SITE STATUS
Jumlah Member :
493.681 member
user online :
1516 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: bayi lahir prematur miliki risiko masalah perilaku

New Topic :  
17-07-2015 14:08:00 bolehkah ibu hamil makan sate
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

Home » Kehamilan » Makanan » Pantangan » Bolehkah Daging Kambing untuk Ibu Hamil? Ini Jawabannya! Bolehkah Daging Kambing untuk Ibu Hamil? Ini Jawabannya! dr. Retno Add Comment Kehamilan, Makanan, Pantangan Minggu, 22 Februari 2015 Saat hamil, ada kalanya seorang ibu mengidamkan untuk makan berbagai olahan daging kambing, seperti sop atau sate kambing. Olahan daging kambing memang terasa sangat nikmat apa lagi dimakan ketika masih hangat. Kendati demikian, adanya mitos yang menyebut jika makan daging kambing selama kehamilan adalah hal yang memicu bahaya, tak ayal membuat kebanyakan mereka merasa gentar dan memutuskan untuk mengurungkan keinginannya ini. Nah, pada tulisan kali ini ibu-hamil.web.id akan mengupas kebenaran dari mitos tersebut. Benarkah daging kambing untuk ibu hamil dapat menyebabkan bahaya? Berikut ini jawabannya! Daging Kambing untuk Ibu Hamil Daging Kambing untuk Ibu Hamil Daging kambing memang merupakan salah satu jenis makan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan. Bukan hanya berdasar mitos, kajian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia baru-baru ini menemukan fakta bahwa daging kambing memang berisiko jika dikonsumsi oleh ibu hamil terutama di usia kehamilan trimester pertama. Beberapa bahaya yang bisa timbul akibat konsumsi daging kambing selama kehamilan tersebut antara lain toksoplasmosis, darah tinggi, masalah pencernaan, dan kolesterol. 1. Toksoplasmosis Daging kambing, sapi, dan hewan memamah biak lainnya memang tergolong jenis daging yang biasa menjadi inang bagi bakteri toksoplasma. Bakteri ini bagi orang biasa memang tidak menimbulkan masalah serius, namun bagi ibu hamil toksoplasma bisa menyebabkan banyak komplikasi kehamilan seperti bayi lahir prematur, keguguran, bayi lahir cacat, dan bayi terlahir dengan penyakit pada jaringan hatinya. Mengkonsumsi daging kambing selama kehamilan berarti meningkatkan potensi masuknya bakteri berbahaya ini ke dalam tubuh Anda. Dan ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Risiko infeksi bakteri toksoplasma akan menjadi lebih tinggi bila daging kambing yang Anda makan hanya diolah setengah masak, misalkan seperti dibuat sate misalnya. Sedangkan olahan kambing yang diolah hingga benar-benar masak menggunakan air mendidih seperti sop kambing atau gulai kambing cenderung lebih aman. Bakteri toksoplasma adalah bakteri yang bisa mati karena suhu tinggi. Oleh karenanya mengolah daging kambing hingga benar-benar matang adalah salah satu bagian penting yang tidak bisa terlewat jika Anda ingin bayi Anda terhindar dari toksoplasmosis. gambar tekanan darah tinggi akibat daging kambing untuk ibu hamil 2. Darah Tinggi Daging kambing memang tidak secara langsung menyebabkan naiknya tekanan darah, hanya saja perpaduan bumbu dan makanan penyerta lain dalam penghidangannya membuat risiko ini tetap ada dan justru menjadi sangat tinggi. Gambar darah tinggi pada ibu hamil Ibu hamil tidak disarankan mengkonsumsi daging kambing terutama jika diolah bersama kecap dan banyak garam, mengingat perpaduan olahan tersebut dapat memicu darah tinggi selama kehamilan. Darah tinggi sendiri merupakan salah satu faktor risiko kehamilan yang harus segera di atasi untuk menjaga janin Anda dari masalah serius. Darah tinggi dapat membuat transportasi nutrisi dari ibu ke janinnya terhambat sehingga meningkatkan risiko bayi lahir prematur. 3. Masalah Pencernaan Keluhan selanjutnya yang dapat ditimbulkan daging kambing untuk ibu hamil adalah masalah pencernaan. Daging kambing mengandung lemak tak jenuh yang dapat membuat penyerapan nutrisi di usus halus Anda berjalan dengan lambat. Hal ini kemudian mempengaruhi rentang waktu proses buang air besar rutin sehingga akan menimbulkan masalah sembelit (susah buang air besar). Padahal selama kehamilan, ibu disarankan untuk segera mengatasi sembelit karena keluhan ini dapat meningkatkan risiko kontraksi rahim dan wasir. 4. Kolesterol Kolesterol memang zat yang berbahaya bagi tubuh namun justru ia akan menjadi bermanfaat bagi pertumbuhan janin dan kesehatan ibu hamil. Kolesterol membantu dalam baik dalam bentuk kolesterol “baik” (High Density Lipoproteins atau LDL) maupun dalam bentuk kolesterol “jahat” (Low Density Lipoproteins atau LDL) merupakan bahan penting dalam produksi hormon-hormon yang bermanfaat bagi kehamilan. Akan tetapi jumlah kolesterol yang terlalu berlebih juga tidak baik bagi kesehatan jantung. Ia akan memacu kerja jantung menjadi lebih keras sehingga membuat ibu hamil sering merasa berdebar-debar dan memacu tekanan darah tinggi –kondisi yang cukup berisiko bagi kehamilan. Dari 4 bahaya konsumsi daging kambing untuk ibu hamil yang telah dibahas di atas, Anda kini tentu tahu akan risiko yang bisa ditimbulkannya jika Anda tetap memaksa untuk makan daging ini. Oleh karena itu, kami menyarankan Anda untuk berusaha menghindari makan makanan ini.

 

   


Jumlah Posts : 69
Jumlah di-Like : belum ada like
sama bun dian n bun felis.. q jga pernah keguguran bayi lahir prematur.. jdi u/ yg kedua ini rutin kontrol dokter .. biaya ga jdi masalah selama qt berusaha yg terbaik dmi debay..
   
08-01-2014 08:16:31 vitamin buat bayi
Jumlah Posts : 395
Jumlah di-Like : 4

Dear Bunda Pangis.

Terima kasih atas pertanyaannya.

Pada sebagian besar kasus, ASI atau bahkan susu formula telah menyediakan vitamin dan kalori yang dibutuhkan bayi hingga umur 6 bulan. Setelah 4 hingga 6 bulan, setelah mulai makan makanan solid, dokter mungkin menyarankan ataupun tidak suplemen vitamin tambahan. 

Bayi yang makan beragam makanan tidak memerlukannya, namun ada pengecualian, Misalnya jika bayi lahir prematur, atau kurang berat, kurang minum susu jika dibandingkan dengan bayi seumurnya atau memiliki masalah kesehatan yang mempengaruhi makannya. 

Jika bunda menyusui, pastikan bahwa bunda melengkapi kebutuhan nutrisi. makan makanan yang sehat dan beragam.

Berikut beberapa supplemen tambahan yang mungkin direkomendasikan dokter :

1. Zat Besi

2. Vitamin D

3. Vitamin B12

4. DHA, penting untuk perkembangan otak dan mata. 

Keperluan vitamin dan nutrisi bayi berbeda setiap umurnya dan keadaan kesehatannya.Untuk rekomendasi yang sesuai dengan keadaan bayi bunda, silahkan berkonsultasi dengan dokter anak bunda. 

   


05-06-2013 08:33:51 vitamin utk bayi usia 4 bln
Jumlah Posts : 395
Jumlah di-Like : 4
 Dear Bunda Iwhy, 

Terima kasih atas pertanyaaannya.
Biasanya, ASI atau susu formula telah melengkapi kebutuhan bayi pada 4 hingga 6 bulan pertama. Kecuali vitamin D, yang disarankan sebagai suplemen pada bayi. Setelah 4 hingga 6 bulan, bayi mulai makan makanan padat, dokter anak mungkin merekomendasikan vitamun tambahan atau pun tidak. 
Bayi yang makan berbagai makanan bergisi tidak memerlukannya, namun ada beberapa pengecualian. Sebagai contoh, suplemen mungkin dibutuhkan jika bayi lahir prematur, lahir dengan berat rendah, minum susu atau makan sedikit atau memiliki masalah kesehatan yang mempengaruhi nafsu makan. 
Kesehatan bunda juga dapat mempengaruhi, wanita yang perna operasi gastric bypass atay minum obat-obatan tertentu mungkin mengabsorbsi nutrisi lebih sedikit dan menurunkan nutrisi pada ASI.
Jika bunda vegetarian, mungkin akan membutuhkan suplemen yang mengandung Vitamin B12, iron, zinc, calcium, dan omega-3,.

Suplemen yang mungkin dibutuhkan : 

Iron
ASI dan susu formula mengandung iron, akan tetapi pada 6 bulan dibutuhkan 0,27 mg dalam sehari dan 11 mg pada 7 hingga 12 bulan. 

Vitamin D
Hanya ada sedikit vitamin D yang terkandung pada ASI. dibutuhkan 400 IU vitamin D dalam sehari. 

Vitamin B12
Vitamin B12 sangat dibutuhkan untuk perkembangan syaraf dan mencegah anemia.

DHA, omega-3

DHA, omega-3 fatty acid penting untuk perkembangan otak dan mata. 

Suplemen makanan mungkin dibutuhkan pada bayi, namun perlu konsultasi dengan dokter untuk memilih suplemen yang terbaik dan memang dibutuhkan bayi. 

Terima kasih


   
Jumlah Posts : 405
Jumlah di-Like : 4
bun, ini saya nemu artikel tentang softdrink...
menurut artikel tersebut, konsumsi softdrink selama hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur:
ibuprita.suatuhari.com/bumil-jauhi-minuman-bersoda-atau-bayi-berisiko-lahir-prematur/

semoga bermanfaat :)

   


06-02-2008 16:29:54 Imunisasi IPD
Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
Saat Pneumokokus Mengintai Si Kecil

Tanggal: 28/12/07



Sejak dilahirkan hingga usia 5 th merupakan periode emas tumbuh kembang anak. Namun, proses perkembangan bisa terhambat oleh penyakit pneumokokus.



Saat Pneumokokus Mengintai Si Kecil



Sejak dilahirkan hingga usia lima tahun merupakan periode emas tumbuh kembang anak. Namun, proses perkembangan anak ini bisa terhambat oleh serangan penyakit pneumokokus. Bahkan, penyakit ini merupakan penyebab utama kematian pada anak balita. Penyakit pneumokokus invasif (IPD) adalah sekelompok penyakit yang disebabkan bakteri streptococcus pneumoniae (pneumokokus), yakni radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), dan infeksi darah (bakteremia). IPD dapat menyebabkan kematian dan kecacatan permanen berupa ketulian, gangguan mental, kemunduran inteligensia, lumpuh, dan gangguan saraf. Bakteri pneumokokus sendiri terdiri atas 90 tipe kuman, tujuh serotipe di antaranya paling sering menyebabkan IPD pada bayi dan anak. Bakteri ini ditemukan secara normal pada daerah hidung dan tenggorokan. "Jika masuk ke aliran darah, bakteri ini menyebabkan berbagai gangguan organ tubuh hingga terjadi kegagalan multi-organ," kata spesialis anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung, Prof Cissy B Kartasasmita. Gejala bakterimia pada anak kadang sulit dikenali lantaran awalnya serupa dengan infeksi virus biasa, seperti demam tinggi dan rewel terus-menerus diikuti atau tanpa infeksi saluran pernapasan. Adapun pneumonia ditandai napas cepat, sesak, nyeri dada, batuk, dan demam. Meningitis ditandai demam tinggi, nyeri kepala hebat, muntah, diare, takut pada cahaya, leher kaku. Bayi juga lemah dan lesu, susah makan, kesadaran menurun dan kejang. "Meningitis karena bakteri pneumokokus dapat menyebabkan kematian pada penderitanya. Jika sembuh, sering menimbulkan kecacatan permanen, seperti keterbelakangan mental dan kelumpuhan," ujar Cissy. Cara penularannya melalui percikan ludah saat bersin, batuk atau berbicara. IPD juga bisa ditularkan dari orang yang tinggal serumah, tetangga, tempat penitipan anak. "Faktor risiko lain adalah bayi lahir prematur, bayi yang kurang mendapat ASI, malnutrisi, terpapar polusi dan asap rokok, hunian padat, pergantian cuaca, dan penderita penyakit kronis," kata konsultan Inisiatif Kesehatan Anak dan Riset Nutrisi (CHNRI), Prof J Igor Rudan.

IPD dapat menyerang siapa saja dan di mana saja karena bakteri pneumokokus secara normal berada di dalam rongga hidung dan tenggorokan. Sekitar 60 persen dari anak-anak prasekolah atau anak balita membawa bakteri itu dalam tubuhnya. Kelompok umur paling rentan terkena penyakit ini adalah bayi dan anak-anak di bawah usia dua tahun.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, penyakit IPD merupakan penyebab angka kesakitan dan kematian yang tinggi di dunia. Pada tahun 2005, WHO memperkirakan 1,6 juta kematian disebabkan kuman pneumokokus. Perkiraan ini mencakup kematian 700.000 hingga satu juta anak balita, terutama di negara-negara berkembang di Asia dan Afrika. "Lima dari sepuluh negara dengan kasus pneumonia tertinggi di dunia berada di Asia.

Indonesia sendiri merupakan negara keenam di dunia dengan jumlah kasus baru pneumonia anak terbanyak, yakni 5,8 juta penderita. Separuh dari kasus pneumonia disebabkan kuman pneumokokus," kata Rudan dalam Simposium Tingkat Regional Asia Pasifik Vaksinasi Pneumokokus yang diprakarsai Institut Vaksin Internasional (IVI) di Seoul, Korea Selatan.

"Selain penyebab utama kematian pada anak, pneumonia juga penyebab utama rawat inap pada balita di mayoritas negara berkembang," kata Direktur Regional WHO Western Pacific Shigeru Omi. Padahal, sebagian besar pembiayaan rumah sakit itu tidak dijamin asuransi, tetapi harus dibayar secara tunai sehingga meningkatkan angka kemiskinan di banyak negara di Asia. Lebih gawat lagi, sejak tahun 1990-an muncul resistensi bakteri pneumokokus terhadap sejumlah obat antimikroba.

Menurut Kepala Divisi Penyakit Infeksi Pusat Kedokteran Samsung Prof Jae Hoon Song, ada empat kategori utama obat yang tak lagi ampuh melawan bakteri pneumokokus, yakni penisilin dan beta-lactam, macrolide, fluoroquinolone serta obat kombinasi tiga jenis antibiotik. Ini terutama terjadi di banyak negara di Asia. Kondisi ini makin mempersulit pengobatan pasien IPD. "Penggunaan obat antibiotik secara berlebihan meningkatkan resistensi dan mengancam efektivitas terapi. Pada akhirnya ini akan meningkatkan biaya pengobatan karena harus menggunakan antibiotik yang lebih mahal," kata Ketua Aliansi Strategis Tingkat Asia untuk Pencegahan Penyakit Pneumokokus Prof Lulu Bravo.

Bisa dicegah

Padahal, IPD sebenarnya bisa dicegah dengan vaksinasi pneumokokus. Menurut Shigeru Omi, imunisasi ini tidak hanya mengurangi angka kesakitan dan kematian pada balita akibat penyakit pneumokokus, tetapi juga dapat mencegah terjadinya proses pemiskinan karena harus mengeluarkan dana untuk berobat ke rumah sakit. Terkait hal itu, Maret 2007 lalu WHO telah mengeluarkan rekomendasi agar negara-negara di dunia harus memprioritaskan penggunaan vaksin pneumokokus konjugasi dalam program imunisasi nasional. Ini terutama berlaku bagi negara dengan lebih dari 50 kematian per 1.000 kelahiran hidup dan negara dengan lebih dari 50.000 kematian balita per tahun. Vaksin pneumokokus konjugasi yang saat ini beredar dapat mencegah penyakit pneumokokus invasif. Vaksin ini memberi perlindungan terhadap tujuh serotipe bakteri pneumokokus (PCV-7) yang banyak menyerang bayi dan anak-anak di Amerika Serikat dan Kanada serta memberi perlindungan hingga 80 persen terhadap resistensi antibiotik bakteri pneumokokus. Hasil studi klinis terhadap 37.000 bayi di AS menunjukkan bahwa vaksin pneumokokus memiliki tingkat keampuhan, yakni 97,4 persen efektif pada bayi yang telah divaksinasi penuh (empat dosis) dan 89 persen efektif dalam mencegah semua kasus IPD dari anak yang mendapat satu kali atau lebih dosis vaksinasi. Reaksi umum dari vaksinasi yang paling banyak dilaporkan adalah demam ringan, rewel, sulit tidur, muntah, diare, dan kemerahan pada kulit. "Vaksin pneumokokus memberi perlindungan secara tidak langsung pada anak-anak dan orang tua yang serumah dengan mereka yang divaksinasi," ujar Ketua Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Prof Sri Rezeki S Hadinegoro. Vaksin itu dapat mulai diberikan saat usia dua bulan. Pada usia di bawah satu tahun diberikan empat dosis, usia satu hingga tahun diberikan tiga dosis, dan di atas dua tahun cukup satu dosis. Sejauh ini, vaksin pneumokokus telah jadi vaksin yang diwajibkan di AS, Australia, Eropa, dan Meksiko. Vaksin ini juga telah diluncurkan di beberapa negara di Asia. Beberapa negara di Afrika juga berminat menerapkan program imunisasi setelah mendapat komitmen dana jangka panjang dari lembaga donor internasional.

Akan tetapi, banyak negara di Asia yang belum memasukkan vaksin pneumokokus ke dalam program nasional imunisasi, termasuk Indonesia, karena keterbatasan dana. Padahal, angka kematian anak di Indonesia mencapai 162.000 per tahun. Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) sendiri telah menyetujui vaksin untuk mencegah IPD pada bayi dan anak di bawah usia dua tahun.

Kendala lain adalah ketersediaan data serotipe di tiap negara untuk mengetahui tingkat kecocokan vaksin dengan serotipe kuman pneumokokus yang ada di negara bersangkutan. Hasil riset yang ada, tingkat kecocokan vaksin konjugasi tujuh serotipe bagi balita di Eropa dan Amerika 80 persen, sedangkan Asia dan Afrika baru sekitar 50 persen. Untuk meningkatkan kemampuan perlindungan vaksin pneumokokus, kini sejumlah pelaku industri farmasi tengah melakukan riset vaksin pneumokokus konjugasi dengan jumlah serotipe kuman lebih dari tujuh. "Saat ini vaksin yang mampu melindungi dari 10 hingga 13 serotipe sedang dikembangkan," kata Luis Jodar, Deputi Direktur Jenderal Institut Vaksin Internasional.

Pendanaan

"Yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi anak-anak dari infeksi pneumokokus melalui vaksinasi," ujar Lulu Bravo. Di Asia, baru Korsel dan Singapura yang cakupan imunisasi bayi baru lahir tinggi meski belum jadi program pemerintah. Adapun di negara lain masih 0-3 persen.

Terkait pendanaan, Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) berkomitmen mengucurkan bantuan dana bagi negara-negara dengan pendapatan per kapita rendah, termasuk Indonesia. "Pelaksanaannya tergantung kesiapan tiap negara," kata Direktur Eksekutif Perencanaan Pengenalan dan Pengembangan Terakselerasi Vaksin Pneumokokus (PneumoADIP) Orin S Levine.

Atas dukungan dana dari GAVI, Pemerintah Indonesia berencana memasukkan vaksin pneumokokus ke dalam program imunisasi rutin bagi lima juta bayi pada tahun 2010. "Ini peluang untuk mencegah infeksi pneumokokus pada balita," kata Kepala Subdirektorat Imunisasi Departemen Kesehatan Jane Soepardi. Harga vaksin pneumokokus kini 58 dollar AS per dosis. Negara penerima bantuan cukup membayar 15 sen dollar AS (setara dengan Rp 1.400) per dosis, sisanya ditanggung GAVI. Besar bantuan itu dikurangi secara bertahap dalam waktu tujuh tahun. "Dalam dua tahun ke depan kami menyiapkan data-data serotipe pneumokokus di Indonesia," ujar Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes Nyoman Kandun. Menurut rencana, Depkes melaksanakan uji laboratorium kasus-kasus dugaan pneumonia pada anak di tiga rumah sakit, yakni RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, RS Hasan Sadikin Bandung, dan RS Shanglah Denpasar. Pemeriksaan itu bertujuan mengetahui serotipe pneumokokus yang ada di Indonesia. "Jadi, vaksin pneumokokus yang digunakan benar-benar aman dan efektif," kata Jane. Hal serupa juga tengah dirancang sejumlah negara berkembang lain di Asia. "Edukasi bagi para profesional di bidang kesehatan, termasuk organisasi ilmuwan, para orangtua, pengambil kebijakan dan pemimpin masyarakat harus dikembangkan sehingga semua pihak bisa bekerja sama dalam perang melawan pembunuh utama anak- anak kita," kata Lulu Bravo.



Kompas, 28 Desember 2007
   
12-11-2007 10:22:23 PENYEBAB SESAK NAFAS BAYI
Jumlah Posts : 54
Jumlah di-Like : belum ada like
Banyak penyebab sesak napas pada bayi. Yang jelas, segera bawa ke dokter atau rumah sakit karena bisa fatal akibatnya.
Kasus sesak napas pada usia bayi banyak terjadi. Bisa saat pertama lahir, maupun beberapa hari atau bulan setelah kelahirannya baru mengalami sesak napas ini. Dalam istilah kedokteran, kata Muljono Wirjodiardjo, M.D., PhD, "Yang disebut sesak napas adalah jika frekuensi napasnya betul-betul tinggi, ada suara napas yang berbeda dari biasanya (stridor), seperti suara menggorok atau kucing mendengkur. Fatalnya, jika muka sampai tampak membiru."

Sedangkan menurut pendekatan orang awam, definisi sesak napas lebih mudah lagi yaitu terlihat dari gejalanya. Jadi, kalau anaknya susah napas disebut sesak napas. Begitu juga kalau napasnya berbunyi.

ANEKA PENYEBAB

Penyebab sesak napas pada bayi, lanjut spesialis anak dari RS Internasional Bintaro ini, banyak sekali. Bisa karena kelainan bawaan, penyakit infeksi, maupun noninfeksi seperti tersedak. Gejalanya hampir sama. Misalnya untuk derajat ringannya, ada napas yang berbunyi atau batuk berlendir, disertai tak mau makan-minum dan rewel. Sementara kalau derajatnya makin berat, fungsi paru-parunya sudah terganggu sehingga sesak napas dan sampai membiru.

Jadi, derajat sesak napas berbeda-beda. Ada yang mulanya ringan dan makin berat dan ada juga sesak napas yang kejadiannya tiba-tiba atau mendadak. Berikut uraian Muljono mengenai hal-hal yang bisa menyebabkan sesak napas pada bayi:

Kelainan bawaan/kongenital jantung atau paru-paru.
Bila bayi mengalami sesak napas begitu lahir atau 1-2 hari kemudian, biasanya disebabkan adanya kelainan jantung atau paru-paru. Hal ini bisa terjadi pada bayi dengan riwayat kelahiran normal atau bermasalah, semisal karena ketuban pecah dini atau lahir prematur.

Pada bayi prematur, sesak napas bisa terjadi karena adanya kekurangmatangan dari organ paru-paru. Paru-paru harusnya berfungsi saat bayi pertama kali menangis, sebab saat ia menangis, saat itu pulalah bayi mulai bernapas. Tapi pada bayi lahir prematur, karena saat itu organnya tidak siap, misalnya gelembung paru-paru tak bisa mekar atau membuka, sehingga udara tidak masuk. Itu sebabnya ia tak bisa menangis. Ini yang namanya penyakit respiratory distress syndrome (RDS). Tidak membukanya gelembung paru-paru tersebut karena ada suatu zat, surfactan, yang tak cukup sehingga gelembung paru-paru atau unit paru-paru yang terkecil yang seperti balon tidak membuka. Ibaratnya, seperti balon kempis.

Gejala pada kelainan jantung bawaan adalah napas sesak. Ada juga yang misalnya sedang menyusui atau beraktivitas lainnya, mukanya jadi biru dan ia jadi pasif. Jadi, penyakitnya itu utamanya karena kelainan jantung dan secondary-nya karena masalah pernapasan. Jadi, biasanya sesak napas yang terjadi ini tidak bersifat mendadak. Walaupun demikian, tetap harus segera dibawa ke dokter.

Kelainan pada jalan napas/trakea.
Kelainan bawaan/kongenital ini pun paling banyak ditemui pada bayi. Gejalanya, napas sesak dan napas berbunyi "grok-grok". Kelainan ini terjadi karena adanya hubungan antara jalan napas dengan jalan makanan/esophagus. Kelainan ini dinamakan dengan trackeo esophageal fistula. Akibat kelainan itu,ada cairan lambung yang bisa masuk ke paru-paru. Tentunya ini berbahaya sekali. Sehingga pada usia berapa pun diketahuinya, harus segera dilakukan tindakan operasi. Tak mungkin bisa menunggu lama karena banyak cairan lambung bisa masuk ke paru-paru.

Sebelum operasi pun dilakukan tindakan yang bisa menolong jiwanya, misal dengan dimasukkan selang ke jalan napas sehingga cairan dari lambung tak bisa masuk. Biasanya sesak napasnya tampak begitu waktu berjalan 1-3 jam setelah bayi lahir. Nah, bila ada sesak napas seperti ini, prosedur yang harus dilakukan adalah dilakukan foto rontgen segera untuk menganalisanya.

Tersedak air ketuban.
Ada juga penyakit-penyakit kelainan perinatologi yang didapat saat kelahiran. Bukankah saat dalam kandungan bayi minum dan buang air dalam air ketuban? Nah, karena suatu hal, misalnya stres pada janin, ketuban jadi keruh dan air ketuban ini masuk ke paru-paru bayi. Hal ini akan mengakibatkan kala lahir ia langsung tersedak.

Bayi tersedak air ketuban akan ketahuan dari foto rontgen, yaitu ada bayangan "kotor". Biasanya ini diketahui pada bayi baru lahir yang ada riwayat tersedak, batuk, kemudian sesak napasnya makin lama makin berat. Itulah mengapa, pada bayi baru lahir kita harus intensif sekali menyedot lendir dari mulut, hidung atau tenggorokannya. Bahkan kalau tersedak air ketubannya banyak atau massive, harus disedot dari paru-paru atau paru-parunya dicuci dengan alat bronchowash. Lain halnya kalau air ketubannya jernih dan tak banyak, tak jadi masalah. Biasanya dengan obat saja sudah sembuh, tak usah dicuci paru-parunya.

Namun kalau air ketubannya hijau dan berbau, harus disedot dan "dicuci" paru-parunya. Sebab, karena tersedak ini, ada sebagian paru-parunya yang tak bisa diisi udara/atelektasis atau tersumbat, sehingga menyebabkan udara tak bisa masuk. Akibatnya, jadi sesak napas. Biasanya kalau di-rontgen,bayangannya akan terlihat putih.

Selain itu, karena tersumbat dan begitu hebat sesak napasnya,ada bagian paru-paru yang pecah/kempes/pneumotoraks. Ini tentu amat berbahaya. Apalagi kejadiannya bisa mendadak dan menimbulkan kematian. Karena itu bila sesak napas seperti ini, harus lekas dibawa ke dokter untuk mendapatkan alat bantu napas/ventilator.

Seram sekali, ya, Bu-Pak? Karena itulah kala melahirkan si kecil, sebaiknya kita didampingi dokter anak, sehingga dia bisa menilai sistem pernapasan anak, apakah baik atau tidak.

Pembesaran kelenjar thymus.
Ada lagi napas sesak karena beberapa penyakit yang cukup merisaukan yang termasuk kelainan bawaan juga. Gejalanya tidak begitu kuat. Biasanya bayi-bayi ini pun lahir normal, tak ada kelainan, menangisnya pun kuat.

Hanya saja napasnya seperti orang menggorok dan semakin lama makin keras, sampai suatu saat batuk dan berlendir. Kejadian ini lebih sering dianggap karena susu tertinggal di tenggorokan. Namun ibu yang sensitif biasanya akan membawa kembali bayinya ke dokter. Biasanya kemudian diperiksa dan diberi obat. Bila dalam waktu seminggu tak sembuh juga, baru dilakukan rontgen.

Penyebabnya biasanya karena ada kelainan pada jalan napas, yaitu penyempitan trakea. Ini dikarenakan adanya pembesaran kelenjar thymus. Sebetulnya setiap orang punya kelenjar thymus. Kelenjar ini semasa dalam kandungan berfungsi untuk sistem kekebalan. Letaknya di rongga mediastinum (diantara dua paru-paru). Setelah lahir karena tidak berfungsi, maka kelenjar thymus akan menghilang dengan sendirinya. Namun adakalanya masih tersisa: ada yang kecil, ada juga yang besar; baik hanya satu atau bahkan keduanya. Nah, kelenjar thymus yang membesar ini akan menekan trakea. Akibatnya, trakea menyempit dan mengeluarkan lendir. Itu sebabnya napasnya berbunyi grok-grok dan keluar lendir, sehingga jadi batuk.

Pengobatannya biasanya dilakukan dengan obat-obatan khusus untuk mengecilkan kelenjar thymus agar tidak menekan trakea. Pemberian obat dalam waktu 2 minggu. Kalau tak menghilang, diberikan lagi pengobatan selama seminggu. Sebab, jika tidak diobati, akan menganggu pertumbuhan si bayi. Berat badan tak naik-naik, pertumbuhannya kurang, dan harus banyak minum obat.

Kelainan pembuluh darah.
Ada lagi kelainan yang gejalanya seperti mendengkur atau napasnya bunyi (stridor), yang dinamakan dengan vascular ring. Yaitu,adanya pembuluh darah jantung yang berbentuk seperti cincin (double aortic arch) yang menekan jalan napas dan jalan makan. Jadi, begitu bayi lahir napasnya berbunyi stridor.

Terlebih kalau ia menangis, bunyinya semakin keras dan jelas. Bahkan seringkali dibarengi dengan kelainan menelan, karena jalan makanan juga terganggu. Pemberian makanan yang agak keras pun akan menyebabkannya muntah, sehingga anak lebih sering menghindari makanan padat dan maunya susu saja.

Pengobatannya, bila setelah dirontgen tidak ditemui kelenjar thymus yang membesar, akan diminta meminum barium untuk melihat apakah ada bagian jalan makan yang menyempit. Setelah diketahui, dilakukan tindakan operasi, yaitu memutuskan salah satu aortanya yang kecil.

Tersedak makanan.
Tersedak atau aspirasi ini pun bisa menyebabkan sesak napas. Bisa karena tersedak susu atau makanan lain, semisal kacang. Umumnya karena gigi mereka belum lengkap, sehingga kacang yang dikunyahnya tidak sampai halus. Kadang juga disebabkan mereka menangis kala mulutnya sedang penuh makanan. Atau ibu yang tidak berhati-hati kala menyusui, sehingga tiba-tiba bayinya muntah. Mungkin saja sisa muntahnya ada yang masih tertinggal di hidung atau tenggorokan. Bukankah setelah muntah, anak akan menangis? Saat menarik napas itulah, sisa makanan masuk ke paru-paru.

Akibatnya, setelah tersedak anak batuk-batuk. Mungkin setelah batuk ia akan tenang, tapi setelah 1-2 hari napasnya mulai bunyi. Bahkan bisa juga kemudian terjadi peradangan dalam paru-paru. Anak bisa panas karena terjadi infeksi. Yang sering adalah napas berbunyi seperti asma dan banyak lendir.

Biasanya setelah dilakukan rontgen akan diketahui adanya penyumbatan/atelektasis. Pengobatan dapat dilakukan dengan bronkoskopi, dengan mengambil cairan atau makanan yang menyumbatnya.

Selain makanan, akan lebih berbahaya bila aspirasi terjadi karena minyak tanah atau bensin, meski hanya satu teguk. Ini bisa terjadi karena kecerobohan orang tua yang menyimpan minyak tanah/bensin di dalam botol bekas minuman dan menaruhnya sembarangan. Bahayanya bila tersedak minyak ini, gas yang dihasilkan minyak ini akan masuk ke lambung dan menguap, kemudian masuk ke paru-paru, sehingga bisa merusak paru-paru. Akan sangat berbahaya pula kalau dimuntahkan, karena akan langsung masuk ke paru-paru. Jadi, kalau ada anak yang minum minyak tanah/bensin jangan berusaha dimuntahkan, tapi segera ke dokter. Oleh dokter, paru-parunya akan "dicuci" dengan alat bronkoskop.

Infeksi.
Selain itu sesak napas pada bayi bisa terjadi karena penyakit infeksi. Bila anak mengalami ISPA (Infeksi saluran Pernapasan Akut) bagian atas, semisal flu harus ditangani dengan baik. Kalau tidak sembuh juga, misalnya dalam seminggu dan daya tahan anak sedang jelek, maka ISPA atas ini akan merembet ke ISPA bagian bawah, sehingga anak mengalami bronkitis, radang paru-paru, ataupun asmatik bronkitis. Gejalanya, anak gelisah, rewel, tak mau makan-minum, napas akan cepat, dan makin lama melemah. Biasanya juga disertai tubuh panas, sampai sekeliling bibir biru/sianosis, berarti pernapasannya terganggu. Penyebabnya ini akan diketahui dengan pemeriksaan dokter dan lebih jelasnya lagi dengan foto rontgen. Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotika. Biasanya kalau bayi sudah terkena ISPA bawah harus dilakukan perawatan di rumah sakit. Setelah diobati,umumnya sesak napas akan hilang dan anak sembuh total tanpa meninggalkan sisa, kecuali bagi yang alergi.
   
Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
Zat kimia dan jasad renik dalam produk-produk rumah tangga dan makanan memang bisa saja jadi musuh janin. Asal patuh pada rambu-rambunya, janin Anda tetap bisa selamat kok.

Terpaparnya tubuh dengan berbagai zat kimia dan jasad renik memang bisa terjadi melalui berbagai cara. Misalnya, terhirup lewat udara, terserap lewat kulit atau mata, bahkan bisa juga tertelan.

Dan, dari www.marchofdimes.com disebutkan, ada lebih dari 4 juta jenis zat kimia yang digunakan di lingkungan rumah dengan informasi yang sedikit tentang efeknya terhadap kehamilan dan janin. Padahal, dampaknya tidak main-main. Zat kimia tersebut bisa mengancam kesehatan janin Anda.

Juga, bila Anda mengonsumsi jasad renik yang ‘kebetulan’ berada di dalam makanan, dampak ke janin akan sama buruknya. Ingin tahu produknya? Adakah aturan mainnya agar Anda bisa terbebas dari risiko ini?

Berbagai produk yang perlu diwaspadai

Untuk mudahnya, produk-produk yang ada di rumah dibedakan menjadi dua, yakni:

Produk-produk rumah tangga

A. Tiner dan cat minyak

Kandungan : Logam berat, seperti timbal dan cadmium.

Risiko :

- Bila terpapar logam berat dalam waktu yang lama:
* Bayi lahir dengan berat badan rendah.
* Bayi dengan cacat tubuh.
* Bayi lahir sebelum waktunya (prematur).
* Keguguran.

- Dalam tingkatan yang paling ringan, uap dari cat dan bensin bisa menyebabkan mual dan pusing-pusing.

B. Produk-produk aerosol, pemutih, pembersih lantai, lem, penyegar udara, serta pembersih kaca

Kandungan : Semua produk rumah tangga ini memakai bahan-bahan kimia organik yang mudah menguap, seperti toluene, xylenes dan phenol. Bahan-bahan kimia ini adalah bahan disinfektan untuk membunuh kuman.

Risiko :

* Bayi lahir dengan kelainan saraf dan retardasi mental.
* Bayi lahir dengan cacat tubuh.

C. Cat rambut

Kandungan : Ter (belangkin) dan zat kimia keras lainnya

Risiko : Keguguran.

Catatan : Menurut www.health.discovery.com, sejauh ini belum ada kasus ibu yang keguguran akibat menggunakan cat rambut. Meski begitu, belum ada pula bukti yang jelas-jelas menyatakan bahwa zat kimia yang terkandung di dalamnya juga aman. Jadi? Kesimpulannya, beberapa ahli menyarankan agar wanita hamil sebaiknya menunda dulu keinginannya untuk mengecat rambut, terutama di trimester pertama.

D. Insektisida (cairan pembasmi serangga) dan insect repellant (cairan penangkal serangga yang dioleskan ke tubuh)

Kandungan : Pestisida

Risiko : Terpapar dalam jumlah banyak:

• Keguguran.

• Bayi lahir prematur.

• Bayi lahir cacat.

• Mempengaruhi sistem reproduksi janin.


Makanan

A. Ikan mentah

Biasanya, ikan mentah digunakan dalam makanan Jepang, seperti sashimi dan sushi.

Kandungan : Dikhawatirkan mengandung merkuri.

Risiko : Ibu hamil yang terkontaminasi merkuri berpotensi:

* Bayi lahir dengan kerusakan saraf.
* Bayi lahir dengan cacat tubuh.
* Bayi menderita kanker.

Catatan : Saat hamil, sebisa mungkin hindari mengonsumsi ikan mentah. Tapi, kalau Anda tetap ingin mengonsumsinya, pastikan ikan tersebut tidak berasal dari laut yang tercemar limbah pabrik.

B. Daging sapi atau ayam mentah atau dimasak setengah matang

Kandungan : Parasit toksoplasmosis dan bakteri salmonella.

Risiko :

* Toksoplasmosis: menyebabkan kerusakan pada organ dalam, sistem saraf pusat, serta kebutaan janin.

* Salmonella: menyebabkan diare dan dehidrasi. Diare yang terus menerus dapat menimbulkan kontraksi rahim, sehingga membahayakan janin Anda. Sedangkan dehidrasi dapat mengganggu keseimbangan cairan elektrolit di dalam tubuh.

Catatan: Kalau Anda ingin tetap makan daging sapi dan ayam, sebaiknya dimasak hingga benar-benar matang. Dengan begitu, kedua jasad renik ini tidak ‘sempat’ bercokol.

C. Sosis

Kandungan : Nitrat yang digunakan sebagai pengawet.

Risiko : Terlalu banyak nitrat dikhawatirkan akan menimbulkan suatu kondisi yang disebut methemoglobinemia , yaitu gangguan darah dimana janin tidak menerima cukup oksigen. Pasalnya, karena nitrat bersifat mengikat oksigen.

Catatan : Jangan takut makan sosis. Anda kan tidak akan makan sosis sebanyak 1 kg setiap harinya? Jika hanya makan 1-2 potong sosis, tak usah terlalu cemas.


Ini kiatnya!

Sebenarnya, asal pemakaian berbagai zat kimia dalam produk-produk rumahtangga tidak melewati batas, yakni dipakai sesuai dosis yang dianjurkan serta tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama dan terus menerus, Anda tak perlu cemas terhadap kesehatan janin Anda.

Proses gangguan pada perkembangan janin terjadi karena akumulasi atau penimbunan zat-zat itu. Akibat terpapar terlalu lama, akhirnya zat-zat kimia tadi tidak bisa lagi dikeluarkan oleh tubuh. Nah, akumulasi dari zat-zat yang toksik itulah yang berbahaya bagi tubuh dan janin.Akibatnya? Ya, janin ikut-ikutan “menyimpan” racun-racun tadi di dalam tubuhnya.

Bagaimana dengan jasad-jasad renik yang ada di makanan? Yang pasti, waspadai makanan yang tidak higienis. Bisa jadi, makanan itu tercemar jasad renik, seperti bakteri salmonella. Memang, jasad renik yang mencemari makanan memang tidak bersifat akumulatif. Meski begitu, bila Anda terkontaminasi jasad renik melalui makanan, biasanya akan langsung timbul gejala. Misalnya, diare. Padahal, jika ibu hamil diare, janin pun ikut “menanggung” akibatnya. Sebab, diare bisa menyebabkan kontraksi rahim.

Laila Andaryani Hadis
Konsultasi ilmiah: Bambang Wispriyono, Apt.,Ph.D, staf pengajar Toksikologi, Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok.
   
21-11-2017 14:42:37 UK 33minggu bepergian jauh
Jumlah Posts : 15
Jumlah di-Like : belum ada like
Bahaya gak sii UK 33 minggu bepergian jauh naik mobil. perjalanan sekitar 4 smp 5 jam (jika lancar)
Adakah efeknya ke janin. Atau bisakah menyebabkan bayi lahir prematur.
   
Jumlah Posts : 61
Jumlah di-Like : belum ada like
kalo hamil muda gapapa bun masih boleh2 aja..tp sebisa mngkin kurangin minum teh bun ga bagus ktanya bisa nyebabin bayi lahir prematur..katanya sih..tp kalo es lainnya boleh..es cream jg gapapa..nikmatin aja 😀 nnti klo uda 8-9bln baru minum es nya distop ☺
   
12-05-2016 19:31:14 Bayi lahir prematur
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
bayi lahir prematur,apakah mempengaruhi pertumbuhannya?
   
18-04-2016 13:11:43 keputihan
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda,

saat hamil rentang mengalami keputihan. Keputihan bila terlalu berlebihan dapat mengakibatkan salah satunya bayi lahir prematur. Lebih baik konsultasi kepada dokter untuk penanganan yang tepat.

Apabila mengalami keputihan yang berjumlah banyak, lebih banyak daripada normalnya yang Bunda alami, terutama bila keputihan tersebut berwarna kekuningan , kehijauan atau putih seperti susu atau keju, mengeluarkan bau tidak sedap, maka periksakan pada dokter. Keputihan yang fisiologis atau nomal tidak berwarna ataupun berbau tidak sedap. Penyebab keputihan yang berwarna atau berbau dapat karena adanya infeksi oleh bakteri atau jamur. Faktor stress secara psikologis juga dapat memicu keluarnya cairan vagina lebih banyak dari biasanya, namun bila tidak disertai infeksi oleh bakteri ataupun jamur, hal ini tidak menyebabkan keluhan kesehatan. Perubahan hormonal saat hamil juga dapat membuat ibu hamil rentan mendapatkan keputihan. Jagalah kebersihan daerah kewanitaan, membasuh daerah vagina dari arah depan ke belakang bukan sebaliknya, cukup dengan air bersih atau dengan sabun khusus kewanitaan, pakailah pakaian dalam yang kering, dan pakaian yang memiliki aliran udara yang baik (tidak ketat).

   
17-02-2016 08:37:20 hpl juli 2016
Jumlah Posts : 6
Jumlah di-Like : belum ada like
bundaa yg mengalami keputihan...liat truss gmn keputihanx y bun...jga kbersihan trus bunda...soalnyaa keputihan bsa mengakibatkn bayi lahir prematur bun
   
Jumlah Posts : 29
Jumlah di-Like : belum ada like
bun Diska, saya dlu jg pernah bun keputihan sampe warnanya kehijauan..trus ke dokter, kata dokternya itu bahaya soalnya bisa buat bayi lahir prematur..akhirnya sya dikasih obat keputihan cm 5 biji dlam bntuk ovula gt..klo gak slah namanya trichodazol ovula..itu harus dimasukin semua sampe abis bun, gak blh berhenti..jg gak blh HB dulu slama 2 minggu,,
   
27-11-2015 10:52:12 infeksi saluran kencing
Jumlah Posts : 88
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda....saya hamil 15 minggu dan kemarin perut kiri bawah sakit sekali. saya kira karena sembelit. pas di usg tidak ada timbunan tinja. dokter sarankan test urin n darah ternyata saya positif isk. padahal pipis saya lancar dan gak sakit. biasa saja. ini sedang dikasih antibiotik. semoga segera pulih. sempet takut juga karena isk bisa bikin bayi lahir prematur/pecah ketuban dini. mohon doanya ya bunda semua....semoga bunda yg lagi hamil sehat semua. aamiin...