SITE STATUS
Jumlah Member :
482.167 member
user online :
2738 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: bintik merah pada anak tanpa demam

New Topic :  
Jumlah Posts : 1722
Jumlah di-Like : 25
dokter,anak saya berusia 6 bulan,akhir2 ini di tangannya sering keluar bintik2 merah seperti di gigit semut.kira2 apa penyebabnya dok??apa mungkin dia alergi terhadap makanan,susu, atau udara??makanan yang saya berikan berupa bubur susu,mohon di bantu penjelasannya ya dokter.

Dari : gumilang arya darmawan

Jawaban:

Dear Bunda siera herningtias anggraeni (gumilang),

Bintik merah pada insect bite (gigitan serangga) seperti nyamuk, biasanya tidak disertai oleh demam. Apabila anak anda mengalami alergi, biasanya akan disertai gejala lain seperti gatal, mencret atau demam.
Coba perhatikan lingkungan anda, apabila banyak nyamuk atau serangga, lindungi anak anda ketika tidur dengan menggunakan kelambu. Sebaiknya tidak memberikan lotion atau cream anti nyamuk pada kulitnya untuk menghindari terjadinya reaksi alergi.
   


07-04-2008 17:05:04 Dokter Anak
Jumlah Posts : 5
Jumlah di-Like : belum ada like
Masalah yang biasa ditemukan dengan Dokter Anak

( Jumat, 10/08/2007 11:18 )



COMMON PROBLEMS IN PEDIATRICS



Beberapa negara, terutama negara maju, telah menerapkan konsep partnership atau kemitraan antara dokter dan konsumen medis (pasien). Kondisi ini suka atau tidak suka masih belum membudaya di negara kita, Indonesia. Sistem yg berlaku relatif paternalistik. Sementara itu di era komunikasi ini, konsumen banyak sekali dibantu dengan kemudahan teknologi yg ada. Melalui internet, konsumen medis dapat belajar lebih jauh untuk memahami masalah kesehatan. Sehingga pasien yg aktif berpartisipasi dalam menangani masalah kesehatannya merupakan hal penting dalam layanan kedokteran yang baik. Karenanya, istilah Konsumen Medis jauh lebih tepat dibandingkan “pasien”. Konsumen terkesan lebih aktif dibandingkan dg pasien yg terkesan pasif dan pasrah. Ingat, sebagai konsumen medis/kesehatan, kita memiliki hak, bukan hanya kewajiban.



Apa hak konsumen kesehatan? Memperoleh informasi yang benar dan obyektif. Hal ini sesuai dengan tugas seorang tenaga kesehatan. Tugas dokter bukan hanya KURATIF (mengobati kondisi sakit), melainkan juga EDUKATIF PROMOTIF (penyuluhan kesehatan) dan upaya PREVENTIF (Pencegahan).



Apa kewajiban konsumen? Learn as much as possible. Salah satunya adalah mencari informasi, mempelajari dasar-dasar kesehatan dan mempelajari segala sesuatu perihal penyakit yang sedang dialami. Manfaatkan kemajuan teknologi yanga ada. Cari informasi kesehatan melalui internet, tetapi selektiflah memilih situs yang dipercaya. Be active, speak up terutama saat medical visit. Jika perlu cari 2nd opinion.



Topik pertemuan kali ini adalah berbagai masalah kesehatan yang umum terjadi pada anak. Selain demam, alasan terbanyak orangtua membawa anaknya ke dokter adalah batuk pilek, radang tenggorokan, dan diare. Orang tua panik, anak memperoleh berbagai macam obat yang belum tentu diperlukan, yang juga belum tentu tanpa efek samping. Sedihnya lagi, tak jarang anak diberikan antibiotik. Padahal sebagian besar penyebabnya adalah virus, yang tidak bisa "dilawan" oleh antibiotik.



Demam, batuk-pilek, radang tenggorokan, diare, merupakan kondisi langganan anak-anak. Pelajarilah, agar dapat bertindak dengan tenang dan rasional, agar tidak tergopoh-gopoh mengambil obat dan mengobati gejala-gejala tersebut.



Semoga melalui sharing dan materi ini kita, para orang tua, akan jauh lebih bijak dalam menyikapi masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak.



SLIDE 1. Common Problems in Pediatrics : Title

Peran seorang pasien (tepatnya konsumen medis) sangat berpengaruh dan menentukan dalam kinerja tenaga medis. Konsumen medis yang aktif berpartisipasi dalam menangani masalah kesehatannya, akan sangat membantu kinerja dokter dan tenaga medis lainnya. Terutama kinerja dokter untuk tetap berpegang pada prinsip pola pengobatan yang rasional (Rational Use of Drugs / RUD) . Pola pengobatan yang rasional adalah AMAN dan COST EFFECTIVE. Perlu kita ketahui banyak faktor yang berperan dalam pemberian obat. Paling tidak ada 3 faktor yang dominan berperan kuat, yaitu dokter (penulis resep), konsumen (pasien) dan industri obat.



Intinya, konsumen (pasien) yang tidak rasional akan mendorong iklim layanan kesehatan yang tidak rasional pula. Demikian pula sebaliknya.



SLIDE 2. IRRATIONAL USE OF DRUGS (IRUD)

Pola pengobatan yang irrational menjadi concern seluruh dunia.



Minimal ada dua masalah utama perihal IRUD yaitu polifarmasi dan pemberian antibiotik yg berlebihan/tidak pada tempatnya.



Masalah polifarmasi tanpa disadari sering terjadi, terutama saat anak sakit.



Evaluasi kembali buku kesehatan / kartu berobat putra/I bapak/ibu.



Perhatikan berapa kali dalam 1 th kita membawa anak berobat karena sakit.



Coba jawab pertanyaan berikut :





· Berapa kali dalam kunjungan ke dokter, ibu tidak memperoleh obat ?

Tidak juga antibiotik ?

· Apakah setiap kali berobat anak mendapatkan obat puyer ?

· Berapa jumlah obat dalam tiap puyer ?



Umumnya para dokter mengajukan minimal 3 alasan mengapa mereka cenderung “abusive”, yaitu :



1. LACK OF CONFIDENCE.

Kebanyakan dokter sering tidak yakin atau merasa kurang PEDE untuk menyatakan bahwa pasien tsb sakit akibat infeksi virus, yang tidak membutuhkan antibiotik. Para dokter juga merasa “insecure” takut pasien pindah ke dokter lain.

2. PATIENT PRESSURE.

Tidak sedikit pasien, tanpa disadari, memilih bersikap pasif dan menganggap dokter tahu yg terbaik. Sehingga obat yang diberikan dokter pasti yang terbaik. Padahal dokter dapat bisa saja salah memberikan obat.



Pasien yang irasional, sering menuntut dokter untuk memberikan antibiotik , karena menganggap antibiotik merupakan “obat dewa” yang bisa menyembuhkan segala kondisi. Pasien irrasional sering “menuntut” dokter sebagai “tukang sihir”, yang dapat memberikan obat yang cespleng.



DOCTOR is a kind of MAGICIAN sehingga setiap kita ke dokter kita selalu berharap segera sembuh. Hal ini juga menimbulkan beban tersendiri bagi para dokter.



3. COMPANY PRESSURE.

Dalam Doctor-patient partnership, dokter sangat bergantung/membutuhkan pasien sebagaimana pasien bergantung / membutuhkan dokter. Tindakan pasien akan sangat mempengaruhi tindakan sang dokter. Pasien yang irrasional akan mendorong dokter menjadi irrasional. Intinya adalah tanggung jawab atau kewajiban menyehatkan anak bukan hanya di bahu seorang dokter, tetapi juga orangtua sbg konsumen medis.



SLIDE 3. IMMUNE SYSTEM

Sejak lahir Tuhan telah melengkapi kita dengan sistem imun (daya tahan tubuh) yang sempurna & canggih. Diantaranya ASI.



Secara garis besar, sistem imun terdiri atas 2 bagian, yaitu :

1. Bagian yang langsung “membunuh” kuman/virus/parasit, dll yang menyerang tubuh kita dan membuat tameng / proteksi untuk “serangan” serupa.



Sistem imun yang bertugas langsung membasmi “musuh” tsb adalah Sel Darah Putih atau LEUKOSIT. Leukosit juga membentuk antibodi, suatu zat untuk menetralisir “musuh” bila suatu saat kita kembali terserang oleh infeksi yang sama.



2. Bagian atau sel-sel yang bertugas membantu sel leukosit sehingga leukosit jauh lebih efektif “serangan”nya.



SLIDE 4. BACTERIA & VIRUS

Kedua makhluk tersebut amat dangat kecil tetapi memiliki canggih & lihai agar dapat lolos dari serangan sistem imun tubuh kita.

· Bakteri.

Bakteri ada dimana-mana, di alam, dan di sekitar kita. Bahkan tubuh kita dipenuhi oleh bakteri. Bahkan ASI mengandung bakteri.



Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas bakteri TIDAK JAHAT, bahkan menguntungkan. Kita justru membutuhkan bakteri tsb di dalam usus seperti untuk :



a) Mencernakan makanan menjadi zat-zat bergizi

b) Mengolah makanan menjadi vitamin B & K

c) Melindungi kita agar tidak terinfeksi oleh kuman yang jahat.

d) Membantu pencernaan agar kita tidak sembelit



Berdasarkan sifat kimiawinya, bakteri dibagi dua yaitu bakteri Gram Positif dan bakteri Gram negatif.



1. Bakteri Gram positif

a. umumnya lebih mudah di”lawan” dibandingkan bakteri Gram negatif.

b. dapat diatasi oleh antibiotik yang ringan (narrow spectrum antibiotik)

c. umumnya menyebabkan Infeksi di bagian atas diafragma



2. Bakteri Gram negatif

a. menyebabkan infeksi di bagian bawah diafragma



Broad spectrum antibiotics adalah antibiotik yang menyerang kedua kelompok bakteri di atas



INGAT :

- Pemberian antibiotik yang terlalu sering dan terlalu lama akan mematikan kuman yang baik. Hal ini akan menganggu pencernaan misalnya diare akibat munculnya banyak jamur, kekurangan vitamin B & K.

- Semakin sering kita memakan antibiotik, semakin sering kita jatuh sakit.

· Virus.

Virus jauh lebih kecil daripada bakteri. Virus tidak dapat dibunuh oleh obat, antibiotik sama sekali tidak bekerja terhadap virus. Virus hanya bisa dibasmi oleh sistem imun atau daya tahan tubuh kita.



SLIDE 5. RADANG / INFLAMMATION - ITIS

Kita sering menyalahartikan istilah radang sebagai suatu keadaan akibat infeksi kuman.

Radang atau inflamasi artinya MERAH, BENGKAK, dan SAKIT. Radang tenggorokan, artinya tenggorokannya merah, sakit, dan mungkin agak membengkak (amandelnya).

v Radang karena INFEKSI.

Radang akibat infeksi dapat dibagi2, yaitu :

1. Radang karena kuman

2. Radang karena virus.

85% radang tenggorokan pada bayi/anak disebabkan oleh infeksi VIRUS - sehingga tidak perlu antibiotik.

v Radang BUKAN INFEKSI.

Biasanya disebabkan oleh kondisi seperti ALERGI, TRAUMA, AUTOIMMUN, TEETHING, dll. Kesemuanya, sekali lagi, tidak dapat diobati dengan antibiotik. Upaya terbaik mengatasi alergi adalah avoidance- mengurangi kemungkinan exposure hal2 yang bisa menimbulkan alergi (debu, karpet, binatang berbulu, mainan berbulu, AC, makanan tertentu dengan pewarna, pengawet, perasa sintetik, permen, sea food, dll).

v Demikian halnya dengan DEMAM.



Demam dapat disebabkan oleh infeksi dan juga bukan karena infeksi.



Sekali lagi, penyebab demam terbanyak pada anak adalah infeksi virus. Demam itu sendiri merupakan salah senjata tubuh untuk melawan infeksi. Dengan perkataan lain, kalau ada infeksi, tubuh kita memproduksi panas sebagai bagian dari sistem imun untuk melawan infeksinya. Tetapi demam juga bisa dikarenakan hal lain yg tidak ada hubungannya dg infeksi.



SLIDE 6. FEVER

Demam adalah alasan terbanyak orangtua membawa anaknya ke dokter. Apalagi jika orangtua tidak memiliki ilmu yang cukup mengenai demam, penyebab demam & tatacara merawat anak demam.



Bahayakah demam itu ? Burukkah demam itu ?



Tidak ada sesuatu yang 100% buruk atau 100% baik. Demikian juga dengan demam. Tuhan pasti memiliki maksud dibalik fenomena demam.



There is something for many reasons.



Tubuh kita diciptakan oleh Tuhan dengan dilengkapi mekanisme pengaturan yang canggih, termasuk mekanisme pengaturan suhu.



Di otak kita terdapat termostat bernama hipotalamus yang mengatur mekanisme ini. Tepatnya terdapat pusat pengaturan suhu disebut juga SET POINT. Pengatur suhu tubuh ini akan memastikan tubuh kita senantiasa pada suhu konstan (sekitar 37C) .



Demam adalah kondisi dimana otak (melalui Set Point) memasag suhu diatas setting normal yaitu > 38C. Namun demikian demam yang sesungguhnya adalah bila suhu >38.5C. Akibat kenaikan setting suhu tubuh tsb, maka tubuh akan memproduksi panas melalui tahapan : menggigil hingga mencapai suhu puncak à suhu demam stabil à suhu mulai turun.



Bagaimana dan mengapa timbul demam ?

Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh beredarnya molekul kecil dalam tubuh, yaitu PIROGEN – suatu zat pencetus panas.



Apa yang menyebabkan terjadinya peningkatan pirogen ?

Penyebabnya antara lain : infeksi, radang, keganasan, alergi. Teething, dll. Pada saat terserang infeksi, sistem imun tubuh kita akan membasmi infeksi tsb dengan serangan leukosit (sel darah putih).



Agar tugas leukosit tsb efektif dan tepat sasaran, dibutuhkan dukungan banyak pihak termasuk pirogen, yang ebrtugas :

1. Mengerahkan sel darah putih (leukosit)

2. Menimbulkan demam yang akan membunuh virus. Karena virus tidak dapat hidup di suhu tinggi. Sementara itu virus akan tumbuh subut di suhu rendah.



Perhatikan hal berikut :

1. Selama infeksi masih berlangsung, memang harus ada demam.

2. Demam merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh untuk membasmi infeksi.

3. Prinsip utama adalah cari penyebab timbulnya demam. Dengan mengetahui sumber masalahnya, maka kita dapat bertindak secara rasional. Pada anak penyebab utamanya adalah infeksi virus.

4. Beri minum lebih banyak dari biasanya. Waspadai kemungkinan terjadinya komplikasi dehidrasi.



American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasi tatacara penanganan demam. Berikut kondisi kapan orang tua harus menghubungi dokter :

v Bila bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh > 38C

v Bila bayi berusia 3 – 6 bulan dengan suhu tubuh > 38.3C

v Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh > 40C



Konsultasikan juga dengan dokter jika terdapat kondisi berikut :

v Sama sekali tidak mau minum atau sudah dehidrasi; Gelisah, muntah, diare

v Iritabel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan

v Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)

v Kejang; Kaku kuduk leher; Sakit kepala hebat

v Sesak napas

v Gelisah, muntah, daire



SLIDE 7. TREATING FEVER



Point-point utama yang harus diperhatikan selama merawat anak demam adalah :



1. Mencari penyebab demam dan memperhatikan pola perilaku anak.

Amati tingkah laku anak. Jika perilaku anak hampir sama seperti biasanya, maka kita tidak perlu khawatir. Karena pada dasarnya demam itu bukan hal yang membahayakan.



2. Cegah dehidrasi.

Demam akan meningkatkan penguapan cairan tubuh. Karenanya bayi dan anak beresiko mengalami dehidrasi. Berikan cairan lebih banyak. Berikan air, air sup, jus buah segar yang dicampur air, es batu, es krim.

Bila muntah atau diare, berikan minuman elektrolit : pedialyte, oralit.



3. Ruangan dijaga agar tidak panas, pasang kipas angin. Anak memakai baju yang tipis.



4. Kompres air hangat atau berendam di ari hangat.



5. Biarkan anak memakan apa yang diinginkan. Jangan dipaksa. Hindarkan makanan berlemak, karena sulit dicerna oleh tubuh.



6. Meskipun anak dianjurkan untuk tidak masuk sekolah, bukan berarti ia harus berada di tempat tidur seharian.



7. Pemberian obat penurun panas mengikuti aturan berikut :

104 (>40C) : Beri obat penurun panas, kompres hangat, hubungi dokter.



Ingat: DO NOT TREAT LOW GRADE FEVER (< 38.3C)



SLIDE 8. COLDS AND FLU

Penyebabnya infeksi virus. Umumnya berlangsung selama 5 hari (3 – 14 hari rentangnya) tergantung daya tahan tubuh dan tergantung ada tidaknya penderita flu di rumah atau di sekolah. Jika bai dan anak memiliki saudara kandung yang lebih besar dan sudah bersekolah, maka ia sangat potensial sering mengalami colds & flu.



Tidak ada obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh anak terhadap infeksi virus flu akan meningkat sejalan dengan waktu



Tatalaksana:

v Yang paling dibutuhkan adalah cairan, sering minum meski sedikit2.

v Supaya ”ingus” tidak kental dan menyumbat jalan nafas, berikan air garam steril sebagai tetes hidung. Air garam steril ini tidak akan menimbulkan efek samping. Menghirup uap air panas juga banyak membantu saat mengalami colds & flu.

v Apabila pada malam hari tiak dapat tidur karena hidung tersumbat, beri tetes hidung untuk menghilangkan pembengkakan di dalam hidung (Breathy).

v Humid environment, jangan kering seperti dalam ruangan berAC. Kalau perlu, taruh satu ember berisi air mendidih setelah anak tidur.

v Paracetamol – bila bayi/anak uncomfortable atau high fever (>38.5)

v Di lain pihak, kita sering mengacaukan alergi dengan flu. Pada alergi yg mengenai hidung, anak juga akan ”meler” tetapi anak tidak demam, tetap aktif bermain. Bukan berarti juga anak menderita infeksi virus flu.



Pencegahan:

v Sering cuci tangan

v Hindari kontak erat dengan penderita flu

v Jaga kebersihan rumah seperti di kamar mandi, dapur, dsb.



Kapan menghubungi dokter?

v Persistent cough, fever > 72 hours

v Sesak nafas, kuku dan bibir tampak biru

v Luar biasa rewel, atau luar biasa mengantuk (sangat sulit dibangunkan)



Ingat: Tidak ada obat pilek yang efektif untuk bayi dan anak.



SLIDE 9. SORE THROAT / PHARYNGITIS (Radang tenggorokan & infeksi amandel)

v Umumnya disebabkan oleh infeksi virus. ARTINYA: akan sembuh sendiri – self limiting; dan samasekali tidak memerlukan antibiotik.

v Hanya sekitar 15% saja yg infeksinya disebabkan oleh kuman Streptococcus dan umumnya menyerang anak usia 4 – 7 tahun. Dengan catatan, diagnosisnya harus berdasarkan biakan usap tenggorokan.



Tatalaksana



Banyak minum; minuman yg hangat akan memberikan rasa nyaman di tenggorokan.



Untuk anak yg lebih besar, bisa diajarkan untuk kumur2 atau mengisap lozenges.



Kalau panas atau kesakitan, berikan paracetamol (seperti panadol atau tempra).



Kalau hidung tersumbat, dapat diberikan tetes hidung NaCl dan menghirup uap panas. Kalau anak sangat terganggu, dapat diberikan Nasal decongestant.



SLIDE 10. COUGHS



Jika kita membaca literaratur kedokteran, sering diungkapkan bahwa batuk merupakan suatu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu saluran nafas kita, seperti dahak, riak, benda asing (kacang, dsb). Batuk sebagai anugerah terindah dari Tuhan sering disikapi dengan tidak bijak oleh mereka yang tidak memahaminya.



Andaikan kita perhatikan sejenak para pada penderita stroke misalnya. Karena adanya gangguan dalam otak, refleks batuknya terganggu. Akibatnya dahak menumpuk di paru2 dan ybs umumnya mengalami pneumonia. Hingga berefek fatal kematian pada penderita tsb.



Batuk bukanlah momok. Melalui batuk, kita tetap dapat bernafas, karena lendir yang mengganggu saluran nafas akan dikeluarkan saat batuk. Dengan batuk, kita terhindari dari bahaya tersedak benda asing yang masuk ke saluran nafas kita.



Yang terpenting yang harus kita lakukan adalah mencari tahu apa penyebab batuk. Infeksi kah atau bukan infeksi.



Pada anak, batuk umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau oleh alergi.



Batuk akibat infeksi virus flu misalnya bisa berlangsung sd 2 minggu. Bahkan lebih lama lagi bila anak kita sensitif atau alergi, atau bila di rumah ada anak lain yang lebih besar yang juga sedang sakit. Batuk karena alergi juga bisa berlangsung lama atau hilang timbul selama pencetus alerginya tidak diatasi. Alergi yang dimaksud bisa dalam bentuk alergi hidung (Allergic rhinitis), asma, alergi suatu zat dari lingkungan. Penyebab lainnya adalah sinusitis, reflux, pneumonia.



Tatalaksana :

M Cari PENYEBAB batuk.



Jika batuk disebabkan oleh produksi dahak yang berlebihan, maka upaya yang perlu dilakukan adalah mengurangi produksi lendir. Melalui cara :

v Minum banyak yang hangat misalnya lemon

v Jangan ada asap rokok

v Rangan jangan kering (Moist air - kamar mandi - buka keran air panas biarkan beberapa lama sehingga ruangan, atau taruh satu ember air panas mendidih, atau pasang humidifier)

v Agar anak lebih nyaman, tidurkan dengan bantal agak tinggi

v NO – ANTIBIOTICS. Ingat ! Kebanyakan batuk tidak memerlukan antibiotik

v NO cough suppressant. Jangan mengkonsumsi obat penekan refleks batuk (seperti DMP). Anehnya, anak kita sering mendapatkan obat racikan / puyer yang salah satu kandungannya codein (sejenis narkotika) yang tidak diketahui manfaatnya.



Pada dasarnya, TIDAK ADA yang namanya obat batuk itu.

Juga tidak ada obat pencair dahak. Cari pencetusnya !



SLIDE 11. BRONCHITIS (INFEKSI SALURAN NAFAS)



Penyebab banyak, tetapi yang tersering adalah alergi (Allergic rhinitis, asthma, environmental exposures). Bisa juga karena sinusitis, refluks, reaksi obat, kelainan bawaan saluran napas, tersedak “benda asing”, pneumonia (virus, jamur). Mohon diingat – pneumonia belum tentu karena infeksi bakteri. Jadi - belum tentu perlu antibiotik. Biasanya ditandai dengan batuk lama.



Tatalaksana :

v Mencari penyebab. Bila karena alergi – modifikasi lingkungan sekitar untuk mengurangi eksposur pada anak

v Humidifikasi

v Ekstra cairan, dll



Jika anak kita dinyatakan menderita bronkitis, maka kita harus segera berpikir bahwa -itis di sini artinya radang – inflamasi. Penyebabnya belum tentu infeksi bakteri - mayoritas bronkitis pada anak tidak perlu antibiotik.



SLIDE 12. EAR INFECTION



Penyebab :

v Umumnya karena infeksi virus

v Pasca infeksi hidung atau radang tenggorokan seperti cold / flu

v Tooth problem



Gejala:

v Sakit telinga (biasanya 1 sisi), demam, pilek dengan hidung buntu, rewel, telinga di-tarik2, nafsu makan menurun

v Kadang2 tampak cairan kuning keluar dari telinga, kadang2 juga anak mengalami sedikit gangguan pendengaran

v Rata-rata setiap anak mengalami infeksi minimal 1 x sebelum usia 5 tahun.



Tatalaksana :

v Penghilang rasa sakit

v Posisi tegak/upright position,

v Jangan ada yang merokok

v Jangan minum susu dari dot-botol sambil tiduran

v Air hangat di botol, bungkus kain perca, taruh di atas telinga

v Kalau perlu minum obat decongestant (mengurangi hidung buntu)



Pencegahan: berikan ASI selama mungkin



Hubungi DOKTER / penggunaan ANTIBIOTIK :

v Bila berkepanjangan, lebih dari 2 minggu atau

v Bila infeksi berat dan anak kesakitan hebat



SLIDE 13. DIARRHEA - VOMITING

Hampir serupa dengan batuk, diare & muntah adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan pada manusia. Diare & muntah adalah mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan racun, virus/kuman yang masuk ke dalam tubuh. Diare & muntah itu ibarat alarm tubuh untuk memberitahukan bahwa ada sesuatu yg tidak beres dalam tubuh kita.



Yang perlu dilakukan adalah mencari PENYEBAB nya.



Tidak perlu diberikan obat anti muntah atau obat untuk “mampet”kan diarenya. Obat-obat tsb memang akan mengurangi/menghentikan diare/muntah, tetapi tidak mengobati penyakitnya.



Perbaikan tersebut bersifat “semu”. Ibarat bom waktu. Kita terkecoh seolah anak membaik, padahal penyakitnya masih terus berlangsung. Selain itu, obat2 tersebut juga bukan tanpa risiko / efek samping.





PENYEBAB:



v >80% penyebabnya pada anak, terutama bayi, adalah virus. Dikenal juga dengan ROTAVIRUS.

v Food poisoning

v Alergi makanan,

v Pemakaian antibiotik.



TATALAKSANA – CEGAH DEHIDRASI - Minum banyak

v ASI diteruskan, campur dg Oral rehydration Solution (ORS) seperti pedialit atau oralit.

v Perbanyak minum.

v Bila diare hebat, fokus pada upaya rehidrasi (menjaga agar tidak dehidrasi). Kalau perlu, untuk sementara waktu tidak perlu makan sampai dehidrasi teratasi











Kapan menghubungi dokter?

v Ada darah di tinja atau tinja berwarna hitam

v Tanda-tanda dehidrasi berat : tidak buang air kecil > 8 jam, bibir kering, air mata kering ketika menangis, skin turgor menurun (jika tangan dicubit, tidak akan kembali seperti semula), mata cekung, abdomen (sekitar perut) cekung, fontanelle (ubun-ubun) pada bayi cekung.

v Luar biasa mengantuk, sulit dibangunkan

v Luar biasa lemas, layu



PRINSIP:

v Umumnya tidak perlu diberi antibiotik, antibiotik hanya bila tinja berdarah (butuh evidence/lab). Pada banyak kasus, antibiotik justru akan memperparah diarenya. Belum lagi pemakaian antibiotik tidak pada tempatnya akan menyebabkan infeksi tambahan oleh jamur/fungus/candida

v Jangan minum obat untuk menghentikan diare seperti primperan, motilium, juga tidak perlu minum Kaopectate, smecta, ensim, dsb.

v Pada diare biasa, tidak perlu mengganti susu formula.

- INGAT - Jangan memberikan obat anti muntah!!!!



SLIDE 14. KONSTIPASI



PENYEBAB:

Penyebab utama biasanya pola perilaku, khususnya pola konsumsi makanan yang low-fiber, high-fat & high-sugar.



Pola makan kita dulu sarat dengan sayur dan buah (serat), sekarang beralih ke fast food yang bukan hanya rendah serat, tetapi juga tinggi garam dan lemak. Penyebab lainnya adalah:

v Kurang minum

v Ignoring the urge (anak mengacuhkan rasa ingin buang air besar dan justru menahannya)

v Kurang gerak/olah raga, banyak duduk

v Penyakit: Hypothyroidism (kelenjar gondok kurang berfungsi, jarang, ada gejala lain sejak bayi seperti retardasi mental), retardasi mental



GEJALA:

v Sakit perut, melilit, mules, kembung

v Nafsu makan menurun

v Rewel

v Celana dalam ada berkas tinja (Soiled underwear)

v Tinja keras, tinja ada goresan/bercak darah (Large/blood streaked stools)

v Sering buang air kecil



TATALAKSANA :

v Minum banyak

v Pola makan yang kaya serat

v Lebih memperhatikan bowel’s habit dari anak.

v Melatih anak akan kebersihan.

v Berbicara & diskusi dengan anak.

   
Jumlah Posts : 134
Jumlah di-Like : belum ada like
::: BRAZILIAN PROPOLIS,, PILIHAN IBU CERDAS :::
.
.
.
* anak bunda sering sakit2an ??
* anak bunda kurang nafsu makan??
* anak bunda mudah tertular penyakit oleh temannya ( batuk, pilek ) yg disebabkan oleh virus ???
.
.
yuk bunda,, ibu cerdas pilih BRAZILIAN PROPOLIS,,
sedia selalu BRAZILIAN PROPOLIS dirumah
.
BRAZILIAN PROPOLIS
- menambah nafsu makan dan bb anak
- menyembuhkan batuk, pilek, amandel, sariawan, radang, demam pada anak
- tanpa efek samping
.
stop.... pemberian obat terus menerus pada anak ya bun,,,
dikit..... dikit jgn minum obat
.
BRAZILIAN PROPOLIS,, PILIHAN IBU CERDAS MASA KINI
sudah terbukti dan banjir testimoni stp hari
===============================
for order
wiji moment infinity
no id : 8333867
7ED3BD9F
   


13-05-2013 21:07:30 mw tanya
Jumlah Posts : 1269
Jumlah di-Like : 8
Dear bunda Resien Anggraeni,
Kebiasaan bayi menggaruk2 pipi, bisa jadi disebabkan karena bayi merasa gatal dan tidak nyaman pada daerah pipi.
Bintik merah pada wajah bayi, dapat disebabkan oleh beberapa faktor
1. karena adanya sumbatan pada pori2 kulit bayi.
2. karena bayi alergi terhadap sesuatu yg diminumnya ( biasanya dialami oleh bayi yang memiliki riwayat alergi dalam keluarga )
Untuk pencegahan sebaiknya bersihkan dan dikeringkan pipi bayi setelah disusui, serta gunakan sarung tangan pada bayi untuk mencegah bayi menggaruk yang dapat membuat infeksi.
Bila bintik terlihat banyak dan meluas, disarankan untuk memeriksakan keadaan bayi pada dokter spesialis anak untuk mendapatkan tindakan dan terapi yang tepat.
Demikianlah jawaban dari saya, semoga membantu.
   
02-12-2011 16:20:04 bab bayi berdarah
Jumlah Posts : 1722
Jumlah di-Like : 25
Ass,dok nama saya afni saya mau nanya, saya punya anak perempuan yang skrg berusia 8 bln lbh dari lahir dia sudah minum susu formula merk morinaga tapi sewaktu dia berusia 7 bln lebih dia BAB berdarah sewaktu saya bawak kerumah sakit kata doter SPAnya anak saya alergi susu sapi dan disuruh ganti dengan susu soya, tapi setelah saya ganti susunya dan minum obat dari dokternya anak saya masih tetap BABnya berdarah, lalu besokya saya bawak anak saya kedokter praktek SPA, lalu dokternya bilang anak saya tidak alergi susu sapu tapi terkenak bakteri, setelah minum obat dari dokter itu BAB anak saya g berdarah lagi,sekarang susu anak saya ganti lagi kemorinaga tapi dipunggung dan dileher anak saya skrg ada bintik2 merah yang paling banyak dipunggungnya, yang mau saya tanyakan apakah anak saya memang alergi susu sapi sehingga punggungnya bintik2 merah, lalu apa susu yang sebaiknya saya berikan pada anak saya. mohon petunjuknya doter tanti. trima kasih,wasalam

Dari : Afnidar Darwis

Jawaban:

Dear Bunda,

Dari keterangan anda diketahui bahwa keluhan BAB berdarah pada bayi anda teratasi dengan pengobatan dari dokter dan setelah mencoba menggunakan susu sapi kembali ditemukan adanya bintik-bintik merah pada punggung anak anda. Apabila anda mencurigai adanya allergy susu, sebaiknya menghentikan penggunaan susu sapi untuk sementara waktu dengan susu berbahan dasar nabati, yang umum digunakan adalah berbahan soya. Perhatikan apakah bercak merah pada kulit akan membaik setelah penghentian susu sapi tersebut. Allergy susu sapi biasanya akan menimbulkan tanda lainnya seperti bersin, batuk, mata memerah, diare setelah minum susu bahkan muntah. Perhatikan juga kebersihan kulit anak anda, usahakan kulit anak anda tidak lembab sehingga tidak akan timbul rash yang dikarenakan pakaian atau tempat tidur anak anda yang lembab. Apabila bercak merah masih tidak membaik atau diikuti gejala lainnya, sebaiknya anda segera memeriksa anak anda pada dokter anda untuk pemeriksaan lebih lanjut.
   


Jumlah Posts : 1722
Jumlah di-Like : 25
Dear Dr. Tanti,
Saya ibu Lula dari Timor Leste. Saya punya 2 putri, yang pertama berusia 4thn dan yang kedua 11 bln.
Saya punya keluhan, anak saya yang kedua pada bibir sebelah atas dan bawah timbul banyak bintik-bintik merah (seperti melepuh) bahkan dilidahnya pun ada.
Yang ingin saya tanyakan;
1. Kenapa bisa timbul bintik- bintik merah pada mulutnya, apakah itu karena sariawan atau karena hal lain??
2. Bahayakah?
3. Bagaimana cara mengatasinya?
Demikian pertanyaan saya, jawaban dari Dr.Tanti sangat saya harapkan.

Terima Kasih
Ibu Lula - TL


Dari : Jenniva Dalila

Jawaban:

Dear Bunda,

Sariawan (Aphthous stomatitis) dapat timbul biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: infeksi (virus ataupun bakteri), keturunan (genetik), trauma (adanya benturan fisik yang disebabkan oleh gigi atau sikat gigi dan sebagainya), kekurangan nutrisi dan vitamin, alergi makanan, dan lain-lain. Maka itu, sebaiknya ibu memeriksakan putri Anda ke dokter untuk mengetahui faktor apa yang mempengaruhi timbulnya sariawan tersebut, terutama bila adanya luka yang lebih dari satu, karena hal ini akan mempengaruhi asupan makanan dan minuman putri Anda karena rasa sakit yang ditimbulkan sariawan tersebut. Dokter Anda akan menentukan terapi yang tepat kepada putri anda berdasarkan sumber penyebabnya.

Untuk mengurangi rasa sakit dan luka sariawan tersebut, biasanya akan diberikan cream yang mengandung obat anti rasa sakit dan meredakan radang pada sariawan tersebut. Demikian ibu Lula.
   
23-12-2009 11:06:28 Anak Alergi Susu Sapi
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
Bunda Dewi

Saya juga mengalami hal yang sama dengan bunda. Anak saya Fathi 8 bulan juga mengalami alergi pada susu sapi. Awalnya kami mengira karena alergi makanan seafood atau telur.. karena ayahnya juga punya elergi tersebut (alergi juga menurun), namun setelah makanan diganti tetap saja alergi (bintik merah pada kulit, pantat dan anus merah-merah seperti ruam popok).

Lantas kami mencoba untuk mengganti susunya.. awalnya kami memakai nutrilon royal, lantas kami ganti dengan nutrilon soya...memaag gejala alergi berkurang dan hilang, namun fathi kurang suka dengan susu soya.. jadinya pertambahan berat dan tingginya agak lambat.

Setealh baca-baca dan tanya tetangga yang bayinya juga alergi, kami mencoba susu NAN..., alhamdulillah fathi menyukainya dan gejala alerghi hilang.. dan yang teerpenting pertumbuhan berat dan tinggi badannya naik dengan proporsional...

semoga pengalaman saya bermanfaat buat bunda

untuk vaariasi makanan, coba bunda kasih tempe atau tahu sutra.. kan sama-sama mengandung protein.. dan protein nabati lebih sedikit menimbulkan resiko alergi daripada protein hewani..,, tahu sutra atau tempe bisa dikukus kemudian dihancurkan... dicampur dengan sayur-sayuran (brokoli, wortel, sawi, tomat, bayam dll) dan tambahkan sedikit mentega.. InsyaAllah bayi akan suka.. selamat mencoba
   
Jumlah Posts : 1000
Jumlah di-Like : 11
ass wr wb, selamat sore temen2 semua. aq mau tanya nich, soal campak / kerumut apa itu sama yaa??? soalnya, hari jum'at kemarin zahwa kena krumut kata mamah aq, keluar bintik2 merah sebelum keluar bintik2 merah suhu tubuh zahwa tinggi sekali sampai 40 derajat klo pun turun hanya 38-39 derajat. padahal udah aq kasih sanmol. akhirnya aq putuskan untuk bawa ke RS. di RS. dokter masukkin obat penurun panas lewat anus zahwa. dan zahwa pun ga di boleh kan pulang karena masih observasi gitu. walhasil 1 jam kemudian suhu tubuh zahwa 38 derajat akhirnya karena zahwa udah rewel dan laper aq bilang aja ke dokternya udah boleh pulang/ belum? dan dokternya bilang udah boleh pulang tapi sanmolnya dikasih 4 jam 1 kali yaa klo badannya masih panas, itu pesen dokternya dan jgn lupa banyak minum. eh sampai hari minggu zahwa masih aja demam. kasian deh liatnya. akhirnya aq bawa zahwa ke tukang pijit kampung (dia mantan bidan RS bersalin dulunya) sekarang umurnya udah 100 an tapi masih hidup. sampai seninnya mama aq kasih obat kampung(air kunyit yg udah di parut, kuning telor ayam kampung mentah + madu dicampur jadi 1 dan diminukan ke zahwa)dan stop obat sanmolnya. alhamdulillah setelah zahwa minum obat kampung racikan mamah aq keluar bintik merah pada wajah, badan dan tangannya dan suhu tubuhnya pun kembali normal, sampai saat ini zahwa udah sehat dan lincah kembali. katanya mamah aq itu namanya kerumut. apa sama yaa kerumut dengan campak??? klo sama padahal zahwa udah di vaksin campak lhooo..... apa ciri2 sakit campak seperti yg udah aq uraikan di atas??? mohon infonya ya temen2, Tks alots, Bunda Nenni & Zahwa
   
12-11-2015 08:51:00 alergi lotion
Jumlah Posts : 1269
Jumlah di-Like : 8

Dear bunda Yann Kho,

Bayi sering mengalami gangguan kulit, hal ini terjadi karena kelenjar minyaknya belum berkembang secara sempurna. Biasanya akan berangsur membaik di usia 3-4 bulan, bahkan bisa sampai  usia 6 bulanan. Kulit bayi masih sensitif terhadap benda asing. Sehingga walaupun biasanya bintik merah pada bayi bukan penyakit berbahaya yang memerlukan penanganan khusus, namun disarankan untuk memeriksakan perubahan yang terjadi pada kulit ananda pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

   
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
bun.. bagaimana cara mengobati bintik bintik merah pada bayo. mohon infox bun
   
Jumlah Posts : 8
Jumlah di-Like : belum ada like
bagaimana menghilangkan bintik merah pada tangan bayi yg menderita infeksi tsb, thx
   
16-09-2014 07:09:30 gatal bingit
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
bintik bintik merah pada perut hamil 7bulanan...
   
06-07-2014 06:53:27 tanya
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
slm knl dok.
ank saya terkena pnas,sdh 3 hri ngga trun2 ,
trus disertai bintik merah pada tbuh,,
susah mkn,bdn lemas,tpi qlu minum susu mau,cuman abis minum sllu di muntahkan..
ap itu gejala tipus?
mhon pncerahannya!!
   
Jumlah Posts : 62
Jumlah di-Like : belum ada like
kalo lidah putih itu akibat susu bund, bersihin aja pake kasa yg dibasahi air matang ato kasa diolesi sirop indra,
kalo bintik merah pada baby aku bysanya pake switsal baby cream yg warna ungu..
   
30-10-2007 15:15:55 Imunisasi IPD
Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
Imunisasi IPD, Apa Manfaatnya?

IPD (Invasive Pneumoccocal Disease), merupakan sekelompok penyakit ganas yang disebabkan kuman Streptococcus pneumoniae (pneumokokus). “Dari 90 tipe kuman pneumokokus, ada 10 tipe yang ganas dan menyerang anak-anak,” kata Dr. Alan Roland Tumbelaka, Kepala Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM dalam acara media edukasi bertema Cegah Penyakit Pneumokokus, Pembunuh Utama Bayi dan Balita yang diadakan bulan Februari 2007 lalu.

Penyakit apa saja yang disebabkannya?

Kuman pneumokokus menyerang organ-organ vital di dalam tubuh, seperti:

Dalam otak, sehingga menyebabkan radang selaput otak (meningitis).

Paru-paru, sehingga menyebabkan radang paru (pneumonia).

Aliran darah, sehingga menyebabkan infeksi darah (sepsis) dan kegagalan seluruh organ tubuh.

Telinga bagian tengah sehingga menyebabkan radang telinga bagian tengah (otitis media akut).

Apa Bedanya Dengan HiB?

Mengingat HiB juga menyebabkan meningitis dan pneumonia, lalu apa beda IPD dan HiB? “Yang beda adalah kumannya,” kata Dr. Alan. “Hib disebabkan oleh kuman Haemophilus Influensa B - yang mana tidak ada hubungannya sama sekali dengan flu - sementara IPD disebabkan oleh kuman pneumokokus. Jadi meski si kecil Anda sudah mendapatkan imunisasi Hib, risiko terkena meningitis dan radang paru masih bisa terjadi bila ia belum mendapatkan vaksin IPD. Meningitis yang disebabkan pneumokokus, lebih ‘jahat’ daripada yang disebabkan oleh Hib.”

Apa Gejalanya?

Meningitis pada bayi, gejalanya: Demam, rewel/gelisah, susah makan, terus-menerus menangis, lemah, intensitas interaksi berkurang. Pada balita, gejalanya: Demam, kejang tengkuk, sakit kepala, mual, bingung/disorientasi.

Pneumonia, tidak terlihat tandanya pada bayi. Pada balita, mungkin tidak tampak gejala gangguan pada pernapasan. Dalam banyak kasus, hanya muncul dalam bentuk demam atau napas yang cepat. Gejala dapat termasuk batuk, lelah/tidak enak badan, demam, sakit di dada, menggigil, sesak napas, sakit di perut dengan atau tanpa muntah.

Sepsis, bisa diketahui jika kulit anak Anda terasa dingin, lembap, nadi berdetak lemah, kecepatan denyut jantung tidak normal, pernapasan sangat cepat, hipotensi, oliguria, perubahan status mental.

Bacteremia, gejalanya sangat bervariasi, termasuk: Menggigil, panas, rewel, kemerahan pada kulit dan bintik merah, kulit terasa panas atau seperti terbakar.

Bagaimana cara kuman ini menyebar?

Kuman ini dapat berpindah secara mudah melalui udara dan percikan ludah, terutama di kondisi keramaian seperti hunian yang padat dan tempat penitipan anak (TPA) atau playgroup. Saat pergantian cuaca dan musim hujan kuman ini juga menyebar dengan cepat. Kuman yang sudah masuk ke dalam darah akan membuat kondisi semakin berbahaya.

Apakah imunisasi IPD aman bagi bayi dan anak-anak?

Vaksin anti kuman Streptococcus pneumoniae disebut Pneumococcal 7 valent conjugated vaccine (PCV7), yang memberikan solusi dalam pencegahan penyakit akibat kuman pneumokokus. Vaksin ini merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk zat anti (antibodi) yang berfungsi mengenali dan sekaligus membunuh kuman pneumokokus.

Pada studi klinis, reaksi umum dari imunisasi IPD yang paling banyak dilaporkan adalah demam ringan (>38 derajat Celcius), rewel, mengantuk (drowsiness), tidak bisa tidur, berkurangnya nafsu makan, muntah, diare dan kemerahan (rash) pada kulit. Reaksi ini umum ditimbulkan oleh semua jenis vaksin. Dokter sangat menganjurkan agar setelah melakukan imunisasi (apapun), Anda tidak langsung pulang dan menunggu 15 menit untuk mengetahui apakah ada reaksi vaksin.

Berapa kali imunisasi dIberikan?

Jadwal pemberian vaksin IPD dilakukan 4 kali: Pada usia 2, 4, 6 bulan dan antara usia 12-15 bulan dengan kondisi yang telah dikonsultasikan dengan dokter anak. Jika Anda terlambat melakukan imunisasi, Anda tak perlu mengulangnya dari awal dan bisa langsung melanjutkannya. Seperti kata pepatah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.