SITE STATUS
Jumlah Member :
493.638 member
user online :
1512 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: batuk pilek mempengaruhi hasil ro

New Topic :  
19-06-2015 12:51:59 hamil atau tidak
Jumlah Posts : 90
Jumlah di-Like : belum ada like
siank bunda maaf mau tanya apa bisa 2hari menjelang haid tespek dapat hasil fositip
begini bunda haid hari haid ku besok tgal 20 dan kemarin saiia tespek mendapatkan hasil fositip bingung juga sie soalnya haidnya gak teratur selalu maju 5hari tp bulan ini belom haid juga...bagi sarannya doank aku juga dah 5 hari sakit batuk pilek demam mau minum obat takut aku bener2hamil mau priksa ke bidan soalnya belom jadwal haid besok baru hari haid bingung harus bagai mana
   


Jumlah Posts : 6
Jumlah di-Like : belum ada like
owh pakai air jeruk nipis anget ya bun,,ok ntr Aq coba juga,soal nya Aq batuk,pilek,demam,smpe Udh 3 x ke dokter tp hasil nya sampai skrg blm juga sembuh,,smpe sakit perut nya,,
   
Jumlah Posts : 3025
Jumlah di-Like : 1
Mengapa umur 6 bl adalah saat terbaik anak mulai diberikan MPASI ?!
1. Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan
besar dari berbagai penyakit.
Hal ini disebabkan sistem imun bayi < 6 bl belum sempurna. Pemberian MPASI
dini sama saja dg membuka pintu gerbang masuknay berbagai jenis kuman.
Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari
peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yg mendapatkan MPASI sebelum
ia berumur 6 bl, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan
panas dibandingkan bayi yg hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi
penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya.
2. Saat bayi berumur 6 bl keatas, sistem pencernaannya sudah relatif
sempurna dan siap menerima MPASI.
Beberapa enzim pemecah protein spt asam lambung, pepsin, lipase, enzim
amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bl.
3. Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan
Saat bayi berumur < 6 bl, sel2 di sekitar usus belum siap utk kandungan
dari makanan. Sehingga makanan yg masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan
terjadi alergi.
4. Menunda pemberian MPASI hingga 6 bl melindungi bayi dari obesitas di
kemudian hari. Proses pemecahan sari2 makanan yg belum sempurna.
Pada beberapa kasus yg ekstrem ada juga yg perlu tindakan bedah akibat
pemberian MPASi terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapa
MPASI baru boleh diperkenalkan pada anak setelah ia berumur 6 bl.
   


23-04-2014 12:04:54 batuk pada anak
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda,

Untuk mendiagnosa adanya TB paru pada anak terdapat standart operasional tersendiri. Menurut anjuran dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, dalam mendiagnosa TB paru pada anak adalah sebagai berikut: 

Diagnosis tuberkulosis (TB) pada anak didasarkan pada:
Bukti atau kecurigaan adanya kontak dengan sumber infeksi TB, biasanya pasien TB dewasa dengan hasil basil tahan asam (BTA) positif.
Gejala dan tanda klinis sugestif TB, termasuk penilaian seksama terhadap kurva tumbuh kembang anak.
Uji tuberkulin positif.
Gambaran radiologis sugestif ke arah TB.
Uji tuberkulin penting dalam penegakan diagnosis TB pada anak. Sangat tidak direkomendasikan mendiagnosis TB hanya berdasarkan pemeriksaan radiologis.
Pemeriksaan Radiologis pada paru anak tidak dapat dijadikan dasar utama karena paru anak dapat menunjukkan gambaran perawanan/perkabutan pada paru layaknya pada orang dewasa, namun tidak khusus pada keadaan TB paru layaknya yang terjadi pada orang dewasa. Bila ada infeksi paru lainnya, dapat menunjukkan perawanan pada paru anak karena luas lapang paru anak yang tidak seluas lapang paru orang dewasa (pada orang dewasa TB paru menunjukkan perawanan pada daear puncak paru). Pada anak, TB paru dapat diduga dengan kuat ketika gambaran radiologis menunjukkan bercak milier pada lapang paru. Maka itu, diagnosis TB paru lebih ditekankan pada :

Bukti atau kecurigaan adanya kontak dengan sumber infeksi TB, biasanya pasien TB dewasa dengan hasil basil tahan asam (BTA) positif.
Gejala dan tanda klinis sugestif TB, termasuk penilaian seksama terhadap kurva tumbuh kembang anak.
Uji tuberkulin positif.
Gambaran radiologis sugestif ke arah TB.

Bila seorang anak mengalami batuk pilek yang lama lebihd ari 2 minggu, sedangkan tidak menunjukkan adanyay TB paru, maka dapat dicurigai apakah Ia mengalami alergi. Bila sang anak mengalami kontak dengan alergen tersebut, maka timbulah reaksi alergi yang dapat juga memicu timbulnya asma atau batuk pilek yang berkepanjangan. Selain itu, bisa juga terjadi keadaan di mana ada orang lain yang kembali menularkan batuk dan pilek pada anak sebelum sang Anak sembuh benar dari penyakit yang sedang dialaminya.

   
07-02-2014 20:10:44 batuk pilek bikin susah nafas
Jumlah Posts : 51
Jumlah di-Like : belum ada like
malem dok,, mau tanya nih ,, saya periksa ke bidan uk kandungan udh 35w trus saya batuk pilek sampe" susah nafas.. saya dikasih obat batuk hitam tp saya gak minum dok karna takut ke debay nya .. akhirnya saya minumin perasan air jeruk panas aja,, yg saya takutkan ketika batuk saya sampe pipis gitu dok bahaya kah?? trus apa yg harus saya lakukan ?? dan satu lg dok saya mau tanya hpht saya tgl 25 mey 2013 kira" hpl saya kapan ya dok soalnya saya periksa di 2tempat kok bisa beda" hpl nya dan dr hasil usg juga beda dok jadi bingung nih.. mohon jawabannya ya dok,, thanks
   


05-10-2012 14:13:03 Fitur Baru! "Tanya Dokter"
Jumlah Posts : 107
Jumlah di-Like : 4
Dokter ..

Maaf saya sudah pernah mengirimkan pertanyaan sebelumnya, perihal bayi saya umur 5 bulan jalan 6, masih ASI , sekitar seminggu yang lalu saya terkena batuk pilek cukup parah sampai demam karena mungkin saya kecapekan , ngajar malam dan pulang kantor hampir setiap malam sekitar jam 8 dan 9 malam. Senin yang lalu saya minum bodrex syrup, 2 kali , sepertinya tidak cocok karena saya tidak sembuh, dan bayi saya menolak nenen , terpaksa saya pompa ASI saya dengan manual breastpump uni**m , sekarang Alhamdulillah masih ada ASI saya hanya makin berkurang , sebab bayi saya menolak nenen, seingat saya waktu Selasa lalu setelah saya stop minum Bodrex sirup itu , saya coba lagi kasih nenen, bayi saya juga masih mau coba nenen saya , cuma 2 x dia hampir muntah setelah mulutnya mengenai ujung PD saya , akhirnya saya biarkan dia minum dari botol , hasil pompa ASI.
Terakhir kali adalah tadi malam, saya coba kasih nenen lagi, dia tetap tidak mau. Oh ya, bayi saya sudah mendapat makanan buah tambahan sebagai perkenalan saja, yaitu buah pisang sekitar 2 sendok teh kecil (diserut dan dihaluskan) setiap jam 10 pagi diselingi buah apel yang dihaluskan juga 2-3 sendok kecil saja.
Tolong saya dokter , apakah anak saya akan dapat nenen saya lagi? saya masih ingin memberi ASI ke anak saya minimum 1 tahun , maximum 2 tahun , seperti sewaktu saya dulu oleh ibu saya , dan dianjurkan oleh nabi Muhammad SAW di agama saya.
Terimakasih banyak sebelumnya ya Dok..

Salam,

Rini
   
Jumlah Posts : 31
Jumlah di-Like : belum ada like
Halo bun, salam kenal aja sekalian mau share  nich ....
Saat ini kehamilan saya 17 minggu tapi saya lagi sakit batuk pilek itu mempengaruhi janin ga yach? selain itu pada kehamilan 17 minggu berat badan  bunda naik ga? soalnya pada kehamilan 17 minggu berat badan hanya 50kg untuk semntara sudah dulu thanks

   
22-12-2010 20:31:24 Sharing memberi MPASI
Jumlah Posts : 625
Jumlah di-Like : 16
Bunda, beberapa bulan terakhir saya melihat banyak sekali yang menanyakan MPASI. Demikian saya akan membagi pengalaman dan pengetahuan saya sebagai referensi, semoga berkenan...

Selamat bunda! Telah meluluskan si Baby jadi sarjana ASI. Saya yakin dengan jerih payah dan usaha keras bunda telah membuahkan hasil yang tak tergantikan bangganya. Si Baby tidak minum apa pun selain ASI, dan saya yakin hal ini akan senantiasa membuat bunda tersenyum. Begitu pun yang saya rasakan pada waktu itu. Rasa bangga yang bisa saya buktikan pada suami dan mertua, yang pada awalnya mereka tidak mendukung ASI (secara ASI saya baru keluar di hari ke 11, tapi saya tidak menyerah), saya perlihatkan anak saya, Altamis, dalam keadaan sehat (tidak pernah sakit walau batuk pilek sekali pun) dan postur tubuh yang besar, serta lebih pintar dari sesusianya (secara ASI adalah satu-satunya yang diserap otak). Untuk bunda yang belum berhasil, jangan menyerah bund. Beritakan juga kabar baik tentang ASI.

Tepat di usia 6 bulan, walau buku referensi menyarankan untuk memberinya MPASI awal di pagi hari sebagai sarapan, saya malah memberinya tepat jam 12 siang, sebagai makan siang. Kenapa begitu? Karena pada pagi hari, usus dalam keadaan kosong, dan dalam keadaan yang sangat baik untuk menyerap segala sesuatu yang baik (dalam hal ini ASI -  juga karena alasan inilah, saya selalu sarapan dengan buah), jadilah saya berlakukan siang hari. Hari pertama, saya memberinya setengah sendok teh bubur beras putih dicampur ASI 30 ml. Dicampur dengan ASI supaya Altamis mengenali rasanya (ooohhh... ini kan makananku tiap hari), jadi saya tidak kesulitan memberinya. Dannnn... gagal total! Awalnya Altamis ketawa-ketawa tiap kali saya masukkan bubur ke mulutnya, dan tak lama dia menangis. Mau bobo. Hehehe... Tidak apa deh. Namanya juga lagi sama-sama belajar.


Mom nelpon dan nyuruh kasih biskuit Farley, dengan alasan yang instan mudah dicerna. Jadi deh sorenya saya pergi ke supermarket dan borong itu biskuit. Besokannya, kembali di makan siang, saya kasih 1 keping biskuit plus ASI, dan kembali gagal, Altamis nangis-nangis mau bobo. Tapi waktu iseng-iseng saya baca ingredient, saya kaget bukan kepalang, taunya ada gula di campurannya. Bunda, dengan adanya campuran gula, akan membuat giginya keropos, sugar addict, diabetes, dan yang lebih terlihat jelas, akan merepotkan kita dalam memberinya makan, secara dia sudah kenal makanan yang enak-enak. Dan yang lebih parah, di badannya langsung bentol-bentol merah, waduh... alergi dah. Karena alasan ini juga, saya urung memberinya biskuit (jadi saya yang habisin dah. hahaha...).


Besokannya, saya memberinya kembali ke menu utama, bubur beras putih campur ASI. Begitu terus saya beri, sampai 3 hari tidak ada reaksi apa-apa (tidak bentol-bentol lagi), saya ganti menu, bubur kentang campur ASI, juga sampai 3 hari, lalu saya ganti menu lagi, bubur jagung (nah, ini jadi menu favoritnya), lalu bubur wortel, bubur brokoli, bubur alpukat, bubur mangga, bubur zukini, bubur ubi kuning. Yang saya beri sehari sekali, dalam porsi kecil (1 sdm) dan dicampur ASI.


Begitu umur Altamis 6 bulan 2 minggu, saya buat jadi 2 kali sehari, porsi 2 sdm.


Begitu umur Altamis 7 bulan pas, saya buat jadi 3 kali sehari (pagi-siang-malam), porsi 3 sdm. Cuma sudah jadi 2 3 mix. Yang saya campur bubur jagung wortel, bubur kentang brokoli, bubur kentang bayam mangga, dsb... dan tetap saya campur dengan ASI.


Begitu umur 8 bulan, porsi jadi 75 ml, dan saya mengenalkan air kaldu sayur (bawang putih 1 siung, bawang bombay 1/2 siung, wortel 1 biji, daun bawang, daun seledri) dicampur ke masakan sebagai gantinya ASI.

Umur 9 bulan, porsi jadi 100 ml, saya tambahkan ceker ayam ke kaldu sayuran. Menu utamanya sekarang: bubur kentang+jagung+ati ayam+brokoli, dengan ditambahi kaldu.

Dan semua ini saya buat tanpa tambahan GULA, GARAM apalagi ROYCO/MECIN/DSB...
Pengalaman membuktikan, jika sedari bayi dikenalkan bumbu tersebut, kelak besarnya ia akan susah makan (picky eater), yang benar-benar membuat gemas kita (udah capai-capai masak taunya ga dimakan), atau mau makan juga paling: mie instan, mie goreng, bakso, telur dadar, kecap-garam, wah, kalau sampai begini, jangan dituruti ya bund. Kasian dia kan sedang dalam masa pertumbuhan.

Btw, untuk bubur jagungnya, di usia awal, jagung kalau diblender agak bertekstur kasar, saran saya, bunda pakai juicer daripada blender trus saring lagi (pernah saya begini 3 jagung jadi 3 sendok dalam waktu 3 jam).

Ada juga yang menyarankan untuk MPASI awal di hari pertama, sebaiknya diberi juice buah, karena buah mengandung gluten yang mudah diserap usus, karena selama ini kan bayi hanya makan yang cair, jadi kalo dikasih selain buah, nanti kasian ususnya kaget. Tapi saya memberikannya beras putih dengan alasan, sebagai sumber karbo yang baik, apalagi dia sudah aktif bergerak. Jadi terserah bunda mau memberinya yang mana, keputusan ada di tangan bunda.

Semoga membantu...
   
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
zidanku dari usia hampir 6 bln batuk pilek ampe skrg dah dibawa kedokter anak brpkali tp ga da hasil,kt dktr alergi susu sapi tp dr bayi da kukasih morinaga baik2 aja br mo 6bln muncul batuk...dah ganti susu yg HA masih jg.apa donk obatnya 
   
Jumlah Posts : 144
Jumlah di-Like : 10
@bunda Farez

bunda...saya tidak tahu mempengaruhi otak janin atau tidak.
Yang pasti memang klo keseringan flu...akan berpengaruh ke janin or baby kita....itu semua berasal dari obat yang kita konsumsi. makanya untuk para bunda yang sedang hamil sangat disarankan untuk tidak sakit or jarang sakit...dan bila mo minum obat itu berdasarkan saran dari DSPOG.

Bunda....dulu saya juga sering flu....krn saya punya alergi terhadap dingin dan debu (2 hal yang tidak bisa di hindari)..bila sdh datang alerginya saya akan batuk pilek...setiap kontrol ke dokter saya selalu sakit..sampai saya dimarahin oleh DSPOG saya..dan dibilang untuk jaga diri..krn kasian janin dalam perut....saya hanya disaranin minum panadol biru...tapi itu tidak boleh lebih dari satu dalam sehari...dan diminum bila memang sudah tidak kuat untuk menahan pusing akibat flu tadi.

saran saya..klo memang flu...lebih baik minum yang hangat2..or obat2 tradisional..seperti air jahe..tapi jangan terlalu berlebihan.

mohon maaf bila tidak berkenan

salam kenal
bunda mutia
   
10-09-2008 10:07:38 air dingin membuat bayi kuat
Jumlah Posts : 20
Jumlah di-Like : belum ada like
Dear Bunda2   heheh...iya kemarin salah posting kehamilan dah terlanjur, tp aku juga masuk ke posting mau tanya dunk...dan ada bunda yg kirim artikel dibawah ini aku jadi bingung.....nich karena aku juga udah baca di kinbaby intinya tidak diperbolehkan...tapi setelah aku baca artikel dibawah ini berbeda...........so mana yg benar ya karena aku dipaksa untuk mandiin di usia 5 bulan nich....secara aku sebenarnya sangat tidak tega mandiin anakku pake air dingin.....:(,       BAYI TIDAK MUDAH KEDINGINAN Jelas sudah, dengan bekal jaringan lemak cokelatnya, bayi tidak mudahkedinginan. Sebaliknya, mudah kepanasanOleh dr. H. M. Hadat, Sp.A., Spesialis anak di JakartaNiat mulia tak selamanya berbuah positif. Memberi kehangatan berlebihan padabayi, misalnya, bisa jadi bumerang.Selama ini orangtua begitu takut bayinya kedinginan, sehingga merasa perlumempersenjatai putra-putri tersayang dengan baju hangat, selimut, topi,sarung tangan, sampai kaus kaki tebal. Bahkan ada orangtua yang sampaimenutup rapat-rapat pintu, jendela, lubang angin, melarang pemakaian kipasangin, mematikan AC hanya agar bayinya selamat dari bahaya "masuk angin".Tak ketinggalan, kebiasaan membaluri minyak telon atau minyak kayu putih ditubuh bayi. Padahal di samping bikin kepanasan, minyak-minyak itu juga bisamengubah kulit bayi menjadi kehitaman dan hangus. Pendek kata, banyakorangtua tak sadar, kepungan "sarana dan prasarana penghangat" justrumenjadi penyebab bayi menangis lantaran kegerahan.Gerah membuat bayi banyak mengeluarkan keringat, sehingga kehilangan banyakair dengan garam-garamnya. Alhasil, dia jadi gampang haus, badan lemahsehingga mudah terkena batuk-pilek. Jadi, banyak orangtua (mungkin termasukAnda) selama ini memperlakukan bayinya secara salah alias salah kaprah?Begitulah kira-kira. Mengapa? Karena bayi punya jaringan asam cokelat!Begini penjelasannya:Setiap manusia butuh energi untuk melakukan beragam aktivitas. Energi itudatang dari hasil pembakaran gula, lemak, maupun protein. Kelebihan guladalam darah, misalnya, diubah oleh hormon insulin menjadi glikogen, sehinggakadar gula darah tetap dalam batas-batas normal. Glikogen ini menjadicadangan energi yang terutama disimpan di dalam otot, jantung, dan hati.Cadangan energi glikogen hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan energi tubuhselama 24 jam. Hal ini berbeda dengan cadangan energi dari lemak yang dapatmemenuhi kebutuhan energi tubuh selama beberapa pekan. Karena tidak larutdalam air, pembakaran lemak jadi lebih stabil dan lebih dapat diandalkanketimbang pembakaran gula yang larut dalam air. Itu sebabnya, jika ada bebanpekerjaan nan berat, jantung dan otot lebih banyak memakai energi darilemak.Selanjutnya, kelebihan lemak dalam darah akan disimpan di jaringan lemak.Jaringan lemak sendiri ada dua macam. Pertama, jaringan lemak putih yangmenyimpan lemak dalam selnya, dan tersebar di seluruh tubuh, terutama ronggaperut dan jaringan di bawah kulit. Kedua, jaringan lemak cokelat, terutamaterdapat pada bayi yang lahir cukup bulannya dan terbatas ada di jaringanbawah kulit leher dan punggung.Jaringan lemak cokelat ini makin berkurang dan menyusut pada anak yang lebihbesar dan hanya tertinggal sedikit pada orang dewasa. Dia bisa membuangkelebihan energi, misalnya akibat makan berlebihan, dengan membakarnyamenjadi panas. Keistimewaan lain, selnya dapat menyimpan sampai 40% lemakbayi. Kenaikan suhu tubuh oleh jaringan ini bisa mencapai tiga kali lipatketimbang kenaikan suhu yang disebabkan aktivitas olahraga.Jelas sudah, dengan bekal jaringan lemak cokelatnya, bayi tidak mudahkedinginan. Sebaliknya, mudah kepanasan. Dibandingkan dengan orang dewasamuda, daya tahan bayi terhadap udara dingin lebih tinggi sekitar 50C. Jadi,jika orang dewasa sudah menggigil pada suhu 20C, bayi tidak merasakan halyang sama. Buat bayi suhu 20C setara dengan 25C. Sebaliknya, suhu 25Cyang cukup dingin buat orang dewasa bisa bikin bayi kegerahan. Sebab,25C-nya orang dewasa sama dengan 30C-nya bayi.Itu sebabnya, meski berada di ruang ber-AC, bayi belum tentu kedinginan.Juga tak perlu dipanasi dengan minyak telon atau minyak kayu putih. Susu puntidak perlu selalu dicampur air hangat. Bayi berumur beberapa bulan bahkanlebih suka susunya didinginkan di lemari es. Kalau boleh memilih, bayi pastilebih suka mandi dengan air dingin, apalagi kalau udara sedang panas.Kesimpulannya, jangan membandingkan kondisi bayi dengan kita, orang dewasa!(intisari)sun plukBunda Freya fey(41) 09-09-2008
   
09-09-2008 15:15:04 air dingin membuat bayi kuat
Jumlah Posts : 67
Jumlah di-Like : 3
Bun, ini ada artikel yg aku contek dr milis sblh. 
aku jg baru tau sech.. kalo bayi ga gampang kedinginan.
Selamat membaca...

BAYI TIDAK MUDAH KEDINGINAN


Jelas sudah, dengan bekal jaringan lemak cokelatnya, bayi tidak mudah
kedinginan. Sebaliknya, mudah kepanasan

Oleh dr. H. M. Hadat, Sp.A., Spesialis anak di Jakarta

Niat mulia tak selamanya berbuah positif. Memberi kehangatan berlebihan pada
bayi, misalnya, bisa jadi bumerang.

Selama ini orangtua begitu takut bayinya kedinginan, sehingga merasa perlu
mempersenjatai putra-putri tersayang dengan baju hangat, selimut, topi,
sarung tangan, sampai kaus kaki tebal. Bahkan ada orangtua yang sampai
menutup rapat-rapat pintu, jendela, lubang angin, melarang pemakaian kipas
angin, mematikan AC hanya agar bayinya selamat dari bahaya "masuk angin".

Tak ketinggalan, kebiasaan membaluri minyak telon atau minyak kayu putih di
tubuh bayi. Padahal di samping bikin kepanasan, minyak-minyak itu juga bisa
mengubah kulit bayi menjadi kehitaman dan hangus. Pendek kata, banyak
orangtua tak sadar, kepungan "sarana dan prasarana penghangat" justru
menjadi penyebab bayi menangis lantaran kegerahan.

Gerah membuat bayi banyak mengeluarkan keringat, sehingga kehilangan banyak
air dengan garam-garamnya. Alhasil, dia jadi gampang haus, badan lemah
sehingga mudah terkena batuk-pilek. Jadi, banyak orangtua (mungkin termasuk
Anda) selama ini memperlakukan bayinya secara salah alias salah kaprah?
Begitulah kira-kira. Mengapa? Karena bayi punya jaringan asam cokelat!

Begini penjelasannya:

Setiap manusia butuh energi untuk melakukan beragam aktivitas. Energi itu
datang dari hasil pembakaran gula, lemak, maupun protein. Kelebihan gula
dalam darah, misalnya, diubah oleh hormon insulin menjadi glikogen, sehingga
kadar gula darah tetap dalam batas-batas normal. Glikogen ini menjadi
cadangan energi yang terutama disimpan di dalam otot, jantung, dan hati.

Cadangan energi glikogen hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh
selama 24 jam. Hal ini berbeda dengan cadangan energi dari lemak yang dapat
memenuhi kebutuhan energi tubuh selama beberapa pekan. Karena tidak larut
dalam air, pembakaran lemak jadi lebih stabil dan lebih dapat diandalkan
ketimbang pembakaran gula yang larut dalam air. Itu sebabnya, jika ada beban
pekerjaan nan berat, jantung dan otot lebih banyak memakai energi dari
lemak.

Selanjutnya, kelebihan lemak dalam darah akan disimpan di jaringan lemak.
Jaringan lemak sendiri ada dua macam. Pertama, jaringan lemak putih yang
menyimpan lemak dalam selnya, dan tersebar di seluruh tubuh, terutama rongga
perut dan jaringan di bawah kulit. Kedua, jaringan lemak cokelat, terutama
terdapat pada bayi yang lahir cukup bulannya dan terbatas ada di jaringan
bawah kulit leher dan punggung.

Jaringan lemak cokelat ini makin berkurang dan menyusut pada anak yang lebih
besar dan hanya tertinggal sedikit pada orang dewasa. Dia bisa membuang
kelebihan energi, misalnya akibat makan berlebihan, dengan membakarnya
menjadi panas. Keistimewaan lain, selnya dapat menyimpan sampai 40% lemak
bayi. Kenaikan suhu tubuh oleh jaringan ini bisa mencapai tiga kali lipat
ketimbang kenaikan suhu yang disebabkan aktivitas olahraga.

Jelas sudah, dengan bekal jaringan lemak cokelatnya, bayi tidak mudah
kedinginan. Sebaliknya, mudah kepanasan. Dibandingkan dengan orang dewasa
muda, daya tahan bayi terhadap udara dingin lebih tinggi sekitar 50C. Jadi,
jika orang dewasa sudah menggigil pada suhu 20C, bayi tidak merasakan hal
yang sama. Buat bayi suhu 20C setara dengan 25C. Sebaliknya, suhu 25C
yang cukup dingin buat orang dewasa bisa bikin bayi kegerahan. Sebab,
25C-nya orang dewasa sama dengan 30C-nya bayi.

Itu sebabnya, meski berada di ruang ber-AC, bayi belum tentu kedinginan.
Juga tak perlu dipanasi dengan minyak telon atau minyak kayu putih. Susu pun
tidak perlu selalu dicampur air hangat. Bayi berumur beberapa bulan bahkan
lebih suka susunya didinginkan di lemari es. Kalau boleh memilih, bayi pasti
lebih suka mandi dengan air dingin, apalagi kalau udara sedang panas.
Kesimpulannya, jangan membandingkan kondisi bayi dengan kita, orang dewasa!
(intisari)


sun pluk


Bunda Freya
   
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
hai moms.. saya cuma mau kasih info nih kenapa bayi ga boleh dikasih makan kalo dibawah 6 bulan Diambil dari milis motherandchild (Dirangkum & ditulis bebas oleh Luluk Lely Soraya I, 26 March 2005) Banyak sekali pertanyaan dan kritik yang timbul mengenai pemberian MP-ASI (Makanan Pendamping ASI) di usia kurang dari 6 bulan. Bahkan banyak dari kita tidak pernah tahu mengapa WHO & IDAI mengeluarkan statement bahwa ASI eksklusif (ASI saja tanpa tambahan apapun bahkan air putih sekalipun) diberikan pada 6 bulan pertama kehidupan seorag anak. Kemudian setelah umur 6 bulan anak baru mulai mendapatkan MPASI berupa bubur susu, nasi tim, buah, dsb. Alasan menunda pemberian MPASI Mengapa harus menunda memberikan MPASI pada anak sampai ia berumur 6 bulan?! Kalo jaman dulu (baca : sebelum diberlakukan ASI eksklusif 6 bulan) umur 4 bulan aja dikasih makan bahkan ada yg umur 1 bulan. Dan banyak yang berpendapat gak ada masalah apa-apa tuh dengan anaknya. Satu hal yg perlu diketahui bersama bahwa jaman terus berubah. Demikian juga dengan ilmu & teknologi. Ilmu medis juga terus berkembang dan berubah berdasarkan riset2 yg terus dilakukan oleh para peneliti. Sekitar lebih dari 5tahun yang lalu, MP-ASI disarankan diperkenalkan pada anak saat ia berusia 4 bulan. Tetapi kemudian beberapa penelitian tahun2 terakhir menghasilkan banyak hal sehingga MP-ASI sebaiknya diberikan setelah anak berusia lebih dari 6bulan. Mengapa umur 6 bl adalah saat terbaik anak mulai diberikan MPASI ?! 1.Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan besar dari berbagai penyakit. Hal ini disebabkan sistem imun bayi berusia kurang dari 6 bulan belum sempurna. Pemberian MP-ASI terlalu dini sama saja dengan membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yg mendapatkan MP-ASI sebelum ia berumur 6 bulan, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yang hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya. 2.Saat bayi berumur 6 bl keatas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI. Beberapa enzim pemecah protein spt asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bl. 3.Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan Saat bayi berumur kurang dari 6 bulan, sel-sel di sekitar usus belum siap untuk mengolah kandungan dari makanan. Sehingga makanan yg masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi. 4.Menunda pemberian MP-ASI hingga 6 bulan melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari. Proses pemecahan sari-sari makanan yg belum sempurna dalam usus bayi, pada beberapa kasus ekstrem ada juga yang memerlukan tindakan bedah akibat pemberian MP-ASI terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapa MP-ASI baru boleh diperkenalkan pada anak setelah anak berumur 6 bulan. Masih banyak yg mengenalkan MP-ASI pada bayi kurang dari 6 bulan Kalo begitu kenapa masih banyak orangtua yg telah memberikan MP-ASI ke anaknya sebelum berumur 6 bulan? Banyak sekali alasan kenapa ortu memberikan MP-ASI sebelum anak berusia 6 bulan. Umumnya banyak ibu yg beranggapan kalo anaknya kelaparan dan akan tidur nyenyak jika diberi makan. Meski gak ada relevansinya banyak yg beranggapan ini benar. Kenapa? Karena belum sempurna, sistem pencernaannya harus bekerja lebih keras utk mengolah & memecah makanan. Kadang anak yg menangis terus dianggap sbg anak gak kenyang. Padahal menangis bukan semata-mata tanda ia lapar. Belum lagi masih banyak anggapan di masyarakat kita seperti orang tua terdahulu bahwa anak saya gak papa tuh dikasih makan pisang pas kita umur 2 bulan. Malah sekarang jadi orang. Alasan lainnya juga bisa jadi juga tekanan dari lingkungan dan gak ada dukungan seperti alasan di atas. Dan gencarnya promosi produsen makanan bayi yang belum mengindahkan ASI eksklusif 6 bulan. Aturan MP-ASI setelah 6 bulan: Karena sebelum berusia 6 bulan mengandung resiko. Sekali lagi tidak mungkin ada saran dari WHO & IDAI jika tidak dilakukan penelitian panjang. Lagipula tiap anak itu beda. Bisa jadi gak jadi masalah utkkita tapi belum tentu untuk yg lain. Misalkan, ilustrasinya sama seperti aturan cuci tangan sebelum makan. Ada anak yang dia tidak terbiasa cuci tangan sebelum makan. Padahal ia baru bermain-main dengan tanah dsb. Tapi ia tidak apa-apa. Sedangkan satu waktu atau di anak yang lain, begitu ia melakukan hal tsb ia langsung mengalami gangguan pencernaan karena kotoran yg masuk ke makanan melalui tangannya. Demikian juga dengan pemberian MP-ASI pada anak terlalu dini. Banyak yang merasa “anak saya gak masalah tuh saya kasih makan dari umur 3 bulan”. Sehingga hal tsb menjadi “excuse” atau alasan untuk tidak mengikuti aturan yg berlaku. Padahal aturan tsb dibuat karena ada resiko sendiri. Lagipula penelitan ttg hal ini terus berlanjut. Saat ini mungkin pengetahuan dan hasil riset yg ada masih terbatas dan “kurang” bagi beberapa kalangan. Tapi di kemudian hari kita tidak tahu. Ilmu terus berkembang. Dan satu hal yg penting. Aturan agar menunda memberikan MPASi pada anak kurang dari 6 bulan bukan hanya berlaku untuk bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Tetapi juga bagi bayi yg tidak mendapatkan ASI (susu formula atau mixed). Semuanya akan kembali kepada ayah & ibu. Jika kita tahu ada resiko dibalik pemberian MP-ASI saat usia anak kurang dari 6 bulan, maka mengapa tidak kita menundanya. Apalagi banyak sekali penelitian & kasus yang mendukung hal tsb. Apapun keputusan ibu & ayah, apakah mau memberikan MP-ASI saat anak berusia kurang atau lebih dari 6 bulan, alangkah baiknya dipertimbangkan dengan baik untung ruginya bagi anak, bukan bagi orang tuanya. Sehingga keputusan yg diambil adalah yg terbaik utk sang anak. (Luk) Sumber : Solid Food in Early Infancy increases risk of Eczema, from original source : Fergusson DM et al Early solid feeding and recurrent childhood eczema: a 10-year longitudinal study Pediatrics 1990 Oct; 86:541-546.[ Medline abstract][Download citation] World Health Organization (WHO). Infant Feeding Guidelines. 2003. Information for Health Professionals on Infant Feeding. www.who.int/ health_topics/ breastfeeding/ en/ World Health Organization (WHO). 2003. Global Strategy for Infant and Young Child Feeding. www.who.int World Health Organization (WHO). Complementary feeding. Report of the global consultation. Summary of guiding principles. Geneva, 10-13 December 2001. www.who.int DIarsipkan di bawah: ASI | yang berkaitan: ASI, MPASI
   
27-06-2008 10:51:18 tes Mantoux
Jumlah Posts : 64
Jumlah di-Like : belum ada like
Ass wr wb, ummi addurrahman.. Mudah2 an hasil ny negatif  ya,, Amin.. Sekarang Atha jg lagi batuk pilek,, pilek ny udah sembuh, tp batuknya blm, biasa ny klo malam aja batuknya, sekarng, rada sering,, sakitnya udah mo seminggu, kmrn telp k DSA nya,, katanya kasih obat yg dl pernah dia resepin aja dl,, entar klo blm ada kemajuan, baru bawa periksa k dia.  Atha perlu Test Mantoux juga ga sich ???   Salam Atha
   
23-06-2008 09:20:19 tes Mantoux
Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
Dear Bunda Abdurahman...   Berikut saya carikan artikel mengenai Test Mantoux ya... Mudah-2an Berguna :D

Ada sejumlah pemeriksaan untuk memastikan TBC, tapi yang paling menentukan adalah tes Mantoux

TBC merupakan penyakit yang disebabkan kuman Mycrobacterium tuberculosis. Kuman ini ditemukan oleh Robert Koch pada tahun 1882. Bisa juga disebabkan oleh kuman Mycobacterium bovis yang terdapat pada susu sapi yang tidak dipasteurisasi. Sayangnya, menegakkan diagnosis TBC secara pasti pada anak sangat sulit. Saking sulitnya sering terjadi overdiagnosis, dimana dokter terlalu cepat memvonis padahal data yang dimilikinya masih minim.

Hal ini kemudian sering kali diikuti overtreatment alias pengobatan yang berlebihan. Akibatnya, konsekuensi yang diterima anak tidak ringan. Pasalnya, anak harus mengonsumsi 2-3 jenis obat sekaligus minimal selama 6 bulan atau bahkan lebih. Pengobatan yang tidak tepat ini tentu saja amat berisiko mengganggu fungsi hati, saraf pendengaran dan organ-organ tubuhnya yang lain.

Di lain pihak ditemukan juga underdiagnosis alias diagnosis yang terlambat hingga berbuntut menjadi undertreatment. Hal ini sama-sama bisa membahayakan anak. Soalnya, anak penderita TBC perlu mendapat penanganan segera secara tepat. Bila tidak, jiwa anak pun menjadi taruhannya.

Untuk mendapatkan diagnosis tepat, tes Mantoux dilakukan jika anak menujukkan gejala-gejala berikut:

1. MMBB (Masalah Makan dan Berat Badan)

Bila anak sulit makan dan memiliki berat badan yang kurang dari rata-rata anak seusianya, orangtua patut waspada. Atau, ada peningkatan berat badan tapi tak sesuai alias masih di bawah jumlah yang semestinya (tidak sesuai dengan yang tertera pada KMS/Kartu Menuju Sehat).

2. Mudah sakit

Anak sakit batuk pilek wajar saja. Bedanya, anak yang terinfeksi TB akan lebih mudah tertulari penyakit. Jika orang di lingkungan sekitarnya batuk pilek, anak mudah tertulari atau sebulan sekali mesti sakit. Kondisi ini patut mendapat perhatian.

3. Lemah, letih, lesu dan tidak bersemangat dalam melakukan aktivitas

Anak-anak dengan TB, umumnya terlihat berbeda dari anak kebanyakan yang sehat dalam beraktivitas. Ia tampak lemah, lesu dan tidak bersemangat.

4. Reaksi cepat BCG

Pada lokasi suntik vaksin BCG akan timbul tanda menyerupai bisul. Jika reaksi ini muncul lebih cepat, misalnya seminggu setelah pemberian, berarti tubuh anak sudah terinfeksi TB. Padahal normalnya, tanda itu paling cepat muncul pada 2 minggu setelah anak divaksinasi BCG. Namun rata-rata, benjolan pada kulit muncul setelah 4­6 minggu.

4. Batuk berulang

Batuk berkepanjangan merupakan gejala yang paling dikenal di kalangan masyarakat sebagai pertanda TBC. Batuk yang awalnya berupa batuk kering kemudian lama-kelamaan berlendir dan berlangsung selama 2 minggu lebih, merupakan salah satu tanda TBC. Gejala ini akan muncul bila sudah terdapat gangguan di paru-paru. Hanya saja, bedakan dari batuk alergi dan asma.

5. Benjolan di leher

Pembesaran kelenjar getah bening di leher samping dan di atas tulang selangkangan bisa saja merupakan tanda TBC. Soalnya, kelenjar getah bening merupakan salah satu benteng pertahanan terhadap serangan kuman. Kelenjar ini akan membesar bila diserang kuman. Namun, meski merupakan salah satu gejala TB, tidak semua pembengkakan kelenjar getah bening adalah gejala penyakit TB. Bisa jadi pembengkakan itu karena adanya infeksi atau radang di tenggorokan.

6. Demam dan berkeringat di malam hari

Gejala awal TBC biasanya muncul demam pada sore dan malam hari, disertai keluarnya keringat. Gejala ini dapat berulang beberapa waktu kemudian. Namun hal ini tetap belum dapat memastikan kalau anak menderita TBC. Tidak selalu anak-anak yang berkeringat di malam hari menderita TB. Keringat tidur justru merupakan pertanda sistem metabolisme yang sedang aktif bekerja. Tak heran, pada saat tidurlah anak-anak mengalami metabolisme yang pesat.

7. Diare persisten

Diare akibat TBC biasanya tidak kunjung sembuh dengan pengobatan biasa. Sebagai orangtua, kita bisa membantu dokter untuk menjelaskan apakah gejala-gejala di atas memang muncul pada anak atau tidak; berapa lama berlangsungnya, dan seberapa sering gejala-gejala tersebut muncul. Nah, dari pengamatan kita sehari-hari ini dokter akan sangat terbantu untuk mendiagnosis penyakit anak serta memutuskan apakah perlu dijalani tes Mantoux atau tidak.

PROSES TES

Tes Mantoux dilakukan dengan cara menyuntikkan protein dari kuman Mycobacterium tuberculosis pada lengan bawah anak. Agar hasilnya akurat, penyuntikannya harus benar-benar teliti. Bahan yang dimasukkan harus dengan dosis tepat dan masuk sepenuhnya ke dalam kulit, bukan di bawah kulit. Kemudian, reaksi yang dihasilkan harus dibaca tepat waktu.

Untuk memastikan anak terinfeksi kuman TBC atau tidak, akan dilihat indurasinya setelah 48-72 jam. Indurasi ini ditandai dengan bentuk kemerahan dan benjolan yang muncul di area sekitar suntikan. Bila nilai indurasinya 0-4 mm, maka dinyatakan negatif. Bila 5-9 mm dinilai meragukan, sedangkan di atas 10 mm dinyatakan positif.

Setelah hasil Mantoux dinyatakan positif, anak sebaiknya diikutkan pada serangkaian pemeriksaan lainnya. Salah satunya adalah rontgen yang bertujuan mendeteksi TBC lebih detail lewat kondisi paru yang tergambar dalam foto rontgen dan dan tes darah. Tes mantoux dilakukan lebih dulu karena hasil rontgen tidak dapat diandalkan untuk menentukan adanya infeksi kuman TB. Bercak putih yang mungkin terlihat pada hasil foto bisa memiliki banyak penyebab. Anak yang sedang menderita batuk pilek pun kemungkinan memiliki bercak putih di paru. Jadi, tes Mantoux sangat perlu, tak cukup hanya rontgen paru.

Namun dokter juga harus mencermati adanya tanda negatif palsu. Mungkin saja hasil tes menunjukkan negatif, tapi sebenarnya anak menderita TBC. Hal ini bisa terjadi pada anak-anak yang kondisi tubuhnya sangat buruk, seperti anak yang mengalami kekurangan gizi atau sedang menderita sakit berat. Disamping pemeriksaan di atas, ciri-ciri lain dari TBC pun harus dicermati. Misalnya apakah anak kurus, sering sakit, mengalami pembesaran kelenjar getah bening dan sebagainya.

TES BAYI BARU LAHIR

Bila saat mengandung si ibu menderita TBC bisa saja bayi akan terkena TBC begitu dilahirkan. Ini disebut dengan TBC kongenital dan bayi harus segera dites Mantoux pada usia sekitar 1 bulan. Usahakan jangan di bawah 1 bulan karena dapat memberi reaksi negatif meski boleh jadi si bayi tersebut menderita TBC. Itu karena sistem imun bayi usia ini masih belum baik. Kendati kasusnya sangat jarang ditemui, setidaknya orangtua dapat segera mengatasinya bila bayinya memang positif TBC.

Narasumber:

dr. Ema Nurhaema, Sp.A dari RSUP Persahabatan, Jakarta

dr. Darmawan Budi Setyanto, SpA(K), Ahli Respirologi Anak dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Sumber Artikel : http://bud1nugroho.wordpress.com/2007/03/05/saat-tepat-tes-mantoux/