SITE STATUS
Jumlah Member :
493.681 member
user online :
1361 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: bolehkah anak bayi makan wafer

New Topic :  
21-09-2015 16:19:54 mencret plus lendir darah
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Untuk bayi di bawah 6 bulan, tidak di anjurkan untuk pemberian makanan dan minuman selain ASi atau susu formula bila diperlukan.

Seorang anak baru dikatakan diare bila:

Buang Air Besar (BAB) sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari dengan konsistensi lembek atau encer disertai berbusa ataupun berlendir. Jadi, bila si kecil BAB sering namun feses padat, itu bukan diare. Juga bila feses lembek atau encer namun hanya sekali BAB dalam sehari, itu juga bukan diare. Diare adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan virus atau bakteri yang menjadi penyebab diare.

Diare akan sembuh dengan sendirinya setelah virus atau bakteri keluar. Bila tidak ada tanda-tanda seperti diare berdarah, atau muntah terus menerus, dan hilang kesadaran, diare akan sembuh dengan sendirinya. Berikanlah cairan (minum ASI atau susu) yang cukup agar tidak terjadi dehydrasi. Tetapi, bila anak menolak makan dan minum susu atau ASI  segera bawa ke dokter. Konsultasikan untuk mencari penyebabnya.

Diare yang di sertai lendir dapat terjadi karena infeksi bakteri ataupun ada iritasi pada saluran pencernaannya.

   


Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
bayi saya umur 2 bln lebih. waktu umur 3 minggu kontrol ke dokter pipi nya merah merah sama kulit kepala kering. kata dokter, bayi saya alergi jadi saya disuruh dokter anak jangan makan telur,ikan,ayam. bentuk tinja biasa sesuai umurnya karena asi. mulai umur 2 bulan saya kasih susu formula bebelove 1 ternyata mukanya mulai merah lagi dan bab nya >5x....saya stop. konsul ke dr umum kasih susu formula yg soya. saya beli nutrilon soya dan alhamdulillahnya, muka gak merah merah dan bab gak sering hanya saja bab nya jadi berwarna hijau tapi tidak encer....saya baca bentuk seperti itu karena sufor soya itu rendah lemak.....apakah memang seperti itu bentuk tinjanya?
   
Jumlah Posts : 23
Jumlah di-Like : belum ada like

berikut informasi yang saya kutip dari artikel Infobunda "Amankah Menyusui di kala Bunda Sakit?"

Bayi yang menyusu dari wanita yang tengah sakit bisa tertular penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, parasit dan jamur. Proses penularan bisa melalui udara, kontak kulit, dan juga melalui cairan tubuh termasuk ASI. Tetapi jangan lupa, ASI mengandung antibodi yang dibutuhkan bayi sehingga menghindarinya tertular penyakit turunan seperti diabetes, hipertensi, dll.
Jika Bunda menderita sakit yang disebabkan virus, bakteri dan jamur, seperti flu, hepatitis, cacar air, TBC Bunda masih bisa menyusui. Tetapi Bunda harus menggunakan masker mulut dan hidung untuk menghindarinya tertular. Urungkan niat untuk menciumnya. Bila menderita cacar air sebaiknya berikan saja ASI perah, apalagi kalau terdapat cacar di sekitar payudara dan areola.

dan kutipan dari Tanya Apoteker yang berjudul "meminum obat saat menyusui"
Oleh : Catur.Arizky
bolehkah ibu menyusui meminum obat2an untuk menghilangkan sakit kepala, batuk, pilek & yang lain ?
jika ibu menyusui minum obat tersebut bolehkah menyusui bayi nya atau harus ada jangka waktu untuk menyusui ?
adakah efek samping buat si bayi jika ibu menyusui meminum obat2an tersebut ?
terima kasih
      
Rachel, S.Farm, Apt menjawab
Dear Bunda, Terima kasih atas pertanyaannya.

Jika sakit, bunda dapat mengkonsumsi obat-obatan yang aman untuk ibu menyusui. Obat-obatan ini tidak akan diekskresi ke ASI sehingga tidak berbahaya untuk anak.

Obat penghilang nyeri yang mengandung parasetamol tergolong aman untuk ibu hamil dan menyusui. Obat batuk seperti obat batuk hitam atau obat herbal (misal dengan madu) aman untuk dikonsumsi saat menyusui.

Sakit pilek sebenarnya disebabkan oleh virus dan dapat sembuh dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Saat pilek saya sarankan untuk banyak istirahat, penuhi kebutuhan nutrisi, banyak minum air putih atau jus buah. Jika perlu, konsumsi suplemen vitamin C dan Zink.

   


25-09-2014 14:05:07 obat diare ibu hamil
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Diare, adalah salah satu penyakit yang sering membuat Bunda panik. Berdasarkan sumber dari World Health Organization (WHO) Diare adalah penyebab kematian terbanyak kedua pada balita.

Diare sebenarnya dapat dicegah dan diobati. Lho, kok bukan dihentikan? Yuk, simak artikel minggu ini.

Sebelum kita membahas bagaimana upaya pencegahan dan cara mengobatinya, kenali dulu apa itu diare. Diare adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan virus atau bakteri yang menjadi penyebab diare. Karena diare adalah proses pengeluaran virus atau bakteri maka dari itu menghentikan diare bukanlah tindakan yang tepat.

Seorang anak baru dikatakan diare bila:

Buang Air Besar (BAB) sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari dengan konsistensi lembek atau encer. Jadi, bila si kecil BAB sering namun feses padat, itu bukan diare. Juga bila feses lembek atau encer namun hanya sekali BAB dalam sehari, itu juga bukan diare.

Mitos Diare

Ada beberapa mitos yang membingungkan:

-       Hentikan diare dengan memberi obat anti diare.

-       Bila diare hentikan pemberian ASI dan makan.

-       Memberi rebusan daun pepaya atau jambu biji untuk membuat diare ‘mampet’.

-       Memberi Antibiotik.

-       Memberi minuman isotonik sebagai pengganti Oralit.

Nah, kalau si kecil diare jangan lakukan hal-hal di atas ya, Bun!

Mencegah dan Mengobati

Diare merupakan gejala infeksi pada saluran cerna atau biasa disebut Gastroenteritis. Diare ini ditularkan melalui makanan atau minuman yang tidak bersih dari ke orang. Tidak heran Bunda yang khususnya memiliki bayi seringkali diingatkan untuk mencuci tangan sebelum memberi makan si kecil. Ini adalah upaya terbesar untuk menghindari anak dari diare. Selalu bawa sabun cair kecil di tas atau minimal bawa cairan antiseptik yang bisa digunakan kapan saja.

Bila si kecil sudah terlanjur diare apa yang harus dilakukan untuk mengobatinya?

Di atas sudah dibahas, jangan hentikan diarenya dengan memberi obat anti diare. Yang perlu Bunda lakukan adalah mewaspadainya jangan sampai ia kekurangan cairan atau dehidrasi. Untuk anak di bawah 6 bulan yang masih ASI eksklusif, cukup susui bayi sesering mungkin supaya tidak kekurangan cairan. Untuk bayi di atas 6 bulan, segera larutkan Oralit dan berikan padanya. Berikan minum lebih sering supaya pasokan cairannya tercukupi. Bila ia menolak karena mual berikan selang beberapa menit.

Kapan ke dokter?

Diare akan sembuh dengan sendirinya setelah virus atau bakteri keluar. Bila tidak ada tanda-tanda seperti diare berdarah, atau muntah terus menerus, dan hilang kesadaran, diare akan sembuh dengan sendirinya. Tetapi, bila anak menolak makan dan minum susu atau ASI dan masih diare lebih dari 14 hari segera bawa ke dokter. Konsultasikan untuk mencari penyebabnya.

Tips: Sediakan selalu Oralit di rumah. Jangan membuat Oralit sendiri dengan gula dan garam untuk menghindari takaran yang tidak sesuai.

   
Jumlah Posts : 86
Jumlah di-Like : belum ada like
Lupakan puree - BLW mengembalikan kebahagiaan di waktu makan anak Anda Membiarkan bayi makan makanan yang tidak dihaluskan bisa mencegah kegemukan. Hal ini juga membantu bayi belajar makan dengan cara mereka sendiri Gill Rapley www.guardian.co.uk, Rabu 8 Februari 2012 08.00 WIB Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang orangtuanya menggunakan metode Baby-Led Weaning (BLW) cenderung makan lebih sehat di kemudian hari. Menurut sebuah studi terbaru yang diadakan oleh tim dari Universitas Nottingham, bayi disuapi dengan makanan yang dihaluskan cenderung berakhir lebih gemuk daripada bayi yang belajar makan pertama kali dengan finger food. Hal ini mendukung meningkatnya jumlah keluarga yang memilih BLW- di mana bayi belajar makan finger food sendiri. Dalam hal ini, bayi tidak perlu disuapi dan bayi dapat dipercaya untuk tahu apa dan seberapa banyak mereka perlu makan. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang orangtuanya mengikuti pendekatan BLW cenderung makan lebih sehat dan memiliki BMI lebih sehat di kemudian hari. Anak- anak yang disuapi puree sebagai bayi lebih cenderung menjadi gemuk dan lebih mungkin lebih suka rasa manis. Dengan kecemasan mengenai peningkatan kasus kegemukan pada anak-anak, hasil penelitian tersebut tepat waktu. Jika mengamati bagaimana makanan padat diperkenalkan adalah isu yang masih relatif baru - telah ada penelitian sebelumnya mengenai saat yang tepat untuk memulai makanan padat dan apa yang bayi harus makan, tetapi sedikit tentang cara yang tepat untuk melakukan aktivitas tersebut. Banyak orang tua yang akhirnya menyerah untuk menyuapi anak-anaknya telah menggunakan praktek yang sudah usang, yaitu menyuapi bayi terlalu dini. Sebagai soerang health visitor, saya (Gill Rapley) melihat banyak keluarga telah berjuang memberi makan anaknya sebelum saya datang pada mereka untuk membantu, bahwa begitu banyak masalah yang tampaknya tak terelakkan dapat diselesaikan dengan membiarkan bayi enam bulan atau lebih makan sendiri. Rahasianya tampaknya bukan pada apa yang ditawarkan pada bayi, tetapi bagaimana hal itu ditawarkan - dan dalam suasana emosional pada waktu makan. Dengan BLW, orang tua didorong untuk percaya bayi mereka dan tidak mengganggu aktivitas makan mereka. Bayi bergabung dengan anggota keluarga dan makan makanan (sehat) yang sama. Hal ini memungkinkan mereka untuk tetap terkontrol: mereka memilih apa yang dimakan, berapa banyak dan seberapa cepat. Mereka diperbolehkan untuk berhenti makan (atau tidak makan sama sekali) ketika kenyang. Selama yang disajikan di hadapan mereka adalah berbagai makanan sehat, mereka dapat dipercaya untuk membuat pilihan yang tepat. Karena tidak ada tekanan, tidak ada potensi perseteruan. Dan karena waktu makan adalah saatnya berbagi dengan orang lain, tidak ada kesan terburu-buru untuk "bagaimana pun caranya supaya bayi berhasil makan". Menyuapi bayi, di sisi lain, menempatkan orang tua sebagai pihak yang bertanggung jawab. Bahkan dengan maksud terbaik di dunia pada prakteknya bisa jadi tetap sulit. jika Anda memiliki semangkuk bubur halus dan bayi untuk disuapi, menahan godaan untuk membujuk mereka untuk makan sebanyak yang Anda pikir mereka butuhkan - waktu makan dapat mudah menjadi medan pertempuran. Games dan trik dilakukan untuk membuat bayi makan atau membuat mereka makan lebih banyak (seperti "ini ada pesawat dataangg!"). Hal ini mendorong bayi untuk terus makan bahkan ketika tubuh mereka sebetulnya sudah memberitahu mereka bahwa perutnya sudah kenyang. Anda juga bisa tergoda untuk menggunakan makanan manis sebagai suap untuk membujuk anak kecil untuk makan lebih banyak makanan sehat (yang mungkin rasanya kurang lezat), yang akan mengajari mereka bahwa makanan manis itu menyenangkan dan makanan sehat itu membosankan. Semua hal ini bisa menjadi penyebab pilihan makanan yang tidak sehat dan makan berlebihan di masa depan. Bayi belajar dengan melakukan. Mereka digerakkan oleh rasa ingin tahu. Mereka secara alami ingin mengatasi dan mengeksplorasi hal-hal baru - termasuk makanan. BLW memungkinkan para bayi untuk belajar tentang tekstur dan rasa, untuk menggabungkan makanan atau memakannya secara terpisah, dan untuk menemukan sukacita makan dengan cara yang tidak mungkin diperoleh jika dia makan dengan cara disuapi semangkuk bubur. Kemungkinan bahwa gaya menyuapi makan akan, pada waktunya, memiliki implikasi yang lebih positif bagi kesehatan anak-anak, serta untuk suasana menyenangkan pada waktu makan keluarga dan hubungan lebih positif dalam keluarga umumnya. Hal ini juga mungkin memiliki makna yang lebih luas untuk pengembangan, kemandirian keterampilan anak-anak dan kepercayaan diri. Penelitian lebih lanjut diperlukan, tetapi ada lebih banyak pengalaman menarik yang menunggu untuk ditemukan. (artikel ini merupakan terjemahan dari artikel Gill Rapley
   


29-04-2014 06:57:44 makanan tambahan
Jumlah Posts : 86
Jumlah di-Like : belum ada like
Lupakan puree - BLW mengembalikan kebahagiaan di waktu makan anak Anda Membiarkan bayi makan makanan yang tidak dihaluskan bisa mencegah kegemukan. Hal ini juga membantu bayi belajar makan dengan cara mereka sendiri Gill Rapley www.guardian.co.uk, Rabu 8 Februari 2012 08.00 WIB Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang orangtuanya menggunakan metode Baby-Led Weaning (BLW) cenderung makan lebih sehat di kemudian hari. Menurut sebuah studi terbaru yang diadakan oleh tim dari Universitas Nottingham, bayi disuapi dengan makanan yang dihaluskan cenderung berakhir lebih gemuk daripada bayi yang belajar makan pertama kali dengan finger food. Hal ini mendukung meningkatnya jumlah keluarga yang memilih BLW- di mana bayi belajar makan finger food sendiri. Dalam hal ini, bayi tidak perlu disuapi dan bayi dapat dipercaya untuk tahu apa dan seberapa banyak mereka perlu makan. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang orangtuanya mengikuti pendekatan BLW cenderung makan lebih sehat dan memiliki BMI lebih sehat di kemudian hari. Anak- anak yang disuapi puree sebagai bayi lebih cenderung menjadi gemuk dan lebih mungkin lebih suka rasa manis. Dengan kecemasan mengenai peningkatan kasus kegemukan pada anak-anak, hasil penelitian tersebut tepat waktu. Jika mengamati bagaimana makanan padat diperkenalkan adalah isu yang masih relatif baru - telah ada penelitian sebelumnya mengenai saat yang tepat untuk memulai makanan padat dan apa yang bayi harus makan, tetapi sedikit tentang cara yang tepat untuk melakukan aktivitas tersebut. Banyak orang tua yang akhirnya menyerah untuk menyuapi anak-anaknya telah menggunakan praktek yang sudah usang, yaitu menyuapi bayi terlalu dini. Sebagai soerang health visitor, saya (Gill Rapley) melihat banyak keluarga telah berjuang memberi makan anaknya sebelum saya datang pada mereka untuk membantu, bahwa begitu banyak masalah yang tampaknya tak terelakkan dapat diselesaikan dengan membiarkan bayi enam bulan atau lebih makan sendiri. Rahasianya tampaknya bukan pada apa yang ditawarkan pada bayi, tetapi bagaimana hal itu ditawarkan - dan dalam suasana emosional pada waktu makan. Dengan BLW, orang tua didorong untuk percaya bayi mereka dan tidak mengganggu aktivitas makan mereka. Bayi bergabung dengan anggota keluarga dan makan makanan (sehat) yang sama. Hal ini memungkinkan mereka untuk tetap terkontrol: mereka memilih apa yang dimakan, berapa banyak dan seberapa cepat. Mereka diperbolehkan untuk berhenti makan (atau tidak makan sama sekali) ketika kenyang. Selama yang disajikan di hadapan mereka adalah berbagai makanan sehat, mereka dapat dipercaya untuk membuat pilihan yang tepat. Karena tidak ada tekanan, tidak ada potensi perseteruan. Dan karena waktu makan adalah saatnya berbagi dengan orang lain, tidak ada kesan terburu-buru untuk "bagaimana pun caranya supaya bayi berhasil makan". Menyuapi bayi, di sisi lain, menempatkan orang tua sebagai pihak yang bertanggung jawab. Bahkan dengan maksud terbaik di dunia pada prakteknya bisa jadi tetap sulit. jika Anda memiliki semangkuk bubur halus dan bayi untuk disuapi, menahan godaan untuk membujuk mereka untuk makan sebanyak yang Anda pikir mereka butuhkan - waktu makan dapat mudah menjadi medan pertempuran. Games dan trik dilakukan untuk membuat bayi makan atau membuat mereka makan lebih banyak (seperti "ini ada pesawat dataangg!"). Hal ini mendorong bayi untuk terus makan bahkan ketika tubuh mereka sebetulnya sudah memberitahu mereka bahwa perutnya sudah kenyang. Anda juga bisa tergoda untuk menggunakan makanan manis sebagai suap untuk membujuk anak kecil untuk makan lebih banyak makanan sehat (yang mungkin rasanya kurang lezat), yang akan mengajari mereka bahwa makanan manis itu menyenangkan dan makanan sehat itu membosankan. Semua hal ini bisa menjadi penyebab pilihan makanan yang tidak sehat dan makan berlebihan di masa depan. Bayi belajar dengan melakukan. Mereka digerakkan oleh rasa ingin tahu. Mereka secara alami ingin mengatasi dan mengeksplorasi hal-hal baru - termasuk makanan. BLW memungkinkan para bayi untuk belajar tentang tekstur dan rasa, untuk menggabungkan makanan atau memakannya secara terpisah, dan untuk menemukan sukacita makan dengan cara yang tidak mungkin diperoleh jika dia makan dengan cara disuapi semangkuk bubur. Kemungkinan bahwa gaya menyuapi makan akan, pada waktunya, memiliki implikasi yang lebih positif bagi kesehatan anak-anak, serta untuk suasana menyenangkan pada waktu makan keluarga dan hubungan lebih positif dalam keluarga umumnya. Hal ini juga mungkin memiliki makna yang lebih luas untuk pengembangan, kemandirian keterampilan anak-anak dan kepercayaan diri. Penelitian lebih lanjut diperlukan, tetapi ada lebih banyak pengalaman menarik yang menunggu untuk ditemukan. (artikel ini merupakan terjemahan dari artikel Gill Rapley
   
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Penjelasan singkat mengenai BLW:Baby-Led Weaning (BLW) adalah memberi kesempatan anak Anda makan sendiri sejak awal proses penyapihan (Gill Rapley, 2008).Menurut penelitian terbaru, pada umumnya bayi meraih makanan di sekitar usia enam bulan, yang juga merupakan waktu yang ibu didorong untuk menyapih sesuai dengan pedoman WHO. Yang dimaksud menyapih di sini bukan menghentikan pemberian ASI seketika, tapi mulai mengurangiporsi ASI secara bertahap dan menambahkan porsi makanan sedikit demi sedikit, atas 'kehendak' bayi.Keuntungan mulai menyapih sekitar enam bulan adalah bahwa pada saat itu, tahapan perkembangan anak-anak kita mampu makan sendiri makanan yang tepat, dengan kata lain - tidak perlu bubur!Anda hanya perlu memberi mereka sepotong makanan sesuai ukuran dan jika mereka menyukainya mereka makan dan jika mereka tidak suka, mereka tidak akan makan.Itulah esensi dari BLW. Tidak ada purees, nampan cetakan es batu untuk membekukan purees, tidak ada food processor,tidak ada bubur bayi, tidak ada buah aneh dan campuran sayuran. Hanya Anda dan anak Anda, makan makanan yang Anda nikmati bersama Anda dan keluarga Anda.(dari http://www.babyledweaning.com/) Pengantar admin: BLW diharapkan bisa menjadi cara untuk membangun kesan positif terhadap kegiatan makan makanan sehat, terutama makanan rumahan, sehingga anak-anak menyukai kegiatan makan tanpa paksaan.
   
Jumlah Posts : 11
Jumlah di-Like : belum ada like
hai bun,anak ku makan bubur instan loh alhamdulillah BAB nya lancar 2kali sehari,klo ngasi makan bayi di seimbangi dengan minum air putih,anak ku sesendok makan seteguk minum,usia anak ku 6 bulan
   
Jumlah Posts : 1269
Jumlah di-Like : 8
Dear Bunda Atika Abdullah Aidid,

Tahapan pemberian makan pada anak terbagi :
1. umur 0-6 bulan : hanya diberikan ASI saja. Susui bayi sesering mungkin, setiap bayi menginginkan, paling sedikit 8x/hari. Jangan memberikan makanan / minuman selain ASI. Susui dengan payudara kanan dan kiri secara bergantian sampai payudara terasa kosong, jika bayi tidur lebih dari 3 jam, bangunkan, lalu susui.

2.Umur 6-9 bulan : Terus berikan ASI, dan mulai diberikan makanan pendamping ASI               ( MP-ASI ) secara bertahap sesuai dengan usia

umur contoh MP-ASI
6 Bulan Pagi : bubur susu 3 sendok makan
Sore : bubur susu 3 sendok makan
 
7 Bulan Pagi : bubur susu 3 1/2 sendok makan
sore : bubur susu 3 1/2 sendok makan
 
8 Bulan pagi : bubur Tim lumat 2 sendok makan
siang : bubur tim lumat 3 sendok makan
Malam : bubur tim lumat 3 sendok makan
 

3. Umur 9-12 Bulan : Terus berikan ASI, dan mulai berikan MP-ASI yang lebih Padat. Contoh : Bubur nasi, nasi tim, dan nasi lembek.
umur contoh MP-ASI
9 Bulan Pagi : bubur nasi 3 sendok makan
Siang : bubur nasi 3 sendok makan
Malam : bubur susu 3 sendok makan
 
10 Bulan Pagi : nasi tim 3 sendok makan
Siang : nasi tim 3 sendok makan
Malam : nasi tim 4 sendok makan  sendok makan
 
11 Bulan Pagi : Nasi lembek 3 sendok makan
siang : nasi lembek 4 sendok makan
Malam : nasi lembek 4 sendok makan
 

4. Umur 1-2 Tahun : terus berikan ASI, dan mulai berikan makanan orang dewasa ( nasi, lauk pauk, dan sayur. Beri makan 3 x/hari, masing2 1/3 piring orang dewasa. Beri makanan selingan 2 x/hari ( buah/ perasan buah, snack ), ajari anak untuk makan sendiri.

Selama pengenalan pemberian MP-ASI diharapkan diciptakan suasana yang nyaman dan menggembirakan.

Demikianlah penjelasan saya, semoga bermanfaat untuk Bunda dan Buah hati.  
   
23-11-2012 11:30:02 anak saya di diagnosa tb
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Dokter yang baik, anak saya berumur 15 bulan,saat ini dokter mendiagnosa anak saya mengalami gangguan immunitas tubuh nya, di tandai dengan tidak naik nya Berat badan, napsu makan menurun dan ada benjolan-benjolan seperti pembuluh darah yang kaku di sekitar telinga dan leherdan permukaan lidah berwarna putih. Dokter menyarankan untuk tes darah dan hasilnya menurut dokter mengisyaratkan adanya dubakteri para thypy, pembengkakan pada jantung dan serta adanya infeksi TB. Akhirny anak saya di sarankan untuk tes rontgen, hasilnya kata dokter paru2 anak saya berakar..saya tanyakan apakah ini pasti indikasi TB, atau ada kemungkinan bronchitis tapi dokter belum mau menjawabnya karena menurut beliau harius konsentrasi pada penyakit tipus nya, mohon pencerahannya dok, saya ingin tahu agar bisa melakukan upaya maksimal untuk buah hati saya, terimakasih sebelumnya

Dari : dewi handadari

Jawaban:


Dear Bunda,



Penyakit Typhoid dapat diketahui dari tanda dan gejala yang terjadi seperti;, demam pada malam hari, sakit kepala, lemas, selalu mengantuk, diare atau konstipasi yang umumnya terjadi. Pada orang dewasa dan anak usia sekolah lebih mudah untuk dilakukan pemeriksaan di bandingkan dengan anak bayi atau balita.  Selain pemeriksaan Fisik, dilakukan juga pemeriksaan penunjang. Untuk pemeriksaan penyakit Typhoid (Tifus) saat ini pemeriksaan widal sudah tidak terlalu efektif lagi terutama bila tidak disertai bukti pemeriksaan fisik yang kuat mengarah pada tanda dan gejala penyakit typhoid. Untuk memeriksa adanya penyakit typhoid secara lebih lanjut lagi, dapat dilakukan pemeriksaan ELISA  maupun dengan cara biakan kuman dari contoh feses dan darah.  Apabila hasilnya positif maka dapat dilakukan pengobatan yang sesuai dengan penyakit typhoid.


Penyakit TBC dapat menyerang kelenjar (Tuberculous Lymphadenitis), usus dan Paru serta organ lainnya. Untuk mendeteksi adanya infeksi TBC pada anak yaitu dengan gejala fisik berupa masalah menurunnya nafsu makan, berat badan menurun atau sulit bertambah, batuk yang tidak kunjung sembuh terutama malam hari, suhu badan meningkat ringan terutama malam hari, gambaran foto X- ray yang mendukung diagnosis TB dan dapat juga di lakukan pemeriksaan sputum,  uji  Mantoux pada anak untuk mengetahui apakah ada infeksi TB atau tidak. Sebagai pedoman sebaiknya diagnosis Tuberkulosis harus dengan pengamatan seksama tentang adanya : Gejala klinis, kontak erat serumah penderita TBC (dipastikan dengan dengan pemeriksaan dahak positif), pemeriksaan yang harus dilakukan adalah Foto polos dada (roentgen), tes mantouxt (positif : > 15mm bila sudah BCG, Positif > 10 mm bila belum BCG).


Demikian jawaban saya, semoga dapat membantu Anda.



   
Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
Dear all Bunda,


Saya baru baca ada posting tentang Donor Asi, cukup menarik bagi saya, menurut saya Donor Asi ini sebenarnya sudah ada jaman nabi-nabi kita terdahulu, seperti dalam Islam , kalo tidak salah ceritanya adalah Nabi Muhammad SAW juga dulu waktu bayi memiliki 2 ibu pemberi susu, antara lain Halimatus Sadiah dan yang satunya lagi saya lupa. Ibu Halimatus Sadiah dulunya adalah budaknya Paman Nabi yang kemudian pada saat kelahirannya nabi , beliau dimerdekakan dan kemudian dengan sukarela menjadi Ibu pemberi susu nabi.
Menurut saya di dalam Islam sudah jelas pengaturannya, kalopun memang situasi dan kondisi bagi Ibu yang melahirkan tidak dapat memberi Asi kepada bayinya, maka dapat memilih untuk memberi Asi dengan cara seperti itu, namun memang sudah jarang  dilakukan saat ini , biasanya dengan memakai susu pengganti.

Untuk yang memilih dengan meminta ibu pemberi susu, maka biasanya dapat diberikan biaya pengganti untuk makan dan minum si Ibu pemberi susu, dan dengan begitu status anak bayi tersebut menjadi anak sepersusu an , dan apabila dia besar nantinya , oleh karena telah mendapat Asi , maka Asi tersebut sudah menyatu menjadi darah sang bayi, mungkin juga bersatu dengan genetik mereka, sehingga dianggap seperti layaknya satu saudara dengan anak-anak dari Ibu pemberi susu. Maka, harus dihindari pernikahan antara mereka.

Sedangkan untuk Donor Asi yang saya dengar saat ini , adanya pemberian susu dari ibu pemberi asi di dalam beberapa botol yang (walaupun) diberi label informasi dll, namun bagaimana status Ibu pemberi susu dan anak bayi tersebut nantinya ? hal ini belumlah ada kejelasannya, apalagi yang saya kuatirkan Asi tersebut diberikan kepada lebih dari satu bayi , bahkan dapat saja puluhan bayi , yang seharusnya mereka menjadi satu sepersusuan , atau bersaudara, bukankah mereka menjadi seperti "insest" apabila Alllahualam mereka besar nanti bertemu dan saling menyukai?

Semoga kekuatiran saya tidak terjadi, terimakasih semuanya....
   
01-03-2012 14:46:20 makan nya slalu di emut
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
alow para bunda.....
aku mau minta masukan nya dong.....
aku punya bayi usia 1 thn, tiap di ksh makan slalu aja di emut.
makan nya sih apa aja mau,tp keselnya sllalu di emut,...
gmn caranya,spy anak ku makan nya ga di emut...
sebelum nya mksh bnyk atas saran nya......
   
02-01-2012 09:25:36 Tidak Mau Makan Nasi TIM
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
Permisi Bunda"

saya mau tanya, anak saya 7 bulan kalau dikasih makan nasi tim selalu tidak mau alias muntah...saya buatkan nasi tim pke nasi+bayam, nasi+wortel, nasi+wortel+keju terus saya blender biar agar lbih halus tpi selalu tidak mau, tpi klo bubur bayi dari milna doyan abis

adakah saran untuk biar anak bisa makan nasi tim buatan sendiri ?...



thanks...
   
12-06-2011 05:27:08 Hamil 6w ga mau makan nasi
Jumlah Posts : 583
Jumlah di-Like : 5
Bun Nesia : woooww ... Selamat ya bun, atas kehamilanx. Aku smpt baca postingan bun Nesia ttg kehamilan baru, cm mau bales rasax males...(Gini dah,mood bumil:D) Sorry ya bun, hehehe ... Kl aku sih,dl di kehamilan awal aku malah seneng bngt sm yg namax makan nasi.justru sblm hamil akumengurangi makan nasi (seminggu paling 2 hari makan nasi) gmn pun jg nasi adl makanan pokok kita, tp kita kan bs menyediakanx dgn bervariasi. Bisa jadi lontong,bubur, atau nasi kita ganti pake mie, spagheti,kentang (gr atau rebus ataupun di tumbuk halus spt makanan anak bayi) roti dll. Kl goreng2an usahakan pilih minyak/butter yg ber-omega 3 dan 6 ya ... Dan kl bs yg rendah kalori. Yg penting bunda hrs makan biar sedikit2 tp sering .. Jgn lgsg hbs 1 porsi bsr,ntr malah eneg, pokokx usahakan agar kita melihat makanan tsb jd berselera, sekalipun makanx cuma 2-3 sendok. Cobain deeehh .. Ok?