SITE STATUS
Jumlah Member :
492.801 member
user online :
1608 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: k bokingan di daerah pontianak

New Topic :  
13-11-2016 10:22:37 daycare
Jumlah Posts : 12
Jumlah di-Like : belum ada like
ada yg tau daycare yg bagus di daerah pontianak?
   


30-04-2016 14:27:09 garis" strecmacth
Jumlah Posts : 24
Jumlah di-Like : belum ada like
bun mau tnya dong aku mempunyai garis" strcmach di daerah payudara .. srng kali aku mrasa k sakittan kalo k dnginan rasanya kaya di simpn di lemari es .. rasa sakit nya cnat cnut kaya punya luka saat tr tusuk duri di kaki trus kalo dah kerasa suka meriang ..yg prnah ngalamin gmna cra ngatasi nya 😢😢
   
Jumlah Posts : 21
Jumlah di-Like : belum ada like
Bunda dessy usg 4d ny di daerah mana y bund? Setau sy 4d itu lumayan mahal sekitar 500 k atas bhkn ad yg sampai 1jt an.. Pingiin bgt dpt recommend hrg dbwah 500. Hihihi..
   


Jumlah Posts : 115
Jumlah di-Like : belum ada like
mohon maf bunda" mau shrr ny donk aku lg hamil 9 wek br 2 hr in d prut smpe k puser sm di daerah leher smpe belakanh leher mngalami gatel" merah sprti biang keringet yg mau d tanyain d obatin pke bedak caladine boleh ngga yah bund hbis ny gatell bgt apa lg klo kringtan mkin panas sm gatel jd bngung nih mau pke bdak apa ngobatin nya.
   
Jumlah Posts : 115
Jumlah di-Like : belum ada like
mohon maf bunda" mau shrr ny donk aku lg hamil 9 wek br 2 hr in d prut smpe k puser sm di daerah leher smpe belakanh leher mngalami gatel" merah sprti biang keringet yg mau d tanyain d obatin pke bedak caladine boleh ngga yah bund hbis ny gatell bgt apa lg klo kringtan mkin panas sm gatel jd bngung nih mau pke bdak apa ngobatin nya.
   


Jumlah Posts : 133
Jumlah di-Like : belum ada like
1. Alpukat Alpukat juga merupakan buat yang digemari di Indonesia. Walau jumlahnya tidak banyak dibandingkan ketersediaan buah lain. Alpukat mengandung asam folat sebanyak 90 mcg percangkirnya atau setara dengan 22% kebutuhan tubuh. Bahkan alpukat mengandung serat yang dibutuhkan oleh tubuh, vitamin K dan asam lemak. 2. Pepaya Buah sebenarnya yang paling banyak mengandung asam folat adalah jeruk. Pepaya juga mengandung vitamin B9 namun tidak sebanyak jeruk. Asam folat pada satu buah pepaya mengandung asam folat sebanyak 115 mcg. Pepaya banyak ditemukan di Indonesia. Sehingga mengkonsumsinya pun akan mudah. 3. Jeruk Jeruk terkenal dengan buah yang kecut. Banyak orang mengenalnya dengan kandungan vitamin C-nya. Padahal tidak hanya itu saja, buah jeruk juga mengandung asam folat. Ternyata buah jeruk yang paling banyak mengandung asam folat yaitu 1 buah jeruk mengandung 50 mcg asam folat. Dengan begitu jika Anda mengkonsumsi lebih dari 1 buah, Anda mendapatkan lebih dari 50 mcg asam folat. 4. Jeruk Bali Berbeda dengan jeruk jenis biasa, jeruk bali mengandung asam folat sebanyak 30 mcg dalam takaran 1 buahnya. Jeruk bali memang lebih jarang dijumpai dan juga lebih memiliki rasa manis daripada jeruk biasa. Rasa kecutnya tidak terlalu terasa, dan buah ini bisa dijadikan alternatif buah jeruk. 5. Stroberi Jika Anda menganggap buah stroberi itu manis, Anda salah. Karena stroberi ini kecut rasanya. Dalam 1 cangkir mengandung 25 mcg asam folat. Stroberi lebih banyak ditanam di perbukitan sekitar jawa barat dan jawa timur. Selain itu buah ini lebih banyak dijadikan jus. 6. Raspberi Satu cangkir rasberi mengandung 14 mcg asam folat. Walaupun kadar asam folatnya rendah, rasberi bisa dijadikan buah alternatif pemenuhan vitamin B9. Namun buah ini pun tidak sering dijumpai di Indonesia. Jikapun ada mungkin hanya ada di supermarket. Sayuran yang Mengandung Asam Folat (Vitamin B9) 7. Kentang Kentang berasal dari Amerika Selatan, namun cukup populer di Eropa. Apalagi setelah adanya fast food yang menyajikan kentang goreng sebagai menu sajiannya. Kentang pun banyak jenisnya, bahkan ada juga banyak warnanya. Kentang bagi komoditi perdagangan dibedakan menjadi beberapa kelas, seperti A, B untuk kelas terbaik, C, D untuk kualitas buruk. Dalam ukuran kentang sedang mengandung asam folat sebanyak 30 mcg. 8. Jagung Dengan satu cangkir jagung masak atau rebus dapat mengandung 76 mcg asam folat. Sehingga memenuhi kebutuhan vitamin B9 Anda hingga 20% kebutuhan harian. Walaupun banyak sekarang jagung dalam bentuk kalengan, namun tetap konsumsi dalam bentuk jagung segar. 9. Bayam Bayam adalah sayuran yang sering dikonsumsi sehari-hari. Selain mendapatkannya mudah dan murah, cara memasaknya pun tidak perlu keahlian khusus. Selain itu juga hanya dengan racikan bumbu sederhana, sayur bayam digemari banyak kalangan di Indonesia. Dengan pemenuhan bayam sehari-hari juga bisa memenuhi kebutuhan asam folat. Dalam satu cangkir bayam mengandung asam folat sebanyak 263 mcg. 10. Asparagus Untuk kebutuhan sayuran yang mengandung asam folat lainnya yaitu asparagus. Dalam satu cangkir asparagus mengandung setidaknya 262 mcg asam folat. Dengan begitu telah memenuhi setengah kebutuhan harian asam folat anda. Jika Anda jenuh mengkonsumsi sayuran bayam setiap hari, asparagus bisa menjadi solusinya. Sayuran ini biasanya dimanfaatkan dalam rebusan, seperti sop, soto, bubur, dan lainnya. Selain itu asparagus juga mengandung vitamin C, K, dan A. 11. Brokoli Mengkonsumsi brokoli berarti Anda telah mengusahakan agar racun-racun pada tubuh hilang dari tubuh anda. Karena brokoli ini adalah sebagai anti detoks yang sangat baik. Dalam konsumsi satu cangkir brokoli Anda sudah mencukupi setidaknya 24% kebutuhan asam folat atau vitamin B9 harian anda. 12. Kembang Kol Kol kembang ini mirip dengan brokoli. Hanya saja bentuk inti daunnya (berbentuk bonggol) berwarna putih. Sayuran ini mengandung banyak vitamin C namun juga mengandung asam folat. Dengan konsumsi kol kembang satu cangkir dengan dimasak rebusan saja dapat memenuhi setidaknya 55 mcg asam folat atau setara dengan kebutuhan tubuh sebanyak 14%. Sayuran ini alternatif lainnya untuk sayuran yang mengandung asam folat. 13. Seledri Seledri adalah sayuran yang berfungsi untuk membantu masalah pada pasien batu ginjal. Karena itu sangat baik bagi mereka yang sedang mengalami susah buang air kecil untuk mengkonsumsi seledri. Selain itu seledri memiliki banyak asam folat. Dalam satu cangkir seledri, mengandung asam folat sebanyak 34 mcg atau setara dengan 8% kebutuhan seledri harian anda. 14. Wortel Wortel terkenal dengan banyak mengandung vitamin A. Dengan begitu wortel merupakan sayuran terbaik untuk menjaga kesehatan mata. Namun wortel juga mengandung vitamin B9 atau asam folat. Dengan konsumsi satu cangkir wortel bisa memenuhi kebutuhan asam folat hingga 5% kebutuhan harian. Wortel dalam ukuran kecil juga dapat dijadikan makanan ringan untuk pemenuhan asam folat harian anda. 15. Labu Labu memang jarang dikonsumsi di Indonesia. Terlebih lagi rasanya yang tidak umum di lidah orang Indonesia terutama anak-anak, menjadikan sayuran ini kurang favorit. Namun labu memiliki banyak kandungan asam folat. Dimana satu cangkirnya mengandung asam folat sebanyak 36 mcg. Makanan Sumber Asam Folat (Vitamin B9) Lainnya 16. Roti dan Sereal Roti dan sereal merupakan makanan yang dibuat manusia. Dengan artian makanan olahan. Tentu tidak semua roti dan sereal mengandung asam folat. Untuk mengetahui kandungan roti dan sereal, bacalah dulu dalam kemasannya akan kandungan gizinya. Bahkan ada produsen sereal yang menambahkan hingga 100% kebutuhan asam folat harian Anda. Dengan mengkonsumsi sereal di pagi hari dapat memenuhi kebutuhan vitamin B9 Anda. 17. Biji Bunga Matahari Dikenal juga sebagai kuaci. Di Indonesia, biji bunga matahari masih dimanfaatkan sebagai panganan cemilan. Sehingga belum maksimal pemanfaatannya. Di luar negeri, biji bunga matahari sudah banyak yang digunakan sebagai sayur ataupun bubur dan sereal. Dengan mengkonsumsi biji bunga matahari dalam seperempat cangkir dapat memenuhi 82 mcg asam folat. Selain itu, biji bunga matahari juga tentu mengandung serat alami yang berguna bagi kesehatan tubuh. 18. Kacang Almond Dulu kacang almond merupakan kacang khas yang tumbuh di daerah timur tengah dan Eropa. Namun apa berarti kacang almond ini ditanam di Indonesia? Tidak, karena tetap kacang almond ini sudah bisa diperoleh dengan impor. Baik langsung dari Amerika atau melalui Jepang. Harga perkilogramnya cukup mahal yaitu hampir Rp 100.000. Kacang almond ini mengandung vitamin B9 sebanyak 46 mcg dalam takaran 1 gelasnya. 19. Kacang Hijau Manfaat yang digunakan dalam konsumsi kacang hijau cukup banyak, antara lain mengobati disentri, rambut rontok, biang keringat, sampai meningkatkan hormon seksualitas. Dalam takaran 1 cangkir kacang hijau mengandung vitamin B9 sebanyak 101 mcg. 20. Hati Sapi Hati sapi ternyata mengandung vitamin B9 yang cukup banyak. Dengan memasak 100 gram daging sapi Anda telah memenuhi kebutuhan asam folat sebanyak 70%. Tentu tidak baik juga mengkonsumsi daging hati sapi berlebihan karena banyak mengandung kolesterol dan lemak. semoga b'manfaat y bund...
   
Jumlah Posts : 63
Jumlah di-Like : belum ada like
buun ad yg tw g dokter anak yg bagus di daerah bekasi ?aq bru pindah k bekasi soalnya...info y buuun
   
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
Assalamu'alaikum.... salam kenal bunda2 semua... sy baru gabung ni d IB... ^=^ lg cari info ni bund, dokter kandungan perempuan yg prakteknya hari sabtu-minggu di daerah ciputat tangerang selatan siapa ya?. kalau bunda2 ada yg tau tlg infonya ya bund, secara sy baru pindahan k daerah tangsel...
   
Jumlah Posts : 8
Jumlah di-Like : belum ada like
www.obatjos.com




Alat Pembesar Penis
( Vakum Tarik Sport Penis ) Free Oil + Vagina silikon mungil.
Alat terapi penis yang terbukti aman dan efektif digunakan untuk :
- memperbesar ukuran penis ( panjang & diameter ).
- Memperbaiki / menguatkan sel-sel otot penis, sehingga penis kembali akan mendapatkan kekuatan ereksi maksimal.
- Mencegah impoten & ejakulasi dini, sehingga anda & pasangan anda akan sama sama merasakan kepuasan.
Di daerah Kota di Jakarta Barat, alat ini digunakan oleh para ahli terapi untuk melayani terapi alat vital, dengan biaya sekitar 30ribu sekali terapi.
Kini anda tidak perlu datang ke ahli terapi untuk mendapatkan ukuran, serta kekuatan otot penis anda.
Harga : Rp.350.000, -
Hubungi ( pemesanan ) :
Jos Shop
* 085311726777
* 08170997737
* 085773888097
Pin BB : 258CA3B8
YM : joss.obats@yahoo.com
www.obatjos.com
Pembayaran bisa via BCA, Bri, Mandiri
Kirim ke seluruh Indonesia :
Banda Aceh, Medan, Padang sidempuan, Pematang siantar, Padang, Solok, Bengkulu, Dumai, Pekanbaru, Batam, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Pangkal Pinang, Jakarta, Bandung, Banjar, Bekasi, Bogor, Cimahi, Cirebon, Depok, Sukabumi, Tasikmalaya, Magelang, Pekalongan, Salatiga, Semarang, Surakarta, Tegal, Malang, Madiun, Yogyakarta, Cilegon, Serang, Tangerang, Denpasar, Mataram, Kupang, Pontianak, Balikpapan, Tarakan, Palangka Raya, Banjarbaru, Banjarmasin, Manado, dll
   
Jumlah Posts : 7
Jumlah di-Like : belum ada like
slam kanl ya bunda kiki

waktu sebelum hamil emang udah ada planning mw konsul di RS.Tambak tpi setelah difikir lagi terllu jauh sma rumah,kebetulan rumahku di daerah jatibening jdi aku simpulkan untuk planning di rumah sakit sekitar bekasi...
alhamdulillah kemarin abis pulang kampung dari pontianak,langsung beli testpack cs udah telat haid sekitar 1 minggu....ehhhh anugerah allah ada 2 garis....wihhhh seneng banget liat hasilnya,langsung j pagi'nya langsung ke RSIA HERMINA....n doketrnya bilang klo usia kndunganku bru 5 minggu....nah rencanya aku mau cari rujukan rumah sakit lagi......

kemarin kaka ku bilang u control perbulannya di RS.GLOBAL AWAL BROSS aja....mkanya tr plan nya tgl 8 September mw control dsana bunda....

wahhh bunda sbntr lagi ya melahirkan...yang sehat ya bunda,,,

trima kasih atas infonya



   
23-12-2011 11:33:33 Kontraksi palsu
Jumlah Posts : 11
Jumlah di-Like : belum ada like
 Ass,, bunda titik yg cantiq

usia kehamilanqu 35w, aq juga ngalamin hal yg sama koq spt yg bunda bilang. untuk lebih jelasnya ini aq kasih artikel tentang beda kontraksi palsu atau kontraksi asli, smoga berguna yaa..

  Kontraksi Palsu Kontraksi Asli
Bagaimana rasanya? Mulas tanpa rasa nyeri, dimulai dari bagian atas rahim dan turun ke bawah. Rasa mulas disertai nyeri di bagian pinggang sampai ke perut bagian bawah.
Kapan muncul?

Di trimester kedua (kurang lebih di atas 20 minggu), dan kadang-kadang muncul di awal kehamilan. Bisa juga terjadi pada kehamilan 37-40 minggu.

Bila usia kehamilan sudah cukup bulan, yaitu sekitar 27-40 minggu.
Berapa lama? Kontraksi berlangsung kurang lebih 20 detik (kadang bisa mencapai 2 menit atau lebih). Mula-mula sekitar 30-60 detik, dan pada fase persalinan yang paling aktif, sekitar 75 detik.
Ciri lain
  • Biasanya terjadi 1-2 kali sehari, dan tidak bertambah sering seiring bertambahnya waktu.
  • Bila kita mengubah posisi, biasanya kontraksi akan hilang.
  • Makin lama kontraksi makin sering (awalnya setiap 10 menit sekali), dan biasanya makin kuat, disertai sensasi ada sesuatu akan keluar dan vagina.
  • Kontraksi tidak hilang, walau Anda berubah posisi.
Apa yang dilakukan?
  • Ini kondisi normal. Bila Anda merasa tak nyaman, berushalan relaks dengan berbaring atau berjalan di sekitar rumah.
  • Bila kontraksi makin sering/kuat dan berlangsung selama beberapa jam atau hari, atau bila keluar darah/cairan lain dari vagina, segera ke dokter. Bisa jadi ini bukan kontraksi palsu, tapi pertanda persalinan premature. Kondisi ini bisa terjadi pada kondisi kehamilan kembar, atau ibu ada infeksi (keputihan, sakit gigi atau demam).
Segera ke rumah sakit bila kontraksi terjadi setiap 5 menit. Apalagi, bila disertai tanda lain seperti:
  • Keluar lendir agak kental dan bercampur sedikit darah dari vagina.
  • Kantung ketuban pecah diikuti keluarnya air ketuban.
  • Nyeri dan pegal di daerah panggul, kemudian menjalar k epangkal paha dan perut bagian bawah.
  • Leher rahim (perut bagian bawah) terasa panas dan sakit.
 
   
19-11-2010 09:26:47 tangan kiri lebih aktif
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
jd intinya kidal bukan berarti hal yang buruk,
hanya ketika di daerah timur tangan kanan lebih sopan dr tangan kiri :)
karena faktor penggunaannya di kehidupan sehari2

dulu baby zach juga sering pakai tangan kiri tp ya dengan sabar diajarkan
tangan yang bagus / baik = tangan kanan.
jangan di hardik atau di paksa, slowly but sure
mereka akan belajar
itu kan fungsi kita sebagai org tua

salam

putri a.k.a zach mom's


   
15-06-2010 11:02:55 Herpes simplex saat hamil..
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter.
alasannya dapat anda baca di bawah ini.
tolong di baca perlahan supaya jelas.

SERANGAN HERPES SELAGI HAMIL
Ribut dan saling menyalahkan pasangan, tak akan menyelesaikan masalah. Yang penting, tangani segera karena berdampak buruk pada janin.
Menurut dr. Irsyad Bustamam, SpOG, siapa pun yang didiagnosa terinfeksi penyakit ini umumnya akan membunyikan genderang perang dengan pasangannya. Apalagi bila yang bersangkutan merasa hidupnya selama ini "bersih". Pasalnya, lanjut dokter kebidanan dan kandungan yang berpraktek di RSIA Hermina, Jatinegara ini, herpes termasuk penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual.

"Kendati di kepustakaan disebut ada beberapa cara penularan lain semisal lewat handuk, alat cukur, sisir, atau benda-benda lain yang dipakai bersama, angka kejadiannya kecil sekali. Sebab, virus penyebabnya hanya bisa hidup di tubuh manusia. Di luar tubuh, virus itu cepat mati."

Herpes genitalis, disebut juga herpes simpleks, sebetulnya merupakan penyakit kulit yang terdapat di perbatasan antara kulit dan selaput lendir. Penyebabnya adalah virus herpes simpleks (VHS) yang bisa dibedakan menjadi 2 tipe. Pertama yang umumnya mengenai segala usia dan memilih bersarang di pinggang ke atas, kedua yang terutama mengenai kalangan dewasa dan memilih pinggang ke bawah sebagai tempat sasaran infeksinya. Namun akibat pola hubungan seksual yang begitu bervariasi, bisa saja lokasi terjadinya infeksi VHS terbolak-balik. Semisal tipe 1 ditemukan di daerah genital dan anus, sedangkan tipe 2 di sekitar bibir atau di langit-langit.

FAKTOR PEMICU

Begitu masuk ke dalam tubuh untuk pertama kalinya, VHS akan membentuk masa inkubasi atau infeksi primer yang biasanya berlangsung sekitar 2-5 hari setelah kontak seksual dengan penderita atau pengidap VHS. Di saat ini, karena tubuh belum membentuk antibodi, yang muncul adalah gejala mirip flu seperti demam, badan terasa lemah, pening dan nyeri persendian/pegal-pegal di sekujur tubuh, serta mata terasa perih. Hingga tanpa pemeriksaan laboratorium, infeksi VHS seringkali sulit dibedakan dengan flu.
Yang membedakan adalah timbulnya gejala lokal di daerah yang terinfeksi berupa bintil-bintil kecil yang gampang pecah.Bintil-bintil berisi cairan bening ini bila dibiarkan akan berkembang menjadi bisul-bisul bernanah.
Ciri lain, bintil-bintil tersebut biasanya berkelompok, warna dasarnya merah sembab dan terasa nyeri sekali. Bahkan kalau sampai terkena saraf, yang bersangkutan tak bisa BAK lantaran luar biasa sakitnya. Jika tidak disertai infeksi tambahan, kulit tempat tumbuh bintil-bintil tadi akan tampak seperti sediakala jika tak digaruk. Sedangkan bila digaruk bisa meninggalkan jaringan parut.

Berlalunya infeksi primer tersebut akan diikuti dengan fase/masa laten. Yakni saat virus bersembunyi di simpul-simpul saraf. Masa laten ini berlangsung lama, meski tak bisa dipastikan seberapa lamanya. "Tergantung kondisi individu yang bersangkutan." Artinya, ada faktor-faktor tertentu yang menjadi pemicu. Seperti kurang tidur, dibebani pikiran berlebih atau stres, sedang menstruasi atau tengah hamil, sehabis melakukan hubungan seksual, kelelahan fisik, alergi obat-obatan/makanan tertentu, maupun sebab-sebab lain yang sampai sekarang tak diketahui pasti.

Kondisi-kondisi pemicu itulah yang kemudian membuat VHS bisa aktif lagi dan disebut fase kambuh atau recurrent. Kekambuhan ini bisa terjadi kapan pun dan sewaktu kambuh gejala yang diperlihatkan bisa ringan sekali atau malah kerap tak memperlihatkan gejala klinis sama sekali karena dalam tubuh sudah terbentuk antibodi. Alhasil, yang bersangkutan kerap terkecoh dan menganggap dirinya sudah sembuh. Padahal, sekali terkena, VHS akan selamanya bercokol di tubuh kita. Celaka, kan?

Hanya saja, imbuh Irsyad, faktor pemicunya sangat kasuistik. Artinya, ada yang karena alergi, ada pula karena sebab lain. Begitu juga kapan faktor pemicu tadi memunculkan fase kekambuhan tak bisa dipastikan. Cuma, aku Irsyad, angka kekambuhan pada orang hamil akan meningkat karena kondisi kehamilan sendiri membuka peluang untuk memunculkan kekambuhan. Sebab, selain terjadi perubahan hormonal yang drastis, selama kehamilan tubuh mengadakan perubahan sistem kekebalan. Terlebih bagi ibu hamil yang mengalami stres. Dengan kata lain, ibu hamil memang rentan terkena infeksi VHS.

BISA SEBABKAN KECACATAN

Sebetulnya, tegas Irsyad, VHS tak membedakan wanita dan pria dari belahan dunia mana pun serta tak memandang status ekonomi kaya ataupun miskin.
Hanya saja, dari penelitian yang pernah dilakukan di Skotlandia, misalnya, infeksi VHS hampir tak pernah ditemukan pada orang yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Sedangkan angka kejadian pada wanita nakal atau pria yang gemar "jajan", meningkat 10 kali lipat. Itu sebabnya, wanita yang merasa dirinya "bersih" bisa saja tertular dari pasangannya yang bertipe petualang,
misal. Kalaupun si pria begitu yakin dirinya negatif, padahal bisa saja negatif itu lantaran hasil pemeriksaannya kurang akurat atau sebetulnya ia pengidap, namun VHS dalam tubuhnya sedang berada dalam masa laten.

Hingga bisa jadi sistem kekebalan tubuhnya tak memperlihatkan tanda tertentu yang bisa tertangkap oleh pemeriksaan laboratorium.
Nah, ketimbang ribut dan saling menyalahkan, lanjut Irsyad,
suami-istri amat disarankan untuk saling setia pada pasangannya. Selain jangan pernah coba-coba melakukan hubungan seksual dengan wanita/pria di luaran yang bukan tidak mungkin pernah pula berhubungan intim dengan orang lain yang terinfeksi VHS. Runyam, bukan?

Padahal seperti disebutkan di atas, ibu hamil karena kondisi kehamilannya termasuk kelompok yang rentan terinfeksi VHS, baik infeksi primer maupun recurrent. Sementara virus tersebut bisa masuk dalam sirkulasi darah janin melalui plasenta yang menghubungkan ibu dengan janinnya. Bisa juga melalui selaput ketuban, hingga bisa dibayangkan apa jadinya bila ada kebocoran atau malah ketuban pecah. Kemungkinan terjadinya infeksi VHS kian besar.
Celakanya, infeksi VHS pada janin bisa terjadi pada setiap tahapan kehamilan. Mulai dari trimester awal sampai trimester akhir. Di trimester awal, misalnya, secara teoritis di kehamilan usia 0-12 minggu, organ-organ penting sedang terbentuk, hingga kerusakan di masa ini, meski sekecil apa pun, efeknya jauh lebih besar ketimbang kerusakan sama yang terjadi di usia kehamilan selanjutnya. Namun secara umum, infeksi yang terjadi di trimester awal bisa menyebabkan janin mati yang berakhir dengan keguguran.
Sedangkan infeksi yang menyerang di trimester kedua dan ketiga memberi peluang pada janin untuk lahir prematur, kendati biasanya dibarengi dengan berbagai bentuk komplikasi kecacatan maupun kematian begitu dilahirkan. Dari catatan yang ada, lanjut Irsyad, mortalitas atau angka kematian pada bayi yang terinfeksi VHS terbilang tinggi, yakni sekitar 60 persen. Kendati begitu, tidak berarti semua janin yang dikandung oleh ibu yang terinfeksi VHS tak memiliki harapan untuk hidup, lo. Karena sekitar 40 persen sisanya berpeluang besar untuk hidup. Hanya saja 50 persen dari angka sisa janin yang hidup tadi akan mengalami kecacatan.


Bentuk kecacatannya itu sendiri bisa macam-macam. Apalagi infeksi VHS ini memiliki keunikan, yakni memilih daerah sasaran khusus yaitu susunan saraf pusat, organ-organ dalam tubuh, terutama hati dan mata yang bisa menyebabkan kebutaan. Namun, imbuh Irsyad, tak diketahui pasti mengapa VHS hanya memilih tempat-tempat tersebut.

TAK BISA TUNTAS

Deteksi dini VHS pada ibu hamil bisa diketahui dari tanya-jawab apakah ada riwayat kontak seksual dengan penderita/pengidap VHS. Karena bila kontak dilakukan saat penyakit pasangan sedang aktif, yang bersangkutan dipastikan bakal tertular. Sedangkan bila virusnya sedang dalam fase laten, belum tentu yang bersangkutan terinfeksi. Padahal memastikan kapan seseorang berada dalam fase laten atau kambuh, agak sulit mengingat secara klinis keduanya bisa saja tanpa gejala.

Yang bisa dijadikan pegangan sebetulnya adalah pemeriksaan laboratorium, semisal pap smear. Meski sebetulnya pap smear wajib dilakukan setahun sekali oleh wanita yang pernah melakukan hubungan seksual, tak peduli apakah dia terkena herpes atau tidak. Toh, bilang Irsyad, lewat pemeriksaan ini bisa sekaligus terdeteksi karsinoma serviks yang angka kematiannya paling tinggi di kalangan wanita.

Selain itu, lanjut Irsyad, deteksi VHS bisa dilakukan pula dengan biakan jaringan tubuh yang terinfeksi, menggunakan mikroskop elektron atau dengan pemeriksaan imunologis, yakni diperiksa kadar IgG dan IgM-nya. Dari pemeriksaan-pemeriksaan itulah dokter akan memutuskan terapi apa yang akan diberikan untuk ibu hamil yang terinfeksi. "Sayangnya", lanjut Irsyad, "sampai saat ini belum ada obat anti virus yang dapat menyembuhkan infeksi VHS secara tuntas tanpa kambuh-kambuh lagi."
Obat yang kini digunakan biasanya hanya sebatas agar virus yang berada di luar aliran darah, masa hidupnya lebih pendek alias cepat mati. Sementara virus yang sudah telanjur masuk ke dalam aliran darah seolah tak pernah bisa "tersentuh". Dengan begitu kejadian recurrent akan selalu ada.

Itulah mengapa penanganan pada janin (bila sudah terinfeksi) sampai sekarang belum memuaskan karena hanya pengobatan simptomatis alias menghilangkan gejalanya saja. Jenis dan dosis obat, cara, dan lama pemberiannya pun hanya ditentukan oleh dokter dengan memperhitungkan segi efektivitas dan keamanan bagi janin maupun ibunya. Sementara pengobatan lokal yang biasa dilakukan adalah pemberian salep, larutan garam khusus atau kompres rivanol untuk membersihkan bisul yang bernanah.
Tentu saja dalam memberikan terapi pengobatan, dokter akan selalu berpatokan bahwa setiap obat pasti berpengaruh pada janin. Artinya, bila memang memberi manfaat yang lebih besar dibanding efek sampingnya, obat tersebut akan tetap digunakan. Begitu juga sebaliknya.

Yang jadi masalah, hingga saat ini penggunaan obat-obatan untuk menanggulangi herpes, belum diketahui secara jelas efek negatifnya. Artinya, apakah akan merusak/memperparah kondisi janin yang sudah terinfeksi atau tidak. Sementara efek VHS pada janin sudah jelas, yakni 60 persen menimbulkan mortalitas dan 20 persen menyebabkan kecacatan.

Dengan memperhitungkan risiko itulah biasanya obat-obatan diberikan begitu seorang ibu hamil diketahui terinfeksi VHS, tanpa harus menunggu usia kehamilan tertentu. Ini jauh lebih baik dibandingkan bila infeksi tersebut dibiarkan semakin parah. "Jadi, begitu si ibu ketahuan terinfeksi, harus segera ditangani karena dokter pun harus berpacu melawan waktu. Kalau terlambat memberi obat, janin bisa keburu meninggal."
TAK PERLU DITUTUP-TUTUPI

Sayangnya, peluang terjadinya kecacatan itu sendiri tidak bisa "diutak-atik" dengan pemberian obat-obatan tertentu karena sampai saat ini memang tidak ada yang bisa memprediksi, bagian tubuh mana pada janin yang diserang VHS dan seberapa parah serangan virus tersebut.
Memang, kecacatan biasanya akan terdeteksi dengan pemeriksaan USG karena kecacatan akibat infeksi umumnya menyebabkan pertumbuhan janin terhambat. Semisal hamil 35 minggu, namun hanya "terbaca" 30 minggu dari pantauan USG.
Manifestasi kecacatannya sendiri bisa macam-macam. Mulai dari kelainan kulit yang luas, kelainan organ tubuh terutama hati dan sistem saraf pusat yang bisa terlihat lewat kejang-kejang tanpa sebab, rendahnya kemampuan berpikir dan keterlambatan fungsi motorik halus dan kasar. Kendati begitu, tegas Irsyad, kehamilan yang disertai kecacatan dalam tingkat separah apa pun, sebaiknya tetap dipertahankan. Bukankah sebagai manusia, si kecil juga punya hak untuk hidup?

Sementara cacat berat yang mempertipis kemungkinan hidup, tetap juga harus didasari banyak pertimbangan bila kehamilan ingin diakhiri. "Enggak segampang membalikkan telapak tangan, karena harus melibatkan banyak ahli yang duduk dalam Komisi Etik Kedokteran. Bahkan dokternya langsung atau si ibu sendiri secara pribadi tak berhak memutuskan untuk menggugurkan kandungannya."

Pada kehamilan yang terinfeksi VHS dan sudah cukup bulan biasanya akan ditempuh tindakan seksio. Sebab, melahirkan spontan lewat vagina/jalan lahir yang terinfeksi justru akan lebih membahayakan janin karena terjadi kontak langsung dengan daerah terinfeksi.
Tentu saja, kata Irsyad, situasi dan kondisi apa pun pada ibu maupun janinnya harus diinformasikan pada pasien. Termasuk kemungkinan kecacatan apa saja yang bakal terjadi. Kalaupun ketahuan janin belum terinfeksi atau terancam bahaya sejauh itu, keluarga pasien tetap harus diberi tahu kemungkinan penularan apa saja yang bakal mengenai bayinya.

Pendek kata, apa pun yang ditemukan lewat berbagai pemeriksaan, tak boleh ditutup-tutupi sama sekali. Hanya saja mengingat hal ini merupakan sesuatu yang sensitif, dokter harus pandai-pandai memilih teknik penyampaiannya. Semisal disampaikan lebih dulu pada suami agar tak kelewat mengejutkan atau membuat si ibu syok berat.

"Pengobatan" Penunjang

Sampai saat ini, terang Irsyad, belum ditemukan makanan dan minuman apa saja yang bisa menangkal serangan VHS. Hanya saja pada mereka yang terinfeksi amat disarankan untuk mengkonsumsi makanan bergizi baik untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya. Dalam kondisi prima semacam itu diharapkan ibu hamil tak berpeluang mendapat kemungkinan terburuk yang bakal menimpanya. Karena infeksi ini disebabkan oleh virus yang belum ada obatnya, satu-satunya jalan disarankan menjaga kondisi agar tidak terserang VHS.

Sementara kalau sudah ketahuan terinfeksi, sebaiknya berobat bersama suami/istri dan membatasi aktivitas seksual untuk memperkecil peluang penularannya karena bisa menimbulkan fenomena bola pingpong. Kalaupun tetap ingin menikmati aktivitas seksual amat disarankan untuk menggunakan kondom.
Sedangkan "pengobatan" umum yang disarankan adalah dengan menjaga kesehatan dan higienis tubuh serta istirahat cukup. Jika sudah terinfeksi, jaga daerah infeksi agar tak lembab dan tetap bersih karena kondisi kotor bisa menimbulkan infeksi sekunder. Selain jangan pernah menggaruknya yang hanya akan memperbesar peluang penularan ke tempat lain, bahkan ke orang lain.

semoga membantu

salam

putri a.k.a zach mom's
   
15-06-2010 10:56:47 Herpes simplex saat hamil..
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter.
alasannya dapat anda baca di bawah ini.
tolong di baca perlahan supaya jelas.

SERANGAN HERPES SELAGI HAMIL
Ribut dan saling menyalahkan pasangan, tak akan menyelesaikan masalah. Yang penting, tangani segera karena berdampak buruk pada janin.
Menurut dr. Irsyad Bustamam, SpOG, siapa pun yang didiagnosa terinfeksi penyakit ini umumnya akan membunyikan genderang perang dengan pasangannya. Apalagi bila yang bersangkutan merasa hidupnya selama ini "bersih". Pasalnya, lanjut dokter kebidanan dan kandungan yang berpraktek di RSIA Hermina, Jatinegara ini, herpes termasuk penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual.

"Kendati di kepustakaan disebut ada beberapa cara penularan lain semisal lewat handuk, alat cukur, sisir, atau benda-benda lain yang dipakai bersama, angka kejadiannya kecil sekali. Sebab, virus penyebabnya hanya bisa hidup di tubuh manusia. Di luar tubuh, virus itu cepat mati."

Herpes genitalis, disebut juga herpes simpleks, sebetulnya merupakan penyakit kulit yang terdapat di perbatasan antara kulit dan selaput lendir. Penyebabnya adalah virus herpes simpleks (VHS) yang bisa dibedakan menjadi 2 tipe. Pertama yang umumnya mengenai segala usia dan memilih bersarang di pinggang ke atas, kedua yang terutama mengenai kalangan dewasa dan memilih pinggang ke bawah sebagai tempat sasaran infeksinya. Namun akibat pola hubungan seksual yang begitu bervariasi, bisa saja lokasi terjadinya infeksi VHS terbolak-balik. Semisal tipe 1 ditemukan di daerah genital dan anus, sedangkan tipe 2 di sekitar bibir atau di langit-langit.

FAKTOR PEMICU

Begitu masuk ke dalam tubuh untuk pertama kalinya, VHS akan membentuk masa inkubasi atau infeksi primer yang biasanya berlangsung sekitar 2-5 hari setelah kontak seksual dengan penderita atau pengidap VHS. Di saat ini, karena tubuh belum membentuk antibodi, yang muncul adalah gejala mirip flu seperti demam, badan terasa lemah, pening dan nyeri persendian/pegal-pegal di sekujur tubuh, serta mata terasa perih. Hingga tanpa pemeriksaan laboratorium, infeksi VHS seringkali sulit dibedakan dengan flu.
Yang membedakan adalah timbulnya gejala lokal di daerah yang terinfeksi berupa bintil-bintil kecil yang gampang pecah.Bintil-bintil berisi cairan bening ini bila dibiarkan akan berkembang menjadi bisul-bisul bernanah.
Ciri lain, bintil-bintil tersebut biasanya berkelompok, warna dasarnya merah sembab dan terasa nyeri sekali. Bahkan kalau sampai terkena saraf, yang bersangkutan tak bisa BAK lantaran luar biasa sakitnya. Jika tidak disertai infeksi tambahan, kulit tempat tumbuh bintil-bintil tadi akan tampak seperti sediakala jika tak digaruk. Sedangkan bila digaruk bisa meninggalkan jaringan parut.

Berlalunya infeksi primer tersebut akan diikuti dengan fase/masa laten. Yakni saat virus bersembunyi di simpul-simpul saraf. Masa laten ini berlangsung lama, meski tak bisa dipastikan seberapa lamanya. "Tergantung kondisi individu yang bersangkutan." Artinya, ada faktor-faktor tertentu yang menjadi pemicu. Seperti kurang tidur, dibebani pikiran berlebih atau stres, sedang menstruasi atau tengah hamil, sehabis melakukan hubungan seksual, kelelahan fisik, alergi obat-obatan/makanan tertentu, maupun sebab-sebab lain yang sampai sekarang tak diketahui pasti.

Kondisi-kondisi pemicu itulah yang kemudian membuat VHS bisa aktif lagi dan disebut fase kambuh atau recurrent. Kekambuhan ini bisa terjadi kapan pun dan sewaktu kambuh gejala yang diperlihatkan bisa ringan sekali atau malah kerap tak memperlihatkan gejala klinis sama sekali karena dalam tubuh sudah terbentuk antibodi. Alhasil, yang bersangkutan kerap terkecoh dan menganggap dirinya sudah sembuh. Padahal, sekali terkena, VHS akan selamanya bercokol di tubuh kita. Celaka, kan?

Hanya saja, imbuh Irsyad, faktor pemicunya sangat kasuistik. Artinya, ada yang karena alergi, ada pula karena sebab lain. Begitu juga kapan faktor pemicu tadi memunculkan fase kekambuhan tak bisa dipastikan. Cuma, aku Irsyad, angka kekambuhan pada orang hamil akan meningkat karena kondisi kehamilan sendiri membuka peluang untuk memunculkan kekambuhan. Sebab, selain terjadi perubahan hormonal yang drastis, selama kehamilan tubuh mengadakan perubahan sistem kekebalan. Terlebih bagi ibu hamil yang mengalami stres. Dengan kata lain, ibu hamil memang rentan terkena infeksi VHS.

BISA SEBABKAN KECACATAN

Sebetulnya, tegas Irsyad, VHS tak membedakan wanita dan pria dari belahan dunia mana pun serta tak memandang status ekonomi kaya ataupun miskin.
Hanya saja, dari penelitian yang pernah dilakukan di Skotlandia, misalnya, infeksi VHS hampir tak pernah ditemukan pada orang yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Sedangkan angka kejadian pada wanita nakal atau pria yang gemar "jajan", meningkat 10 kali lipat. Itu sebabnya, wanita yang merasa dirinya "bersih" bisa saja tertular dari pasangannya yang bertipe petualang,
misal. Kalaupun si pria begitu yakin dirinya negatif, padahal bisa saja negatif itu lantaran hasil pemeriksaannya kurang akurat atau sebetulnya ia pengidap, namun VHS dalam tubuhnya sedang berada dalam masa laten.

Hingga bisa jadi sistem kekebalan tubuhnya tak memperlihatkan tanda tertentu yang bisa tertangkap oleh pemeriksaan laboratorium.
Nah, ketimbang ribut dan saling menyalahkan, lanjut Irsyad,
suami-istri amat disarankan untuk saling setia pada pasangannya. Selain jangan pernah coba-coba melakukan hubungan seksual dengan wanita/pria di luaran yang bukan tidak mungkin pernah pula berhubungan intim dengan orang lain yang terinfeksi VHS. Runyam, bukan?

Padahal seperti disebutkan di atas, ibu hamil karena kondisi kehamilannya termasuk kelompok yang rentan terinfeksi VHS, baik infeksi primer maupun recurrent. Sementara virus tersebut bisa masuk dalam sirkulasi darah janin melalui plasenta yang menghubungkan ibu dengan janinnya. Bisa juga melalui selaput ketuban, hingga bisa dibayangkan apa jadinya bila ada kebocoran atau malah ketuban pecah. Kemungkinan terjadinya infeksi VHS kian besar.
Celakanya, infeksi VHS pada janin bisa terjadi pada setiap tahapan kehamilan. Mulai dari trimester awal sampai trimester akhir. Di trimester awal, misalnya, secara teoritis di kehamilan usia 0-12 minggu, organ-organ penting sedang terbentuk, hingga kerusakan di masa ini, meski sekecil apa pun, efeknya jauh lebih besar ketimbang kerusakan sama yang terjadi di usia kehamilan selanjutnya. Namun secara umum, infeksi yang terjadi di trimester awal bisa menyebabkan janin mati yang berakhir dengan keguguran.
Sedangkan infeksi yang menyerang di trimester kedua dan ketiga memberi peluang pada janin untuk lahir prematur, kendati biasanya dibarengi dengan berbagai bentuk komplikasi kecacatan maupun kematian begitu dilahirkan. Dari catatan yang ada, lanjut Irsyad, mortalitas atau angka kematian pada bayi yang terinfeksi VHS terbilang tinggi, yakni sekitar 60 persen. Kendati begitu, tidak berarti semua janin yang dikandung oleh ibu yang terinfeksi VHS tak memiliki harapan untuk hidup, lo. Karena sekitar 40 persen sisanya berpeluang besar untuk hidup. Hanya saja 50 persen dari angka sisa janin yang hidup tadi akan mengalami kecacatan.


Bentuk kecacatannya itu sendiri bisa macam-macam. Apalagi infeksi VHS ini memiliki keunikan, yakni memilih daerah sasaran khusus yaitu susunan saraf pusat, organ-organ dalam tubuh, terutama hati dan mata yang bisa menyebabkan kebutaan. Namun, imbuh Irsyad, tak diketahui pasti mengapa VHS hanya memilih tempat-tempat tersebut.

TAK BISA TUNTAS

Deteksi dini VHS pada ibu hamil bisa diketahui dari tanya-jawab apakah ada riwayat kontak seksual dengan penderita/pengidap VHS. Karena bila kontak dilakukan saat penyakit pasangan sedang aktif, yang bersangkutan dipastikan bakal tertular. Sedangkan bila virusnya sedang dalam fase laten, belum tentu yang bersangkutan terinfeksi. Padahal memastikan kapan seseorang berada dalam fase laten atau kambuh, agak sulit mengingat secara klinis keduanya bisa saja tanpa gejala.

Yang bisa dijadikan pegangan sebetulnya adalah pemeriksaan laboratorium, semisal pap smear. Meski sebetulnya pap smear wajib dilakukan setahun sekali oleh wanita yang pernah melakukan hubungan seksual, tak peduli apakah dia terkena herpes atau tidak. Toh, bilang Irsyad, lewat pemeriksaan ini bisa sekaligus terdeteksi karsinoma serviks yang angka kematiannya paling tinggi di kalangan wanita.

Selain itu, lanjut Irsyad, deteksi VHS bisa dilakukan pula dengan biakan jaringan tubuh yang terinfeksi, menggunakan mikroskop elektron atau dengan pemeriksaan imunologis, yakni diperiksa kadar IgG dan IgM-nya. Dari pemeriksaan-pemeriksaan itulah dokter akan memutuskan terapi apa yang akan diberikan untuk ibu hamil yang terinfeksi. "Sayangnya", lanjut Irsyad, "sampai saat ini belum ada obat anti virus yang dapat menyembuhkan infeksi VHS secara tuntas tanpa kambuh-kambuh lagi."
Obat yang kini digunakan biasanya hanya sebatas agar virus yang berada di luar aliran darah, masa hidupnya lebih pendek alias cepat mati. Sementara virus yang sudah telanjur masuk ke dalam aliran darah seolah tak pernah bisa "tersentuh". Dengan begitu kejadian recurrent akan selalu ada.

Itulah mengapa penanganan pada janin (bila sudah terinfeksi) sampai sekarang belum memuaskan karena hanya pengobatan simptomatis alias menghilangkan gejalanya saja. Jenis dan dosis obat, cara, dan lama pemberiannya pun hanya ditentukan oleh dokter dengan memperhitungkan segi efektivitas dan keamanan bagi janin maupun ibunya. Sementara pengobatan lokal yang biasa dilakukan adalah pemberian salep, larutan garam khusus atau kompres rivanol untuk membersihkan bisul yang bernanah.
Tentu saja dalam memberikan terapi pengobatan, dokter akan selalu berpatokan bahwa setiap obat pasti berpengaruh pada janin. Artinya, bila memang memberi manfaat yang lebih besar dibanding efek sampingnya, obat tersebut akan tetap digunakan. Begitu juga sebaliknya.

Yang jadi masalah, hingga saat ini penggunaan obat-obatan untuk menanggulangi herpes, belum diketahui secara jelas efek negatifnya. Artinya, apakah akan merusak/memperparah kondisi janin yang sudah terinfeksi atau tidak. Sementara efek VHS pada janin sudah jelas, yakni 60 persen menimbulkan mortalitas dan 20 persen menyebabkan kecacatan.

Dengan memperhitungkan risiko itulah biasanya obat-obatan diberikan begitu seorang ibu hamil diketahui terinfeksi VHS, tanpa harus menunggu usia kehamilan tertentu. Ini jauh lebih baik dibandingkan bila infeksi tersebut dibiarkan semakin parah. "Jadi, begitu si ibu ketahuan terinfeksi, harus segera ditangani karena dokter pun harus berpacu melawan waktu. Kalau terlambat memberi obat, janin bisa keburu meninggal."
TAK PERLU DITUTUP-TUTUPI

Sayangnya, peluang terjadinya kecacatan itu sendiri tidak bisa "diutak-atik" dengan pemberian obat-obatan tertentu karena sampai saat ini memang tidak ada yang bisa memprediksi, bagian tubuh mana pada janin yang diserang VHS dan seberapa parah serangan virus tersebut.
Memang, kecacatan biasanya akan terdeteksi dengan pemeriksaan USG karena kecacatan akibat infeksi umumnya menyebabkan pertumbuhan janin terhambat. Semisal hamil 35 minggu, namun hanya "terbaca" 30 minggu dari pantauan USG.
Manifestasi kecacatannya sendiri bisa macam-macam. Mulai dari kelainan kulit yang luas, kelainan organ tubuh terutama hati dan sistem saraf pusat yang bisa terlihat lewat kejang-kejang tanpa sebab, rendahnya kemampuan berpikir dan keterlambatan fungsi motorik halus dan kasar. Kendati begitu, tegas Irsyad, kehamilan yang disertai kecacatan dalam tingkat separah apa pun, sebaiknya tetap dipertahankan. Bukankah sebagai manusia, si kecil juga punya hak untuk hidup?

Sementara cacat berat yang mempertipis kemungkinan hidup, tetap juga harus didasari banyak pertimbangan bila kehamilan ingin diakhiri. "Enggak segampang membalikkan telapak tangan, karena harus melibatkan banyak ahli yang duduk dalam Komisi Etik Kedokteran. Bahkan dokternya langsung atau si ibu sendiri secara pribadi tak berhak memutuskan untuk menggugurkan kandungannya."

Pada kehamilan yang terinfeksi VHS dan sudah cukup bulan biasanya akan ditempuh tindakan seksio. Sebab, melahirkan spontan lewat vagina/jalan lahir yang terinfeksi justru akan lebih membahayakan janin karena terjadi kontak langsung dengan daerah terinfeksi.
Tentu saja, kata Irsyad, situasi dan kondisi apa pun pada ibu maupun janinnya harus diinformasikan pada pasien. Termasuk kemungkinan kecacatan apa saja yang bakal terjadi. Kalaupun ketahuan janin belum terinfeksi atau terancam bahaya sejauh itu, keluarga pasien tetap harus diberi tahu kemungkinan penularan apa saja yang bakal mengenai bayinya.

Pendek kata, apa pun yang ditemukan lewat berbagai pemeriksaan, tak boleh ditutup-tutupi sama sekali. Hanya saja mengingat hal ini merupakan sesuatu yang sensitif, dokter harus pandai-pandai memilih teknik penyampaiannya. Semisal disampaikan lebih dulu pada suami agar tak kelewat mengejutkan atau membuat si ibu syok berat.

"Pengobatan" Penunjang

Sampai saat ini, terang Irsyad, belum ditemukan makanan dan minuman apa saja yang bisa menangkal serangan VHS. Hanya saja pada mereka yang terinfeksi amat disarankan untuk mengkonsumsi makanan bergizi baik untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya. Dalam kondisi prima semacam itu diharapkan ibu hamil tak berpeluang mendapat kemungkinan terburuk yang bakal menimpanya. Karena infeksi ini disebabkan oleh virus yang belum ada obatnya, satu-satunya jalan disarankan menjaga kondisi agar tidak terserang VHS.

Sementara kalau sudah ketahuan terinfeksi, sebaiknya berobat bersama suami/istri dan membatasi aktivitas seksual untuk memperkecil peluang penularannya karena bisa menimbulkan fenomena bola pingpong. Kalaupun tetap ingin menikmati aktivitas seksual amat disarankan untuk menggunakan kondom.
Sedangkan "pengobatan" umum yang disarankan adalah dengan menjaga kesehatan dan higienis tubuh serta istirahat cukup. Jika sudah terinfeksi, jaga daerah infeksi agar tak lembab dan tetap bersih karena kondisi kotor bisa menimbulkan infeksi sekunder. Selain jangan pernah menggaruknya yang hanya akan memperbesar peluang penularan ke tempat lain, bahkan ke orang lain.

semoga membantu

salam

putri a.k.a zach mom's
   
13-04-2010 11:03:47 varises saat hamil
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15

Varises Ganggu Ibu Hamil, Bisa Pendarahan Saat Bersalin

Wanita hamil umumnya selalu mengalami varises atau pelebaran pembuluh darah vena (balik). Ini memang banyak dijumpai pada wanita hamil, terutama di kaki, berupa tonjolan biru melingkar-lingkar seperti cacing.

Biasanya, bila varises muncul di kaki, maka di vagina pun akan muncul. Tentu tak menutup kemungkinan bila kakinya mulus-mulus saja, tetap bisa muncul varises di vagina. Bentuk varises di vagina tak jauh beda dengan varises di kaki. 

Dr Masdulhag SpOG mengatakan, varises terjadi karena ada kelemahan pada dinding otot pembuluh darah atau ada gangguan pada klep vena, sehingga peredaran darah jadi tak lancar. Namun pada wanita hamil, kemunculan varises biasanya dikaitkan dengan perubahan hormonal.
Seperti diketahui, saat hamil terjadi peningkatan hormon progesteron yang mengakibatkan perubahan fisik dan psikis. Payudara ibu akan membesar, tubuh terasa lemas, pusing, mual, muntah, dan lainnya. Berbarengan dengan itu, elastisitas pembuluh darah, arteri maupun vena, semakin bertambah lentur. Akibatnya, pembuluh darah, terutama vena, jadi tambah besar dan melebar.

”Sebenarnya, pelebaran pembuluh darah ini sangat bermanfaat untuk menyuplai bahan makanan ke janin. Dengan pembuluh darah yang semakin lebar, transportasi makanan ke janin akan semakin lancar, sehingga pertumbuhan janin pun lebih optimal,” ujarnya.
Hanya, terkadang aliran darah dari anggota gerak bawah, yaitu kaki, juga panggul seperti anus dan vagina, tidak dapat berbalik dengan lancar ke atas (jantung).

Hal ini disebabkan oleh tekanan yang lebih kuat akibat pembesaran rahim, disebut efek mekanik yang membuat bendungan, sehingga menghambat jalannya darah dan terjadilah pelebaran vena, disebut dengan varises.

Menurutnya, varises di vagina saat hamil bisa muncul kapan saja, entah di kehamilan trimester pertama, kedua, atau ketiga. Bila sebelum hamil sudah muncul varises di kaki, bisa saja saat hamil varises muncul sejak di trimester pertama. Biasanya, semakin tua usia kehamilan, varises akan semakin parah, karena bendungan dari rahim yang kian besar semakin kuat. “Apalagi jika sebagian kepala janin sudah turun ke rongga panggul, aliran darah dari bawah ke atas semakin tidak lancar. Varises semakin membesar dan bertambah parah,” paparnya.

Dikatakannya, risiko varises semakin besar terjadi pada wanita yang pernah hamil dan melahirkan anak lebih dari 2 kali, juga pada wanita hamil usia di atas 40 tahun. Sebabnya, arteriosclerosis (penebalan dinding pembuluh darah) yang dialami mereka, berdampak pada dinding pembuluh darah yang kehilangan daya lentur/elastisitasnya. Kekakuan ini akan menghambat aliran vena sehingga memudahkan varises muncul.

Risiko varises yang parah akan semakin besar pada ibu hamil yang terlalu lama berdiri atau duduk. Misalnya, ibu hamil yang bekerja sebagai sales promotion girl (SPG), harus berdiri sepanjang hari. Juga, ibu hamil yang bekerja sebagai sekretaris dimana harus duduk terus-menerus.

Bila varisesnya berat, kata dia, dikhawatirkan ibu akan mengalami perdarahan hebat saat bersalin. Bila tertekan tubuh janin yang akan lahir, maka gesekannya dapat membuat varises pecah dan mengeluarkan darah. Tak hanya tertekan tubuh janin, saat mengejan pun bisa saja pembuluh darah pecah karena otot-otot di seputar vagina menegang dan keras. Perdarahan hebat ini bisa berdampak, ibu kehilangan banyak darah, lemas, sulit bekerja sama sehingga persalinan menjadi lebih lama. Persalinan lama dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan ibu juga janin.

Jika demikian biasanya ibu dianjurkan untuk bersalin melalui operasi sesar. Agar perdarahan yang tak diinginkan ini tidak terjadi, maka setiap ibu hamil yang mengalami varises di daerah bibir kemaluan (labia) harus menjalani inspeksi keadaan varises di dinding vagina. Bila dokter menilai hal tersebut berbahaya, maka jangan melahirkan normal.

Hingga saat ini, varises di vagina maupun di anus selama kehamilan masih sulit diobati. Pasalnya, pengobatan memiliki dampak riskan terhadap janin. Salah-salah, varises terobati tetapi pertumbuhan janin malah terganggu. Kalaupun perlu obat, jika terasa sakit dan pegal misalnya, pemberian obat suntik bisa saja diberikan. “Itu pun harus dengan pertimbangan matang. Obatnya harus benar-benar aman bagi janin. Atau diberikan vitamin seperti vitamin B1, B6, dan B12 yang bekerja untuk saraf,” tambahnya.

Karena sulitnya pengobatan itulah, jalan terbaiknya adalah mencegah varises muncul. Caranya dengan rajin berolahraga seperti senam, tak menggunakan pakaian ketat, sesering mungkin mengangkat kaki sedikit lebih tinggi dari tubuh, cukup istirahat, dan melakukan pijatan jika otot kaki terasa pegal.

Semua ini bertujuan melancarkan peredaran darah di seluruh tubuh. Olahraga yang teratur dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan ibu dan janin akan sangat membantu dalam menghindari terjadinya varises yang berlebihan.

Varises karena kehamilan biasanya akan hilang atau mengecil setelah bersalin. Sebab, selain hormon yang stabil, bendungan aliran darah akibat pembesaran rahim pun akan menghilang.

“Jadi, ibu tak perlu risau lagi dengan varises di vagina. Hanya, waktu menghilangnya berbeda-beda pada setiap ibu, ada yang cepat dan ada yang lambat. Ada yang beberapa hari sudah hilang, tetapi ada yang sehabis nifas baru hilang,” kata dia.

Memang, ada juga yang varisesnya tak menghilang dan cukup besar. Bila demikian, perlu penanganan dokter lebih lanjut. Mungkin varises sebelumnya terlalu parah sehingga perlu penanganan lebih serius.

semoga membantu

salam

putri a.k.a zach mom's