SITE STATUS
Jumlah Member :
493.767 member
user online :
1526 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: iis dahlia sangat montok y pada waktu me

New Topic :  
17-04-2012 12:49:35 numpang curhat ya bunda
Jumlah Posts : 162
Jumlah di-Like : 2
Sampe pada akhirny saya merasakan nyeri perut seperti orang sedang haid. Dan di area kelamin saya rasakan becek gitu bun. Saya pikir itu keputihan karna kecapean. Saya ga langsung ng cek ke kamar mandi. Dan puncaknya saat saya baru selesai memindahkan bangku soffa. Saya ke kamar mandi ingin BAK. Di kamar mandi tiba2 saya merasa ada gumpalan yg keluar dari vagina saya, saat saya intip, ternyata darah!! Dengan sangat panik saya langsung keluar dari kamar mandi dan mencari suami saya. Saya sangat sangat ingin menangis pada waktu itu. Ketika itu juga dengan pakaian yg masih berantakan, dengan celana pendek saya yg berlumuran darah saya bersama suami menuju ke rumah sakit terdekat menggunakan motor. Sampai 3 tempat kami datangi tidak bisa menangani lantaran usg pada hari minggu tidak ada dokter. Di jalan saya terus saja menangis, dan akhirnya kami tiba di rs yg lumayan besar, saat saya di suruh ke kamar mandi untuk menukar celana dengan kain, saya melihat ada gumpalan seperti janin yang saya yakin itu memang janin. Besarnya se jari tengah saya, ada organ kepala dan calon mata. Disitu saya panik, terus menangis campur aduk antara sedih, kesal, merasa bersalah, pokonya semuanya. Ga menyangka janin yg memang dari awal ada karna kebobolan saya lupa minum pil kb lantaran anak pertama saya masih jalan 9 bulan, ternyata gugur karna keteledoran saya. Walaupun begitu saya sangat sayang sekali sama calon bayi saya. Rasa terpukul masih sangat saya rasakan sampai sekarang.

Semoga bunda tidak merasakan seperti apa yg saya rasakan, dan memang penting sekali bagi kehamilan muda untuk tidak bekerja terlalu capek.
   


07-09-2015 15:47:40 bb bayi menurun...
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda, silahkan di baca dari artikel Infobunda ya,

Setiap bayi mengetahui kebutuhan tubuhnya masing-masing. Bila anda memberi lebih dari yang dibutuhkannya, maka ia akan menolaknya. Jika ia merasa anda memberinya terlampau sedikit, ia menunjukkan rasa laparnya dengan bangun sebelum jadwalnya dan mulai mengigiti benda disekitarnya.

Pertumbuhan berat badan bayi tidak lah sama pada setiap bayi. Ada bayi-bayi yang sangat cepat bertambah berat badannya, namun ada pula yang sedang-sedang saja, dan ada pula yang lambat pertumbuhan badannya. Rata-rata berat badan bayi waktu lahir adalah 3 kg, pada usia 5 bulan berat rata-ratanya 6 kg, kurang lebih 2 kali berat badan saat lahir.

Dalam prakteknya, bayi-bayi yang lahir dengan berat badan rendah, akan lebih cepat bertambah berat badannya, seakan-akan mengejar ketinggalannya, dan pada saat usianya mencapai 5 bulan maka beratnya mencapai 6 kg.

Bayi-bayi yang besar pada waktu lahir sering tumbuh lambat, selama 3 bulan pertama berat badan bayi rata-rata 70 gram/bulan. Kemudian pertambahan akan makin lambat, pada usia 4-6 bulan berat badannya bertambah 600 gram/bulan. Pada usia 7-9 bulan pertambahan berat badannya hanya 400 gram saja perbulan. Pada usia 10-12 bulan pertambahan berat badannya rata-rata 300 gram perbulan atau 3 kali berat badan saat lahir.

Pertambahan berat badan pada tahun kedua hanya 200-250 gram/bulan saja. Pertambahan ini akan sangat dipengaruhi oleh banyaknya makanan dan keaktifan pencernaan, jenis makanan, dan lain-lain. Bila anda menemukan pertambahan berat badan bayi anda hanya 125 gram saja, padahal biasanya ia naik 200 gram maka anda tidak perlu cemas. Apalagi, kalau ia tampak sehat. Tunggulah sampai minggu berikutnya, mungkin beratnya naik sampai 300 gram untuk mengejar ketinggalannya di minggu lalu.

Selain itu, perlu dipertimbangkan pula bahwa semakin besar bayi, makin lambat kenaikan berat badannya. Bagaimana halnya dengan bayi yang memiliki berat badan berlebih/kegemukan?

Menurut beberapa peneliti, seorang bayi yang waktu kecilnya sangat gemuk cenderung tetap gemuk seumur hidup mereka. Jika seorang menjadi gemuk, bukan berarti sel-sel tubuhnya penuh lemak, tetapi karena sel-sel lemaknya yang bertambah dan berlipat ganda. Sekali sel-sel lemak ini dibentuk, ia akan tetap tinggal dalam tubuh seumur hidup.

Sebagian masyarakat berpendapat, bahwa bayi yang gemuk sangat lucu, menarik, dan menggemaskan, sehingga mereka senang sekali jika memiliki bayi yang gemuk, yang menandakan bahwa orang tuanya pandai merawat anak. Padahal anggapan seperti ini keliru. Anak yang terlalu gemuk tidak selalu anak yang sehat. Segera setelah bayi menunjukkan tanda-tanda ia terlalu gemuk, dokter mungkin akan membatasi diet lemak dan karbohidratnya serta menggantinya dengan buah dan sayuran. Lemak dalam susu bisa dikurangi dengan mengganti susu yang dikonsumsi dengan susu rendah lemak. Mentega, margarine, cr�me jangan diberikan. Kurangi pemberian roti, biskuit, dan kue-kue, terutama yang manis-manis.

   
21-04-2014 15:46:02 BB bayi
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Setiap bayi mengetahui kebutuhan tubuhnya masing-masing. Bila anda memberi lebih dari yang dibutuhkannya, maka ia akan menolaknya. Jika ia merasa anda memberinya terlampau sedikit, ia menunjukkan rasa laparnya dengan bangun sebelum jadwalnya dan mulai mengigiti benda disekitarnya.

Pertumbuhan berat badan bayi tidak lah sama pada setiap bayi. Ada bayi-bayi yang sangat cepat bertambah berat badannya, namun ada pula yang sedang-sedang saja, dan ada pula yang lambat pertumbuhan badannya. Rata-rata berat badan bayi waktu lahir adalah 3 kg, pada usia 5 bulan berat rata-ratanya 6 kg, kurang lebih 2 kali berat badan saat lahir.

Dalam prakteknya, bayi-bayi yang lahir dengan berat badan rendah, akan lebih cepat bertambah berat badannya, seakan-akan mengejar ketinggalannya, dan pada saat usianya mencapai 5 bulan maka beratnya mencapai 6 kg. 

Bayi-bayi yang besar pada waktu lahir sering tumbuh lambat, selama 3 bulan pertama berat badan bayi rata-rata 70 gram/bulan. Kemudian pertambahan akan makin lambat, pada usia 4-6 bulan berat badannya bertambah 600 gram/bulan. Pada usia 7-9 bulan pertambahan berat badannya hanya 400 gram saja perbulan. Pada usia 10-12 bulan pertambahan berat badannya rata-rata 300 gram perbulan atau 3 kali berat badan saat lahir. 

Pertambahan berat badan pada tahun kedua hanya 200-250 gram/bulan saja. Pertambahan ini akan sangat dipengaruhi oleh banyaknya makanan dan keaktifan pencernaan, jenis makanan, dan lain-lain. Bila anda menemukan pertambahan berat badan bayi anda hanya 125 gram saja, padahal biasanya ia naik 200 gram maka anda tidak perlu cemas. Apalagi, kalau ia tampak sehat. Tunggulah sampai minggu berikutnya, mungkin beratnya naik sampai 300 gram untuk mengejar ketinggalannya di minggu lalu. 

Selain itu, perlu dipertimbangkan pula bahwa semakin besar bayi, makin lambat kenaikan berat badannya. Bagaimana halnya dengan bayi yang memiliki berat badan berlebih/kegemukan? 

Menurut beberapa peneliti, seorang bayi yang waktu kecilnya sangat gemuk cenderung tetap gemuk seumur hidup mereka. Jika seorang menjadi gemuk, bukan berarti sel-sel tubuhnya penuh lemak, tetapi karena sel-sel lemaknya yang bertambah dan berlipat ganda. Sekali sel-sel lemak ini dibentuk, ia akan tetap tinggal dalam tubuh seumur hidup. 

Sebagian masyarakat berpendapat, bahwa bayi yang gemuk sangat lucu, menarik, dan menggemaskan, sehingga mereka senang sekali jika memiliki bayi yang gemuk, yang menandakan bahwa orang tuanya pandai merawat anak. Padahal anggapan seperti ini keliru. Anak yang terlalu gemuk tidak selalu anak yang sehat. Segera setelah bayi menunjukkan tanda-tanda ia terlalu gemuk, dokter mungkin akan membatasi diet lemak dan karbohidratnya serta menggantinya dengan buah dan sayuran. Lemak dalam susu bisa dikurangi dengan mengganti susu yang dikonsumsi dengan susu rendah lemak. Mentega, margarine, cr�me jangan diberikan. Kurangi pemberian roti, biskuit, dan kue-kue, terutama yang manis-manis. Puding boleh diberikan seperti biasa, terutama yang terbuat dari agar-agar. Tetapi walaupan sedikit makanan bayi yang harus mengandung lemak juga, karena dari segi nutrisi tidak terlalu baik kalau menghapus lemak sama sekali dari diet bayi.

Untuk memonitor perkembangan bayi Bunda, gunakan KMS (kartu Menuju Sehat) yang dapat Bunda dapatkan di posyandu atau rumah sakit.

   


Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Setiap bayi mengetahui kebutuhan tubuhnya masing-masing. Bila anda memberi lebih dari yang dibutuhkannya, maka ia akan menolaknya. Jika ia merasa anda memberinya terlampau sedikit, ia menunjukkan rasa laparnya dengan bangun sebelum jadwalnya dan mulai mengigiti benda disekitarnya.

Pertumbuhan berat badan bayi tidak lah sama pada setiap bayi. Ada bayi-bayi yang sangat cepat bertambah berat badannya, namun ada pula yang sedang-sedang saja, dan ada pula yang lambat pertumbuhan badannya. Rata-rata berat badan bayi waktu lahir adalah 3 kg, pada usia 5 bulan berat rata-ratanya 6 kg, kurang lebih 2 kali berat badan saat lahir.

Dalam prakteknya, bayi-bayi yang lahir dengan berat badan rendah, akan lebih cepat bertambah berat badannya, seakan-akan mengejar ketinggalannya, dan pada saat usianya mencapai 5 bulan maka beratnya mencapai 6 kg. 

Bayi-bayi yang besar pada waktu lahir sering tumbuh lambat, selama 3 bulan pertama berat badan bayi rata-rata 70 gram/bulan. Kemudian pertambahan akan makin lambat, pada usia 4-6 bulan berat badannya bertambah 600 gram/bulan. Pada usia 7-9 bulan pertambahan berat badannya hanya 400 gram saja perbulan. Pada usia 10-12 bulan pertambahan berat badannya rata-rata 300 gram perbulan atau 3 kali berat badan saat lahir. 

Pertambahan berat badan pada tahun kedua hanya 200-250 gram/bulan saja. Pertambahan ini akan sangat dipengaruhi oleh banyaknya makanan dan keaktifan pencernaan, jenis makanan, dan lain-lain. Bila anda menemukan pertambahan berat badan bayi anda hanya 125 gram saja, padahal biasanya ia naik 200 gram maka anda tidak perlu cemas. Apalagi, kalau ia tampak sehat. Tunggulah sampai minggu berikutnya, mungkin beratnya naik sampai 300 gram untuk mengejar ketinggalannya di minggu lalu. 

Selain itu, perlu dipertimbangkan pula bahwa semakin besar bayi, makin lambat kenaikan berat badannya. Bagaimana halnya dengan bayi yang memiliki berat badan berlebih/kegemukan? 

Menurut beberapa peneliti, seorang bayi yang waktu kecilnya sangat gemuk cenderung tetap gemuk seumur hidup mereka. Jika seorang menjadi gemuk, bukan berarti sel-sel tubuhnya penuh lemak, tetapi karena sel-sel lemaknya yang bertambah dan berlipat ganda. Sekali sel-sel lemak ini dibentuk, ia akan tetap tinggal dalam tubuh seumur hidup. 

Sebagian masyarakat berpendapat, bahwa bayi yang gemuk sangat lucu, menarik, dan menggemaskan, sehingga mereka senang sekali jika memiliki bayi yang gemuk, yang menandakan bahwa orang tuanya pandai merawat anak. Padahal anggapan seperti ini keliru. Anak yang terlalu gemuk tidak selalu anak yang sehat. Segera setelah bayi menunjukkan tanda-tanda ia terlalu gemuk, dokter mungkin akan membatasi diet lemak dan karbohidratnya serta menggantinya dengan buah dan sayuran. Lemak dalam susu bisa dikurangi dengan mengganti susu yang dikonsumsi dengan susu rendah lemak. Mentega, margarine, cr�me jangan diberikan. Kurangi pemberian roti, biskuit, dan kue-kue, terutama yang manis-manis. Puding boleh diberikan seperti biasa, terutama yang terbuat dari agar-agar. Tetapi walaupan sedikit makanan bayi yang harus mengandung lemak juga, karena dari segi nutrisi tidak terlalu baik kalau menghapus lemak sama sekali dari diet bayi.

Infobunda : http://www.infobunda.com/artikel/113-Pertumbuhan-Berat-Badan-Bayi.html#ixzz2qR5GBy00

   
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Stimulasi Bayi Tengkurap BAGI beberapa bayi, tengkurap sangat menyenangkan. Tapi belum tentu bagi bayi lain. Ia sangat malas bila sang mama menengkurapkannya, apalagi kalau badannya sangat montok. Hmm, sejak kapan sih biasanya bayi mulai belajar tengkurap? Adakah cara asyik agar si "malas" jadi rajin tengkurap? Nah untuk Anda yang ingin mengetahuinya, pemaparan dr Eka Nurfitri SpA dari RSUP Fatmawati, Jakarta berikut mampu menjawabnya.Bayi Mulai TengkurapUmumnya, bayi mulai tengkurap sekitar usia 4 bulan. Tetapi sesuai dengan denver developmental screening test II, rentangnya bisa dimulai dari usia 3-7 bulan. Jadi, pada akhir bulan ke-3, kebanyakan bayi sudah mampu tengkurap dan menendang-nendang, kakinya sudah mulai menapak bila diberdirikan dan dia suka memasukkan tangan ke mulut.Sebenarnya bayi akan belajar sendiri untuk mengguling-gulingkan badannya. Bagi bayi yang montok, biasanya dia akan lebih malas untuk bergerak. Sementara itu, bayi yang terlahir prematur mungkin akan sedikit lambat perkembangannya. Nah sebagai orangtua, Anda bisa memberikan bantuan dan stimulasi untuk mempercepat proses belajarnya.Ciri Bayi Mulai TengkurapPada bayi normal, kemampuan tengkurap dimulai secara alamiah. Diawali dengan kemampuan memiringkan badan sekitar usia 1,5-2 bulan, bayi sudah menunjukkan keinginannya untuk tengkurap. Selanjutnya, dia akan belajar tengkurap pertama kali pada satu sisi, dilanjutkan dengan sisi yang lain, kemudian belajar berbalik lagi.Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua saat melatih bayi tengkurap. Pada bulan ketiga bayi belum bisa menopang kepalanya, tidak memerhatikan kedua tangannya, tidak bisa meraih benda yang ditaruh di depannya, tidak bisa menggenggam, kaki tidak menapak, dan bila diangkat kepala masih jatuh.Nah, ketika bayi Anda nanti sudah bisa tengkurap, semua hal di atas akan menjadi posisi favoritnya. Meskipun Anda telentangkan, bayi Anda akan dengan cepat berguling untuk kemudian tengkurap kembali. Siap-siap kerepotan, ya Moms, utamanya ketika ingin mengganti celana bayi Anda!Otot Semakin KuatKetika bayi semakin sering berguling atau tengkurap, koordinasi otot-otot tubuhnya akan dilatih untuk menjadi kuat. Pada masa ini, cobalah merangsangnya dengan memberikan permainan-permainan baru. Biarkan dia terangsang untuk meraih barang yang Anda pamerkan di depannya. Ketika bayi tengkurap, letakkan barang menarik di atas kepalanya, sehingga tangannya akan berusaha menggapai-gapai barang di atas kepalanya.Latihan-latihan sederhana ini akan memberikan efek untuk semakin memperkuat otot tangan dan koordinasi kaki, leher, tangan, kepala, dan badan. Hati-hati, Moms. Seiring semakin aktif pergerakannya, dia juga harus lebih diperhatikan. Tak bisa disangkal, bila tak berhati-hati, risiko bayi untuk terluka akibat bersentuhan dengan berbagai benda di sekitarnya, atau terkilir, bisa terjadi.Tanda Peringatan!Moms, bila pada usia 6 bulan bayi belum bisa tengkurap, juga belum menunjukkan keaktifan terhadap hal-hal di sekitarnya, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak. Bila pada usia 3 bulan, kepalanya masih jatuh terkulai atau lemas, ini suatu peringatan bahwa mungkin dia mengalami keterlambatan.Tip Agar Bayi Betah Tengkurap- Bunyikan mainan di depan bayi, kemudian pindahkan ke arah samping agar dia terangsang untuk mendekati mainannya.- Bantu bayi Anda dengan cara mendorong badannya secara perlahan. Jika sudah terbiasa, maka bayi akan mencoba untuk tengkurap sendiri. Jika masih belum bisa, jangan bosan untuk membantunya hingga bisa.- Seringlah melatih bayi dengan meletakkannya dalam posisi tengkurap. Bila bayi sedang tengkurap, balikkan tubuhnya hingga telentang. Atau sebaliknya. Awalnya cukup 3 hingga 5 menit, tidak perlu berlama-lama. Jika bayi Anda cepat menangis, balikkan kembali badannya. Namun cobalah lagi dalam beberapa waktu kemudian. Cara ini akan membantu memperkuat otot lehernya.- Latihlah motoriknya dengan sedikit memiringkan posisi bayi ketika menyusui.- Ajaklah bayi Anda bermain pada alas yang agak empuk, tanpa terlalu banyak menggendongnya. (nsa) http://lifestyle.okezone.com/read/2010/03/19/27/314233/hebat-dedek-sudah-bisa-tengkurap
   


30-12-2013 04:56:32 bayi blm tengkurap
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Stimulasi Bayi Tengkurap BAGI beberapa bayi, tengkurap sangat menyenangkan. Tapi belum tentu bagi bayi lain. Ia sangat malas bila sang mama menengkurapkannya, apalagi kalau badannya sangat montok. Hmm, sejak kapan sih biasanya bayi mulai belajar tengkurap? Adakah cara asyik agar si "malas" jadi rajin tengkurap? Nah untuk Anda yang ingin mengetahuinya, pemaparan dr Eka Nurfitri SpA dari RSUP Fatmawati, Jakarta berikut mampu menjawabnya.Bayi Mulai TengkurapUmumnya, bayi mulai tengkurap sekitar usia 4 bulan. Tetapi sesuai dengan denver developmental screening test II, rentangnya bisa dimulai dari usia 3-7 bulan. Jadi, pada akhir bulan ke-3, kebanyakan bayi sudah mampu tengkurap dan menendang-nendang, kakinya sudah mulai menapak bila diberdirikan dan dia suka memasukkan tangan ke mulut.Sebenarnya bayi akan belajar sendiri untuk mengguling-gulingkan badannya. Bagi bayi yang montok, biasanya dia akan lebih malas untuk bergerak. Sementara itu, bayi yang terlahir prematur mungkin akan sedikit lambat perkembangannya. Nah sebagai orangtua, Anda bisa memberikan bantuan dan stimulasi untuk mempercepat proses belajarnya.Ciri Bayi Mulai TengkurapPada bayi normal, kemampuan tengkurap dimulai secara alamiah. Diawali dengan kemampuan memiringkan badan sekitar usia 1,5-2 bulan, bayi sudah menunjukkan keinginannya untuk tengkurap. Selanjutnya, dia akan belajar tengkurap pertama kali pada satu sisi, dilanjutkan dengan sisi yang lain, kemudian belajar berbalik lagi.Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua saat melatih bayi tengkurap. Pada bulan ketiga bayi belum bisa menopang kepalanya, tidak memerhatikan kedua tangannya, tidak bisa meraih benda yang ditaruh di depannya, tidak bisa menggenggam, kaki tidak menapak, dan bila diangkat kepala masih jatuh.Nah, ketika bayi Anda nanti sudah bisa tengkurap, semua hal di atas akan menjadi posisi favoritnya. Meskipun Anda telentangkan, bayi Anda akan dengan cepat berguling untuk kemudian tengkurap kembali. Siap-siap kerepotan, ya Moms, utamanya ketika ingin mengganti celana bayi Anda!Otot Semakin KuatKetika bayi semakin sering berguling atau tengkurap, koordinasi otot-otot tubuhnya akan dilatih untuk menjadi kuat. Pada masa ini, cobalah merangsangnya dengan memberikan permainan-permainan baru. Biarkan dia terangsang untuk meraih barang yang Anda pamerkan di depannya. Ketika bayi tengkurap, letakkan barang menarik di atas kepalanya, sehingga tangannya akan berusaha menggapai-gapai barang di atas kepalanya.Latihan-latihan sederhana ini akan memberikan efek untuk semakin memperkuat otot tangan dan koordinasi kaki, leher, tangan, kepala, dan badan. Hati-hati, Moms. Seiring semakin aktif pergerakannya, dia juga harus lebih diperhatikan. Tak bisa disangkal, bila tak berhati-hati, risiko bayi untuk terluka akibat bersentuhan dengan berbagai benda di sekitarnya, atau terkilir, bisa terjadi.Tanda Peringatan!Moms, bila pada usia 6 bulan bayi belum bisa tengkurap, juga belum menunjukkan keaktifan terhadap hal-hal di sekitarnya, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak. Bila pada usia 3 bulan, kepalanya masih jatuh terkulai atau lemas, ini suatu peringatan bahwa mungkin dia mengalami keterlambatan.Tip Agar Bayi Betah Tengkurap- Bunyikan mainan di depan bayi, kemudian pindahkan ke arah samping agar dia terangsang untuk mendekati mainannya.- Bantu bayi Anda dengan cara mendorong badannya secara perlahan. Jika sudah terbiasa, maka bayi akan mencoba untuk tengkurap sendiri. Jika masih belum bisa, jangan bosan untuk membantunya hingga bisa.- Seringlah melatih bayi dengan meletakkannya dalam posisi tengkurap. Bila bayi sedang tengkurap, balikkan tubuhnya hingga telentang. Atau sebaliknya. Awalnya cukup 3 hingga 5 menit, tidak perlu berlama-lama. Jika bayi Anda cepat menangis, balikkan kembali badannya. Namun cobalah lagi dalam beberapa waktu kemudian. Cara ini akan membantu memperkuat otot lehernya.- Latihlah motoriknya dengan sedikit memiringkan posisi bayi ketika menyusui.- Ajaklah bayi Anda bermain pada alas yang agak empuk, tanpa terlalu banyak menggendongnya. (nsa) http://lifestyle.okezone.com/read/2010/03/19/27/314233/hebat-dedek-sudah-bisa-tengkurap
   
Jumlah Posts : 112
Jumlah di-Like : 9

To all bunda :
Ikut share y bund, walaupun saat ini aq dah hlm dan Alhamdulilah dah msk usia 38w, jd tinggal menghitung hari aja nich bund, mhn doanya spy pas proses lahiran nanti diberi kelancaran, keslamatan dan jg kesehatan buat bunda dan bayinya. Aq cm moau bagi2 info aja nich buat para bunda yg blm dan pengen cpt2 hml, smg bermanfaat y bund ....
Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan bagi pasangan suami isteri agar cepat mendapatkan kehamilan:

1.Tidak Memakai Alat KB

Tidak menggunakan semua alat KB adalah hal pertama yang harus diperhatikan. Hal ini karena penggunaan alat ini akan menyebabkan siklus haid Anda menjadi tidak teratur dan perlu waktu beberapa bulan untuk menjadi normal kembali. Tapi, tak sedikit pula wanita yang menjadi subur pada bulan pertama setelah berhenti minum pil KB.

2. Periksakan Kondisi Kesehatan Anda

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan pemeriksaan kesehatan yang mencakup kesehatan tubuh anda sendiri, mengenai sistem reproduksi anda, tingkat kesuburan dan hal lainnya kepada ahlinya. Periksakan hal ini baik suami maupun isteri. Hal ini merupakan modal penting untuk terjadinya kehamilan dan untuk diketahui oleh pasangan suami isteri, karena jika terjadi kendala pada hal tersebut, tentunya diperlukan perawatan dan pengobatan lebih lanjut dan bukan hanya sekedar tips. Jika setelah diperiksakan dan dinyatakan kondisi anda dan pasangan anda sehat, maka mungkin tips selanjutnya bisa bermanfaat dan dapat anda lakukan.
Ketahui Mengenai Pengetahuan Dasar Terjadinya Kehamilan
Hal ini juga penting diketahui oleh pasangan suami isteri agar dapat dijadikan sebagai gambaran untuk mendapatkan kehamilan. Mengetahui seberapa banyak jumlah sperma normal, kondisi serviks saat masa subur, berapa lama sperma mencapai sel telur dsb

3. Ketahui Masa Subur Anda

Masa subur ditandai oleh kenaikan Luteinizing Hormone secara signifikan sesaat sebelum terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium). Kenaikan LH akan mendorong sel telur keluar dari ovarium menuju tuba falopii. Didalam tuba falopii ini bisa terjadi pembuahan oleh sperma. Masa-masa inilah yang disebut masa subur, yaitu bila sel telur ada dan siap untuk dibuahi. Sel telur berada dalam tuba falopi selama kurang lebih 3-4 hari namun hanya sampai umur 2 hari masa yang paling baik untuk dibuahi, setelah itu mati.

4. Ketahui dan Hindari Masalah-Masalah Kesuburan (Infertilitas)

Masalah kesuburan terjadi akibat terganggunya sistem reproduksi pada wanita dan terjadinya penurunan kualitas dan kuantitas sperma pada pria. Sebuah penelitian menyatakan bahwa masalah kesuburan terjadi pada 40% akibat perempuan, 40% akibat laki-laki dan 30% akibat keduanya.

5. Waktu terbaik untuk konsepsi

Penting untuk mengetahui kapan saat terbaik untuk terjadinya pembuahan pada seorang wanita. Waktu terbaik untuk konsepsi atau pembuahan adalah saat masa subur atau ovulasi dari seorang wanita.
Yang perlu diperhatikan bahwa telur yang matang hanya hidup 24 jam sedangkan sperma hidup 48-72 jam dalam tubuh wanita. Oleh karenanya, melakukan hubungan seks sebelum saat ovulasi lebih baik untuk meningkatkan kehamilan daripada sehari atau dua hari sesudahnya.

6. Frekuensi hubungan seksual

Frekuensi atau seberapa sering untuk melakukan hubungan seksual, ini semua tergantung dari setiap pasangan. Tidak ada angka khusus yang dapat memastikan berapa kali seseorang harus melakukan seks untuk dapat hamil. Ada wanita yang hamil hanya dengan satu kali saja tapi yang lain memerlukan waktu yang lebih lama. Yang terpenting “seberapa sering” anda melakukan hubungan seksual pada ” waktu yang terbaik untuk konsepsi”.

7. Jangan Banyak Bergerak Setelah Seks?

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa setelah hubungan seksual dengan tidak bergerak dan tetap dalam posisi tidur dengan kaki atau pinggul lebih tinggi setelah seks akan meningkatkan kesuburan. Karena sebenarnya sperma sudah berada di dalam servik sesaat setelah ejakulasi.
Tapi ada ahli yang tetap menganjurkan untuk memberi waktu sejenak untuk sperma berenang ke servik dan menganjal pinggul dengan sebuah bantal selama seks.
Yang terpenting juga sewaktu anda membersihkan, hindari mengunakan cairan pembersih vagina sesaat setelah hubungan seksual, karena cairan pembersih vagina dapat bersifat toxic untuk sperma.
-Buat para suami
Para suami sebaiknya menghindari memakai celana yang terlalu ketat atau mandi air hangat, hal ini akan menurunkan kemungkinan kehamilan karena proses penekanan atau panas didaerah testis (pembentuk sperma).

8. Hindari Rokok dan Narkoba

Merokok atau mengkonsumsi narkoba sangat mngurangi peluang seorang wanita untuk hamil, dan dapat menyebabkan terjadinya keguguran, kelahiran prematur, dan bayi dengan berat badan rendah.

9. Kurangi Kafein

Banyak penelitian menunjukkan, terlalu banyak kafein bisa mengurangi kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi. Jika ingin hamil, hindari minum kopi, teh, atau cola yang kandungan kafeinnya tinggi.

10. Menerapkan Pola Hidup Sehat

Hal lain yang tidak kalah penting adalah menerapkan pola hidup sehat. Inilah yang harus anda perhatikan :
Jika kebetulan anda atau suami perokok, sebaiknya menghentikan merokok. demikian juga dengan kebiasaan meminum alkhohol.
meminum alkohol sedikit pun mengurangi peluang kehamilan hingga 50 %
Pastikan Berat Badan Anda Tidak Kurang/Tidak Lebih (ideal) karena berat badan yang kurang/lebih selain bisa mempersulit pembuahan, juga menjadi masalah saat anda hamil. Sedangkan bagi pria, kekurangan berat badan bisa mengurangi pembentukan sperma.
Rajin Olahraga, dengan demikian kondisi badan anda selalu fit dan dalam proses pembuahan pun akan lebih besar terjadi.
Pola Makan Bergizi Seimbang dalam mengkonsumsi makanan sarat gizi yang diperlukan untuk mendapatkan kehamilan sehat kelak.

11. Gunakan Posisi Berhubungan Badan Yang Tepat

Banyak pakar kesuburan yang berpendapat bahwa posisi pria di atas saat berhubungan badan memberikan peluang terbaik bagi terjadinya kehamilan. Agar lebih efektif, wanita bisa mengganjal pinggulnya dengan bantal sehingga serviks-nya bisa menampung banyak sperma. Usahakan setelah ejakulasi antar pasangan terjadi, selama 10-20 menit agar wanita tetap dalam posisi berbaring. Janganlah beranjak dulu dari sikap tiduran ini karena dalam menit waktu ini cairan semen akan mencair, dan jika wanita bangkit cairan semen akan mengalir kembali ke vagina dan suasana asam membuat sperma melemah dan mati. Hal ini juga merupakan suatu supaya agar kesuburan seorang wanita dapat terjaga dengan baik.

12. Hadirkan suasana Santai Saat Berhubungan

Kegiatan berhubungan suami isteri ini selayaknya dilakukan dalam suasana yang santai dan juga romantis. Saat masa subur tiba dan direncanakan untuk berhubungan intim, sediakanlah waktu yang cukup. Jika selesai aktifitas dari suatu pekerjaan, istirahatlah terlebih dahulu untuk memberi waktu menyegarkan tubuh. Mandi bisa jadi suatu cara agar tubuh menjadi segar kembali. Jagalah mood dan bersikaplah santai, jangan terlalu stres dalam melakukan hubungan seksual, misalnya memikirkan apakah”kegiatan” kali ini akan membuahkan suatu kehamilan.

13. Minum Vitamin

Untuk cepat hamil, konsumsi vitamin maupun jenis makanan mengandung zat-zat dibutuhkan untuk kesuburan sangatlah penting untuk Anda dan pasangan. Vitamin C, salah satunya, dapat meningkatkan kualitas sperma. Mengkonsumsi 1000 mg dan 10 mcg vitamin D atau Vitamin E dapat meningkatkan kesuburan pria dan wanita. Dan wanita yang mengkonsumsi asam folat memiliki kesempatan hamil yang lebih baik dibanding mereka yang tidak mengkonsumsinya. Asam folat juga berperan penting dalam pembentukan tabung otak sang janin kelak.

14. Berdoa Kepada Yang Maha Kuasa

Manusia hanyalah bisa merencanakan dan berusaha, sedangkan yang menentukan semuanya tentulah Tuhan. Oleh karena itu lengkapi usaha anda dengan berdoa kepada-Nya, agar diberkahi secepatnya karunia kehamilan. Doa begitu kuat, yang mampu mewujudkan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Jadi, berdoalah!

   
07-02-2011 13:17:48 Me Time
Jumlah Posts : 187
Jumlah di-Like : 4
Just for share, bunda...
Menjadi full time mom ternyata tidak mudah... Itu sangat-sangat saya rasakan ketika cuti 4 bulan pasca melahirkan si kembar. Stress luar biasa... Saya yang biasa aktif di kantor, aktif di kampus, harus full di rumah mengurus keperluan si kembar yang baru lahir dalam keadaan prematur, yang membutuhkan perhatian extra, tanpa PRT tanpa babysitter... Apalagi mendengar si kembar yang nangis barengan, pipis barengan, nenen barengan, lengkaplah sudah kesibukan dan stress saya... Belum lagi melihat rumah yang biasa saya rapikan, tiba-tiba seperti gudang kapal pecah, berantakan luar biasa, membuat kepala rasanya mau pecah...
Setelah masa cuti melahirkan berakhir saya kembali ke kantor... Seperti menghirup udara bebas, melihat jalan-jalan diluar saya seperti baru bebas dari penjara bawah tanah... lega luar biasa.. Meski sesampainya di kantor ketika melihat foto si kembar, saya sering merasa kangen, dan meneteskan air mata.. Pulang kantor, sampai rumah, kembali saya menjadi full mom untuk si kembar. Meskipun ada Mama Mertua yang baik luar biasa, tetap sepulang kantor, semua keperluan si kembar, saya sendiri yang handle.. Saya sangat-sangat menikmati ketika mengganti popok si kembar, bercanda dengan si kembar, mendongeng buat si kembar. Namun, tetap ketika si kembar sudah mulai rewel dan manja, stress luar biasaaaa... Yang ada rasanya ingin marah-marah, semua di mata saya terasa salah... Yang semuanya berujung menjadikan saya seorang monster berwajah ibunda...
Akhirnya saya merenung... kenapa bisa jadi seperti ini... Saya tidak ingin menjadi monster untuk Kira-kara... Saya tidak ingin mendidik anak-anak saya dengan amarah... Seberapa capek nya saya, tetap itulah bagian dari tugas saya... Yang sudah menjadi pilihan saya... MENJADI IBU dari putri kembar saya... MENJADI ISTRI dari suami tercinta... MENJADI KARYAWAN di sebuah perusahaan... dan kesemuanya murni pilihan saya.. Apa yang salah dengan diri saya sehingga saya bisa berubah menjadi monster baik di rumah maupun di kantor???!
Suatu malam, jam 01.00, setelah terbangun yang kesekian kalinya, untuk kasih nenen buat si kembar, iseng-iseng saya merapikan kamar depan, kamar tempat saya biasanya membaca dan ruang kerja ayahnya, tempat teman-teman ayahnya ngumpul kalo datang ke rumah. Kamar ini memang sudah lama tidak tersentuh tangan saya sejak kelahiran si kembar. Biasanya dulu saya tidak akan membiarkan buku keluar dari raknya, kecuali buku-buku yang sedang dibaca, semua rapi pada tempatnya... Tapi semenjak kelahiran si kembar, waktu saya habis untuk si kembar. Tengah malam itu, saya rapikan satu persatu, semua buku saya kembalikan lagi ke tempatnya, Tas-tas saya rapikan, dan saya sapu sekedarnya. Tidak memakan waktu lama, kurang dari 1 jam semua sudah pada tempatnya... Meskipun saya sudah gemes ingin membersihkan dengan vacuum, tapi saya coba menahan diri, khawatir suara berisik vacuum cleaner dapat membangunkan si kembar. Setelah semua kembali ditempatnya, saya lihat sekali lagi ruangan baca dan saya amati satu persatu. Saya seperti tersentak, tiba-tiba otak saya seperti ditata ulang.. saya jadi semangat menyiapkan agenda untuk keesokan harinya. Bangun, menyiapkan sarapan pagi Kira-Kara, Memandikan Kira-Kara, Nenenin, Berangkat kantor, blaa..blaa.. Rasanya hidup saya kembali mendapatkan bahan bakar untuk kembali melaju dengan semangat dan senyum... Dan akhirnya saya mengetahui, ternyata saya membutuhkan waktu ME TIME, waktu dimana hanya ada saya sendiri, dengan kegiatan saya sendiri, dengan keasyikan saya sendiri. Tidak butuh waktu berjam-jam seperti nonton bioskop di mall untuk me-recharge tenaga dan semangat saya... Juga tidak membutuhkan uang yang banyak seperti shopping untuk membuat saya kembali percaya diri dan tersenyum... So, it's time to light up my day...

dan bunda, adakah diantara 24 jam waktu bunda untuk "Me Time"??? Biasanya Bunda ngapain??? Share yuuukk... Kasih ide untuk bunda-bunda yang lain yang sedang sibuk....

salam,
-wiwid-
Bunda Kira-Kara
   
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

MEMANTAU BERAT BADAN BAYI

Tumbuh kembang bayi dapat tercermin dari peningkatan berat badannya.

Ada banyak cara memantau kesehatan bayi. Tapi yang termudah dan terjelas adalah dengan mengukur kondisi fisiknya. Inilah yang dikenal dengan istilah pengukuran antropometri yang mencakup pengukuran berat badan, panjang (tinggi) badan, lingkar lengan, serta lingkar kepala.

Pembahasan kali ini diutamakan pada berat badan (BB) bayi yang kerap menjadi perhatian utama karena nyata terlihat. Namun, bukan berarti orangtua boleh mengabaikan tinggi (panjang) badan, lingkar lengan serta lingkar kepala lo. Ketiga komponen itu tetap harus mendapat perhatian karena juga dapat dijadikan sebagai tolok ukur kesehatan bayi.

Sajian rubrik Dunia Bayi minggu ini menyajikan kiat-kiat cara memantau berat badan bayi plus bagaimana menjaga agar BB si kecil bisa dalam standar ideal.

Selamat mambaca!

BB TURUN DULU LANTAS NAIK

Bila dicermati pada waktu 1-2 minggu setelah lahir, bobot bayi menyusut. Karena tubuhnya masih banyak mengandung air sebagai "oleh-oleh" dari dalam rahim. Dalam rentang waktu 1-2 minggu tersebut, cairan itu sedikit demi akan keluar melalui urine dan menurunkan bobot bayi secara otomatis. Tentu saja angka penurunannya tidak drastis. Dengan begitu, jika setelah 1-2 minggu kelahiran bayi, BB si kecil turun, itu merupakan hal alamiah. Jadi tak perlu terlalu dikhawatirkan.

Di minggu-minggu berikutnya, berat badan si kecil relatif meningkat, yakni sekitar 750-1.000 gram per bulannya. Setelah usia 3-6 bulan kenaikannya tidak sebesar itu, yaitu sekitar 500– 600 gram per bulan. Nah, di usia 6-9 bulan penambahan bobotnya semakin melambat, sekitar 350–450 gram per bulan. Begitu pula ketika si kecil berusia 9-12 bulan, penambahannya tak terlalu mencolok sekitar 150–250 gram per bulannya.

Ketika memasuki usia satu tahun, umumnya penambahan berat badan bayi mulai melambat lagi. Namun, bukan berarti terjadi penurunan. Beratnya tetap meningkat, hanya saja perlahan-lahan atau tidak sepesat sebelumnya. Yang jelas, orangtua tak perlu kaget atau khawatir. Itu artinya normal-normal saja. Toh, berbagai penelitian terhadap sejumlah bayi normal dari berbagai ras juga menunjukkan adanya penurunan berat badan di rentang usia 0-12 bulan.

KEBUTUHAN ENERGI & BERAT BADAN

Agar berat badan sang buah hati tetap mengalami peningkatan yang normal dan sesuai dengan pertambahan usianya, berikan ia asupan nutrisi yang adekuat dengan komposisi zat gizi yang seimbang. Maksudnya, makanan yang dikonsumsi hendaknya mengandung unsur karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin-mineral yang cukup.

Patut diperhatikan bahwa tiap kelompok usia, kebutuhan energi anak berbeda-beda. Untuk bayi usia 0-6 bulan, kebutuhan energinya adalah 550 Kkal per hari. Sedangkan yang berusia 7-12 bulan, kebutuhan energinya adalah 650 Kkal. Tambahan lagi pada bayi, jenis makanan pun disesuaikan dengan kemampuannya saat itu. Contohnya, pada usia 0–6 bulan hanya minum ASI/susu formula, kemudian bertahap diberikan bentuk makanan yang lebih bertekstur mulai dari lembut hingga lebih kasar sesuai dengan kemampuan/toleransinya.

Bila berat badan bayi mengalami penurunan, apalagi bila tren tersebut terjadi dalam 1 bulan atau bahkan lebih (berarti lebih dari sekali pengukuran), harus dicari penyebabnya. Sebaiknya segera bawa buah hati Anda ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut, apakah jumlah minum/makannya sudah mencukupi kalorinya, ataukah ada penyebab-penyebab lainnya seperti penyakit-penyakit/kelainan-kelainan tertentu. Ada banyak kemungkinan penyebabnya, di antaranya adalah:

1. Pola makan dan asupan nutrisi yang tidak seimbang dan adekuat

2. Pengetahuan orangtua tentang nutrisi untuk anak/bayi yang kurang

3. Kelainan sistem organ dalam tubuh seperti:

- Sistem pencernaannya (seperti refluks gastrointestinal, diare kronik/melanjut, kelainan anatomis bawaan, dan lain-lain),

- Sistem hormonal (defisiensi hormon pertumbuhan, gangguan kelenjar tiroid/hipotiroid, diabetes, dan lain-lain),

- Sistem imunologi (defisiensi imunitas, AIDS/HIV, alergi berat terhadap makanan tertentu sehingga penyerapannya terganggu, penyakit autoantibodi, dan lain-lain),

- Kelainan jantung bawaan,

- Penyakit kronis seperti kecacingan, tuberkulosis, dan sebagainya.

MENGENAL KMS

Untuk memudahkan mengenali status gizi bayi--- menurut berat badan, jenis kelamin, serta usia----maka standar ideal digambarkan dalam bentuk kurva yang biasanya terdapat pada kartu atau buku pantau tumbuh-kembang bayi dari puskesmas atau rumah sakit. Dengan mengetahui ukuran ideal, orangtua diharapkan bisa mengetahui status kesehataan si kecil.

Saat ini ada dua kurva pertumbuhan yang digunakan yakni kurva yang terdapat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS) hasil rancangan Departemen Kesehatan dan yang dikeluarkan oleh National Center for Health Statistics (NCHS)/Centers for Disease Control (CDC) yang berasal dari Amerika Serikat. Perbedaannya, kurva pertumbuhan pada KMS hanya mencantumkan berat badan dan umur. Sedangkan pada kurva NCHS mencantumkan berat badan, tinggi badan, umur dan jenis kelamin. Jadi kurva NCHS memang lebih praktis dan mudah dibaca. Sayangnya, NCHS mengacu pada pertumbuhan anak-anak di Amerika (ras kaukasia).

Dengan kurva tersebut, orangtua tinggal menyesuaikan antara usia, jenis kelamin dan berat untuk me-ngetahui, apakah berat badan bayinya masuk ke dalam kurva normal, kurang atau berlebih. Pemantauan proses tumbuh kembang bayi ini perlu dilakukan setiap bulan, sehingga bila terjadi penyimpangan dari garis atau pita normal dapat diketahui dengan segera dan dilakukan antisipasi yang tepat.

MEMBACA KURVA

Untuk membaca kurva berat badan bayi versi NCHS atau KMS sebenarnya mudah. Langkah pertama adalah me-ngetahui berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) atau usia (dalam bulan) si bayi. Kemudian dengan berpedoman pada komponen tersebut, cobalah untuk mencari titik temunya pada kurva yang tersedia. Patut diperhatikan bila menggunakan kurva NCHS, pilihlah kurva yang sesuai dengan jenis kelamin bayi Anda. Sebab, kurva ini dibedakan antara bayi laki-laki dan perempuan.

Cobalah cermati, apakah sudah sesuai dengan garis/pita standar (normal) yang tersedia (biasanya berwarna hitam), ataukah trennya malah cenderung menuju ke bawah (garis merah). Bila penambahan BB, TB dan usia bayi sesuai atau berada pada garis/pita standar, itu berarti tumbuh kembangnya normal. Nah, sebaiknya orangtua wajib waspada bila tren grafiknya cenderung menuju ke bawah (garis merah).

Fluktuasi memang mungkin terjadi, namun bila masih dalam rentang yang normal tidak apa-apa. Tapi, tetap dianjurkan untuk meningkatkan pertambahan BB/TB sesuai dengan standar usianya. BB yang turun bukan melulu ada gangguan. Faktor genetik juga menentukan pertum-buhan si kecil. Artinya, pertambahan berat juga dapat dilihat bagaimana riwayat BB keluarganya. Maksudnya, bila orangtua memang berperawakan kurus bisa jadi anaknya pun akan memiliki perawakan yang sama dengan orangtuanya.

Utami Sri Rahayu. Foto: Iman/nakita

PERTAMBAHAN BERAT BAYI, BENARKAH TURUN NAIK?

Semua bayi dari ras-ras yang ada di dunia mengalami penurunan pertambahan berat badan di bulan-bulan tertentu.

"Dok, kenapa, ya, pertambahan berat badan bayi saya naik-turun? Bulan kemarin naik 650 gram. Eh, bulan ini naiknya cuma 350 gram. Saya khawatir terjadi apa-apa pada bayi saya," kata seorang ibu saat berkonsultasi dengan dokter anak.

Menanggapi kecemasan ibu tersebut, dr. Hanifah Oswari, Sp.A., menegaskan para orang tua untuk tidak terlalu khawatir terhadap pertambahan BB bayi yang naik-turun. Umumnya dalam waktu 2 minggu setelah lahir, BB bayi akan mengalami penurunan setidaknya sekitar 10 persen. Sebelumnya sewaktu lahir, badan bayi masih banyak mengandung air sehingga timbangannya lebih berat. Nah, dalam 2 minggu pertama itulah cairan berangsur-angsur keluar melalui saluran urin. "Ini proses yang alamiah, kok. Kebanyakan bayi akan mengalami penurunan BB," kata dokter dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Senada dengan Hanifah, penelitian yang dilakukan oleh Judith Groner juga menunjukkan bahwa dalam jangka waktu 1-2 minggu setelah lahir BB bayi akan turun sekitar 10 persen. Meski begitu, umumnya BB si kecil akan kembali seperti waktu lahir dalam beberapa pekan kemudian. Demikian hasil penelitian yang diungkapkan oleh asosiasi profesor bidang penyakit anak pada Fakultas Kedokteran, Columbus University, Ohio, Amerika Serikat.

KISARAN BB NORMAL

Bobot bayi baru lahir yang dikategorikan normal berada pada rentang 2.500 ­ 4.000 gram. Setelah itu, pertambahan bobotnya tentu akan berbeda-beda; ada yang tinggi dan ada yang rendah. Umpamanya, ada bayi yang penambahan BB-nya 600 gram per bulan. Namun, ada juga yang bertambah hanya sekitar 350 gram per bulan.

Kepastian apakah BB bayi normal atau tidak bisa dilihat dari kurva Lubchenko. Biasanya kurva ini dicantumkan dalam kartu menuju sehat (KMS) atau buku pantau tumbuh-kembang bayi yang bisa didapat di puskemas atau rumah sakit. Menurut kurva Lubchenko, ada 3 parameter utama untuk mengetahui pertumbuhan seorang bayi, yaitu bertambahnya berat badan, tinggi badan, dan ukuran lingkar kepala.

Pertambahan BB yang dikategorikan normal dibagi menjadi beberapa tahapan. Pada triwulan pertama, pertambahan BB sekitar 150-250 gram per bulan. Pada triwulan kedua sekitar 500-600 gram per bulan, sedangkan pada triwulan ketiga mencapai 350-450 gram per bulan. Lalu, pada triwulan keempat pertambahan BB berkisar antara 250-350 gram per bulan. Dari patokan di atas terlihat kalau dalam 3 bulan pertama setelah lahir, pertambahan BB berlangsung biasa-biasa saja. Kemudian, pada usia 3-6 bulan pertambahan BB terkesan melesat, dan mulai melambat saat usia di atas 6 bulan.

Yang ditekankan Hanifah, meski kenaikan BB-nya melambat, pertumbuhan anak sebenarnya berlangsung normal. Toh, sebenarnya bobot tersebut tetap mengalami penambahan walaupun lebih kecil ketimbang di bulan-bulan sebelumnya. Jadi, orang tua tak perlu khawatir. Memang, "Tak diketahui secara pasti kenapa pertambahan BB bayi menurun. Yang pasti, penelitian yang dilakukan terhadap sejumlah bayi normal dari berbagai ras juga menunjukkan hal yang sama," ujarnya.

Secara garis besar, saat menginjak usia 6 bulan, rata-rata BB bayi sudah mencapai 2 kali lipat BB lahirnya. Sedangkan di usia 1 tahun BB ini sudah mencapai 3 kali lipat berat lahir. Nah, selepas usia 1 tahun, pertambahan BB mulai melambat lagi. "Hal itu memang berlangsung secara alamiah dan normal. Tak usah terlalu dipusingkan kenapa kenaikan BB yang tadinya tinggi tiba-tiba menurun. Bagaimanapun, angka-angka itu sangat bersifat individual. Tiap anak berbeda-beda tak usah dibandingkan dengan bayi yang lain," tutur Hanifah.

BB TIDAK NORMAL

Dugaan bahwa ada yang tidak beres pada pertumbuhan si kecil pantas muncul bila grafik BB pada kurva terlihat menurun drastis. Apalagi jika nafsu makannya (termasuk keinginan untuk menyusu) juga terlihat menurun. Nah, untuk mendeteksi ketidaknormalan itu, Hanifah sekali lagi menekankan pentingnya mengamati data-data yang tercatat pada kurva Lubchenko. Jangan-jangan si kecil terserang penyakit.

Sebuah studi menunjukkan adanya keterkaitan antara perubahan BB dengan kondisi pertumbuhan anak. Jika BB tak bertambah sesuai dengan grafik normal maka kemungkinan anak tengah mengalami gangguan pertumbuhan. Nah, jika dalam 2 bulan berturut-turut si kecil tidak mengalami pertambahan berat atau malah turun secara drastis, waspadai kemungkinan adanya gangguan. Masalahnya, pada usia 0-2 tahun, sekitar 80 persen jaringan otak sedang terbentuk. Segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui dan memastikan kondisi si kecil.

Gangguan pertumbuhan ini bisa terjadi dalam waktu singkat maupun jangka panjang. Merosotnya BB dalam waktu singkat bisa disebabkan oleh menurunnya nafsu makan, penyakit, atau kurangnya asupan makanan pada bayi. Sedangkan, penurunan BB sedikit demi sedikit dalam rentang waktu yang tidak sebentar biasanya dipicu oleh kelainan gagal tumbuh. Gagal tumbuh merupakan ketidakmampuan bayi/anak untuk mencapai BB atau TB sesuai jalur pertumbuhan yang normal. Penyakit infeksi juga dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak.

PENTINGNYA GIZI

ASI, seperti ditandaskan dr. Rachmi Untoro, MPH, berperan besar pada pertambahan BB bayi. Penelitian membuktikan bayi yang mengonsumsi ASI pada 2 bulan pertama semenjak lahir, mengalami pertambahan BB yang lebih cepat ketimbang bayi yang mengonsumsi susu formula. 

Meski belum ada studi yang dapat menjawab dengan pasti mengapa dengan minum ASI pertambahan BB berlangsung lebih cepat, tapi riset menunjukkan anak yang minum ASI menghabiskan energi lebih sedikit dibandingkan anak yang minum susu formula. Itulah mungkin yang menjadi penyebab bobotnya cepat bertambah. Selain itu, dengan minum ASI bayi pada dasarnya akan lebih cepat lapar dan haus. Plus, tentu saja, ASI mengandung zat-zat terbaik untuk bayi.

Rachmi juga berpendapat kalau pertumbuhan bayi tidak bisa dilihat hanya berdasarkan perubahan BB dan PB-nya saja. Namun juga, perlu diperhatikan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan gizinya. Jika keadaan gizi anak baik, barulah dapat dikatakan pertumbuhannya normal. Bukankah jika gizinya tak seimbang, pertumbuhan anak akan terganggu, seperti menjadi kurus, terlalu gemuk, atau pendek.

Kecukupan gizi sebenarnya sudah diperlukan bayi sejak di kandungan. Ibu hamil yang kurang menyantap makanan bergizi kemungkinan besar nantinya memiliki bayi dengan BB rendah dan sakit-sakitan. "Beberapa penelitian menunjukkan, bayi yang tak mendapat gizi cukup ketika masih dalam kandungan berisiko tinggi menderita penyakit degeneratif," papar Direktur Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan ini. Contohnya, hipertensi, penyakit jantung, diabetes, dan gagal ginjal.

KATEGORI KURUS-GEMUK

Ada yang menyebutkan, bayi baru lahir dikatakan gemuk jika BB-nya mencapai lebih dari 3.500 gram. Atau sebaliknya, bayi yang lahir dengan BB 2.500 gram adalah kurus. Padahal kurus-gemuknya bayi tak bisa dilihat secara hitam putih seperti itu karena masing-masing menjalani proses tumbuh-kembang yang khas.

Kalaupun si kecil telihat gemuk atau kurus, tinggal dilihat saja apakah bobot tersebut masih sejalan dengan kurva pertambahan tinggi badan dan ukuran lingkar kepala yang normal. "Apakah bayi itu kurus atau gemuk tak cukup dilihat berdasarkan berat badannya, tapi bandingkan pula dengan pertumbuhan panjang badan setiap bulannya melalui kurva Lubchenko."

Untuk menyebut apakah anak kurus atau gemuk juga harus dengan melihat bagaimana riwayat berat badan keluarganya. Alasannya, faktor genetik juga menentukan pertumbuhan anak. Ada anak yang pertambahan BB-nya lambat tapi diiringi pertambahan tinggi badan yang cepat. Jadilah ia si kurus. Sebaliknya, ada anak yang pertambahan BB-nya cepat tapi pertambahan tinggi badannya lambat, maka ia disebut sebagai si gendut. Artinya, ada faktor X yang ikut mempengaruhi apakah si anak kelak tergolong gemuk atau kurus yaitu faktor genetik.

Yang perlu diketahui, lanjut Hanifah, di bawah usia 2 tahun, bayi atau anak yang gemuk belum bisa dibilang kegemukan. Gemuk dalam persepsi orang dewasa adalah kelebihan simpanan lemak. Lemak ini sebenarnya berfungsi sebagai cadangan energi. Jadi, kalaupun lemak si bayi tampak berlebih, bukan berarti ia menderita obesitas. Lantaran itulah, walaupun si bayi terlihat sangat gemuk, orang tua tak perlu mengurangi asupan makanannya. Contohnya, bayi yang lahir di atas 3.500 gram tidak bisa dikatakan gemuk karena itu baru BB awalnya.

Pengecualian bisa dilakukan bila memang orang tua memiliki riwayat obesitas. Kemungkinan besar, bayi bisa mengalami hal yang sama. Kalau sudah begini, porsi makan si kecil perlu diperhatikan. Namun, penyebab obesitas tak melulu faktor genetik. Bayi yang kurang aktif bergerak juga bisa mengalami kegemukan. Apalagi bila ia selalu makan terlalu banyak. Akibatnya, sel-sel lemaknya berkembang terlalu pesat sehingga mempercepat pembentukan lemak pada tubuhnya.

PERTAMBAHAN BB BAYI PREMATUR

Bagaimana dengan berat badan bayi prematur? Apakah pertambahannya akan lebih sedikit dibandingkan anak seusianya yang lahir cukup bulan? Biasanya, lanjut Hanifah, perlu waktu beberapa tahun agar pertambahan BB anak prematur berlangsung normal. "Karena ia dilahirkan lebih cepat, anak prematur perlu waktu untuk mengejar berat atau tinggi badan anak seusianya."

Riset menunjukkan pada usia 8 tahun anak prematur rata-rata akan mampu mengejar ketertinggalan pertambahan berat dan tingginya. Namun, hasil riset memaparkan anak prematur yang lahir saat usia kehamilan belum genap 32 minggu akan tetap memiliki bobot maupun tinggi badan yang lebih kecil dibanding teman seusianya yang lahir dengan cukup bulan. 

   
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

MEMANTAU BERAT BADAN BAYI

Tumbuh kembang bayi dapat tercermin dari peningkatan berat badannya.

Ada banyak cara memantau kesehatan bayi. Tapi yang termudah dan terjelas adalah dengan mengukur kondisi fisiknya. Inilah yang dikenal dengan istilah pengukuran antropometri yang mencakup pengukuran berat badan, panjang (tinggi) badan, lingkar lengan, serta lingkar kepala.

Pembahasan kali ini diutamakan pada berat badan (BB) bayi yang kerap menjadi perhatian utama karena nyata terlihat. Namun, bukan berarti orangtua boleh mengabaikan tinggi (panjang) badan, lingkar lengan serta lingkar kepala lo. Ketiga komponen itu tetap harus mendapat perhatian karena juga dapat dijadikan sebagai tolok ukur kesehatan bayi.

Sajian rubrik Dunia Bayi minggu ini menyajikan kiat-kiat cara memantau berat badan bayi plus bagaimana menjaga agar BB si kecil bisa dalam standar ideal.

Selamat mambaca!

BB TURUN DULU LANTAS NAIK

Bila dicermati pada waktu 1-2 minggu setelah lahir, bobot bayi menyusut. Karena tubuhnya masih banyak mengandung air sebagai "oleh-oleh" dari dalam rahim. Dalam rentang waktu 1-2 minggu tersebut, cairan itu sedikit demi akan keluar melalui urine dan menurunkan bobot bayi secara otomatis. Tentu saja angka penurunannya tidak drastis. Dengan begitu, jika setelah 1-2 minggu kelahiran bayi, BB si kecil turun, itu merupakan hal alamiah. Jadi tak perlu terlalu dikhawatirkan.

Di minggu-minggu berikutnya, berat badan si kecil relatif meningkat, yakni sekitar 750-1.000 gram per bulannya. Setelah usia 3-6 bulan kenaikannya tidak sebesar itu, yaitu sekitar 500– 600 gram per bulan. Nah, di usia 6-9 bulan penambahan bobotnya semakin melambat, sekitar 350–450 gram per bulan. Begitu pula ketika si kecil berusia 9-12 bulan, penambahannya tak terlalu mencolok sekitar 150–250 gram per bulannya.

Ketika memasuki usia satu tahun, umumnya penambahan berat badan bayi mulai melambat lagi. Namun, bukan berarti terjadi penurunan. Beratnya tetap meningkat, hanya saja perlahan-lahan atau tidak sepesat sebelumnya. Yang jelas, orangtua tak perlu kaget atau khawatir. Itu artinya normal-normal saja. Toh, berbagai penelitian terhadap sejumlah bayi normal dari berbagai ras juga menunjukkan adanya penurunan berat badan di rentang usia 0-12 bulan.

KEBUTUHAN ENERGI & BERAT BADAN

Agar berat badan sang buah hati tetap mengalami peningkatan yang normal dan sesuai dengan pertambahan usianya, berikan ia asupan nutrisi yang adekuat dengan komposisi zat gizi yang seimbang. Maksudnya, makanan yang dikonsumsi hendaknya mengandung unsur karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin-mineral yang cukup.

Patut diperhatikan bahwa tiap kelompok usia, kebutuhan energi anak berbeda-beda. Untuk bayi usia 0-6 bulan, kebutuhan energinya adalah 550 Kkal per hari. Sedangkan yang berusia 7-12 bulan, kebutuhan energinya adalah 650 Kkal. Tambahan lagi pada bayi, jenis makanan pun disesuaikan dengan kemampuannya saat itu. Contohnya, pada usia 0–6 bulan hanya minum ASI/susu formula, kemudian bertahap diberikan bentuk makanan yang lebih bertekstur mulai dari lembut hingga lebih kasar sesuai dengan kemampuan/toleransinya.

Bila berat badan bayi mengalami penurunan, apalagi bila tren tersebut terjadi dalam 1 bulan atau bahkan lebih (berarti lebih dari sekali pengukuran), harus dicari penyebabnya. Sebaiknya segera bawa buah hati Anda ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut, apakah jumlah minum/makannya sudah mencukupi kalorinya, ataukah ada penyebab-penyebab lainnya seperti penyakit-penyakit/kelainan-kelainan tertentu. Ada banyak kemungkinan penyebabnya, di antaranya adalah:

1. Pola makan dan asupan nutrisi yang tidak seimbang dan adekuat

2. Pengetahuan orangtua tentang nutrisi untuk anak/bayi yang kurang

3. Kelainan sistem organ dalam tubuh seperti:

- Sistem pencernaannya (seperti refluks gastrointestinal, diare kronik/melanjut, kelainan anatomis bawaan, dan lain-lain),

- Sistem hormonal (defisiensi hormon pertumbuhan, gangguan kelenjar tiroid/hipotiroid, diabetes, dan lain-lain),

- Sistem imunologi (defisiensi imunitas, AIDS/HIV, alergi berat terhadap makanan tertentu sehingga penyerapannya terganggu, penyakit autoantibodi, dan lain-lain),

- Kelainan jantung bawaan,

- Penyakit kronis seperti kecacingan, tuberkulosis, dan sebagainya.

MENGENAL KMS

Untuk memudahkan mengenali status gizi bayi--- menurut berat badan, jenis kelamin, serta usia----maka standar ideal digambarkan dalam bentuk kurva yang biasanya terdapat pada kartu atau buku pantau tumbuh-kembang bayi dari puskesmas atau rumah sakit. Dengan mengetahui ukuran ideal, orangtua diharapkan bisa mengetahui status kesehataan si kecil.

Saat ini ada dua kurva pertumbuhan yang digunakan yakni kurva yang terdapat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS) hasil rancangan Departemen Kesehatan dan yang dikeluarkan oleh National Center for Health Statistics (NCHS)/Centers for Disease Control (CDC) yang berasal dari Amerika Serikat. Perbedaannya, kurva pertumbuhan pada KMS hanya mencantumkan berat badan dan umur. Sedangkan pada kurva NCHS mencantumkan berat badan, tinggi badan, umur dan jenis kelamin. Jadi kurva NCHS memang lebih praktis dan mudah dibaca. Sayangnya, NCHS mengacu pada pertumbuhan anak-anak di Amerika (ras kaukasia).

Dengan kurva tersebut, orangtua tinggal menyesuaikan antara usia, jenis kelamin dan berat untuk me-ngetahui, apakah berat badan bayinya masuk ke dalam kurva normal, kurang atau berlebih. Pemantauan proses tumbuh kembang bayi ini perlu dilakukan setiap bulan, sehingga bila terjadi penyimpangan dari garis atau pita normal dapat diketahui dengan segera dan dilakukan antisipasi yang tepat.

MEMBACA KURVA

Untuk membaca kurva berat badan bayi versi NCHS atau KMS sebenarnya mudah. Langkah pertama adalah me-ngetahui berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) atau usia (dalam bulan) si bayi. Kemudian dengan berpedoman pada komponen tersebut, cobalah untuk mencari titik temunya pada kurva yang tersedia. Patut diperhatikan bila menggunakan kurva NCHS, pilihlah kurva yang sesuai dengan jenis kelamin bayi Anda. Sebab, kurva ini dibedakan antara bayi laki-laki dan perempuan.

Cobalah cermati, apakah sudah sesuai dengan garis/pita standar (normal) yang tersedia (biasanya berwarna hitam), ataukah trennya malah cenderung menuju ke bawah (garis merah). Bila penambahan BB, TB dan usia bayi sesuai atau berada pada garis/pita standar, itu berarti tumbuh kembangnya normal. Nah, sebaiknya orangtua wajib waspada bila tren grafiknya cenderung menuju ke bawah (garis merah).

Fluktuasi memang mungkin terjadi, namun bila masih dalam rentang yang normal tidak apa-apa. Tapi, tetap dianjurkan untuk meningkatkan pertambahan BB/TB sesuai dengan standar usianya. BB yang turun bukan melulu ada gangguan. Faktor genetik juga menentukan pertum-buhan si kecil. Artinya, pertambahan berat juga dapat dilihat bagaimana riwayat BB keluarganya. Maksudnya, bila orangtua memang berperawakan kurus bisa jadi anaknya pun akan memiliki perawakan yang sama dengan orangtuanya.

Utami Sri Rahayu. Foto: Iman/nakita

PERTAMBAHAN BERAT BAYI, BENARKAH TURUN NAIK?

Semua bayi dari ras-ras yang ada di dunia mengalami penurunan pertambahan berat badan di bulan-bulan tertentu.

"Dok, kenapa, ya, pertambahan berat badan bayi saya naik-turun? Bulan kemarin naik 650 gram. Eh, bulan ini naiknya cuma 350 gram. Saya khawatir terjadi apa-apa pada bayi saya," kata seorang ibu saat berkonsultasi dengan dokter anak.

Menanggapi kecemasan ibu tersebut, dr. Hanifah Oswari, Sp.A., menegaskan para orang tua untuk tidak terlalu khawatir terhadap pertambahan BB bayi yang naik-turun. Umumnya dalam waktu 2 minggu setelah lahir, BB bayi akan mengalami penurunan setidaknya sekitar 10 persen. Sebelumnya sewaktu lahir, badan bayi masih banyak mengandung air sehingga timbangannya lebih berat. Nah, dalam 2 minggu pertama itulah cairan berangsur-angsur keluar melalui saluran urin. "Ini proses yang alamiah, kok. Kebanyakan bayi akan mengalami penurunan BB," kata dokter dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Senada dengan Hanifah, penelitian yang dilakukan oleh Judith Groner juga menunjukkan bahwa dalam jangka waktu 1-2 minggu setelah lahir BB bayi akan turun sekitar 10 persen. Meski begitu, umumnya BB si kecil akan kembali seperti waktu lahir dalam beberapa pekan kemudian. Demikian hasil penelitian yang diungkapkan oleh asosiasi profesor bidang penyakit anak pada Fakultas Kedokteran, Columbus University, Ohio, Amerika Serikat.

KISARAN BB NORMAL

Bobot bayi baru lahir yang dikategorikan normal berada pada rentang 2.500 ­ 4.000 gram. Setelah itu, pertambahan bobotnya tentu akan berbeda-beda; ada yang tinggi dan ada yang rendah. Umpamanya, ada bayi yang penambahan BB-nya 600 gram per bulan. Namun, ada juga yang bertambah hanya sekitar 350 gram per bulan.

Kepastian apakah BB bayi normal atau tidak bisa dilihat dari kurva Lubchenko. Biasanya kurva ini dicantumkan dalam kartu menuju sehat (KMS) atau buku pantau tumbuh-kembang bayi yang bisa didapat di puskemas atau rumah sakit. Menurut kurva Lubchenko, ada 3 parameter utama untuk mengetahui pertumbuhan seorang bayi, yaitu bertambahnya berat badan, tinggi badan, dan ukuran lingkar kepala.

Pertambahan BB yang dikategorikan normal dibagi menjadi beberapa tahapan. Pada triwulan pertama, pertambahan BB sekitar 150-250 gram per bulan. Pada triwulan kedua sekitar 500-600 gram per bulan, sedangkan pada triwulan ketiga mencapai 350-450 gram per bulan. Lalu, pada triwulan keempat pertambahan BB berkisar antara 250-350 gram per bulan. Dari patokan di atas terlihat kalau dalam 3 bulan pertama setelah lahir, pertambahan BB berlangsung biasa-biasa saja. Kemudian, pada usia 3-6 bulan pertambahan BB terkesan melesat, dan mulai melambat saat usia di atas 6 bulan.

Yang ditekankan Hanifah, meski kenaikan BB-nya melambat, pertumbuhan anak sebenarnya berlangsung normal. Toh, sebenarnya bobot tersebut tetap mengalami penambahan walaupun lebih kecil ketimbang di bulan-bulan sebelumnya. Jadi, orang tua tak perlu khawatir. Memang, "Tak diketahui secara pasti kenapa pertambahan BB bayi menurun. Yang pasti, penelitian yang dilakukan terhadap sejumlah bayi normal dari berbagai ras juga menunjukkan hal yang sama," ujarnya.

Secara garis besar, saat menginjak usia 6 bulan, rata-rata BB bayi sudah mencapai 2 kali lipat BB lahirnya. Sedangkan di usia 1 tahun BB ini sudah mencapai 3 kali lipat berat lahir. Nah, selepas usia 1 tahun, pertambahan BB mulai melambat lagi. "Hal itu memang berlangsung secara alamiah dan normal. Tak usah terlalu dipusingkan kenapa kenaikan BB yang tadinya tinggi tiba-tiba menurun. Bagaimanapun, angka-angka itu sangat bersifat individual. Tiap anak berbeda-beda tak usah dibandingkan dengan bayi yang lain," tutur Hanifah.

BB TIDAK NORMAL

Dugaan bahwa ada yang tidak beres pada pertumbuhan si kecil pantas muncul bila grafik BB pada kurva terlihat menurun drastis. Apalagi jika nafsu makannya (termasuk keinginan untuk menyusu) juga terlihat menurun. Nah, untuk mendeteksi ketidaknormalan itu, Hanifah sekali lagi menekankan pentingnya mengamati data-data yang tercatat pada kurva Lubchenko. Jangan-jangan si kecil terserang penyakit.

Sebuah studi menunjukkan adanya keterkaitan antara perubahan BB dengan kondisi pertumbuhan anak. Jika BB tak bertambah sesuai dengan grafik normal maka kemungkinan anak tengah mengalami gangguan pertumbuhan. Nah, jika dalam 2 bulan berturut-turut si kecil tidak mengalami pertambahan berat atau malah turun secara drastis, waspadai kemungkinan adanya gangguan. Masalahnya, pada usia 0-2 tahun, sekitar 80 persen jaringan otak sedang terbentuk. Segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui dan memastikan kondisi si kecil.

Gangguan pertumbuhan ini bisa terjadi dalam waktu singkat maupun jangka panjang. Merosotnya BB dalam waktu singkat bisa disebabkan oleh menurunnya nafsu makan, penyakit, atau kurangnya asupan makanan pada bayi. Sedangkan, penurunan BB sedikit demi sedikit dalam rentang waktu yang tidak sebentar biasanya dipicu oleh kelainan gagal tumbuh. Gagal tumbuh merupakan ketidakmampuan bayi/anak untuk mencapai BB atau TB sesuai jalur pertumbuhan yang normal. Penyakit infeksi juga dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak.

PENTINGNYA GIZI

ASI, seperti ditandaskan dr. Rachmi Untoro, MPH, berperan besar pada pertambahan BB bayi. Penelitian membuktikan bayi yang mengonsumsi ASI pada 2 bulan pertama semenjak lahir, mengalami pertambahan BB yang lebih cepat ketimbang bayi yang mengonsumsi susu formula. 

Meski belum ada studi yang dapat menjawab dengan pasti mengapa dengan minum ASI pertambahan BB berlangsung lebih cepat, tapi riset menunjukkan anak yang minum ASI menghabiskan energi lebih sedikit dibandingkan anak yang minum susu formula. Itulah mungkin yang menjadi penyebab bobotnya cepat bertambah. Selain itu, dengan minum ASI bayi pada dasarnya akan lebih cepat lapar dan haus. Plus, tentu saja, ASI mengandung zat-zat terbaik untuk bayi.

Rachmi juga berpendapat kalau pertumbuhan bayi tidak bisa dilihat hanya berdasarkan perubahan BB dan PB-nya saja. Namun juga, perlu diperhatikan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan gizinya. Jika keadaan gizi anak baik, barulah dapat dikatakan pertumbuhannya normal. Bukankah jika gizinya tak seimbang, pertumbuhan anak akan terganggu, seperti menjadi kurus, terlalu gemuk, atau pendek.

Kecukupan gizi sebenarnya sudah diperlukan bayi sejak di kandungan. Ibu hamil yang kurang menyantap makanan bergizi kemungkinan besar nantinya memiliki bayi dengan BB rendah dan sakit-sakitan. "Beberapa penelitian menunjukkan, bayi yang tak mendapat gizi cukup ketika masih dalam kandungan berisiko tinggi menderita penyakit degeneratif," papar Direktur Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan ini. Contohnya, hipertensi, penyakit jantung, diabetes, dan gagal ginjal.

KATEGORI KURUS-GEMUK

Ada yang menyebutkan, bayi baru lahir dikatakan gemuk jika BB-nya mencapai lebih dari 3.500 gram. Atau sebaliknya, bayi yang lahir dengan BB 2.500 gram adalah kurus. Padahal kurus-gemuknya bayi tak bisa dilihat secara hitam putih seperti itu karena masing-masing menjalani proses tumbuh-kembang yang khas.

Kalaupun si kecil telihat gemuk atau kurus, tinggal dilihat saja apakah bobot tersebut masih sejalan dengan kurva pertambahan tinggi badan dan ukuran lingkar kepala yang normal. "Apakah bayi itu kurus atau gemuk tak cukup dilihat berdasarkan berat badannya, tapi bandingkan pula dengan pertumbuhan panjang badan setiap bulannya melalui kurva Lubchenko."

Untuk menyebut apakah anak kurus atau gemuk juga harus dengan melihat bagaimana riwayat berat badan keluarganya. Alasannya, faktor genetik juga menentukan pertumbuhan anak. Ada anak yang pertambahan BB-nya lambat tapi diiringi pertambahan tinggi badan yang cepat. Jadilah ia si kurus. Sebaliknya, ada anak yang pertambahan BB-nya cepat tapi pertambahan tinggi badannya lambat, maka ia disebut sebagai si gendut. Artinya, ada faktor X yang ikut mempengaruhi apakah si anak kelak tergolong gemuk atau kurus yaitu faktor genetik.

Yang perlu diketahui, lanjut Hanifah, di bawah usia 2 tahun, bayi atau anak yang gemuk belum bisa dibilang kegemukan. Gemuk dalam persepsi orang dewasa adalah kelebihan simpanan lemak. Lemak ini sebenarnya berfungsi sebagai cadangan energi. Jadi, kalaupun lemak si bayi tampak berlebih, bukan berarti ia menderita obesitas. Lantaran itulah, walaupun si bayi terlihat sangat gemuk, orang tua tak perlu mengurangi asupan makanannya. Contohnya, bayi yang lahir di atas 3.500 gram tidak bisa dikatakan gemuk karena itu baru BB awalnya.

Pengecualian bisa dilakukan bila memang orang tua memiliki riwayat obesitas. Kemungkinan besar, bayi bisa mengalami hal yang sama. Kalau sudah begini, porsi makan si kecil perlu diperhatikan. Namun, penyebab obesitas tak melulu faktor genetik. Bayi yang kurang aktif bergerak juga bisa mengalami kegemukan. Apalagi bila ia selalu makan terlalu banyak. Akibatnya, sel-sel lemaknya berkembang terlalu pesat sehingga mempercepat pembentukan lemak pada tubuhnya.

PERTAMBAHAN BB BAYI PREMATUR

Bagaimana dengan berat badan bayi prematur? Apakah pertambahannya akan lebih sedikit dibandingkan anak seusianya yang lahir cukup bulan? Biasanya, lanjut Hanifah, perlu waktu beberapa tahun agar pertambahan BB anak prematur berlangsung normal. "Karena ia dilahirkan lebih cepat, anak prematur perlu waktu untuk mengejar berat atau tinggi badan anak seusianya."

Riset menunjukkan pada usia 8 tahun anak prematur rata-rata akan mampu mengejar ketertinggalan pertambahan berat dan tingginya. Namun, hasil riset memaparkan anak prematur yang lahir saat usia kehamilan belum genap 32 minggu akan tetap memiliki bobot maupun tinggi badan yang lebih kecil dibanding teman seusianya yang lahir dengan cukup bulan. 

   
Jumlah Posts : 368
Jumlah di-Like : 1
bunda2.. ini ada artikel yg bisa membantu bunda yg sdg bingung ttg sekolah bayi itu penting ga sih?? heheheh Array



======================================



Minggu, 12 Mei 2002







Ketika Bayi dan Bocah Harus Sekolah





Kompas/frans sartono



ISABEL, bocah sembilan bulan yang giginya baru tumbuh dua biji itu sudah "bersekolah". Bayi yang

belum dapat berjalan itu digendong sang ibu untuk mengikuti Gymbaby, program dari Gymboree, sebuah kelompok bermain di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Di sana, bocah imut-imut itu sudah dibiasakan mengucap "kiss bye!"



Isabel hanyalah salah seorang dari ribuan bocah usia balita di Jakarta yang ramai-ramai dibawa orangtua ke taman bermain atau play group yang kini makin meriah di Jakarta. Tamara Bleszinsky, Ayu Azhari, Diah Permatasari, Rina Gunawan, Iis Dahlia, atau mantan model Larasati yang kini atlet berkuda itu, hanyalah sebagain dari mereka yang mengajak anak ke taman bermain.



Ada sejumlah harapan yang tersimpan di benak para orangtua. Ada yang sekadar supaya si anak dapat segera berjalan. Ada pula yang ingin anak mereka terbiasa berbahasa Inggris. Atau bahkan, kata salah seorang ibu di atas, agar si bocah "siap melihat masa depan."



Namun, rata-rata orangtua itu menginginkan agar anak mereka dapat, istilah mereka, bersosialisasi dengan lingkungan. Bahasa sederhananya mungkin tumbuh wajar sebagai anak-anak.



"Saya tidak memaksakan anak saya untuk dapat membaca atau menulis. Saya membutuhkan dia memiliki kemampuan sosialisasi. Saya perlu dia tidak menjadi raja kecil di rumah, tapi agar dia juga menyadari adanya raja-raja yang lain di sekolah," kata Tamara yang mengirim anaknya, Teuku Rsya Islamei Pasya (3) di taman bermain High Scope, Pondok Indah.



Ibu-ibu lain seperti Rina Gunawan (28) atau Iis Dahlia (27) yang kebetulan bergerak di jagat hiburan, mempunyai harapan lain. Antara lain, agar anak mereka mengenal bahasa Inggris di usia dini. Asal tahu saja, banyak di antara sekolah tersebut memang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Bahkan, ada pula yang memang dirancang untuk memberi kemampuan anak berbahasa Inggris sejak dini. Ada yang menggunakan penutur asli.



Jangan heran jika anak penyanyi dangdut Iis Dahlia, atau pemain sinetron Diah Permatasari, sudah merdu ber-cas-cis cus Inggris. Setidaknya mereka dapat mengucap percakapan dasar meski kadang bercampur dengan bahasa Indonesia. Diah, pemeran Si Manis Jembatan Ancol dulu itu, misalnya, mengatakan Marcello (3) putranya yang sekolah di Kinderlands, Pulomas, Jakarta Timur, berbicara campur aduk. "Mama dinosaurus itu is dead."



Rupanya ada persoalan lain yang diungkap banyak orangtua, yaitu soal pergaulan dengan lingkungan sebaya. Mereka kebanyakan tinggal di kompleks perumahan atau malah ada yang di apartemen. Ditambah lagi, mereka adalah para orang sibuk yang tidak setiap saat dapat menemani sang anak bermain. Diah, misalnya, dulu cuma sempat mengeloni anaknya menjelang tidur.





Kompas/dody wisnu pribadi



Begitu sibuknya, Iis Dahlia yang masih menjanda itu sampai mengajak anaknya, Salsadilla Juwita (4), ke arena show dangdut. "Dia sering ikut saya sehingga dia lebih dekat ke komunitas ibunya. Saya daftarkan dia ke Whiston supaya dia berada di komunitas teman sebaya," kata Iis yang tinggal di Permata Puri, Cibubur.



Problem sepi kawan bergaul anak di rumah menjadi alasan Rina Gunawan untuk mencari-cari taman bermain. Presenter acara Campur-Campur di ANteve ini mengincar taman bermain, terutama yang memberi pembiasaan berbahasa Inggris. Sebelumnya, putra Rina, Aqshal (4), didaftarkan di Kidsports, Pondok Indah. "Dia kurang gaul. Kalau diajak ke rumah kawan saya, dia nangis ketemu orang yang belum dikenal," kata Rina yang tinggal di kawasan Bukit Sentul.





***

MUNGKIN itulah mengapa di Jakarta kemudian makin banyak bermunculan taman bermain. Ada yang menyebut mereka dengan nama pre-school, play group, atau TK Mini. Intinya, semua itu adalah tempat kumpul bocah usia mulai enam bulan hingga empat tahun.



"Kampus bocah" itu kini mudah dicari di Jakarta, semisal Tumble Tots, Montesori, Ladybird Preschool and English Activity Center, Gracefields Kindergarten, Kinderland, Kidsports Family Fun & Fitness, Sunshine Pre school, Tutor Time, dan sederet nama-nama "keren" lain. Di antara mereka ada yang diselenggarakan dengan sistem wara laba, setidaknya berkaitan dengan lembaga sejenis di luar negeri. Sementara itu kelompok bermain lokal juga menjadi incaran orangtua. Tersebutlah Taman Bermain Kepompong, Kembang, Kartini, Tadikapuri, Kembang, TK Mini Pak Kasur, dan Mutiara Indonesia.



Lokasi taman bermain bisa di mana saja, namun kebanyakan tak jauh dari kompleks pemukiman kalangan menengah atas seperti Pondok Indah, Bintaro, Kelapa Gading, atau Pulomas. Ada juga yang menempati lantai dasar apartemen, bahkan sampai di mal. Jangan kaget jika jalan-jalan ke Mal Taman Anggrek atau Mal Ciputra di Jakarta Barat, Anda akan menjumpai taman bermain Tumble Tots yang terletak di antara gemerlap toko serba ada dan arena jajan. Namun, ada juga yang menempati areal tersendiri dan dirancang sebagai "sekolahan" seperti Kartini di Cilandak, atau Tutor Time di Pondok Indah. Ada yang menempati bekas rumah tinggal seperti TK Mini Pak Kasur di kawasan Menteng.



Di sanalah bocah-bocah balita diajak bermain. Kata para penyelenggara, si buyung dipersiapkan untuk menjadi anak yang penuh rasa percaya diri, mandiri, dan itu tadi, dapat bersosialisasi dengan lingkungan sebaya. Plus, mereka terbiasa dengan bahasa Inggris yang memang menjadi bahasa pengantar.



Tentu saja setiap kelompok bermain mempunyai program, metode, atau kurikulum berbeda-beda. Mereka juga menggunakan beragam piranti bermain untuk meyampaikan program. Kelompok bermain Amanda Montesori di kawasan Bintaro, misalnya, menerapkan metode untuk mendidik anak dalam usia dini dengan konsep learning by hand, belajar dari pengalaman, pembiasaan gerak tangan.



Montesori misalnya mempunyai piranti yang disebut cloth frame, alat berupa kotak kerangka berukuran 30 x 30 sentimeter. Kerangka tersebut dililiti kain, dilengkapi kancing dan ritsleting, serta dipasang tali. Alat peraga tersebut menurut Duna Uron, pengelola Amanda Montesori, digunakan untuk melatih koordinasi tangan untuk mengancing baju, memakai celana, dan mengenakan sepatu.



Alat peraga lain disiapkan untuk para bocah mengenal bentuk, warna, sampai matematika. Tentu saja, piranti tersebut dirancang untuk bocah yang telah berumur setidaknya dua-empat tahun. Bayi-bayi berumur enam sampai 12 bulan tentu belum mengerti apa itu tali sepatu. Maka metode dan alat lain pun diciptakan untuk mereka.



Bocah-bocah mungil di Gymboree, misalnya, disediakan permainan molly ball berupa bola bosar berdiamter sekitar satu meter.



Anak-anak dinaikkan di atas bola tersebut dan tentu masih dipegangi orangtua. Bola lalu digoyang-goyang sehingga sang anak ikut bergerak seturut gerakan bola. Menurut Yuliana Sutanto, Direktur Gymboree Play & Music yang berlokasi di Apartemen Bumimas, anak-anak yang lama bergabung dengan taman bermain itu memang menampakkan hasil, dibanding sebelum bergabung. Setidaknya menurut pengalaman artis Ayu Azhari yang mengirim anaknya, Atiq Soleman (3) ke Hansel & Gretel, di Pondok Indah. Selain rasa percaya diri yang bertambah, Atiq juga dapat makan tanpa disuapi. Dia juga sudah dapat buang air kecil tanpa bantuan orang lain.



"Dia juga sudah bisa baca. Dia memang lebih cepat dibanding kakaknya dulu," kata Ayu yang tinggal di apartemen di Jakarta Selatan. Demikian juga anak Iis Dahlia yang dulu menangis jika ketemu orang yang belum dikenal itu, kini katanya, malah berani memulai pembicaraan. Malah kadang dengan bahasa Inggris.



Pengalaman salah satu orangtua yang anaknya "disekolahkan" di Tumble Tots di Mal Ambasador tak jauh berbeda. Oni menyadari anaknya, Michael, kurang mendapat stimulasi sehingga pada usia tiga tahun belum bisa bicara. "Ternyata setelah saya masukkan ke taman bermain ini, dia bisa bicara dan jadi cerewet sekali," kata Oni.





***

BEGITULAH anak-anak bermain tak lagi di pelataran rumah atau di bawah semilir pohon. Mereka bermain di taman bermain, di taman bermain ber-AC, terprogram, dan kini telah menjadi semacam kebutuhan orangtua. Atlet berkuda Larasati misalnya, sudah mendaftarkan anaknya di Kepompong sejak si anak berusia empat bulan. "Itu pun saya dapat daftar tunggu urutan 83."



Apa boleh buat, taman bermain telah dianggap menjadi bagian dari tahapan pendidikan anak sebelum TK, SD, dan seterusnya. Mereka berharap anaknya akan lebih siap masuk TK. "Sekarang masuk TK kan pakai tes," kata Iis Dahlia.



Maka, mereka yang jeli melihat peluang kemudian membuka usaha taman bermain. Di antara mereka ada yang dikelola dengan sistem serupa wara laba dengan pemilik usaha di luar negeri. Amanda Montesori di Bintaro, meski menyandang nama serupa dengan lembaga pendidikan serupa yang berasal dari Inggris, namun tidak berbentuk wara laba. Setidaknya, pola usaha mereka tidak persis seperti, katakanlah, perusahaan ayam goreng dari Amerika yang merebak di mana-mana itu. Pengelola Amanda Montesori, seperti dituturkan Dina Uron, hanya diwajibkan mengikuti pelatihan lengkap, termasuk teori dan praktik di perwakilan Montesori.



Memang dimungkinkan calon pengelola sekolah Montesori untuk mengambil pelatihan di London, Malaysia, atau Thailand. Namun, di Kemang, Jakarta Selatan, orang pun dapat membekali diri dengan ilmu Montesori. Di Kemang memang terdapat perwakilan Montesori. "Saya lalu belanja paket dan alat peraga pendidikannya. Kemudian, saya baru meminta izin penyelenggaraan pendidikannya."



Gymboree yang digagas pada tahun 1976 oleh Joan Barnes, ibu dari California, mempunyai bentuk agak lain. Taman bermain yang mempunyai 450 cabang di 18 negara itu segala sesuatunya terkontrol oleh kantor pusat di Amerika. Dari metode, penataan ruang sampai alat-alat yang digunakan semuanya berada di bawah pengawasan pusat.



Misalnya, ada peraturan yang mengatur soal ukuran ruang berikut warna dinding. Ruang ukuran 80 meter persegi maksimal diharuskan menampung 11 anak.



Desain interior, piranti program baik letak maupun warna-warnanya, semuanya terkontrol dan dibuat standar dengan Gymboree di mana pun. "Dekorasi ruang kita di mana-mana sama. Alat-alat yang digunakan semuanya juga sama, dari Amerika. Jadi anak Indonesia yang datang ke Gymboree Malaysia atau negara mana pun akan sama saja," kata Direktur Gymboree.



Hal yang sama juga terjadi dengan Tutor Time yang induknya berada di Florida, AS. Menurut Melania Hamdan, Ketua Yayasan Pendidikan Indonesia Amerika, yang mengelola Tutor Time di Pondok Indah dan Kemang, Jakarta Selatan, taman bermain mereka dijalankan mengikuti standar yang ditentukan dari kantor induk. Ruangan dan alat-alat main harus dibersihkan dengan larutan desinfektan tertentu, alat-alat makan harus dicuci dan tidak boleh dikeringkan pakai lap, setiap tahun para fasilitator dan asistennya harus mengikuti pelatihan. Jumlah guru adalah satu untuk tiap enam murid dengan dua asisten, dan sederet lagi syarat yang akan dikontrol tiap tahun dari Florida.





Kompas/alif ichwan



Besar investasi membuka taman bermain memang beragam. Ada di antara mereka yang harus menyiapkan 80 ribu dollar AS. Separuh dari anggaran tersebut digunakan untuk piranti penunjang program yaitu 40 ribu dollar. Maka bayaran buat sekolah bocah itu juga bisa beragam, tergantung program dan fasilitas yang ditawarkan. Ada yang mulai dengan angka Rp 75.000 per bulan sampai Rp 10 juta per tahun. Montesori misalnya memungut biaya per tiga bulanan antara Rp 2.475.000-Rp 2.750.000. Itu belum termasuk uang pangkal Rp 3 juta. Ada juga yang menarik biaya dari 550-1.500 dollar AS per 10 minggu, tergantung jumlah hari anak ikut sekolah setiap minggunya.



Biaya memang relatif. Namun, tampaknya orangtua tidak akan hirau angka sejauh sang anak mendapat pendidikan yang baik. Seperti dikatakan Diah Permatasari, "Saya menomorsatukan kualitas pendidikan. Jadi semahal apa pun saya kejar. Saya tidak ingin anak saya terbelakang," kata Diah.





***

TENTU tidak semua kelompok bermain memasang tarif tinggi, terutama untuk kelompok bermain yang tidak ada hubungannya dengan wara laba. Seperti Kelompok Bermain Kembang yang didirikan dan sampai sekarang masih dipimpin Yaya Suwarso dan berlokasi di Jalan Selat Bangka, Kemang.



Kelompok bermain yang muridnya campuran antara anak-anak Indonesia dan anak-anak warga asing yang tinggal di daerah Kemang dan berdiri sejak tahun 1974 ini tetap menggunakan bahasa pengantar Indonesia secara umum. Di sini, penekanannya adalah pada pembiasaan kehidupan sehari-hari, seperti mencuci tangan sebelum makan, pergi ke toilet, sampai melatih motorik halus dan kasar. Ada kolam pasir di sana, ada alat panjat di dindingnya, selain bermain dengan alat-alat "tradisional" seperti lilin, krayon, dan menyusun balok kayu.



Ruangannya yang dibuat tanpa jendela menyebabkan angin semilir memasuki ruangan dengan bebas. "Pada fase balita, hasil tidak menjadi tujuan belajar. Kategorisasi hasil kerja anak misalnya bagus atau jelek, dihindarkan demi merangsang kreativitas anak. Tekanan pengajaran adalah pada kepuasan anak yang tertentu berbeda derajatnya pada setiap anak," tutur Yaya yang tidak menerapkan suatu metode tertentu karena pengalamannya menunjukkan setiap metode memiliki keunggulan yang berbeda-beda.



Begitu juga suasana di TK Mini Pak Kasur di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, yang berdiri sejak tahun 1958. Meskipun ruangan diberi pendingin ruangan, suasananya jauh dari mewah. Menurut Bu Kasur, TK pimpinannya memang tidak mendahulukan penampilan, tetapi kualitas pendidikan. "Kalau kami mengejar penampilan, maka biaya yang harus kami keluarkan akan besar sekali. Tidak saja untuk modal awal, tetapi juga untuk biaya perawatan sesudahnya," tutur Bu Kasur yang bernama asli Sandyah ini.



Meskipun tidak mewah, nama besar Pak Kasur (almarhum) dan Bu Kasur (76) sebagai tokoh pendidik anak-anak, menjadi daya tarik orangtua memasukkan anaknya ke TK Mini Pak Kasur. Selain di Cikini, TK ini juga ada di Pasar Minggu, Cipinang Indah, Kemang Pratama, dan Banjarwijaya (Tangerang). Selain itu, uang pangkalnya "hanya" Rp 1 juta-Rp 1,5 juta, sementara uang sekolahnya antara Rp 50.000-Rp 75.000 per bulan.



"Pak Kasur sangat menekankan pendidikan tidak boleh diperdagangkan. Kalau bisa, kita bahkan membantu. Segala kesulitan itu bisa dikomunikasikan. Bila kita mengelola sekolah dengan transparan tentu orangtua dan guru mau mengerti dan membantu mengatasinya," kata Bu Kasur. (ARN/ODY/XAR/NMP)



Design By KCM

Copyright 2002 Harian KOMPAS



============================================



gimana ???



Array Array Array
   
12-01-2016 14:18:43 KB Kalender
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda,

Untuk dapat menggunakan KB kalender, maka siklus menstruasi sebaiknya diketahui dan terjadi secara regular untuk dapat di perkirakan rentang masa subur dari siklus tersebut.

Pemberian ASI kepada bayi juga merupakan KB alami pada seorang ibu setelah ia melahirkan dan sangat efektif dalam jangka 6 bulan setelah melahirkan. Ketika bayi menyusu, akan menimbulkan rangsangan pada puting susu dan mengirimkan sinyal kepada otak untuk memproduksi hormone prolaktin yang akan mencegah FSH dan GnRH untuk memproduksi sel telur sehingga tidak terjadi menstruasi. Metode KB alami ini hanya dapat dilakukan apabila:

• Para ibu yang hanya memberikan ASI kepada bayinya tanpa adanya susu formula atau pengganti ASI lainnya.

• Belum sama sekali mengalami menstruasi setelah ia melahirkan.

• Bayi berumur kurang dari enam bulan setelah melahirkan.

Cara melakukan KB alami dengan cara menyusui ASI tersebut adalah sebagai berikut:

• Segera memberikan ASI setelah bayi dilahirkan.

• Menyusui ASI sebanyak 6-10 kali sehari .

• Hindari jangka waktu yang terlalu lama antara waktu menyusui bayi (setidaknya setiap 4 jam sekali pada waktu siang dan 6 jam sekali pada malam hari).

• Hindari penggunaan menyusui dengan botol dan penggunaan empeng bayi (pacifier).

• Jangan berikan makanan atau minuman pendamping ASI apapun jenisnya, hanya berikan ASI saja.

Meskipun pemberian ASI eksklusif dapat memberikan efek kontrasepsi, namun untuk mencegah kehamilan sebaiknya tetap melakukan KB dengan metode kontrasepsi dengan KB pil laktasi, KB suntik 3 bulan (depo), KB IUD ataupun kondom.

   
07-01-2016 11:17:13 haid pasca melahirkan
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda,
Menstruasi setelah masa nifas sebenarnya dapat terjadi kapan saja bervariasi dari satu ibu dengan ibu yang lainnya. Ada yang mengalami segera pada bulan berikutnya setelah masa nifas, atau pun lebih lama dari itu. Pemberian ASI secara eksklusif dan kontinyu setelah melahirkan dapat memberikan efek kontrasepsi dan mencegah kehamilan, namun efek lain yang akan ditimbulkan adalah terganggunya siklus menstruasi yang dapat berupa keluarnya flek-flek berkepanjangan ataupun tidak adanya menstruasi sama sekali. Efek-efek ini juga dapat ditimbulkan oleh kontrasepsi KB suntik 3 bulan. Apabila nantinya bunda mengalami flek yang berkepanjangan ataupun tidak menstruasi sama sekali maka hal yang bunda alami dapat disebabkan oleh keadaan-keadaan tersebut. Namun ada baiknya bagi bunda untuk melakukan pemeriksaan kepada bidan atau dokter bunda untuk mengetahui lebih jelas lagi.

Pemberian ASI kepada bayi juga merupakan KB alami pada seorang ibu setelah ia melahirkan dan sangat efektif dalam jangka 6 bulan setelah melahirkan. Ketika bayi menyusu, akan menimbulkan rangsangan pada puting susu dan mengirimkan sinyal kepada otak untuk memproduksi hormone prolaktin yang akan mencegah FSH dan GnRH untuk memproduksi sel telur sehingga tidak terjadi menstruasi. Metode KB alami ini hanya dapat dilakukan apabila:

• Para ibu yang hanya memberikan ASI kepada bayinya tanpa adanya susu formula atau pengganti ASI lainnya.

• Belum sama sekali mengalami menstruasi setelah ia melahirkan.

• Bayi berumur kurang dari enam bulan setelah melahirkan.

Cara melakukan KB alami dengan cara menyusui ASI tersebut adalah sebagai berikut:

• Segera memberikan ASI setelah bayi dilahirkan.

• Menyusui ASI sebanyak 6-10 kali sehari .

• Hindari jangka waktu yang terlalu lama antara waktu menyusui bayi (setidaknya setiap 4 jam sekali pada waktu siang dan 6 jam sekali pada malam hari).

• Hindari penggunaan menyusui dengan botol dan penggunaan empeng bayi (pacifier).

• Jangan berikan makanan atau minuman pendamping ASI apapun jenisnya, hanya berikan ASI saja.

Meskipun pemberian ASI eksklusif dapat memberikan efek kontrasepsi, namun untuk mencegah kehamilan sebaiknya tetap melakukan KB dengan metode kontrasepsi dengan KB pil laktasi, KB suntik 3 bulan (depo), KB IUD ataupun kondom.


Bila Bunda mengeluhkan sebah atau nyeri saat buang gas, mungkin karena Bunda kurang melakukan gerakan sehari-hari, cobalah berjalan-jalan atau olahraga ringan jika sudah pulih.