SITE STATUS
Jumlah Member :
493.853 member
user online :
1671 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: mata perih ketika hamil muda

New Topic :  
Jumlah Posts : 169
Jumlah di-Like : belum ada like
kata dokterku... ketika hamil muda sperma itu berbahaya.... bisa mengakibatkan keguguran.... makanya untuk mengantisipasi ada baiknya berhubungan setelah usia kandungan 3Bulan... soalx q prnh ada pengalaman keguguran gara2 HB n sperma dikeluarin didalam....
   


18-07-2016 18:29:41 perut sering berkedut
Jumlah Posts : 169
Jumlah di-Like : belum ada like
kalo berkedut ketika hamil muda itu kalo gak salah bagian pencernaan buka babyx yg gerak...
   
Jumlah Posts : 9
Jumlah di-Like : belum ada like
rasa perih saat hamil muda itu biasa g sih bun??
   


27-06-2014 18:07:21 Puasa ketika hamil muda
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
assalamu'alaikum bunda, saya diya, ibu muda yang tengah hamil anak pertama (10 mggu). sebentar lagi umat muslim akan menjalankan puasa ramadhan. Nah, share cerita dong bunda, ketika hamil muda ikut puasa apa tidak?
   
30-04-2014 23:14:41 makanan ringan ketika mual
Jumlah Posts : 69
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda2 semua ... sy mau berbagi tips makanan ringan buat bunda2 yg susah makan ketika hamil muda . kalo bunda2 semua eneg liat mkanan n mau muntah coba bunda2 buat jagung keju ... jagung direbus lalu di kikis ,ditambah keju parut dan susu cair . karena jagung memiliki aroma harum n tdak bikin mual . sy sdh mpraktekkan bun .... alhamdulillah lahap n gk bikin perut kosong ... selamat mencoba bunda .... :)
   


29-03-2014 09:37:50 makanan pedas untuk ibu hamil
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda,,boleh ga sih makan makanan pedas ketika hamil muda?
   
31-12-2013 18:24:24 hubungan intim
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
bun.. boleh tidak ketika hamil muda berhubungan intim dengan suami?
   
Jumlah Posts : 18
Jumlah di-Like : 1
Hallo bunda semua...

untuk ML ketika hamil muda gak apa-apa kok, asal posisi nyaman buat bunda..alias tidak menekan perut...aku sudah hamil masuk 9 bulan dan aku sama suami gak pernah "puasa" hehehe.. 

@bunda vio: kalau sperma masuk kedalam gak apa2 kok bun aman...karena tuhan sudah membuat sedemikian rupa sebuah lapisan atau gumpalan yang fungsinya untuk menutup mulut rahim..selain fungsinya untuk menghalangi sperma tadi, juga untuk melindungi rahim dari kuman yg masuk...nah setelah nanti kita melakukan persalinan si lapisan yg menutupi mulut rahim itu sendirinya akan robek karena kontraksi dan cairan ketuban serta si dedek kan akan keluar dari situ hehehe...jadi mau didalem pun gak masalah...

betul kata bunda-bunda yang lain, kalau gatal jangan digaruk soalnya membekas lho--lebih baik pakai baby oil

Salam kenal

ammi fita
   
01-02-2013 16:41:20 gejala kehamilan
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Dok, berdasarkan hasil pemeriksaan minggu kemarin, Alhamdulillah aku positif hamil 3 minggu.
Nah,kemarin2 itu sempt mual2 dan muntah2.. Tapi sekarang udah lancar2 aja (ga mual atau muntah). Itu reaksi normal atau gimana ya,dok? Saya aga takut ada apa2 dgn kehamilan yg masih muda ini.

Makasih ya,dok..

Dari : Dina Jusidira

Jawaban:

Dear Bunda,

Tanda dan gejala awal yang timbul pada awal kehamilan, terkadang dapat juga menjadi suatu keluhan bagi calon ibu baru.

Perdarahan atau flek

Ketika Bunda hamil, Bunda tidak akan mendapatkan menstruasi pada periode berikutnya. Namun banyak wanita yang juga mengalami perdarahan atau flek saat mereka hamil, tetapi biasanya perdarahan akan lebih pendek atau lebih ringan dari periode menstruasi normal.

Apabila Bunda mengalami keluhan perdarahan pada awal kehamilan, sebaiknya segera memeriksakan diri pada bidan atau dokter Anda, meskipun perdarahan atau flek tersebut nantinya tidak berbahaya pada kehamilan Anda.

Payudara bengkak atau nyeri

Gejala lain kehamilan yang mungkin mulai terjadi 1-2 minggu setelah pembuahan. Kadar hormon seorang wanita cepat berubah setelah konsepsi. Karena perubahan, payudara mungkin menjadi perih ketika disentuh, merasa sakit, atau bengkak. Sekitar puting, yang disebut areola, mungkin juga menjadi lebih gelap.

Merasa kelelahan

Keluhan yang juga dapat dimulai pada awal minggu pertama setelah konsepsi. Usahakan untuk memperbanyak istirahat dan mengurangi aktivitas fisik berlebihan.

Mual / Morning Sickness

Merupakan gejala kehamilan yang sering muncul antara 2-8 minggu setelah pembuahan. Beberapa wanita beruntung untuk tidak berurusan dengan morning sickness sama sekali, sementara yang lain akan merasa mual hampir sepanjang kehamilan mereka.

Nyeri Punggung

Bila biasanya Bunda tidak punya masalah dengan sakit punggung. Namun kini, punggung bagian bawah terasa nyeri. Jika Bunda benar hamil, gangguan ini dapat menetap hingga melahirkan nantinya.

Sakit kepala

Kenaikan hormon tiba-tiba dan meningkatnya sirkulasi darah dalam tubuh Bunda dapat menyebabkan Bunda memiliki sakit kepala di awal kehamilan.

Sering buang air kecil

Pada sekitar 6-8 minggu setelah pembuahan umumnya menjadi salah satu keluhan pada awal kehamilan, namun Bunda juga harus berhati-hati terhadap kemungkinan iritasi saluran kemih yang mengarah pada infeksi saluran kemih bila timbul gejala lain seperti demam misalnya.

Mengidam makanan tertentu atau keengganan terhadap makanan tertentu

Banyak wanita akan merasa keinginan untuk makanan tertentu ketika mereka hamil. Padahal sebelumnya bunda tidak begitu suka mangga, tiba-tiba bunda ingin sekali memakan mangga.  Atau tiba-tiba Bunda menjadi tidak menyukai dan tidak tahan terhadap makanan favorit Bunda.


   
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
dear dr.tanti
saia sedang hamil 16 week,dan saia lge iritasi mata dok,mo ngobatin tp takut ntar berpengaruh pada janin,kira-kira obat sakit mata aman gak dok digunakan pada saat hamil??
terima kasih

Dari : silvia lindasari

Jawaban:

Dear bunda

Iritasi mata dapat disebabkan oleh berbagai hal, virus, bakteri maupun benda asing. Penyebab infeksi yang sering terjadi adalah karena infeksi virus, keadaan ini dapat sembuh sendiri.Pengobatan dalam hal ini untuk mengurangi keluhan yang terjadi seperti mata gatal dan perih.Sebaiknya anda periksa kepada dokter spesialis mata untuk pengobatan yang tepat sebelum anda menggunakan obat obatan tetes mata terutama ketika anda sedang mengandung.Demikian jawaban saya.
   
14-02-2011 11:24:23 mual sepanjang hari
Jumlah Posts : 362
Jumlah di-Like : 8
Salam kenal juga y bunda triee....
Bunda waktu aku usia kehamilanku 7 minggu aku mulai mengalami mual n muntah itu hampir sepanjang hari....
Dan aku juga punya maag, jadi mual n muntahnya itu selain karena hamil juga karena hamil muda....
Sebenarnya sich hampir sama y bunda,,,,,jadi udah mual n muntah karena hamil kita g doyan makan so lambung kita juga bertambah sakit....
Klo waktu itu yang aku rasain bund...
@ klo mual n muntah karena maag:
1. perut terasa melilit meskipun tidak diwaktu mual
2. akan muntah jika maag yang dialami sudah akut sekali
3. perut tersa ditusuk-tusuk n terasa panas
4. susah untuk tidur terlentang dan bisanya tidur dengan posisi miring
5. kepala pusing seperti mabuk darat ketika naik bis
6. klo telat makan perut akan terasa perih, pusing, mual n akhirnya muntah.

@ klo mual n muntah karena hamil:
1. bisa juga dialami sepanjang hari (seperti saya)
2. lebih banyak muntahnya dipagi hari
3. rasanya perut seperti kembung saja
4. perasaaan kita terus merasa enek

Itu yang saya alami ketika saya hamil muda kemarin bund, Alhamdulillah setelah 13w mualnya masih ada tapi muntahnya sudah jarang...paling klo mualnya g tahan sama sekali aku baru muntah.....
Selama usia kehamilan 10w sampai usia 13w saya terus mengkonsumsi obat anti mual dari dokter diminum setelah makan.
Sedangkan untuk maagnya saya diberi mylanta dan d minum setengah/1 jam setelah makan.

Saran saya y bund..klo bunda punya maag makannya yang ati2...kurangi makanan bersantan, asam, pedes n kecut trus kurangi juga minum teh karena bisa membuat lambung semakin perih...
Klo aku waktu maagku kemairn kambuh hebat banget ampe aku g bisa makan sama sekali....aku coba gugling n buah yang cukup aman bagi ibu hamil dan penderita maag adalah melon bund...karena dia bisa membantu menurunkan kadar asama lambung kita....dan ketikan dimakan Alhamdulillah lambung rasanya adem.....

Dan sampai sekarangpun, aku berusaha sebisa mungkin untuk mengurangi makanan bersantan (paling klo lagi kepengen ajah...hihihi), teh, makanan asem n kecut....

Maaf klo misalkan sharing saya tidak bisa banyak membantu bunda triee....
Semangats y bund.....


   
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
MAKANAN PEDAS DAN ASAM SELAGI HAMIL? BOLEH KOK!

Yang terpenting, pandai-pandailah menilai batas kemampuan diri.

Rasa asam konon membuat makanan jadi terasa menyegarkan. Citarasanya yang unik kerap diidentikkan sebagai obat ngantuk atau untuk mengurangi keluhan mual. Sementara rasa pedas memunculkan semangat dan memberi sensasi tersendiri pada si penikmat makanan tersebut.

Tak heran kalau dua citarasa ini sangat disukai banyak orang, termasuk ibu hamil. Selain itu, selama masa kehamilan juga dikenal fase ngidam yang umumnya dirasakan sebagai keluhan mual dan muntah. Untuk mengatasinya, ibu hamil menginginkan sesuatu yang terasa segar di mulut. Salah satunya makanan asam dan pedas.

Ginekolog dari Klinik SamMarie, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dr. Drajat M. Sastrawikarta, Sp.OG., menyebutkan, dalam buku-buku medis ilmu kandungan dan kebidanan, selintas memang disebutkan fase yang dinamakan ngidam/nyidam. Ngidam, kata Drajat, merupakan keinginan ibu hamil untuk menyantap sesuatu. Akan tetapi keinginan tersebut kadang berkembang tak wajar. Contohnya, tidak apa-apa bila ibu hamil ingin makan buah kecapi yang asam. Menjadi tidak wajar bila permintaan tersebut muncul saat bukan musim kecapi. Sementara pohon kecapi sendiri, di Jakarta misalnya, sudah termasuk pohon langka.

PENGARUH KULTUR

Diakui Drajat, memang tidak semua ibu hamil melewati kehamilannya dengan ngidam. Kalaupun ngidam, belum tentu muncul keinginan "dramatis" untuk melahap makanan yang bercitarasa asam dan pedas. Namun demikian, di Indonesia memang banyak penggemar makanan yang rasanya merangsang ini. Mengenai penyebab pasti mengapa selera akan makanan asam dan pedas meningkat di masa kehamilan, menurut Drajat amat sulit dijawab. Sejauh ini memang tidak ada satu teori atau buku pun yang menjelaskan mengapa demikian.

Drajat menduga, di usia kehamilan muda, kegemaran makan makanan yang asam dan pedas lebih merupakan upaya ibu menghilangkan keluhan mualnya. Meski lagi-lagi belum ada penelitian ke arah sana, tapi menurut Drajat hal ini bisa dibenarkan. Asumsinya, masyarakat kita secara turun-temurun menganggap makanan bercitarasa asam dan pedas bisa menghilangkan rasa mual. Tak heran kalau ketika hamil seorang ibu jadi menyukai rasa pedas dan asam, meski semula ia tidak seperti itu.

Contohnya, kata Drajat, ketika bepergian jauh, banyak yang membawa jeruk sebagai bekalnya. Kalau tidak, ada yang menyarankan mabuk perjalanan diatasi dengan minum rebusan asam jawa. Keduanya yang sama-

sama memiliki rasa asam diyakini bisa berfungsi sebagai obat antimual. Hal serupa juga berlaku untuk makanan yang bercita rasa pedas. Saat kita merasa mual di ulu hati seperti ingin muntah, lekaslah makan makanan yang pedas. Niscaya keinginan muntah bakal hilang dengan sendirinya. Tak percaya? Buktikan saja sendiri.

BELAJAR MENAHAN NAFSU

Yang ditekankan oleh Drajat, yaitu pentingnya membatasi konsumsi makanan pedas dan asam. Mengapa? Semata-mata untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, ibu mengalami diare yang bisa berlanjut menjadi gangguan dehidrasi sehingga membahayakan kehamilannya. Bukankah sesuatu yang berlebihan lazimnya menimbulkan dampak negatif?

Makan rujak 4 kali sehari, masing-masing dengan 20 cabe per porsi, jelas berlebihan dong. Namun lagi-lagi Drajat mengaku tak bisa menjelaskannya secara konkret mengenai batasan ini karena sifatnya memang sangat individual alias tak pernah sama. Oleh karena itu, agar kehamilan berjalan sehat dan nyaman, kenali diri sendiri.

Kalaupun ibu sudah akrab dengan makanan pedas sejak sebelum hamil, tak ada salahnya mengurangi "kualitas" pedasnya semata-mata demi menjaga sistem pencernaan dan janinnya. Nah, dengan pandai mengatur dorongan yang berlebihan, kesukaan mengonsumsi makanan pedas tetap boleh berlanjut tanpa harus mengundang risiko. Hal serupa juga berlaku juga untuk makanan dan minuman yang asam. Terlalu banyak mengonsumsi makanan/minuman yang asam juga akan membuat lambung tak nyaman. Bahkan bukan tidak mungkin akan menyebabkan perlukaan di usus bila rasa asam itu berasal dari cuka atau bahan-bahan nonbiologis lainnya. Terutama bagi mereka yang sebelumnya sudah menderita gangguan mag.

PENTINGNYA EDUKASI

Drajat sendiri tak mempermasalahkan kebiasaan ibu-ibu hamil mengonsumsi makanan dan minuman yang pedas dan asam. "Sepanjang kebiasaan tersebut tidak merugikan diri si ibu dan lingkungan, menurut saya pribadi ya biarkan saja. Apalagi setahu saya tidak ada kontraindikasi makanan dan minuman seperti ini dengan kehamilan."

Sayangnya, tidak sedikit ibu hamil yang hanya mengikuti dorongan nafsunya dan menyampingkan akal sehat. Untuk bisa memberikan pemahaman akan pola makan dan minum yang baik kadang bukan perkara mudah. Dituntut kesabaran dari sang suami dan anggota keluarga lainnya untuk menyampaikan misi edukatifnya. Jika tak berhasil juga, lebih baik minta bantuan dokter untuk menjelaskan. Bukankah umumnya ibu hamil mau mendengarkan apa yang dikatakan dokternya.

Drajat juga mengingatkan agar ibu-ibu hamil mewaspadai mitos-mitos yang kebenarannya diragukan. Di antaranya makan asam, terutama cuka, bisa membuat rahim mengerut. Padahal, tukasnya, "Kalau memang benar demikian, seharusnya bukan rahim saja yang mengalami pengerutan, melainkan seluruh organ tubuh ibu. Karena apa yang dimakan akan diserap oleh seluruh tubuh."

Begitu juga dengan anjuran jangan banyak menyantap makanan yang pedas jika tak ingin anaknya nakal. Anjuran tersebut ada benarnya sebagian, "Tapi kalau dikait-kaitkan dengan kenakalan anak, dari mana kesimpulan tersebut didapat?" ujarnya balik bertanya

semoga membantu salam putri a.k.a zach mom's
   
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
MAKANAN PEDAS DAN ASAM SELAGI HAMIL? BOLEH KOK!

Yang terpenting, pandai-pandailah menilai batas kemampuan diri.

Rasa asam konon membuat makanan jadi terasa menyegarkan. Citarasanya yang unik kerap diidentikkan sebagai obat ngantuk atau untuk mengurangi keluhan mual. Sementara rasa pedas memunculkan semangat dan memberi sensasi tersendiri pada si penikmat makanan tersebut.

Tak heran kalau dua citarasa ini sangat disukai banyak orang, termasuk ibu hamil. Selain itu, selama masa kehamilan juga dikenal fase ngidam yang umumnya dirasakan sebagai keluhan mual dan muntah. Untuk mengatasinya, ibu hamil menginginkan sesuatu yang terasa segar di mulut. Salah satunya makanan asam dan pedas.

Ginekolog dari Klinik SamMarie, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dr. Drajat M. Sastrawikarta, Sp.OG., menyebutkan, dalam buku-buku medis ilmu kandungan dan kebidanan, selintas memang disebutkan fase yang dinamakan ngidam/nyidam. Ngidam, kata Drajat, merupakan keinginan ibu hamil untuk menyantap sesuatu. Akan tetapi keinginan tersebut kadang berkembang tak wajar. Contohnya, tidak apa-apa bila ibu hamil ingin makan buah kecapi yang asam. Menjadi tidak wajar bila permintaan tersebut muncul saat bukan musim kecapi. Sementara pohon kecapi sendiri, di Jakarta misalnya, sudah termasuk pohon langka.

PENGARUH KULTUR

Diakui Drajat, memang tidak semua ibu hamil melewati kehamilannya dengan ngidam. Kalaupun ngidam, belum tentu muncul keinginan "dramatis" untuk melahap makanan yang bercitarasa asam dan pedas. Namun demikian, di Indonesia memang banyak penggemar makanan yang rasanya merangsang ini. Mengenai penyebab pasti mengapa selera akan makanan asam dan pedas meningkat di masa kehamilan, menurut Drajat amat sulit dijawab. Sejauh ini memang tidak ada satu teori atau buku pun yang menjelaskan mengapa demikian.

Drajat menduga, di usia kehamilan muda, kegemaran makan makanan yang asam dan pedas lebih merupakan upaya ibu menghilangkan keluhan mualnya. Meski lagi-lagi belum ada penelitian ke arah sana, tapi menurut Drajat hal ini bisa dibenarkan. Asumsinya, masyarakat kita secara turun-temurun menganggap makanan bercitarasa asam dan pedas bisa menghilangkan rasa mual. Tak heran kalau ketika hamil seorang ibu jadi menyukai rasa pedas dan asam, meski semula ia tidak seperti itu.

Contohnya, kata Drajat, ketika bepergian jauh, banyak yang membawa jeruk sebagai bekalnya. Kalau tidak, ada yang menyarankan mabuk perjalanan diatasi dengan minum rebusan asam jawa. Keduanya yang sama-

sama memiliki rasa asam diyakini bisa berfungsi sebagai obat antimual. Hal serupa juga berlaku untuk makanan yang bercita rasa pedas. Saat kita merasa mual di ulu hati seperti ingin muntah, lekaslah makan makanan yang pedas. Niscaya keinginan muntah bakal hilang dengan sendirinya. Tak percaya? Buktikan saja sendiri.

BELAJAR MENAHAN NAFSU

Yang ditekankan oleh Drajat, yaitu pentingnya membatasi konsumsi makanan pedas dan asam. Mengapa? Semata-mata untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, ibu mengalami diare yang bisa berlanjut menjadi gangguan dehidrasi sehingga membahayakan kehamilannya. Bukankah sesuatu yang berlebihan lazimnya menimbulkan dampak negatif?

Makan rujak 4 kali sehari, masing-masing dengan 20 cabe per porsi, jelas berlebihan dong. Namun lagi-lagi Drajat mengaku tak bisa menjelaskannya secara konkret mengenai batasan ini karena sifatnya memang sangat individual alias tak pernah sama. Oleh karena itu, agar kehamilan berjalan sehat dan nyaman, kenali diri sendiri.

Kalaupun ibu sudah akrab dengan makanan pedas sejak sebelum hamil, tak ada salahnya mengurangi "kualitas" pedasnya semata-mata demi menjaga sistem pencernaan dan janinnya. Nah, dengan pandai mengatur dorongan yang berlebihan, kesukaan mengonsumsi makanan pedas tetap boleh berlanjut tanpa harus mengundang risiko. Hal serupa juga berlaku juga untuk makanan dan minuman yang asam. Terlalu banyak mengonsumsi makanan/minuman yang asam juga akan membuat lambung tak nyaman. Bahkan bukan tidak mungkin akan menyebabkan perlukaan di usus bila rasa asam itu berasal dari cuka atau bahan-bahan nonbiologis lainnya. Terutama bagi mereka yang sebelumnya sudah menderita gangguan mag.

PENTINGNYA EDUKASI

Drajat sendiri tak mempermasalahkan kebiasaan ibu-ibu hamil mengonsumsi makanan dan minuman yang pedas dan asam. "Sepanjang kebiasaan tersebut tidak merugikan diri si ibu dan lingkungan, menurut saya pribadi ya biarkan saja. Apalagi setahu saya tidak ada kontraindikasi makanan dan minuman seperti ini dengan kehamilan."

Sayangnya, tidak sedikit ibu hamil yang hanya mengikuti dorongan nafsunya dan menyampingkan akal sehat. Untuk bisa memberikan pemahaman akan pola makan dan minum yang baik kadang bukan perkara mudah. Dituntut kesabaran dari sang suami dan anggota keluarga lainnya untuk menyampaikan misi edukatifnya. Jika tak berhasil juga, lebih baik minta bantuan dokter untuk menjelaskan. Bukankah umumnya ibu hamil mau mendengarkan apa yang dikatakan dokternya.

Drajat juga mengingatkan agar ibu-ibu hamil mewaspadai mitos-mitos yang kebenarannya diragukan. Di antaranya makan asam, terutama cuka, bisa membuat rahim mengerut. Padahal, tukasnya, "Kalau memang benar demikian, seharusnya bukan rahim saja yang mengalami pengerutan, melainkan seluruh organ tubuh ibu. Karena apa yang dimakan akan diserap oleh seluruh tubuh."

Begitu juga dengan anjuran jangan banyak menyantap makanan yang pedas jika tak ingin anaknya nakal. Anjuran tersebut ada benarnya sebagian, "Tapi kalau dikait-kaitkan dengan kenakalan anak, dari mana kesimpulan tersebut didapat?" ujarnya balik bertanya


semoga membantu,

salam

putri a.k.a zach mom's
   
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

MAKANAN PEDAS DAN ASAM SELAGI HAMIL? BOLEH KOK!

Yang terpenting, pandai-pandailah menilai batas kemampuan diri.

Rasa asam konon membuat makanan jadi terasa menyegarkan. Citarasanya yang unik kerap diidentikkan sebagai obat ngantuk atau untuk mengurangi keluhan mual. Sementara rasa pedas memunculkan semangat dan memberi sensasi tersendiri pada si penikmat makanan tersebut.

Tak heran kalau dua citarasa ini sangat disukai banyak orang, termasuk ibu hamil. Selain itu, selama masa kehamilan juga dikenal fase ngidam yang umumnya dirasakan sebagai keluhan mual dan muntah. Untuk mengatasinya, ibu hamil menginginkan sesuatu yang terasa segar di mulut. Salah satunya makanan asam dan pedas.

Ginekolog dari Klinik SamMarie, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dr. Drajat M. Sastrawikarta, Sp.OG., menyebutkan, dalam buku-buku medis ilmu kandungan dan kebidanan, selintas memang disebutkan fase yang dinamakan ngidam/nyidam. Ngidam, kata Drajat, merupakan keinginan ibu hamil untuk menyantap sesuatu. Akan tetapi keinginan tersebut kadang berkembang tak wajar. Contohnya, tidak apa-apa bila ibu hamil ingin makan buah kecapi yang asam. Menjadi tidak wajar bila permintaan tersebut muncul saat bukan musim kecapi. Sementara pohon kecapi sendiri, di Jakarta misalnya, sudah termasuk pohon langka.

PENGARUH KULTUR

Diakui Drajat, memang tidak semua ibu hamil melewati kehamilannya dengan ngidam. Kalaupun ngidam, belum tentu muncul keinginan "dramatis" untuk melahap makanan yang bercitarasa asam dan pedas. Namun demikian, di Indonesia memang banyak penggemar makanan yang rasanya merangsang ini. Mengenai penyebab pasti mengapa selera akan makanan asam dan pedas meningkat di masa kehamilan, menurut Drajat amat sulit dijawab. Sejauh ini memang tidak ada satu teori atau buku pun yang menjelaskan mengapa demikian.

Drajat menduga, di usia kehamilan muda, kegemaran makan makanan yang asam dan pedas lebih merupakan upaya ibu menghilangkan keluhan mualnya. Meski lagi-lagi belum ada penelitian ke arah sana, tapi menurut Drajat hal ini bisa dibenarkan. Asumsinya, masyarakat kita secara turun-temurun menganggap makanan bercitarasa asam dan pedas bisa menghilangkan rasa mual. Tak heran kalau ketika hamil seorang ibu jadi menyukai rasa pedas dan asam, meski semula ia tidak seperti itu.

Contohnya, kata Drajat, ketika bepergian jauh, banyak yang membawa jeruk sebagai bekalnya. Kalau tidak, ada yang menyarankan mabuk perjalanan diatasi dengan minum rebusan asam jawa. Keduanya yang sama-

sama memiliki rasa asam diyakini bisa berfungsi sebagai obat antimual. Hal serupa juga berlaku untuk makanan yang bercita rasa pedas. Saat kita merasa mual di ulu hati seperti ingin muntah, lekaslah makan makanan yang pedas. Niscaya keinginan muntah bakal hilang dengan sendirinya. Tak percaya? Buktikan saja sendiri.

BELAJAR MENAHAN NAFSU

Yang ditekankan oleh Drajat, yaitu pentingnya membatasi konsumsi makanan pedas dan asam. Mengapa? Semata-mata untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, ibu mengalami diare yang bisa berlanjut menjadi gangguan dehidrasi sehingga membahayakan kehamilannya. Bukankah sesuatu yang berlebihan lazimnya menimbulkan dampak negatif?

Makan rujak 4 kali sehari, masing-masing dengan 20 cabe per porsi, jelas berlebihan dong. Namun lagi-lagi Drajat mengaku tak bisa menjelaskannya secara konkret mengenai batasan ini karena sifatnya memang sangat individual alias tak pernah sama. Oleh karena itu, agar kehamilan berjalan sehat dan nyaman, kenali diri sendiri.

Kalaupun ibu sudah akrab dengan makanan pedas sejak sebelum hamil, tak ada salahnya mengurangi "kualitas" pedasnya semata-mata demi menjaga sistem pencernaan dan janinnya. Nah, dengan pandai mengatur dorongan yang berlebihan, kesukaan mengonsumsi makanan pedas tetap boleh berlanjut tanpa harus mengundang risiko. Hal serupa juga berlaku juga untuk makanan dan minuman yang asam. Terlalu banyak mengonsumsi makanan/minuman yang asam juga akan membuat lambung tak nyaman. Bahkan bukan tidak mungkin akan menyebabkan perlukaan di usus bila rasa asam itu berasal dari cuka atau bahan-bahan nonbiologis lainnya. Terutama bagi mereka yang sebelumnya sudah menderita gangguan mag.

PENTINGNYA EDUKASI

Drajat sendiri tak mempermasalahkan kebiasaan ibu-ibu hamil mengonsumsi makanan dan minuman yang pedas dan asam. "Sepanjang kebiasaan tersebut tidak merugikan diri si ibu dan lingkungan, menurut saya pribadi ya biarkan saja. Apalagi setahu saya tidak ada kontraindikasi makanan dan minuman seperti ini dengan kehamilan."

Sayangnya, tidak sedikit ibu hamil yang hanya mengikuti dorongan nafsunya dan menyampingkan akal sehat. Untuk bisa memberikan pemahaman akan pola makan dan minum yang baik kadang bukan perkara mudah. Dituntut kesabaran dari sang suami dan anggota keluarga lainnya untuk menyampaikan misi edukatifnya. Jika tak berhasil juga, lebih baik minta bantuan dokter untuk menjelaskan. Bukankah umumnya ibu hamil mau mendengarkan apa yang dikatakan dokternya.

Drajat juga mengingatkan agar ibu-ibu hamil mewaspadai mitos-mitos yang kebenarannya diragukan. Di antaranya makan asam, terutama cuka, bisa membuat rahim mengerut. Padahal, tukasnya, "Kalau memang benar demikian, seharusnya bukan rahim saja yang mengalami pengerutan, melainkan seluruh organ tubuh ibu. Karena apa yang dimakan akan diserap oleh seluruh tubuh."

Begitu juga dengan anjuran jangan banyak menyantap makanan yang pedas jika tak ingin anaknya nakal. Anjuran tersebut ada benarnya sebagian, "Tapi kalau dikait-kaitkan dengan kenakalan anak, dari mana kesimpulan tersebut didapat?" ujarnya balik bertanya.

Gazali Solahuddin. Foto: Ferdi/nakita

Mitos:
Mengonsumsi makanan pedas menyebabkan ibu yang hamil tua jadi cepat melahirkan. 

Fakta:  Sebenarnya, ibu hamil tidak punya pantangan makanan tertentu. Tapi, ada makanan yang sebaiknya dihindari, seperti makan yang berasal dari keju yang sangat lembik atau keju dari susu mentah. Makanan-makanan ini dikhawatirkan cepat busuk, sehingga mengandung bakteri yang disebut lysteria. Bakteri inilah yang sering dihubungkan dengan kemungkinan penyebab keguguran atau persalinan dini.

Makanan yang "berat", kaya bumbu dan pedas lebih baik dihindari ibu hamil karena justru akan mengaktifkan kerja usus jadi berlebihan hingga menimbulkan penyakit lain seperti diare. Selain berpeluang menginduksi rahim yang akan memperparah ancaman keguguran.

Untuk mengantisipasi morning sickness (ngidam, pusing, rasa panas di perut, mual dan muntah-muntah ) , berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.

* Perhatikan dan pilihlah menu makanan yang baik.

* Jangan lupa untuk banyak minum.

* Jangan makan terlalu kenyang sekaligus. Lebih baik sering, tapi porsinya kecil atau sedikit demi sedikit.

* Hindari makanan pedas dan berbumbu tajam/merangsang. Jenis makanan ini justru akan memicu rasa mual.

   
Jumlah Posts : 10
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda ada yg tau tidak obat syrup magh untuk ibu hamil muda? sudah beberapa hari magh saya perih mau makan pun susah karna mual terus bun..minta informasinya ya bunda