SITE STATUS
Jumlah Member :
506.507 member
user online :
1055 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Death Conceptus / kematian mudigah

   

Death Conceptus / kematian mudigah
Oleh :


Pagi Dokter Tanti, Ini kehamilan ketiga, kehamilan pertama keguguran pd uk 15w (tindakan kuratase), kehamilan kedua dinyatakan death conceptus uk 12w (tindakan kuratase) dan yang baru terjadi bulan lalu death conceptus di uk 17w (melahirkan secara normal). Saya ingin bertanya apa yang menyebabkan berulangnya kasus death conceptus? Apakah demam tinggi 39ºC bs menjadi penyebabnya krn saya sempat demam tinggi selama 2 hari. Lalu, bagaimana cara mencegah death conceptus agar tidak terjadi lagi di kehamilan mendatang ya dokter? Satu tambahan pertanyaan, setelah 1bln melahirkan rahim saya masih belum jg mengecil (kembali ke ukuran sebelumnya) padahal pemeriksaan usg tidak menampakan adanya sisa jaringan alias sdh bersih. saya telah meminum obat2 yang disarankan dokter obgyn. Mohon petunjuknya dan jawaban dokter, saya dn suami khawatir dgn kondisi ini. Terima kasih dokter.
   
 
dr. Tanti menjawab


Dear Bunda
Penyebab adanya aborsi maupun tidak berkembangnya janin juga kematian mudigah pada umumnya sulit diketahui penyebab pastinya. Hal yang diduga dapat menjadi penyebab kejadian ini adalah seperti adanya kelainan pada ovum (sel telur) ibu, adanya kelainan pertumbuhan hasil konsepsi seperti kelainan kromosom, pengaruh dari luar (obat-obatan, radiasi, infeksi dan lain-lain), pengaruh usia lanjut, mal nutrisi, adanya penyakit lain dan lain-lain. 

Untuk langkah selanjutnya, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan Bunda mengenai perencanaan kehamilan yang berhubungan dengan kondisi Bunda dan riwayat kehamilan Bunda.  Kemungkinan dokter dapat merujuk Bunda pada bagian fetomaternal. Fetomaternal merupakan cabang atau subspesialis dari ilmu Kebidanan dan Kandungan yang dapat membantu memeriksa ataupun menangani kasus yang berhubungan dengan janin dan ibu hamil ketika dalam kehamilan, persalinan dan nifas. Bagian fetomaternal akan memeriksa dan membahas lebih dalam mengenai kelainan-kelainan yang dialami oleh janin dan ibu hamil. Menurut pendapat pribadi saya, alangkah baiknya dalam perencanaan kehamilan dilakukan screening atau tes, serta imunisasi pada calon ibu hamil agar kesehatannya dalam mempersiapkan kehamilan dapat terjaga dengan baik. Selain itu, suami Anda juga dapat melakukan pemeriksaan kesuburan agar perencanaan kehamilan dapat berjalan dengan baik bila status kesuburan suami dan istri telah diketahui.
   
 
 


Bagaimana menurut Anda mengenai jawaban ini? Silahkan sampaikan komentar Anda.


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman