SITE STATUS
Jumlah Member :
493.830 member
user online :
1130 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: darah menstruasi banyak setelah melahirkan

New Topic :  
05-07-2015 17:58:13 Asi saya kering
Jumlah Posts : 437
Jumlah di-Like : belum ada like
Dashyatnya Manfaat Air Susu Ibu (ASI)
Manusia minum air susu manusia, sapi minum air susu sapi, ini merupakan prinsip yang tak dapat diubah. Namun entah mulai kapan di bawah dorongan propaganda beraneka rupa iklan susu bubuk, membuat masyarakat pada umumnya mempunyai pemikiran yang salah, yakni susu sapi adalah yang terbaik, baru kemudian air susu ibu (ASI). Namun pada kenyataannya, coba kita pikirkan, tiap pabrik susu bubuk dengan segala upaya memperbaiki susunan gizi dalam susu bubuk, tujuannya adalah supaya kualitas susu bubuknya sebisa mungkin mirip dengan kualitas ASI. Maka jelas ASI adalah pilihan paling tepat bagi bayi anda.
1. Bayi cerdas sehat dan memiliki EQ yang baik
Jika tidak ada suatu masalah khusus, ASI semakin di minum akan semakin bertambah banyak, jadi tidak perlu merasa kuatir kekurangan. ASI selalu mempunyai suhu standarnya, tingkat kesegaran yang prima dan bebas bakteri, serta mudah dicerna. ASI mengandung berbagai macam zat antibodi yang berasal dari ibu, memberi perlindungan terhadap berbagai sumber penularan penyakit bagi bayi. Bayi yang minum ASI dibanding dengan bayi yang minum susu bubuk buatan, lebih jarang terjangkit bermacam penyakit akut maupun kronis. ASI juga bisa mengikuti pertumbuhan bayi dengan otomatis merubah komposisinya, untuk menyesuaikan kebutuhan setiap tahap masa pertumbuhan bayi. ASI tidak mengandung jenis protein dari benda lainnya, bisa mengurangi kemungkinan yang mengakibatkan bayi terkena alergi. ASI mengandung komposisi gizi yang sangat dibutuhkan oleh pertumbuhan otak bayi, uji klinis telah membuktikan bahwa bayi yang dibesarkan dengan ASI, IQ-nya (Intellegencia Quotient) lebih tinggi. Melalui proses menyusui, pendekatan intim antara bayi dan ibu, lebih mudah menumbuhkan EQ bayi dalam kepercayaan diri sendiri maupun orang lain.
2. Ibu sehat cantik dan ceria
Ibu yang menyusui setelah melahirkan zat oxytoxin-nya akan bertambah, sehingga dapat mengurangi jumlah darah yang keluar setelah melahirkan. Kandungan dan perut bagian bawah juga lebih cepat menyusut kembali ke bentuk normalnya. Ibu yang menyusui bisa menguras kalori lebih banyak, maka akan lebih cepat pulih ke berat tubuh sebelum hamil. Ketika menyusui, pengeluaran hormon muda bertambah, menyebabkan ibu dalam masa menyusui tidak ada kerepotan terhadap masalah menstruasi, pada masa ini juga mengurangi kemungkinan terjadinya kehamilan diluar rencana. Menyusui setelah melahirkan dapat mempercepat pemulihan kepadatan tulang, mengurangi kemungkinan menderita osteoporosis (keropos tulang) setelah masa menopause. Menurut statistik, menyusui juga mengurangi kemungkinan terkena kanker indung telur dan kanker payudara dalam masa menopause. Juga ibu yang menyusui tidak perlu bangun tengah malam untuk mengaduk susu bubuk, ketika pergi bertamasya juga tidak perlu membawa setumpuk botol dan kaleng susu, bukankah bisa menjadi seorang ibu yang santai dan gembira.

3. Meringankan beban pengeluaran keluarga
ASI tersedia secara alamiah, ibu hanya perlu menguasai gizi yang seimbang dan cukup, tidak perlu kuatir kekurangan. Minum ASI bisa menghemat pengeluaran tambahan tiap bulan untuk membeli susu, tidak perlu beli botol susu dan alat untuk mensterilkan. Lagi pula bayi yang minum ASI daya tahan tubuhnya lebih kuat, dan jarang menimbulkan efek alergi pada tubuh, sehingga jarang sakit dan mengurangi pengeluaran biaya pengobatan.
4. Menyayangi bumi, menyukseskan perlindungan alam
ASI bersuhu alami segar bebas bakteri, maka tak perlu dipanaskan dan disteril, bisa mengurangi pemborosan bahan bakar, lagi pula untuk memenuhi kebutuhan susu bubuk yang berlebihan, dunia kita membutuhkan berapa alam hijau, bahkan menebang pohon pelindung hutan, untuk memelihara sapi perah yang lebih banyak? Melepaskan susu bubuk dan menggunakan ASI, bisa menghemat berapa banyak sampah botol dan kaleng susu yang dibuang? Jika setiap wanita setelah melahirkan mau menyusui dengan ASI selama 1 tahun, tentunya akan menghemat berapa banyak pembalut wanita?

Sumber: dr. Zhan
   


Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Dear dr.Tanti
Dok, mohon penjelasan mengapa setelah nifas selama 38 hari, saya mengeluarkan darah kembali seperti darah haid. Apakah itu benar2 haid atau masih nifas? mengingat saat nifas darah yang keluar tidak sebanyak darah saat haid. Setelah melahirkan, saya langsung disuntik KB 3 bulan dan saya menyusui secara rutin.
Terima kasih

Ayu


Dari : ayu indah

Jawaban:

Dear Bunda,

Menstruasi setelah masa nifas sebenarnya dapat terjadi kapan saja bervariasi dari satu ibu dengan ibu yang lainnya. Ada yang mengalami segera pada bulan berikutnya setelah masa nifas, atau pun lebih lama dari itu.
Pemberian ASI secara eksklusif dan kontinyu setelah melahirkan dapat memberikan efek kontrasepsi dan mencegah kehamilan, namun efek lain yang akan ditimbulkan adalah terganggunya siklus menstruasi yang dapat berupa keluarnya flek-flek berkepanjangan ataupun tidak adanya menstruasi sama sekali. Efek-efek ini juga dapat ditimbulkan oleh kontrasepsi KB suntik 3 bulan.
Apabila nantinya bunda mengalami flek yang berkepanjangan ataupun tidak menstruasi sama sekali maka hal yang bunda alami dapat disebabkan oleh keadaan-keadaan tersebut. Namun ada baiknya bagi bunda untuk melakukan pemeriksaan kepada bidan atau dokter bunda untuk mengetahui lebih jelas lagi.
Demikian jawaban saya semoga dapat membantu.
   
27-10-2013 19:37:32 suplemen pelancar asi
Jumlah Posts : 20
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda2 mo ty nih...kalo konsumsi milmor saat hamil boleh ga? apa setelah konsumsi milmor itu asinya jd banyak setelah melahirkan?
   


19-01-2013 21:06:10 Penambah Darah
Jumlah Posts : 395
Jumlah di-Like : 4
Dear Bunda hanien,

Terima Kasih atas pertanyaannya.
Saat wanita hamil. sistem peredarannya akan meluas, maka ada kemungkinan turunnya tekanan darah. Saat 24 minggu pertama kehamilan, tekanan sistole dapat turun 5 sampai 1- mmHg, dan diastol sebanyak 10 hingga 15 mmHg. Hal ini normal dan dapat kembali ke tekanan darah sebelum kehamilan setelah melahirkan. 
Tekanan darah rendah saat kehamilan hingga menyebabkan pusing dan pingsan harus segera ditangani.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari tekanan darah rendah : 

- Pastikan anda mendapat asupan likuid yang cukup dan hindari tempat yang panas karena salah satu penyebab umum tekanan darah rendah adalah dehidrasi.
- Berbaringlah miring daripada telentang.
- Jika anda merasa lemas seperti akan pingsan, tidur dan posisikan kaki lebih tinggi dari pada badan hingga tidak merasa pusing lagi. 
- Jangan langsung berdiri setelah duduk atau tiduran.
- Makan makanan tinggi vitamin B12 seperti ikan, susu, keju dan daging. 

Saya sarankan bunda untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum mengkonsumsi suplemen apapun.

Semoga informasi dari saya membantu.
Terima Kasih
,


   
18-07-2015 23:10:16 tidak mens setelah melahirkan
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

Siklus Menstruasi Pasca Melahirkan

Posted:2015-06-10 15:50:26


 

Pasca melahirkan siklus menstruasi Bunda tidak teratur? Terkadang sebulan bisa menstruasi dua kali dan dalam tempo yang lama, terkadang tidak menstruasi sama sekali. Atau bahkan ada yang belum menstruasi hingga si kecil berusia 1,5 tahun. Hal ini tidak jarang membuat Bunda kuatir dan merasa ada sesuatu yang tidak normal. Jangan kuatir,Bun. Yuk, simak artikel berikut.

Penyebab tidak teratur
Sebelum kita mencari tahu solusinya kita perlu tahu apa yang menyebabkan menstruasi tidak teratur pasca melahirkan. Menstruasi tidak teratur pasca melahirkan disebabkan beberapa faktor:
1. Perdarahan pasca melahirkan
Sebenarnya perdarahan ini bukanlah darah menstruasi. Darah yang keluar ini adalah darah yang tersisa dari perdarahan yang terjadi di dalam rahim. Darah ini akan berkurang dan hilang perlahan setelah 4-5 minggu.
2. Fisik dan mental
Setelah melahirkan fisik dan mental Bunda mungkin terlalu lelah. Ditambah lagi kesibukan mengurus si kecil yang membuat Bunda sulit beristirahat. Bunda bisa stress. Hal ini mempengaruhi siklus menstruasi Bunda. Peran Ayah sangat diperlukan dalam kondisi ini supaya fisik dan mental Bunda perlahan kembali pulih.
3. Menyusui
Pada saat menyusui tubuh memproduksi hormon proklatin. Hormon prolaktin berfungsi untuk meningkatkan kelenjar hipofisis supaya Air Susu Ibu (ASI) berproduksi lebih banyak. Proses ini menekan ovulasi sehingga membuat siklus menstruasi tidak teratur.

Solusi
Siklus mentruasi yang tidak teratur saat ini hanya bersifat sementara dan itu semua normal. Jadi, Bunda tidak perlu mengonsumsi obat-obatan yang tidak perlu. Diet seimbang dengan nutrisi lengkap setiap hari, olahraga ringan, banyak minum air putih, jus buah dan sayur, istirahat dan tidur yang cukup dapat menghindarkan Bunda dari stress yang bisa mempengaruhi siklus menstruasi Bunda.

Nah, Bunda tidak perlu kuatir lagi. Karena terganggunya siklus menstruasi ini dialami hampir semua wanita pasca melahirkan. Bila Bunda ragu, Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan Bunda.

Tips:
Konsumsi suplemen asam folat sebagai penunjang nutrisi tambahan Bunda pasca melahirkan dan selama menyus

   


Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
selamat sore dok, mau tanya, saya melahirkan 4 bln yang lalu dengan sesar. Saya tidak tahu apakah saya sudah dipasangkan kb, akan tetapi di persetujuan tindakan medik dikatakan langsung dipasangkan spiral. haid pertama saya setelah operasi itu darahnya keluar banyak. memang tidak lama sekitar 5 hari. Pertanyaan saya adalah :
1. Apakah pendarahan itu artinya saya sudah dipasangkan alat kb?
2. Baru2 ini saya merasa didalam (maaf) vagina saya teraba seperti kawat. apakah itu spiral? wajar tidak teraba?
3. Apakah wajar jika pendarahan setelah dipasangkan alat kb?.
Sebelumnya terima kasih atas jawabannya.


Dari : sri wahyuningsih

Jawaban:

Dear Bunda,







Setelah masa nifas berakhir, maka siklus menstruasi akan berangsur normal dan teratur kembali. Pada akseptor KB spiral terkadang mengeluhkan adanya spotting atau flek, kram saat menstruasi dan jumlah darah menstruasi yang bertambah dari biasanya namun efek ini tidak selalu dialami oleh semua pengguna KB IUD. KB IUD memiliki benang yang akan keluar dari mulut rahim sampai pada liang vagina, pengguna KB IUD dapat meraba keberadaan benang tersebut (yang kadang di potong agak pendek untuk kenyamanan) pada liang vagina, benang ini nantinya berfungsi untuk menarik KB IUD keluar dari rahim saat pelepasan KB IUD juga sebagai indikator bagi pengguna bahwa KB IUD masih berada pada tempatnya. KB IUD tidak mengganggu ataupun terasa saat berhubungan intim karena letaknya berada di dalam rahim bukan pada liang vagina. Setelah pemasangan KB IUD sebaiknya dilakukan pemeriksaan follow up atau lanjutan untuk meyakinkan bahwa KB IUD telah berada pada tempatnya dan tidak ditemui masalah yang bersangkutan dengan pemakaian KB IUD tersebut.






   
Jumlah Posts : 19
Jumlah di-Like : belum ada like

Intimate Tissue Double Majakani
PERTAMA Di INDONESIA! 
Tissue HERBAL Khusus Untuk Organ Intim Wanita
Mengetatkan, Atasi Keputihan & Cegah Kanker Serviks
Lebih Kesat & Lebih Sensitif 
Produk PREMIUM & TERLARIS Dari Boyke & Co
TISSUE DOUBLE MAJAKANI 
Double Majakani Extracts INTIMATE TISSUE with CHAMOMILE
Banyak dari kaum perempuan yang mengalami STRES, Hal ini tidak dapat dianggap sebagai hal biasa, karena tanpa disadari dapat menyebabkan keputihan serta lendir yang berbau, Jika ini dibiarkan berkepanjangan maka akan mengganggu keharmonisan dalam berhubungan dengan pasangan. Bahkan bisa memicu terjadinya kanker serviks (leher rahim).
Tissue kesehatan yang digunakan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim. Dengan formula bebas alkohol , ph balance dan extrak bahan alami, menjadikan sebagai pembasuh yang sangat lembut, aman, bebas iritasi dan segar sepanjang hari.
Tiap Wanita Berisiko Terkena KANKER SERVIKS! 
Tiap 1 Jam, 1 Wanita Indonesia *Meninggal* Karenanya
Sudahkah Anda Menyadari & Mencegahnya?
FAKTA Yang Anda Harus Ketahui :
Di Indonesia, setiap harinya 40-45 perempuan terdiagnosis kanker serviks dan 20-25 diantaranya meninggal karenanya.
Kanker serviks merupakan kanker tersering di Indonesia
Dampak yang dapat ditimbulkan kanker serviks pada perempuan sangat banyak, dikarenakan kasus kanker serviks terbanyak muncul pada saat perempuan berada dalam usia produktif yaitu antara 30-50 thn.
Dampak yang dapat timbul adalah:
Gangguan kualitas hidup : psikis, fisik dan kesehatan seksual.
Dampak sosial dan ekonomi (finansial).
Pengaruh pada perawatan, pendidikan anak dan suasana kehidupan keluarga.
Bagaimana Gejala KANKER SERVIKS?
Kebanyakan infeksi HPV dan kanker serviks stadium dini berlangsung tanpa menimbulkan gejala sedikitpun sehingga penderita masih dapat menjalani kegiatan sehari-hari.
Namun, jika dilakukan pemeriksaan deteksi dini dapat ditemukan adanya sel-sel serviks yang tidak normal yang disebut juga sebagai lesi prakanker.
Bila kanker sudah mengalami progresifitas atau stadium lanjut maka gejala-gejala yang dapat timbul antara lain:
Pendarahan setelah senggama.
Pendarahan spontan yang terjadi antara periode menstruasi rutin.
Timbulnya keputihan yang bercampur dengan darah dan berbau.
Nyeri panggul dan gangguan atau bahkan tidak bisa buang air kecil.
Nyeri ketika berhubungan seksual.
Jangan tunda untuk menghubungi dokter anda jika Anda menemui gejala tersebut



KANDUNGAN & MANFAAT INTIMATE TISSUE DOUBLE MAJAKANI (TDM) Dengan FORMULA CHAMOMILE
Intimate Tissue Majakani mengandung extrak alami buah Majakani Piper Betle, Lactic Acid & CHAMOMILE serta Vitamin E yang berfungsi untuk membantu :

Mengetatkan otot organ intim wanita
Memberikan rasa kesat di organ kewanitaan
Menstabilkan PH asam & mengurangi cairan (basah) berlebihan
Membuat aroma lebih wangi disekitar organ intim
Membantu mengencangkan otot-otot perut & rahim setelah melahirkan
Membina rahim & membersihkan selepas bersalin & haid
Mencegah Keputihan
Menghilangkan gatal-gatal pada organ intim
Mencegah jamur yang menyebabkan bau tak sedap
Menjaga agar kulit sekitar organ intim tetap sehat dan terawat.
Mencegah Kanker Serviks (bukan melalui hubungan pasutri) 
Tahukah anda? SETIAP perempuan berisiko terkena kanker serviks 
dan tiap 1 jam, 1 wanita indonesia meninggal karena kanker mematikan tersebut.
Menghaluskan & melembutkan kulit area organ kewanitaan
Merileksasikan otot kewanitaan
Mengatasi KRAM saat menstruasi

CARA PEMAKAIAN INTIMATE TISSUE DOUBLE MAJAKANI (TDM)
Gunakan Intimate Tissue ini pada organ intim kewanitaan & selipkan sebagian saja lalu biarkan, diamkan 15-20 menit. Karena bidang tisu cukup lebar, bisa di bagi 2 untuk siang & malam, Sedangkan untuk membersihkan organ intim gunakan dari dalam kearah luar organ intim kewanitaan tanpa perlu di bilas kembali.

Apakah TDM Tisu double Manjakani Bisa untuk Ibu Hamil??

BISA, karena TDM terbuat dari bahan alami tanpa bahan kimia, malah sangat baik & sangat dianjurkan, karena biasanya ibu hamil terjadi keputihan.

   
12-11-2012 16:10:53 Q U I Z
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
Perubahan Fisik Pada Ibu

Menjadi Seorang Ibu
Kehamilan merupakan peristiwa yang sangat berarti dan dinanti-nantikan oleh setiap keluarga terutama pasangan muda. 

Tetapi kadang perubahan yang terjadi di saat seperti ini dapat menyebabkan stress fisiologis bagi calon ibu.

Secara umum, Ibu akan mengalami perubahan fisik yang jelas, seperti:

  • Berhentinya menstruasi
  • Perut dan payudara membesar
  • Terjadi perubahan pada kulit
     

Pengaruh kehamilan terhadap tiap wanita berbeda-beda. Kondisi fisik dan mental seseorang sangat mempengaruhi dampak perubahan ini.

Terhentinya menstruasi, terlebih apabila telah terlewatkan dua kali sering dijadikan acuan utama tanda kehamilan namun perlu diperhatikan dan dikonsultasikan kepada dokter kandungan, sebab perubahan iklim dan tempat atau migrasi, keadaan depresi, juga penyakit kronik dapat menyebabkan hal ini terjadi.

Perubahan di awal kehamilan
Pada trimester pertama, calon ibu akan merasakan perubahan pada kulit. Sebagian wanita akan mengeluarkan bintik-bintik kecil merah disekitar wajah, leher, dada, dan tangan namun hal ini tidak berbahaya. Calon ibu tidak perlu khawatir akan timbulnya flek hitam disekitar wajah, di tengah perut, leher, ketiak, puting susu, dan di sekitar paha atas karena biasanya tanda-tanda hitam ini akan hilang atau mulai berkurang setelah melahirkan. Begitu juga di beberapa tempat seperti di vagina, warna kulit akan menjadi lebih gelap keunguan atau kebiru-biruan.

Sensasi payudara calon ibu akan terasa lebih halus dan peka. Di bulan kedua, ukuran payudara akan membesar. Puting susu juga akan nampak lebih besar dan keras serta berwarna lebih gelap dan disekitarnya akan timbul bintik-bintik kecil. Selain itu, pembuluh darah halus akan terlihat lebih jelas.

Bukan itu saja, rasa mual sering juga terjadi di awal kehamilan. Biasanya hal ini dialami saat pagi hari atau ketika mencium bau-bauan tertentu, seperti bau amis, bau bumbu yang tajam, atau bau yang menyengat hidung lainnya.

Morning sickness
Rasa mual sering disebut ’morning sickness’. Secara fisik, keadaan ini disebabkan oleh perubahan hormon di dalam tubuh, dimana hormon estrogen dan progesteron meningkat sehingga berdampak menekan sistem syaraf pusat dan membuat penciuman ibu lebih peka. Ibu dapat menghindari bau-bauan yang terlalu menyengat, juga lebih rajin menggosok gigi karena hal ini dapat membantu.

Secara emosional hal ini terkadang timbul akibat rasa cemas calon ibu di masa kehamilannya atau keinginan untuk lebih diperhatikan oleh suami. Gejala ’morning sickness’ akan berkurang dan hampir-hampir tak terasa apabila dalam menjalani masa kehamilannya calon ibu merasa bahagia serta memiliki pola makan yang baik.

Makanan yang berlemak dan siap saji, serta pola makan yang tidak baik juga dapat berpengaruh terhadap rasa mual yang dialami oleh ibu.

Mengatasi rasa mual
Untuk mengatasi gejala ini, sebaiknya ibu mengkonsumsi makanan yang mudah dicerna seperti:

  • Kentang
  • Ubi Jalar
  • Jagung
  • Mie
     

dan makanan yang mengandung zat tepung lainnya, bukan makanan yang berlemak atau makanan siap saji. Makanlah dalam porsi yang kecil namun sering, yaitu lima sampai enam kali sehari.

Rasa ingin muntah dapat juga disebabkan karena keadaan tubuh yang kekurangan cairan atau mengalami dehidrasi. Minumlah lebih banyak air putih dan jus buah serta hindari minuman bersoda karena gas dalam perut dapat mengganggu pencernaan.

Ibu dapat pula berkonsultasi dengan dokter untuk diberikan vitamin anti mual dengan dosis yang tepat.

Hal-hal yang perlu diwaspadai
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diwaspadai selama masa kehamilan. Apabila salah satu dari gejala-gejala yang ada di bawah ini timbul sebaiknya ibu berkonsultasi kepada dokter kandungan anda.

  • Kekurangan berata badan (setidaknya pertambahan berat selama hamil seluruhnya sebanyak 6 kg)
  • Balik kelopak mata pucat (harus berwarna merah atau merah muda)
  • Kaki, tangan, dan wajah terkadang bengkak
  • Emosi meledak-ledak
  • Berpenyakit, sakit jantung, radang paru-paru, dan penyakit lain
  • Sakit pada waktu buang air kecil
     
   
29-08-2012 23:18:11 nifas atau menstruasi yahh??
Jumlah Posts : 18
Jumlah di-Like : belum ada like
haii bunda2 cantik....
salam kenal....

mo nanya donk,, aku habis melahirkan 3 bulan yang lalu secara SC..lalu nifas selama 3 minggu.. dari setelah melairkan sampai 3 minggu itu darah nifas ku gak banyak... gak perlu pake pembalut bersalin cukup pakai pembalut biasa.. 1 minggu setelah selesai nifas aku "berdarah" lagii selama 7 hari kemudian berhenti... nah 1 bulan kemudiann datang lagi di tanggal yang sama...
kira2 yang aku alami itu masi nifas atau udah menstruasi yah bun?? soalna pengalaman mama aku dapat menstruasi baru pada bulan ke 5 setelah melahirkan... bulan ini udah aku tunggu2 belum datang... takutnya kebobolan >.<
aku gak ASI Eksklusif...

   
12-05-2010 08:52:06 perut di garuk boleh ga sich?
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like

Kehamilan ibarat sebuah keajaiban. Di dalam perut seorang ibu tumbuh janin. Hampir dipastikan kehamilan ini kerap dibarengi kerewelan karena muncul berbagai gangguan. Apa saja?

Saat Anda berbadan dua memang bukan cuma membawa perubahan suasana hati, tapi juga mengakibatkan munculnya beberapa “penyakit”. Kendati begitu, calon ibu tak perlu mengkhawatirkannya. Karena biasanya tidak berbahaya. Kecuali pada beberapa kasus patut dicurigai jika “penyakit” ini berlanjut makin parah.

Nah, apa saja gangguan tersebut? Ikuti pemaparan di bawah ini:

* Perubahan Pembuluh Darah.

Akan tampak garis biru yang samar-samar di bawah kulit, pada payudara, dan perut. Itu adalah kondisi normal saat hamil. Jaringan pembuluh darah mengembang untuk membawa darah lebih banyak bagi kehamilan.

Tak perlu dikhawatirkan karena umumnya akan menghilang dengan sendirinya setelah melahirkan.

* Varises.

Pembuluh darah balik (vena) yang normal dan sehat membawa darah kembali ke jantung dari anggota tubuh. Karena harus bekerja melawan gaya berat, maka pembuluh vena dirancang untuk memiliki serangkaian katup yang mencegah membaliknya aliran darah. Bila katup ini hilang, darah cenderung berkumpul pada vena di mana tarikan gaya beratnya besar (seperti kaki, anus/vulva).

Masalah ini lebih sering terjadi pada wanita yang kegemukan daripada pria, dan sering muncul pertama kali saat hamil. Lantaran bertambahnya tekanan pada vena kaki, volume darah yang bertambah, terjadinya relaksasi otot-otot pada pembuluh darah yang disebabkan oleh hormon kehamilan.

Varises pada kehamilan dapat dicegah, antara lain dengan menghindari: kenaikan berat badan berlebih, duduk terlalu lama, mengangkat barang berat, mengejan terlalu kuat saat buang air besar, menggunakan pakaian ketat, merokok, dan sebagainya.

Penghilangan varises lewat pembedahan tak dianjurkan saat hamil. Toh, kebanyakan varises ini akan menghilang sendirinya setelah melahirkan. Biasanya saat berat badan kembali normal.

“Yang dikhawatirkan jika varises terdapat pada jalan lahir. Karena akan mengganggu proses persalinan. Mungkin bisa terjadi perdarahan,” ujar dr. Nanang.

* Guratan pada Perut.

Gurat-gurat di atas perut diakibatkan oleh meregangnya kulit. Biasanya karena pertambahan berat badan yang terlalu banyak/cepat.

Gurat-gurat ini memang sulit untuk dihilangkan, tapi tak perlu berkecil hati. Anggap saja itu sebagai hadiah dan bagian dari kesempurnaan Anda sebagai wanita yang telah melahirkan.

Perlu para ibu ketahui, perut hamil memang perut yang gatal dan akan bertambah gatal seiring bertambahnya usia kehamilan. Ini disebabkan perut ibu membesar sehingga kulit perut meregang. Akibatnya kulit menjadi kering.

Kendati terasa gatal, hindari untuk menggaruk. Cukup olesi dengan cairan pelembab kulit. Memang tak akan menghilangkan sama sekali rasa gatal. Paling tidak, bisa mengurangi keadaan tersebut.

* Perut Terasa Panas.

Pada awal kehamilan, tubuh akan memproduksi sejumlah progesteron dan estrogen yang cenderung melemaskan semua jaringan otot halus di seluruh tubuh, termasuk saluran pencernaan. Akibatnya kadang-kadang makanan berjalan lambat di dalam sistem pencernaan, sehingga perut terasa kembung dan panas.

Rasa panas di perut akibat melemasnya cincin otot yang memisahkan kerongkongan dengan lambung. Akibatnya, makanan dan cairan yang keras serta asam dapat masuk ke kerongkongan dari lambung. Asam lambung ini merangsang dinding kerongkongan yang peka sehingga menyebabkan rasa panas. Untuk menghindarinya usahakan makan sedikit-sedikit tapi sering. Hindari posisi membungkuk dengan melekukkan pinggang.

* Mual di Pagi Hari.

Morning sickness atau mual dui pagi hari lumrah terjadi pada kehamilan. Hampir semua ibu hamil mengalaminya. Biasanya terjadi pada tiga bulan pertama kehamilan. Tetapi kadang ada yang sangat berlebihan, mual sepanjang 9 bulan (hiperemesis gravidarum). Penyebab mual ini adalah akibat peningkatan kadar hormon estrogen dan HCG (human chorionic gonadotrophine) dalam serum darah ibu.

Tak ada obat yang paling ampuh untuk menghilangkan rasa mual. “Bisa dicegah dengan menghindari makanan atau sumber penyebab mual tersebut,” kata dr. Nanang.

* Tak Suka Susu.

Banyak ibu yang khawatir dengan kondisi janin karena ia tak suka susu. Sebetulnya yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil adalah janin tak perlu susu, melainkan kalsium. Tentunya banyak bahan pengganti susu yang tak kalah kandungan kalsiumnya.

* Sembelit.

Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya relaksasi otot-otot saluran pencernaan akibat meningkatnya hormon-hormon kehamilan sehingga sistem pembuangan menjadi lamban. Penyebab lain, tekanan dari rahim yang terus tumbuh kepada usus menghambat kegiatan normal usus.

Anda dapat menghindarinya dengan mengkonsumsi cukup makanan berserat, seperti sayuran dan buah-buahan. Juga jaga agar tubuh tak kekurangan air.

Anda pun harus tetap bergerak aktif. Jangan lantaran hamil, lantas Anda tidur sepanjang hari. Selama dokter tak melarang, Anda bisa tetap beraktivitas. Tambahkan sedikit olahraga seperti jalan pagi.

* Sulit Bernapas.

Kesulitan bernapas biasanya mulai terjadi saat kehamilan memasuki trimester kedua. Rahim yang membesar mendorong diafragma ke atas sehingga paru-paru terdesak dan sulit baginya untuk berkembang penuh.

Peredaran biasanya terjadi setelah janin bergerak ke posisi bagian bawah rongga panggul, menjelang persalinan. Mungkin Anda akan lebih mudah bernapas bila duduk tegak daripada duduk bersandar atau membungkuk.

Jika kesulitan bernapas berlanjut parah, disertai pernapasan yang cepat, ujung jari membiru, terdapat nyeri pada dada dan denyut nadi lebih cepat, mungkin ada masalah. Segera hubungi dokter.

* Anemia.

Karena volume darah meningkat selama kehamilan, maka jumlah zat besi yang dibutuhkan untuk memproduksi sel darah merah akan meningkat pula secara bertahap.

Untuk mencegah anemia kekurangan zat besi, ibu hamil dianjurkan makan makanan yang kaya zat besi. Biasanya dokter akan memberi resep tambahan zat besi.

Bila kekurangan zat besinya ringan, mungkin tak terdapat gejala-gejala. Tapi ketika sel darah merah pembawa oksigen makin bertambah kurang, ibu akan menunjukkan gejala pucat, letih, lemah, berdebar, sesak napas, dan pingsan.

* Mimisan.

Tersumbatnya yang disertai mimisan mungkin terjadi karena kadar estrogen dan progesteron yang tinggi beredar pada tubuh, sehingga menyebabkan banyaknya aliran darah pada membran mukosa dari hidung. Akibatnya menjadi lunak dan membengkak, mirip seperti leher rahim yang akan menyiapkan kelahiran.

Untuk menghentikan mimisan, lebih baik duduk atau berdiri sedikit miring ke depan daripada berbaring atau bersandar ke belakang. Tekan kedua lubang hidung bersamaan dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk. Tahan selama 5-10 menit. Ulangi beberapa kali sampai pendarahan berhenti.

* Pengeluaran Cairan dari Vagina.

Tak berbeda seperti saat Anda akan mengalami menstruasi, vagina akan sedikit mengeluarkan cairan. Normalnya berwarna putih susu, encer, dan berbau sedikit. Umumnya jumlahnya akan bertambah seiring bertambahnya usia kehamilan.

Anda bisa menggunakan pembalut untuk memberi rasa nyaman. Tapi jangan menggunakan tampon. Atau seringlah mengganti celana dalam Anda dengan menggunakan bahan katun.

* Mengompol.

Pada trimester terakhir, beberapa ibu hamil mengompol. Biasanya ketika batuk, tertawa terlalu keras, atau bersin. Mengompol ini terjadi karena tekanan dari rahim yang terus membesar terhadap kantung kemih.

Biasanya akan pulih dengan sendirinya setelah melahirkan. Beberapa latihan yang bertujuan untuk menguatkan otot-otot panggul, juga bisa mengatasi kondisi ini.

* Keletihan.

Jangan merasa diri sebagai wanita super, karena keletihan lumrah terjadi selama kehamilan. Apalagi pada trimester ketiga. Beban kandungan yang makin berat, ditambah mungkin ibu hamil kurang tidur. Rasa khawatir akan persalinan pun membuat calon ibu merasa sangat letih. Karena itu perbanyak istirahat dan makan cukup.

Calon ibu perlu mewaspadai keletihan ini jika terjadi sangat berlebihan. Misalnya, Anda sudah merasa cukup rileks, tak bekerja terlalu berat, tapi keletihan tetap terjadi. Konsultasikan dengan dokter. “Saat konsultasi, calon ibu diharapkan bisa menceritakan semua keluhan yang ada. Sehingga dokter bisa segera memberi penanganan jika diperlukan,” nasehat dr. Nanang.

* Kesemutan.

Ada ibu hamil yang merasa kesemutan di daerah telapak tangan dan kakinya. Kesemutan yang menyerang ibi hamil mungkin disebabkan: kekurangan vitamin B, gangguan metabolisme tubuh penekanan ujung-ujung saraf tepi oleh penumpukan cairan di daerah ujung-ujung jari. Bisa juga diakibatkan penekanan rahim yang membesar terhadap kumpulan jaringan saraf di daearh rongga panggul.

Mengubah-ubah posisi biasanya akan mengurangi gejala ini. Kecuali itu perbanyaklah mengkonsumsi sayuran dan vitamin-vitamin khusus untuk sistem saraf. Kondisi ini tak perlu terlalu dikhawatirkan karena tak membahayakan ibu maupun janin. Bila berlanjut terus, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter kandungan Anda.

* Kejang kaki.

Kejang kaki biasanya disebabkan kelebihan fosfor dan kelebihan kalsium dalam darah. Biasanya dokter menyarankan untuk meminum tablet kalsium tanpa fosfor.

Bila ibu hamil mengalami kejang pada betis, luruskan kaki dan lekukkan mata kaki serta jari-jari kaki ke atas ke arah hidung Anda. Lakukan beberapa kali menjelang tidur. Atau bisa juga berdiri di atas permukaan yang dingin.

* Kulit Kehitaman

Ada beberapa ibu hamil yang mengalami perubahan kulit menjadi kehitaman di tubuhnya, misalnya di bagian leher, ketiak, atau perut. Perubahan tersebut disebabkan oleh peningkatan hormon MSH (melanophore stimulating hormone). Perubahan kulit tersebut sulit dihilangkan selama kehamilan. Tetapi akan berangsur-angsur hilang setelah melahirkan.

Ibu tak perlu mengkhawatirkan keadaan ini. Apalagi jika melihat ibu hamil lain tidak mengalaminya. Memang tidak semua mengalami hal yang sama. Bahkan, pada kehamilan pertama dan kedua pun kerap terjadi perbedaan.

* Masalah Gigi

Gangguan keseimbangan hormon saat hamil bisa mengakibatkan pembengkakan pada gusi. Bila kondisi ini terus berlanjut dan parah, tentu akan sangat mengganggu fungsi pengunyahan (gigi berlubang atau goyang). Gangguan ini tidak terjadi sendirinya, tetapi disebabkan ibu hamil malas merawat gigi dan kebersihan mulutnya.

Tentu saja ibu tidak boleh membiarkan keadaan ini sampai berlanjut. Jagalah kebersihan dan kesehatan mulut dan gigi secara benar. Yang perlu diingat penggunaan obat-obatan pereda sakit gigi yang tidak terkontrol dan terus menerus dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan janin. Karena itu setiap obat yang akan ibu konsumsi, harus sepengetahuan dokter

semoga informasi ini dapat membantu menambah pengetahuan para bunda semua


   
11-05-2010 13:52:15 pendarahan
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
Berikut adalah beberapa hal yang disebut sebagai Komplikasi Kehamilan dan bahayanya: (tolong di baca perlahan..agar bunda2 lebih paham)

1. KEGUGURAN & KELAHIRAN MATI

Keguguran (Aborsi Spontan) adalah kehilangan janin karena penyebab alami sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu.
Kelahiran Mati (Stillbirth) adalah kehilangan janin karena penyebab alami pada saat usia kehamilan mencapai lebih dari 20 minggu.

Seorang bayi yang lahir pada usia kehamilan berapapun dan langsung bernafas atau jantungnya berdenyut spontan, dikatakan lahir hidup. Jika kemudian bayi tersebut meninggal, maka dikatakan sebagai kematian bayi baru lahir(kematian neonatus).

Sekitar 20-30% wanita hamil mengalami perdarahan atau kram minimal 1 kali selama 20 minggu pertama kehamilan. Sekitar separuhnya menyebabkan keguguran.

Sekitar 85% keguguran terjadi pada trimester pertama dan biasanya disebabkan oleh kelainan pada janin.
15% sisanya, terjadi pada minggu ke 13-20; duapertiganya terjadi akibat kelainan pada ibu dan sepertiganya penyebabnya tidak diketahui.

Sebelum terjadinya keguguran, wanita hamil biasanya mengalami spotting (bercak perdarahan) atau perdarahan dan keputihan dari vagina. Rahimnya berkontraksi, menyebabkan kram. Jika terjadi keguguran, maka perdarahan, keputihan dan kram menjadi lebih berat. Pada akhirnya, sebagian atau seluruh isi rahim akan keluar.

Pada keguguran stadium awal, dengan USG bisa diketahui apakah bayi masih hidup.
Setelah keguguran, USG dan pemeriksaan lainnya digunakan untuk melihat apakah semua isi rahim telah keluar.

Jika seluruh isi rahim telah keluar, maka tidak perlu dilakukan pengobatan. Jika hanya sebagian isi rahim yang keluar, maka dilakukan kuretase untuk membersihkan rahim.

Jika janin telah mati tetapi tetap berada dalam rahim (missed abortion), maka janin dan plasenta harus dikeluarkan melalui kuretase.
Untuk missed abortion stadium lanjut, bisa digunakan obat yang menyebabkan kontraksi rahim sehingga rahim mengeluarkan isinya (misalnya oksitosin).

Jika perdarahan dan kram terjadi pada kehamilan 20 minggu (ancaman aborsi), maka dianjurkan untuk menjalani tirah baring. Wanita tersebut tidak boleh bekerja dan tidak boleh melakukan hubungan seksual.
Tidak diberikan hormon karena hampir selalu tidak efektif dan bisa menyebabkan cacat bawaan, terutama pada jantung atau organ reproduksi.

Ancaman aborsi bisa terjadi jika leher rahim (serviks) membuka terlalu dini akibat kelemahan pada jaringan fibrosa. Kadang pembukaan servikal ini bisa ditutup melalui pembedahan dengan menjahitnya, yang nanti akan dibukan sesaat sebelum persalinan.

Aborsi septik adalah infeksi yang sangat serius. Isi rahim harus segera dikeluarkan dan infeksi harus diatasi dengan antibiotik dosis tinggi.


2. KEHAMILAN EKTOPIK

Kehamilan Ektopik (Kehamilan Diluar Kandungan) adalah suatu kehamilan dimana janin berkembang diluar rahim, yaitu di dalam tuba falopii (saluran telur), kanalis servikalis (saluran leher rahim), rongga panggul maupun rongga perut.

Dalam keadaan normal, sebuah sel telur dilepaskan dari salah satu ovarium (indung telur) dan masuk ke dalam tuba falopii. Di dalam tuba, dengan dorongan dari rambut getar yang melapisi tuba, dalam waktu beberapa hari, sel telur akan mencapai rahim. Biasanya sel telur dibuahi di dalam tuba falopii tetapi tertanam di dalam rahim.
Jika tuba tersumbat (misalnya karena infeksi), maka sel telur akan bergerak secara lambat atau tertahan. Sel telur yang telah dibuahi tidak pernah sampai ke rahim dan terjadilah kehamilan ektopik.

Resiko terjadinya kehamilan ektopik meningkat pada: - Kelainan tuba falopii
- Sebelumnya pernah mengalami kehamilan ektopik
- Pemakaian DES(dietilstilbestrol)
- Kegagalan ligasi tuba (prosedur sterilisasi, dimana dilakukan pengikatan atau pemotongan tuba).

Kehamilan ektopik biasanya terjadi pada salah satu tuba falopii (kehamilan tuba).
Kehamilan ektopik bisa berakibat fatal dan harus segera diatasi.

Gejala dari kehamilan ektopik adalah spotting dan kram. Gejala ini timbul karena ketika janin mati, lapisan rahim dilepaskan seperti yang terjadi pada menstruasi yang normal.

Jika janin mati pada stadium awal, maka tidak terjadi kerusakan tuba falopii. Jika janin terus tumbuh, bisa menyebabkan robekan pada dinding tuba sehingga terjadi perdarahan.
Jika perdarahan terjadi secara bertahap, bisa menimbulkan nyeri dan kadang menimbulkan penekanan pada perut bagian bawah akibat penimbunan darah.
Biasanya setelah sekitar 6-8 minggu, penderita tiba-tiba merasakan nyeri yang hebat di perut bagian bawah, lalu pingsan. Gejala ini biasanya menunjukkan bahwa tuba telah robek dan menyebabkan perdarahan hebat ke dalam perut.

Kadang kehamilan ektopik sebagian terjadi di dalam tubah dan sebagian di dalam rahim. Keadaan ini menyebabkan kram dan spotting.
Janin memiliki ruang untuk tumbuh, sehingga kehamilan ektopik biasanya baru pecah di kemudian hari, biasanya pada minggu ke 12-16.

Jika hasil pemeriksaan darah dan air kemih menunjukkan positif hamil tetapi rahim tidak membesar, maka diduga telah terjadi kehamilan ektopik. Pada USG rahim tampak kosong dan di dalam rongga panggul atau rongga perut terlihat darah.
Laparoskopi digunakan untuk melihat kehamilan ektopik secara langsung.
Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan kuldosentesis, yaitu pengambilan contoh darah yang tertimbun akibat kehamilan ektopik melalui sebuah jarum yang dimasukkan lewat dinding vagina ke dalam rongga panggul. Berbeda dengan darah vena atau arteri, darah ini tidak membeku.

Biasanya harus dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan kehamilan ektopik.
Pada kehamilan tuba, biasanya dibuat sayatan ke dalam tuba dan janin serta plasenta diangkat. Tuba dibiarkan terbuka agar penyembuhan terjadi tanpa pembentukan jaringan parut karena jaringan parut bisa menyebabkan penderita sulit untuk hamil lagi. Prosedur ini kadang dilakukan melalui suatu laparoskopi.
Jika terjadi kerusakan berat pada tuba dan tidak dapat diperbaiki, maka tuba harus diangkat.

Jika tidak terdengar denyut jantung janin, pada kehamilan tuba stadium awal bisa diberikan obat metotreksat.


3. ANEMIA

Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pengangkut oksigen) kurang dari normal.

Selama hamil, volume darah bertambah sehingga penurunan konsentrasi sel darah merah dan hemoglobin yang sifatnya menengah adalah normal.

Selama hamil, diperlukan lebih banyak zat besi (yang diperlukan untuk menghasilkan sel darah merah) karena ibu harus memenuhi kebuhan janin dan dirinya sendiri.
Jenis anemia yang paling sering terjadi pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi, yang biasanya disebabkan oleh tidak adekuatnya jumlah zat besi di dalam makanan.
Anemia juga bisa terjadi akibat kekurangan asam folat (sejenis vitamin B yang diperlukan untuk pembuatan sel darah merah).

Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan darah yang menentukan jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin dan kadar zat besi dalam darah.

Anemia karena kekurangan zat besi diobati dengan tablet besi. Pemberian tablet besi tidak berbahaya bagi janin tetapi biasa menyebabkan gangguan lambung dan sembelit pada ibu, terutama jika dosisnya tingggi.
Wanita hamil dianjurkan untuk minum tablet besi meskipun jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobinnya normal, agar yakin bahwa mereka memiliki zat besi yang cukup untuk janin dan dirinya sendiri.

Anemia karena kekurangan asam folat diobati dengan tablet folat.
Untuk wanita hamil yang menderita anemia sel sabit, pengobatannya masih bersifat kontroversial; kadang perlu dilakukan transfusi darah.


4. INKOMPATIBILITAS Rh

Inkompatibilitas Rh adalah suatu ketidaksesuaian Rh di dalam darah ibu hamil dan darah bayinya.

Sebagai akibat dari inkompatibilitas Rh, tubuh ibu akan membentuk antibodi terhadap sel-sel darah merah bayi. Antibodi menyebabkan beberapa sel darah merah pecah dan kadang menyebabkan penyakit hemolitik (sejenis anemia) pada bayi.

Golongan darah ditentukan berdasarkan kepada adanya molekul-molekul pada permukaan sel darah merah. Golongan darah Rh terdiri dari beberapa molekul tersebut.
Salah satu dari molekul tersebut adalah Rh-nol-D, yang biasanya menyebabkan inkompatibilitas Rh. Jika sel darah merah memiliki molekul Rh-nol-D, maka dikatakan Rh-positif; jika tidak memiliki molekul Rh-nol-D, dikatakan Rh-negatif.

Inkompatibilitas Rh terjadi jika ibu memiliki darah dengan Rh-negatif dan janin memiliki Rh-positif yang berasal dari ayahnya. Darah janin bisa bercampur dengan darah ibu melalui plasenta (ari-ari), terutama pada akhir kehamilan dan selama persalinan.
Sel darah janin dianggap sebagai benda asing oleh tubuh ibunya, sehingga ibu menghasilkan antibodi untuk menghancurkannya. Kadar antibodi pada tubuh ibu terus bertambah selama kehamilan dan antibodi ini bisa melewati plasenta lalu masuk ke tubuh janin dan menghancurkan sebagian sel darah merah janin.
Akibatnya bisa terjadi penyakit hemolitik pada janin (eritroblastosis fetalis) atau pada bayi baru lahir (eritroblastosis neonatorum).
Tetap pada kehamilan pertama, anak yang dilahirkan jarang mengalami kelainan ini karena biasanya tidak terjadi kontak yang berarti antara darah janin dan darah ibu. Pada setiap kehamilan berikutnya, ibu menjadi lebih sensitif terhadap darah Rh-positif dan menghasilkan antibodi lebih dini.

Penghancuran sel darah merah pada tubuh janin bisa menyebabkan anemia dan peningkatan kadar bilirubin (limbah hasil penghancuran sel darah merah). Jika kadar bilirubin ini sangat tinggi, bisa terjadi kerusakan otak.

Pada pemeriksaan kehamilan biasanya dilakukan penyaringan untuk menentukan golongan darah ibu. Jika ibu memiliki Rh-negatif, dilakukan pemeriksaan golongan darah ayah. Jika ayah memiliki Rh-positif, dilakukan pengukuran kadar antibodi Rh pada ibu.

Darah ibu dan darah bayi bisa mengadakan kontak selama persalinan sehingga tubuh ibu membentuk antibodi. Karena itu sebagai tindakan pencegahan, diberikan suntikan immunoglobulin Rh-nol-D kepada ibu yang darahnya memiliki Rh-negatif dalam waktu 72 jam setelah melahirkan bayi dengan Rh-positif (bahkan juga setelah mengalami keguguran atau aborsi).
Pemberian suntikan ini menyebabkan hancurnya sel-sel dari bayi yang mungkin mensensitisasi ibu, sehingga biasanya kehamilan berikutnya tidak berbahaya.
Tetapi sekitar 1-2% ibu yang mendapatkan suntikan ini tetap mengalami sensitisasi, kemungkinan karena sensitisasi terjadi lebih dini. Untuk mencegah terjadinya sensitisasi dini, suntikan bisa diberikan pada kehamilan 28 minggu dan setelah persalinan.

Dengan mengukur kadar antibodi Rh pada ibu secara periodik, bisa diambil tindakan untuk mengantisipasi gangguan pada janin.
Jika kadar antibodi Rh terlalu tinggi, dilakukan amniosentesis (pengambilan contoh cairan ketuban untuk dianalisa). Kadar bilirubin pada contoh cairan ketuban diukur. Jika kadarnya terlalu tinggi, dilakukan transfusi darah pada janin.
Transfusi tambahan biasanya diberikan setiap 10-14 hari sampai kehamilan 32-34 minggu. Setelah lahir, biasanya diberikan 1 atau beberapa kali transfusi.
Pada kasus yang tidak terlalu berat, transfusi biasanya baru dilakukan setelah bayi lahir.


5. ABRUPSIO PLASENTA

Abrupsio Plasenta adalah pelepasan plasenta yang berada dalam posisi normal pada dinding rahim sebelum waktunya, yang terjadi pada saat kehamilan bukan pada saat persalinan.

Plasenta mungkin tidak menempel seluruhnya (kadang hanya 10-20%) atau menempel seluruhnya. Penyebabnya tidak diketahui.
Abrupsio lebih sering ditemukan pada wanita yang menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes atau penyakit rematik dan wanita pemakai kokain.

Terjadi perdarahan rahim yang berasal dari sisi tempat menempelnya plasenta. Perdarahan eksternal terjadi jika darah keluar melalui vagina, tetapi jika darah terperangkap di belakang plasenta, akan terjadi perdarahan tersembunyi.
Gejala yang timbul tergantung kepada luasnya pelepasan plasenta dan banyaknya darah yang hilang.
Gejalanya berupa:
- perdarahan vagina
- nyeri perut yang timbul secara tiba-tiba
- nyeri kram perut
- nyeri jika perut ditekan.
Untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan pemeriksaan USG.

Abrupsio plasenta menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen dan zat gizi untuk janin dan bisa menyebabkan kematian janin.
Sedangkan ibu bisa mengalami perdarahan yang serus, DIC(disseminated intravascular coagulation, bekuan darah di dalam pembuluh darah), gagal ginjal dan perdarahan ke dalam dinding rahim. Keadaan ini lebih sering terjadi pada wanita hamil yang mengalami pre-eklamsi) dan bisa merupakan petunjuk bahwa janin berada dalam keadaan gawat atau telah meninggal.

Penderita segera dirawat dan menjalani tirah baring.
Jika gejalanya berkurang, penderita mulai latihan berjalan dan mungkin boleh pulang.
Jika gejalanya semakin memburuk, dilakukan persalinan dini untuk menyelamatkan ibu dan bayi.


6. PLASENTA PREVIA

Plasenta Previa adalah plasenta yang tertanam di atas atau di dekat serviks (leher rahim), pada rahim bagian bawah.

Di dalam rahim, plasenta bisa menutupi lubang serviks secara keseluruhan atau hanya sebagian.
Plasenta previa biasanya terajdi pada wanita yang telah hamil lebih dari 1 kali atau wanita yang memiliki kelainan rahim (misalnya fibroid).

Pada akhir kehamilan, tiba-tiba terjadi perdarahan yang jumlahnya bisa semakin banyak. Darah yang keluar biasanya berwarna merah terang.
Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan USG.

Jika perdarahannya hebat, dilakukan transfusi darah berulang.
Jika perdarahannya ringan dan persailinan masih lama, bisanya dianjurkan untuk menjalani tirah baring.
Hampir selalu dilakukan operasi sesar karena cenderung terjadi pelepasan plasenta sebelum waktunya, bayi bisa mengalami kekurangan oksigen dan ibu bisa mengalami perdarahan hebat.


7. HIPEREMESIS GRAVIDARUM

Hiperemesis Gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan selama masa hamil, tidak seperti morning sickness yang biasa dan bisa menyebabkan dehidrasi dan kelaparan.

Penyebabnya tidak diketahui.
Faktor psikis bisa memicu atau memperburuk muntah.

Berat badann pendertia menurun dan terjadi dehidrasi.
Dehidrasi bisa menyebabkan perubahan kadar elektrolit di dalam darah sehingga darah menjadi terlalu asam.

Jika muntah terus terjadi, bisa terjadi kerusakan hati.
Komplikasi lainnya adalah perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita muntah.

Penderita dirawat dan mendapatkan cairan, glukosa, elektrolit serta vitamin melalui infus. Penderita berpuasa selama 24 jam. Jika perlu, bisa diberikan obat anti-mual dan obat penenang.
Jika dehidrasi telah berhasil diatasi, penderita boleh mulai makan makanan lunak dalam porsi kecil.
Biasanya muntah berhenti dalam beberapa hari. Jika gejala kembali kambuh, maka pengobatan diulang kembali.


8. PRE-EKLAMSI & EKLAMSI

Pre-eklamsi (Toksemia Gravidarum) adalah tekanan darah tinggi yang disertai dengan proteinuria (protein dalam air kemih) atau edema (penimbunan cairan), yang terjadi pada kehamilan 20 minggu sampai akhir minggu pertama setelah persalinan.
Eklamsi adalah bentuk pre-eklamsi yang lebih berat, yang menyebabkan terjadinya kejang atau koma.

Pre-eklamsi terjadi pada 5% kehamilan dan lebih sering ditemukan pada kehamilan petama dan pada wanita yang sebelumnya menderita tekanan darah tinggi atau penyakit pembuluh darah.
Eklamsi terjadi pada 1 dari 200 wanita yang menderita pre-eklamsi dan jika tidak diobati secara tepat biasanya bisa berakibat fatal.

Penyebab dari pre-eklamsi dan eklamsi tidak diketahui.
Resiko utama terjadinya pre-eklamsi adalah abrupsio plasenta.

Gejala-gejala dari pre-eklamsi adalah:
- tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 mm Hg
- wajah atau tangan membengkak
- kadar protein yang tinggi dalam air kemih.
Seorang wanita yang pada saat hamil tekanan darahnya meningkat secara berarti tetapi tetap dibawah 140/90 mm Hg, juga dikatakan menderita pre-eklamsi.

Bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita pre-eklamsi, 4-5 kali lebih rentan terhadap kelainan yang timbul segera setelah lahir. Bayi yang dilahirkan juga mungkin kecil karena adanya kelainan fungsi plasenta atau karena lahir prematur.

Pre-eklamsi dan eklamsi tidak memberikan respon terhadap diuretik (obat untuk membuang kelebihan cairan) dan diet rendah garam.
Penderita dianjurkan untuk mengkonsumsi garam dalam jumlah normal dan minum air lebih banyak. Sangat penting untuk menjalani tirah baring.
Penderita juga dianjurkan untuk berbaring miring ke kiri sehingga tekanan terhadap vena besar di dalam perut yang membawa darah ke jantung berkurang dan aliran darah menjadi lebih lancar.

Untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah kejang, bisa diberikan magnesium sulfat intravena (melalui pembuluh darah).

Jika pre-eklamsinya bersifat ringan, penderita cukup menjalani tirah baring di rumah, tetapi harus memeriksakan diri ke dokter setiap 2 hari.
Jika perbaikan tidak segera terjadi, biasanya penderita harus dirawat dan jika kelainan ini terus berlanjut, maka persalinan dilakukan sesegera mungkin.

Penderita pre-eklamsi berat dirawat di rumah sakit dan menjalani tirah baring.
Cairan dan magnesium sulfat diberikan melalui infus.
Dalam waktu 4-6 jam, biasanya tekanan darah kembali normal dan bayi dapat dilahirkan dengan selamat.
Jika tekanan darah tetap tinggi, sebelum persalinan dimulai, diberikan obat tambahan.

Komplikasi utama dari pre-eklamsi dan eklamsi adalah sindroma HELLP, yang terdiri dari:
 
  • Hemolisis (penghancuran sel darah merah)
  • Peningkatan enzim hati (yang menunjukkan adanya kerusakan hati)
  • Penurunan jumlah trombosit (yang menunjukkan adanya gangguan kemampuan pembekuan darah).
    Sindroma HELLP cenderung terjadi jika pengobatan pre-eklamsi tertunda.
    Jika terjadi sindroma HELLP, bayi segera dilahirkan melalui operasi sesar.

    Setelah persalinan, dilakukan pemantauan ketat untuk melihat tanda-tanda terjadinya eklamsi. 25% kasus eklamsi terjadi setelah persalinan, biasanya dalam waktu 2-4 hari pertama setelah persalinan.
    Tekanan darah biasanya tetap tinggi selama 6-8 minggu. Jika lebih dari 8 minggu tekanan darahnya tetap tinggi, kemungkinan penyebabnya tidak berhubungan dengan pre-eklamsi.


    9. HERPES GESTASIONAL

    Herpes Gestasional adalah lepuhan berisi cairan yang sangat gatal, yang terjadi selama kehamilan.

    Penggunaan istilah herpes sebenarnya tidak tepat karena ruam yang terjadi tidak disebabkan oleh virus herpes maupun virus lainnya.
    Herpes gestasional diduga disebabkan oleh antibodi abnormal yang beraksi terhadap jaringan tubuh sendiri (reaksi autoimun).
    Ruam ini bisa timbul kapanpun setelah kehamilan 12 minggu atau segera setelah persalinan.

    Ruam biasanya terdiri dari vesikel (lepuhan kecil/besar yang berisi cairan) atau bula (pembengkakan yang bentuknya tidak beraturan dan berisi carian).
    Ruam ini seringkali berawal di perut lalu menyebar.
    Segera setelah persalinan, ruam akan semakin memburuk dan menghilang dalam beberapa minggu atau bulan kemudaian.

    Ruam seringkali muncul lagi pada kehamilan berikutnya atau jika penderita menggunakan pil KB.
    Bayi yang dilahirkan mungkin memiliki ruam yang serupa, tetapi biasanya akan menghilang dalam beberapa minggu, tanpa pengobatan.

    Untuk memperkuat diagnosis, diambil kerokan kulit yang terkena dan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui adanya antibodi.

    Tujuan pengobatan adalah untuk meringankan gatal-gatal dan mencegah terbentuknya lepuhan yang baru.
    Untuk ruam yang ringan, diberikan krim kortikosteroid yang dioleskan langsung ke kulit yang terkena sesering mungkin.
    Untuk ruam yang lebih luas, diberikan kortikosteroid per-oral (melalui mulut). Mengkonsumsi kortikosteroid pada akhir kehamilan tidak akan membahayakan bayi.
    Jika setelah persalinan gatal-gatal semakin hebat atau ruam semakin menyebar, mungkin perlu diberikan kortikosteroid dengan dosis yang lebih tinggi.


    10. URTIKARIA GESTASIONAL

    Urtikaria Gestasional adalah kaligat yang terjadi pada saat hamil.

    Penyebabnya tidak diketahui.
    Kaligata biasanya timbul di perut, dan bisa menyebar ke paha, bokong, kadang sampai ke lengan.

    Ruam kaligata biasanya muncul pada 2-3 minggu menjelang persalinan. Tetapi mungkin saja timbul setelah kehamilan mencapai 24 minggu.
    Rasa gatal sering menyebabkan penderita tidak dapat tidur di malam hari.
    Setelah persalinan, kaligata biasanya menghilang dan tidak kambuh pada kehamilan berikutnya.

    Untuk mengatasi gatal-gatal dan meredakan ruam kaligata, diberikan krim kortikosteroid yang dioleskan sesering mungkin.
    Jika ruamnya lebih berat, diberikan kortikosteroid per-oral.
semoga membantu
salam

putri a.k.a zach mom's
   
18-11-2008 13:04:08 menstruasi setelah nifas
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10
GELISAH MENANTI "TAMU BULANAN" USAI MELAHIRKAN Tak perlu cemas bila haid belum datang lagi usai melahirkan. Selama masih menyusui, normal, kok, jika "si tamu" baru datang 3 bulan atau malah 4-6 bulan kemudian. Sebetulnya, jelas dr.Jelondra Djoesman, Sp.OG, usai persalinan mayoritas ibu haidnya jadi kacau meski semula siklusnya teratur. Pada mereka dengan persalinan normal, secara teori keteraturan haid akan lebih cepat terjadi. Pasalnya, lanjut ginekolog dari Subbagian Fetomaternal Departemen Obstetri dan Ginekologi FK UPN Veteran/RSPAD Gatot Subroto, Jakarta ini, saat hamil akan terjadi perubahan hormonal dalam diri wanita yang bersangkutan. Tepatnya, peningkatan hormon estrogen, progesteron, hCG (human Chorionic Gonadotropin), dan lain-lain, yang memang diperlukan untuk mempertahankan kehamilan. Ketidakseimbangan hormonal ini juga terjadi pada pascapersalinan. Terutama meningkatnya hormon prolaktin dan oksitosin yang berkaitan dengan aktivitas menyusui. Itu sebabnya, sambung Yelon, mereka yang menyusui bayi umumnya relatif lebih lambat menstruasinya kembali datang dibanding yang tidak menyusui. Dan dengan melakukan program menyusui ASI eksklusif (selama 4 bulan pertama), dalam tenggang waktu tersebut ibu mendapat manfaat tambahan berupa KB alami. Artinya, kadar hormon prolaktin yang tinggi akan menekan aktivitas indung telur dalam mengurangi kepekeaan ovarium terhadap hormon pengatur kesuburan. Selain menghambat pematangan folikel maupun menghambat umpan balik positif, hingga menekan pengeluaran hormon kesuburan dari hipofisis (otak) hingga akhirnya tak pernah terjadi ovulasi/pengeluaran sel telur. Dengan tidak terjadinya ovulasi, menstruasi pun jadi datang lambat. Karena itu bisa saja ibu menyusui tidak haid paling cepat 2 bulan dan selambat-lambatnya 18 bulan kemudian setelah melahirkan. Tergantung dari variasi biologis dan intensitas menyusui masing-masing individu. Sementara mereka yang tidak menyusui, kata ginekolog lulusan UI ini, begitu selesai masa nifas yang berlangsung sekitar 6 minggu (40 hari) biasanya sudah akan terjadi ovulasi kembali dan bila tidak terjadi kehamilan akan diikuti dengan menstruasi. TAKUT HAMIL LAGI Sayangnya, tidak datangnya haid telanjur diidentikkan sama dengan kehamilan. Tak heran kalau sampai lewat masa nifas, bahkan lebih dari 3 bulan "si tamu bulanan" belum muncul juga, si ibu lantas gelisah/khawatir kalau-kalau dirinya hamil lagi. Terlebih mereka yang tak ingin hamil dalam waktu dekat. Padahal, bukan tidak mungkin ibu-ibu yang menyusui dan tidak ber-KB, kesuburannya segera pulih selepas masa nifas. Kalau sudah begitu bukan mustahil bakal terjadi pembuahan yang bisa membuat si ibu langsung hamil lagi tanpa mengalami menstruasi terlebih dulu. Soalnya, tingkat kesuburan ini bersifat individual dan tidak bisa diprediksi hanya dengan mengandalkan pemberian ASI. "Karena itu, mereka yang bersikeras tak ingin segera hamil, biasanya dianjurkan untuk segera ber-KB begitu usai nifas." Sementara untuk memastikan apakah dirinya hamil atau tidak, harus dilakukan tes kehamilan. Semisal pemeriksaan Beta-HCG air seni, pemeriksaan kadar hormon kehamilan, Beta HCG darah, dan diperkuat dengan pemeriksaan USG vaginal. Bila hasilnya positif, terlambatnya datang bulan dari jadwal semestinya, berarti si ibu sudah berbadan dua kembali. KENALI PENYEBAB Mengenai keterlambatan menstruasi usai bersalin, mau tidak mau harus dicari penyebabnya. Apakah terjadi gangguan hormonal, atau malah ada kista pada indung telur, endometriosis, endometritis/ perlekatan rongga rahim akibat radang pada selaput lendir rongga rahim. Meski pada kasus-kasus ibu usai melahirkan yang umumnya terjadi adalah gangguan hormonal. Mekanismenya, hormon prolaktin yang banyak diproduksi semasa menyusui akan memberi sinyal tertentu pada kelenjar hipofisis di otak. Sinyal ini membuat tidak terjadinya proses pematangan folikel. Selanjutnya, sel telur akan dikondisikan untuk tidak mengalami pematangan, hingga ovulasi pun tidak terjadi. Jadi, jelas Yelon, mekanisme semacam itulah yang membuat ibu-ibu menyusui tidak haid. Memang pada beberapa kasus, tetap terjadi "kebobolan". Sebab memang tidak bisa dijadikan jaminan si ibu tak bakal hamil sepanjang ia memberikan ASI-nya dengan benar. Tak heran jika si ibu lantas jadi was-was menanti datangnya kembali menstruasi. "Justru karena khawatir, haid malah tak datang. Kondisi si ibu yang stres menjadi semacam feedback bagi otak. Semakin banyak faktor yang muncul, kerja bagian otak yang mengatur soal menstruasi ini juga kian kacau." Idealnya, saran Yelon, "Buang segala kekhawatiran tadi. Kalau masih ragu-ragu, pastikan dengan tes kehamilan. Termasuk mencari penyebab-penyebab keterlambatan tadi, semisal melalui analisa hormonal." Bila stres berat atau terdapat kelainan pada hipotalamus hipofisis-ovarium yang menjadi faktor penyebabnya, akan memunculkan gangguan hormon. Salah satu akibatnya, terjadi kekurangan hormon progesteron yang pada kondisi normal justru diperlukan bagi terjadinya menstruasi. SALING TERKAIT "Dok, kalau saya enggak mens, lalu darah mensnya ke mana?" begitu pertanyaan awam yang acap dilontarkan. Padahal, jelas Yelon, saat seorang wanita tidak menstruasi, darah mensnya memang tidak terbentuk. Sebabnya, folikel-folikel tidak berkembang sementara lapisan selaput lendir rahim pun tidak mengalami penebalan yang memang dipersiapkan kalau-kalau terjadi pembuahan dan kehamilan. Kondisi ini tentu saja tidak memungkinkan terjadinya penebalan dinding rahim yang bila tidak terjadi pembuahan selanjutnya akan luruh dalam bentuk menstruasi. Semua proses tersebut tidak terjadi karena memang tidak ada sel telur yang disiapkan untuk jadi matang. Dengan begitu, jika haid tak juga datang, harus dicari dari mana sumber masalahnya. Apakah ada kelainan di bagian otak, hingga Folikel Stimulating Hormone(FSH) tak diproduksi, ataukah fungsi-fungsi organ reproduksinya belum kembali pulih seperti sedia kala. "Semua itu, kan, saling terkait." Akibatnya, terjadi gangguan keseimbangan hormon estrogen dan progesteron yang berperan penting dalam pengaturan haid normal. Bila secara fisik tidak dijumpai adanya kelainan pada organ-organ reproduksinya, gangguan haid ini akan hilang dengan sendirinya apabila wanita yang bersangkutan telah berhasil mengatasi faktor stres yang mengakibatkan ketidakseimbangan hormonal atau sudah tak menyusui lagi Semestinya, setiap ada gangguan hormon, lakukan pemeriksaan kadar estrogen dan progesteron ke ahli endokrinologi. Ketidakseimbangan hormon itulah yang kemudian dijadikan pertimbangan pengobatan. Agar terjadi keseimbangan kembali biasanya akan diberikan progesteron. Itu sebabnya, langkah awal yang ditempuh adalah Test-P/tes progesteron. Yakni di saat haid tak kunjung datang dan yang bersangkutan dipastikan tidak hamil, sementara vagina dan jalan lahirnya tidak tertutup, serta di uterus pun tak ada hambatan. Langkah non-invasif tersebut biasanya mengharuskan yang bersangkutan bersabar menunggu seminggu sampai 10 hari. Bila lewat waktu tersebut ternyata tetap tidak haid, kemungkinan besar ada masalah dengan progesteron sekaligus estrogen yang tidak terbentuk. Nah, langkah berikut yang biasanya ditempuh adalah pemberian hormon estrogen sekaligus progesteron. Tentu saja ini diberikan jika tidak ada tanda-tanda kehamilan. Toh, bila tak kunjung haid, bisa dilakukan anamnesa. Apakah dari situ akan muncul keluhan-keluhan yang mengarah pada kepastian tanda-tanda kehamilan atau bukan.
   
Jumlah Posts : 45
Jumlah di-Like : belum ada like
KB yang aman buat ibu menyusui ada 3..KB suntik per 3 bln, pil, atau spiral. Semua nya aman...jangan sekali kali make yang lain karena akan bikin ASI tidak hanya berkurang tapi habis. tentang plus minusnya entar deh tak cariin
IUD (Spiral)

Berbeda dengan pil, IUD (Intra Urine Device) atau spiral tidak terpengaruh faktor lupa dari si pemakai karena bersifat jangka panjang. Sekali dipasang, IUD bisa bertahan hingga lima tahun. Memang IUD bisa membuat haid menjadi lebih lama dan banyak, siklus haid menjadi lebih pendek, atau munculnya bercak (spotting) atau bahkan menyebabkan nyeri haid yang hebat. Sama dengan suntik KB yang bisa membuat perubahan pola haid serta pendarahan bercak.
Namun sekarang telah dikembangkan kontrasepsi Intra Urine System (IUS). Ini adalah alat kontrasepsi yang memadukan keunggulan alat kontrasepsi hormonal dengan IUD, sehingga si pemakai merasa nyaman dan kualitas hidup pun meningkat.
Menurut Prof. DR. Biran Affandi, SpOG (K) , guru besar kesehatan reproduksi bagian Obstetri-Ginekologi FKUI-RSCM, selain sebagai alat kontrasepsi, IUS juga dapat digunakan sebagai terapi mengatasi idipatik menorhagia (pendarahan uterus). Dengan begitu, jumlah darah yang dikeluarkan lebih sedikit dan hari menstruasi jadi lebih pendek. IUS juga mengatasi nyeri haid dan mengurangi resiko radang tulang panggul serta ektopik (kehamilan diluar kandungan) yang selama ini dikhawatirkan banyak perempuan.
Karena kadar hormon rendah, IUS juga mengembalikan kesuburan dan aman digunakan ibu menyusui. Hanya, menstruasi pemakai IUS akan berkurang bahkan berhenti dalam satu tahun. Meskipun begitu, ia tetap mengalami ovulasi. Karena pertumbuhan endometrium sangat tipis menstruasi pun tidak terjadi. Kendalanya, masyarakat kita masih menganggap tidak menstruasi berarti ada darah kotor menumpuk di tubuh. Padahal, IUS membuat darah menstruasi tidak terbentuk. Kalaupun ada, jumlahnya sangat sedikit dan tetap keluar.
PIL KB KOMBINASI
Sangat efektif bila diminum setiap hari. Bila berhenti akan terjadi
kehamilan. Pada bulan-bulan pertama pemakaian, mungkin dapat menimbulkan efek samping, seperti mual, perdarahan atau flek diantara masa haid, kenaikan berat badan, atau sakit kepala. Semua gejala ini tidak berbahaya. Aman untuk hampir semua wanita karena efek samping jarang terjadi. dapat digunakan wanita berbagai golongan umur, baik yang sudah maupun yang belum punya anak. mencegah penyakit kanker tertentu, kurang darah (akibat kekurangan zat besi ), nyeri pada waktu haid dan beberapa kesehatan lain. Pil KB Kombinasi yang beredar saat ini antara lain :
Mycrogynon-30,Neugynon, Nordette-28, Mercilon-28, Ovostat, Marvelon, Eugynon.
dan Gynera.
PIL PROGESTIN / MINI PIL
Pilihan yang baik bagi ibu menyusui dan ingin menggunakan pil,
mulai diminum pada minggu ke-6 setelah melahirkan. Sangat efektif selama masa menyusui. Jika digunakan tidak pada mas menyusui, biasanya terjadi perubahan pola haid terutama flek-flek diantara masa haid. Pil Progestin / Mini Pil yang beredar saat ini antara lain :
Exluton
SUNTIK KB
Sangat efektif untuk mencegah kehamilan bila disuntik setiap 1
bulan atau 3 bulan (sesuai dengan jenis suntik KB). Gangguan perdarahan biasa terjadi-seperti flek-flek, perdarahan ringan diantara dua masa haid. Setelah pemakaian satu tahun sering tidak mengalami haid. Kenaikan berat badan juga biasa terjadi atau timbul sakit
kepala ringan. Dapat digunakan wanita berbagai golongan umur, baik yang sudah maupun yang belum mempunyai anak. Bila berhenti memakai cara KB ini, kehamilan dapat segera terjadi. Aman digunakan pada masa menyusui, setelah 6 minggu setelah melahirkan. Membantu mencegah tumor rahim dan mencegah kehamilan diluar rahim. Suntik KB yang beredar saat ini antara lain :
Suntik KB 1 bulan sekali : Cyclofem
Suntik KB 3 bulan sekali : Depo Provera, Depo Geston, Depo Progestin.

   
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda

saat seorang ibu mengandung, banyak perubahan yang terjadi pada tubuhnya, ada pertambahan volume darah dan cairan tubuh, pertambahan berat tubuh Bunda, dan perubahan hormonal yang juga mempengaruhi katup pada pembuluh darah vena. Varises terjadi bila katup pada pembuluh vena tidak dapat bekerja dengan baik sehingga darah tidak dapat dengan sempurna mengalir menuju jantung dan menumpuk pada pembuluh tersebut. Varises umum terjadi pada bagian kaki sebagai tempat terendah tubuh. Banyaknya vena yang berada pada sebelah kanan tubuh yang harus mengangkut dara kembali menuju jantung menyebabkan ibu hamil disarankan untuk tidur miring ke kiri agar beban pada vena dapat berkurang. Selain itu, dianjurkan juga untuk meninggikan kaki saat tidur dan duduk untuk membantu darah kembali ke jantung. Janganlah duduk atau berdiri terlalu lama, buatlah keseimbangan antara waktu duduk dan berdiri. Berjalan-jalan ringan di sela-sela waktu duduk, atau istirahat di sela-sela waktu berdiri. Bunda juga dapat memakai stoking khusus untuk keadaan varises setelah melahirkan nanti.

   
Jumlah Posts : 326
Jumlah di-Like : belum ada like

Pendarahan setelah melahirkan, atau dikenal dengan istilah postpartum hemorrhage adalah pendarahan parah (lebih dari 500 ml) setelah melahirkan.

Sekitar 4 persen wanita mengalami pendarahan setelah melahirkan dan hal ini lebih serng terjadi pada proses melahirkan caesar. Biasanya, pendarahan terjadi tepat setelah melahirkan, tetapi bisa juga terjadi kemudian.

Apa definisi pendarahan setelah melahirkan?

Rahim biasanya mengencang setelah bayi dilahirkan dan melepaskan plasenta ke luar. Kontraksi tersebut akan membantu menekan pembuluh darah di mana plasenta menempel.

Jika rahim tidak dapat berkontraksi dengan kuat, pembuluh darah akan melepaskan banyak darah dan terjadilah pendarahan setelah melahirkan.

Apa saja faktor risiko terjadinya pendarahan setelah melahirkan?

  • Melahirkan bayi besar
  • Sudah beberapa kali melahirkan bayi dengan proses yang berlangsung lama
  • Infeksi
  • Obesitas
  • Obat-obatan yang induksi persalinan
  • Penggunaan forsep
  • Robek di jalan lahir/jaringan vagina/pembuluh darah uterus
  • Kelainan dalam penggumpalan darah

 Apa saja gejalanya?

  • Peningkatan denyut jantung
  • Pendarahan parah
  • Tekanan darah menurun
  • Pembengkakan dan nyeri pada jaringan di sekitar daerah vagina

Gejala pendarahan setelah melahirkan mungkin hampir sama dengan kondisi/masalah medis lainnya. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk diagnosis yang tepat dan penanganan yang akurat.

Pencegahan agar tidak terjadi pendarahan setelah melahirkan

  • Mintalah bantuan medis bila sebelum melahirkan Anda mengalami anemia
  • Episiotomies hanya jika diperlukan

Apa yang akan dokter lakukan?

  • Memeriksa rahim dan jaringan panggul
  • Memberi resep seperti prostaglandins, oxytocin atau ergometrine
  • Mengeluarkan sisa plasenta dari rahim
  • Lakukan operasi untuk mengetahui penyebab pendarahan setelah melahirkan. Pembedahan dikenal sebagai laparotomi.
  • Pembedahan untuk membuang rahim, yang dikenal sebagai histerektomi dan biasanya merupakan hal terakhir yang dilakukan bila cara lain tidak berhasil.

Fakta mengkhawatirkan

Kehilangan darah yang parah dapat menyebabkan ibu mengalami penurunan tekanan darah drastis, sehingga dapat mengakibatkan shock bahkan kematian. Namun deteksi dini pendarahan setelah melahirkan dapat memulihkan kembali ibu ke kondisi normal.