, Erina  
   
19-06-2008 16:35:15 Obat batuk & pilek untuk bayi
Jumlah Posts : 20
Jumlah di-Like : 1
heiiiiii bunda2..nih aq punya artikel smg bs bermanfaat.... Berjuang Menjadi Orangtua Cerdas February 1, 2008 • Berawal dari keprihatinan menghadapi situasi masa kini, sebagian orangtua bersatu membentuk komunitas. Tekadnya sederhana, mencerdaskan sesama orangtua agar terhindar dari ”kesesatan”. Mereka berusaha menjadi orangtua kritis yang tak begitu saja menerima resep dokter, atau terbujuk iklan.Mungkin beginilah paradoks zaman modern, ketika arus kehidupan dikendalikan konsumerisme. Kekuatan bujukan iklan sering kali membuat seseorang merasa tak berdaya. Apalagi bagi orang yang tak punya akses cukup untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai produk tersebut. Kalau sudah begini, apa yang diklaim dalam iklan sering kali menjadi hal yang dipercaya begitu saja. ”Anak-anak sering menjadi obyek penderita kesalahpahaman. Sebab itu, yang dicerahkan harus orangtuanya. Dengan mailing list, kami bergerilya,” tutur Purnamawati S Pujiarto SpAK, MMPed yang mengampanyekan penggunaan obat secara rasional (rational use of drug/RUD) kepada konsumen medis. Selama tiga tahun terakhir ini, Wati, demikian sapaannya, berusaha membina dan mencerdaskan para orangtua melalui komunitas maya yang diberi nama Grup Sehat. Moto komunitas ini ”be smarter be healthier”. Upayanya, yang telah tahunan dirintis, didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ibu empat anak ini juga menjadi salah satu konsultan WHO. Kini, pada mailing list sehat@yahoogroups.com telah tercatat 3.218 anggota dari penjuru Indonesia hingga yang bermukim di luar negeri. Para orangtua dapat berkonsultasi bebas dengan Wati dan sejumlah dokter lain, sampai dibimbing mempelajari ilmu kesehatan terkini dari berbagai situs terpercaya. Pujiati (29), yang tinggal di Surabaya, dulu kerap bolak-balik ke dokter anak karena putranya, Bagas (24 bulan), sering sakit. Setiap kali sakit Bagas selalu diberi antibiotik serta obat berbentuk puyer. Ketika itu dia belum paham, antibiotik tak diperlukan untuk pengobatan batuk pilek pada anak-anak yang umumnya disebabkan virus. Virus dapat dilawan dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Kalau penyakit itu disebabkan bakteri, baru diperlukan antibiotik. Sebagian dokter bahkan sering memberikan antibiotik paling ampuh, mahal, yang sebenarnya justru antibiotik spektrum luas (broad spectrum). Akibatnya, beragam bakteri yang tergolong baik pun turut tergilas. ”Setelah bergabung dengan Grup Sehat, saya baru menyadari semua praktik itu kelirumologi alias salah. Kini, kunjungan ke dokter anak sangat jarang, dan anak saya sehat. Kalau batuk pilek cukup home treatment saja. Banyak minum air putih hangat, makan makanan yang disukainya, dan istirahat. Kalau demam, saya kompres dia dengan air hangat atau minum obat penurun panas saja. Enggak perlu antibiotik dan suplemen,” tutur Pujiati. Tak mudah bagi Pujiati menularkan pengetahuan itu kepada suaminya. Sang suami malah sempat mengira komunitas yang diikutinya beraliran aneh. Orang awam memang kerap mengira komunitas ini anti-obat, anti-antibiotik, bahkan anti-dokter. Padahal sama sekali tidak. Koridor konsep RUD-lah yang menjadi pegangan Grup Sehat. ”Antibiotik itu anugerah kehidupan, harus dieman-eman (disayang-sayang). Ketika kita betul-betul membutuhkan antibiotik, dia adalah penyelamat jiwa,” ujar Wati yang kini mendirikan Yayasan Orang Tua Peduli. Penggunaan antibiotik secara tidak rasional justru memunculkan bermacam bakteri yang bermutasi, dan resisten terhadap antibiotik (superbugs). Sementara penemuan antibiotik baru tidaklah secepat perkembangan munculnya bakteri baru. Semakin sering menggunakan antibiotik secara tak rasional, malah menyebabkan anak sering jatuh sakit. Belum lagi risiko seperti gangguan hati pada anak, seperti kerap ditemukan Wati, yang juga ahli hepatologi anak ini. Proses menyenangkan Selain RUD, para anggota komunitas juga memperoleh informasi obyektif menyangkut pemenuhan gizi anak, serta problem klasik seperti anak susah makan. Tipikal sebagian orangtua masa kini yang tergopoh-gopoh menjejali anak dengan obat ketika jatuh sakit biasanya diikuti pula dengan memberi anak berbagai suplemen penambah nafsu makan dan susu formula. ”Beredarnya susu bubuk yang mengklaim bisa menjadi pengganti makanan lengkap juga banyak dipahami orangtua secara sesat. Padahal, makan itu proses belajar, eksplorasi, yang penuh dengan unsur hiburan. Sebagian orangtua sering mengambil cara praktis ketimbang bereksperimen dengan menu agar disukai anak,” kata Wati. Gempuran iklan susu formula di media massa juga dapat mendoktrin sebagian orangtua bahwa anak harus minum susu formula. Padahal, bayi hingga usia enam bulan harus eksklusif minum air susu ibu (ASI). Usia di atas satu tahun, selain ASI, bayi cukup diberi susu sapi cair tanpa pengawet, yang telah disterilisasi dengan teknik ultrahigh temperature (UHT) atau pasteurisasi. Aneka susu yang menyebut ditambahi berbagai zat penting untuk perkembangan otak hanyalah klaim yang tidak berlandaskan prinsip ilmiah evidence based medicine (EBM). ”Di luar negeri, anak di atas satu tahun masih minum formula akan ditertawakan tenaga medis. Di atas satu tahun, susu bukan segalanya. Gizi anak terutama dari makanan. Orangtua harus paham piramida makanan. Siapa bilang anak harus gemuk, yang penting anak itu sehat,” tutur Wati yang prihatin dengan praktik pemasaran susu formula yang, menurut dia, semakin tak etis. Yosi Kusuma Ningrum (27) mengaku dulu sempat termakan iklan susu formula. Susu berharga ratusan ribu rupiah itu dibelinya demi sang buah hati. Agen pemasaran susu formula kerap meneleponnya, membujuk dia agar anaknya diberi susu formula supaya gemuk. ”Sekarang enggak lagi. Mendingan uangnya ditabung untuk pendidikan anak kelak. Tetapi orang-orang, bahkan keluarga sendiri, sering sinis. Mereka bilang, kok anakku dikasih susu murah, padahal kedua orangtuanya bekerja,” ujar Yosi, ibu seorang anak yang tinggal di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur. Tanpa tes alergi Sebagian dokter pun sering kali terlalu mudah mendiagnosis seorang anak alergi susu sapi, tanpa melakukan tes alergi terlebih dahulu. Pujiati pernah mengalami hal ini, dan memberi anaknya susu bubuk kedelai yang harganya relatif lebih mahal. Nyatanya, setelah tak lagi minum susu bubuk kedelai pun, anaknya tak bermasalah. Anak Pujiati dan Yosi yang meminum susu sapi biasa tetap sehat, lincah, dan mudah buang air besar meskipun mereka sama sekali tidak lagi mengonsumsi suplemen vitamin dan penambah nafsu makan. Hal krusial lain dalam masalah kesehatan anak adalah imunisasi. Kesalahpahaman seputar imunisasi kerap terjadi, mulai dari isu autisme hingga pemberian imunisasi secara tunggal. Beragam riset seperti WHO, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dan Institute of Medicine (IOM) telah menegaskan vaksinasi measles, mumps, rubella (MMR) tidak berkorelasi dengan autisme. Bayi dan anak-anak pun dianjurkan divaksinasi secara simultan sehingga meminimalkan kunjungan ke dokter, mengurangi risiko tertular penyakit di rumah sakit, serta anak cepat terbentengi imunitasnya. Belum lagi dokter yang ”bereksperimen” dengan meresepkan obat yang tidak perlu untuk mengurangi efek demam dari imunisasi. ”Anak saya pernah diresepkan luminal setelah imunisasi DPT (difteri-pertusis-tetanus). Padahal, luminal itu obat penenang saraf. Katanya, biar orangtua enggak repot,” tutur Alia Indardi (34), ibu dari tiga anak, yang tinggal di Jatiwaringin, Bekasi. Alia lantas mengatakan kepada dokter tersebut bahwa dia tidak akan menebus obat itu. Alasannya, dampak demam dari imunisasi adalah gejala yang normal. Jika anaknya terganggu dengan demam tersebut, pemberian obat penurun panas saja sudah mencukupi. Untuk anak yang sedang kejang saja, luminal sudah tidak direkomendasikan lagi. ”Coba kalau pasiennya tidak memiliki informasi yang cukup dan berimbang, kan pasti sudah langsung menurut saja. Jadilah anak itu dikasih obat penenang saraf,” ujar Alia. sumber : http://purnamawati.wordpress.com
   
31-08-2016 20:27:40 Pemberian MP-ASI
Jumlah Posts : 12
Jumlah di-Like : belum ada like
saya seorang ibu dengan dua orang anak.. anak kedua saya baru berusia 6 bulan.. namun perkembangan nya berbeda sekali dengan kakak nya.. maksudnya itu dalam hal pemberian MP-ASI.. putra kedua saya lebih cenderung agak susah untuk makan.. adakah saran saran dari bunda bunda sekalian?? dan pemberi vitamin penambah nafsu makan untuk usia 6 bulan apakah di perbolehkan?? ada kah rekomendasi dari bunda bunda sekalian vitamin apa yg cocok untuk bayi usia 6 bulan itu?? mohon bantuannya bunda..
   
18-09-2015 13:49:05 Hamil anak kedua
Jumlah Posts : 326
Jumlah di-Like : belum ada like

 WEANING WITH LOVE (WWL): Menyapih Dengan Cinta

Bunda si kecil sudah 2 tahun ya, aduh sudah saatnya disapih nih, bisa gak ya??

Menyusui merupakan kedekatan yang sangat intens antara ibu dan bayinya. Sehingga saat harus melalui proses menyapih, seringkali ibu merasa tak tega untuk melakukannya. Demikian pula bagi si bayi, yang juga tak rela berpisah dari ibunya. Akibatnya, proses yang sebenarnya alamiah ini, maju mundur bahkan menimbulkan masalah yang bisa menjadi momok bagi ibu dan anak.

Kapan waktu yang tepat untuk menyapih?

Menentukan kapan anak perlu disapih, terkadang bukan keputusan mudah. Walau memang sudah masanya, terkadang justru bunda belum siap untuk menyapih.

Berikut yang perlu kita perhatikan:

1. Ibu ingin menyapih, anak belum siap. Alasan ibu ingin menyapih, karena tidak menikmati kegiatan menyusui, kelelahan atau sibuk bekerja.

Saran ahli:

  • Jika anak masih di rentang usia menyusui, pikirkan kembali apakah ia perlu disapih? Bila alasannya tidak mendesak, tunda dulu niat menyapih.
  • Bila kurang menikmati kegiatan menyusui, atasi pencetus masalahnya. Semisal, bila puting ibu sakit, atasi dengan cara menyusui yang benar.

Bila menyusui terasa membosankan, ubah jadi menyenangkan sambil mendengarkan musik

2. Anak ingin disapih, ibu belum siap. Anak tidak tertarik lagi minum ASI dari payudara dan ingin minum dari cangkir. Padahal ibu masih ingin menyusui dan ASI banyak.

Saran ahli:

  • Tunda penyapihan dengan menciptakan suasana menyusui yang tenang, jauh dari rangsangan yang bisa membuyarkan konsentrasi anak
  • Jika anak sudah bisa diajak komunikasi, beri pengertian manfaat ASI dengan bahasa yang sederhana
  • Bila anak ingin tetap disapih, berpikir positif dan jangan sedih atau kecewa karena bisa mengganggu kerja hormon prolaktin dan oksitosin sehingga bisa menghambat produksi ASI.
  • Karena inisiatif datang dari anak, biasanya proses menyapih menjadi lebih mudah. Tetap berikan ASI, namun melalui cangkir

3. Ibu dan anak sama-sama tidak siap. Anjuran menyapih dari pihak luar, bukan kehendak ibu ataupun anak. Misalnya, lingkungan menganggap anak sudah besar sehingga perlu disapih.

Saran ahli:

  • Pemberian ASI dianjurkan hingga anak usia 2 tahun. Tapi jika ibu dan anak masih nyaman, boleh terus dilanjutkan. Kekurangannya, anak bisa menjadi manja, kurang mandiri, tergantung pada ibu dan jadi bahan ejekan.
  • Pada kasus ibuhamil lagi, keputusan menyapih atau tidak tergantung pada kesehatan kandungan

4. Penyapihan sementara. Bisa dialami bunda yang mendapat tugas sehingga harus meninggalkan anak. Atau bunda harus minum obat sehingga ASI "tercemar" dan tidak boleh diminumkan bayi

Saran ahli:

  • Bila bepergian lama, lakukan penyapihan sementara, setelah itu relaktasi. Selama bunda pergi anak minum ASI dari cangkir. Begitu bunda kembali, anak menyusu lagi dari payudara.
  • Jika menjalani pengobatan, ASI tetap diperah namun dibuang hanya untuk menjaga produksinya. Setelah pengobatan selesai, lakukan relaktasi.

Bagaimana tips menyapih dengan cinta?

Mestinya selama proses penyapihan itu tidak perlu terjadi saling menekan antara ibu dan anak karena proses tersebut alami. Menyapih bukan proses pemisahan hubungan antara ibu dan anak, baik secara fisik maupun emosi. Menyapih adalah bagian dari fase perkembangan yang harus dijalani oleh anak. Justru karena cinta Anda, anak harus melewati fase perkembangan ini untuk menghadapi fase perkembangan selanjutnya.

Tapi perlu diingat sebisa mungkin hindari menyapih anak dengan membohonginya. Kalau ada anjuran, olesi saja daerah areola Anda dengan buah mengkudu atau obat merah agar bayi tak ingin menyusu, abaikan saran ini. Menyapih anak dengan cara ini sama dengan melakukan kekerasan padanya. Anda mengambil paksa 'kepemilikannya', yang dapat menimbulkan luka batin.

Kerelaan Anda dan si bayi untuk mengakhiri kegiatan menyusu adalah kunci utama dari menyapih dengan cinta atau weaning with love. Lakukan sepenuh cinta dengan langkah-langkah ini:

  1. Kurangi frekuensi menyusui secara bertahap dimulai pada siang hari. Sebab pada saat inilah waktu yang tepat untuk mengenalkan dia pada sesuatu yang baru, seperti rasa, bentuk dan tekstur pada makanan pendamping ASI (MP-ASI).
  2. Tidur terpisah. Balita mau tak mau belajar menahan diri untuk tidak menyusu di malan hari. Dalam hal ini perlu kerja sama ayah seperti menemani tidur, agar balita tidak rewel ketika pisah dengan ibunya.
  3. Tambah pemberian MP-ASI sebanyak 3-4 kali sehari untuk mengurangi pemberian ASI pada siang hari.
  4. Tetapkan tempat menyusui hanya pada satu tempat, misalnya di kamar. Gunanya agar si kecil tidak meminta susu di sembarang tempat sekaligus mengajaknya untuk belajar mengenal aturan.
  5. Tunjukkan perhatian dan kasih sayang selama proses menyapih, misalnya mendekap, mengusap atau mencium agar anak tahu bahwa Anda tetap menyayangi dia meski Anda sudah tidak menyusuinya lagi.
  6. Ajak bicara. Sekalipun masih kecil, sedikit-sedikit balita bisa mengerti maksud kita, asalkan dijelaskan dengan bahasa sederhana dan lemah lembut
  7. Bulatkan tekad. Artinya Anda benar-benar siap untuk melepaskan aktivitas ini. Bila Anda ragu-ragu, Anda akan kesulitan sendiri. Keraguan Anda terbaca oleh anak. Alhasil, anak pun tidak rela disapih.
  8. Sapih anak saat ia dalam keadaan sehat, karena dalam keadaan sakit ia akan semakin butuh kelekatan dengan Anda.  
  9. Libatkan suami sebagai orang yang mampu menghibur dan mengalihkan perhatian anak ketika rewel minta ASI.
  10. Berikan penjelasan pada anak mengapa ia harus disapih. Misalnya, “Ayo, kamu sudah besar, sudah tidak perlu lagi menyusu bunda. Makan kue saja yuk. Atau minum susu di cangkir?” Lakukan dengan sabar, lembut dan cinta Anda. Jangan pernah bosan untuk memberikan alasan padanya.
  11. Ganti aktivitas menyusu dengan membaca buku atau mendongeng sebelum tidur. Aktivitas ini tidak jauh berbeda saat Anda menyusuinya bukan?

Ada aturannya? Pernyataan WHO dan UNICEF di Geneva pada tahun 2001, “Tidak ada keharusan anak disapih pada usia 2 tahun. Benar bila ibu menyusui bayi secara eksklusif di enam bulan pertama kehidupannya. Kemudian ASI dapat dilanjutkan secara bersamaan dengan MP-ASI hingga anak berusia 2 tahun. Tapi tidak ada keharusan kapan harus menyapih.” Penelitian Dewey KG, Pediatric Clinics of North American, tahun 2001, ASI masih boleh diberikan pada anak usia 2 tahun karena masih mengandung: 43% protein, 36% kalsium, 75% vitamin A, dan 60% vitamin C. 

Saat proses penyapihan terjadi, sebenarnya anak sedang berada pada fase alami untuk:

  • Belajar mengenal aneka ragam rasa dan tekstur makanan.
  • Latihan mengunyah makanan padat karena gigi dan rahangnya 'diuji' agar dapat berkembang secara optimal.
  • Latihan kemandirian, sebab anak tidak harus bergantung lagi pada ASI setiap ia merasa lapar atau haus. Dia sudah bisa menikmati makanan padatnya.
  • Latihan percaya pada orang lain dalam pemenuhan kebutuhannya. Saat ini Anda bukanlah satu-satunya orang yang bisa memenuhi kebutuhannya. Selain itu anak juga sedang berlatih untuk beradaptasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Bagaimana jika anak tidak mau disapih?

Bagi anak, menyusu bukan sekadar kegiatan yang mengenyangkan perut. Menyusu juga memenuhi kebutuhan emosi anak. Berhenti menyusu bisa jadi masalah jika anak tidak siap untuk disapih dengan alasan:

  1. Tidak mau kehilangan kedekatan bersama ibu. Dia sudah mengerti kalau dia bisa memiliki perhatian dan waktu Anda seluruhnya hanya saat menyusu.
  2. Menikmati kontak kulit. Lewat sentuhan dan pelukan, dia merasa dicintai.
  3. Memberi ketenangan. Bagi balita Anda yang selalu aktif, saat menyusu adalah waktu dimana dia bisa tenang di tengah rasa ingin tahunya yang tinggi.
  4. Memberi kenikmatan oral dan bonusnya dia bisa mendapat susu.

Apa yang sebaiknya Anda lakukan? Upayakanlah agar anak berhenti menyusu tanpa membahayakan perkembangan fisik dan emosinya.  Kuncinya mudah saja, beri anak hubungan dekat dan rasa cinta yang sama seperti pertama kali Anda menyusui dirinya.

Ini kiatnya! Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua ketika anak menolak untuk disapih:

1. Jelaskan alasan Anda menyapihnya. Biasanya strategi yang Anda gunakan ketika ingin menyapih anak adalah dengan menjauhi anak. Namun pesan yang sampai pada anak berbeda, dia justru merasa Anda tidak ingin bersamanya lagi. Untuk menhindari hal ini, anak perlu penjelasan dan anak usia 2 tahun  sudah bisa mendengarkan dan memahami penjelasan Anda.

2. Alihkan perhatiannya. Anak  tidak bisa berhenti memikirkan tentang menyusu kecuali kesempatan tersebut muncul. Anda adalah orang yang bisa tahu kapan anak ingin menyusu pada Anda. Setiap kali dia mendekati Anda untuk meminta menyusu, segera ajak dia bermain atau melakukan kegiatan menyenangkan yang bisa membuat dia lupa tujuan awalnya mendekati Anda.

3. Tinggalkan kebiasaan saat menyusui. Bila Anda terbiasa menyusui dia sebelum tidur ganti ritual tersebut dengan membacakan dia dongeng. Jika Anda punya sudut favorit untuk menyusui anak, misalnya di sofa kamar, hindari duduk di sofa tersebut di jam-jam di mana Anda biasa menyusui anak.

4. Siap dengan camilan sehat pengganti ASI. Jika Anda ingin menyapih anak, pastikan Anda sudah menyediakan  camilan lezat dan sehat yang bisa memuaskan rasa laparnya.

5. Beri waktu. Anda tidak bisa langsung berhenti menyusuinya seketika. Lakukan secara perlahan-lahan karena jika tidak Anda justru bisa membuat anak mengalami kecemasan saat berpisah. Biasanya anak lebih mudah untuk mengurangi menyusu pada Anda, bila dia masih bisa mendapat jaminan di waktu menyusu favoritnya, misalnya pagi hari atau malam hari sebelum tidur.

Yuk tunjukkan kasih sayang kita kepada anak, sapihlah dengan cinta dan antar anak ke gerbang masa depan gemilangnya dengan cinta.

   
Jumlah Posts : 181
Jumlah di-Like : belum ada like

Kamu salah satu yang termasuk dalam golongan ibu muda? Bingung harus makan dan minum apa untuk kembalikan kondisi tubuh setelah melahirkan? Aku baru baca info asupan yang baik untuk kamu konsumsi bagi pemulihan kondisi tubuh kamu, bagus juga untuk menstabilkan mood dan meningkatkan kualitas ASI kamu. Langsung aja simak apa saja asupan yang baik tersebut :

Protein

Saran aku sih banyakin makan ikan, kacang-kacangan, telur, daging. Kalaupun makan daging pilih yang mengandung banyak protein misalnya daging domba. Aku pernah baca daging domba tuh kolestrol dan lemaknya sedikit, tapi proteinnya banyak, mom. Protein baik untuk perkembangan otak dan memberikan efek tenang pada otak.

Omega 3

Makanan yang mengandung omega 3 baik untuk membantu menangani depresi dan meningkatkan fungsi pada otak. Jadi mom perbanyak deh konsumsi makanan yang mengandung omega 3

Buah-buahan

Setelah melahirkan pasti butuh lebih asupan vitamin C dibandingkan saat sedang hamil. Jadi agar mom cepat pulih dan pencernaan lancar, perbanyak konsumsi buah-buahan.

Sayur-sayuran hijau

Misalnya bayam, brokoli, buncis, dan sayuran hijau lainnya yang mengandung vitamin C dan zat besi. Penting untuk memperlancar aliran darah.

Susu

Ini penting banget mom, bukan hanya buat si kecil tapi juga membantu badan mom sehat dan bugar lagi. Sebaiknya mom konsultasi ke dokter kira-kira susu yang cocok apa saja.

Air putih

Nah ini yang gak boleh lupa, minum deh 8 gelas air tiap hari, agar terhindar dari dehidrasi, terutama untuk ibu menyusui nih.

Sumber

   
18-06-2014 08:00:34 Kelahiran Pada Bulan Mei 2014
Jumlah Posts : 13
Jumlah di-Like : belum ada like
Assalamu'alaikum. Hi bunda2 semuanya. Senang bisa dengar cerita bunda2. Betul, anak itu anugrah banget, apalagi aku sama suami udah nunggu banget. Kadang2 aku sering sedih klo mandangi wajahnya lagi tidur. Selalu berfikir, ketika dia bangun apakah ada sikap ku yg buat dia sedih. Karena bayi itu bisa merasakan apa yg bundanya rasakan. Kalau bundanya kesal, suasana hati bayi itu sebenarnya sedih lho. Seperti kata bunda yuyun, ketika kita ngomel bayi nya melihat ke arah kita aja atau bahkan ada yg kita gendong dia malah tambah nangis terus. Itu karena suasana hatinya sedih, dia merasa lebih tidak nyaman lagi dengan kita ketika kita ngomel. Ada beberapa tips yg sempat aku pakai ketika bayi ku sulit tidur di malam hari, bahkan tidak nyenyak klo pun tidur malam hari. Sedikit tips dari saya, 1. Kenalkan kepada bayi kita tentang siang dan malam. pakaikan dia baju tidur ketika malam hari ( misalnya kalau siang hari bayi kota pakai baju lengan pendek dan celana yg sedikit pendek, kalau malam hari pakaikan bayi baju lengan panjang dan celana panjang ). 2. Ketika tidur, pakailah lampu tidur yang cahayanya sedikit lebih redup, jangan terlalu terang karena dapat membuat bayi tidur tidak nyenyak. Sementara tidur yg nyenyak itu bagus untuk perkembangan otak bayi. 3. Ketika kita sedang menyusui di malam hari jangan ajak bayi kita untuk bercerita/berbicara atau bermain karena dia akan lebih tertarik utk tidak melanjutkan tidurnya. 3. Usahakan bayi bersendawa ketika setelah minum susu. Karena apabila di perutnya masih ada angin ( belum bersendawa) setelah minum susu, itu membuat bayi tidak nyaman dengan perutnya. 4. Berusahalah tenang ketika berada di sisi bayi kita, agar bayi merasa nyaman. Untuk bunda yang putingnya lecet, sedikit tips dari saya yg pernah saya lakukan: 1. Setelah memberikan ASI kepada bayi atau setelah mengompres puting dengan air hangat, oleskan dengan ASI ibu bagian puting sampai ke bagian aerola. Biarkan terbuka/ berangin2 sebentar sampai ASI tersebut mengering di bagian puting dan aerola, hal ini agar ASI tersebut tidak hilang terusap oleh bra. Setelah mengering boleh di tutup. 2. Rajinlah mengompres puting dengan air hangat. 3. Tanamkan dalam hati, kalau bayi ibu sangat membutuhkan ASI dari ibu. Insyaallah ibu tidak akan tega ketika melihat bayi menangis minta ASI, otomatis ibu akan menahan rasa sakit tersebut. Lama2 rasa sakit yang ditahan akan menjadi terbiasa :-) ( ada tetangga saya yang cerita katanya daun sirih yang direndam di air hangat lalu di kompres kan di payudara bisa mengurangi rasa perih pada puting. Tapi kalau yang daun sirih saya belum pernah coba ) Untuk bunda2 yg infonya bayinya hanya mau menyusu disebelah kanan atau kiri saja, diharapkan ketika menyusu bayinya arah hadapnya di bolak balik ya bu. Soalnya kata dokter tempat saya laktasi, kalau bayi hanya selalu menghadap ke satu arah terus2an ketika menyusu ASI dapat menyebabkan mata bayi jadi silindris. Itu sedikit sharing dari saya bunda dedek Faqih, semoga bisa sedikit menjadi masukan untuk bunda2 semua :-) Wassalam ^_^
   
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like

Air putih bukan untuk bayi.  “MBAK, jangan lupa kasih air putih kalau adek habis minum susu, ya,” urai Riani kepada sang pengasuh sembari menyuapkan beberapa sendok air putih kepada bayinya yang berusia 3 bulan. Tahukah Moms, di balik kebiasaan memberikan air putih ternyata tersimpan bahaya yang dapat mengancam si buah hati, utamanya bayi di bawah usia 6 bulan. ASI, Sudah Cukup! Air putih bermanfaat bagi kesehatan anak-anak dan orang dewasa memang benar, tapi TIDAK untuk bayi.“Pemberian air putih tidak disarankan, khususnya pada bayi usia < 6 bulan, karena kegunaannya tidak ada,” buka dr. Yulia Lukita Dewanti, M. Ked. Ped, SpA dari RS Sari Asih Serang. Pada bayi usia tersebut, pemberian ASI eksklusif tanpa pemberian cairan lain sudah cukup memenuhi kebutuhan gizi bayi sesuai dengan perkembangannya. Secara alamiah, komposisi ASI –mengandung 88 persen air- yang diproduksi akan mencukupi kebutuhan cairan bayi. Begitu pun dengan bayi yang minum susu formula, lebih dari 80 persen komposisi susu formula adalah air. Mengingat tingginya kadar air dalam ASI maupun susu formula, bayi kurang 6 bulan tak perlu diberikan tambahan cairan lain apapun secara langsung –termasuk air putih, teh manis, atau jus buah. Artinya, bayi tidak akan kekurangan cairan sejauh bayi mendapatkan ASI atau susu formula cukup setiap harinya. Bayi akan selalu ‘meminta’ ASI/susu formula bila ia merasa haus (on demand). 3 Alasan Air Putih Dilarang Lantas, mengapa air putih tak baik diberikan pada bayi? Ginjal Bisa Rusak “Pada bayi berusia kurang dari 6 bulan, semua organnya belum berfungsi laiknya orang normal pada umumnya. Nah, organ yang langsung berhubungan dengan metabolisme cairan adalah ginjal. Jika bayi diberi banyak air putih, maka ginjal yang belum siap menyaring –kecuali ASI- ini dapat rusak,” papar dokter penyuka novel ini. Ya, ginjal bayi belum mampu mengeluarkan air dengan cepat, sehingga dapat menyebabkan timbunan air dalam tubuh yang dapat membahayakan bayi (keracunan air). Keracunan air Kelebihan air di atas akan menyebabkan kandungan elektrolit dalam darah menjadi tidak seimbang, misalnya sodium (natrium). Kelebihan cairan tersebut akan melarutkan sodium dalam darah dan akan dikeluarkan tubuh, sehingga kadar sodium menjadi rendah yang dapat memengaruhi aktivitas otak. Awalnya ditandai dengan iritabilitas (merengek-rengek), mengantuk dan gejala penurunan kesadaran lainnya yang kadang luput dari kewaspadaan orangtua. Gejala lainnya adalah penurunan suhu tubuh, bengkak di sekitar wajah dan jika dibiarkan dapat menjadi kejang. Jika si kecil sampai mengalami kejang, kemungkinan terjadi gangguan perkembangan di masa depannya namun bergantung pada frekuensi dan durasi kejang tersebut terjadi. Kebutuhan gizi tidak terpenuhi Selain keracunan air, memberikan air putih setiap kali bayi menangis adalah salah. Bayi yang menangis tidak selalu berarti lapar. Bisa saja ia BAK (Buang Air Kecil), BAB (Buang Air Besar), kurang nyaman, sakit atau lainnya. Bayi yang diberikan air setiap ia menangis akan menjadi kenyang. Sehingga keinginan bayi untuk menyusu akan menurun. Akibatnya, asupan gizi dalam tubuh menurun pula. Padahal tiga tahun pertama adalah golden period (masa keemasan) untuk pertumbuhan dan perkembangan anak di masa depan dan sangat bergantung pada asupan gizinya saat itu. Oleh karena itu, Moms harus mengonsumsi makanan yang bergizi agar kualitas ASI terjaga.Diare, Tetap Berikan ASI Bagaimana bila bayiku diare, apa boleh diberikan air putih? “Untuk bayi usia kurang dari 6 bulan, tetap berikan ASI saja. Memang, kebutuhan akan cairan saat diare akan meningkat, namun pemberian ASI cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Semakin sering si ibu menyusui maka semakin banyak pula ASI yang diproduksi, sehingga Ibu tidak perlu khawatir ASI-nya tidak cukup,” saran dr Yulia. Ingat, kandungan ASI sudah lengkap, termasuk kandungan elektrolitnya. Sehingga, pemberian cairan elektrolit khusus bayi tetap tidak disarankan.Boleh Diperkenalkan lebih dari 6 Bulan Pemberian air putih mulai dapat dilakukan saat bayi memasuki usia di atas 6 bulan, dimana MPASI (Makanan Pendamping ASI) mulai diperkenalkan. Selain itu pada usia lebih dari 6 bulan, organ bayi dianggap ‘siap’ untuk mencerna makanan dan minuman selain ASI. Selain itu, ada beberapa penelitian menyebutkan bahwa pada kasus tertentu -seperti cuaca panas atau konstipasi- pemberian air pada bayi diperbolehkan. Namun, pemberian air itu cukup berkisar satu sendok makan setiap pemberiannya. Sebaiknya, gunakan sendok, bukan dot/botol guna menghindari kehilangan kontrol berapa banyak air putih yang sudah diminum bayi, jangan sampai kebanyakan. Misalnya yang terjadi di John Hopkins Children’ Center, sebuah rumah sakit di Amerika, seperti dikutip dari situsnya. Pada musim panas, banyak bayi yang dibawa ke ruang gawat darurat oleh orangtua yang panik karena bayi mereka kejang. Belakangan diketahui bahwa hal itu disebabkan oleh asupan air putih yang terlalu banyak.Hmm, Anda tak mau hal itu terjadi pada si kecil, bukan?

sumber : http://www.infogizi.com/25/bahaya-memberikan-air-putih-pada-bayi-dibawah-usia-6-bulan.html

   
16-03-2014 18:41:09 My Boy..second
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
salam kenal juga semua bunda2... putra pertama kami nm nya Rafa Sadiki Adha...lahir di hulan OKTOBER jg tgl 12.. bbl nya 2,880kg pnjang 50 cm.. skrng sdh 8,5kg & 70 cm.. skrng msh adi ekslusif jg... tp sbntr lg udh mp asi.. share ya bunda untuk menu2 nya apa aja ya...?
Hidden Image