SITE STATUS
Jumlah Member :
493.601 member
user online :
734 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: bisakah lahir normal bayi kalung usus

New Topic :  
Jumlah Posts : 11
Jumlah di-Like : belum ada like
bisakah lahir normal dengan posisi bayi sungsang dan leher bayi kelilit tali pusat 2x....
   


Jumlah Posts : 229
Jumlah di-Like : belum ada like
pengalaman sy 35W5D posisi kpla blm msuk panggul dan sebulan yg lalu sempat rendah tpi g nutup jln lahir 36W2D sy start jln cepat dipagi hari kira*30mnit dsmbung jln santai &pendinginan 38W5D lahir normal bayi sangat sehat maju 10hri dr hpl ,sekrng usia baby 2bln
   
Jumlah Posts : 24
Jumlah di-Like : belum ada like
bu bidan saya mau tanya bisakah lahir normal setelah cesar,cesar sekali dan sudah 3 tahun ,,penyebab c3sar pecah ketuban,bekas sayatan bawah rahiim thank mohon info
   


Jumlah Posts : 98
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda2, klo ari2 pendek bisakah lahir normal??
   
21-01-2008 13:26:04 Bayi sungsang gimana nich?...
Jumlah Posts : 10
Jumlah di-Like : belum ada like
buat dee_dee,

aku juga kemaren sungsang. aku udh nungging, udah diputer, tapi tetep aja ga muter. soalnya plasentanya pendek, makanya ga bisa muter. sekarang udah ngelahirin, caesar. soalnya kata dokter, klo bayi sungsang, n berat bayi diatas 3,5kg gak bisa normal. resikonya tinggi.



tapi kamu coba aja nungging terus. siapa tau masih bisa muter. untuk sekedar info (bukan buat nakutin loh [smile]. klo lahir normal, bayi sungsang, max 4 menit buat ngeluarin kepalanya. klo gak nyangkut sih emang bisa. tapi klo nyangkut, wah jgn ambil resiko deh buat nyawa anak kita. apalagi klo anak pertama.

jadi saran aku nih. kalo masih sungsang, bayi kamu besar, mending caesar deh. daripada ambil resiko buat anak kita.
   


Jumlah Posts : 13
Jumlah di-Like : belum ada like
dear mommy niar..

salam kenal mommy...
mommy jgn tegang n takut rileks aja pengarruh ke bayi lo..kasihan kan??

Jalanin semua apa kata dokter sambil banyak doa. Apapun jalannya baik normal maupun caesar ga mslh yg penting smua demi kebaikan mommy n baby.

Ak jg ga pernah punya kepikiran caesar. Tgl 22 Juli kmrn ak melahirkan anak pertama renc.normal tp smp hari H ga lahir2 anaknya tpaksa di caesar. Tnyata anaknya kalung usus. & ga bohong sbg manusia jujur tegang ada, takut ada tp mau bgm gaada jalan lain demi baby jd ya ak jalani sambil doa. Toh akhirnya smua berakhir baik2..

Proses Caesar cepet bngt kok mommy ga smp 15menit baby uda lahir n kita mmg ga ngrasa apa2.. Cuma stlhnya kita baru ngrasa sakit.. Tp kl uda lihat baby sakit nya bisa dilawan kok..so tenang, rileks, n don't 4get 2 pray...ok??? GOD BLESS...
   
Jumlah Posts : 229
Jumlah di-Like : belum ada like
baby q lahir leher terlilit usus ,org jawa blg kalung usus.normal
   
Jumlah Posts : 35
Jumlah di-Like : belum ada like
saya usg kemaren 32W 1.8 kt dokter nya normal dan posisi debay nya jg bagus, tpi hamil 8 bln kelihatan perut nya kecil gak kyk ibu hamil laenya. bunda ajjeng coba byk sujud, gpp bun kk ipar saya bs lahir normal dgn leher kelilit tali pusar biasa dibilang kalung usus. byk berdoa jg bun semoga lancar saat lahir. amin
   
Jumlah Posts : 178
Jumlah di-Like : belum ada like

Bunda, kolik sebenarnya bukan penyakit yang serius bunda. Tapi kalau bayi nangis lebih dari 3 jam sehari dan ini terus terjadi 4 hari dalam seminggu bisa jadi bayi bunda terserang kolik.

Gangguan kolik ini terjadi saat bayi baru lahir sampai bayi menginjak usia 3-4 bulan. Ada banyak hal yang menyebabkan bayi menangis terus menerus, dan bisa jadi itu dari popok yang tak nyaman. Jika begitu, pilih saja yang nyaman misalnya merries

Penyebab kolik sih belum pasti bunda. Kolik sering dikaitkan dengan adanya gangguan pada saluran pencernaan, misalnya akibat mengejangnya otot di dinding usus atau ada udara dalam usus. Mungkin juga kolik terjadi karena bayi mengalami intolerensi laktosa atau alergi dengan susu sapi/susu formula.

Tidak ada cara yang tepat untuk mencegah kolik, tapi bunda tetap bisa mencoba meminimalkan penyebabnya. Misalnya saja, bunda bisa memeriksa apa posisi mulutnya sudah pas saat menyusui, dan bayi sendawa dengan benar sehabis menyusi sehingga tidak ada udara yang masuk ke dalam usus.

Gejala kolik yang patut diwaspadai

  1. Sehabis minum atau saat baru bangun tidur bayi menangis secara berlebihan terutama di malam hari, tetapi sebelumnya bayi tetap normal dan sehat selain waktu-waktu itu.
  2. Tangisnya sulit dihentikan saat serangan terjadi
  3. Saat menangis, wajahnya jadi kemerahan dan kakinya diangkat-angkat (lutut ditekuk ke arah dadanya).
  4. Perut kembung

Coba Lakukan Ini Bun

  1. Pastikan kebutuhan bayi terpenuhi. Misal, jangan sampai dia terlalu lapar atau harus menunggu lama untuk disusui.
  2. Peluk agar bayi merasa aman. Nikmati saja kontak kulit ke kulit dengan bayi.
  3. Usap punggungnya dengan kereta dorong atau naik mobil agar bayi merasa tenang.
  4. Mandikan dengan air hangat dan ciptakan suasana rileks di malam hari.
  5. Ayun-ayun si kecil sambil nyanyikan atau putar lagu favoritnya.

sumber : ayahbunda

   
Jumlah Posts : 6
Jumlah di-Like : belum ada like
saya juga bun, anak pertama bb naiknya berat terakhir sampai 9 bulan 63 kg...tetapi kehamilan yg ke dua ini usia kehamilan 32 minggu naiknya terakhir nimbang bb ku hanya 59 kg berat bayi sudah 2700 gram...saya ingin lahir normal tp, bb bayi sudah besar apalagi nanti sampai bulannya ya...soalnya anak pertama lahir secar...bisakah diusahakan tetap lahir normal??
   
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda yth,saya mau nanya........istri saya  melahirkan anak prtama caesar pd 10bulan yang lalu. karna ada kalung usus pd leher bayi. jikalau hamil lagi sebelm 1tahun apakah bisa melahir dgn normal? dan kalau hamil sebelm 2 tahun apakah tidak membahayakan?
trima kasih atas sran baiknya
   
09-12-2007 00:23:18 DUNIA BAYI
Jumlah Posts : 368
Jumlah di-Like : 1
BAYI TAK BOLEH DIPAKAIKAN GURITA
Begitu kata dokter, kebalikan dari kebiasaan yang terjadi selama ini. Memang, tak sedikit kebiasaan turun- temurun dalam merawat bayi yang bertentangan dengan dunia medis. Bagaimana kita menyikapinya?



Dalam merawat sang buah hati, hampir bisa dipastikan kita akan "dihujani" oleh segala macam nasihat ataupun larangan dari lingkungan, entah kakek-nenek, orang tua, kaum kerabat, maupun tetangga. Umumnya, nasihat/larangan tersebut merupakan kebiasaan-kebiasaan praktek perawatan bayi yang bersifat turun-temurun.


Namun, "seringkali nasihat dan larangan tersebut tak bisa diterima akal sehat, meskipun ada pula yang kedengarannya masuk akal," ujar dr. Eric Gultom, Sp.A. dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo dalam cara Ibu Bayi dan Balita di ANTeve, kerja sama nakita dengan PT Endrass Perdana. Misalnya, bayi tak boleh digendong dengan kedua tungkai memeluk tubuh ibu agar kelak tungkainya tak pengkor, bengkok, atau melengkung. Begitu pula dengan nasihat untuk membedong bayi agar kelak bentuk kakinya jadi bagus.


"Kedengarannya memang masuk akal bahwa cara menggendong dengan posisi demikian mungkin saja akan menyebabkan pengkar. Apalagi pada kenyataannya, saat lahir, tungkai bayi memang penampilannya bengkok atau melengkung," tutur Eric yang juga berpraktek di RSIA Lestari, Cirendeu dan RS Medistra. Tapi, lanjutnya, bila dijelaskan dengan cara lain, akan tampak penjelasan tersebut kurang masuk akal.


Semua bayi, tutur Eric, kakinya memang akan tampak melengkung ketika lahir. Pasalnya, rongga rahim sangat terbatas ruangnya. Nah, agar si bayi cukup dalam rongga rahim, posisinya harus sedemikian rupa sehingga kedua tungkai dalam posisi bersila dan melengkung ke atas. "Tentunya dalam posisi demikian selama 9 bulan, akan menyebabkan kedua tungkai penampilannya melengkung ketika lahir." Selain itu, tulangnya masih lebih lunak dan sedang bertumbuh sehingga gampang sekali terbentuk melengkung.

Kendati demikian, tungkai yang melengkung ini berangsur-angsur akan lurus kembali sejalan dengan pertumbuhan bayi. Kecuali bila ada faktor genetik dimana salah satu orang tua penampilan tungkainya tak lurus atau melengkung, akan diturunkan pada anaknya. Jadi, tukas Eric, "melengkung tidaknya tungkai tak tergantung posisi ketika menggendong bayi." Begitupun bila bayi tak dibedong, kakinya akan tumbuh lurus sesuai potensi genetik yang dimilikinya.


MEMBAHAYAKAN BAYI


Berbagai praktek perawatan bayi yang mengikuti kebiasaan-kebiasaan turun-temurun ini, menurut Eric, seringkali bukan hanya kurang dapat diterima dasar ilmiahnya, tapi juga bisa merugikan. Misalnya, pemakaian gurita untuk bebat perut bayi. Kata orang, supaya bayi jangan masuk angin." Ada pula yang bilang, agar perutnya enggak besar dan pusarnya enggak bodong.

Dalam dunia medis, tuturnya, tak dikenal istilah masuk angin. "Istilah ini mungkin maksudnya aerophagia , yaitu bayi banyak mengandung udara di lambungnya sehingga terlihat kembung. Hal ini bisa disebabkan bayi menangis lama atau cara minum susu botol kurang betul." Jadi, Bu-Pak, sama sekali tak ada kaitannya dengan pemakaian gurita.


Begitupun dengan perut besar dan pusar bodong. "Besar kecilnya perut ditentukan oleh ketebalan kulit, lemak kulit, dan otot perut yang sanggup menahan daya dorong isi perut atau usus keluar. Secara alamiah, usus, kan, berusaha mendorong keluar," terang Eric. Nah, pada bayi, lanjutnya, kulit maupun lemak dan ototnya masih tipis karena belum tumbuh, sehingga belum mampu menahan ususnya yang mendorong keluar. Jadilah si bayi kelihatannya seperti kembung, perutnya agak besar. "Nanti, bila kulit dan lemak serta ototnya sudah lebih tebal, akan lebih sanggup menahan daya dorong tersebut." Jadi, tak akan gendut lagi, kecuali kalau makannya memang banyak.


Sama halnya dengan pusar bodong, "Bila perutnya membesar, tentu pusarnya akan menonjol, dong," tukas Eric. Tak demikian halnya setelah ketebalan kulit, lemak kulit, dan ototnya bertumbuh menjadi lebih tebal. Jadi, bukan lantaran dipakaikan gurita maka pusarnya jadi enggak bodong. Jikapun si bayi sampai punya pusar bodong, menurut Eric, karena bagian dari puntung tali pusatnya memang sejak awalnya sudah lebih besar. "Jadi, sejak lahir pusarnya memang sudah bodong, bukan karena tak dipakaikan gurita."

Pemakaian gurita, tutur Eric lebih lanjut, sebenarnya justru dapat merugikan bayi. "Bayi jadi kepanasan dan banyak keringat sehingga bisa mengalami keringet buntet di bawah lapisan gurita." Selain itu, bila pemakaian gurita terlalu ketat, "akan mengganggu gerak pernafasan bayi." Soalnya, bayi bernafas lebih dominan menggunakan gerak pernafasan perut. Jadi kalau kita bebat dia erat-erat di bagian perut, tentu akan mengganggu pernafasannya."


Contoh lain dari kebiasaan turun-temurun yang membahayakan bayi ialah membubuhkan bahan-bahan tradisional pada tali pusat yang belum puput. Hal ini bisa menimbulkan infeksi. "Perawatan tali pusat cukup dilakukan dengan menggunakan alkohol 70 persen," ujar Eric. Sebab, alkohol 70 persen dapat membunuh kuman dan mencegah berkembang-biaknya kuman, sehingga tali pusat pun terhindar dari infeksi.


Masih banyak lagi kebiasaan-kebiasaan turun-temurun yang sampai sekarang masih sering dijumpai dalam praktek perawatan bayi sehari-hari. Saran Eric, sebaiknya Bapak dan Ibu tanyakan dulu kepada dokter, apakah ada bahayanya bagi bayi Anda. Bila tidak, prakteknya terpulang kepada Bapak-Ibu sendiri sebagai orang tua si bayi.






Julie Erikania




ANEKA KEBIASAAN TURUN-TEMURUN PERAWATAN BAYI


*ASI

ASI harus dibuang dulu sebelum menyusu. Alasannya, ASI yang keluar adalah ASI lama (basi).


ASI tak pernah basi! Biasanya yang dimaksud dengan ASI lama adalah ASI yang berwarna kekuningan dan kental; penampilannya memang seperti cairan tak segar. Padahal, ASI kekuningan tersebut yang paling baik mutunya. "Kandungan nutriennya paling tinggi dan memang diperolehnya pada tetesan ASI paling awal," jelas Eric Gultom.


Warna dan penampilan ASI putih keruh serta encer sering pula diasumsikan sebagai ASI kualitas jelek. Hal ini sama sekali tak benar! "Warna dan kejernihan ASI sangat tergantung bahan nutrien yang terkandung di dalamnya," jelasnya lagi. Perlu diingat, tak ada ibu yang mempunyai ASI seputih dan seindah penampilan susu formula. Namun begitu, kualitas ASI tak dapat ditandingi oleh susu formula manapun.


Usai melahirkan, ibu harus makan ayam arak agar tubuhnya hangat dan ASI-nya banyak atau minum jamu-jamuan untuk kesegaran ibu.


Hal ini justru berbahaya karena sering berpengaruh terhadap kandungan nutrien ASI dan menyebabkan bayi kuning. Kandungan dalam ayam arak -mungkin araknya- dan jamu-jamuan, menurut observasi dokter dan para bidan, seringkali berkaitan dengan timbulnya kuning pada bayi, suatu keadaan yang secara medis disebut ikterus atau hiperbilirubinemia. "Bila kadar kuningnya tinggi, dapat membahayakan bayi karena, bahan kuning ini bukan hanya akan melekat di mata maupun kulit sehingga jadi kuning, tapi juga di sel-sel otak," terang Eric.


* MEMANDIKAN BAYI


Bayi harus dimandikan dengan air hangat agar tak masuk angin.


Memandikan bayi dengan air hangat tak perlu apabila bayi Anda normal, cukup bulan dan dalam keadaan sehat. Mandikanlah sehari dua kali, gunakan sabun bayi dan cuci rambut dengan sampo bayi. Perlakukan bayi sebagaimana layaknya Anda sebagai orang sehat mandi dan mencuci rambut.


"Mandi dengan air hangat tujuannya terutama agar bayi tak kedinginan atau hipotermi dalam bahasa kedokterannya. Tapi, sebagai bayi normal yang sehat, bayi Anda dapat beradaptasi dengan keadaan tersebut," terang Eric. Jadi, Bu-Pak, tak usah takut memandikan si kecil dengan air dingin selama kondisinya normal dan sehat serta dalam cuaca yang tak dingin.


Kepala tak boleh dibasahi saat bayi dimandikan.


Nasihat ini tentulah tak benar. Jika kepala bayi tak pernah dibasahi, kotoran di kepala jadi menumpuk dan bercampur dengan endapan lemak sehabis dilahirkan. Akibatnya, timbullah kerak kepala yang sering disebut sarapen atau dalam istilah medisnya, dermatitis seboroik.


Bayi tak boleh dimandikan jika tali pusatnya belum lepas.

Salah! Justru tali pusatnya harus dibersihkan, lalu dikeringkan dengan alkohol 70 persen.


* BEDAK DAN MINYAK-MINYAKAN


Kepala bayi perlu diberi pupur agar tak gampang pilek.


Tak ada hubungannya antara pilek dan diberi pupur. "Pilek lebih sering terjadi bila bayi tertular orang dewasa yang pilek dan mencium bayinya," urai Eric. Sebaliknya, pupur dapat menyebabkan banyak kerak di kepala dan merupakan media tumbuh kuman yang baik bila tak dibersihkan dengan baik.


Bayi harus dibedaki sesudah mandi agar tubuhnya harum. Sehabis BAK, selangkangannya dikeringkan dengan bedak. Begitu juga bila tubuhnya berkeringat, dikeringkan dengan bedak.


Sebaiknya bedak tak digunakan jika dimaksudkan untuk membuat tubuh bayi harum, mengeringkan keringat, bekas BAK atau sesudah cebok.


Di negeri tropis, bayi Anda memang akan cenderung lebih sering berkeringat. Campuran bedak dengan keringat, terang Eric, merupakan media yang baik untuk berkembang biaknya kuman di permukaan kulit, terutama di daerah tertutup dan lipatan leher, ketiak, atau selangkangan. Lagi pula campuran air dan bedak akan menutup pori-pori kulit bayi yang sangat halus dan menyumbat pernafasan kulit serta saluran kelenjar keringat, terutama bila diborehkan terlalu tebal. Hal ini menyebabkan lebih banyak keringet buntet dan ruam (kemerahan) di permukaan kulit.


Bedak hanya boleh dipakai untuk mencegah tergoresnya kulit kering. Akan tetapi, kulit kering jarang terjadi di negeri tropis karena udaranya cukup lembab sehingga kulit cenderung lebih basah; berbeda di negara empat musik yang kelembaban udaranya lebih rendah. Jikapun Anda ingin si kecil dipakaikan bedak, sebaiknya bubuhkan tipis-tipis di permukaan kulit, terutama bagian tubuh yang mudah tergores.


Bagaimana dengan minyak-minyakan dan baby oil?


Bahan minyak-minyakan, misalnya, minyak telon dan minyak kayu putih, sering diborehkan dengan alasan mencegah masuk angin dan menghangatkan tubuh bayi, terutama minyak kayu putih. Jadi, hal ini sering dipraktekkan.


Namun demikian, ingat Eric, pemakaiannya harus hati-hati. Soalnya, respons kulit bayi terhadap kandungan minyak telon dan minyak kayu putih berbeda-beda. Jika timbul kemerahan dan gejala iritasi (kulit kering seperti terbakar dan bersisik/beruntusan), sebaiknya pemakaian dihentikan.

Baby oil lebih parah lagi dalam menyumbat pori-pori kulit dan saluran kelenjar keringat karena partikelnya lebih besar dan lebih kental. Jadi, sebaiknya tak diberikan untuk kulit bayi Anda.


* MAKANAN


Bayi harus diberi pisang atau nasi kepal/ulek agar tak kelaparan.


Salah dan berbahaya! Sistem pencernaannya belum sanggup mencerna atau menghancurkan makanan tersebut. Dengan demikian, makanan tersebut akan mengendap di lambung dan menyumbat saluran pencernaan, sehingga akhirnya bayi jadi muntah. Itulah mengapa, sebelum usia 4 bulan, bayi belum boleh diberikan makanan tambahan. Jadi, Bu-Pak, tak usah takut si kecil akan kelaparan. Toh, di usia tersebut, makanannya memang cuma ASI dan ia pun boleh menyusu ASI sepuasnya kapanpun ia menginginkannya.


Bayi harus diberi susu lebih kental agar cepat gemuk.


Salah! Susu yang sangat kental juga tak dapat dicerna dan menyebabkan endapan susu di lambung sehingga bayi jadi muntah.


Bayi boleh diberi air tajin sebagai pengganti susu/pelarut susu.


Air tajin tak dapat menggantikan susu karena kandungan nutriennya kurang; juga, tak perlu dipakai sebagai pelarut bila pengenceran susu dengan air matang sudah sesuai petunjuk pelarutan yang diberikan pada setiap kemasan susu kaleng.


Susu kaleng perlu dicampur-campur (berbagai merek dagang) agar keunggulan masing-masing susu dapat dikonsumsi sekaligus oleh bayi.


Jangan termakan iklan, dong! Semua keunggulan yang diiklankan tersebut tak ada yang dapat menyaingi keunggulan ASI.


BILA BAYI PANAS


Baluri seluruh tubuhnya dengan bawang merah.


Bau, dong! Panas tak pernah turun karena bawangnya, tapi karena waktu memborehkan bawang, semua baju dibuka dan terjadi penguapan dari permukaan kulit yang basah. Itulah mengapa, praktek membungkus bayi rapat-rapat dengan beberapa lapis pakaian pada waktu bayi panas justru akan menyebabkan suhu tubuh semakin panas. Bila bayi panas, jangan membungkus bayi terlalu rapat atau dengan pakaian terlalu tebal.


"Malah lebih baik kalau semua pakaiannya dilepaskan, agar terjadi penguapan atau pelepasan panas dari tubuh bayi ke udara sekitar," tutur Eric. Bahkan, dikompres sambil telanjang pun boleh. Namun tentunya, sebelum itu si bayi sudah diberi obat penurun panas. Tak usah cemas bayi Anda akan semakin parah sakitnya. Kecuali, bila kemudian Anda tak membawanya ke dokter untuk mengatasi penyebabnya. Bukankah penyebabnya yang harus diatasi, karena penyebabnya inilah yang membuat si bayi menjadi panas.


Lepaskan semua pakaian bayi, lalu dekap di dada ibu/ayah yang tanpa busana pula. Dengan demikian bisa menurunkan panas.


Memang hal ini juga bisa dilakukan pada bayi yang mengalami panas untuk mengurangi panasnya. Tapi panas badan kita, kan, normalnya 37 derajat Celcius, sedangkan suhu udara jauh lebih rendah, sekitar 28-30 derajat Celcius. Jadi, penetralannya lebih baik ketimbang badan ibu/bapaknya.


* DIURUT


Bayi perlu diurut bila mengalami keseleo/kecengklak.


Dunia medis tak mengenal istilah keseleo/kecengklak. Mengurut bayi justru dapat menyebabkan cedera jaringan bila cara pijatan dan urutannya berlebihan, apalagi di tempat-tempat organ berbahaya semisal perut.


* TIDUR


Bayi tak boleh tidur ditengkurapkan karena susah bernafas.


Salah! Tidur tengkurap lebih nyaman buat bayi karena membuatnya lebih nyenyak dan tak rewel, serta membantu rekoil pernafasan dada lebih teratur. Sejak lahir pun, setiap saat diletakkan di tempat tidur, bayi boleh ditengkurapkan. Pengalaman menunjukkan, dengan sering ditengkurapkan, perkembangan motoriknya angkat kepala, tengkurap, bolak-balik, duduk, dan sebagainya- lebih baik.


Keberatan tidur tengkurap belakangan ini sering dikaitkan dengan tulisan mengenai SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) yang sering terjadi di negeri Barat karena bayi tidur di ranjang terpisah dari orang tua, kadang di kamar yang terpisah pula. Sedangkan di Indonesia, umumnya bayi tidur di samping orang tua dan jarang sekali ditinggal sendiri. Jadi, tak perlu takut dengan SIDS hanya karena menengkurapkan bayi.


* PERAWATAN UMUM


Bayi tak boleh didudukkan karena takut susah kencing.


Tidak benar! Jikapun nasihat ini diikuti, boleh saja; toh, tak akan merugikan bayi.


Bila bayi kembung, laburi perutnya dengan daun-daunan obat.


Justru berbahaya bila kulit bayi sangat sensitif karena menimbulkan iritasi. Bila bayi mengalami kembung, cukup ditengkurapkan; karena dalam posisi tersebut, bayi akan banyak mengeluarkan angin. Nanti kembungnya akan hilang sendiri.


Bayi perlu diberi penghitam mata di alis mata (sipat) agar matanya jernih.


Tak ada hubungannya antara mata jernih dengan pemberian penghitam mata. Jikapun ingin diberikan, boleh saja karena tak ada bahayanya bagi bayi.


Jika bayi sering belekan, baluri di atas alis matanya dengan kunyit yang sudah dihaluskan agar saat bangun tidur, tahi matanya keluar semua sehingga enggak belekan lagi.


Salah! Mata belekan disebabkan saluran mata -masing-masing di sudut mata dekat hidung- bayi masih terlalu halus (salurannya masih sempit sekali) sehingga bila ada kotoran atau partikel-partikel di sudut mata yang mau dibersihkan di saluran tersebut namun ukurannya lebih besar dari salurannya, maka mengumpullah kotorannya di sudut mata. Itulah yang disebut belekan. Untuk mengatasinya, lakukan pemijatan sesering mungkin pada masing-masing saluran mata.








   
Jumlah Posts : 26
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda... ini sy anak ke 3... kira2 hpl bsk tgl 17... tp bayi masih melintang... bs lahir normal nggak ya... takut di operasi
   
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
Dok kehamilan masuk 34 minggu ada masalah Placenta Previa sekarang klu kencing warna merah tes Lab ada kandungan darah disarankan utk CAESAR Karena utk lahir normal beresiko pendarahan. Sdh 10 hari setiap kencing warna merah tapi tidak ada rasa sakit atau plek..Apakah saya harus menunggu 4 minggu lagi sampai bayinya kuat utk CAESAR Selagi tidak terjadi pendarahan atau rasa nyeri. Bagaimana dengan perkembangan bayi saya...HPL 23 mei 2017
   
20-03-2017 09:19:10 hpl april 2017 merapat
Jumlah Posts : 15
Jumlah di-Like : belum ada like
Bun Melni: ooh iya bun itu janinnya terlalu besar klo bwt lahir normal..dokter q bilang asal bayi jgn lebih dri 3kg kemungkinan bisa lahir normal, aq pas 35w BBJ nya 2500 klo skrng 36w lebih blm tau jg BBJ nya brp,moga gak terlalu berat..Aamiin..banyakin makan buah n sayur aja bun..
Oia bun sdah coba nungging/sujud gak?