SITE STATUS
Jumlah Member :
494.751 member
user online :
3306 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: bayi 6 bulan berat 13 kg masih asi serin

New Topic :  
13-03-2014 19:38:13 bb dan tinggi bayi 6 bulan
Jumlah Posts : 8
Jumlah di-Like : belum ada like
mau tanya nihh...bayi 6 bulan berat 7.7 kg dg tinggi 64 cm itu normal ga yaa momies...
   


18-05-2008 20:30:21 INISIASI MENYUSUI DINI
Jumlah Posts : 34
Jumlah di-Like : 4
Aku juga dukung ASI! hidup asi! kalo para calon bunda mau info lebih banyak ttg asi, browse ke website-nya aimi (asosiasi ibu menyusui indonesia).. www.aimi-asi.org Aimi juga punya mailing list, asiforbaby@yahoogroups.com, disana banyak ibu2 yg bener2 pro asi dan akan berikan support (dengan info, dukungan mental moril) biar para calon bunda semangat untuk IMD dan asi exclusive selama 6 bulan... Sekarang alifa juga masih asi, udah 13 bulan... Atau kalo mau tanya2 langsung ke aku, i will be very happy to help! add ymku aja: dd_singlenomore@yahoo.com   Hidup asi! Dede, Bubu Alifa
   
Jumlah Posts : 127
Jumlah di-Like : belum ada like
bun..mau tanya.. babyku baru mulai mpasi... ud usia 6 bulan lbh... pupnya 2hr sekali baru pup... makannya jg lahap dan maunya cepet.. kl lambat, dia malah nangis... apa itu ga masalah ya??
yang ke2, babyku ga bs pake dot..maunya pake spout.. apa itu jg ga masalah??
yang ke 3, apa stiap rasa susu bayi 6 bulan beda2?? slama ini full asi..krn ud mpasi, aku beli chilmil, dan dia ga terlalu doyan, minum pake spout jg kadang dilepehin lagi... ada solusi bun???
   


02-06-2014 17:07:12 perkembangan bayi prematur
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
iya bun merawat bayi prematur harus extra sabar..anak saya juga dulu lahir prematur usia kandungan istri saya 26 minggu dgn berat 1.2 kg, di nicu sebulan dan sempat turun jadi 1 kg. waktu keluar RS berat 1,2 kg. kemampuan mengisap ASI bener2 lemah jadi harus dipompa dulu(hanya 3 bulan ASI selebihnya sufor)
sekarang usia anak saya sdh 18 bulan dgn berat 13 kg. perkembanganya cukup bagus hanya jalannya masih dipegang dan kalau dilepas masih takut melangkah..
semangat bun...beri terus kasih sayang spesial buat si kecil...
   
Jumlah Posts : 49
Jumlah di-Like : belum ada like
Pada dasarnya setiap bayi memerlukan proses pemberian makanan secara bertahap. Dimulai dari tahap awal yang bersifat cairan, lalu ke makanan yang dihaluskan, kemudian makanan lebih padat dan dilanjutkan dengan makanan berupa potongan.

Bayi yang berusia dibawah 6 bulan cukup mendapatkan ASI (Air Susu Ibu). Pada usia ini pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) tidak dianjurkan karena organ pencernaan bayi masih belum siap atau belum berfungsi dengan sempurna. Sebaiknya berikan ASI secara eksklusif kepada bayi Anda sampai usianya 6 bulan.

Seiring dengan bertambahnya usia, bayi Anda semakin aktif dan membutuhkan makanan tambahan untuk memenuhi syarat kebutuhan gizinya. Apabila buah hati Anda telah berusia diatas 6 bulan atau sudah melewati masa ASI ekslusif, kebutuhan gizi dan cairan yang diperlukan sebagai faktor penunjang bagi perkembangan tubuh dan otaknya pun mulai meningkat. Inilah saat yang tepat bagi Anda untuk memperkenalkan MPASI berupa jus buah yang sehat kepada si kecil.

Bayi yang berusia di atas 6 bulan sudah bisa diberikan jus buah-buahan seperti pisang, pepaya, jeruk, dan tomat. Ini merupakan bagian yang menyenangkan bagi perkembangan bayi Anda, karena pada saat ini bayi diperkenalkan dengan rasa dan tekstur baru. Buah-buahan mengandung berbagai vitamin seperti Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E, Kalium, Zink dan berbagai mineral lainnya. Buah-buahan juga merupakan sumber serat yang bermanfaat untuk tubuh.

Berikut adalah beberapa tips yang sebaiknya perlu Anda perhatikan dalam pemberian MPASI berupa jus buah kepada bayi Anda :

Ketika mulai memperkenalkan jus buah kepada bayi Anda, sebaiknya tidak dimulai dengan pemberian jus buah yang asam. Terlebih buah yang asam biasanya akan menimbulkan reaksi alergi pada bayi.Pada tahap awal, berikanlah kira-kira 30-50 ml jus buah sebagai pengenalan pada organ pencernaan bayi. Lihat reaksi yang timbul. Bila tidak ada alergi yang timbul maka Anda bisa terus memberikannya.Jumlah jus buah yang diberikan sebaiknya tidak melebihi 120-180 ml dalam sehari. Alasan pemberian jus buah tidak terlalu banyak juga dikarenakan bila anda memberikan jus terlalu banyak, bayi bisa merasa kenyang sehingga bayi minum ASI atau susu formula lebih sedikit.Hal terpenting yang tidak boleh dilupakan adalah selalu mencuci bersih setiap buah sebelum diberikan pada bayi Anda.Bila anda memberikan jus buah kepada bayi anda, sebaiknya jangan terlalu banyak. Apabila bayi minum jus buah terlalu banyak dapat mengakibatkan banyak gas diperut bayi sehingga bayi Anda menjadi kembung dan terkena diare.Sebaiknya jus buah yang Anda berikan adalah 100% dari buah asli, bukan minuman buah yang mengandung pemanis buatan.Penggunaan gula dalam jus buah untuk bayi masih diperbolehkan selama jumlahnya sedikit (tidak terlalu banyak) dan tidak terlalu sering. Hindari memberikan bayi jus buah yang terlalu banyak mengandung gula, karena gula yang terlalu banyak dapat menyebabkan timbulnya masalah kelebihan berat badan dan karang gigi.Berikan jus buah kepada bayi di cangkir minumnya, bukan diberikan lewat botol.Jangan berikan jus buah saat jam tidur atau ketika bayi sedang tiduran.Bayi yang terlalu banyak mengonsumsi jus buah dapat mengalami gangguang kurang gizi, karena bayi cenderung untuk memilih jus buah yang manis daripada menu makanan yang sehat dan seimbang.

Sumber : informasitips.com
   


Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15

Masa cuti berakhir. Padahal masa pemberian ASI eksklusif pada bayi belum berakhir. Bisakah ASI Eksklusif dilanjutkan? Mia resah. Bayinya baru berusia 3 bulan, masih dalam masa pemberian ASI Eksklusif sampai buah hatinya berusia 6 bulan, namun masa cuti kerjanya sudah berakhir. “Bagaimana melanjutkan ASI eksklusifnya. Masa sih harus dicampur dengan susu formula. Sayang kan?”

Benar! Alangkah sayangnya dan ruginya jika pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif sampai gagal. Pernahkah melihat bayi macan diberi makan daging? Atau, bayi kambing atau sapi, makan rumput? Sebelum usianya cukup, semua bayi mamalia makan air susu, termasuk bayi manusia.

Usia cukup bagi bayi manusia untuk mendapat makanan lain selain air susu ibu adalah setelah 6 bulan. Dari usia 0 hingga 6 bulan bayi harus mendapat ASI eksklusif, yakni pemberian ASI murni tanpa bayi diberi tambahan lain seperti cairan air putih, teh, madu, buah-buahan, maupun makanan tambahan seperti bubur susu atau bubur saring dsb., sampai usia bayi 6 bulan, menurut hasil penelitian, positif membuat bayi mendapat nutrisi terbaik; meningkat daya tahan tubuhnya, meningkat kecerdasannya, dan meningkat jalinan kasih
(bonding) dengan bunda (dan ayah).

Sayangnya, seperti Mia yang bekerja, juga Mia-Mia yang lain, masa cuti melahirkan hanya 3 atau 4 bulan saja. Masih ada ada 2 - 3 bulan lagi untuk memberikan ASI Eksklusif. Itu memang dilema. Bagaimana melanjutkan pemberian ASI eksklusif atau hanya malam hari memberi ASI, siang dengan susu formula?

Beri ASI Perah

Namun, Dr. Utami Roesli SpA, MBA.IBCLC, pakar ASI, meyakinkan bahwa setelah masa cuti berakhir, ibu masih bisa memberikan ASI eksklusif. “Rugi sekali jika ibu hentikan. Sebab, usus bayi usia 3 bulan belum siap mencerna makanan selain air susu ibu. Selain itu. ASI merupakan sumber gizi ideal dengan komposisi seimbang, yang jika diberikan secara eksklusif bayi akan lebih sehat dan lebih cerdas dibanding bayi yang tidak mendapatkannya,” tegas Utami.

Untuk buah hati tercinta, seharusnya bekerja di luar rumah bukanlah halangan untuk memberikan yang terbaik untuknya, termasuk memberikan ASI secara eksklusif. “Ibu tetap bisa memberikan ASI perah, yakni ASI yang diperas dari payudara, lalu diberikan pada bayi saat ibu bekerja di kantor,” ujar Utami yang juga ketua Lembaga Peningkatan dan Pengembangan (LPP) ASI Rumah Sakit St. Carolus.

ASI perah adalah ASI yang diambil dengan cara diperas dari payudara untuk kemudian disimpan dan nantinya diberikan pada bayi. Apa tidak basi? Menurut Utami, sampai waktu tertentu dan dengan penyimpanan yang benar, ASI tidak akan basi. Misalnya, ASI tahan disimpan di dalam suhu ruangan sampai 6 jam. Jika disimpan di thermos yang diberi es batu, bisa tahan hingga 24 jam. Bahkan, kalau disimpan di kulkas ketahanannya meningkat hingga 2 minggu dengan suhu kulkas yang bervariasi. Jika disimpan di frezeer yang tidak terpisah dari kulkas, dan sering dibuka, ASI tahan 3-4 bulan. Sedangkan pada freezer dengan pintu terpisah dari kulkas dan suhu bisa dijaga dengan konstan, maka ketahanan ASI mencapai 6 bulan.

Memerah ASI bukanlah hal yang sulit, bahkan tidak selalu membutuhkan alat khusus atau pompa ASI. Cukup dengan pijitan dua jari sendiri, ASI bisa keluar lancar car! Memang membutuhkan waktu, yakni masing-masing payudara 15 menit. ASI ini bisa diberikan untuk bayi keesokan harinya. Tampung ASI tersebut di sebuah wadah, misalnya plastik gula, lalu tandai setiap wadah dengan spidol sesuai waktu pemerahan, misal plastik pertama, kedua, dst. Berikan pada bayi sesuai urutan pemerahan.

Persiapan dan Pemberian

Untuk memberi bayi ASI perahan, jauh-jauh hari sebelum masa cuti berakhir ibu memang harus menyiapkan diri sendiri dan bayi. Apalagi jika si buah hati merupakan anak pertama. Beratnya meninggalkannya memang luar biasa. Apalagi siang hari tak bersamanya dan tak menyusuinya pasti berat. Di kantor, saat payudara membengkak karena produksi ASI tak disusu bayi, ingatan ibu pastilah pada buah hati di rumah.

Mempersiapkan diri sendiri menjadi penting. Pertama, adalah mempersiapkan mental untuk meninggalkan bayi dan memupuk rasa percaya bahwa ia akan baik-baik saja di rumah. Kedua, persiapan dengan mulai belajar memerah dua minggu sebelum cuti berakhir. Ketika bayi tidur dan payudara mulai terasa membengkak, segera perahlah payudara lalu simpan di kulkas. Esok siang, ASI perah tersebut bisa ibu berikan pada bayi.

Sedangkan untuk mempersiapkan bayi, ibu harus memulai membiasakan bayi diberi ASI perahan dengan sendok, bukan botol susu. “Berikan dengan cara menyuapinya dengan sendok agar bayi tidak bingung putting. Sampai bayi usia 5 bulan, bisa terjadi bingung putting,” tegas Utami. Bingung putting terjadi jika ibu yang biasa memberi Asi lewat payudara, lalu bayi disusui dengan botol, maka ketika akan diberikan lewat payudara lagi bayi kemungkinan menolaknya. Ini lantaran, dot botol lebih lancar mengeluarkan susu dibandingkan lewat payudara.

Persiapkan Mental ‘Pengasuh’

Tetap memberi ASI selama ibu bekerja di kantor berarti ibu harus memupuk kerjasama dengan pengasuh. Ini bukan hal mudah. Apalagi jika yang ibu percayai merawatnya adalah orangtua sendiri atau mertua. Kalau mereka tidak punya pemahaman yang sama tentang pemberian dan manfaat ASI eksklusif, ditambah pengalaman mereka dulu mungkin menyusui sambil dicampur susu atau makanan padat, akan sedikit menyulitkan.

“Tapi, jangan menyerah. Pelan-pelan jelaskan sama ibu atau ibu mertua tentang pentingnya ASI eksklusif, dan bahwa usus bayi belum siap mencerna makanan. Begitu juga jelaskan pada pengasuh, kerjasama orangtua dengan pengasuh di rumah ini juga menentukan keberhasilan menyusui secara eksklusif ” tegas Utami.

Memang di hari-hari pertama pemberian susu perah dengan sendok, bayi mungkin menolaknya. Ia bahkan bisa cemas dan gelisah. Namun, janganlah khawatir, 3 atau 4 hari setelahnya bayi akan terbiasa. Itu sebabnya, sebelum masa cuti berakhir bayi perlu dilatih disuapi susu dengan sendok. Jadi, tak perlu resah jika harus kembali bekerja, bukan?

Pemberian ASI Perahan

  • Ambil ASI berdasarkan waktu pemerahan (yang pertama diperah yang diberikan lebih dahulu).
  • Jika ASI beku, cairkan di bawah air hangat mengalir. Untuk menghangatkan, tuang ASI dalam wadah, tempatkan di atas wadah lain berisi air panas.
  • Kocok dulu sebelum mengetes suhu ASI. Lalu tes dengan cara meneteskan ASI di punggung tangan. Jika terlalu panas, angin-anginkan agar panas turun.
  • Jangan gunakan oven microwave untuk menghangatkan agar zatzat penting ASI tidak larut/hilang.
  • Berikan dengan sendok.

Simpan ASI Praktis dan Awet

  • Taruh ASI dalam kantung plastik polietilen (misl plastik gula); atau wadah plastik untuk makanan atau yang bisa dimasukkan dalam microwave, wadah melamin, gelas, cangkir keramik. Jangan masukkan dalam gelas plastik minuman kemasan maupun plastik styrofoam.
  • Beri tanggal dan jam pada masing-masing wadah.
  • Dinginkan dalam refrigerator (kulkas). Simpan sampai batas waktu yang diijinkan (+ 2 minggu).
  • Jika hendak dibekukan, masukkan dulu dalam refrigerator selama semalam, baru masukkan ke freezer (bagian kulkas untuk membekukan makanan), gunakan sebelum batas maksimal yang diijinkan. (+3-6 bulan)
  • Jika ASI beku akan dicairkan, pindahkan ASI ke refrigerator semalam sebelumnya, esoknya baru cairkan dan hangatkan. Jangan membekukan kembali ASI yang sudah dipindah ke refrigerator.

Sumber: Tabloid Ibu & Anak

sedikit esmoni td karena mendengar ada bidan yang mengatakan tdk boleh dipompa asi
karena akn merusak jaringan susu.
banyak kok ibu2 yang berhasil dengan asi perah ketika mereka bekerja.
jd si dd sebelum 6 bln cuma ASI saja.

salam

putri a.k.a zach mom's
 

   
30-12-2008 14:22:32 14 bulan, 8,5 kg???
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
 Halo mami mami .. sebenernya susu formula yang PALING oke itu apa sih ya ... masih bingung nih, yah biasa namanya mami ingin yang the best buat anak nya kan.. pertama anakku (Max) pake enfamil a+ tapi pup nya keras, waktu lagi cari-cari ketemu nutrilon royal (ada tulisan menjaga saluran pencernaan bayi) jadi aku beli deh.. sekarang max kan 6 bulan, sekalian ganti ke tahap 2 nya pake nutrilon royal 2 .. so far oke sih, max gitu mana ada kamus gak suka susu, kayanya susu apa aja dilahap. baru 6 bulan udah 8 kg moms, aku yang deg deg an takut obesitas tapi kata dokter masih sehat sih... nah tapi masih bingung nih susu formula yang paling oke apa ya moms? btw, asi juga masih jalan sih sampe sekarang.. hehe.. thankssss mami mami
   
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
hai moms.. saya cuma mau kasih info nih kenapa bayi ga boleh dikasih makan kalo dibawah 6 bulan Diambil dari milis motherandchild (Dirangkum & ditulis bebas oleh Luluk Lely Soraya I, 26 March 2005) Banyak sekali pertanyaan dan kritik yang timbul mengenai pemberian MP-ASI (Makanan Pendamping ASI) di usia kurang dari 6 bulan. Bahkan banyak dari kita tidak pernah tahu mengapa WHO & IDAI mengeluarkan statement bahwa ASI eksklusif (ASI saja tanpa tambahan apapun bahkan air putih sekalipun) diberikan pada 6 bulan pertama kehidupan seorag anak. Kemudian setelah umur 6 bulan anak baru mulai mendapatkan MPASI berupa bubur susu, nasi tim, buah, dsb. Alasan menunda pemberian MPASI Mengapa harus menunda memberikan MPASI pada anak sampai ia berumur 6 bulan?! Kalo jaman dulu (baca : sebelum diberlakukan ASI eksklusif 6 bulan) umur 4 bulan aja dikasih makan bahkan ada yg umur 1 bulan. Dan banyak yang berpendapat gak ada masalah apa-apa tuh dengan anaknya. Satu hal yg perlu diketahui bersama bahwa jaman terus berubah. Demikian juga dengan ilmu & teknologi. Ilmu medis juga terus berkembang dan berubah berdasarkan riset2 yg terus dilakukan oleh para peneliti. Sekitar lebih dari 5tahun yang lalu, MP-ASI disarankan diperkenalkan pada anak saat ia berusia 4 bulan. Tetapi kemudian beberapa penelitian tahun2 terakhir menghasilkan banyak hal sehingga MP-ASI sebaiknya diberikan setelah anak berusia lebih dari 6bulan. Mengapa umur 6 bl adalah saat terbaik anak mulai diberikan MPASI ?! 1.Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan besar dari berbagai penyakit. Hal ini disebabkan sistem imun bayi berusia kurang dari 6 bulan belum sempurna. Pemberian MP-ASI terlalu dini sama saja dengan membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yg mendapatkan MP-ASI sebelum ia berumur 6 bulan, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yang hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya. 2.Saat bayi berumur 6 bl keatas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI. Beberapa enzim pemecah protein spt asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bl. 3.Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan Saat bayi berumur kurang dari 6 bulan, sel-sel di sekitar usus belum siap untuk mengolah kandungan dari makanan. Sehingga makanan yg masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi. 4.Menunda pemberian MP-ASI hingga 6 bulan melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari. Proses pemecahan sari-sari makanan yg belum sempurna dalam usus bayi, pada beberapa kasus ekstrem ada juga yang memerlukan tindakan bedah akibat pemberian MP-ASI terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapa MP-ASI baru boleh diperkenalkan pada anak setelah anak berumur 6 bulan. Masih banyak yg mengenalkan MP-ASI pada bayi kurang dari 6 bulan Kalo begitu kenapa masih banyak orangtua yg telah memberikan MP-ASI ke anaknya sebelum berumur 6 bulan? Banyak sekali alasan kenapa ortu memberikan MP-ASI sebelum anak berusia 6 bulan. Umumnya banyak ibu yg beranggapan kalo anaknya kelaparan dan akan tidur nyenyak jika diberi makan. Meski gak ada relevansinya banyak yg beranggapan ini benar. Kenapa? Karena belum sempurna, sistem pencernaannya harus bekerja lebih keras utk mengolah & memecah makanan. Kadang anak yg menangis terus dianggap sbg anak gak kenyang. Padahal menangis bukan semata-mata tanda ia lapar. Belum lagi masih banyak anggapan di masyarakat kita seperti orang tua terdahulu bahwa anak saya gak papa tuh dikasih makan pisang pas kita umur 2 bulan. Malah sekarang jadi orang. Alasan lainnya juga bisa jadi juga tekanan dari lingkungan dan gak ada dukungan seperti alasan di atas. Dan gencarnya promosi produsen makanan bayi yang belum mengindahkan ASI eksklusif 6 bulan. Aturan MP-ASI setelah 6 bulan: Karena sebelum berusia 6 bulan mengandung resiko. Sekali lagi tidak mungkin ada saran dari WHO & IDAI jika tidak dilakukan penelitian panjang. Lagipula tiap anak itu beda. Bisa jadi gak jadi masalah utkkita tapi belum tentu untuk yg lain. Misalkan, ilustrasinya sama seperti aturan cuci tangan sebelum makan. Ada anak yang dia tidak terbiasa cuci tangan sebelum makan. Padahal ia baru bermain-main dengan tanah dsb. Tapi ia tidak apa-apa. Sedangkan satu waktu atau di anak yang lain, begitu ia melakukan hal tsb ia langsung mengalami gangguan pencernaan karena kotoran yg masuk ke makanan melalui tangannya. Demikian juga dengan pemberian MP-ASI pada anak terlalu dini. Banyak yang merasa “anak saya gak masalah tuh saya kasih makan dari umur 3 bulan”. Sehingga hal tsb menjadi “excuse” atau alasan untuk tidak mengikuti aturan yg berlaku. Padahal aturan tsb dibuat karena ada resiko sendiri. Lagipula penelitan ttg hal ini terus berlanjut. Saat ini mungkin pengetahuan dan hasil riset yg ada masih terbatas dan “kurang” bagi beberapa kalangan. Tapi di kemudian hari kita tidak tahu. Ilmu terus berkembang. Dan satu hal yg penting. Aturan agar menunda memberikan MPASi pada anak kurang dari 6 bulan bukan hanya berlaku untuk bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Tetapi juga bagi bayi yg tidak mendapatkan ASI (susu formula atau mixed). Semuanya akan kembali kepada ayah & ibu. Jika kita tahu ada resiko dibalik pemberian MP-ASI saat usia anak kurang dari 6 bulan, maka mengapa tidak kita menundanya. Apalagi banyak sekali penelitian & kasus yang mendukung hal tsb. Apapun keputusan ibu & ayah, apakah mau memberikan MP-ASI saat anak berusia kurang atau lebih dari 6 bulan, alangkah baiknya dipertimbangkan dengan baik untung ruginya bagi anak, bukan bagi orang tuanya. Sehingga keputusan yg diambil adalah yg terbaik utk sang anak. (Luk) Sumber : Solid Food in Early Infancy increases risk of Eczema, from original source : Fergusson DM et al Early solid feeding and recurrent childhood eczema: a 10-year longitudinal study Pediatrics 1990 Oct; 86:541-546.[ Medline abstract][Download citation] World Health Organization (WHO). Infant Feeding Guidelines. 2003. Information for Health Professionals on Infant Feeding. www.who.int/ health_topics/ breastfeeding/ en/ World Health Organization (WHO). 2003. Global Strategy for Infant and Young Child Feeding. www.who.int World Health Organization (WHO). Complementary feeding. Report of the global consultation. Summary of guiding principles. Geneva, 10-13 December 2001. www.who.int DIarsipkan di bawah: ASI | yang berkaitan: ASI, MPASI
   
14-02-2008 16:10:42 Bayi alergi susu ber DHA
Jumlah Posts : 5
Jumlah di-Like : belum ada like
Saya butuh sharing dari bunda-2, barangkali ada yang punya pengalaman seperti saya



minggu lalu Felicia genap berusia 6.5 bulan, tapi berat badannya masih tetap sama dg waktu umur 6 bulan yaitu 7 kg. Oleh dokternya dicurigai ada alergi thd DHA yang terkandung dalam susu, karena selama ini selera minum susu Felicia sedikit, jadi berat badannya nggak naik.

Oleh DSA nya disarankan untuk mengganti susu yang awalnya minum produk dari Morinaga diubah menjadi produk Enfamil

Yang saya tanyakan, apakah ada pengalaman dari bunda-2 yang bayinya mengkonsumsi produk Enfamil (regular bukan yang A+), apakah berat badan bayi bisa naik dengan mengkonsumsi susu tsb ?

mohon sharingnya

Thanks sebelumnya

Salam dari Felicia dan mama Shianni
   
07-09-2015 15:47:40 bb bayi menurun...
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda, silahkan di baca dari artikel Infobunda ya,

Setiap bayi mengetahui kebutuhan tubuhnya masing-masing. Bila anda memberi lebih dari yang dibutuhkannya, maka ia akan menolaknya. Jika ia merasa anda memberinya terlampau sedikit, ia menunjukkan rasa laparnya dengan bangun sebelum jadwalnya dan mulai mengigiti benda disekitarnya.

Pertumbuhan berat badan bayi tidak lah sama pada setiap bayi. Ada bayi-bayi yang sangat cepat bertambah berat badannya, namun ada pula yang sedang-sedang saja, dan ada pula yang lambat pertumbuhan badannya. Rata-rata berat badan bayi waktu lahir adalah 3 kg, pada usia 5 bulan berat rata-ratanya 6 kg, kurang lebih 2 kali berat badan saat lahir.

Dalam prakteknya, bayi-bayi yang lahir dengan berat badan rendah, akan lebih cepat bertambah berat badannya, seakan-akan mengejar ketinggalannya, dan pada saat usianya mencapai 5 bulan maka beratnya mencapai 6 kg.

Bayi-bayi yang besar pada waktu lahir sering tumbuh lambat, selama 3 bulan pertama berat badan bayi rata-rata 70 gram/bulan. Kemudian pertambahan akan makin lambat, pada usia 4-6 bulan berat badannya bertambah 600 gram/bulan. Pada usia 7-9 bulan pertambahan berat badannya hanya 400 gram saja perbulan. Pada usia 10-12 bulan pertambahan berat badannya rata-rata 300 gram perbulan atau 3 kali berat badan saat lahir.

Pertambahan berat badan pada tahun kedua hanya 200-250 gram/bulan saja. Pertambahan ini akan sangat dipengaruhi oleh banyaknya makanan dan keaktifan pencernaan, jenis makanan, dan lain-lain. Bila anda menemukan pertambahan berat badan bayi anda hanya 125 gram saja, padahal biasanya ia naik 200 gram maka anda tidak perlu cemas. Apalagi, kalau ia tampak sehat. Tunggulah sampai minggu berikutnya, mungkin beratnya naik sampai 300 gram untuk mengejar ketinggalannya di minggu lalu.

Selain itu, perlu dipertimbangkan pula bahwa semakin besar bayi, makin lambat kenaikan berat badannya. Bagaimana halnya dengan bayi yang memiliki berat badan berlebih/kegemukan?

Menurut beberapa peneliti, seorang bayi yang waktu kecilnya sangat gemuk cenderung tetap gemuk seumur hidup mereka. Jika seorang menjadi gemuk, bukan berarti sel-sel tubuhnya penuh lemak, tetapi karena sel-sel lemaknya yang bertambah dan berlipat ganda. Sekali sel-sel lemak ini dibentuk, ia akan tetap tinggal dalam tubuh seumur hidup.

Sebagian masyarakat berpendapat, bahwa bayi yang gemuk sangat lucu, menarik, dan menggemaskan, sehingga mereka senang sekali jika memiliki bayi yang gemuk, yang menandakan bahwa orang tuanya pandai merawat anak. Padahal anggapan seperti ini keliru. Anak yang terlalu gemuk tidak selalu anak yang sehat. Segera setelah bayi menunjukkan tanda-tanda ia terlalu gemuk, dokter mungkin akan membatasi diet lemak dan karbohidratnya serta menggantinya dengan buah dan sayuran. Lemak dalam susu bisa dikurangi dengan mengganti susu yang dikonsumsi dengan susu rendah lemak. Mentega, margarine, cr�me jangan diberikan. Kurangi pemberian roti, biskuit, dan kue-kue, terutama yang manis-manis.

   
16-04-2015 13:26:18 Kehamilan 6 Bulan
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
Istri saya skrg hamil 6 Bulan, berat badannya naik 17 Kg dan Bayi dikandungannya 1,5 kg, kira2 normal tidak ya?
   
Jumlah Posts : 37
Jumlah di-Like : belum ada like
selamat siang, Bunda2 sekalian. mau nanya apa ada yg ngalamin sama dengan saya?

usia kehamilan sekitar 6 bulan, berat bayi hanya 650 gram. dokter bilang kurang makan. ketika menginjak sebulan setelahnya, berat bayi mendadak jadi 1800 gram. hari ini, 33 minggu, berat bayi sudah 2,347 gram. ukuran paha sesuai (33 w) tapi ukuran kepala dan perut besar *hiks*

dsog mengatakan baby saya mengalami pre-diabetic. jadi membawa bakat diabetes. jujur sangat khawatir sekali ya. apakah ada yang pernah mengalami hal yang sama?

perlu diketahui ini kehamilan kedua saya. kehamilan pertama waktu 6 bulan dulu berat bayi juga hanya 500 gram. namun ketika dilahirkan, beratnya 4 kg 51 cm..

terimakasih sebelumnya.

   
21-04-2014 15:46:02 BB bayi
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Setiap bayi mengetahui kebutuhan tubuhnya masing-masing. Bila anda memberi lebih dari yang dibutuhkannya, maka ia akan menolaknya. Jika ia merasa anda memberinya terlampau sedikit, ia menunjukkan rasa laparnya dengan bangun sebelum jadwalnya dan mulai mengigiti benda disekitarnya.

Pertumbuhan berat badan bayi tidak lah sama pada setiap bayi. Ada bayi-bayi yang sangat cepat bertambah berat badannya, namun ada pula yang sedang-sedang saja, dan ada pula yang lambat pertumbuhan badannya. Rata-rata berat badan bayi waktu lahir adalah 3 kg, pada usia 5 bulan berat rata-ratanya 6 kg, kurang lebih 2 kali berat badan saat lahir.

Dalam prakteknya, bayi-bayi yang lahir dengan berat badan rendah, akan lebih cepat bertambah berat badannya, seakan-akan mengejar ketinggalannya, dan pada saat usianya mencapai 5 bulan maka beratnya mencapai 6 kg. 

Bayi-bayi yang besar pada waktu lahir sering tumbuh lambat, selama 3 bulan pertama berat badan bayi rata-rata 70 gram/bulan. Kemudian pertambahan akan makin lambat, pada usia 4-6 bulan berat badannya bertambah 600 gram/bulan. Pada usia 7-9 bulan pertambahan berat badannya hanya 400 gram saja perbulan. Pada usia 10-12 bulan pertambahan berat badannya rata-rata 300 gram perbulan atau 3 kali berat badan saat lahir. 

Pertambahan berat badan pada tahun kedua hanya 200-250 gram/bulan saja. Pertambahan ini akan sangat dipengaruhi oleh banyaknya makanan dan keaktifan pencernaan, jenis makanan, dan lain-lain. Bila anda menemukan pertambahan berat badan bayi anda hanya 125 gram saja, padahal biasanya ia naik 200 gram maka anda tidak perlu cemas. Apalagi, kalau ia tampak sehat. Tunggulah sampai minggu berikutnya, mungkin beratnya naik sampai 300 gram untuk mengejar ketinggalannya di minggu lalu. 

Selain itu, perlu dipertimbangkan pula bahwa semakin besar bayi, makin lambat kenaikan berat badannya. Bagaimana halnya dengan bayi yang memiliki berat badan berlebih/kegemukan? 

Menurut beberapa peneliti, seorang bayi yang waktu kecilnya sangat gemuk cenderung tetap gemuk seumur hidup mereka. Jika seorang menjadi gemuk, bukan berarti sel-sel tubuhnya penuh lemak, tetapi karena sel-sel lemaknya yang bertambah dan berlipat ganda. Sekali sel-sel lemak ini dibentuk, ia akan tetap tinggal dalam tubuh seumur hidup. 

Sebagian masyarakat berpendapat, bahwa bayi yang gemuk sangat lucu, menarik, dan menggemaskan, sehingga mereka senang sekali jika memiliki bayi yang gemuk, yang menandakan bahwa orang tuanya pandai merawat anak. Padahal anggapan seperti ini keliru. Anak yang terlalu gemuk tidak selalu anak yang sehat. Segera setelah bayi menunjukkan tanda-tanda ia terlalu gemuk, dokter mungkin akan membatasi diet lemak dan karbohidratnya serta menggantinya dengan buah dan sayuran. Lemak dalam susu bisa dikurangi dengan mengganti susu yang dikonsumsi dengan susu rendah lemak. Mentega, margarine, cr�me jangan diberikan. Kurangi pemberian roti, biskuit, dan kue-kue, terutama yang manis-manis. Puding boleh diberikan seperti biasa, terutama yang terbuat dari agar-agar. Tetapi walaupan sedikit makanan bayi yang harus mengandung lemak juga, karena dari segi nutrisi tidak terlalu baik kalau menghapus lemak sama sekali dari diet bayi.

Untuk memonitor perkembangan bayi Bunda, gunakan KMS (kartu Menuju Sehat) yang dapat Bunda dapatkan di posyandu atau rumah sakit.

   
11-03-2014 15:01:29 mpasi
Jumlah Posts : 10
Jumlah di-Like : belum ada like
JADWAL MAKAN BAYI

6 ? 7 bulanPukul Pemberian Makanan06.00 ASI/ susu formula
08.00 Biskuit
10.00 Buah
12.00 Bubur susu
13.00 ASI/ susu formula
14.00 Biskuit
16.00 ASI/ susu formula
18.00 Bubur susu
19.00 ASI/ susu formula

7 ? 8 bulanPukul Pemberian Makanan
06.00 ASI/ susu formula
08.00 Biskuit/Bubur susu
10.00 Buah
12.00 Bubur saring
13.00 ASI/ susu formula
14.00 Bubur susu
16.00 ASI/ susu formula
18.00 Bubur saring
19.00 ASI/ susu formula

9 ? 12 bulanPukul Pemberian Makanan
06.00 ASI/ susu formula
08.00 Bubur susu
10.00 Buah
12.00 Bubur tim/Nasi lembek
13.00 ASI/ susu formula
14.00 Bubur susu/biscuit/snack
16.00 ASI/ susu formula
18.00 Nasi Tim/nasi lembek
19.00 ASI/ susu formulaAturan

Dasar MPASIMulai usia 6 bulan :? Mulailah dengan makanan lunak seperti biscuit yang diencerkan pakai air? Kenalkan pula bubur susu dalam jumlah sedikit demi sedikit agar bayi terbiasa dengan teksturnya.Sebaiknya membuat bubur susu sendiri dari tepung beras yang dicampur dengan susu bubuk atau ASI.Berikan pula rasa lain seperti tepung beras merah, kacang hijau supaya mengenal rasa?
Mulailah pemberian buah yang dihaluskan.Misal pisang yang dikerok, papaya atau apel yang di jus? Pemberian ASI atau susu formula di selang seling waktu makan utama.Untuk kebutuhan susu/cairan dihi
   
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Setiap bayi mengetahui kebutuhan tubuhnya masing-masing. Bila anda memberi lebih dari yang dibutuhkannya, maka ia akan menolaknya. Jika ia merasa anda memberinya terlampau sedikit, ia menunjukkan rasa laparnya dengan bangun sebelum jadwalnya dan mulai mengigiti benda disekitarnya.

Pertumbuhan berat badan bayi tidak lah sama pada setiap bayi. Ada bayi-bayi yang sangat cepat bertambah berat badannya, namun ada pula yang sedang-sedang saja, dan ada pula yang lambat pertumbuhan badannya. Rata-rata berat badan bayi waktu lahir adalah 3 kg, pada usia 5 bulan berat rata-ratanya 6 kg, kurang lebih 2 kali berat badan saat lahir.

Dalam prakteknya, bayi-bayi yang lahir dengan berat badan rendah, akan lebih cepat bertambah berat badannya, seakan-akan mengejar ketinggalannya, dan pada saat usianya mencapai 5 bulan maka beratnya mencapai 6 kg. 

Bayi-bayi yang besar pada waktu lahir sering tumbuh lambat, selama 3 bulan pertama berat badan bayi rata-rata 70 gram/bulan. Kemudian pertambahan akan makin lambat, pada usia 4-6 bulan berat badannya bertambah 600 gram/bulan. Pada usia 7-9 bulan pertambahan berat badannya hanya 400 gram saja perbulan. Pada usia 10-12 bulan pertambahan berat badannya rata-rata 300 gram perbulan atau 3 kali berat badan saat lahir. 

Pertambahan berat badan pada tahun kedua hanya 200-250 gram/bulan saja. Pertambahan ini akan sangat dipengaruhi oleh banyaknya makanan dan keaktifan pencernaan, jenis makanan, dan lain-lain. Bila anda menemukan pertambahan berat badan bayi anda hanya 125 gram saja, padahal biasanya ia naik 200 gram maka anda tidak perlu cemas. Apalagi, kalau ia tampak sehat. Tunggulah sampai minggu berikutnya, mungkin beratnya naik sampai 300 gram untuk mengejar ketinggalannya di minggu lalu. 

Selain itu, perlu dipertimbangkan pula bahwa semakin besar bayi, makin lambat kenaikan berat badannya. Bagaimana halnya dengan bayi yang memiliki berat badan berlebih/kegemukan? 

Menurut beberapa peneliti, seorang bayi yang waktu kecilnya sangat gemuk cenderung tetap gemuk seumur hidup mereka. Jika seorang menjadi gemuk, bukan berarti sel-sel tubuhnya penuh lemak, tetapi karena sel-sel lemaknya yang bertambah dan berlipat ganda. Sekali sel-sel lemak ini dibentuk, ia akan tetap tinggal dalam tubuh seumur hidup. 

Sebagian masyarakat berpendapat, bahwa bayi yang gemuk sangat lucu, menarik, dan menggemaskan, sehingga mereka senang sekali jika memiliki bayi yang gemuk, yang menandakan bahwa orang tuanya pandai merawat anak. Padahal anggapan seperti ini keliru. Anak yang terlalu gemuk tidak selalu anak yang sehat. Segera setelah bayi menunjukkan tanda-tanda ia terlalu gemuk, dokter mungkin akan membatasi diet lemak dan karbohidratnya serta menggantinya dengan buah dan sayuran. Lemak dalam susu bisa dikurangi dengan mengganti susu yang dikonsumsi dengan susu rendah lemak. Mentega, margarine, cr�me jangan diberikan. Kurangi pemberian roti, biskuit, dan kue-kue, terutama yang manis-manis. Puding boleh diberikan seperti biasa, terutama yang terbuat dari agar-agar. Tetapi walaupan sedikit makanan bayi yang harus mengandung lemak juga, karena dari segi nutrisi tidak terlalu baik kalau menghapus lemak sama sekali dari diet bayi.

Infobunda : http://www.infobunda.com/artikel/113-Pertumbuhan-Berat-Badan-Bayi.html#ixzz2qR5GBy00