SITE STATUS
Jumlah Member :
493.590 member
user online :
1701 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: biaya konsultasi dr spesialis anak setel

New Topic :  
09-11-2010 10:19:49 alergi pada anak
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like

pagi,saya punya anak saat ini usianya sudah masuk 9 bulan.sejak lahir sampai sekarang masih ASI eksklusif.saat masuk 6 bulan saya memberi makanan tambahan yang untuk alergi (goodmil).karena tidak menimbulkan efek samping saya terus memberinya hingga usia 7bulan pikir saya baik untuk menambah berat badan juga. entah karena berlebihan atau bagaimana,masuk usia 8 bulan tiba-tiba keluar bintik-bintik merah di muka dan tangannya.mula-mula warnanya merah lama kelamaan menjadi hitam dan tidak gatal. saya sudah konsultasi k dr.spesialis anak dan dikasih berbagai macam obat alergi tapi belum ada hasil yang signifikan. saya disarankan ke dr. kulit untuk cek darah. namun saya ga tega. tolong saya minta solusinya bagaimana baiknya? di beri susu HA atau susu dengan protein kedelai?kira-kira alergi apa yang dialami anakku? kalau dengan susu formula asam amino bagaimana? dan bagaimana memperolehnya? tolong masukannya... terimakasih banyak...


   


Jumlah Posts : 7
Jumlah di-Like : belum ada like
Bagi info untk biaya konsultasi dr. Kandungan khusus medan dong.
   
Jumlah Posts : 5
Jumlah di-Like : belum ada like
diperiksakan ke dr spesialis anak aja mom. ??
   


Jumlah Posts : 35
Jumlah di-Like : belum ada like
kalo kata dsa saya sih bedanya kalo obat imunisasi dr pemerintah 50% smua anak pasti demam, kalau yg dr spesialis anak 10% anak ada yg demam. imunisasi dr spesialis anak lbh lengkap & skaligus
   
Jumlah Posts : 88
Jumlah di-Like : 3
dear bunda ida...

bunda udh periksa ke dokter? jgn sedih bund..bunda ajakin terus komunikasi jd bs ngerangsang otaknya utk bicara. aq sih g bs komen apa2 cm bs menyarankan bw ke dr. spesialis anak aja.
   


Jumlah Posts : 64
Jumlah di-Like : 1
 Bunda anja...dr. E. Rohati (dr. cwe) praktek jga d RSIB Buah Hati Pamulang dan RS UIN Syarif Hidayatullah. klo on call bsa atau gak, sya kurang tau pasti deh...coba aj phn dlu buah hati ciputat...mnta no. phn buah hati pamulang trus mnta deh no. phn dr. rohati. klo d buah hati ciputat utk dr. spesialis anak bisa on call...trutama utk dr. aditya...
   
24-09-2010 17:48:18 batuk alergi
Jumlah Posts : 405
Jumlah di-Like : 4
hai bun

waw batuk sampe 3 bulan, kasian bgt....
xavier jg alergi sejak umur 2 minggu smpe sekarang, tapi alergi bisa dikontrol supaya ga sering kambuh...

cara nyembuhin batuknya ya dihindari penyebab alerginya...alergi tidak bisa disembuhkan tapi bisa dihindari penyebab alerginya agar tidak sering kambuh...
klo alergi susu sapi ya minumnya susu soya..
klo alergi dingin ya pake jaket...
klo alergi debu ya jgn main ke tempat yg kotor2..

tapi klo batuknya sampe 3 bulan ga brenti2 mendingan konsultasi ke spesialis anak dulu bun...takutnya harus dikasi resep antibiotik ato obat alergi...

setau saya batuk tidak menghalangi anak untuk dapat imunisasi, klo anak demam barulah ga boleh imunisasi...coba tanyakan lagi ke DSAnya..

ada baiknya bunda cari DSA lain klo merasa DSA yang sekarang kurang cocok :)

maaf klo kurang membantu :)

   
17-03-2008 14:03:34 sunat pada bayi laki-laki
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
hai moms....

aku calon bunda nih, saat ini kehamilan menginjak usia 15 minggu. ada kemungkinan calon babyku cowok...so aku perlu info ttg sunat pada bayi laki-laki.

di Jakarta sapa ya dr spesialis anak atau bedah yg jam terbangnya dah tinggi dalam sunat bayi laki-laki?

rencananya aku mau sunat baby ku sebelum umur 1 bulanan. ada yg dah punya pengalaman baby laki-laki nya disunat pas bayi?

thnx a lot ya moms....

-fitri-
   
17-02-2015 11:38:17 Kaki anak O
Jumlah Posts : 175
Jumlah di-Like : belum ada like

 saya hanya sharing info aja ya Bunda mengenai" bentuk kaki anak" yang saya kuti dari Tanya Dokter :) ...
( http://www.infobunda.com/dokter/2649-Bentuk-kaki-anak.html )

 " Oleh juli4martin
dear dokter Tanti yang baik, anak perempuan saya usia 1,5 tahun bentuk kakinya tidak lurus (terkesan mengangkang dan biasa disebut O)saya sudah konsultasi ke dokter anak dan spesialis tulang tapi hanya diberi solusi jemur setiap pagi dan minum minyak ikan.saya masih cemas dok dan juga kurang puas. apa penyebab kaki "o" ini dok? bisakah disembuhkan?selain itu krena riwayat penyakit saya, saya jug takut jangan2 anak saya kerdil.bisakah kerdil di deteksi dini dok?mohon solusinya.terim kasih sebelumnya 

dr. Tanti menjawab
Dear Bunda, Apabila Anda melihat kejanggalan pada bentuk kaki anak Anda, sudah tepat bila Anda memeriksakan anak Anda sedini mungkin. Namun perlu Anda ketahui bahwa bentuk kaki pada bayi dan anak terutama usia o-2 tahun memang tidak seperti bentuk kaki orang dewasa. Bentuk kaki anak seperti huruf O namun akan berangsur lebih tegak sejalan dengan berjalannya umur. Bentuk O ini dikarenakan posisi janin ketika berada dalam rahim berusaha memposisikan diri sehingga ia nyaman di dalam rahim yang terbatas ruang geraknya. Apabila dokter anda telah memeriksa keadaan anak anda dan ternyata tidak ada yang perlu dikhawatirkan, maka Anda tidak perlu risau dan tetap memperhatikan keadaan kaki anak Anda seiring berjalannya waktu. Perhatikan apakah ada kesulitan dalam berjalan atau posisi aneh dari ibu jari dan telapak kaki juga tungkai kaki anak Anda. Apabila Anda rasa perlu untuk di konsultasikan kembali maka sebaiknya anda mengunjungi dokter yang terdahulu memeriksa anak Anda tersebut. Apabila ditemui kelainan dalam bentuk kaki anak Anda, maka berbagai macam terapi yaitu operasional atau non-operasi seperti penggunaan cast (gips) atau brace dalam waktu tertentu sampai di dapat bentuk kaki yang baik. "

   
16-11-2011 13:38:44 Dokter anak yang bagus
Jumlah Posts : 15
Jumlah di-Like : belum ada like
Hai Bunda..
Share informasi dong, dokter spesialis anak yang bagus di RSIA Hermina Jatinegara sama RSI Pondok Kopi dong. Dan kalau untuk biaya konsultasi dan lainnya lebih murah mana ya,,
Thx bunda..
   
10-11-2010 07:47:48 benjolan di leher bayi ku
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
Bantu copas agar bisa di baca semuanya.

Benjolan di Leher Bayi

Tanya:

Dokter yang terhormat, anak pertama saya yang masih berusia 2,5 bulan ketika berusia 3 minggu, terlihat benjolan di leher sebelah kanan sehingga menoleh ke arah kiri terus-menerus. Seorang dokter anak di Baturaja mengatakan tidak ada obat bagi penyakit ini dan menyarankan bantal bayi terbuat dari beras sehingga bantal bagian kiri dibuat gelembung lebih besar, sehingga dapat menghadap lurus ke depan.

Dokter kedua mengatakan benjolan itu karena peradangan otot dan menyarankan dilakukan fisioterapi untuk melembutkan otot yang meradang. Selain itu dilakukan pengompresan dengan air hangat dan pengolesan salep thrombophop heparin ointment.

Pertanyaan saya, apa penyebab pembesaran pada leher anak kami? Berbahayakah fisioterapi bagi perkembangan anak kami karena fisioterapi dilakukan dalan jangka waktu yang cukup lama? Amankah fisioterapi jika berbarengan dengan jadwal imunisasi anak kami? Jika fisioterapi sudah selesai, apakah di masa mendatang peradangan pada leher anak kami bisa muncul kembali? Terima kasih dokter atas jawabannya.

Ari Iswadi

Bardatu, Way Kanan

Jawaban dari dr. Ruskandi M., Sp.A. (Spesialis Anak)

Terima kasih Bapak Ari atas pertanyaannya. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan inti dari bapak yaitu penyebab pembengkakan di leher sebelah kanan, sehingga bayi menoleh ke arah kiri terus-menerus.

Kemungkinan waktu proses melahirkan bayi bapak mengalami trauma pada otot lehernya yang bernama muskulus sterno cleido mastoideus. Otot ini melintang dari tulang rahang di bawah telinga ke arah bawah ke tulang sternum bagian atas atau di tengah atas dada. Hal ini sebagai akibat proses persalinan yang agak susah. Trauma pada otot ini sering menyebabkan gejala klinis yang disebut torticollis yaitu suatu keadaan di mana otot tadi memendek akibat trauma, sehingga kepala bayi menjadi miring ke arah torticollis tadi dan dagu agak memutar ke arah yang berlawanan.

Torticollis bisa terjadi karena berbagai sebab. Pada bayi tersebut mungkin akibat trauma persalinan karena istri bapak mengalami proses persalinan agak sulit, sehingga terjadi perdarahan di otot (hematoma) dan lama-lama di tempat hematoma atau darah beku itu terbentuk jaringan padat yang disebut fibrosis. Fibrosis lama-lama mengkerut menyebabkan perubahan bentuk yaitu otot tadi menjadi lebih pendek dan ada benjolan pada tempat fibrosis tadi, sehingga menyebabkan kepala tertarik dan tampak miring ke arah otot tadi. Benjolan pada leher bayi kebanyakan mulai muncul teraba saat bayi mulai berumur 1--2 bulan, benjolan teraba keras dan melekat pada jaringan ototnya (tidak dapat digerakkan). Biasanya benjolan akan bertambah besar dalam 1--2 bulan ke depan sehingga kepala bayi terlihat lebih miring. Tetapi selanjutnya jendolan secara bertahap akan mengecil kembali kemudian menghilang dan kelak tidak miring lagi.

Proses mengecilnya fibrosis ini akan dipercepat bila dilakukan serial fisioterapi. Bila jendolan tetap besar/tidak mengecil, baiknya konsultasi dengan ahli ortopedi karena kadang-kadang pada sedikit kasus mungkin bayi menderita torticillis jenis lain yang tidak ada hubungannya dengan proses persalinan dan memerlukan koreksi bedah oleh ahli bedah ortopedi. Tapi kebanyakan menderita torticillis pada bayi baru lahir adalah hematoma sehingga dalam 3--4 bulan akan kembali normal. Semoga cepat membaik.


salam

putri a.k.a zach mom's
   
13-06-2008 13:20:52 bayiku kurus
Jumlah Posts : 23
Jumlah di-Like : belum ada like
Assalammualaikum Geulis... Ini Bunda Rafa ada satu artikel soal bayi kurus, mungkin bisa buat masukan.   BAYI KURUS BERARTI KURANG GIZI ?Selama ini ada anggapan, bayi kurus berarti kekurangan gizi atau menderita penyakit tertentu.Padahal, penyebabnya bisa macam-macam. "Periksa ke dokter, deh, siapa tahu anakmu ada penyakit tertentu. Badannya kurus sekali." Nasehat semacam ini sering kita dengar atau justru berikan pada teman yang anaknya terlihat kurus. Padahal, untuk menentukan bayi kurus tidaknya bayi, tak cukup dilihat dari penampilannya saja. "Cara yang tepat adalah dengan mengukur dan membandingkan antara berat dan tinggi badannya, kendati tiap bayi punya berat dan tinggi badan yang berbeda," terang dr. Alinda Rubiati, Sp.A, spesialis anak dari RS Fatmawati, Jakarta. Begitu pula untuk urusan memantau kurus atau tidaknya anak, harus secara kontinyu. "Ada satu kurva atau grafik untuk melihat apakah bayi menjadi lebih kurus atau tidak," ungkap Alinda. Pencatatan biasanya dilakukan setiap bulan, sehingga akan tampak bagaimana grafik pertumbuhan badan si bayi. ACUAN KURUS Normalnya, berat badan (BB) bayi baru lahir harus mencapai 2.500 gram. Tidak terlalu besar, juga tak kelewat kecil. Sebab kalau terlalu kecil, dikhawatirkan organ tubuhnya tak dapat tumbuh sempurna sehingga dapat membahayakan sang bayi sendiri. Sebaliknya, terlalu besar juga ditakutkan sulit lahir dengan jalan normal dan mesti lewat operasi sesar. Nah, pertambahan BB bayi bisa dilihat per triwulan. Pada triwulan I, kenaikan BB berkisar 150-250 gram/minggu, triwulan II kenaikannya 500-600 gram/bulan, triwulan III naik 350 - 450 gram/bulan, dan triwulan IV sekitar 250-350 gram/bulan. Jelas terlihat,triwulan I pertambahan BB berlangsung lebih cepat dibanding dengan triwulan II, III, dan IV. "Ini wajar karena pertumbuhan BB di bulan berikutnya lebih rendah dari bulan sebelumnya. Namun bila pertumbuhan BB berkurang secara drastis, bisa dijadikan ancang-ancang untuk melakukan tindakan lanjutan." Umumnya, jelas Alinda, acuan untuk melihat normal-tidaknya BB adalah saat usianya mencapai 6 bulan dan 1 tahun. Di usia 6 bulan, BB bayi harus mencapai 2 kali lipat berat lahir dan menjadi 3 kali lipatnya pada usia 1 tahun. "Kurang dari ini, BB nya bisa disebut rendah atau ia termasuk bayi kurus." NUTRISI & PERIKSA RUTIN Bayi kurus adalah yang saat lahir BB-nya rendah atau di bawah 2.500 gram. "Penyebabnya dipengaruhi saat masih berada dalam kandungan. Inilah yang sangat menentukan karena di situlah pembentukan dan pertumbuhan organ tubuh dimulai." Kandungan yang sehat ditentukan oleh ibu yang sehat. Bila ibu menderita penyakit, semisal infeksi paru, kondisi janin pun ikut terpengaruh. Darah yang tersuplai ke tubuh janin bisa saja menjadi jalan untuk mewarisi penyakit yang diderita ibunya. "Saat lahir, bayi bisa saja menderita penyakit atau kelainan organ tubuh. Akhirnya, bayi tak sehat dan bertubuh kurus." Faktor penyebab lain adalah asupan nutrisi yang dikonsumsi ibu ketika hamil. Biasanya, berkurangnya nutrisi yang dikonsumsi si ibu, otomatis berkurang pula asupan nutrisi pada janin yang ditransportasikan lewat plasenta. Kekurangan ini bisa disebabkan karena ibu sulit sekali untuk mengkonsumsinya kala sakit selama hamil atau memang malas memperhatikan nutrisi yang diperlukan semasa hamil. Gara-gara kurang nutrisi inilah, bayi bisa mengalami BB rendah dan tampak kurus. Itu sebabnya selama hamil ibu harus kontinyu memeriksakan kandungan sebulan sekali. "Makin tua usia kandungan, pemeriksaan harus dilakukan lebih sering." Selain itu,ibu juga harus melakukan pengawasan terhadap kandungan dengan lebih saksama, sehingga bila terjadi sesuatu pada diri ibu maupun janinnya, dapat segera diketahui dan dapat dilakukan tindakan preventif sejak dini. "Yang jelas,pemeriksaan juga harus dibarengi dengan asupan gizi yang cukup dan seimbang," tegas Alinda. BERAT MANDEK Meski saat lahir BB-nya normal, belum tentu juga selanjutnya perkembangan BB-nya akan normal sesuai dengan pertumbuhannya. "Pada fase tertentu, ada kecenderungan pertambahan berat badan bayi akan melambat." Antara 1 sampai 6 bulan, pertambahan BB bayi terbilang cepat, "Tapi di atas 6 bulan, pertambahannya melambat. Ini terjadi hampir pada seluruh bayi. Salah satu penyebabnya, karena pada tahap ini biasanya bayi sudah lebih banyak bergerak dan pertumbuhannya mengarah ke pertinggian badan." Bila pertambahan BBbayi di usia 6 bulan, misalnya, menjadi tidak normal alias tidak bertambah atau malah berkurang, "Perlu dilihat penyebabnya," terang Alinda. Mungkin ada penyakit yang bersarang di tubuhnya semisal penyakit infeksi terutama TBC dan diare. "Penyakit membuat nafsu makan anak berkurang dan akhirnya BB-nya tak mau naik." Selain itu, bayi kurus juga bisa mengindikasikan kekurangan gizi. Ini umumnya karena kebiasaan di keluarga di mana kadang ibu tak cermat memberi nutrisi yang tepat untuk bayi. Padahal,bayi perlu asupan nutrisi yang seimbang. Bisa juga karena si bayi bosan dengan makanan yang itu-itu saja dan akhirnya emoh makan."Di sisi lain, kondisi psikis bayi menentukan pula keinginannya untuk makan. Kalau ia merasa tertekan karena sering dipaksa, misalnya, bisa saja nafsu makannya berkurang." Padahal, bayi dengan BB rendah berisiko terserang penyakit lebih besar dibanding dengan yang punya BB normal. "Meski belum tentu begitu jika memang kesehatannya baik-baik saja." Tapi yang jelas, saran Alinda,"Jaga BB bayi pada kondisi normal. Bila terlalu kurus, segera konsultasi ke dokter." Soalnya, lanjutnya, "Untuk mengembalikannya menjadi normal kita harus melihat apa yang menjadi sebabnya." Bila karena penyakit, harus disembuhkan dansambil menyembuhkan penyakitnya, kita pun harus melakukan konsultasi gizi untuk mengetahui gizi yang tepat bagi bayi. Untuk kembali ke kondisi normal, kata Alinda, waktu yang diperlukan sangat relatif. Bila penanganannya dilakukan dengan kontinyu dan serius, mungkin lebih cepat. Begitu pula sebaliknya. Yang jelas, bila bayi kurus tak segera diobati, dikhawatirkan akan menimbulkan komplikasi. "Bahayanya, sih, memang tidak langsung melainkan melalui proses. Karena kurang gizi, bayi jadi rentan terhadap aneka penyakit. Nah, karena sakit-sakitan, ia jadi tambah kurus." KIAT MENGATASI Jika memang penyebabnya karena penyakit, tak ada cara lain, si penyakit harus disembuhkan secara total. Pada saat yang sama pula, bayi diberi nutrisi yang cukup agar ia tidak jadi kurus. Sebab, jika bayi kena infeksi dan dibiarkan tanpa ada tindakan tepat hingga akhirnya menimbulkan masalah kekurangan gizi, misalnya, bakal sulit meningkatkan BB-nya. Penanganannya pun akan menjadi lebih kompleks. Ciri-ciri bayi malnutrisi, jelas Alinda, bisa dilihat dari fisiknya. "Bila parah hanya tinggal kulit dan tulang saja." Pemberian gizi tidak hanya satu segi saja, tetapi harus seimbang antara pemberian protein, karbohidrat, lemak, kalori, dan vitamin. Sumbernya pun tidak harus yang mahal, lebih baik dari yang murah. "Seperti protein, tak harusdari hewani saja. Dari nabati pun bisa. Misalnya anak diberitahu dan tempe." Jika berbagai upaya sudah dilakukan tapi bayi tetap kurus,"Berarti ada masalah utama yang tidak teratasi," tegas Alinda. Karena itu mencari penyebabnya menjadi sangat penting agar dapat dilakukan tindakan yang tepat. "Mungkin tidak hanya faktor penyakit infeksi atau nutrisi, pengetahuan ibu dalam hal pemberian makanan, lingkungan yang tidak mendukung, juga penting untuk diketahui." Pada kasus lain,bayi sulit makan sehingga gizi yang dibutuhkannya pun sulit sekali masuk. "Di sini perlu tindakan khusus orang tua. Kalau perlu, konsultasikan ke dokter." Mungkin karena anak alergi, kurang cocok dengan makanannya, atau ada hal lain yang menyebabkan makanan sulit masuk ke dalam tubuhnya. "Kalau memang makanannya tak cocok, ibu, kan, bisa membuatkan variasi makanan yang lain."   Bunda Rafa :)  
   
09-12-2017 02:35:41 menyusui tanpa hamil
Jumlah Posts : 1450
Jumlah di-Like : belum ada like
bisa bunda..coba konsultasi sm dokter anak spesialis konsultan laktasi ya..
   
Jumlah Posts : 46
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda2..
ada yang tau dr spesialis tumbuh kembanh anak d sby yang bagus d mana ya??
soalnya baby saya jarang noleh kalau d panggil dan kontak mata kurang serta anaknya aktif..
ada bunda yangnpernah ngalamin hal yang sama kah??
   
01-12-2015 08:07:41 hpl juli 2016
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
saya hamil anak ke 2 flek 1mggu😭 dan keluar darah kayak org mens gt,3 dokter dgn hsl b'beda dan emang mngkn blm rejeki saya.kmrn tgl 30 nov.2015 saya dikiret,krn janin saya ga b'kembang mngkn jg kecapean.. buat bunda @vieda hermawan segera konsultasi Dr.jgn kecapean smoga kehamilanya dilancarkan smuanya,aamiin 😀