SITE STATUS
Jumlah Member :
494.747 member
user online :
3289 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: berhubungan intim saat hamil 6 bulan masuk mengganggu janin

New Topic :  
17-05-2015 15:20:26 hamil 8 minggu hubungan intim
Jumlah Posts : 59
Jumlah di-Like : belum ada like
sebenernya berhubungan intim saat hamil muda itu boleh bun.. HANYA suami harus bisa mengontrol gerakan supaya masuk tdk terlalu dalam.. tdk boleh orgasme terlalu berlebihan dan sperma tidak boleh dikluarin ddalam karna saat usia hamil muda sperma itu racun untuk si janin.. kira2 seperti itu bun penjelasan dokter kandunganku pas aku keguguran kemarin..
   


Jumlah Posts : 15
Jumlah di-Like : belum ada like
Malam,dok, mau tanya berhubungan intim sedang hamil 4 bulan,,, itu di per boleh kan tidak apa itu baik dan tidak terganggu dengan janin saya yg saya kandung saat ne terimksih.
   
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda apa kah berhubungan intim saat hamil mudah sekitar 10 minggu nggk ngefek soalnya takut debay nya knp2
   


13-09-2013 07:17:25 sakit bokong
Jumlah Posts : 9
Jumlah di-Like : belum ada like
obat sakit bokong saat hamil 6 bulan apa ya bu?sampai gak bsa tdur smbarangan. harus selalu di kasur busa karena menyakitkan
   
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
hamil sudah 8 minggu ..pentingkah berhubungan intim saat hamil
   


15-05-2013 15:45:45 golongan darah
Jumlah Posts : 1269
Jumlah di-Like : 8
Dear bunda Erna Bahri,
Tidak ada larangan berhubungan intim saat hamil, kecuali bunda mempunyai keluhan seperti keluar flek, sering kontraksi / mulas, serta terdiagnosa plasenta letak bawah atau plasenta previa.
Demikianlah jawaban dari saya, semoga membantu.

   
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
berdasarkan konsultasi ke beberapa dokter, dan juga membaca dari berbagai referensi, tidak masalah kok bun untuk berhubungan intim saat hamil..karena saya jg begitu, tetap rutin saja dengan suami..selama kandungan kuat dan tidak mengalami masalah spt ada flek darah, memiliki riwayat keguguran, dsb.. tapi ada dokter yang menyarankan sebaiknya suami menggunakan kondom, karena semprotan sperma katanya bisa menimbulkan kontraksi, jika janin tidak kuat bisa keluar bun..
   
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
berdasarkan konsultasi ke beberapa dokter, dan juga membaca dari berbagai referensi, tidak masalah kok bun untuk berhubungan intim saat hamil..karena saya jg begitu, tetap rutin saja dengan suami..selama kandungan kuat dan tidak mengalami masalah spt ada flek darah, memiliki riwayat keguguran, dsb.. tapi ada dokter yang menyarankan sebaiknya suami menggunakan kondom, karena semprotan sperma katanya bisa menimbulkan kontraksi, jika janin tidak kuat bisa keluar bun..
   
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
berdasarkan konsultasi ke beberapa dokter, dan juga membaca dari berbagai referensi, tidak masalah kok bun untuk berhubungan intim saat hamil..karena saya jg begitu, tetap rutin saja dengan suami..selama kandungan kuat dan tidak mengalami masalah spt ada flek darah, memiliki riwayat keguguran, dsb.. tapi ada dokter yang menyarankan sebaiknya suami menggunakan kondom, karena semprotan sperma katanya bisa menimbulkan kontraksi, jika janin tidak kuat bisa keluar bun..
   
Jumlah Posts : 23
Jumlah di-Like : 2
hy bunda,..salam kenal nih..
klo menurut sy sihh boleh2 saja asalkan kehamilan bunda normal ,. kecuali bagi yg hamil dgn plasenta previa..coba deh bunda search di google..banyak tuh infonya..
yang penting saat berhub** bunda tidak merasakan sakit ya..trus frekuensinya di kurangi..jgn sering juga..
mungkin bunda bisa baca nih :

BOLEH TETAP BERINTIM-INTIM SELAMA HAMIL ?

Banyak yang bilang, tak boleh berintim-intim saat hamil. Ternyata jika dilakukan sesuai kondisi dan posisi tepat, boleh-boleh saja, kok.

Bolehkah wanita yang sedang hamil melakukan hubungan seksual? Pertanyaan ini sering menghantui pasangan suami-istri. Bahkan, tak jarang pasangan tak melakukan hubungan seksual selama istri hamil karena rasa takut yang sebetulnya tak beralasan.

Menurut ahli andrologi dan seksologi, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, hubungan seksual selama hamil tetap boleh dilakukan. "Tapi, pada tiga bulan pertama kehamilan, sebaiknya frekuensi hubungan seksual tak dilakukan sesering seperti biasanya," ujar peneliti di bidang reproduksi dan seksualitas manusia ini. Pasalnya, jika hubungan seksual dipaksakan pada masa tiga bulan pertama usia kehamilan, dikhawatirkan bisa terjadi keguguran spontan.

Selain tiga bulan pertama kehamilan, pasangan sebaiknya juga lebih berhati-hati dalam melakukan hubungan seksual pada saat tiga bulan menjelang waktu melahirkan. Sebab, menurut Wimpie, dikhawatirkan terjadi kelahiran dini.

HATI-HATI KEGUGURAN

Memang, lanjut Wimpie lebih jauh, keguguran bisa disebabkan banyak hal. Misal, karena trauma pada perut, penyakit, atau karena hal-hal ringan seperti nutrisi yang kurang bagus. Selain itu, keguguran juga bisa terjadi akibat kekejangan otot rahim. Nah, kekejangan otot rahim bisa terjadi karena benturan, misalnya karena jatuh. Di sisi lain, kekejangan otot rahim juga bisa terjadi karena hubungan seksual.

Kok, bisa? "Pada saat wanita mencapai orgasme, terjadi kekejangan pada otot seluruh tubuh, termasuk otot rahim. Nah, kekejangan otot rahim yang terlalu kuat inilah yang bisa mengakibatkan keguguran. Tak jarang, wanita yang tengah hamil mengalami perdarahan setelah berhubungan badan," jelas Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali ini.

Lebih jauh dijelaskan Dr. Judi Januadi Endjun, SpOG dari RSPAD Gatot Subroto, "Di dalam pembuluh rahim terdapat pembuluh darah yang masuk ke ari-ari. Pembuluh darah inilah yang menyuplai oksigen ke bayi. Nah, pada saat wanita orgasme, pembuluh darah ini terjepit. Akibatnya, dikhawatirkan suplai oksigen ke bayi akan terhambat." Tapi, lanjutnya, selama kontraksi yang terjadi tak berkepanjangan, tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Karena itulah, wanita yang pernah mengalami keguguran juga disarankan untuk lebih hati-hati melakukan hubungan seksual saat hamil. "Bahkan, kalau mungkin dihindari," saran Wimpie.

GAIRAH MENINGKAT

Yang perlu diperhatikan oleh pasangan suami-istri ialah hubungan seksual tak bisa dilakukan hanya demi kepentingan salah satu pihak. Entah itu pihak suami maupun pihak istri semata. Dengan begitu, penting bagi pasangan untuk mengatur kapan saat berhubungan seksual. Dengan kata lain, disesuaikan kondisi pasangan.

Saat istri hamil, tentu yang lebih dipikirkan adalah kondisi pihak wanita. Pria harus menyadari, wanita juga memiliki dorongan seksual. Suami juga sebaiknya tahu, saat hamil, wanita merasakan beban. Beban ini bisa mengakibatkan dua hal. Mungkin saja beban itu bisa mengurangi dorongan seksual atau justru malah meningkatkan dorongan seksualnya.

Biasanya, saat hamil muda, sebagian wanita akan kehilangan dorongan seksualnya. Khususnya bagi wanita yang selama hamil muda mengalami efek samping kehamilan, seperti muntah-muntah berlebihan, tak ada nafsu makan atau tekanan darah yang meningkat. Nah, biasanya dalam kondisi seperti itu, dorongan seksual wanita akan terhambat.

Tapi, pada sebagian wanita yang lain, dorongan seksualnya justru meningkat saat usia kehamilan muda. Ini biasanya dialami wanita yang tetap sehat dan tak mengalami efek kehamilan seperti yang dialami sebagian wanita hamil lain.

Selama kondisi mereka sehat, tak mengalami muntah-muntah, nafsu makan baik, dan tekanan darahnya normal, dorongan seks wanita hamil biasanya akan tetap atau bahkan meningkat. Peningkatan dorongan seksual ini terjadi karena aliran darah ke vagina semakin banyak, sehingga wanita merasakan kehangatan di vaginanya.

HAMIL TUA

Saat usia kehamilan mendekati waktu melahirkan, pada umumnya dorongan seksual wanita akan hilang. Pasalnya, saat itu sudah mulai timbul rasa sakit di rahim, serta semakin besarnya beban yang dipikul karena kehamilan yang semakin besar.

Pada situasi seperti ini, suami seharusnya bisa memperhitungkan antara dorongan seksualnya dan dorongan seksual istri. Termasuk mempertimbangkan kondisi kesehatan istri. Jika gangguan masih terjadi pada istri, suami harus harus bisa mengendalikan dorongan seksualnya untuk tak melakukan hubungan seksual.

Sebagaimana istri tak menuntut melakukan hubungan seksual karena kondisinya, maka suami pun harus juga bisa mengerti masalah yang dihadapi istrinya.

Salah satu cara mengurangi risiko yang mungkin timbul ialah mengurangi frekwensi hubungan seksual. Atau dalam keadaan betul-betul diperlukan, wanita tidak orgasme, meski menyiksa.

POSISI

Faktor lain yang juga patut mendapat perhatian, saran Wimpie, adalah perlunya mengatur posisi hubungan. Apalagi jika wanita sedang dalam kondisi hamil tua. Perut yang semakin membuncit tentu tak bisa lagi memberi keleluasaan bagi wanita untuk melakukan hubungan seksual dalam berbagai posisi.

Dalam keadaan hamil muda, semua posisi mungkin masih bisa dilakukan, meski tentu tetap perlu diatur. Pasalnya, meski kandungan belum terlalu besar, tapi bagi sebagian wanita tetap menjadi hambatan.

Saat usia kehamilan sudah di atas tujuh bulan, biasanya sudah muncul hambatan karena rahim yang sudah membesar. Jika segala posisi dipaksakan, tentu akan membebani pihak istri. Karena itu, menurut Wimpie, dalam keadaan hamil besar, sebaiknya hubungan dilakukan dengan pria pada posisi di belakang wanita.

Hubungan dilakukan sambil berbaring miring menghadap satu arah. "Selain lebih mengurangi ketidaknyamanan pada wanita, posisi ini juga bisa mengurangi tekanan pada dinding rahim," terang pembicara dalam berbagai seminar ini. Yang jadi masalah, tak selalu mudah melakukan penetrasi dari belakang.

Bagaimana dengan posisi lain? Bisa-bisa saja dicoba tapi kemungkinan besar akan membebani pihak wanita. Misal, hubungan dilakukan sambil duduk dan wanita berada di atas pria. Tapi, wanita bisa terlalu payah jika memaksakan diri melakukan hubungan seksual dengan posisi ini.

KEPENTINGAN BERSAMA

Frekuensi hubungan seksual juga sangat tergantung pada kondisi wanita. Banyak sekali wanita yang sedang hamil tua merasa capek karena beban yang lebih berat dibandingkan saat usia kehamilannya masih muda.

Ada sebagian orang berteori, hubungan seks pada usia kehamilan tua akan mempermudah kelahiran karena pada saat itu terjadi kekejangan pada otot rahim. Yang terjadi ialah, pria mengalami ejakulasi dan sperma masuk ke vagina. Di dalam sperma terdapat prostaglandin, yakni hormon yang bisa menimbulkan kontraksi. "Bagian dari prostaglandin ini memang bisa menyebabkan kekejangan otot rahim, meski konsentrasinya tak cukup besar untuk menimbulkan kekejangan. Justru kekejangan lebih sering dan lebih kuat karena orgasme," papar Wimpie.

Jadi, selama tak menjadi beban bagi istri, hubungan intim selama hamil tak jadi masalah. Lain hal jika istri kehilangan dorongan seksual dan hanya melakukan hubungan seksual demi memuaskan suami, bisa-bisa hanya akan menjadi beban baginya.

Intinya, hubungan seksual yang baik adalah hubungan yang dilakukan untuk kepentingan bersama antara suami dan istri. Karena bagaimana pun, hubungan seksual yang baik merupakan bentuk hubungan komunikasi yang paling dalam antara pasangan suami istri.

Hasto Prianggoro.Ilustrasi:Pugoeh(nakita)
 

Posisi Hubungan Seks Selama Hamil

Pada prinsipnya, seperti dikatakan Dr. Judi Januadi Endjun, SpOG, wanita hamil boleh melakukan hubungan seks selama perutnya tak tertindih saat berhubungan dan ia bisa menikmati hubungan. Juga, Jangan sampai penis menekan mulut rahim. Karena itu sebaiknya dipilih posisi yang paling tidak menekan. Posisi hubungan seks yang disarankan untuk wanita hamil antara lain:
* Pria di atas tapi ia miring ke salah satu sisi atau bertahan dengan lengan, agar berat badannya tak menekan wanita.
* Wanita di atas tapi hindari penetrasi yang dalam.
* Pria duduk di kursi atau tempat tidur dan wanita berada di atasnya. Selain tak membebani kehamilan, posisi ini juga memudahkan wanita mengatur irama hubungan sekaligus mengurangi tekanan di dinding rahim.
* Pria-wanita berbaring menghadap satu arah dengan posisi wanita di depan pria. Penetrasi dilakukan pria dari belakang.
* Wanita dalam posisi lutut-siku (menungging). Penetrasi dilakukan pria dari belakang.
 

Hasto

Kapan Sebaiknya Membatasi Hubungan Seks ?

* Setiap kali terjadi perdarahan yang tak diketahui sebabnya.
* Selama trimester pertama, bila wanita punya riwayat keguguran atau ancaman keguguran atau menunjukkan tanda-tanda ancaman keguguran.
* Selama 8-12 minggu terakhir, bila wanita punya riwayat keguguran atau ancaman keguguran atau menunjukkan tanda-tanda ancaman keguguran.
* Bila membran amnion (selaput ketuban) pecah.
* Bila terjadi plasenta previa (plasenta terletak di dekat atau di atas leher rahim), sehingga dapat keluar terlalu dini pada hubungan seksual, menyebabkan perdarahan dan mengancam ibu serta janinnya.
*Selama trimester akhir pada kehamilan kembar.

okeyy bunda..Happy pergnant ya ^_^
   
Jumlah Posts : 76
Jumlah di-Like : belum ada like
bun ank pertama q juga meninggal saat berumur 2 hari.. dokter sdh melihat ada kelainan saat kehamilan 4bln cuma gak bilang... aq cuma disuruh kontrol terus menerus selama 2 bln saat hamil 6 bln perut q besar ky orang mengandung bayi kembar 9 bulan dan aq sesak nafas. kata dokter bayi harus dikeluarkan karna mengancam nyawa.. aq tes darah positif toxso plasma karna waktu kecil aq pernah digigit kucing tangan smp dijahit. aq gak mau bayi q dikeluarkan krn blm saat nya.. aq berusaha mempertahan kan. dan dokter menyaran kn aq untuk ke spog lain. selang 1 hari setelah aq disarankan dokter mengelurkan bayi.. tekanan darah q terus menurun org sekitar q udah melihat kondisi q tidak mungkinkan.. tp aq merasa msh kuat.. aq dipaksa dbw ke RS ternyata sdh pembukaan 7 aq melahirkan saat usia kandungan 6bln... setelah hbs masa nifas aq diberi pengobatan sama dokter tidak dilarang berhubungan sama suami.. cuman aq disuruh Kb dulu biar rahim na istirahat... sempat 3 x suntik kb 1 bulan.. lalu aq berhenti 5 bulan kemudian aq hamil.. tp hamil diluar kandungan. hasil tespeck selama 3 bln positif diusg kosong.. smp saat nya aq gak bs nahan lg karna bnyk darah yg keluar. aq sempat opname.. seminggu hbs opname tespack negatif... setelah itu aq gak haid lg ternyata aq hamil lg... aq periksa segala macam virus... alhamdulillah sdh negatif semua... saat ini ank q udah hampir 4 thn.. dan sekarang hamil lg 13 minggu.
   
Jumlah Posts : 3025
Jumlah di-Like : 1
Berhubungan Badan saat Hamil tetap boleh dilakukan, namun tentu harus dengan batas-batasan aman yang boleh dilakukan. Asal dilakukan dengan posisi tepat, Berhubungan badan Saat Hamil tidak berbahaya, tetapi yang dapat memberikan efek Negatif adalah masuknya sperma ke dalam rahim ibu hamil. Sperma mengandung suatu zat yang menyebabkan reaksi sensitif pada mulut rahim, yang tentu akan sangat berbahaya terhadap kondisi janin. Sehingga ketika anda Berhubungan Badan Saat hamil, sebaiknya sperma dikeluarkan di luar vagina atau dengan menggunakan kondom.

Reaksi sensitive pada mulut rahim memicu reaksi kontraksi dini, sehingga bisa menyebabkan kelahiran prematur, atau resiko keguguran apabila usia kehamilan anda masih muda. Berhubungan Badan pada usia kehamilan masih muda, harus berhati-hati karena gerakan atau guncangan yang terlalu kuat sangat beresiko tidak baik bagi janin. Kesehatan ibu hamil juga harus terjaga, jangan sampai terlalu lelah.

Berhubungan Badan tetap aman dilakukan saat kehamilan trimester pertama sampai usia kehamilan tujuh bulan. Pengurangan frekuensi Berhubungan Badan harus dilakukan ketika usia kehamilan mencapai tujuh sampai sembilan bulan. Pada usia tersebut tentu perut sudah lebih besar dan akan lebih sulit untuk berhubungan seks, dan akan beresiko menekan perut yang tentu berbahaya bagi janin. Sperma yang mungkin masuk ke dalam rahim juga akan memicu kelahiran prematur.

Larangan Berhubungan Badan Saat Hamil

Meskipun Berhubungan Badan Saat Hamil boleh dilakukan, namun ada beberapa kondisi kehamilan yang tidak diperbolehkan melakukan hal tersebut sama sekali (meski dengan mengeluarkan Sperma diluar vagina atau penggunaan Kondom), yaitu:

Resiko Keguguran yang tinggi

Beberapa ibu hamil dan mungkin termasuk anda mempunyai kondisi kehamilan yang lemah, atau kehamilan berbahaya. Dan ketika kehamilan tersebut beresiko tinggi terhadap ancaman keguguran, sebaiknya hindari hubungan seks sama sekali. Lakukan pemeriksaan rutin, karena kehamilan yang lemah bisa berubah setelah usia kehamilan beberapa minggu, dan janin menjadi lebih kuat begitu juga sebaliknya.

Resiko Lemahnya kandungan biasanya ditandai dengan munculnya flek (darah) dari vagina. Adanya flek ini memberikan tanda bahwa ada masalah pada janin. Sedangkan rasa mulas pada bagian perut bisa menandakan adanya kontraksi rahim dini yang bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur.

Resiko Plasenta Previa

Placenta previa adalah gangguan kehamilan, dimana ari-ari menutupi jalan lahir bayi. Plasenta Placenta previa menghalangi serviks, menyebabkan terjadinya pelebaran serviks prematur, sehingga memicu terjadinya persalinan prematur. Placenta previa dibagi menjadi tiga kondisi yang diantaranya adalah: placenta previa lateralis (hanya terjadi sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta), placenta previa marginalis (kondisi pinggir plasenta berada di pinggir pembukaan jalan lahir), dan yang terakhir adalah placenta previa letak rendah (kondisi plasenta berada 3-4 cm di atas bagian pinggir pembukaan jalan lahir janin).
   
Jumlah Posts : 3025
Jumlah di-Like : 1
kl ga bau ma ga gatel sih gpp bun.. nah kl mslh sperma dkeluarin di dlm ini aq ada artikel'y bun... Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan ibu hamil adalah, bolehkah berhubungan seks ketika hamil? Menurut dr Tri Yuniarti, SpOG, spesialis kebidanan dan kandungan dari RS Yadika, hubungan seks sebenarnya aman dilakukan saat hamil, asalkan tahu batas-batas keamanan yang boleh dilakukan. "Sebenarnya yang berbahaya bukan hubungan seksnya, namun sperma yang masuk ke dalam rahim saat hamil," katanya, saat talkshow "Rahasia Hamil Sehat agar Janin Sehat dan Cerdas" yang diadakan oleh Tabloid Nakita di RS Yadika, Kebayoran Lama, Jakarta, Sabtu (4/2/2012) lalu. Sperma mengandung suatu zat tertentu yang bisa menyebabkan reaksi sensitif pada mulut rahim, dan hal ini akan sangat berbahaya untuk janin. Maka ketika berhubungan seks saat hamil, sebaiknya sperma dikeluarkan di luar vagina atau dengan menggunakan kondom. Meski mengandung protein, sperma sebenarnya tidak memiliki manfaat bagi perkembangan janin. Sperma justru akan berbahaya bagi janin. Zat dalam sperma ini akan memicu reaksi kontraksi dini, sehingga bisa menyebabkan kelahiran prematur, atau ancaman keguguran jika usia kehamilan masih muda. "Ketika melakukan hubungan seks dalam usia kehamilan yang masih muda, sebaiknya berhati-hati karena gerakan atau guncangan yang terlalu kuat bisa berbahaya bagi janin. Selain itu, si ibu juga jangan sampai terlalu lelah," tukasnya. Hubungan seks aman dilakukan selama kehamilan trimester pertama sampai usia kandungan tujuh bulan. Pengurangan frekuensi seks harus dilakukan ketika usia kandungan sudah mencapai tujuh sampai sembilan bulan. "Pada usia kehamilan ini, perut sudah lebih membesar sehingga lebih sulit untuk berhubungan seks, dan akan lebih menekan perut sehingga berbahaya bagi janin. Selain itu, sperma yang ada di dalam juga akan memicu kelahiran prematur," jelasnya. Meskipun seks ini pada dasarnya aman dilakukan saat hamil, ada beberapa kondisi kehamilan yang tidak memungkinkan si ibu untuk melakukan hubungan seksual sama sekali, ataupun sedikit mengurangi frekuensinya: 1. Ancaman keguguran Ada ibu hamil dengan kondisi kehamilan yang lemah, atau kehamilan yang berbahaya. Ketika kehamilan ini memiliki resiko yang tinggi terhadap ancaman keguguran, sebaiknya hindari hubungan seks sama sekali. "Konsultasikan tentang kekuatan si janin pada dokter. Karena kehamilan yang lemah bisa saja berubah setelah usia kehamilan beberapa minggu, dan janin menjadi kuat," tambahnya. Pada beberapa kehamilan yang beresiko, hubungan seks -sekalipun tanpa memasukkan sperma ke dalam vagina atau sudah menggunakan kondom- akan tetap menimbulkan resiko, seperti flek atau rasa mulas. "Flek ini bisa berbahaya untuk kehamilan. Karena adanya flek menandakan bahwa ada masalah dengan janin Anda. Sedangkan rasa mulas bisa menandakan adanya kontraksi rahim dini sehingga bisa menyebabkan terjadinya keguguran atau lahir prematur," bebernya. 2. Plasenta previa Placenta previa merupakan salah satu kelainan kehamilan, dimana ari-ari menutupi jalan lahir bayi. Plasenta ini menghalangi serviks, menyebabkan terjadinya pelebaran serviks prematur, dan beresiko mengalami persalinan prematur. Placenta previa sendiri dibagi menjadi beberapa kondisi, yaitu placenta previa lateralis (bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta), placenta previa marginalis (kondisi pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir), dan placenta previa letak rendah (plasenta berada 3-4 cm di atas bagian pinggir pembukaan jalan lahir).
   
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
dok,saya mau tanya saya selama hamil dari bulan pertama sampai bulan ke empat sering mengalami nyeri perut, dan waktu memasuki usia kehamilan bulan ke tiga sempat mengalami pendarahan dan dirawat di rumah sakit selama tiga hari tapi dua hari sebelum pendarahan terjadi saya dan suami sempat berhubungan dan selama berhubungan saya selalu merasa kesakitan,tapi untung janin dalam kandunganku masih bisa di selamatkan. yang ingin aku tanyakan apakah yang menyebabkan pendarahan itu terjadi dan mengapa saya sering mengalami nyeri perut, dan kenapa pada saat berhubunagn selalu merasa kesakitan pada bagian vagina dan perut. sekarang usia kehamilanku sudah memasuki usia bulan ke lima minggu ke 22 mohon penjelasannya ya dok. makasih sebelumnya

Dari : Rita Savitri

Jawaban:

Dear Bunda,

Perdarahan dan ancaman aborsi pada kehamilan dapat disebabkan oleh multifaktoral bahkan tidak diketahui sebabnya.

Penyebab yang umum pada perdarahan pervaginam ketika hamil adalah adanya masalah pada plasenta, plasenta menutupi jalan lahir dan lain-lain.

Hubungan intim ketika hamil, harus dilakukan dengan hati-hati, terutama pada ibu yang cenderung mengalami perdarahan pervaginam bahkan sebaiknya tidak melakukan hubungan intim. Sperma dipercaya dapat memicu timbulnya hormone yang dapat merangsang kontraksi. Namun tidak semua hubungan intim saat hamil menjadi kendala pada kehamilan. Apabila bunda memiliki perdarahan pada kehamilan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda, untuk kemungkinan melakukan hubungan intim saat hamil.
   
Jumlah Posts : 94
Jumlah di-Like : belum ada like
halo bunda kara....
kehamilan kita seumuran ya....aku udh menginjak minggu ke 25....dlu aku juga pernah posting seks saat hamil 5 bulan...dan distu bnyak para bunda yang share trnyta banyak juga yg spt kita merasa gak nyaman saat berhubungan dgn suami....
bunda bs baca.....paling tidak sedikit membantu bun.....
klo aku awal masuk trimester ke 2 mmmg masih takut,,n suamiku juga takut kena dedeknya...tpi setelah baca pengalaman bunda2 sekalian aku jadi enjoy lagi cm rasanya mmmg beda saat kita gak hamil n di trimester 1 bun..... lebih gak nyaman sih heheheeee
tp mencoba untuk dinikmati aja sih bun.....hheheeeee
 n skrg mg posisinya aku diatas bun...soalnya klo dibawah kadang perutnya udh ganjel...heheeee
smg sedikit membantu ya bunda kara